PTK IPA KELAS IV SD DENGAN MODEL KOOPERATIF

PTK IPA KELAS IV SD DENGAN MODEL KOOPERATIF-Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas 4 dengan model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture di SD Negeri ......... Kecamatan ......... Kabupaten ......... semester I tahun pelajaran 2013/2014.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPA meningkat setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture. Peningkatan dapat terlihat dari nilai rata-rata kelas dan yang pasti yaitu jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas KKM yaitu 70 atau dapat di lihat dari indikator ketuntasan yaitu sebesar 80%.  PTK ipa sd kelas 4 pdf Nilai rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa dalam kondisi awal yaitu sebesar 62, pada siklus I meningkat sebesar 5,27 menjadi 67,27 dan siklus II lebih meningkat lagi yaitu sebesar 10,06 menjadi 77,33. Jumlah siswa yang belum tuntas menurun, dan yang sudah tuntas meningkat. Pada kondisi awal ketuntasan hasil belajar IPA hanya 20,87%, pada siklus I naik menjadi 66,13%, dan pada siklus II naik lagi menjadi 86,64%..

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPA SD yang diberi judul PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS 4 SD NEGERI ... KECAMATAN ... KABUPATEN ..." . Disini akan di bahas lengkap.


PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPA SD KELAS IV lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK  045 SD).

CONTOH PTK IPA SD DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE & PICTURE

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta, konsep, atau prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Contoh ptk ipa sd lengkap Menurut Kurikulum 2006,menyatakan bahwa IPA diperlukan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah yang dapat di identifikasikan.Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.
Mengingat pentingnya pembelajaran IPA, maka semua siswa hendaknya dapat menguasai pelajaran IPA dengan baik. Sebagai seorang guru harus bisa menguasai kemampuan, keterampilan dalam menyajikan materi pelajaran IPA dan membutuhkan ide¬ide kreatif dalam penyampaikan materi kepada siswa sehingga dapat mengembangkan siswa secara menyeluruh dan utuh karena dalam kegiatan IPA melibatkan semua aspek yaitu: emosional, intelektual dan psikomotor sehingga dapat mencapai kemampuan peserta didik yang meliputi : kognitif, afektif, dan psikomotor.

Terkadang teori dan praktek dilapangan sering mengalami kesenjangan. Ini ditunjukkan dari hasil observasi penulis di SDN ........ Kecamatan ........ menunjukkan masih banyak ditemukan pelaksanaan pembelajaran IPA menggunakan metode ceramah sehingga siswa beranggapan bahwa IPA bersifat hafalan. Hal ini mengakibatkan kemampuan siswa baik kognitif, afektif dan psikomotor tidak berkembang. Akibatnya sasaran hasil belajar siswa belum dapat dicapai secara optimal.
Berdasarkan observasi siswa kelas 4 SD Negeri ........ Kecamatan ........ Kabupaten ........ Siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran IPA dan tingkat kreativitas dalam mengikuti pembelajaran IPA masih rendah. Hanya beberapa siswa saja yang aktif dalam proses pembelajaran, sisanya pasif dan kurang memperhatikan pelajaran. Oleh karena itu perlu diadakan perbaikan pembelajaran IPA agar dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran IPA yang lebih maksimal dan dapat mencapai rata-rata di atas KKM.

Berdasarkan uraian dalam latar belakang, dapat dijelaskan bahwa melalui pemilihan metode pembelajaran dan penggunaan bahan ajar yang tepat dapat meningkatan hasil belajar siswa terutama yang mengalami kesulitan belajar. Oleh karena itu akan dilakukan penelitian tentang Penerapan model pembelajaran Picture and Picture untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas 4 SD Negeri ........ Kecamatan ........ Kabupaten ........ semester I Tahun Pelajaran 2013/2014.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, penulis mengidentifikasi permasalahan sebagai berikut: 1) Hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa kelas 4 masih banyak yang dibawah KKM, 2) Kreativitas guru dalam pemilihan model dan metode pembelajaran yang masih kurang, 3) Motivasi siswa yang rendah dalam pembelajaran IPA, 4) Kemampuan siswa yang berbeda-beda dalam menyerap materi yang diberikan.
Dampak yang akan terjadi apabila tidak diberikan tindak lanjut adalah siswa menjadi bosan dan cenderung tidak memperhatikan pelajaran, sehingga efektivitas belajar siswa juga cenderung rendah. Jika hal tersebut tidak segera diatasi dikhawatirkan siswa tidak berminat mengikuti pembelajaran IPA, sehingga efektivitas belajar siswa menurun yang berdampak pada hasil belajar..
Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan, maka dilakukan penelitian dalam mata pelajaran IPA di kelas 4 SD Negeri ........ Kecamatan ........ tahun pelajaran 2013/2014, dengan penggunaan model pembelajaran Picture and Picture melalui metode diskusi untuk melihat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar IPA kelas 4 SD Negeri ........ Kecamatan .........

1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah sebagaimana telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini dinyatakan sebagai berikut.
Apakah penggunaan model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas 4 Sekolah Dasar Negeri ........ Kecamatan ........ pada semester 1 Tahun pelajaran 2013/2014?
1.4 Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk : Meningkatkan hasil belajar IPA dengan penerapan model pembelajaran picture and picture siswa kelas 4 Sekolah Dasar Negeri ........ Kecamatan ........ Semester 1 tahun ajaran 2013/2014. Contoh ptk ipa sd kelas 4 
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Manfaat bagi siswa
Diharapkan dengan penggunaan model pembelajaran picture and picture pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar dan minat belajar siswa. Selain itu, siswa menjadi lebih terlatih dalam hal pemecahan masalah yang memerlukan pemikiran logis. Siswa juga mendapatkan kesempatan mengungkapkan gagasan dan pendapatnya serta terlatih untuk berbicara di depan umum serta meningkatkan kepercayaan diri siswa.

1.5.2 Manfaat bagi guru
Melalui penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture guru menjadi lebih terarah dalam pengajaran sehingga tidak hanya menggunakan metode ceramah. Selain itu guru juga dapat menjadi lebih berkompeten dalam mendesain model pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan khususnya dalam penerapan model pembelajaran picture and picture dalam pembelajaran IPA.
1.5.3 Manfaat bagi sekolah
Dengan adanya penelitian tindakan kelas ini, kepala sekolah dapat mengetahui interaksi dan hubungan antara guru dan siswa dalam pembelajaran serta mengetahui keefektifan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Hal-hal tersebut dapat digunakan sebagai acuan bagi kepala sekolah dalam melakukan supervisi guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu sekolah yang dipimpinnya.

DOWNLOAD LENGKAP PTK IPA SD PDF

BAB II
KAJ IAN PUSTAKA


2.1. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture
Salah satu model pembelajaran kooperatif yang menjadi bahan Penelitian Tindakan Kelas adalah model Picture and Picture. Pembelajaran dengan menggunakan model ini menitik beratkan pada gambar sebagai media penanaman suatu konsep tertentu.
Menurut Eko Budiono, model pembelajaran picture and picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis. Model Pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran.

Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran picture and picture menurut (Hamdani, 2010:89). Kelebihan: 1) Guru lebih mengetahui kemampuan tiap-tiap siswa, 2)Melatih siswa untuk berpikir logis dan sistematis. Kelemahan: 1) Memakan banyak waktu, 2)Banyak siswa yang pasif. Download ptk ipa sd
Sedangkan menurut Istarani (Aprudin, 2012) kelebihan dan kekurangan picture and picture yaitu:
Kelebihan Model Pembelajaran picture andpicture
1) Materi yang diajarkan lebih terarah karena pada awal pembelajaran guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai dan materi secara singkat terlebih dahulu.
2) Siswa lebih cepat menangkap materi ajar karena guru menunjukkan gambar-gambar mengenai materi yang dipelajari.
3) Dapat meningkat daya nalar atau daya pikir siswa karena siswa disuruh guru untuk menganalisa gambar yang ada.
4) Dapat meningkatkan tanggung jawab siswa, sebab guru menanyakan alasan siswa mengurutkan gambar.
5) Pembelajaran lebih berkesan, sebab siswa dapat mengamati l angsung gambar yang telah dipersiapkan oleh guru

Kelemahan Model Pembelajaran picture andpicture
1) Sulit menemukan gambar-gambar yang bagus dan berkulitas serta sesuai dengan materi pelajaran.
2) Sulit menemukan gambar-gambar yang sesuai dengan daya nalar atau kompetensi siswa yang dimiliki.
3) Baik guru ataupun siswa kurang terbiasa dalam menggunakan gambar sebagai bahan utama dalam membahas suatu materi pelajaran.
4) Tidak tersedianya dana khusus untuk menemukan atau mengadakan gambar-gambar yang diinginkan

Langkah-langkah Pembelajaran dengan picture and picture (Hamdani, 2010:89) antara lain :
1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
2) Guru menyajikan materi sebagai pengantar.
3) Guru menunjukkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.
4) Guru menunjuk atau memanggil siswa secara bergantian untuk memasang atau mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.
5) Guru menanyakan alasan atau dasar pemikiran urutan gambar tersebut.
6) Dari alasan atau urutan gambar tersebut, guru menanamkan konsep atau materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
7) Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah diajarkan.
2.1.1 Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif  Tipe Picture and Picture pada IPA dalam Proses Pembelajaran
Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang dikemas berdasar prosedur yang tepat dan sesuai. Sebelum kegiatan dilaksanakan langkah awal ialah membuat perencanaan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara l engkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan baka, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan, (BSNP No 41, 2007).

(1) Kegiatan Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran (BSNP No 41, 2007). Contoh ptk ipa sd kelas 4 pdf
(2) Kegiatan Inti
Sesuai BSNP No 14 Tahun 2007 bahwa kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
(3) KegiatanAkhir
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut (BSNP No. 41, 2007).
Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RRP Pelaksanaan pembelajarannya adalah sebagai berikut :
1) Kegiatan awal
a. Membuka pelajaran dengan salam
b. Melakukan absensi siswa
c. Melakukan apersepsi dan motivasi
2) Kegiatan inti
(1) Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
a. Melibatkan siswa mencari informasi yang luas tentang topik/tema materi IPA yang sedang dipelajari.
b. Menyampaikan materi pembelajaran mata pelajararan IPA.
c. Melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.
(2) Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:
a. Memberi petunjuk kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilakukan (mengurutkan gambar-gambar).
b. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengurutkan gambar¬gambar yang tersedia menjadi urutan yang logis.
c. Bertanya kepada siswa mengenai alasan penyusunan gambar¬gambar yang telah dilakukannya.
(3) Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
a. Membenarkan pemahaman siswa yang masih salah tentang materi yang telah dipelajari.
b. Memberi penguatan tentang materi yang telah dipelajari.
c. Bersama siswa mebuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari.
d. Bersama siswa membuat rangkuman materi yang telah dipelajari.
4) Kegiatan akhir

Dalam kegiatan akhir, guru:
a. Melakukan evaluasi akhir pertemuan.
b. Melakukan refleksi.

2.2. Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Keberhasilan pengajaran dapat dilihat dari segi hasil.  Anggapan dasar ialah proses pengajaran yang optimal memungkinkan hasil belajar yang optimal pula. Ada korelasi antara proses pengajaran dengan hasil yang dicapai. Makin besar usaha untuk menciptakan kondisi proses pengajaran, makin tinggi pula hasil atau produk dari pengajaran itu.
Menurut Purwanto (2008:38), hasil belajar merupakan proses dalam diri individu yang berinteraksi dengan lingkungan untuk mendapatkan perubahan dalam perilakunya. Sedangkan menurut Sudjana (2011:22), hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Setiap guru pasti memiliki keinginan agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang dibimbingnya. Karena itu guru harus memiliki hubungan dengan siswa yang dapat terjadi melalui proses belajar mengajar. Setiap proses belajar mengajar keberhasilannya diukur dari seberapa jauh hasil belajar yang dicapai siswa. PTK ipa sd kelas 4 pdf

Berdasarkan uraian tentang hasil belajar dapat disimpulkan hasil belajar merupakan hasil akhir Dari proses kegiatan belajar siswa Dari seluruh kegiatan siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas dan menerima suatu pelajaran untuk mencapai kompetensi yang berupa aspek kognitif yang diungkapkan dengan menggunakan suatu alat penilaian yaitu tes evaluasi dengan hasil yang dinyatakan dalam bentuk nilai, aspek afektif yang menunjukkan sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran, dan aspek psikomotorik yang menunjukkan keterampilan dan kemampuan bertindak siswa dalam mengikuti pembelajaran.
2.2.1 Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture And Picture
Hasil belajar IPA kelas 4 SD Negeri ....... masih belum optimal. Hal ini disebabkan karena pembelajaran IPA di kelas tersebut kurang berkualitas. Pembelajaran menggunakan metode ceramah. Selain itu pada umumnya guru mengajar dengan tidak memperhatikan kemampuan berpikir siswa. Pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher center ). Guru mengajar dengan berceramah dan mengharapkan siswa hanya mendengarkan, mencatat dan menghafalkan. Selain Dari faktor pendidik, faktor lain adalah sebagian besar siswa kurang antusias menerimanya. Siswa lebih bersifat pasif, tidak mau mengungkapkan ide-ide ataupun penyelesaian atas soal-soal latihan yang diberikan.

Dengan keadaan yang demikian guru harus merubah kebiasaan mengajar di kelas. Oleh karena itu penulis berinisiatif menggunakan pembelajaran kooperatif tipe picture and picture melalui metode diskusi. Diharapkan dengan model pembelajaran ini hasil belajar siswa akan meningkat.
Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe picture and picture melalui metode diskusi adalah sebagai berikut:
a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b. Guru menyajikan materi sebagai pengantar.
c. Guru menunjukkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.
d. Guru membagi siwa menjadi beberapa kelompok secara heterogen (campur menurut prestasi, jenis kelamin)
e. Guru memantau dan membimbing setiap kelompok dalam berdiskusi.
f. Guru memanggil setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya kedepan kelas.
g. Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah diajarkan
h. Guru memberi evaluasi.

Model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture merupakan model pembelajaran yang memotivasi siswa dalam belajar. Karena penggunaan gambar-gambar dalam penyampaian materi pelajaran khususnya IPA, siswa lebih tertarik dan materi pelajaran akan mudah diserap oleh siswa.
Melalui metode diskusi, secara langsung siswa dilibatkan dalam proses pembelajran. Siswa dapat belajar lebih aktif dan belajar untuk bekerjasama dengan teman-teman lainnya, karena dalam pembelajaran ini, siswa didorong untuk bagaimana memecahkan sebuah masalah bersama-sama dengan kelompoknya.
Model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture melalui metode diskusi. Selain siswa aktif dalam kelompoknya di dalam proses pembelajaran, materi yang disampaikan guru menjadi lebih mudah diterima oleh siswa, karena siswa akan termotivasi dalam mengikuti pelajaran dan belajar mandiri dalam memahami materi pelajaran. Dengan begitu, akan perpengaruh pada pencapaian hasil belajar siswa yang meningkat.

Pada akhirnya dapat diduga pemahaman IPA siswa kelas 4 meningkat, sebab guru mengajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif picture and picture melalui metode diskusi yang lebih menarik. Peneliti berpendapat bahwa pemberian suasana baru dengan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture melalui metode diskusi dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam mempelajari pelajaran IPA.
2.3 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
2.3.1 Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam”
Menurut H. W. Fowler dalam Trianto (2010:136), ” IPA adalah pengetahuan yang sistematis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan deduksi.” Adapun Wahyana dalam Trianto (2010:136) mengatakan bahwa ” IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan tersusun secara sistematik, dan dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Perkembangannya tidak hanya ditandai oleh adanya kumpulan fakta, tetapi oleh adanya metode ilmiah dan sikap ilmiah.”
Trianto (2010:136) menyimpulkan bahwa ” IPA adalah suatu kumpulan teori yang sistematis, penerapannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam, lahir dan berkembang melalui metode ilmiah seperti observasi dan eksperimen serta menuntut sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, terbuka, jujur, dan sebagainya.”

2.3.2. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam
Secara khusus fungsi dan tujuan IPA berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi dalam Depdiknas yang dikutip Trianto (2010:138) adalah sebagai berikut: 1)Menanamkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, 2)Mengembangkan keterampilan, sikap dan nilai ilmiah, 3)Mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang melek sains dan teknologi, 4)Menguasai konsep sains untuk bekal hidup di masyarakat dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Fungsi dan tujuan tersebut kiranya semakin jelas bahwa hakikat IPA semata-mata tidaklah pada dimensi pengetahuan (keilmuan), tetapi lebih Dari itu, IPA lebih menekankan pada dimensis nilai ukhrawi, di mana dengan memperhatikan keteraturan di alam semesta akan semakin meningkatkan keyakinan akan adanya sebuah kekuatan yang maha dahsyat yang tidak dapat dibantah lagi, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Contoh ptk ipa sd lengkap Dengan dimensi ini IPA hakihatnya mentautkan antara aspek l ogika-materiil dengan aspek jiwa-spiritual, yang sementara ini dianggap cakrawala kosong, karena suatu anggapan antara IPA dan agama merupakan dua sisi yang berbeda dan tidak mungkin dipersatukan satu sama lain dalam satu bidang kajian. Padahal senyatanya terdapat benang merah ketertautan di antara keduanya.
IPA adalah ilmu pengetahuan alam yang mempelajari gejala-gelaja melalui serangkaian proses yang dikenal dengan proses ilmiah yang dibangun atas dasar sikap ilmiah dan hasilnya terwujud sebagai produk ilmiah yang tersusun atas tiga komponen terpenting berupa konsep, prinsip, dan teori yang berlaku secara universal.

2.3.3. Hakikat Pembelajaran IPA
Pembelajaran IPA secara khusus sebagaimana tujuan pendidikan secara umum sebagaimana tercantum dalam taksonomi bloom bahwa: diharapkan dapat memberikan pengetahuan (kognitif), yang merupakan tujuan utama Dari pembelajaran. Jenis pengetahuan yang dimaksud adalah pengetahuan dasar Dari prinsip dan konsep yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Pengetahuan secara garis besar tentang fakta yang ada di alam untuk memahami dan memperdalam lebih lanjut, dan melihat adanya keterangan serta keteraturannya. Di samping itu, pembelajaran IPA diharapkan pula memberikan keterampilan (psikomotorik), kemampuan sikap ilmiah (afektif), pemahaman, kebiasaan dan apresiasi.(Prihanto Laksmi dalam Trianto, 2010:142)
Berdasarkan uraian tentang pembelajaran IPA, maka Trianto (2010:143) mengemukakan tentang hakikat dan tujuan pembelajaran IPA diharapkan dapat memberikan antara lain sebagai berikut:
a) Kesadaran akan keindahan dan keteraturan alam untuk meningkatkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b) Pengetahuan, yaitu pengetahuan tentang dasar Dari prindip dan konsep, fakta yang ada di alam. Hubungan saling ketergantungan, dan hubungan antara sains dan teknologi.
c) Keterampilan dan kemampuan untuk menangani peralatan, memecahkan masalah dan melakukan observasi.
d) Sikap ilmiah, antara lain skeptis, kritis, sensitif, obyektif, jujur terbuka, benar, dan dapat bekerja sama.
e) Kebiasaan mengembangkan kemampuan berpikir analisis induktif dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip sains untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam.
f) Apresiatif terhadap sains dengan menikmati dan menyadari keindahan keteraturan perilaku alam serta penerapannya dalam teknologi.

2.3.4. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar
Dalam kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 untuk SD/MI dijelaskan mengenai pembelajaran IPA, yaitu:
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alamsecara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman l angsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. BSNP (2007:13)
Proses belajar mengajar IPA lebih ditekankan pada pendekatan keterampilan proses, hingga siswa dapat menemukan fakta-fakta, membangun konsep-konsep, teori-teori dan sikap ilmiah siswa itu sendiri yang akhirnya dapat berpengaruh positif terhadap kualitas proses pendidikan maupun produk pendidikan.
Pembelajaran IPA dilakukan untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA di SD/MI menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.

2.3.5. Tujuan Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar
Tujuan mata pelajaran IPA di SD dalam kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 yaitu:
1. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaanNya.
2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengarui antara IPA, l ingkungan, teknologi dan masyarakat.
4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah, dan membuat keputusan.
5. Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga, dan mel estar i kan l ingkungan alam. Contoh ptk ipa sd kelas 4 semester 2
6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturan sebagai salah satu ciptaan Tuhan.
7. Memperoleh bakal pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjudkan pendidikan ke SMP/MTs.

Berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) 2006, mata pelajar IPA pada satuan pendidikan SD/MI meliputi aspek-aspek sebagai berikut:
1. Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan l ingkungan, serta kesehatan
2. Benda atau materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan gas
3. Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan pesawat sederhana
4. Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda¬benda langit l ainnya
Berdasarkan ruang l ingkup pembelajaran IPA di tingkat SD/MI, maka materi tentang kenampakan permukaan bumi merupakan materi yang dijelaskan di kelas tiga pada semester dua dengan standar kompetensi yaitu memahami kenampakan permukaan bumi, cuaca dan pengaruhnya bagi manusia, serta hubungannya dengan cara manusia memelihara dan melestarikan alam, dan kompetensi dasar adalah mendeskripsikan kenampakan permukaan bumi di lingkungan sekitar.
2.4.Kerangka Pikiran
Berdasarkan latar belakang dan kajian pustaka, maka dapat digambarkan bagan kerangka berfikir sebagai berikut :
Gambar 2.1

2.5. Hipotesis Penelitian atau Tindakan
Berdasarkan landasan teori dan kerangka berfikir diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas 4 SD Negeri ....... Kecamatan ....... Kabupaten ....... Semester 1 Tahun Pelajaran 2013/2014.

CONTOH LENGKAP LAPORAN PROPOSAL PTK IPA SD WORD

BAB III
METODE PENELITIAN


3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SD Negeri ........... Kecamatan ........... dengan upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode picture and picture melalui metode diskusi, dimana SD tersebut terletak di daerah penulis sehingga memudahkan penulis untuk melakukan penelitian. Subjek dari penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri ........... Kec ........... pada semester I tahun pelajaran 2013/2014.
Karakteristik siswa kelas 4 SD Negeri ........... Kec ........... antara 10 tahun sampai 11 tahun dengan jumlah 30 siswa. Kebanyakan guru di SD tersebut masih menggunakan pembelajaran yang konvensi onal dimana pembelajaran berpusat pada guru. Sehingga siswa sering merasa jenuh selama proses pembelajaran dan kurangnya motivasi dalam belajar khususnya mata pelajaran IPA.
Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan Juli sampai bulan Agustus 2013. yaitu menyusun prosposal penelitian dan instrumennya. contoh proposal ptk sd Pada bulan Juli awalpenelitian sudah mulai melaksanakan validitas instrumen yaitu soal dilanjutkan dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas Siklus I. Pada bulan Pertengahan Agustus peneliti melakukan tindakan kelas Siklus II. Setelah itubulan Agustus peneliti mulai membuat laporan hasil penelitian.
TABEL 3.1
ALOKASI WAKTU

Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010:3). Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas atau independen dan variabel terikat atau dependen. Variabel tersebut adalah sebagai berikut:
a. Variabel bebas (X)
Menurut Sugiyono (2010:61) variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab dari perubahannya atau timbulnya variabel dependen atau terikat. Variabel bebas dalam penelitian adalah penerapan model pembelajaran picture and picture. Dalam pembelajaran ini model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dibantu dengan metode diskusi.
b. Variabel terikat (Y)
Menurut Sugiyono (2010: 61) variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA siswa kelas 4 di SD Negeri ........... Kecamatan ............Karena hasil belajar merupakan faktor penentu keberhasilan suatu pembelajaran. Hasil belajar dalam penelitian ini dapat diartikan sebagai hasil nilai belajar siswa setelah mendapatkan proses pembelajaran di kelas sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan. Penulis mengambil SK dan KD sebagai berikut.
Berdasarkan SK dan KD pada tabel 3.2, dapat dijabarkan kisi-kisi variabel x dan y sebagai berikut.

3.3 Prosedur Penelitian
Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan dalam dua siklus tiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dan tiap pertemuan 70 menit. Konsep pokok penelitian tindakan menurut Kemmis dan Mc Taggart (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:137) terdapat empat tahap rencana tindakan, meliputi: perencanaan (planning ) , tindakan (acting ) dan pengamatan (observing), dan refleksi (reflecing). Alur dalam penelitian ini sesuai dengan pendapat Kemmis dan Mc Taggart yang disajikan dalam bagan berikut ini . Prosedur penelitian secara garis besar digambarkan ada bagan di bawah ini :
Gambar 3.1
Bagan alur penelitian tindakan kelas (A r i kunto, 2010: 137)

3.3.1 Perencanaan (planning) merupakan kegiatan menyusun rancangan tindakan. Kegiatan ini dilakukan untuk persiapan pelaksanaan penelitian. Perencanaan dilaksanakan oleh peneliti sebelum tahap pelaksanaan tindakan diterapkan. Kegiatan dalam tahap ini seperti: penyusunan skenario pembelajaran, pembuatan istrumen pengamatan dan pembuatan media/alat peraga.
3.3.2 Pelaksanaan tindakan (acting), yaitu implementasi atau penerapan isi rancangan. Hal yang perlu diingat pada tahap 2 ini adalah pelaksana tindakan harus taat pada apa yang sudah dirumuskan dalam rancangan. Dalam penelitian ini tindakan yang diterapkan adalah model pemebelajaran picture and picture melalui metode diskusi dan guru kelas 4 sebagai pelaksana tindakan.
3.3.3 Observasi (observing ), yaitu kegiatan mengamati dampak atas tindakan yang dilakukan. Kegiatan observasi ini dilakukan pada saat tindakan diterapkan dalam kelas, sehingga antara pelaksanaan tindakan dan pengamatan berlangsung dalam waktu yang sama. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam bentuk kolaborasi. Jika guru kelas 4 telah berperan sebagai pelaksana tindakan maka yang melakukan pengamatan adalah teman sejahwat guru kelas 4. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara pengamatan terhadap apa yang terjadi ketika tindakan berlangsung, wawancara, kuesioner atau cara lain yang sesuai dengan data yang dibutuhkan.

3.3.4 Refleksi (reflecting), yaitu kegiatan evaluasi tentang perubahan yang terjadi atau hasil yang diperoleh atas data yang terhimpun sebagai bentuk dampak tindakan yang telah dirancang. Berdasarkan langkah ini akan dapat diketahui perubahan yang terjadi dan dilakukan telaah mengapa, bagaimana, dan sejauhmana tindakan yang ditetapkan mampu mencapai perubahan atau mengatasi masalah secara signifikan. Contoh ptk ipa sd kelas 4 pdf Tahap ini dilaksanakan ketika pelaksana sudah selesai melakukan tindakan, kemudian berhadapan dengan pengamat dan subjek penelitian (siswa¬siswa yang diajar) untuk bersama-sama mendiskusikan implementasi rancangan tindakan. Bertolak dari Refleksi ini pula suatu perbaikan tindakan dalam bentuk replanning dapat dilakukan. Jika penelitian tindakan dilakukan melalui beberapa siklus, maka dalam refleksi terakhir, peneliti menyampaikan rencana yang disarankan kepada peneliti lain apabila dia menghentikan kegiatannya.
Rincian prosedur tindakan yang akan dilaksanakan terdiri atas 2 siklus dengan tiga kali pertemuan tiap siklusnya,adalah sebagai berikut:
Siklus I
1. Perencanaan (Planning)
Dalam perencanaan siklus I ini , penulis menetapkan seluruh perencanaan tindakan yang akan dilakukan untuk meningkatkanhasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran picture andpicture. Dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan identifikasi masalah yang meliputi:
a) Hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa kelas 4 masih banyak yang dibawah KKM
b) Kreativitas guru dalam pemilihan model dan metode pembelajaran yang masih kurang
c) Motivasi siswa yang rendah dalam pembelajaran IPA
d) Kemampuan siswa yang berbeda-beda dalam menyerap materi yang diberikan

2) Mempersiapkan gambar-gambar yang sesuai dengan materi pembelajaran.
3) Merencanakan membagi kelompok-kelompok siswa.
4) Menyiapkan lembar observasi guru dan siswa dalam pembelajaran.
5) Menyiapkan lembar evaluasi.
2. Pelaksanaan (acting)
Pada tahap pelaksanaan siklus I ini akan dilakukan 2 kali pertemuan yang terdiri dari 1 kali proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture dan 1 kali evaluasi. Setiap proses pembelajaran terdiri dari kegiatan awal, inti dan akhir yang dirangkum secara umum sebagai berikut:
Pertemuan 1
a. Pendahuluan
1 ) Guru membuka pelajaran meliputi berdoa dan presensi
2) Apersepsi
3) Guru menyampaikan rumusan masalah
4) Merumuskan hipotesis
5) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan inti
~ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru bersama siswa:
1 ) Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai rangka tubuh manusia.
2) Guru menjelaskan materi tentang rangka tubuh dan bagian-bagiannya.
3) Guru menyuruh siswa maju kedepan untuk memasangkan rangka secara urut dan benar.

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
1) Membagi siswa kedalam 6 kelompok (satu kelompok 5 siswa).
2) Memberikan pengarahan kepada semua kelompok tentang tugas kelompok yang akan dilakukan.
3) Membagikan lembar kerja siswa kepada setiap kelompok, masing-masing anggota kelompok saling bekerjasama menyelesaikan tugas yang diberikan.
4) Setiap anggota saling bekerjasama mengerjakan fungsi dari bagian rangka manusia.
5) Dua kelompok tercepat maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
6) Kelompok lain menyimak dan menanggapi hasil kerja kelompok yang sedang presentasi.

Konfirmasi
Dalam kegiatan konf i rmasi, guru:
1). Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
2) Gurubersamasiswa bertanya jawab meluruskan kesalahanpemahaman, memberikanpenguatan dan penyimpulan.
c. Penutup
1) Guru menanggapi hasil presentasi siswa dalam setiap kelompok.
2) Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran.
3) Pemantapan, yaitu siswa didorong untuk menginternalisasikan konsep, pengetahuan, dan ketrampilan yang baru saja diperoleh dalam kegiatan sehari-hari dan menyisipkan pesan moral mengenaisikap dan kerjasama. contoh proposal ptk ipa
Pertemuan 2
a. Pendahuluan
1) Guru membuka pelajaran meliputi berdoa dan presensi
2) Apersepsi
3) Guru menyampaikan rumusan masalah.
4) Merumukan hipotesis
5) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru bersama siswa:
1) Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai gambar yang ditunjukan.
2) Guru menjelaskan materi tentang macam-macam jenis gangguan pada tulang belakang dengan menunjukkan gambar-gambarnya.
~ E laborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
1) Membagi siswa kedalam 5 kelompok (satu kelompok 5-6 siswa).
2) Memberikan pengarahan kepada semua kelompok tentang tugas kelompok yang akan dilakukan.
3) Membagikan lembar kerja siswa kepada setiap kelompok, masing-masing anggota kelompok saling bekerjasama menyelesaikan tugas yang diberikan.
4) Setiap anggota saling bekerjasama menanalisa dan mengerjakan beberapa gambar yang harus dibenarkan.
5) Dua kelompok tercepat maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
6) Kelompok lain menyimak dan menanggapi hasil kerja kelompok yang sedang presentasi.
7) Semua siswa mengerjakan soal-soal evaluasi yang sudah disiapkan guru.

~ Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru :
1) Guru membahas jawaban yang baru saja
2) Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman dan memberikan penguatan.
3) Memberikan mengadakan penilaian.
c. Penutup
1) Guru bersama murid membahas hasil evaluasi.
2) Guru mengakhiri pembelajaran dengan berdoa. 
3. Pengamatan (Observing)
Pada tahap ini, peneliti melakukan pengamatan terhadap:
a. Kegiatan guru dalam melaksanakan pembelajaran
b. Kegiatan siswa dalam hal ini pengamatan kepercayaan di r i siswa selama pembelajaran ber l angsung
c. Proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture melalui metode diskusi.
d. Hasil belajar siswa setelah melakukan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe picture andpicture melalui metode diskusi.
4. Refleksi (Reflect ing )
a. Melakukan evaluasi proses pembelajaran siklus I, menganalisis kelemahan dan keberhasilan setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture melalui metode diskusi, kemudian mempertimbangkan langkah selanjutnya.
b. Melakukan pengkajian pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan siklus I berhasil atau tidak.
c. Membuat daftar permasalahan yang terjadi pada siklus I
d. Merencanakan perencanaan tindak lanjut untuk siklus II.
e. Pada dasarnya segala hal yang didapat dalam tahap Refleksi ini digunakan sebagai bahan perbaikan dan pertimbangan tentang langkah yang akan diambil pada siklus berikutnya.

Siklus II
Pada siklus II pun kegiatan pembelajaran akan dilakukan sama seperti pada siklus I hanya saja waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia di SD tempat dilakukannya penelitian. Siklus II merupakan penyempurnaan dari kelemahan dan kekurangan pada siklus I.
3.4 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
3.4.1 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian untukmengetahui tingkat pemahaman siswa kelas 4 dalam mata pelajaran IPA diSD Negeri ........... Kecamatan ...........setelah dilaksanakan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture melalui metode diskusi adalah:
3.4.1.1 Observasi
Dalam menggunakan teknik observasi cara yang paling efektif adalahmelengkapi blangko pengamatan sebagai instrumen.Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yangdigambarkan akan ter j adi, Arikunto (2010:272). Teknik ini digunakan untukmengetahui proses pembelajaran yang diterapkan guru dalam kegiatan belajarmengajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture melalui metode diskusi serta aktivitas siswapada saat mengikuti pembelajaran. PTK ipa sd kelas 4 pdf Kegiatan observasi ini dilakukan pada saat tindakan diterapkan di dalam kelas dan yang melakukan pengamatan adalah guru kelas. Pengamat hanya perlu memberi skor pada blangko pengamatan sesuai keadaan yang terjadi pada saat penerapan tindakan di kelas.

3.4.1.2 Tes
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal. Tes digunakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan proses belajar mengajar yang dilakukan diakhir kegiatan pada tiap siklus dengan memberikan sejumlah soal tes kepada subjek penelitian.
3.4.1.4 Dokumentasi
Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen– dokumen baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik. Peneliti menggunakan metode ini untukmemperoleh data awal tentang nama siswa dan nilai hasil ulangan IPA kelas 4 SD Negeri ........... Kecamatan ........... Kabupaten ............

3.4.2 Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian untuk mengetahui tingkat pemahaman dan hasil belajar siswa kelas 4 dalam mata pelajaran IPA di SD Negeri ........... Kecamatan ........... setelah menggunakan model kooperatif tipe picture andpicture melalui metode diskusi adalah:
a) Lembar observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Data yang ingin diperoleh adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran dengan model koopertif tipe picture and picture melalui metode diskusiserta perkembangan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model koopertif tipepic t ure and picture melalui metode diskusi. Maka dari itu, lembar observasi dibedakan menjadi dua yaitu lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa. Contoh ptk ipa sd lengkap Untuk lembar observasi aktivitas guru digunakan rentang skor 1-4 dengan 19 item. Skor maksimal dari kegiatan pengamatan pembelajaran yang dirancang yaitu 76. Kriteria yang ditetapkan berdasarkan skor tersebut dapat dikategorikan dalam tingkat ” kurang” jika skor hasil pengamatan <19, tingkat “ cukup” jika skor hasil pengamatan 19-36, tingkat “ baik” jika skor hasil pengamatan 37-54, dan tingkat “ sangat baik” jika skor hasil pengamatan 55-76.Adapun kisi-kisi lembar observasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini
Tabel 3.4
Kisi- Kisi Observasi Kinerja Guru

DOWNLOAD PTK IPA SD UNTUK SYARAT KENAIKAN PANGKAT

DAFTAR PUSTAKA


Agus Suprijono. 2010. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarata: Pustaka Belajar.
Anita Lie. 2005. Cooperative Learning Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas, Jakarta: PT. Gramedia Wisiasrana Indonesia.
Arends. 1997. Pembelajaran Kooperatif. Yogyakarta: Bumi Aksara
2011. Model-model Pembelajaran. Tersedia di http://rohadiwanasaba.vv. si/20 13/01 /metode-pembelajaran-think-pair-and¬hare-tps/.(7 Februari 2013)
Arif S. Sadiman, dkk. 2011. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Hamzah, Amir. S. 1981. Media Audio- Visual untuk Pengajaran, Penerangan dan Penyuluhan. Jakarta : PT Gramedia. Halaman 27.
Hermawan Herry Asep,dkk. 2011. Pengembangan Kurikulum.Universitas Terbuka, Jakarta.
Ibrahim,dkk.(2010). Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press. Syaodih Nana. 2010. Perencanaan Pengajaran. Rineka Cipta.
Isjoni.20 10. Pembelajaran Kooperatif Mebingkatkan kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Jarolimek, J. dan Parker. W. C. 2010. Pembelajaran Kooperatif. Tersedia di http://id. wikipedia. org/wiki/Pembelajaran_kooperatif. (2 februari 2013).
Latuheru, Jonh D. 1988. Media Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar Masa kini. Jakarta: Depdikbud Dirjen pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan lembaga pendidikan Tenaga Kependidikan.
Rudi Susiana dan Cepi Riyana. 2008. Media Pembelajaran. Bandung: Jurusan Kurtekpeend FIP UPI.
Rusman. 2012. Model-model Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Salvin, R. E. 2010. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media.
Solihatin, Etin. 2009. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung.
2011. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sugiyanto.20 10. Model-model pembelajaran kooperatif dan inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka.
Trianto. 2011. Model-model pembelajaran inovatif berorientasi konstruktivitis. Jakarta:Prestasi Pustaka.
Winataputra, S, Udin,dkk. 2011. Pembaruan Dalam Pembelajaran Di SD. Universitas Terbuka, Jakarta.
Yamin, Martinis, 2007. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta.

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya PTK IPA KELAS IV SD DENGAN MODEL KOOPERATIF

Postingan terkait: