CONTOH PTK PAI SD METODE READING GUIDE

CONTOH PTK PAI SD METODE READING GUIDE-Penelitian Tindakan Kelas bertujuan untuk mengetahui apakah dengan penerapan Metode pembelajaran reading guide dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas V SDN ... Kecamatan ... Kabupaten ... pada Mata Pelajaran PAI pokok bahasan kisah sahabat Nabi tahun pelajaran 2015/2016.
Prosedur penelitian terdiri dari 4 tahap dari setiap siklusnya, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran Reading Guide. Indikator hasil belajar pada penelitian ini berupa tercapainya ketuntasan belajar secara individu maupun klas kal. download ptk sd kelas 5 lengkap Adapun pengumpul an datanya dilakukan dengan metode: dokumentasi, observasi dan tes prestasi (achievement test). Data hasil pengamatan tes prestasi (achievement test) atau nilai evaluasi diolah dengan statistik deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian keberhasilan tiap siklus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Penerapan metode pembelajaran Reading Guide dalam penelitian ini menggabungkan dengan metode cerita. Penyampaian materi kisah sahabat Nabi dengan menggunakan metode pembelajaran Reading Guide, yaitu dengan memberikan sebuah cerita dan lembar pertanyaan. Dengan menggabungkan metode pembelajaran Reading Guide dengan metode cerita, dapat membuat peserta didik lebih termotivasi dan bersemangat sehingga aktivitas dan hasil belajar peserta didik dapat meningkat. Hal ini dapat dilihat dengan perolehan aktivitas peserta didik, yaitu pada siklus I aktivitas peserta didik adalah 62,05% mengalami peningkatan pada siklu II yaitu 74,15%. 2). Hasil belajar PAI peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran Reading Guide mengalami peningkatan, khususnya pada materi pokok kisah sahabat Nabi. Pra siklus di peroleh nilai rata-rata 68,08 dengan ketuntasan belajar 58,3%. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 69,29 dengan ketuntasan belajar 70,83%. Dan meningkat menjadi 71,62 dengan ketuntasan 87,5%. Sehingga bisa disimpulkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata dari pra siklus ke siklus I kemudian ke siklus II dan tidak perlu dilakukan siklus III.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas PAI SD yang diberi judul "PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN READIN GUIDE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PAI POKOK BAHASAN KISAH SAHABAT NABI KELAS V SDN ... KECAMATAN ... KABUPATEN ... TAHUN PELAJARAN 2015/2016". Disini akan di bahas lengkap.


PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK PAI SD KELAS V lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK  053 SD).

DOWNLOAD PTK PAI SD KELAS 5 WORD

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, pada Bab II pasal 3 menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokrati serta bertanggung jawab.

Di sekolah umum, Pendidikan Agama Islam merupakan satu bidang studi atau unsur pokok keimanan, ibadah, Al-Qur’an, akhlak, mu’amalah, syari’ah dan tarikh dengan satu silabi. Sedangkan di sekolah berciri khas Agama Islam, Pendidikan Agama Islam merupakan satu kelompok bi dang studi terdiri dari Al-Qur’an-Hadits, Fiqih, Aqidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab yang masing-masing bidang studi memiliki silabi tersendiri. Download PTK pai sd doc
Tujuan umum Pendidikan Agama Islam adalah meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang Agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah, berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam Islam perintah untuk belajar atau menuntut ilmu dapat ditunjukkan dalam al-Qur’an surat At-Taubat ayat 122 :

Dari ayat di atas dapat diambil suatu pengertian bahwa Islam memerintahkan supaya belajar atau menuntut ilmu. karena menuntut ilmu adalah kewajiban utama bagi setiap insan baik laki-laki maupun perempuan dan merupakan sarana peningkatan terbaik untuk mencerdaskan umat manusia.
SDN ... Kecamatan ... Kabupaten ... adalah salah satu sekolah dasar negeri yang ada di Kecamatan Masamba Tepatnya di Desa ... Kecamatan ... Kabupaten .... Dari hasil observasi, guru masih berfungsi sebagai satu-satunya sumber informasi pada proses pembelajaran PAI dan menjadikan peserta didik hanya datang, duduk, diam, dengar, catat dan hafal. Sehingga proses pembelajaran PAI menjadi monoton dan tidak menarik bagi peserta didik. Melihat keadaan proses pembelajaran tersebut, mengakibatkan hasil belajar peserta didik masih rendah. Karena apa yang disampaikan oleh guru tidak sampai pada peserta didik.

Tujuan setiap proses belajar mengajar adalah diperbaikinya hasil belajar yang optimal. Hal ini akan dicapai apabila peserta didik terlibat secara aktif baik fisik, mental, maupun emosi. Proses pembelajaran komponen utamanya adalah guru dan siswa. Proses pembelajaran berhasil, guru harus membimbing siswa sedemikian rupa sehingga mereka dapat mengembangkan pengetahuan sesuai dengan struktur pengetahuan mata pelajaran yang di pelajari. Contoh ptk pai sd pdf Di samping guru memahami sepenuhnya materi yang diajarkan, guru juga dituntut mengetahui secara tepat posisi pengetahuan siswa pada awal mengikuti pelajaran.

Salah satu upaya yang akan di tawarkan oleh peneliti untuk meni ngkatkan perhati an peserta didik dan kuali tas pengajaran guru tersebut adalah metode pembelajaran Reading Guide. Dengan metode pembelajaran Reading Guide ini diharapkan dapat tercipta pembelajaran yang kondusif. Metode pembelajaran Reading Guide ini bertujuan untuk memudahkan peserta didik lebih terfokus dan memudahkan peserta didik dalam memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru. Sehingga hasil belajar peserta didik dapat ditingkatkan.
Pada pembelajaran Reading Guide ini setiap peserta didik mendapatkan bacaan, yang mana bacaan tersebut membimbing jawaban pertanyaan atau kisi-kisi yang ada. Dengan diberi bacaan kepada setiap peserta didik diharapkan dapat berkonsentrasi dalam proses pembelajaran. Konsentrasi berarti memusatkan perhatian kepada situasi belajar tertentu. Menghimpun dan mencurahkan segenap daya mental untuk mempelajari sesuatu berarti merupakan belajar yang sebenarnya. Makin kuat konsentrasi, makin efektiflah belajar itu.
Berangkat dari pokok permasalahan di atas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul: “Penerapan Metode Pembelajaran Reading Guide untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran PAI Pokok Bahasan Kisah Sahabat Nabi Kelas V SDN ... Kecamatan ... Kabupaten ... Tahun pelajaran 2015/2016”.

B. Penegasan Istilah
Untuk menghindari kesalah - pahaman dalam memahami judul tersebut dan demi menghindari dari bermacam-macam penafsiran Penelitian yang berjudul ”Penerapan Metode Pembelajaran Reading Guide untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran PAI Pokok Bahasan Kisah Sahabat Nabi Kelas V SDN ... Kecamatan ... Kabupaten ... Tahun pelajaran 2015/2016”
1. Penerapan
Menurut Kamus Umum bahasa Indonesia, penerapan artinya pengenaan atau perihal mempraktekkan.
2. Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemi ki an rupa sehi ngga tingkah laku peserta didik berubah ke arah yang lebih baik.
3. Reading Guide
Reading Guide (penuntun bacaan) merupakan salah satu strategi pembelajaran PAIKEM yang di dalamnya guru memberikan bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisi yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Seluruh peserta didik mempelajari bahan bacaan tersebut dengan menggunakan pertanyaan atau kisi-kisi yang ada. Kemudian guru membahas pertanyaan atau kisi-kisi tersebut dengan menanyakan jawaban kepada peserta didik. Pada akhir pembelajaran guru memberi penjelasan secukupnya. Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tinjak lanjut.

4. Meningkatkan
Menurut Kamus Bahasa Indonesia meningkatkan artinya menaikkan atau menambahkan yaitu yang asalnya tidak tahu menjadi tahu.
5. Hasil Belajar
Belajar dapat diartikan sebagai kegiatan psiko-fisik menuju ke perkembangan pri badi seutuhnya. Belajar akan membawa suatu perubahan pada individu - individu yang belajar. Perubahan tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, minat, watak dan penyesuaian diri. Jelasnya menyangkut organisme dan tingkah laku pribadi seseorang.
Hasil belajar merupakan suatu kapabilitas (kemampuan) berupa keterampilan, pengetahuan, sikap dan nila seseorang setelah melakukan kegiatan pembelajaran. Jadi dengan kata lain hasil belajar merupakan hasil yang di peroleh peserta didik melalui usaha (pengalaman dan latihan) dalam mempelajari pokok bahasan tertentu yang dialami atau dirancang.
6. Peserta Didik
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Peserta didik yang dimaksud dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas V SDN ... Kecamatan ... Kabupaten ... Tahun pelajaran 2015/2016”.
7. PAI ( Pendidikan Agama Islam )
Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam meyakini, memahami, mengahayati dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan.
PAI di sini merupakan bidang studi yang diajarkan di SDN ... kelas V yang memuat beberapa aspek di antaranya yaitu aspek Aqidah, Akhlak, Fiqih, Al-Qur’an, Tarikh atau Sejarah Kebudayaan Islam.

C. Rumusan Masalah
Berangkat dari latar belakang di atas maka yang menjadi inti permasalahan dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana penerapan metode pembelajaran reading guide pada mata pelajaran PAI pokok bahasan Kisah Sahabat Nabi kelas V di SDN ... ? Download ptk sd kelas 5 lengkap 
2. Apakah penerapan metode pembelajaran reading guide dapat meningkatkan Keaktifan peserta didik pada mata pelajaran PAI pokok bahasan Kisah Sahabat Nabi kelas V di SDN ...  ?
3. Apakah penerapan metode pembelajaran reading guide dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI pokok bahasan Kisah Sahabat Nabi kelas V di SDN ...  ?

D. Tujuan Penelitian Dan Manfaat Penelitian 
1. Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian ini diharapkan dapat:
a. Menerapkan Pelaksanaan Pembelajaran PAI pokok bahasan Kisah Sahabat Nabi dengan metode pembelajaran reading guide.
b. Meningkatkan Keaktifan peserta didik pada mata pelajaran PAI pokok bahasan Kisah Sahabat Nabi dengan metode pembelajaran reading guide.
c. untuk mengetahui apakah penerapan metode pembelajaran reading guide dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI pokok bahasan Kisah Sahabat Nabi kelas V di SDN ... 
2. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini dapat memberi manfaat antara lain:
a. Bagi Peserta didik
1) Dengan menerapkan metode pembelajaran reading guide ini diharapkan dapat memudahkan dan memahami pelajaran yang disampaikan guru.
2) Dengan menerapkan metode pembelajaran reading guide diharapkan juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik

b. Bagi Guru
Dapat memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.
c. Bagi Sekolah
Dapat dijadikan bahan kajian bersama agar dapat meningkatkan kualitas sekolah.
d. Bagi Peneliti
1) Menambah pengalaman secara langsung bagaimana penggunaan metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
2) Memberi bekal sebagai guru PAI agar siap melakukan tugas di lapangan sesuai kebutuhan lapangan.

CONTOH PTK PAI KELAS V SD DENGAN METODE TERBARU

BAB II
LANDASAN TEORI


A. Kajian Teori
1. Metode Pembelajaran Reading Guide
a. Pengertian Metode Pembelajaran Reading Guide
Ditinjau dari segi etimologi (bahasa), metode berasal dari bahasa Yunani, yaitu “methodos”. Kata ini terdiri dari dua suku kata, yaitu “metha” yang berarti melalui atau melewati, dan “hodos” yang berarti jalan atau cara. Maka methode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.

Metode Reading Guide adalah metode yang memandu peserta didik untuk membaca panduan yang disiapkan oleh guru sesuai dengan materi yang akan diajarkan dengan waktu yang sudah ditentukan, disisi lain guru juga akan memberi pertanyaan yang membahas seputar materi yang telah dibaca peserta didik.
Dengan metode pembelajaran Reading Guide ini diharapkan dapat tercipta pembelajaran yang kondusif. Metode pembelajaran Reading Guide ini bertujuan untuk membantu peserta didik lebih terfokus dan mudah dalam memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru. Melihat dari faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar, salah satunya adalah perhatian peserta didik dalam pembelajaran, maka disini penulis menawarkan metode pembelajaran Reading Guide untuk memfokuskan perhatian peserta didik supaya dapat berkonsentrasi penuh dan mudah memahami pelajaran yang di sampaikan oleh guru. Contoh ptk pai sd word Konsentrasi berarti memusatkan perhatian kepada situasi belajar tertentu. Menghimpun dan mencurahkan segenap daya mental untuk mempelajari sesuatu berarti merupakan belajar yang sebenarnya. Makin kuat konsentrasi, makin efektiflah belajar itu. Dengan konsentrasi dan pemahaman peserta didik maka prestasi belajar akan meningkat.

b. Langkah-langkah Metode Pembelajaran Reading Guide 
Langkah-langkah penerapan metode pembelajaran Reading Guide sebagai berikut :
a. Guru menentukan bacaan yang akan dipelajari oleh peserta didik.
b. Guru membuat pertanyaan-pertanyaan yang dapat diisi oleh peserta didik dari bahan bacaan yang telah dipilih tadi.
c. Guru membagi bahan bacaan dengan pertanyaan kepada peserta didik

2. Hasil Belajar
a. Pengertian Hasil Belajar
Belajar adalah aktivitas yang dilakukan individu secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari apa yang telah dipelajari dan sebagai hasil dari interaksinya dengan lingkungan sekitarnya. Menurut beberapa tokoh ahli pendidikan mengartikan belajar sebagai berikut:
a. Drs. Slameto juga merumuskan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
b. Belajar menurut Winkel sebagaimana yang dikutip oleh Purwanto adalah aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
c. Cronbach, sebagaimana dikutip oleh Sardiman mengatakan: learning is shown by a change in behavior as a result of experience, belajar adalah suatu perubahan tingkah laku sebagai dampak dari pengalaman sebel umnya.

Dari pendapat-pendapat diatas, belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan meli batkan dua unsur, yaitu jiwa dan raga sehingga dapat disimpulkan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungan yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotorik.

b. Aspek-aspek hasil belajar
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas mengenai hasil belajar dapat disimpulkan, bahwa hasil belajar mencakup tiga aspek antara lain: ranah kognitif, ranah afektif (sikap dan nilai), dan ranah psikomotorik.
a. Ranah kognitif
Ranah kognitif membahas tujuan pembelajaran berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yaitu pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.
Pada tingkat pengetahuan (knowledge), peserta didik dituntut untuk mampu mengingat (recall) berbagai informasi yang telah diterima sebelumnya. Hasil belajar berupa pemahaman menuntut peserta didik mampu menjelaskan dengan susunan kalimat sendiri tentang sesuatu yang di baca atau di dengarnya. Aplikasi adalah penggunaan abstraksi pada situasi kongkret atau situasi khusus bisa disebut juga penerapan abstraksi (ide, petunjuk khusus, teori) dalam situasi baru. Analisis adalah usaha memilah suatu integritas menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian sehingga jelas hirarkinya atau susunannya.
Materi Pendidikan Agama Islam pada aspek SKI, kompetensi dasar yang harus di capai oleh peserta didik adalah Menceritakan kisah Abu Bakar dan Menceritakan kisah Umar bin Khattab.Abu Bakar dan Umar bin Khatt ab adalah sahabat Nabi yang selalu mendampingi Nabi. Abu Bakar diberi gelar As-Siddiq yang arti nya membenarkan, karena ia adalah orang yang pertama kali membena rkan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

b. Ranah Afektif
Ranah afektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Ada bebera pa jenis kategori ranah afektif sebagai hasil belajar. Receiving/attending (penerimaan) yakni semacam kepekaan, kesadaran dalam menerima rangsang (stimulan) yang datang dari luar kepada peserta didik dalam bentuk masalah, situasi dan gejala Responding/ jawaban yakni reaksi yang di berikan oleh seseorang terhadap stimulasi yang datang dari luar atau menjawab stimulan yang datang dari luar kepada dirinya. Valuing (penilaian) berkenaan dengan nilai terhadap gejala atau stimulan. Organis asi adalah pengembangan nilai kedalam satu sistem organisasi. Karakteristik nilai atau internalisasinilai yakni keterpaduan semua sistem yang telah di miliki seseorang yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Tipe hasil belajar afektif tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku seperti perhatianya terhadap pelajaran, disiplin, kemauan bekerjasama dengan orang lain, menghargai guru, menghargai pendapat orang lain, dan motivasi belajar. download ptk sd kelas 5 lengkap

c. Ranah psikomotorik
Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar yang pencapaiannya melalui keterampilan manipulasi yang melibatkan otot dan kekuatan fisik. Menurut Sax, keterampilan psikomotor mempunyai enam tingkatan yaitu gerakan refleks, gerakan dasar, kemampuan perseptual, gerakan fisik, gerakan terampil, dan komuni kasi nondiskursif (komuni kasi dengan menggunakan gerakan).
Pada awal pemerintahannya, Abu Bakar dan Umar bin Khattab mengalami berbagai macam halangan dan rintangan.Banyak terjadi pemberontakan di beberapa daerah, muncul nya orang-orang murtad, orang-orang yang membangkang membayar zakat, dan munculnya nabi-nabi palsu. Namun berkat kelihaian, keberanian dan ketegasan Abu Bakar dan Umar bin Khattab akhirnya para pengacau tersebut dapat dimusnahkan. Kemajuan yang telah dicapai selama pemeri ntahannya yaitu tegaknya ajaran islam, luasnya wilayah islam dan adanya pembukuan mushaf al qur’an, adanya lembaga kepentingan masyarakat serta memeperbaiki struktur dan lembaga negara.
Aspek psikomotorik dapat di uraikan ke dalam taraf-taraf di bawah ini :
a) Persepsi
Taraf pertama dalam melakukan kegiatan yang bersifat motorik ialah menyadari objek, sifat, atau hubungan-hubungan melalui alat indra.
b) Kesiapan (set)
Pada taraf ini terdapat kesiapan untuk melakukan suatu tindakan atau untuk bereaksi terhadap sesuatu kejadian menurut cara tertentu.
c) Gerakan terbimbing (respons terbimbing)
Taraf ini merupakan permulaan pengembangan keterampilan motorik. Respon terbimbing adalah perbuatan individu yang dapat di amati, yang terjadi dengan bimbingan individu lain yang memberi contoh.

c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Menurut uraian Slameto, faktor-faktor yang memengaruhi belajar digolongkan menjadi dua: yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
a. Faktor intern ad alah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor intern meli puti: faktor jasmaniah (meli puti: faktor kesehatan, dan cacat tubuh), faktor psikologis (meliputi: intelegensi perhatian, minat, bakat, motif dan kematangan) dan faktor kelelahan.
b. Faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu. Yang termasuk dalam faktor ini, yaitu: faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat. Faktor keluarga mencakup: cara orang tua mendidik relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga. Faktor sekolah mencakup: metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan peserta didik, relasi antar peserta didik, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah. Faktor masyarakat meliputi kegiatan peserta didik dalam masyarakat, mass media yang beredar dalam masyarakat, teman bergaul dan kehidupan masyarakat, yang semuanya mempengaruhi belajar.

a) Faktor Internal
Faktor yang datang dari diri peserta didik terutama kemampuan yang di milikinya. Faktor kemampuan peserta didik besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai. Di samping kemampuan, faktor lain yang juga mempunyai kontri busi terhadap hasil belajar seseorang ialah motivasi belajar, minat dan perhatian sikap dan kebiasaan belajar, kelakuan, faktor fisik dan faktor psikis Adanya pengaruh dari dalam diri peserta didik merupakan hal yang logis jika dilihat bahwa perbuatan belajar, sejauh itu pula hasil belajar akan ia capai.

2) Faktor Psikologis
Faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor yang tergol ong ke dalam faktor psikologis yang mempengaruhi belajar adalah intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kelelahan.
(a) Intelegensi (kecerdasan)
Intelegensi adalah kemampuan psiko-fisik dalam mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat.
Intelegensi merupakan faktor psikologis yang pali ng penting dalam proses belajar siswa, karena itu menentukan kuali tas belajar siswa,. Semakin tinggi tingkat intelegensi seorang individu, semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. Sebaliknya, semakin rendah tingkat intelegensi individu, semakin rendah tingkat intelegensi individu, semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar.

(b) Perhatian
Perhatian adalah keaktifan jiwa yang di pertinggi, jiwa itu pun semata-mata tertuju kepada suatu obyek (benda/hal) atau sekumpulan obyek. Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka timbullah kebosanan, sehingga siswa tidak tertarik untuk belajar. Agar siswa dapat belajar dengan baik, usahakan bahan pelajaran selalu menarik perhatian dengan cara mengusahakan pelajaran itu sesuai dengan bakatnya.
(c) Minat
Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya.

3) Faktor Kelelahan
Kelelahan pada seseorang dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani (bersifat psikis).
Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan tubuh. Kelelahan jasmani terjadi karena terj adi kekacauan substansi sisa pembakaran di dalam tubuh., sehingga darah tidak/kurang lancar pada bagian-bagian tertentu. download ptk sd word
Kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehi ngga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang.

b) Faktor Eksternal
Meskipun demikian, hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik masih di pengaruhi oleh faktor yang datang dari luar dirinya yang disebut lingkungan. Salah satu lingkungan belajar yang paling dominan mempengaruhi hasil belajar di sekolah adalah kualitas pengajaran yang dikelola oleh guru. Hasil belajar pada hakikatnya tersirat dalam tujuan pengajaran. Oleh sebab itu, hasil belajar di sekolah dipengaruhi oleh kapasitas pelajar dan kualitas pengajaran.
Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non sosial.
1) Faktor lingkungan sosial
a) Lingkungan sosial sekolah, seperti guru, administrasi, dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi proses belajar seorang siswa.
b) Lingkungan sosial masyarakat. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan mempengaruhi belajar siswa.
c) Lingkungan sosial keluarga. Lingkungan ini sangat mempengaruhi kegiatan belajar. Ketegangan keluarga, sifat-sifat orangtua, demografi keluarga (letak rumah), pengelolaan keluarga, semuanya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa.

2) Faktor lingkungan non sosial.
a) Lingkungan alamiah, seperti kondisi udara yang segar, tidak panas dan tidak dingin, sinar yang tidak terlalu silau/kuat, atau tidak terlalu lemah/gelap, suasana yang sejuk dan tenang. Lingkungan alami ah tersebut merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas belajar siswa.
b) faktor instrumental, yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam, pertama, hardware, seperti gedung sekolah, alat-alat belajar, fasilitas belajar, lapangan olahraga dll. Kedua, software, seperti kurikulum sekolah, peraturan¬peraturan sekolah, buku panduan, silabi, dll.
c) Faktor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). Faktor ini hendaknya di sesu aikan dengan usia perkembangan siswa, begitu juga dengan metode mengajar guru, disesuaikan dengan kondisi perkembangan siswa.

3. Materi (Kisah Sahabat Nabi)
a. Kisah Abu Bakar As-Sidiq
1) Riwayat Hidup Abu Bakar
Abu Bakar adalah putra dari pasangan Abu Kuhafa dan Umul Khair Salamah. Nama aslinya adalah Abdul Ka’bah yang kemudian diganti Rasulullah SAW dengan Abdullah. Adapun Abu Bakar diberikan setelah dia masuk islam. Sedang gelar As-Sidiq diberikan karena dia adalah orang pertama yang membenarkan Rasulullah SAW ketika beliau isra mi’raj.
Sejak kecil Abu Bakar dikenal sebagai seorang anak yang mempunyai kepribadian tinggi dan mulia serta terpuji. Beliau tidak mempunyai perilaku seperti kebanyakan pembesar Arab lainnya. Sejak sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul, antara beliau dengan Rasulullah SAW telah terjalin persahabatan dan persahabatan ini terus terjalin sampai Nabi Muhammad SAW menerima risalah kenabian.Seringkali Rasulullah SAW mengajak bermusyawarah dengan beliau dalam berbagai hal, terutama ketika kaum muslimin menghadapi tindakan kekerasan orang Quraisy yang di luar perikemanusiaan.
Abu Bakar terkenal memiliki kemauan yang kuat, mempunyai hati yang keras. Beliau seorang pemimpin yang adil dan bijaksana, dermawan, pandai, dan tidak pernah memutuskan suatu perkara yang belum jelas dan tidak dipertimbangkan dengan matang-matang.

2) Abu Bakar Menjadi Khalifah
Rasulullah SAW sebagai utusan Allah SWT, beliau memegang dua jabatan yakni sebagai rasulullah dan sebagai kepala negara. Jabatan beliau yang pertama selesai bersamaan dengan wafatnya, namun jabatan yang kedua belum perlu ada penggantinya. Sebelum jasad Rasulullah SAW dikebumikan, di sebuah tempat yang bernama Saqifah Bani Sa’idah telah terjadi perselisihan pendapat antara golongan Anshar dan golongan Muhajirin tentang pengganti rasul dalam pemerintahan.
Golongan Anshar mengatakan merekalah yang berhak atas jabatan khalifah pengganti rasul. Alasan mereka adalah karena merekalah golongan yang menolong Islam dan pemeluknya manakala Islam hijrah ke negerinya. Atas bantuan merekalah umat Islam kemudian mampu menundukkan kota mekah.Sementara itu golongan Muhajirin juga mengatakan bahwa yang berhak atas jabatan itu adalah golongannya. Alasan mereka adalah bahwa sejak dahulu kala orang Quraisy merupakan suku yang terbesar dan telah diakui oleh bangsa seluruh Arab sebagai pemimpinnya, merekalah yang dipilih Tuhan untuk menjaga Kakbah, Nabi Muhammad SAW dari kalangan mereka serta golongan Quraisylah yang pertama kali menyambut dan membela Rasulullah SAW.

Berita tentang pertemuan tersebut tersebar sampai orang-orang yang mengurus jenazah Rasulul lah SAW, untuk itu di utuslah tiga sahabat senior yakni Abu Bakar As-Sidiq, Umar bin Khattab, dan Abu Ubaidah Ibu Jarrah untuk menghadiri pertemuan tersebut. Download PTK pai sd doc
Abu Bakar berpidato di hadapan dengan mengemukakan kelebihan-kelebihan golongan Anshar dan golongan Muhajirin. Abu Bakar mengusulkan agar hadirin memilih salah satu dari shabat Umar bin Khattab dan Abu Ubaidah. Kedua sahabat ini menolah dan keduanya berkata, “Demi Allah kami tidak akan menerima pekerjaan besar ini selama engkau masih ada, hai Abu Bakar!... Engakaulah orang Muhajirin yang pali ng mulia, engkaulah satu-satunya orang yang menyertai Rasulul lah di gua dikejar-kejar oleh orang-orang Quraisy, engkaulah satu-satunya orang yang pernah di perintah Rasulullah SAW untuk menjadi imam salat ketika Rasulullah SAW sakit. Untuk itu tengadahkanlah tanganmu wahai Abu Bakar, kami hendak membaiatmu.”

Pada awalnya Abu Bakar merasa keberatan untuk menerima kepercayaan umat Islam ini, namun kemudian sahabat Umar bin Khattab memegang tangan Abu Bakar sebagai tanda pembaiatan dan diikuti oleh sahabat Abu Ubaidah. Setelah kedua sahabat ini membaiat maka seluruh sahabat yang ada di balai ruang itu baik golongan Anshar maupun golongan Muhajirin ikut pula membaiatnya. Maka resmi lah sahabat Abu Bakar sebagai khalifah pengganti Rasulullah SAW.
Setelah semuanya membaiat, Abu Bakar kemudian berpidato “Wahai manusia!Saya telah diangkat untuk mengendalikan urusanmu, padahal aku bukanlah orang yang terbaik di antaramu. Maka jikalau aku menjalankan tugasku dengan baik ikutilah aku, tetapi jika aku berbuat salah, maka luruskanlah! Orang yang kamu pandang kuat, saya pandang lemah, sehingga aku dapat mengambil hak darinya, sedang orang yang kau pandang lemah, saya pandang kuat, sehingga aku dapat mengembalikan hak kepadanya. Hendaklah kamu taat kepadaku selama aku taat kepada Allah SWT dan rasul-Nya, tetapi jikalau aku tidak menaati Allah dan rasul-Nya, maka kamu tidak perlu menaatiku.”
Pada awal pemerintahannya, Abu Bakar mengalami berbagai macam halangan dan rintangan. Banyak terjadi pemberontakan di beberapa daerah, diantaranya muncul pula orang-orang murtad, orang¬orang yang membangkang membayar zakat dan munculnya nabi-nabi palsu, seperti Musailamah Al-Kazab dan Tulaihah bin Khuwailid.

Dalam rangka menumpas para pembangkang tersebut, khalifah Abu Bakar mengerahkan pasukan yang dipimpin oleh para panglima perang yang handal, seperti Khalid bin Walid dan Amru bin Ash. Kemajuan yang telah dicapai selama pemerintahan Abu Bakar antara lain:
(a) Tegaknya ajaran Islam
(b) Memperluas wilayah Islam hingga ke Persia, Syiria, Mesir, Irak dan Palestina
(b) Berhasil menumpas beberapa pemberontak
(c) Mengadakan pembukuan Al Quran bersama Zaid bin Sabit dan membentuk mushaf.Hal ini dilakukan karena banyaknya para sahabat yang hafal Al Quran gugur dalam peperangan.Selain itu, ayat-ayat yang ditulis pada dedaunan ataupun bebatuan semakin lama semakin rusak.

b. Kisah sahabat Umar bin Khattab
1) Riwayat Hidup Umar bin Khattab
Umar bin Khattab putra Nufail Al Quraisy dan Hantamah binti Hasim dari suku Adiy, yaitu suku yang tergolong dihormati dan mempunyai kedudukan yang tinggi sebelum Islam datang. Umar bin Khattab lahir pada tahun 574 M, dia terkenal sebagai orang yang pemberani dan tidak mengenal takut. Sebelum masuk Islam, Umar bin Khattab termasuk orang yang sangat memusuhi Islam. Tetapi setelah Umar masuk Islam, dia seorang yang sangat pemberani dalam membela Islam.Proses masuk Islamnya Umar diawali dengan doa Rasulullah: “Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan salah seorang dari dua Umar.”Dua Umar yang dimaksud adalah Umar Ibnu Hasyim dan Umar bin khattab. Doa Rasulullah dikabulkan Allah, dan Umar bin Khattab pun masuk Islam.

Masuknya Umar ke dalam barisan Islam telah membawa perubahan baru bagi masyarakat Islam. Karena setelah Umar masuk Islam, umat Islam berani menjalankan salat di rumahnya masing¬masing. Tidak lagi merasa takut dalam menghadapi orang-orang Quraisy, bahkan Umar keluar dari Darul Arqam yang sebelumnya sebagai tempat kegiatan umat Islam dengan membawa satu rombongan menuju Kakbah untuk menyeru kaum Quraisy dengan terang-terangan. Sejak itulah Umar bin Khattab mendapat gelar Al-Faruq (si pemisah) yakni telah memisahkan yang hak dan yang bathil. Abdullah bin Mas’ud salah seorang sahabat Rasulullah yang terkenal mengatakan bahwa Islamnya Umar merupakan kemenangan, sebagai pertolongan dan pemerintahannya merupakan rahmat bagi umat Islam.

2) Perjuangan Khalifah Umar bin Khatab
(a) Memperbaiki Struktur dan lembaga Negara
Khalifah Umar bin Khattab seorang pemimpin yang adil dan jujur. Pada masa pemerintahannya negara menjadi aman, tentram, damai dan makmur, masyarakatnya menjadi teratur. Periode khalifah Umar senanti asa dijadikan tolok ukur bagi generasi-generasi berikutnya.
Dalam bidang struktur pemerintahan beliau mengangkat dewan hakim, badan permusyawaratan para sahabat dan badan keuangan. Untuk daerah-daerah, karena wilayah kekuasaannya semakin luas, beliau mengangkat gubernur, dengan di bantu oleh badan-badan dan departemen-departemen sebagaiman di pemeri ntahan pusat.

(b) Lembaga Kepenti ngan masyarakat
Untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat, beliau membentuk lembaga-lembaga yang akan menghantarkan rakyatnya menuju suatu kehidupan yang dami dan sejahtera, seperti adanya jawatan pos yang akan menyampaikan berita dari kota Madinah ke daerah-daerah lain dan sebaliknya. Jawatan ini terletak di setiap dua kilometer sepanjang perjalanan. Contoh ptk pai sd pdf
Beliau juga melakukan perbaikan jalan-jalan umum, memberikan santunan untuk anak-anak yati m, orang-orang tua dan wanita yang sedang menyusui serta mereka yang kehabisan atau kekurangan bahan makanan di perjalanan. Beliau menetapkan tanggal 1 Muharam sebagai tahun baru hijriah dan menetapkan bulan sabit sebagai lambang negara.
(c) Menaklukkan beberapa negara ke dalam Islam
Daerah-daerah yang ditaklukkan Umar bin Khattab yaitu Damaskus, membebaskan Baitul Maqdis, Persia, dan Mesir. Khalifah Umar bin Khattab wafat pada tanggal 1 Muharam 23 H (644 M). Beliau wafat akibat tikaman ketika beliau sedang menjalankan salat subuh. Beliau ditikam oleh Fairuz atau Abu Lu’lu karena dendam yang tidak beralasan.

4. Penerapan Metode Pembelajaran Reading Guide Pokok Bahasan Kisah Sahabat Nabi
Metode Pembelajaran Reading Guide digunakan untuk menyampaikan materi yang berupa cerita atau sejarah. Hal ini dilakukan untuk membantu peserta didik lebih muda dan terfokus dalam memahami suatu materi pokok.
Pada Penelitian ini, peneliti menerapkan metode pembelajaran Reading Guide pada aspek SKI pada semester genap di kelas V, yang mana Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sebagai berikut : Semester 2
Tabel 2.1

Pendidikan Agama Islam pada aspek SKI, kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik adalah Menceritakan kisah Abu Bakar dan Menceritakan kisah Umar bin Khattab dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Guru telah mempersiapkan bacaan kisah Abu Bakar maupun kisah Umar bin Khattab, yang akan di pelajari peserta didik
b. Guru membuat pertanyaan-pertanyaan yang akan diisi oleh peserta didik dari bacaan kisah Abu Bakar maupun kisah Umar bin Khattab
c. Guru membagi bacaan dan pertanyaan kepada peserta didik

Pada penerapan metode pembelajaran Reading Guide terdapat kelebihan dan kekurangan, adapun kelebihan dan kekurangan dalam penerapan metode pembelajaran Reading Guide diantaranya adalah :
a. Kelebihan Metode Pembelajaran Reading Guide:
1) Peserta didik lebih berperan aktif dalam menjawab dan berani mengajukan pertanyaan pada guru.
2) Materi dapat lebih cepat diselesaikan dalam kelas.
3) Memoti vasi peserta didik untuk senang membaca.
4) Membangkitkan minat baca peserta didik.
5) Peserta didik dituntut untuk teliti dalam menjawab soal
6) Mempermudah guru dalam mengelola kelas.
7) Menciptakan suasana kelas yang kondusif
8) adanya keseimbangan dalam mengembangkan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik

b. Kekurangan Metode Pembelajaran Reading Guide:
1) Peserta didik yang lamban dalam membaca akan tertinggal dengan temannya.
2) Peserta didik yang tidak berani bertanya maupun menjawab pertanyaan guru akan semakin tertinggal dalam pencapaian KKM.
3) Guru harus menyiapkan lembar bacaan dan lembar pertanyaan dalam jumlah sesuai dengan jumlah peserta didik sehingga dibutuhkan persiapan yang matang.
4) Kadang membuat jenuh peserta didik.
5. Penerapan Metode Pembelajaran Reading Guide dapat meningkatkan Hasil Belajar
Proses belajar mengajar merupakan suatu proses pendidikan yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan peserta didik atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah harus melalui pembelajaran. Agar tujuan pembelajaran tercapai, guru hendaknya pandai-pandai mengelola kelas dengan memperhatikan efektifitas dan efisiensi dari kegiatan belajar mengajar yang telah di rencanakan. Oleh sebab itu, guru harus dapat memilih metode pembelajaran yang tepat untuk peserta didik.

Penerapan suatu model pembelajaran pendekatan, metode dan atau teknik pembelajaran beserta alat/bahan pendukung sudah pasti disesuaikan dengan tujuan/indikator yang akan di capai, di sesuaikan dengan materi dan juga di sesuaikan dengan kebutuhan/kondisi peserta didik.
Untuk mengetahui hasil proses belajar mengajar dimana guru berinteraksi dengan peserta didik perlu diadakan evaluasi hasil belajar. Download ptk sd kelas 5 lengkap Evaluasi hasil belajar tidak bertujuan memberinilai dan label pada anak. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik belajar dan bagaimana cara belajar yang paling baik diterapkan.
Meningkat atau tidaknya hasil belajar peserta didik, dapat ditunjukkan dengan adanya perbedaan hasil belajar peserta didik pada setiap siklus, sampai akhirnya pada pemberian tes.
Intinya, metode pembelajaran Reading Guide.dapat meningkatkan hasil belajar PAI peserta didik kelas V SDN ... Kecamatan ... Kabupaten ... . Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik pada tiap siklusnya dan tercapainya indikator keberhasilan yang telah disesuaikan dengan KKM sekolah.

B. Hipotesis
Dengan uraian di atas, maka hipotesis penelitian tindakan kelas ini adalah: penerapan metode pembelajaran reading guide dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI pokok bahasan Kisah Sahabat Nabi kelas V di SDN ... Kecamatan ... Kabupaten ....

CONTOH PROPOSAL PTK PAI SD KELAS 5 LENGKAP

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian
Metode penelitian mengandung prosedur dan cara melaksanakan verivikasi data yang diperlukan untuk memecahkan masalah atau menjawab masalah penelitian. Peranaan metodologi penelitian dalam upaya menghimpun data yang diperlukan dalam penelitian. Contoh ptk pai sd word Dengan kata lain metodologi penelitian akan memberikan petunjuk bagaimana penelitian dilaksanakan.
1. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini telah dilaksanakan pada Semester Genap tahun ajaran 2015/2016 pada tanggal 10 Mei – 31 Mei 2016. Adapun tempat penelitian ini adalah di SDN ... Kecamatan ... Kabupaten ....
2. Populasi
Menurut Suharsimi Arikunto populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN ... Kecamatan ... Kabupaten ...  yang berjumlah 35 peserta didik.

3. Variabel Penelitian
Adapun variabel penelitian ini ada 2 yaitu :
a. Penerapan metode Reading Guide
Adapun faktor yang ingin di teliti adalah
1) Peserta didik mendengarkan dengan seksama penjelasan guru
2) Peserta didik berkonsentrasi dalam membaca bacaan yang telah di bagi oleh guru
3) Peserta didik berpartisipasi menjawab pertanyaan
4) Peserta didik menjawab pertanyaan dengan tepat
b. Peningkatan hasil belajar peserta didik pokok bahasan kisah sahabat nabi
Adapun faktor yang ingin diteliti adalah hasil belajar peserta didik,. dengan indikator :
1) Peserta didik dapat menceritakan kisah sahabat Abu Bakar dan Umar bin Khattab
2) Peserta didik dapat menuliskan sejarah singkat Abu Bakar dan Umar bin Khattab
3) Peserta didik dapat meneladani kisah perjuangan Abu Bakar dan Umar bin Khattab
4. Kolaborator
Kolaborator dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah orang yang membantu mengumpulkan data-data tentang penelitian yang sedang digarap bersama-sama dengan peneliti. Di sini peneliti berkolaborasi dengan guru lain di SDN ... yaitu, .................

B. Prosedur Penelitian
Penelitian yang digunakan peneliti yaitu Penelitian Tindakan Kelas (Action Research). Penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu proses yang memberikan kepercayaan kepada pengembang kekuatan berpikir reflektif, di skusi, penentuan keputusan dan tindakan orang-orang biasa yang berpartisipasi dalam penelitian untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dalam kegiatannya.
Penelitian Tindakan Kelas ini memilih model spiral dari Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari beberapa siklus tindakan pembelajaran berdasarkan refleksi mengenai hasil dari tindakan-tindakan pada siklus sebelumnya. Setiap siklus tersebut terdiri dari empat tahap yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi) dan refleksi.
Gambar 3.1

Prosedur Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari empat tahap. Adapun langkah-langkah yang akan peneliti lakukan, sebagai berikut:
1. Siklus I
a. Perencanaan Tindakan
1). Merencanakan materi pembelajaran yaitu Menceritakan kisah Abu Bakar dan Umar bin Khattab, dengan menerapkan metode pembelajaran Reading Guide.
2). Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada materi menceritakan kisah Abu Bakar, yang telah direncanakan dan diserahkan pada guru agar dipelajari sesuai yang dikehendaki oleh peneliti.
3). Menyusun lembar pengamat yang meliputi: lembar pengamat aktivitas peserta didik dan lembar pengamat guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran.
4). Menyiapkan format evaluasi yang berupa tes obyektif.

b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan yaitu menerapkan tindakan yang mengacu pada skenario Reading Guide, adapun kegiatannya:
1). Guru memberikan informasi awal tentang jalannya pembelajaran dan tugas-tugas yang harus dilaksanakan peserta didik secara singkat dan jelas.
2). Guru menyajikan materi pelajaran (KD: menceritakan kisah Abu Bakar)
3). Guru melaksanakan apa yang telah disepakati setelah melakukan diskusi dengan kolaborator pada tahap perencanaan, yaitu melaksanakan tindakan yang tertera dalam RPP.
4). Guru memotivasi peserta didik untuk mengerjakan tugas. ptk pai sd doc
5). Guru memberikan tes pada peserta didik untuk dapat di ketahui keberhasi lan pembelajaran pada pertemuan pada siklus I.
c. Pengamatan
Pengamatan terhadap proses pembelajaran yang sedang berlangsung untuk mengetahui aktivitas belajar peserta didik dan mengamati guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran dengan metode Reading Guide, serta mengetahui kendala yang dihadapi dalam menerapkan pembelajaran berlangsung. Dalam hal ini peneliti sebagai observer dan guru PAI sebagai pengajar.

d. Refleksi
Data-data yang di peroleh dari observasi di kumpulkan, di analisis dan di diskusikan oleh peneliti dengan kolaborator sebagai dasar untuk membuat perencanaan pembelajaran si klus II.
2. Siklus II
Setelah melakukan evaluasi tindakan I, maka peneliti mel akukan ti ndakan II. Pelaksanaan siklus II ini mirip dengan siklus I, pada siklus II ini merupakan perbaikan siklus I yang didasarkan atas hasil refleksi siklus I. Adapun pelaksanaannya yaitu :
a. Perencanaan
1). Identifikasi masalah dan penerapan alternatif pemecahan masalah yang muncul pada siklus I.
2). Meninjau kembali rancangan pembelajaran yang disiapkan untuk siklus II dengan melakukan revisi yang telah di sempurnakan sesuai hasi l refleksi siklus I.
3). Menyusun RPP pada materi menceritakan kisah Umar bin Khattab.
4). Peneliti menyiapkan kembali lembar pengamatan yang meliputi lembar pengamatan aktivitas peserta didik dan lembar pengamatan guru dalam kegiatan pembelajaran.
5). Menyiapkan format evaluasi yang berupa tes obyektif yang diberikan pada akhir siklus.

b. Pelaksanaan Tindakan
1). Guru memberikan informasi awal tentang jalannya pembelajaran dan tugas-tugas yang harus dilaksanakan peserta didik secara singkat dan jelas.
2). Guru menyajikan materi pelajaran (KD menceritakan kisah Umar bin Khattab)
3). Guru melaksanakan apa yang telah disepakati setelah melakukan diskusi dengan kolaborator pada tahap perencanaan, yaitu melaksanakan tindakan yang tertera dalam RPP.
4). Guru memotivasi peserta didik untuk mengerjakan tugas.
5). Guru memberikan tes pada peserta didik untuk dapat di ketahui keberhasi lan pembelajaran pada pertemuan siklus. Tes pada siklus II ini adalah sebagai penentu berhasil tidaknya penerapan metode pembelajaran Reading Guide dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.

c. Pengamatan
Pengamatan terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung untuk mengetahui aktivitas peserta didik dalam pembelajaran dan pengamatan terhadap guru dalam mengelola kelas dalam pembelajaran, apakah ada peningkatan dari siklus sebelumnya.
d. Refleksi
Semua data-data dari observasi tindakan di kumpul kan dan di analisis. Setelah akhir siklus II ini diharapkan metode pembelajaran Reading Guide dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI.

C. Metode Pengumpulan Data
Peneliti menggunakan beberapa metode untuk menggali informasi yang dibutuhkan. Metode yang dipakai oleh peneliti untuk mendapatkan informasi tersebut antara lain:
1. Dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu metode mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, lengger, agenda, dan sebagainya. download ptk sd gratis 
Metode dokumentasi ini di gunakan peneliti untuk mengetahui dan mendapatkan data peserta didik yang menjadi sampel penelitian ini yaitu Classroom Action Research
2. Observasi
Observasi (obsevation) atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang keadaan kegiatan guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga dapat diketahui apakah proses pembelajaran berlangsung efektif.
3. Tes
Metode tes merupakan seperangkat rangsangan (stimulus) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penentu angka.
Metode ini di gunakan oleh peneliti untuk mendapatkan hasil belajar peserta didik yang telah melakukan pembelajaran PAI kelas V SDN ... Kecamatan ... Kabupaten ...  dengan Metode Pembelajaran Reading Guide sebagai evaluasi setelah proses pembelajaran berlangsung dan pada setiap akhir siklus.

D. Metode Analisis Data
Analisis yang digunakan secara umum terdiri dari proses analisis untuk menghitung prosentase keaktifan peserta didik dan mengetahui tingkat hasil belajar peserta didik.
1. Data Keaktifan Peserta Didik
Untuk mengetahui seberapa besar keaktifan peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar, dilakukan analisis terhadap instrumen lembar observasi dengan menggunakan teknik diskriptif dengan prosentase.
Instrumen lembar observasi terdiri dari 4 aspek pengamatan. Kriteria penilaian untuk tiap 1 aspek : skor 1 keaktifan peserta didik sangat kurang, skor 2 keakti fan peserta didik kurang. Skor 3 keakti fan peserta didik cukup, skor 4 keaktifan peserta didik baik, skor 5 keaktifan peserta didik amat baik, sehingga jumlah skor maksi malnya adalah 20.
Adapun perhi tungan prosentase keaktifan peserta didik adalah :
Rumus 3.1

2. Data Hasil Belajar Peserta Didik
Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik, peneliti menggunakan statistik deskriptif dengan mencarinilai rata-rata dan prosentase dari hasil belajar peserta didik, sebagaimana rumus :
Rumus 3.2

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) PAI SD LENGKAP

DAFTAR PUSTAKA


A.M ,Sardiman, Interaksi & Motivasi Belajar mengajar, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.
Abdurrahman, M ul yono, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta: Ri neka Ci pta, 1999.
Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2004.
Arikunto, Suharsi mi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Ci pta, 2006.
, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara, 2009.
Asnawi r, Usman, M. Basyi ruddi n, Media Pembelajaran, Jakarta: Ci putat Pers, 2002
Aqi b, Zainal, dkk, Penelitian Tindakan Kelas Untuk SD, SLB, dan TK, Bandung: Y rama Wi dya, 2009.
Baharuddin, Nur Wahyuni, Esa, Teori Belajar dan Pembelajaran, Jogjakarta: Ar-Ruzz M edi a, 2009.
Bariroh, Barorotul, “Metode Reading Guide”, http://elbarir.blogspot.com/2010/04/ metode-readi ng-gui de.html
Darsono, Max, dkk, Belajar dan Pembelajaran, Semarang: IKIP Semarang Press, 2001.
Departemen Agama RI, Metodologi Pendidikan agama Islam, Jakarta: Dirjen Binbaga Islam, 2001.
Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar, Jakarta: Rineka Ci pta, 2002.
Farichi, Achmad, dkk, Khazanah Pendidikan Agama Islam Kelas 5 SD, Bogor: Yudhistira, 2007.
Haryati, Mimin, Model dan Teknik Penilaian pada Tingkat Satuan Pendidikan, Jakarta: Gaung persada press, 2007.
LKS Mahir, Media anak hebat dan kreatif, Surakarta: Putra Nugraha, 2010. Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2000.
Masrun, Moh, dkk, Senang Belajar Agama Islam untuk Sekolah Dasar Kelas 5, Jakarta: Erlangga, 2007.
Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam “upaya mengefektifkan PAI di sekolah “, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2002.
Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009 Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2006.
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi, Jakarta: Ri neka Ci pta, 2010.
SM, Ismail, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Semarang: Pustaka Rasail, 2008.
Sudjana, Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: Remaja Rosda Karya, 1991.
Sudjana, Nana dan Ibrahim, Penelitian dan Penilaian Pendidikan, Bandung : Sinar Baru, 1989.
Sukmadi nata, Nana Syaodi h, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2003.
, Metode Penelitian Pendidikan Bandung: Remaja Rosda Karya, 2010.
Syamsudi n, Abi n, Psikologi Kependidikan, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2000.
Thoha, Chabib dan Abdul Mu’ti, PBM PAI Di Sekolah Eksistensi dan Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998.
Undang-undang RI no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Fokus Media, 2006
Zaini, Hisyami, dkk., Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta: Pustaka Insani Madani, 2008.

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH PTK PAI SD METODE READING GUIDE

Postingan terkait: