CONTOH LENGKAP PTK IPA KELAS IV METODE JIGSAW

CONTOH LENGKAP PTK IPA KELAS IV METODE JIGSAW-Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatifl yang melibatkan adanya partisipasi aktif dari seluruh siswa, yang pembelajarannya berpusat pada siswa. Guru sebagai motivator dan fasilitator. Kenyataannya banyak guru yang pembelajarannya tidak melibatkan siswa, sehingga hasil belajar yang dicapai siswa tidak optimal. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah apakah :(1) Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan dengan media benda asli dapat meningkatkan hasil belajar IPA tentang gaya pada siswa kelas 4 SDN ......... tahun pelajaran .../...? (2). Bagaimanakah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan dengan media benda asli dapat meningkatkan hasil belajar IPA tentang gaya pada siswa kelas 4 SDN ......... tahun pelajaran .../...?

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model PTK menggunakan 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 tahap yakni 1) perencanaan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan dan pengamatan, dan 3) refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas 4 SDN ......... Kecamatan Poncowarno Kabupaten Kebumen. tahun pelajaran .../... sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes (tes formatif) dan non tes (observasi). Adapun instrumen penelitiannya dengan menggunakan butir-butir soal, lembar observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif komparatif yaitu perbandingan antar siklus yang meliputi distribusi frekuensi, mean, standar deviasi, skor minimal-maksimal, persentase. PTK ipa sd kelas 4 pdf
Data tentang ketuntasan siswa dalam penguasaan konsep pembelajaran dapat diterangkan bahwa nilai rata-rata kelas pada studi awal 64 dengan ketuntasan belajar 13 siswa atau rata-rata 45 %, pada pelaksanaan tindakan siklus I dengan jumlah anggota kelompok 7 siswa dipilih berdasarkan urutan absen siswa, nilai rata-rata yang diperoleh 70 dengan ketuntasan belajar 20 siswa atau rata-rata 71,5%, setelah diadakan tindakan siklus II dengan pembentukan diskusi kelompok anggota 4 siswa dipilih berdasarkan kedekatan pertemanan dan pengefektifan pembelajaran di luar kelas, nilai siswa rata-rata 80 dengan ketuntasan belajar 28 siswa atau rata-rata 100 % tuntas.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPA SD yang diberi judul "
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA BENDA ASLI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG GAYA PADA SISWA KELAS 4 SDN ... SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN .../...
". Disini akan di bahas lengkap.


PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPA SD KELAS IV lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK  046 SD).

DOWNLOAD PTK IPA KOOPERATIF TIPE JIGSAW

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Hasil belajar yang baik menjadi target siswa dan guru dalam setiap pembelajar¬an. Hasil belajar yang baik menunjukkan bahwa suatu kompetensi dasar (KD) dapat dikuasai siswa dengan baik pula. Tetapi pencapaian hasil belajar tersebut diharapkan oleh sekolah dan orang tua siswa tidak hanya baik. Hasil belajar tersebut diharapkan dapat dicapai secara optimal. Supaya siswa dapat menguasai secara optimal setiap KD dalam mata pelajaran IPA diperlukan proses pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif baik fisik maupun psikis. Proses tersebut dapat diwujudkan melalui se-rangkaian proses ilmiah. Sebagaimana dinyatakan dalam KTSP SDN ......... (2012) sebagai berikut:
Mata pelajaran IPA di tingkat satuan pendidikan sekolah dasar (SD) adalah sebagai hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan, dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan, dan pengujian gagasan-gagasan untuk mendapatkan pengetahuan tentang fenomena alam semesta dan produk teknologi. Contoh ptk ipa sd lengkap

Untuk mendukung berjalannya proses ilmiah dan melibatkan siswa secara aktif supaya hasil belajar meningkat, diperlukan metode yang bersifat kooperatif dirangkai dengan media yang menarik dalam rancangan pembelajaran yang efektif serta sesuai dengan karakteristik siswa. Susilana dan Riyana (2007:100) mengemukakan: “Melalui media potensi indera siswa dapat diakomodasi sehingga kadar hasil belajar meningkat.” Kegiatan pembelajaran yang menggunakan media pengajaran menjadikan siswa seolah¬olah asyik bermain, asyik dalam belajar dalam menggunakan media itu akan lebih menyenangkan serta menjadi benar-benar bermakna. Perlu disadari bahwa dunia anak merupakan dunia bermain. Begitu juga dengan anak usia 7 sampai dengan 11 tahun (anak kelas 1 sampai dengan kelas 4) merupakan fase konkret. Anak tersebut masih tergantung pada rupa benda dan cenderung menyukai bentuk-bentuk konkret (Piaget dalam Noehi Nasution, 1992:56)

Pada kenyataannya proses pembelajaran IPA di tempat peneliti bertugas yaitu SDN ......... masih sering dirasakan kurang efektif dan siswa masih merasa belajar IPA sangat sulit sehingga minat belajar siswa rendah. Minat belajar rendah menyebabkan keaktifan dalam proses pembelajaran rendah. Kondisi tersebut mengakibatkan rendahnya hasil belajar IPA pada kelas 4 SDN .......... Berdasar pada perolehan nilai beberapa kali ulangan harian pada umumnya masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dari 20 siswa di kelas 4 untuk nilai tes formatif rata-rata hanya 1 siswa yang mendapat nilai 90; 2 siswa yang mendapat nilai 80; 1 siswa mendapatkan nilai 75; 3 siswa mendapatkan nilai 70, dan 14 siswa mendapatkan nilai kurang dari 70. Demikian pula untuk nilai unjuk kerja rata-rata hanya 4 siswa yang dapat mendapatkan nilai 70, dan 16 siswa mendapat nilai ~ 65. Padahal KKM mata pelajaran IPA kelas 4 SDN ......... adalah 70. Jadi dalam kelas sekitar 33,33 % siswa yang mencapai KKM untuk nilai tes formatif, sedangkan siswa yang mencapai KKM untuk unjuk kerja hanya 19,05% dari jumlah siswa yang ada. KKM tersebut cukup berat untuk dicapai dengan ketersediaan waktu yang relatif sedikit sedangkan materi IPA kelas 4 cukup banyak.

Peneliti sebagai guru kelas 4 menyadari adanya perbedaan antara kenyataan dengan harapan. Peneliti merasakan adanya masalah yang menghambat keberhasilan pencapaian hasil belajar dalam pembelajaran tersebut, sehingga jauh dari gambaran ideal. Selanjutnya peneliti melakukan refleksi dengan bercermin pada pembelajaran yang telah dilaksanakan. Peneliti merasakan adanya hal yang menyimpang, kemudian peneliti melakukan identifikasi masalah-masalah yang ada. Hasil identifikasi masalah tersebut peneliti ditindaklanjuti dengan mendiskusikan bersama teman sejawat untuk mengungkapkan tentang berjalannya proses pembelajaran dan hasil belajar serta kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan untuk mengetahui masalah yang terjadi dalam pembelajaran tersebut.

1.2 Permasalahan Penelitian
Berdasarkan hasil diskusi dengan teman sejawat terungkap adanya masalah, dan teridentifikasi sebagai berikut: minat belajar siswa rendah, keaktifan siswa dalam kegiatan kelompok masih kurang, tanggung jawab belajar siswa masih rendah, dan hasil belajar siswa masih rendah.
Selanjutnya peneliti melakukan analisis masalah berdasarkan identifikasi masalah tersebut, berdiskusi kembali dengan teman sejawat dan bertanya kepada siswa tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan. Setelah melalui proses tersebut diketahui beberapa faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa tentang gaya. Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa yaitu: Guru hanya menggunakan metode konvensional seperti: ceramah, penugasan dan tanya jawab sehingga dalam pembelajaran siswa tidak mendapatkan pengalaman menarik; Proses pembelajaran didominasi guru, sehingga siswa tidak diberikan kesempatan untuk terlibat aktif; Beberapa siswa dalam kegiatan kelompok bergantung kepada siswa yang lebih pandai, menunjukkan bahwa siswa tersebut belum memiliki sikap bertanggung jawab dalam belajar; Media yang digunakan masih terbatas berupa gambar dan papan tulis, belum menggunakan media yang dapat memberikan stimulus pada keaktifan siswa.

1.3 Cara Pemecahan Masalah
Dalam diskusi peneliti dengan teman sejawat, peneliti menerima masukan yaitu saran untuk memilih alternatif pemecahan masalah dengan memilih penerapan metode dan penggunaan media yang tepat yaitu penerapan metode yang dapat melatih sikap kemandirian dan tanggung jawab dalam belajar dan media yang dapat membantu siswa aktif dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar siswa meningkat. Contoh ptk ipa sd kelas 4 semester 2 Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan penggunaan media benda asli dirasakan tepat untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran IPA tentang gaya. Untuk itu peneliti memutuskan untuk melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul Penerapan Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw Berbantuan Dengan Media Benda Asli Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Tentang Gaya Pada Siswa Kelas 4 SDN ... semester II Tahun pelajaran .../....

1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :(1) Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan dengan media benda asli dapat meningkatkan hasil belajar IPA tentang gaya pada siswa kelas 4 SDN ......... tahun pelajaran .../...? (2). Bagaimanakah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan dengan media benda asli dapat meningkatkan hasil belajar IPA tentang gaya pada siswa kelas 4 SDN ......... tahun pelajaran .../...?
1.5 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk: meningkatan hasil belajar IPA tentang gaya melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media benda asli pada siswa kelas 4 SDN ......... tahun pelajaran .../....

1.6 Manfaat Penelitian
1.6.1 Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi guru dalam meningkatkan kemampuan merancang pembelajaran terutama dalam menentukan model dan media pembelajaran yang tepat untuk semua mata pelajaran, sehingga permasalahan yang timbul dalam pembelajaran dapat diminimalkan. Dengan Penelitian Tindakan Kelas ini guru terbiasa melakukan PTK pada mata pelajaran lainnya yang bermanfaat pula dalam mengembangkan kemampuan profesional guru.
1.6.2 Manfaat Praktis
1.6.2.1 Bagi siswa
Bagi siswa, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keaktifan, tanggung jawab belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA tentang gaya. 
1.6.2.2 Bagi guru
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi guru sebagai salah satu acuan dan pengetahuan baru tentang penerapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran di kelas. Download ptk ipa sd
1.6.2.3 Bagi sekolah
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi sekolah, di antaranya sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui proses pembelajaran; Memberikan sumbangan yang positif dan inovatif pada sekolah dalam rangka perbaikan pembelajaran; Hasil belajar siswa dapat meningkatkan mutu sekolah untuk berkembang secara dinamis.
1.6.2.4 Bagi perpustakaan
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw akan menambah dokumen baru bagi perpustakaan SDN ...

CONTOH PROPOSAL PTK IPA SD KELAS IV WORD

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kajian teori
2.1.1 Mata Pelajaran IPA 
2.1.1.1 Hakikat IPA
IPA secara sederhana didefinisikan sebagai ilmu tentang fenomena alam semesta. Pengertian IPA (Sains) adalah sebagai hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan, dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah, antara lain penyelidikan, penyusunan, dan pengujian gagasan-gagasan. “Sains diartikan sebagai cara mencari tahu secara sistematis tentang alam semesta …. standar kompetensi bahan kajian sains salah satunya adalah kerja ilmiah”. (KTSP SDN .........:2012)

2.1.1.2 Pengertian IPA
Srini M. Iskandar (2001: 2), kata IPA merupakan singkatan kata “Ilmu Pengetahuan Alam”. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan terjemahan dari kata-kata Bahasa Inggris “Natural Science”. Natural artinya alamiah, berhubungan dengan alam. Science artinya ilmu pengetahuan. Jadi “Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau science secara harfiah adalah ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam.
Leo Sutrisno, Hery Setyadi & Kartono (2007: 1-19), menyatakan” IPA merupakan usaha manusia dalam memahami alam semesta melalui pengamatan yang tepat (correct) pada sasaran, serta menggunakan prosedur yang benar (true) dan dijelaskan dengan penalaran yang sahih (valid) sehingga dihasilkan kesimpulan yang betul (truth). Contoh ptk ipa sd kelas 4 pdf

Pemberian pengalaman belajar secara langsung sangat ditekankan melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah dengan tujuan untuk memahami konsep-konsep dan mampu memecahkan masalah. Keterampilan proses yang digunakan dalam sains antara lain: mengamati, menggolongkan, mengukur, menggunakan alat, mengomunikasikan hasil melalui berbagai cara seperti lisan, tulisan, dan diagram, menafsirkan informasi, mengajukan pertanyaan, memprediksi, melakukan percobaan. Agar mampu bekerja secara ilmiah pada siswa perlu ditanamkan sikap-sikap berikut: rasa ingin tahu, bekerja sama secara terbuka, bekerja keras dan cerdas, mengambil keputusan yang bertanggung jawab, peduli terhadap makhluk hidup dan lingkungan.

2.1.1.3 Tujuan Pembelajaran IPA
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, Depdiknas (2008 : 148) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD atau MI adalah :(1) Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya, (2) Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, (3) Mengembangkan rasa ingin tau, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat.(4) Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah, dan membuat keputusan (5) Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam.(6) Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.dan (7) Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.

2.1.1. 4 Ruang Lingkup IPA
Ruang lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI meliputi aspek-aspek sebagai berikut (1) makhlluk hidup dan proses kehidupan yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan serta kesehatan, (2) benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi cair, padat dan gas (3) energy dan perubahannya meliputi : gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan pesawat sederhana (4) bumi dan alam semesta meliputi tanah, bumi, tata surya dan benda-benda langit lainnya.
2.1.1.5 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas 4 Semester II.
Dalam kurikulum 2004 disebutkan bahwa standar kompetensi bahan kajian sains salah satunya adalah kerja ilmiah, yang meliputi (1) Penyelidikan/penelitian; Siswa menggali pengetahuan yang berkaitan dengan alam dan produk teknologi melalui refleksi dan analisis untuk merencanakan, mengumpulkan, mengolah dan menafsirkan data, mengomunikasikan kesimpulan, serta menilai rencana prosedur dan hasilnya, (2) berkomunikasi Ilmiah; Siswa mengomunikasikan pengetahuan ilmiah hasil temuan dan kajiannya kepada berbagai kelompok sasaran untuk berbagai tujuan, (3) Pengembangan Kreativitas dan Pemecahan Masalah; Siswa mampu berkreativitas dan memecahkan masalah serta membuat keputusan dengan menggunakan metode ilmiah, (4) Sikap dan Nilai Ilmiah; Siswa mengembangkan sikap ingin tahu, tidak percaya takhayul, jujur dalam menyajikan data dan faktual, terbuka pada pikiran dan gagasan baru, kreatif dalam menghasilkan karya ilmiah, peduli terhadap makhluk hidup dan lingkungan, tekun dan teliti
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas 4 Semester II.

2.1.1.6 Pembelajaran IPA yang Efektif.
Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 untuk SD/MI dijelaskan mengenai pembelajaran IPA yaitu: Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar BNSP (2007: 13).

Pembelajaran IPA pada jenjang pendidikan dan dengan menggunakan pendekatan serta model apapun harus benar-benar efektif. Dalam buku Kegiatan Belajar yang Efektif (Depdiknas, 2003:5-6) pembelajaran yang efektif secara umum diartikan sebagai kegiatan belajar mengajar yang memberdayakan potensi siswa (peserta didik) serta mengacu pada pencapaian kompetensi individual masing-masing peserta didik.

2.1.2 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
2.1.2.1 Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Model pembelajaran sangat banyak macamnya di antaranya adalah model konvensional (ceramah, latihan, penugasan) dan metode kooperatif (STAD, Jigsaw, Group Investigation, Struktural).
Pengertian model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dinyatakan pula oleh Arends dalam Sumarni, (2010) bahwa “Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya.”
Model pembelajaran kooperatif jigsaw adalah pembelajaran di mana siswa belajar dalam kelompok bertanggung jawab atas penguasaan materi belajar yang ditugaskan kepadanya lalu mengajarkan bagian tersebut pada anggota kelompok lain (Lembar Ilmu Pendidikan: 1999; dalam Sumarni (2010).

Berdasarkan pengertian model jigsaw peneliti berpendapat bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah pembelajaran dengan berkelompok yang para anggotanya berpencar untuk membentuk kelompok baru dan masing-masing anggota kelompok baru bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompok semula (home teams).Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Johnson (1991 : 27) yang menyatakan bahwa “Pembelajaran Kooperatif Jigsaw ialah kegiatan belajar secara kelompok kecil, siswa belajar dan bekerja sama sampai kepada pengalaman belajar yang maksimal, baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok”.Tipe Jigsaw adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif di mana pembelajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa yang bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran dan mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal, baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok. Pada pembelajaran tipe Jigsaw ini setiap siswa menjadi anggota dari 2 kelompok, yaitu anggota kelompok asal dan anggota kelompok ahli. Anggota kelompok asal terdiri dari 3-5 siswa yang setiap anggotanya diberi nomor kepala 1-5. Nomor kepala yang sama pada kelompok asal berkumpul pada suatu kelompok yang disebut kelompok ahli.

2.1.2.2 Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Istilah karakteristik menurut kamus berarti ciri-ciri khusus. Dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terdapat 3 karakteristik yaitu (1). kelompok kecil, (2) belajar bersama, dan (3). pengalaman belajar. Esensi kooperatif learning adalah tanggung jawab individu sekaligus tanggung jawab kelompok, sehingga dalam diri siswa terbentuk sikap ketergantungan positif yang menjadikan kerja kelompok optimal. Keadaan ini mendukung siswa dalam kelompoknya belajar bekerja sama dan tanggung jawab dengan sungguh¬sungguh sampai suksesnya tugas-tugas dalam kelompok. PTK ipa sd kelas 4 pdf

2.1.2.3 Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw 
2.1.2.3.1 Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Menurut Bahriatul Azizah (2006) dalam Mutoharoh (2008:89), model pembelajaran tipe jigsaw memiliki kelebihan (a) dapat mengembangkan hubungan antar pribadi positif di antara siswa yang memiliki kemampuan belajar berbeda, (b) menerapkan bimbingan sesama teman, (c) rasa harga diri siswa yang lebih tinggi, (d) memperbaiki kehadiran siswa, (e) Penerimaan terhadap perbedaan individu lebih besar, (f) sikap apatis berkurang, (g) pemahaman materi lebih mendalam, dan (h) meningkatkan motivasi belajar.
Berdasarkan pengalaman dalam pembelajaran menggunakan model jigsaw, peneliti menemukan beberapa kelebihan model jigsaw sebagai berikut: 
a) Pembelajaran tidak membosankan karena semua anggota kelompok mendapat bagian yang berbeda
b) Penggunaan pembelajaran model jigsaw mampu melibatkan semua siswa secara aktif dan bertanggung jawab dalam belajar.
c) Menanamkan dan membangun kerja sama yang baik antar siswa dalam kelas, sehingga ketika siswa dewasa sudah terbiasa bekerja sama. Ketika siswa belajar dalam kelompok pakar, siswa akan saling bekerja sama dan membantu siswa yang mengalami hambatan dan kesulitan-kesulitan.

2.1.2.3.2 Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw .
Menurut Bahriatul Azizah (2006) dalam Mutoharoh (2008:8-9) metode jigsaw memiliki kekurangan sebagai berikut:
a) Jika jumlah anggota kelompok kurang akan menimbulkan masalah, misal jika ada anggota yang hanya membonceng dalam menyelesaikan tugas-tugas dan pasif dalam diskusi.
b) Membutuhkan waktu yang lebih lama apalagi bila ada penataan ruang yang belum berkondisi dengan baik, sehingga perlu waktu untuk mengubah posisi yang dapat juga menimbulkan gaduh,

Berdasarkan pengalaman dalam pembelajaran menggunakan metode jigsaw, peneliti menemukan beberapa kelemahan model pembelajaran jigsaw sebagai berikut:
a) Jika kelas belum pernah ataupun belum terbiasa pada kesempatan pertama peneliti sebagai guru memerlukan waktu yang cukup lama untuk menanamkan pemahaman siswa terhadap langkah-langkah/urutan kerja menggunakan metode jigsaw.
b) Pengawasan yang kurang melekat terhadap semua anggota kelompok ahli memungkinkan kerja kelompok ada yang macet.
c) Membutuhkan pengajar yang kreatif.
d) Memprasyaratkan siswa punya latar belakang yang cukup untuk dapat membahas masalah yang akan didiskusikan.

2.1.2.4 Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah pembelajaran di mana siswa belajar dalam kelompok bertanggung jawab atas penguasaan materi belajar yang ditugaskan kepadanya lalu mengajarkan bagian tersebut pada anggota kelompok lain (Lembar Ilmu Pendidikan: 1999; dalam Sumarni (2010)).
Langkah-langkah pembelajaran Model Jigsaw sebagai berikut :
1) Kelas dibagi menjadi beberapa tim yang anggotanya terdiri 4 atau 5 siswa dengan karakter yang heterogen.
2) Bahan akademik disajikan dalam bentuk teks, dan setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan akademik tersebut.
3) Para anggota dari beberapa tim yang berbeda memiliki tanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bagian bahan tersebut. Kumpulan siswa semacam itu disebut kelompok „pakar¶ (expert group).
4) Selanjutnya siswa yang berada dalam kelompok semula (home teams) mengajar anggota lain mengenai materi yang telah dipelajari dalam kelompok pakar.
5) Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam home teams, para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang telah dipelajari. Dalam model jigsaw versi Slavin, pemberian skor dilakukan dengan cara tiap siswa dan tiap tim diberi skor atas penguasaannya terhadap bahan ajar, kepada siswa secara individu atau team yang memperoleh skor tinggi diberi penghargaan. Kadang beberapa atau semua team memperoleh penghargaan jika mampu meraih suatu kriteria/standar tertentu (Sugiyanto 2008:42-44).

Berdasarkan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw peneliti memperoleh gambaran dalam bentuk diagram yang disesuaikan dengan jumlah siswa kelas 4 SDN ......... Tahun pelajaran .../....
Gambar Pembentukan kelompok jigsaw adalah sebagai berikut
Gambar 2.1

2.1.3. Hasil Belajar
2.1.3.1 Pengertian Belajar
Kegiatan belajar merupakan kegiatan paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Dalam kegiatan belajar siswa di anggap sebagai objek yang harus di beri berbagai macam pengetahuan dan keterampilan agar dapat menambah pengetahuan yang dimiliki, misalnya dengan membaca, menghafal pelajaran, mengerjakan soal dan sebagainya. Pendapat ini menganggap siswa sebagai objek yang tidak diberi kesempatan mengembangkan diri atau belajar dari pengetahuan atau pengetahuan yang di peroleh. Belajar adalah suatu proses perubahan dari diri manusia itu sendiri, terbukti dengan munculnya tingkah laku baru misalnya, timbul wawasan baru dan rasa sosial yang berkembang.

Selain itu Dimyati dan Mudjiono (2006:7) menyebutkan bahwa belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks, sebagai tindakan belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar, berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan amat tergantung pada proses belajar dan mengajar yang dialami siswa dan pendidik baik ketika para siswa di sekolah maupun di lingkungan keluarganya sendiri. Contoh ptk ipa sd lengkap
Belajar merupakan suatu proses berfikir dalam menunjang perubahan tingkah laku baik dari aspek kognitif, psikomotorik maupun afektif. Belajar tidak terjadi secara spontan tetapi memerlukan waktu untuk mendapatkan hasil. Belajar tidak hanya semata-mata tekad membaca melainkan lebih dari itu yaitu melalui diskusi, mengamati sesuatu, mencoba, mempraktekkan , dan mendengarkan. Dengan belajar manusia dapat mempraktekkan hidup serta mengembangkan dirinya sendiri dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian segala yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan kesengajaan yang akhirnya dapat menambah pengetahuan, keterampilan, dan perubahan tingkah laku adalah merupakan hasil dari kegiatan belajar.

2.1.3.2 Ciri-ciri Kegiatan Belajar
Menurut Nasution (1 992:3) cir-ciri belajar ada 3 (tiga) macam yaitu : (1
1) belajar adalah aktifitas yang menghasilkan perubahan pada diri individu yang belajar, baik aktual maupun potensial.
2) perubahan itu adalah didapatkannya kemampuan baru.
3) perubahan itu terjadi karena usaha.
2.1.3.3 Unsur-unsur Belajar
Unsur-unsur belajar yang terkait dalam proses belajar menurut Nasution (1992;5) terdiri dari (1) faktor dalam meliputi fisiologis dan psikologis, (2) faktor luar meliputi lingkungan dan instrumental. Unsur-unsur belajar tersebut saling mempengaruhi satu sama lain dalam menghasilkan keluaran tertentu.

2.1.3.4 Tujuan Belajar
Menurut Gagne dalam Mulyani Sumantri dan J.Permana (2001:14) tujuan yang ingin dicapai dikelompokkan menjadi 5 (lima) yaitu :
1) kemampuan intelektual yaitu mengarah pada peningkatan kecerdasan.
2) strategi kognitif yaitu kemampuan memecahkan masalah.
3) informasi verbal yaitu berupa kata-kata, kalimat dengan belajar kita memperoleh pengetahuan /kemampuan mencari dan mengolah informasi.
4) keterampilan motorik yaitu kelincahan gerak melakukan aktivitas cepat dan tepat.
5) sikap dan nilai-nilai yaitu dapat merubah sikap dan nilai-nilai moral yang bertanggung jawab, percaya diri dan memiliki keyakinan.

Penulis menyimpulkan bahwa tujuan belajar merupakan suatu harapan yang ingin dicapai dalam kegiatan belajar. .Tujuan belajar nerupakan komponen yang sangat penting, karena suatu komponen yang ada dalam system pembelajaran yang dilaksanakan atas dasar pencapaian tujuan.Dalam usaha pencapaian tujuan belajar perlu sistem lingkungan atau kondisi belajar yang baik. Sistem belajar dipengaruhi oleh berbagai komponen yang saling mempengaruhi.

2.1.3.5 Hasil Belajar
Hasil belajar mengacu pada segala sesuatu yang menjadi milik siswa akibat dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Menurut Angkowo (2007:47) dalam Rusna Ristasa (2010:19) “Belajar adalah perubahan persepsi dan pema-haman. Perubahan persepsi dan pemahaman ini tidak selalu berbentuk perubahan tingkah laku yang diamati. Belajar akan efektif jika dilakukan dalam suasana yang menyenangkan.”
Menurut Bloom dkk dalam Sumarni (2011) tujuan atau hasil belajar digolongkan dalam tiga domain: kognitif, afektif, dan psikomotor. Pembagian hasil belajar ke dalam ketiga domain tersebut sifatnya tidak terpisah secara tegas. Artinya pada waktu mengembangkan hasil belajar kognitif tidak berarti guru tersebut tidak mengembangkan hasil belajar afektif dan psikomotor. Pembagian ini dilakukan mengingat mata pelajaran memiliki ciri-ciri tertentu yang mendapat tugas untuk mengembangkan hasil belajar tertentu pula.

2.1.4 Hubungan antara Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Hasil Belajar
Pengertian pembelajaran secara umum adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikan rupa sehingga tingkah laku siswa menjadi kearah yang lebih baik. Model pembelajaran kooperatif tipe jigasaw adalah pembelajaran dimana siswa belajar dalam kelompok dan bertanggung jawab atas penguasaan materi belajar yang ditugaskan kepadanya lalu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota kelompok lain.
Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain. Dengan demikian, “siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan” (Lie,A., 1994).
Dengan bekerjasama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang diberikan kepada kelompoknya dan materi pelajaran yang diterima dari kelompoknya maka angka ketuntasan maupun hasil belajar lebih tinggi dan lebih baik atau dikatakan hasil belajar meningkat.

2.1.5 Media Benda Asli
2.1.5.1 Pengertian Media
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari medium yang berarti perantara yang dipakai untuk menunjukkan alat komunikasi. Secara harfiah media diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan atau sebagai medium untuk perantara.
Beberapa ahli telah mengemukakan pengertian tentang media pembelajaran antara lain Gagne dan Reisen (dalam Mulyani Sumantri, 2001 : 150 ), mendefinisikan media pengajaran sebagai “ alat fisik dimana pesan – pesan instruksional dikomunikasikan”.Jadi seorang instruktur, buku cerita, pertunjukan film, atau tape recorder, dan lain – lain peralatan fisik yang mengkomunikasikan pesan instruksional dianggap sebagai media, Dalam Dinje Borman Rumumpuk (1988:6) dalam Mulyani Sumantri (2001 : 153), mendefinisikan “media pengajaran sebagai setiap alat, baik software maupun hardware yang dipergunakan sebagai media komunikasi dan yang tujuannya untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar Mulyani Sumantri (2001 : 153), menyatakan bahwa media pengajaran adalah segala alat pengajaran yang digunakan guru sebagai perantara untuk menyampaikan bahan–bahan instruksional dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan pengajaran tersebut. Contoh ptk ipa sd kelas 4 semester 2
Peneliti berpendapat bahwa media merupakan alat bantu guru dalam mengajar untuk menyampaikan pesan kepada siswa, dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan sehingga proses pembelajaran lebih jelas, menarik, menyenangkan, dan efektif dalam mencapai tujuan pebelajaran.

2.1.5.2. Tujuan Penggunaan Media
Secara umum tujuan penggunaan suatu media yaitu untuk membantu guru menyampaikan pesan-pesan secara mudah kepada siswa, sehingga siswa dapat menguasai pesan-pesan tersebut secara tepat dan akurat.
Sedangkan secara khusus media pengajaran digunakan dengan tujuan sebagai berikut:(a) Memberi kemudahan kepada peserta didik untuk lebih memahami konsep, prinsip dan keterampilan tertentu.Dengan menggunakan media yang paling tepat untuk karakteristik bahan ajar, (b) Memberi pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga lebih merangsang minat peserta didik untuk belajar; (c) Menumbuhkan sikap dan keterampilan tertentu dalam teknologi, karena peserta didik tertarik untuk menggunakan atau mengoperasikan media tertentu, (d) Menciptakan situasi belajar yang tidak dapat dilupakan peserta didik (dalam Mulyani Sumantri, 2001 : 153 ).
Peneliti berpendapat bahwa tujuan penggunaan media adalah untuk memudahkan guru dalam menyampaikan pesan dan memudahkan siswa dalam menerima pesan baik berupa konsep-konsep maupun keterampilan-keterampilan, dan sikap-sikap dalam pembelajaran.

2.1.5.3 Fungsi Media Pembelajaran
Media pembelajaran sebagai segala sesuatu yang digunakan untuk mengantarkan atau menyampaikan pesan, secara umum media berfungsi sebagai (a) alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif, (b) bagian integral dari keseluruhan situasi mengajar, (c) meletakkan dasar-dasar yang kongkrit dari konsep yang abstrak sehingga dapat mengurangi pemahaman yang bersifat verbalisme, (d) membangkitkan motivasi belajar peserta didik, (e) mempertinggi mutu proses pengajaran ( Mulyani Sumantri 2001:154 ).
Peneliti berpendapat bahwa fungsi media pengajaran yaitu sebagai alat bantu untuk memberikan stimulus dalam mewujudkan situasi pembelajaran yang efektif dan dapat membangkitkan motivasi belajar siswa, supaya dapat mempertinggi mutu proses pembelajaran.

2.2. Hasil Penelitian yang Relevan
Penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mutoharoh tahun 2009 berjudul Penggunaan Pembelajaran Kooperatif Learning Metode Jigsaw dalam Peningkatan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas 5 SDN 5 Kebumen Tahun 2008/2009. Hasil penelitian tersebut melalui pembelajaran kooperatif model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang dilakukan setiap siklus menghasilkan peningkatan hasil belajar yang signifikan.
Penelitian lain yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Sumarni dengan judul Penggunaan Model Jigsaw dan Penggunaan Media Benda Asli untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA tentang Pesawat Sederhana pada siswa Kelas 5 SDN ........., Kecamatan Poncowarno Kabupaten Kebumen Tahun 2009/2010. Hasil penelitian tersebut adalah:(1) Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan media benda asli kompetensi dasar menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan cepat mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa sebesar 52,17% dari siklus I ke siklus II; (2) Mampu meningkatkan tanggung jawab belajar siswa sebesar 56,52% dari siklus I ke siklus II; (3) Mampu memberikan tingkat penguasaan materi yang lebih baik pada hasil belajar dengan kenaikan ketuntasan belajar sebesar 34,78% dari siklus I ke siklus II.

2.3. Kerangka Pikir
Gambar 2.2 Skema Kerangka Pikir

Berdasarkan skema dapat disimpulkan bahwa (1) pembelajaran IPA tentang Gaya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media benda asli pada siswa kelas 4 SDN ......... tahun pelajaran .../... dapat meningkatkan hasil belajar, (2) dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media benda asli, tujuan pembelajaran tercapai. Contoh ptk ipa sd kelas 4 pdf 
2.3.1 Hipotesis Tindakan
Dengan memperhatikan dan merujuk beberapa pendapat, dapat disusun hipotesis tindakan sebagai berikut: (1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media benda asli diduga dapat meningkatkan keaktifan dalam mmengikuti pembelajaran IPA tentang gaya, (2),Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media asli diduga dapat meningkatkan hasil belajar IPA tentang gaya pada siswa kelas 4 SDN ......... Semester II Tahun Pelajaran .../...

CONTOH PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) UNTUK GURU SEKOLAH DASAR

BAB III
METODE PENELITIAN


3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan di kelas 4 SDN ........., UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Unit Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen. Secara geografis sekolah ini terletak di daerah ibukota kecamatan dan berhadapan dengan SMP Negeri 1 Poncowarno, dekat dengan masjid, pasar tradisional, kantor kecamatan, balai desa, Puskesmas dan kantor polisi. Jarak masing-masing tempat tersebut dengan sekolah berkisar antara 50 sampai dengan 200 meter. 
Fokus Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah kegiatan pembelajaran berupa perilaku guru dan siswa dalam berinteraksi, artinya siswa terlibat secara langsung dalam penelitian. Sehingga karakteristik siswa perlu dipahami supaya PTK berjalan sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. PTK ini dilaksanakan di kelas 4 SDN ........., UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Unit Kecamatan Poncowarno dengan jumlah siswa sebanyak 20 terdiri atas 15 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. Rentang usia berkisar antara 9 tahun sampai 12 tahun. Mayoritas siswa berasal dari keluarga petani (14 siswa), 2 siswa dari keluarga pedagang, 2 siswa dari keluarga PNS, siswa dari keluarga buruh dan 2 dari keluarga karyawan. Download ptk ipa sd Tentang keadaan fisik siswa kelas 4 semuanya baik, sehat jasmani dan rohani. Sedangkan jarak rumah dengan sekolah sangat bervariasi, yaitu berkisar antara 100 meter sampai dengan 1,5 kilometer. Mayoritas siswa berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, hanya 7 siswa yang bersepeda dan 2 siswa diantar orang tuanya menggunakan sepeda motor.
Prestasi akademik siswa pada semester satu pada umumnya cukup baik. Ham-pir semua siswa mencapai kriteria ketuntasan minimal, hanya 1 siswa yang terpaksa belum tuntas untuk beberapa mata pelajaran.
Waktu penelitian akan dilaksanakan pada semester dua tahun pelajaran 2012/ 2013 pada bulan April sampai dengan bulan Mei ... Adapun jadwal penelitian sebagai berikut : (1) Siklus I: tanggal 2 April, 4 April dan 9 April .... (2) Siklus II: tanggal 18 April, 23 April dan 2 Mei .... Pelaksanaan penelitian akan disesuaikan dengan jadwal pelajaran yang berlaku di kelas 4 SDN ...

3.2 Variabel Penelitian
3.2.1 Variabel Bebas
Variable bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Arends (dalam Sugiyanto, 2008:43) menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pertama kali dikembangkan oleh Eliot Aronson dan teman-teman dari Universitas Texsas, kemudian di adaptasi oleh Slavin dan teman-teman di Universitas Hopkins.
Pengertian model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dinyatakan pula oleh Arends dalam Sumarni, (2010) bahwa “Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang ber-tanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya.

3.2.2 Variabel Terikat
Variable terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar. Adapun devinisi hasil belajar menurut beberapa ahli diantaranya Angkowo (2007:47) dalam Rusna Ristasa (2010:19) “Belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman. Perubahan persepsi dan pemahaman ini tidak selalu berbentuk perubahan tingkah laku yang diamati. Belajar akan efektif jika dilakukan dalam suasana yang menyenangkan.”
Menurut Bloom dkk dalam Sumarni (2011) tujuan atau hasil belajar digolongkan dalam tiga domain: kognitif, afektif, dan psikomotor. Pembagian hasil belajar ke dalam ketiga domain tersebut sifatnya tidak terpisah secara tegas. Artinya pada waktu mengembangkan hasil belajar kognitif tidak berarti guru tersebut tidak mengembangkan hasil belajar afektif dan psikomotor. Pembagian ini dilakukan mengingat mata pelajaran memiliki ciri-ciri tertentu yang mendapat tugas untuk mengembangkan hasil belajar tertentu pula.

3.3 Rencana Tindakan
Konsep pokok penelitian tindakan kelas menurut Kemmis dan Mc Taggart (dalam Suharsimi Arikunto, 2010: 137) terdapat 4 tahap rencana tindakan, meliputi: perencanaan (planning), tindakan (acting), dan pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting) yang disajikan dalam bagan berikut
Gambar 3.1
Model Tindakan Kemmis dan Mc Taggart

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) direncanakan dilaksanakan melalui minimal 2 (dua) siklus. Setiap siklus meliputi empat kegiatan yaitu merencanakan, melaksanakan, observasi dan refleksi. Kegiatan diawali dengan kegiatan merencanakan. Kegiatan ini merupakan langkah pertama dalam setiap kegiatan dan menjadi acuan dalam melaksanakan tindakan. Tahap berikutnya yaitu pelaksanaan tindakan sebagai langkah yang kedua dan merupakan tindakan proses pembelajaran yang sesuai dengan perencanaan yang telah dipersiapkan. Supaya tindakan yang dilakukan dapat diketahui kualitasnya maka perlu diobservasi. Observasi ini dilakukan oleh orang lain yang selanjutnya disebut observer.
Observer penelitian tindakan kelas ini adalah teman sejawat di SDN .......... Observasi dilakukan selama proses tindakan berlangsung. Hasil observasi tersebut didiskusikan bersama observer untuk mendapatkan refleksi dari kegiatan pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan oleh peneliti. Berdasarkan pengalaman melalui observasi tersebut, maka akan dapat ditentukan apakah ada hal-hal yang perlu segera diperbaiki supaya tindakan dapat mencapai tujuan yang telah dirumuskan.

Kegiatan terakhir dalam suatu siklus adalah refleksi. Kegiatan ini dilakukan dengan cara merenungkan kembali proses pembelajaran baik mengenai kekurangannya maupun keberhasilan pembelajaran bagi siswa. Dengan demikian akan dapat diketa-hui kelemahan tindakan pembelajaran yang perlu diperbaiki pada siklus berikutnya. PTK ipa sd kelas 4 pdf
Siklus penelitian tindakan kelas tersebut perlu dirancang lebih lanjut untuk meminimalkan kelemahan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada siklus berikutnya. Sehingga secara kronologis peneliti akan dengan mudah melaksanakan perbaikan pembelajaran sesuai dengan siklus yang direncanakan yaitu melalui dua siklus.

3.4 Data dan Cara Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan berupa informasi tentang proses pembelajaran IPA tentang gaya, keaktifan siswa, dan serta kemampuan guru dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembelajaran di kelas. Data penelitian itu dikumpulkan dari berbagai sumber. Sumber data penelitian ini adalah siswa dan guru (peneliti) dalam pembelajaran.
Adapun jenis data yang akan dikumpulkan merupakan data kuantitatif berupa: hasil belajar siswa dan hasil penilaian, dan data kualitafif berupa: Respon, opini, dan pendapat siswa tentang intervensi yang diterapkan; Keaktifan dan tanggung jawab belajar siswa; Tanggapan siswa selama proses pembelajara; Tanggapan observer dalam mengamati proses pembelajaran.
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi: pengamatan, wawancara atau diskusi, kajian dokumen dan tes yang masing-masing secara singkat diuraikan sebagai berikut.
Pengamatan yang peneliti lakukan adalah pengamatan berperan serta secara aktif. Pengamatan tersebut dilakukan terhadap guru pada saat melaksanakan kegiatanpembelajaran di kelas maupun kinerja siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Pengamatan dilakukan oleh rekan sejawat yang diminta sebagai observer dengan mengambil tempat duduk paling belakang. Dalam posisi itu, observer dapat lebih leluasa dalam melakukan pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswadan guru di kelas.

Pengamatan terhadap guru difokuskan pada kegiatan guru dalam melaksanakan pembelajaran IPA tentang gaya dengan menggunakan media benda asli dalam penerapan metode jigsaw.. Pengamatan terhadap kinerja guru juga diarahkan pada kegiatan guru dalam menjelaskan materi pelajaran, memotivasi siswa, mengajukan pertanyaan dan menanggapi jawaban siswa, mengelola kelas, memberikan latihan dan umpan balik, dan melakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa. Sementara itu pengamatan terhadap siswa difokuskan pada keaktifan dan tanggung jawab belajar siswa yang ditunjukkan dengan keaktifan dan antusias siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Wawancara/diskusi dilakukan antara observer dan siswa setelah dan atas dasar hasil pengamatan di kelas maupun kajian dokumen. Wawancara/diskusi dengan siswa dilaksanakan setelah melakukan pengamatan pertama terhadap kegiatan pembelajaran dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran khususnya pembelajaran tentang gaya.

Dari hasil wawancara, kegiatan pengamatan, dan kajian dokumen yang dilakukan, identifikasi permasalahan yang ada berkenaan dengan keberhasilan pembelajaran serta faktor-faktor penyebabnya.
Kajian juga dilakukan terhadap berbagai dokumen atau arsip yang ada, seperti kurikulum, rencana pelaksanaan pembelajaran yang dibuat guru, buku atau materi pelajaran, dan nilai yang diberikan guru.
Pemberian tes dimaksudkan untuk mengukur seberapa jauh hasil yang diperoleh siswa setelah kegiatan pemberian tindakan pada setiap siklus.
3.5 Indikator Kinerja
Keberhasilan dalam perbaikan pembelajaran IPA dalam proses dan hasil belajar diukur dengan indikator-indikator. Indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa adalah peningkatan hasil belajar siswa baik secara individual maupun klasikal serta ketuntasan belajar siswa. Secara individual siswa dinyatakan tuntas belajar jika telah memperoleh nilai ~ KKM mata pelajaran IPA kelas 4 SDN ........., yaitu 70. Sedangkan secara klasikal dinyatakan tuntas belajar apabila ~ 85 % siswa dalam kelas tuntas belajar. Download ptk ipa sd Sedangkan indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan keaktifan dan motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut:(1) Keaktifan: Siswa aktif melakukan kegiatan, menemukan dan mengeluarkan gagasan/ide dalam pemecahan masalah baik pada saat melaksanakan tugas kelompok maupun individu, (2) Tanggung jawab belajar: Siswa memiliki tanggung jawab belajar yang ditunjukkan dengan rasa ingin tahu yang cukup besar, bersikap gembira dan sungguh-sungguh mempelajari bahan/materi yang harus dipelajarinya dalam kegiatan kelompok maupun pada saat mengerjakan tugas individu.

3.6 Tekhnik Analisis Data.
Teknik analisisi data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif komparatif yaitu dengan cara membandingkan data hasil belajar IPA pada kondisi awal, data hasil belajar pada siklus 1, dan data hasil belajar pada siklus II. Dari perbandingan data tersebut dilihat perubahan dan peningkatan hasil belajar IPA pada kondisi awal, siklus 1, dan siklus II dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media benda asli

CONTOH LENGKAP PTK IPA SD PDF

DAFTAR PUSTAKA


Depdikbud. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tin gkat Satuan Pendidikan SD/MI. Depdiknas : Dirjendikti.
. 2008. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. Depdiknas : Dirjendikti.
Dimyati dan Mudjiono.2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta ; Depdikbud
E. Mulyasa.2006. Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran. Bandung : Rosda Karya
Hadiat.2003. Alam Sekitar Kita 2 Jakarta:Pusat Perbukuan, Depdiknas Haryanto.2006.Sains untuk SD/MI kelas 4. Jakarta : Erlangga
Isjoni. 2009 . Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Ita Syuri dan Nurhasanah. 2011. Next Step IPA Aktif 4. Jakarta: esis
Krajcik S. Joseph, Czerniak M. Charlene & Berger Carl. 1999. Teaching Children Science (a Project – Based Aproach). Boston: McGraw-Hill College
Leo Sutrisno dkk. 2007. Pengembangan Pembelajaran IPA SD. Depdiknas : Dirjendikti.
Lie, Anita.2002. Coperative Learning. Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Grasindo
Mulyani Sumantri & Johar Permana, 2001. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Maulana
Mutoharoh.2008. Penelitian Tindakan Kelas Jakarta : Universitas Terbuka
Nur Indrianto dan Bambang Supomo. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis.Yogyakarta: Fakultas Ekonomi UGM
Noehi Nasution. 1992. Psikologi Pendidikan. Jakarta ; Depdikbud.
Rusna Ristasa, Augusta. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka
Slameto.2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta Srini M.,Iskandar.2001. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung: CV Maulana
Sugiyanto.2008. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta : UNS Press
Suharsimi Arikunto.2006. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Prakteik. Jakarta : Rineka Cipta
Sumarni.2010.Soetomo, Penelitian Tindakan Kelas. Kebumen; Puspitawarna
Tim Penyusun. .../.... Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SDN Poncowarno
Tim Penyusun. .../.... Silabus untuk Kelas 4 SDN Poncowarno
Yuli Rahmawati, 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Surakarta :.Universitas Negeri Surakarta

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH LENGKAP PTK IPA KELAS IV METODE JIGSAW

Postingan terkait: