DOWNLOAD PTK BAHASA INDONESIA SMP MEMBACA INTENSIF

DOWNLOAD PTK BAHASA INDONESIA SMP MEMBACA INTENSIF-Membaca merupakan kegiatan yang sangat penting dalam proses belajar. Daya serap membaca siswa akan menentukan hasil akhir dari proses belajar, maka siswa harus mampu memahami isi bacaan, baik yang tersurat maupun yang tersirat. Dalam hal ini guru sebagai pendidik harus menemukan jenis keterampilan membaca yang tepat dan dapat membimbing siswa untuk memahami suatu teks. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menarik minat baca siswa, sehingga guru harus kreatif untuk menciptakan program-program yang dapat menarik minat baca siswa.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan membaca intensif siswa kelas VII-B SMPN 4 ... dan mendepenelitiankan peningkatan keterampilan membaca intensif setelah menggunakan teknik OPQ RST pada siswa kelas VII SMPN 4 ....
Metode yang digunakan penelitian yakni penelitian tindakan kelas yang terdiri dari siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik OPQRST (overview, preview, question, research, summarize, dan test).ptk bahasa indonesia smp pdf
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan M aret 2017 di SMPN 4 .... Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, angket, dan tes.
Hasil penelitian ini berupa data nilai pretest, yaitu 54,23, siklus I dengan nilai 63,65, dan siklus II dengan nilai 80,96. Respon siswa terhadap pembelajaran ini sangat positif, terlihat dari peningkatan yang terjadi pada pretest, siklus I, dan siklus II. Hasil tersebut membuktikan bahwa terdapat peningkatan keterampilan membaca intensif untuk penemuan fakta dengan penggunaan teknik OPQRST pada siswa kelas VII-B SMPN 4 ... tahun pelajaran 2016/2017.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas BAHASA INDONESIA SMP yang diberi judul PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA INTENSIF UNTUK PENEMUAN FAKTA DENGAN PENGGUNAAN TEKNIK OPQRST PADA SISWA KELAS VII-B SMP NEGERI  4 ... TAHUN PELAJARAN 2016/2017". Disini akan di bahas lengkap.


PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK BAHASA INDONESIA SMP KELAS VII lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMP 053).

CONTOH LENGKAP PTK BAHASA INDONESIA SMP WORD

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Membaca merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa. Sebagai suatu keterampilan, maka kegiatan membaca ini perlu dilatih. Membaca bukan sekedar kegiatan memahami lambang, pembaca harus dapat memahami apa yang dibacanya, sehingga lambang-lambang tersebut memberikan makna bagi pembacanya. Membaca adalah kegiatan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membaca seseorang akan mendapatkan informsi. Semakin banyak membaca, maka semakin tergali informasi yang tidak diketahui sebelumnya.


Kegiatan membaca memiliki tujuan untuk menemukan informasi yang terdapat di dalam teks. Untuk menemukan informasi secara cepat dan akurat, maka siswa dapat menerapkan keterampilan membaca intensif. Download ptk bahasa indonesia smp doc Keterampilan membaca intensif merupakan hal yang perlu diterapkan pada siswa sekolah menengah, karena pada saat itu siswa mulai dikenalkan dengan istilah-istilah baru, sehingga membutuhkan pemahaman mendalam pada suatu teks. Keterampilan membaca intensif sangat mudah diterapkan di sekolah menengah dan sangat efektif untuk membantu siswa memahami isi teks.

Ketika akan menerapkan keterampilan membaca intensif, guru juga harus memberikan teknik membaca. Ada bermacam-macam teknik membaca, yang paling sering digunakan adalah teknik SQ3R. Namun pada penelitian ini, penulis akan menggunakan teknik OPQRST. Tidak jauh berbeda dengan teknik SQ3R, teknik OPQRST juga menerapkan beberapa langkah yang harus dilakukan agar kegiatan membaca menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Teknik OPQRST adalah salah satu cara efektif memahami bacaan dan mengingat dalam waktu yang lama. Diharapkan dengan menggunakan teknik OPQRST siswa tidak kesulitan lagi dalam memahami bacaan dan lebih mudah untuk menemukan informasi penting yang terdapat di dalam teks.

Keterampilan membaca merupakan keterampilan yang perlu dilatih dan tidak didapatkan secara instan Dalam penelitian ini penulis akan mengem bangkan keterampilan membaca siswa kelas VII-B SMPN 4 .... Berdasarkan hasil observasi penulis di SMPN 4 ..., penulis mengetahui bahwa keteram pilan membaca pada siswa kelas VII-B masih cukup rendah, karena siswa hanya tertarik membaca ketika ditugaskan oleh gurunya.
Siswa masih kesulitan memahami suatu teks, sehingga hanya mem baca tanpa mendapatkan pemahaman. Beberapa kegiatan sudah dilakukan oleh guru agar siswa tertarik untuk membaca, tetapi nampaknya guru belum m enem ukan metode yang tepat untuk membimbing siswa.
Berdasarkan permasalahan yang penulis uraikan, maka peneliti ingin mengetahui lebih lanjut tentang kemampuan membaca siswa SMPN 4 .... Diharapkan setelah peneliti melakukan penelitian kemampuan membaca siswa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Untuk itulah peneliti akan melakukan penelitian dengan judul “Peningkatan Keterampilan Membaca Intensif untuk Penemuan Fakta dengan Penggunaan Teknik OPQRST pada Siswa Kelas VII-B SMPN 4 ... Tahun Pelajaran 2016/2017”.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapatlah diidentifikasikan permasalahan sebagai berikut:
1. Rendahnya minat baca siswa.
2. Siswa masih kesulitan memahami suatu teks.
3. Guru belum menemukan metode membaca yang tepat bagi siswa.
C. Pembatasan Masalah
Karena terbatasnya kemampuan dan kesempatan peneliti, maka peneliti membatasi penelitian ini pada peningkatan keterampilan membaca intensif untuk penemuan fakta dengan penggunaan teknik OPQRST pada siswa kelas V III SMPN 4 ... tahun pelajaran 2016/2017. ptk bahasa indonesia SD

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah “Bagaimanakah peningkatan keterampilan membaca intensif untuk penemuan fakta dengan penggunaan teknik OPQRST pada siswa kelas VII-B SMPN 4 ... tahun pelajaran 2016/2017?”
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Mendeskripsikan kemampuan membaca intensif siswa kelas VII-B SMPN 4 ...
2. Mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca intensif setelah menggunakan teknik OPQRST pada siswa kelas VII-B SMPN 4 ....
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat, yaitu secara teoretis dan praktis.
1. Manfaat Teoretis
Manfaat teoretis penelitian ini adalah menambah pengem bangan pengetahuan membaca intensif dan untuk m engem bangkan teori OPQRST pada pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya membaca intensif dengan menggunakan teknik OPQRST.

2. Manfaat Praktis
a. Bagi Siswa
1. Siswa termotivasi dalam pembelajaran membaca.
2. Siswa dapat meningkatkan keteram pilan membaca intensif.
3. Siswa lebih mudah menemukan fakta setelah menggunakan keterampilan membaca intensif dengan teknik OPQRST. Contoh ptk bahasa indonesia smp kelas 7
b. Bagi Guru
1. Guru dapat m enggunakan teori OPQR ST pada pem belajaran m em baca intensif.
2. Guru dapat menciptakan pembelajaran membaca dengan teknik yang mudah dan menyenangkan bagi siswa.
3. Guru dapat meningkatkan minat baca siswa melalui pembelajaran yang inovatif.
c. Bagi Penulis
1. Memperkaya wawasan mengenai penggunaan teknik OPQRST pada keteram pilan membaca intensif.
2. Mengetahui adanya peningkatan keterampilan membaca intensif setelah menerapkan teknik OPQRST.
d. Bagi Sekolah
1. Upaya peningkatan kualitas guru dan siswa, sehingga mutu pendidikan dapat meningkat ke arah yang lebih baik dan maju.
2. Memberikan inovasi dalam pembelajaran, sehingga proses belajar akan lebih menyenangkan.

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) BAHASA INDONESIA SMP UNTUK KENAIKAN PANGKAT

BAB II
KAJIAN PUSTAKA


A. Landasan Teori
1. Keterampilan Membaca
Membaca adalah proses menambah khazanah dan memperdalam pengetahuan tentang sesuatu. Membaca membuat manusia menjadi pintar. Membaca tidak ada batasannya, dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Untuk menjadi maju dan sukses, tidak ada jalan lain selain banyak membaca.

Membaca merupakan kegiatan yang memberikan banyak wawasan dan pengetahuan. Wawasan dan pengetahuan tersebut tersedia dalam berbagai bidang informasi, mulai dari buku, majalah, koran, sampai kepada media informasi berupa internet. Menurut Tarigan membaca merupakan “suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis kepada pembaca melalui media kata-kata atau bahasa tulis.”

Membaca juga dapat diartikan sebagai mengeja atau melafalkan apa yang tertulis. Intinya membaca merupakan kegiatan melihat, mengeja, atau melafalkan dari apa yang dilihat pada suatu tulisan.
Membaca sebagai aspek keterampilan berbahasa, merupakan kom ponen komunikasi tulisan. Membaca di anggap sebagai salah satu aspek keterampilan berbahasa karena membaca bersifat reseptif, yakn membaca merupakan proses perubahan wujud tulisan menjadi wujud makna.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan keterampilan membaca adalah keterampilan yang melibatkan beberapa komponen yaitu pengenalan huruf dan tanda baca, korelasi tanda baca dengan unsur linguistik, dan menemukan makna dari hubungan antara huruf, tanda baca, dan unsur-unsur linguistik. Download ptk bahasa indonesia smp pdf
a. Tujuan Membaca
Membaca haruslah memiliki tujuan. Tujuan membaca sebenarnya adalah untuk memperoleh pemahaman. Antoni Ludfi Arifin mengatakan bahwa tujuan membaca ada dua, yaitu:
1. Tujuan Kreasi
Membaca yang bertujuan sebagai sarana kreasi yaitu membaca untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan dengan cara mengikat makna bacaan yang didapat menuju perubahan diri.

2. Tujuan Rekreasi
Tujuan membaca untuk rekreasi yaitu membaca sebagai sarana mencari kesenangan, hiburan. Bacaan rekreasi ini didapat dari buku-buku cerita pendek, novelette (novel pendek), novel, puisi, dan bacaan sastra lainnya.
Tujuan membaca menurut Morrow ialah:
1. Mengerti atau memahami isi/pesan yang tekandung dalam satu bacaan.
2. Mencari informasi yang bersifat:
a. Kognitif dan intelektual, yakni yang digunakan seseorang untuk menambah keilmiahannya sendiri;
b. Referensial dan faktual; yakni yang digunakan seseorang untuk mengetahui fakta-fakta yang nyata di dunia ini; dan
c. Efektif dan emosional, yakni yang digunakan seseorang untuk mencari kenikmatan dalam membaca.

Pada hakekatnya tujuan membaca itu amat bergantung dari situasi jenis bacaan, dan keterbacaan. Dalam hal ini tujuan membaca dapa dibedakan atas jenis-jenis sebagai berikut.
a. Membaca untuk meningkatkan pengenalan dari keterampilan memahami.
b. Membaca untuk belajar.
c. Membaca untuk rekreaasi.
Tujuan membaca menurut Tarigan adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan.
Sedangkan tujuan membaca menurut Anderson adalah sebagai berikut:
a. Membaca untuk menemukan atau mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan oleh sang tokoh. Membaca seperti ini disebutmembaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta¬fakta (reading for details or fact).
b. Membaca untuk mengetahui hal itu merupakan topik yang baik dan menarik, masalah yang terdapat dalam cerita, apa-apa yang dipelajari atau yang dialami sang tokoh, dan merangkumkan hal-hal yang dilakukan oleh sang tokoh (reading for main ideas).

c. Membaca untuk menemukan untuk mengetahui apa yang terjadi pada setiap bagian cerita, apa yang terjadi mula-mula pertama, kedua, dan ketiga, dan seterusnya – untuk mengetahui urutan atau susunan, organ i sasi cerita (reading for sequence or organization).
d. Membaca untuk menemukan serta mengetahui mengapa para tokoh merasakan seperti cara mereka itu, apa yang hendak diperlihatkan oleh sang pengarang kepada para pembaca, kualitas-kualitas para tokoh yang membuat mereka berhasil atau gagal. Ini disebut membaca untuk menyimpulkan, membaca inferensi (reading for inference).
e. Membaca untuk menemukan serta mengetahui apa-apa yang tidak biasa, tidak wajar mengenai seseorang tokoh, apa yang lucu dalam cerita, atau apakah cerita itu benar atau tidak benar. Ini disebut membaca untuk mengelompokkan, membaca untuk mengklasifikasikan (reading to classify).
f. Membaca untuk menemukan apakah sang tokoh berhasil atau hidup dengan ukuran-ukuran tertentu, apakah kita ingin berbuat seperti yang diperbuat oleh sang tokoh, atau bekerja seperti cara sang tokoh bekerja dalam cerita itu, hal ini disebut membaca menilai, membaca mengevaluasi (reading to evaluation).

g. Membaca untuk menemukan bagaimana caranya sang tokoh berubah, bagaimana hidupnya berbeda dari kehidupan yang kita kenal, bagaimana dua cerita mempunya persamaan, bagaimana sang tokoh menyerupai pembaca. Ini disebut membaca untuk membandingkan atau mempertentangkan (reading to compare or contrast).
Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan adalah membaca adalah untuk memperoleh informasi dari bahan bacaan, memahami isi bacaan, dan menilai kebenaran suatu gagasan isi bacaan yang ditulis oleh pengarang dalam bentuk teks.

b. Manfaat Membaca
Membaca merupakan kegiatan positif untuk mengisi waktu luang. Membaca buku disebut sebagai kegiatan positif karena memberikan banyak manfaat kepada siapa pun. Manfaat membaca adalah sebagai berikut:
1. Menambah wawasan dan pengetahuan.
2. M embaca membuat seseorang menjadi lebih pintar dan cerdas.
3. Membaca dapat dijadikan pengalaman jika suatu saat seseorang menghadapi masalah yang hampir sama.
4. Membaca dapat mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir seseorang.
Banyak manfaat yang akan didapat dari membaca. ptk bahasa indonesia smp doc Salah satunya membaca mencegah kepikunan. Dengan membaca otak selalu terasah dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Berdasarkan manfaat membaca yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa, banyak sekali manfaa yang diperoleh ketika membaca dan dapat diketahui bahwa membaca intensif memiliki tujuan kreasi, karena bertujuan untuk mendapatkan informasi.

c. Jenis-jenis Membaca
Jenis membaca memiliki beberapa macam. Berdasarkan metode atau caranya, dikenal membaca indah, membaca sekilas, dan membaca memindai. Berdasarkan tujuannya, dikenal membaca untuk hiburan, mencari informasi, dan membaca teknik.
Berkaitan dengan jenis-jenis membaca ditinjau dari bersuara atau tidaknya si pembaca ketika membaca, dapat dibagi dua, yaitu membaca nyaring dan membaca dalam hati. Kemudian membaca dalam hati dapat dibagi lagi menjadi membaca intensif dan ekstensif. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan skema di bawah ini.
Gambar 2.1

Jenis membaca menurut Subana dan Sunarti ada dua, yaitu membaca ekstensif dan intensif. Membaca ekstensif ialah membaca secara luas meliputi membaca sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin, sedangkan membaca intensif ialah studi saksama, telaah teliti, pemahaman terperinci yang dilakukan dalam kelas terhadap suatu teks yang pendek. Dari jenis-jenis membaca yang diungkapkan oleh para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa jenis membaca dapat dibagi berdasarkan metode dan tujuannya.
2. Membaca Intensif
Menurut Tarigan membaca intensif merupakan bagian dari membaca dalam hati. Membaca intensif menurut Kholid Harras, Endah, dan Titik adalah “membaca secara cepat dan akurat untuk memahami teks secara tepat dan akurat”. Dawud juga mengatakan bahwa “Membaca secara intensif dapat diartikan dengan menempuh berbagai cara yang intensif dan efektif untuk menangkap makna suatu bacaan”. Membaca informasi secara cepat dan akurat, itulah yang disebut membaca intensif.
Menurut Brooks membaca intensif adalah“studi saksama, telaah teliti, dan penanganan terperinci yang dilaksanakan di dalam kelas terhadap suatu tugas yang pendek kira-kira 2 sampai 4 halaman setiap hari.” Yang diutamakan dalam membaca intensif bukan keterampilan yang tampak melainkan hasilnya, seperti pemahaman yang mendalam dan rinci terhadap teks yang dibaca. Bahannya berupa teks singkat dan panjangnya tidak lebih dari 500 kata yang dapat dibaca dalam waktu dua menit dengan kecepatan kurang lebih lima kata per detik.

Dalam membaca intensif, seorang pembaca memperhatikan setiap detail bacaan agar tidak ada yang terlewatkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membaca intensif.
a. Pada saat membaca, mulut tidak bersuara.
b. Kepala tidak ikut bergerak mengikuti alur teks yang sedang dibaca.
c. Pada saat membaca jari tangan tidak menunjuk pada teks. Hal ini dilakukan agar mata dapat lebih berkonsentrasi pada bacaan.
Menurut Dawud ada beberapa teknik-teknik mem baca intensif, yaitu:
a. Kemampuan membaca dengan cepat
Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk memperoleh kemahiran membaca yang andal diperlukan kecepatan membaca yang memadai.

b. Kemampuan mengenali kata pengacu dan perangkai
Isi bacaan umumnya terdiri atas beberapa gagasan utama dan tiap¬tiap gagasan utama tersebut terdiri dari gagasan penjelas. Hubungan gagasan yang satu dengan gagasan lainnya itu terwujud dalam penggunaan kata-kata pengacu dan kata-kata perangkai yang tertuang dalam bacaan. ptk bahasa indonesia smp pdf 
c. Kemampuan mengenali pola paragraf
Paragraf dikembangkan berdasarkan satu pikiran utama dengan beberapa pikiran penjelas. Dalam mengembangkan pokok pikiran itu, penulis dapat melakukannya dengan mengembangkan paragraf deduktif, induktif, dan campuran. Pembaca yang baik harus mampu mengenali pola paragraf dengan cepat.
d. Kemampuan mengenali pola wacana
Pada prinsipnya, pola wacana yang perlu dikenali dan diamati mirip dengan pola pengembangan paragraf. Dalam wacana juga terdapat pokok pikiran dan pikiran penjelas.

Membaca intensif mengharuskan pembacanya untuk dapat memaham secara akurat apa yang dibaca, meringkas, menilai isi, menjelaskan, menyusun pertimbangan, bahkan menyunting penggunaan teks yang dibacanya.Tujuan membaca intensif adalah pengembangan keterampilan membaca secara detai dengan menekankan pada pemahaman kata, kalimat, pengembangan kosakata dan juga pemahaman keseluruhan isi wacana.

3. Fakta
Fakta merupakan pernyataan yang tidak terbantahkan lagi kebenarannya. Kalimat yang berisi fakta merupakan kalimat yang ditulis berdasarkan kenyataan, peristiwa, suasana yang benar-benar terjadi dan bersifat objektif. Fakta pada umumnya berisi tentang jumlah atau angka angka, nama-nama, peristiwa, hari-hari, dan tanggal yang merujuk pada kenyataan yang sebenarnya.
Menurut Nani, “fakta adalah benda atau peristiwa yang benar-benar ada atau suatu peristiwa yang sebenarnya tidak memerlukan pembuktian lagi.” Sejalan dengan pemikiran Nani, Ahmad Iskak dan Yustinah
m enyatakan bahwa “fakta adalah keadaan atau peristiwa yang merupakan kenyataan atau sesuatu yang benar-benar terjadi.” Fakta diperlukan untuk mem perkuat, membuktikan, dan mempertahankan kebenaran pendapat yang disampaikan. Fakta menunjukkan suatu kebenaran informasi, artinya ha atau peristiwa tersebut terbukti benar-benar ada.

A. Ciri-ciri kalimat Fakta
1. K enyataan
2. Informasi dari kejadian yang sebenarnya.
3. Kalimat fakta adalah kalimat yg mengedepankan fakta nyata dan hasil temuan, dan sering kali menggunakan kutipan dari berbagai sumber sebagai penguat argumen.
4. Kalimat fakta itu kejadiannya sudah terjadi dan pasti dan biasanya disertai dengan waktu kejadian
Berdasarkan pengertian fakta di atas, dapat disimpulkan bahwa fakta merupakan sesuatu yang benar-benar terjadi, biasanya fakta disertai oleh data-data yang akurat. Fakta dapat mendukung kebenaran suatu pendapat.
4. Teknik OPQRST
Teknik OPQRST merupakan salah satu cara efektif memahami bacaan secara detail dan mempertahankan kemampuan mengingat dalam waktu yang lama. Teknik ini mencakup enam langkah yaitu:
a. Overview
Pada tahap ini pembaca hanya dapat memulai dengan membaca ringkasan yang akan dibaca membaca bagian-bagian penting dari bacaan.42 Pembaca diharapkan dapat menemukan topik yang dibahas dan ringkasan isi (ide-ide penting dari apa yang dibaca).

b. M erencanakan Tujuan
Pembaca dapat merumuskan tujuan membacanya. Pembaca perlu menentukan informasi apa saja yang akan dicari dan merumuskan tujuan membacanya.
c. Bertanya
Pembaca dapat membuat pertanyaan-pertanyaan sederhana sebelum membaca sebuah buku. Pertanyaan dasar dapat berupa konsep 5W+1H. Berikut ini adalah contoh pertanyaan yang dapat dirumuskan mengenai bacaan apapun:
1. Mengenai apakah isi tulisan itu. Download ptk bahasa indonesia smp doc Seseorang harus berusaha menemukan gagasan utama tulisan itu dan bagaimana cara penulis menguraikan gagasan itu secara sistematis dalam suatu kaidah tertentu.

2. Apa yang menjadi pemikiran penulis dan bagaimana ia mengartikulasikan pikirannya. Seseorang harus mencari dasar¬dasar pemikiran dan landasan yang dipakai penulis untuk menyampaikan maksud tulisannya.
3. Seberapa pentingkah tulisan itu. Seseorang harus mengetahui apakah bacaan dapat memberikan informasi, meningkatkan pemahaman, dan mendapatkan pemahaman lebih dalam.
4. Apakah substansi tulisan itu benar semuanya atau sebagian saja. Seseorang harus mengetahui apa yang ditulis penulis sebelum memberikan penilaian.
d. Membaca
Membaca diarahkan pada pencarian informasi dari proses tinjauan awal dan pertanyaan-pertanyaan yang akan dicari jawabannya. Pada tahap ini konsentrasikan pada penguasaan ide pokok serta detail yang penting, yang mendukung ide pokok.
e. Membuat Ringkasan
Setelah membaca pembaca dapat membuat ringkasan yang memadai dari teks/buku yang dibaca. Ringkasan adalah menggabungkan ide pokok yang telah dibuat sebelumnya. Agar menjadi padu perlu ditambahkan kata, frase, atau kalimat di antara ide-ide pokok yang di gabungkan.
f. Menyusun Tes
Pada tahap ini pembaca dapat membuat pertanyaan untuk menguji pemahamannya tentang apa yang dibaca.

B. Kerangka Berpikir
Membaca adalah kunci ke gudang ilmu. Ilmu yang tersimpan dalam buku harus digali dan dicari melalui kegiatan membaca. Keterampilan membaca menentukan hasil penggalian ilmu itu. Karena itu dapat dikatakan keterampilan membaca sangat diperlukan dalam dunia modern. Membaca adalah salah satu cara dan proses belajar paling tua, paling utama serta paling mendasar dalam upaya memuliakan kehidupan manusia.
Pada tingkatan membaca lanjut terdapat berbagai masalah yang menyebabkan pembaca tidak dapat mencapai kemampuan secara maksimal. Masalah-masalah tersebut terutama yang berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan membaca tertentu, gerakan-gerakan mata, motivasi, kebiasaan, dan minat membaca.
Untuk mengatasi masalah-masalah dalam membaca, guru perlu menerapkan metode membaca intensif, agar siswa lebih mudah memahami isi bacaan. Sebagai salah satu keterampilan yang harus dikembangkan di sekolah secara khusus pengembangan keterampilan membaca intensif adalah untuk membentuk kemampuan memahami informasi secara kreatif dan kritis dalam bentuk gagasan, pendapat, pengalaman, pesan, dan perasaan secara tertulis

Teknik OPQRST dapat digunakan untuk metode membaca intensif. Teknik ini sangat mudah diaplikasikan dalam pembelajaran membaca intensif. Teknik OPQRST terdiri atas beberapa langkah, yaitu: overview, preview, question, summarize, dan test. Dengan langkah¬langkah tersebut siswa dapat menemukan informasi dengan lebih cepat.
C. Hipotesis Penelitian
Pengajuan hipotesis dalam penelitian ini adalah:
H1 : Teknik OPQRST dapat meningkatkan keterampilan membaca intensif siswa.
H0 : Teknik OPQRST tidak dapat meningkatkan keterampilan membaca intensif siswa.

CONTOH LAPORAN PROPOSAL PTK SMP BAHASA INDONESIA PDF

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


A. Desain Penelitian
Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas. Jean Mc Niff mengatakan “Penelitian tindakan kelas merupakan bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru sendiri.” Penelitian tindakan kelas dilakukan oleh guru di kelasdengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan praktik dan proses dalam pem belajaran.

Dalam penelitian tindakan kelas atau PTK, peneliti atau guru dapat melihat sendiri praktik pembelajaran. PTK merupakan suatu penelitian yang akar permasalahannya muncul di kelas dan dirasakan langsung oleh guru yang bersangkutan.
Penelitian tindakan kelas meliputi tiga unsur atau konsep, yakni sebagai berikut:
1. Penelitian adalah aktivitas mencermati suatu objek tertentu melalui metodologi ilmiah dengan mengumpulkan data-data dan dianalisis untuk menyelesaikan suatu masalah.
2. Tindakan adalah suatu aktivitas yang sengajadengantujuantertentu yang berbentuksi klus kegiatan dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu atau kualitas proses belajar mengajar.

3. Kelas adalah sekelompok siswa  yang dalam waktu yang sama menerima pembelajaran yang sama dari seorang guru.
Menurut Rochiati, penelitian tindakan kelas termasuk penelitian kualitatif meskipun data yang dikumpulkan bisa saja bersifat kuantitatif, dimana uraiannya bersifat deskriptif dalam bentuk kata¬kata. Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk meningkatkan atau memperbaiki praktik pembelajaran. Menurut Kurt Lewin penelitian tindakan kelas adalah suatu rangkaian yang terdiri atas empat tahap, yaitu:
1. Perencanaan
Kegiatan perencanaan mencakup identifikasi masalah, analisis penyebab adanya masalah, dan pengembangan bentuk tindakan sebagai pemecahan masalah. Pada tahap ini akan dilakukan langkah¬langkah perencanaan untuk memperbaiki kelemahan keterampilan membacai tensif siswa. Rencana kegiatan yang akan dilakukan adalah menyusun rencana pem belajaran membaca intensif untuk menemukan informasi, mempersiapkan instrumen penelitian berupa lembar observasi, dokumentasi, dan mempersiapkan tes. Contoh ptk bahasa indonesia smp kelas 7 

2. Pelaksanaan
Pelaksanaan penelitian dilakukan sesuai perencanaan yang sudah di buat. Tahap pertama yang dilakukan ialah menarik perhatian siswa terhadap materi yang akan diajarkan. Tahap selanjutnya adalah guru memperkenalkan teknik OPQRST dan menyuruh siswa membaca teks secara intensif dengan menggunakan teknik OPQRST. Kemudian tanyakan informasi apa saja yang didapatkan dari teks yang dibaca. Tahap yang terakhira dalah melakukan kesimpulan terhadap pembelajaran yang
dilakukan.
3. Pengamatan
Kegiatan observasi atau pengamatan dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran lengkap secara objektif tentang perkembangan proses pem belajaran. Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tes tertulis dan juga dengan menggunakan teknik wawancara terhadap siswa.

4. Refleksi
Pada tahap ini peneliti dapat menarik kesimpulan dari penelitian yang dilakukan pada siklus I. Jika penelitian siklus I yang dilakukan belum memuaskan, maka peneliti dapat merencanakan siklus II.
Penelitian tindakan kelas adalah sebuah bentuk kegiatan refleksi diri yang dilakukan oleh para pelaku pendidikan dalam situasi kependidikan untuk mem perbaiki praktik kependidikan, pemahaman tentang praktik pendidikan, situasi saat praktik tersebut dilaksanakan. Penelitian tindakan kelas memerlukan gagsan dan asumsi ke dalam praktik untuk mengkaji secara sistematis bukti yang m enantangnya (memberikan hipotesis tindakan).

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memecahkan masalah-masalah yang terdapat di dalam kelas.Hasil penelitian tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama untuk guru dan para peneliti.
B. Model PenelitianTindakanKelas
Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas, siswa bukan hanya di ajar seperti biasa dan mengerjakan LKS yang intinya mengerjakan soal-soal setelah mempelajari ringkasan, tetapi harus melakukan suatu tindakan. Siswa harus aktif bekerja melakukan sesuatu yang diarahkan oleh guru.

Adapun model penelitian tindakan kelas yang dimaksud menggambarkan adanya empat langkah, yang disajikan dalam bagan berikut ini.
Gambar 3.1

C. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian yang menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas umumnya diarahkan pada pencapaian sebagai berikut:
1. Memperhatikan dan meningkatkan kualitas isi, masukan, proses, dan hasil pembelajaran;
2. Menumbuhkembangkan budaya meneliti bagi tenaga kependidikan agar lebih proaktif mencari solusi akan permasalahan pem belajaran.
3. Menumbuhkan dan meningkatkan produktivitas meneliti para tenaga pendidik dan kependidikan, khususnya mencari solusi masalah-masalah pembelajaran;
4. Meningkatkan kolaborasi antartenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam memecahkan masalah pem belajaran.

Dengan kata lain, guru akan lebih banyak mendapatkan pengalaman tentang keterampilan praktik pembelajaran secara reflektif dan bukan bertujuan untuk mendapatkan ilmu baru dari penelitian tindakan yang dilakukannya.
Penelitian tindakan kelasmem ilikibeberapatujuan, yaitu:
1. Untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas meningkatkan profesionalisme guru, dan menumbuhkan budaya akademik di kalangan guru.
2. Peningkatankualitaspraktikpem belajaran di kelas.
3. Peningkatan relevansi pendidikan, hal ini dicapai melalui proses peningkatan proses pembelajaran.
4. Sebagai alat traning in-service, untuk melengkapi skill dan metode guru. Download ptk bahasa indonesia smp pdf
5. Sebagai alat untuk pendekatan tambahan terhadap sistem pembelajaran yang biasanya menghambat inovasi.
6. Peningkatan mutu hasil pendidikan.
7. Meningkatkan sikap profesional pendidik.
8. Menumbuh kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah.
9. Peningkatan efisiensi pengelolaan pendidikan.

Dengan tujuan tersebut penelitian tindakan kelas memang sangat baik untuk dilakukan para guru dalam memperbaiki proses pembelajaran meningkatkan kinerja guru, dan penelitian ini tidak mengganggu tugas pokok guru. Ketika melaksanakan penelitian tindakan kelas guru dapat memecahkan sendiri masalah yang dihadapinya saat proses pembelajaran.
D. Karakterisitik Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian tindakan kelas berbeda dengan penelitian formal (konvensional) pada umumnya. Penelitian tindakan kelas memiliki karakteristik sebagai berikut.
1. On the job problem oriented (masalah yang diteliti adalah masalah riil atau nyata yang muncul dalam dunia kerja peneliti atau yang ada dalam kewenangan atau tanggung jawab peneliti).
2. Problem solving oriemted (berorientasi pada pemecahan masalah).
3. Improvement-oriented (berorientasi pada peningkatan mutu).

4. Ciclic (siklus). Konsep tindakan (action) dalam PTK diterapkan melalui urutan yang terdiri dari beberapa tahap.
5. Action Oriented. Dalam PTK selalu adanya tindakan tertentu untuk memperbaiki proses belajar mengajar di kelas.
6. Pengkajian terhadap dam pak tindakan.
7. Specifics Contextual. Aktivitas PTK dipicu oleh permasalahn praktis yang dialami oleh guru dalam proses belajar mengajar.

8. Partisipatory. PTK dilaksanakan secara kolaboratif dan berm itra dengan pihak lain.
9. Peneliti sekaligus praktisi yang melakukan ref leksi.
10. Dilaksanakan dalam beberapa siklus. Satu siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
E. TempatdanWaktuPenelitian
Penelitian ini dilakukan di kelas VII-B SMPN 4 ... semester II tahun pelajaran 2016/2017, yang beralamat di Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Banten, dengan jumlah siswa 24 orang, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai bulan Februari tahun 2017. Penelitian ini di mulai dari tahap prasurvei hingga di laksanakannnya tindakan adalah empat pekan. Sebagai tahap awal di lakukan prasurvei pada pekan kedua bulan 

Januari 2017 dengan melakukan tes awal keterampilan membaca intensif pada siswa kelas VII-B SMPN 4 .... Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian tindakan. Penelitian ini akan berakhir pada minggu pertama bulan Maret.
F. SubjekPenelitian
Penelitian ini dilaksanakan dikelas VII-B SMPN 4 ... semester II tahun pelajaran 2016/2017, dengan jumlah 24 siswa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca intensif untuk menemukan informasi dengan menggunakan teknik OPQRST.

G. TeknikPengumpulan Data 
Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah:
a. Teknik wawancara
Wawancara adalah salah satu cara menggali data. Hal ini harus dilakukan secara mendalam untuk mendapatkan data yang detail dan valid. Wawancara mendalam adalah proses memperoleh keterangan untuk penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan narasumber.
b. Teknikobservasi
Observasi adalah kegiatan pengumpulan data melalui pengamatan atas gejala, fenomena dan fakta empiris yang terkait dengan masalah penelitian.
Dengan teknik ini peneliti mengamati kegiatan siswa selama di kelas. Peneliti perlu memperhatikan beberapa prinsip umum jika menggunakan teknik observasi dalam pengumpulan data. Beberapa hal yang perlu diperhatikan peneliti antara lain:
1. Aspek tingkah laku dan jenis interaksi telah ditentukan.
2. Peneliti telah menyiapkan instrument, berupa checklist.
3. Observer harus dilatih dan memahami aspek yang diobservasi.
4. Penentuan kriteria gejala yang diamati harus dapat dikontrol.
5. Validitas instrument terjamin.

c. Teknik angket
Angket adalah seperangkat pertanyaan yang disusun secara logis, sistematis, dan objektif untuk menerangkan variabel yang diteliti. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu variabel yang akan diukur dan tahu apa yang diharapkan dari responden.
d. Tekniktes
Tes ialah teknik yang digunakan untuk mengukur bakat, minat, dan keterampilan. Penggunaan teknik tes ini disesuaikan dengan masalah yang diteliti.
e. Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk memperkuat data yang diperoleh dalam observasi. ptk bahasa indonesia smp pdf  Dokumentasi yang digunakan berupa tes tertulis siswa, daftar nilai siswa, lembar observasi, dan foto saa melakukan kegiatan penelitian. Untuk memberikan gambaran secara konkret mengenai siswa.

H. TeknikAnalisis Data
Tahapan akhir penelitian adalah hasil analisis dat. Kegitan analisis ini dilaksanakan setelah sesuai dengan masalah fokus menunjukkan tidak signifikan, data. Kegiatan data terkumpul dan direduksi, penelitian.Apabila hasil analisis dalam interpretasi hasil analisis perlu dicari sumber penyebab tidak signifikannya hipotesis tersebut.
Adapun langkah-langkah analisis data yang adalah sebagai berikut :
1. Data yang diperoleh bersumber dari penelitian pertama dan kedua yang dilakukan dengan menggunakan instrumen-instrumen yang digunakan pada saat melakukan penelitian di kelas VII-B SMPN 4 ....

2. Setelah data terkum pul, peneliti mengelompokkan data tiap tindakan.
3. Setelah dilakukan pengelompokan data, lalu peneliti menentukan rata-rata hasil tes yang didapat kemudian di analisis dengan menggunakan rumus. Download ptk bahasa indonesia smp doc Tingkat keberhasilan siswa berdasarkan skor tes yang di peroleh ditetapkan dalam nilai dengan menggunakan rumus

Rumus 3.1
Selanjutnya dihitung nilai rata-rata dengan rumus :
Rumus 3.2

Kemudian peneliti mencari presentasi peningkatan nilai pretest, siklus I, dan siklus II dengan langkah-langkah berikut:
a. Mencari selisih nilai dengan rumus berikut:
b. Setelah itu peneliti mencari persentase peningkatan dengan rumus berikut:
Rumus 3.3

4. Setelah dianalisis, maka akan terlihat perbedaan antara hasil pretest, siklus I, dan siklus II, kemudian dapat disimpulkan hasil tiap tindakan serta pengambilan keputusan akan diadakan atau tidak tindakan lanjutan.

CONTOH PTK KURTILAS BAHASA INDONESIA SMP KELAS 7 WORD

DAFTAR PUSTAKA


Alek dan H.P. Ahmad. Buku Ajar Bahasa Indonesia. Jakarta: FITK Press. 2009. A rifin, A ntoni L udfi. Be A Reader. Jakarta: Gram edia. 2017.
Arikunto, Suharsimi dan Suhardjono. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. 2009.
A rik unto, Su harsi m i. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Ri neka C ipta. 2010.
Asmani, Jamal Ma’mur. Tuntunan Lengkap Metodologi Praktis Penelitian Pendidikan. Jogjakarta: Diva Press. 2011.
D aw u d, Perspektif Pembelajaran Bahasa Indonesia. M alan g: U M Press. 2008.
H arras, K holid, dkk. Membaca I. Jakarta: U niversitas Terbuka. 2007.
H idayah, A nayatul. Membaca Super Cepat. Jakarta: L aksar A ksara. 2016.
K u nan d ar. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: PT Rajawali Press. 2010.
Laksono, K isyani. Membaca 2. Jakarta: U niversitas Terbuka. 2008.
M afrukhi, dkk. Kompeten Berbahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga, 2007.
M usfiqon, H .M . Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Prestasi Pustakarya. 2016.
Olivia, Femi. Membantu Anak Punya Ingatan Super. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. 2008.
Sadikin, Asep Ganda. Bahasa Indonesia. Bandung: Facil. 2011.
Subana, M. dan Sunarti. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia. B andung: Pustaka Setia. 1998.
S u hen d ar, M E dan P i en Sup in ah. Mata Kuliah Dasar Umum Pen gajaran Ujian Keterampilan Membaca dan Keterampilan Menulis. B an dung: P ion i r Jay a. 1992.
Sum ad i r i a, A S H ar is. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. B an dung: Si m b io sa R ek atam a Media. 2011.
Susilo. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Pustaka Book Publisher. 2000 Soedarso. Speed Reading. Jakarta: Gram edia. 2004.
Tarigan, Henry Guntur. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. 1974.
W ahyudi, Johan. dan D arm iyati Zuchdi, Bahasaku Bahasa Indonesia. Solo: Platinum. 2009. W inarno. Speed Reading. Jakarta: Platinum. 2016.
W ulandari, Florentina Ratih. Dasar-dasar Informasi. Jakarta: U niversitas Terbuka. 2007. Yoni, A cep. Menyusun Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Fam ilia. 2010.

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya DOWNLOAD PTK BAHASA INDONESIA SMP MEMBACA INTENSIF

Postingan terkait: