DOWNLOAD PTK MATEMATIKA KELAS XII KOOPERATIF JIGSAW

DOWNLOAD PTK MATEMATIKA KELAS XII KOOPERATIF JIGSAW-Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw merupakan pembelajaran yang terdiri dari tim-tim belajar yang heterogen beranggotakan 4 sampai 5 orang peserta didik. Materi pembelajaran diberikan kepada peserta didik dalam bentuk teks. Setiap anggota bertanggung jawab untuk mengajari bagian tersebut kepada anggota tim yang lain. Jigsaw merupakan teknik pertukaran kelompok dengan kelompok, namun ada perbedaan penting yakni setiap siswa mengajarkan sesuatu. Tiap siswa mempelajari sesuatu, yang bila digabungkan dengan materi yang dipelajari siswa lain membentuk pengetahuan atau ketrampilan yang padu (Siberman ;2004). download ptk matematika sma

Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal dalam diskusi cukup baik. Terlihat dari hasil diskusi, hampir semua jawaban dari soal yang diberikan benar semua. Dari hasil ini, hampir semua kelompok menjawab semua soal dengan baik. Meskipun ada beberapa kelompok yang masih kesulitan dalam memahami maksud dari soal yang diberikan.
Hasil belajar siswa pada siklus 1, diperoleh jumlah siswa yang mendapat nilai minimal 70 sudah memenuhi batas tuntas yaitu 89%. Pelaksanaan Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw pada siklus 2 lebih baik. Guru sudah mampu memperbaiki kekurangan-kekurangan pada siklus 1.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas FISKA SMA yang diberi judul UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATERI INTEGRAL MATEMATIKA SISWA KELAS XII IPA.2  MA NEGERI 2 ...". Disini akan di bahas lengkap.


PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK FISIKA SMA KELAS X lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMA 049).

CONTOH TERBARU PTK MATEMATIKA DENGAN MATERI INTEGRAL KELAS XII

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Hudoyo (1998) menyatakan bahwa belajar matematika merupakan proses membangun atau mengkonstruksi konsep – konsep dan prinsip – prinsip tidak sekedar pengrojokan yang terkesan pasif dan statis namun belajar itu harus aktif dan dinamis. Hal ini sesuai dengan pandangan konstruktivis yaitu suatu pandangan dalam mengajar dan belajar, dimana siswa membangun sendiri arti dari pengalamannya dan interaksi dengan orang lain, sedangkan tugas guru adalah memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa.
Kondisi tersebut berbeda dengan pembelajaran matematika di kelas XII IPA.2 MA Negeri ..., dimana guru hanya menggunakan model pembelajaran konvensional. Model pembelajaran konvensional ini guru secara aktif memberikan materi, kemudian memberi contoh dan latihan. Disisi lain siswa hanya mendengarkan, mencatat dan mengerjakan soal yang diberikan guru, sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna dan membuat siswa kurang aktif dalam pembelajaran (Zamroni; 2003). Model pembelajaran konvensional mengakibatkan nilai siswa rendah, ini tampak dari nilai rata-rata yang dicapai oleh siswa di kelas itu, yaitu 64 dimana nilai rata-rata itu masih di bawah KKM yang ditetapkan, yaitu 70 serta batas ketuntasan yang dicapai masih jauh dibawah 75% yaitu 28% dimana 72% belum tuntas.

Berdasarkan fakta di atas maka dilakukan Penelitian Tindakan Kelas yang berjudul Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Materi Integral Matematika Siswa Kelas XII IPA.2 MA Negeri ....

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diperoleh rumusan masalah penelitian sebagai berikut apakah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa kelas XII IPA.2 MA Negeri ....
C. Tujuan
Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui model Pembelajaran Koopertif tipe Jigsaw bagi Siswa Kelas XII IPA.2 MA Negeri ....

D. Manfaat
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat sebagai bahan referensi untuk menambah pengetahuan dalam pengembangan model pembelajaran matematika dan menerapkan model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Download ptk matematika sma doc 
2. Manfaat Praktis
a. Guru
Sebagai bahan untuk memperbaiki model pembelajaran saat kegiatan belajar mengajar serta memungkinkan secara aktif dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaran.
b. Siswa
Dapat memperbaiki cara belajar siswa dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
c. Bagi sekolah
Dapat menambah wahana pembelajaran menjadi lebih variatif sehingga mampu memajukan proses pendidikan dimasa mendatang dan sebagai masukan dalam rangka memotivasi para guru untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar.

PENELITIAN TINDAKAN KELAS MATEMATIKA KELAS XII SMA WORD 

BAB II
KAJIAN PUSTAKA


A. Kajian Teori
1. Pembelajaran Kooperatif
a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif adalah suatu pola atau langkah-langkah pembelajaran tertentu yang diterapkan agar tujuan atau kompetensi dari hasil belajar yang diharapkan akan cepat dapat dicapai dengan efektif dan efisien (Suyitno;2006). Nur dan Wikandari, (2000) menjelaskan bahwa model pembelajaran kooperatif lebih mengacu pada model pengajaran, siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil saling membantu dalam belajar.
Ibrahim, dkk (2000), mengatakan bahwa model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan penting pembelajaran, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap perbedaan, dan pengembangan keterampilan sosial.

b. Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif
Karli dan Yuliariatiningsih (2002: 72) mengemukakan kelebihan model pembelajaran kooperatif, yaitu:
1) Siswa dilibatkan secara aktif dalam mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya dalam suasana belajar mengajar yang bersifat terbuka. Contoh ptk matematika sma pdf
2) Siswa dilatih berbagai sikap, nilai, dan keterampilan-keterampilan sosial untuk diterapkan dan dikembangkan dalam kehidupan di masyarakat.
3) Siswa tidak hanya sebagai obyek belajar melainkan juga sebagai subyek belajar karena siswa dapat menjadi tutor sebaya bagi siswa lainnya.
4) Siswa dilatih untuk bekerjasama, karena bukan materi saja yang dipelajari tetapi juga tuntutan untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal bagi kesuksesan kelompoknya.
5) Siswa diberi kesempatan untuk memperoleh dan memahami pengetahuan yang dibutuhkan secara langsung.

c. Jenis-Jenis Model Pembelajaran Kooperatif
Model Pembelajaran Kooperatif terdapat bermacam-macam tipe, salah satunya adalah Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw. Aqib (2008) mengatakan bahwa macam pembelajaran kooperatif adalah :
1) Students Teams – Achievement Division (STAD)
STAD merupakan kerja tim yang anggota kelompoknya heterogen dan dalam kegiatan pembelajaran tim dituntut untuk selalu melakukan perbaikan agar berhasil dalam menghadapi kuis.

2) Teams – Game – Tournament (TGT)
Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.
3) Jigsaw
Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengerjalan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya.

2. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw pertama kali dikembangkan dan diujicobakan oleh Elliot Aronson dan teman – teman di Universitas Texas, dan kemudian diadaptasi oleh Slavin dan teman – teman di Universitas John Hopkins (Sudrajat; 2008). Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw didasari oleh pemikiran filosofis “ Getting Better Together” yang berarti untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dalam belajar hendaknya dilakukan secara bersama – sama. Dalam bukunya Nur (1999) juga dijelaskan bahwa peserta didik lebih mudah menemukan dan memahami konsep – konsep yang sulit jika mereka saling mendiskusikan masalah tersebut dengan temannya.

Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw adalah suatu model belajar yang menarik untuk digunakan jika materi yang akan dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian. Hisyam Zaini dkk (2007) mengatakan kelebihan strategi ini adalah dapat melibatkan seluruh siswa dalam belajar sekaligus mengajarkan kepada orang lain.

3. Hasil Belajar
a. Pengertian Hasil Belajar
Sudjana (2009) berpendapat bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah dia menerima pengalaman belajar. Sejalan dengan Sudjana, Jihad dan Haris (2009) mengatakan bahwa hasil belajar adalah segala sesuatu yang dimiliki siswa sebagai akibat dari kegiatan belajar yang dilakukannya. Dimyati dan Mudjiono (1994), hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Dari sisi guru, adalah bagaimana guru bisa menyampaikan pembelajaran dengan baik dan siswa bisa menerimanya. Abdurrahman (1999) hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melakukan kegiatan belajar. Menurut Winkel (1989) hasil belajar adalah perubahan sikap atau tingkah laku setelah anak melalui proses belajar.

Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah tingkatan perkembangan mental yang mengukur suatu proses tentang pengambilan keputusan untuk mengukur atau menilai kemampuan diri sendiri dengan pengukuran pada tiga ranah hasil belajar yaitu kognitif, afektif, serta psikomotorik. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran kemampuan siswa dalam mengikuti program belajar dalam waktu tertentu. Hasil belajar ini sering dicerminkan sebagai nilai yang menentukan berhasil apa tidak siswa telah belajar diiringi oleh tingkah laku yang lebih baik lagi.

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Bloom dalam Sudjana (2009), mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu kognitif, motivasi, dan kualitas belajar. Menurut Slameto (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi belajar seseorang itu adalah Faktor-faktor Internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang timbul dari dalam sebagai contoh Jasmaniah yang meliputi kesehatan, cacat tubuh. Psikologis yang meliputi intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, kesiapan. Kelelahan yang juga ikut menjadi bagian dari faktor internal. ptk matematika sma pdf  Faktor Eksternal yang merupakan faktor hasil belajar yang terakhir dimana dipengaruhi oleh keadaan yang dialami di luar tempat belajar yang biasa dilihat pada, Keluarga (cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, latar belakang kebudayaan); Sekolah (metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, tugas rumah); serta Masyarakat (kegiatan siswa dalam masyarakat, teman bergaul).

Faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal (dari luar individu) adalah pencapaian tujuan belajar yang kondusif. Hal ini akan berkaitan dengan faktor dari luar diri siswa. Faktor internal yang mempengaruhi kegiatan belajar ini adalah faktor psikologis, yang meliputi motivasi, perhatian, pengamatan, dan tanggapan. Adapun faktor yang mempengaruhi adalah mendapatkan pengetahuan, penanaman konsep dan ketrampilan, dan pembentukan sikap (Sudjana; 2009).

B. Kerangka Pikir
Hasil observasi sebelumnya menunjukkan bahwa masih rendahnya hasil belajar siswa kelas XII IPA.2 MA Negeri ..., hal ini ditunjukkan dengan masih adanya siswa yang belum mencapai nilai KKM 70 sejumlah 32 siswa. Asumsi dasar yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa adalah penggunaan model pembelajaran yang didominasi dengan model pembelajaran konvensional.
Sesuai dengan hal tersebut, maka perlu diadakan suatu tindakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tindakan yang dilakukan adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang lebih variatif, salah satunya adalah model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw. Penerapan model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dalam penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas XII IPA.2 MA Negeri .... Penerapan model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dapat digambarkan dengan diagram sebagai berikut:
Gambar 2.1 Kerangka Berfikir

CONTOH LAPORAN PROPOSAL PTK MATEMATIKA SMA

BAB III
METODE PENELITIAN


A. Jenis, Waktu, Tempat Dan Subjek Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Aqib, dkk (2008), penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru melalui refleksi diri, yang bertujuan untuk menerapkan model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw secara efektif, dan efisien, sehingga dapat meningkatkan aktifitas siswa dan hasil belajar siswa.

Model pelaksanaan PTK yang digunakan adalah model Kemmis dan Taggart. Kemmis dan Taggart menjelaskan tahap-tahap penelitian tindakan yang dilakukannya secara detail. Model Kemmis dan Taggart yang dimaksud dapat dilihat dalam gambar berikut ini:
Gambar 2. Bagan model Kemmis & Taggart

Bagan tahap siklus penelitian tersebut dapat dilihat bahwa model penelitian yang dilakukan meliputi : perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Berikut pendiskripsian tahap-tahap model penelitian adalah sebagai berikut :
a. Tahap perencanaan.
Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus.Tiap siklus akan dilaksanakan sesuai dengan perbaikan yang ingin dicapai selama proses belajar mengajar. Pada tahap ini hal yang perlu dipersiapkan adalah RPP, media, instrumen penelitian, dan gambar.

b. Tahap pelaksanaan.
Kegiatan yang dilakukan pada setiap tindakan adalah dengan intervensi pelaksanaan kegiatan yang menjadi tugas guru sehari-hari. Pada tahapan ini merupakan pelaksanaan tindakan dari persiapan pembelajaran yang telah direncanakan sebelumnya. Download ptk matematika sma kelas xii Biasanya pembuatan rencana belum sepenuhnya dapat menggunakan dan memberikan gambaran tentang pelaksanaan tindakan, mungkin saja tahap pelaksanaan ada hal-hal yang terfikirkan dan akan berbeda dengan rencana. Oleh karena itu pada tahap pelaksanaan, guru dapat menggunakan intervensi atau memberikan tindakan yang belum atau tidak tercantum dalam perencanaan sebelumnya. Selanjutnya dalam upaya meningkatkan dan melihat keberhasilan dalam setiap siklus, maka selama kegiatan tindakan dilakukan pengamatan dan evaluasi.

c. Observasi.
Pada tahapan ini secara operasional adalah untuk mengenal, merekam dan mendokumentasikan segala hal yang berkaitan dengan hasil dari proses pelaksanaan tindakan ataupun dampak dari pelaksanaan tindakan tersebut. Fungsi dari observasi ini adalah untuk mengetahui apakah tindakan yang dilakukan sudah mengarah pada terjadinya tindakan perubahan kearah positif dalam kegiatan belajar mengajar.
d. Refleksi.
Data yang diperoleh lalu dianalisis untuk kemudian selanjurnya direfleksikan sebagai alat evaluasi untuk memperbaiki siklus tersebut, dan juga untuk menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian. Hasil kemudian direfleksikan, dan bila perlu merevisi kegiatan sebelumnya, apakah kegiatan yang dilakukan mengenai sasaran atau belum. Temuan yang diperoleh kemudian dijadikan acuan bagi perumusan rencana pembelajaran untuk dilaksanakan pada kegiatan selanjutnya.

2. Waktu Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dan tindakan pada penelitian ini terfokus pada rumusan masalah dan tujuan penelitian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian ini dilakukan sejak tanggal ... November ... sampai ... Desember ... Pelaksanaa siklus I dilaksanakan pada tanggal .. dan ... pada pelaksanaan siklus II dilaksanakan .., .. dan ...
3. Tempat Penelitian 
Penelitian ini dilaksanakan di MA Negeri .. tahun ajaran ../... Alasan mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan sekolah tersebut pernah menjadi tempat PPL peneliti, sehingga peneliti mengetahui keadaan siswa dan sekolah yang hendak diteliti. Subjek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kelas XII IPA.2 MA Negeri ... tahun ajaran ../.. yang siswanya berjumlah 32 orang yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan.

B. Prosedur Penelitian
1. Siklus I
Pada siklus I pembelajaran dilaksanakan dengan pokok bahasan pernyataan dan bukan pernyataan serta ingkaran, konjungsi, disjungsi, implikasi, biimplikasi dan ingkarannya. Pelaksanaan pembelajaran siklus I dilakukan dalam 3 kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut:
a. Rencana Tindakan
1) Menyusun Rencana Pembelajaran.
Pada siklus I ini disampaikan materi tentang mengenal arti integral tak tentu, menurunkan sifat-sifat integral tak tentu dari turunan, menentukan integral taktentu fungsi aljabar dan trigonometri dengan menggunakan model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw. Contoh ptk matematika sma kelas xii doc  Tujuan yang akan dicapai adalah siswa dapat mengenal arti integral tak tentu, menurunkan sifat-sifat integral tak tentu dari turunan, menentukan integral taktentu fungsi aljabar dan trigonometri. Rencana pembelajaran dikonsultasikan kepada guru yang mengajar di kelas XII IPA.2. 

2) Menyusun Alokasi Waktu.
Alokasi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran adalah 6 x 45 menit (3 x pertemuan).
3) Menyusun Lembar Kerja siswa.
Membuat lembar kerja siswa untuk materi mengenal arti integral tak tentu, menurunkan sifat-sifat integral tak tentu dari turunan, menentukan integral taktentu fungsi aljabar dan trigonometri. Kegiatan Lembar Kerja siswa dikerjakan berkelompok tiap kelompok terdiri dari 4 siswa.
4) Menyusun Lembar Evaluasi.
Membuat soal evaluasi materi mengenal arti integral tak tentu, menurunkan sifat-sifat integral tak tentu dari turunan, menentukan integral taktentu fungsi aljabar dan trigonometri sebanyak 5 soal. Soal yang diberikan adalah soal uraian yang diselesaikan siswa dengan waktu 45 menit yang dikerjakan secara individu. Soal evaluasi dikerjakan tiap berakhirnya siklus.

b. Pelaksanaan Tindakan
1) Pertemuan Pertama
Tindakan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 15 November .. melalui beberapa kegiatan sebagai berikut:
a) Kegiatan Awal
Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan awal adalah sebagai berikut guru mengucapkan salam dan mengabsen siswa, menyampaikan indikator pencapaian kompetensi, dan dilanjutkan dengan apersepsi.
b) Kegiatan Inti
i) Eksplorasi
Guru membagi siswa dalam kelompok (masing-masing 4 siswa) yang akan menjadi kelompok asal. Guru meminta siswa untuk berhitung agar nanti siswa dengan nomor yang sama akan membentuk kelompok baru yang disebut kelompok ahli.

ii) Elaborasi
Guru memberikan lembar materi yang berbeda di masing¬masing kelompok. Guru meminta siswa untuk mempelajari dan bertanggung jawab terhadap materi yang sudah diberikan. Siswa akan kembali kekelompok asal dan menjelaskan materi yang sudah dipelajarinya kepada teman. Guru membagikan soal-soal untuk didiskusikan dalam kelompok asal. Guru meminta masing-masing kelompok mempresentasikannya di depan kelas (kelompok lain memperhatikan dan mengoreksi jawaban masing-masing)
iii) Konfirmasi
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap siswa. Guru melakukan refleksi terhadap diskusi yang telah dilakukan.

c) Kegiatan Akhir
Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan dari diskusi yang baru saja berlangsung dan siswa mencatat apa yang sudah dipelajari hari ini.
2) Pertemuan Kedua
Pelaksanaan pertemuan kedua dilakukan pada hari Rabu tanggal 23 November 2010. Kegiatan yang dilakukan meliputi:
a) Kegiatan Awal
Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan awal adalah sebagai berikut guru mengucapkan salam dan mengabsen siswa, menyampaikan indikator pencapaian kompetensi, dan dilanjutkan dengan apersepsi. download ptk matematika sma 
b) Kegiatan Inti
i) Eksplorasi
Guru membagi siswa dalam kelompok (masing-masing 4 siswa) yang akan menjadi kelompok asal. Guru meminta siswa untuk berhitung agar nanti siswa dengan nomor yang sama akan membentuk kelompok baru yang disebut kelompok ahli.

ii) Elaborasi
Guru memberikan lembar materi yang berbeda di masing¬-masing kelompok. Guru meminta siswa untuk mempelajari dan bertanggung jawab terhadap materi yang sudah diberikan. Siswa akan kembali kekelompok asal dan menjelaskan materi yang sudah dipelajarinya kepada teman. Guru membagikan soal-soal untuk didiskusikan dalam kelompok asal. Guru meminta masing-masing kelompok mempresentasikannya di depan kelas (kelompok lain memperhatikan dan mengoreksi jawaban masing¬masing)

iii) Konfirmasi
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap siswa. Guru melakukan refleksi terhadap diskusi yang telah d ila ku ka n.
d) Kegiatan Akhir
Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan dari diskusi yang baru saja berlangsung dan siswa mencatat apa yang sudah dipelajari hari ini.
3) Pertemuan Ketiga
Pelaksanaan pertemuan ketiga dilakukan pada hari Kamis tanggal 24 November ... Kegiatan yang dilakukan adalah tes siklus 1

c. Observasi
Tahap observasi dilakukan bersama dengan tahap tindakan. Setiap tindakan yang dilakukan oleh siswa dan guru diamati oleh observer dengan menggunakan lembar observasi dan mengamati jalannya pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam penggunaan model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw guna mendapatkan saran dari observer.
d. Refleksi
Pada tahap ini melakukan evaluasi dari pelaksanaan tindakan pembelajaran dan diadakan analisis data untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan, sehingga dapat ditentukan apakah diperlukan siklus berikut atau tidak. Kekurangan yang terjadi pada siklus I akan diperbaiki pada siklus II

2. Siklus II
Pada siklus II pembelajaran dilaksanakan dengan pokok bahasan invers, konvers, dan kontraposisi serta penarikan kesimpulan. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II dilakukan dalam 3 kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut:
a. Rencana Tindakan
1) Menyusun Rencana Pembelajaran.
Pada siklus II ini disampaikan materi tentang mengenal integral tentu, menentukan integral tentu dengan menggunakan sifat-sifat integral dan menyelesaikan masalah sederhana yang melibatkan integral tentu dan tak tentu dengan menggunakan model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw. Tujuan yang akan dicapai adalah siswa dapat membedakan invers, konvers, dan kontraposisi serta penarikan kesimpulan. Rencana pembelajaran dikonsultasikan kepada guru yang mengajar di XII IPA.2

2) Menyusun Alokasi Waktu.
Alokasi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran adalah 6 x 45 menit (3 x pertemuan).
3) Menyusun Lembar Kerja siswa.
Membuat lembar kerja siswa untuk materi mengenal integral tentu, menentukan integral tentu dengan menggunakan sifat-sifat integral dan menyelesaikan masalah sederhana yang melibatkan integral tentu dan tak tentu. Kegiatan Lembar Kerja siswa dikerjakan berkelompok tiap kelompok terdiri dari 4 siswa
4) Menyusun Lembar Evaluasi.
Membuat soal evaluasi materi mengenal integral tentu, menentukan integral tentu dengan menggunakan sifat-sifat integral dan menyelesaikan masalah sederhana yang melibatkan integral tentu dan tak tentu sebanyak 5 soal. Soal yang diberikan adalah uraian yang diselesaikan siswa dengan waktu 45 menit yang dikerjakan secara individu. Soal evaluasi dikerjakan tiap berakhirnya siklus.

b. Pelaksanaan Tindakan
1) Pertemuan Pertama
Tindakan ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 11 Desember .. melalui beberapa kegiatan sebagai berikut:
a) Kegiatan Awal
Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan awal adalah sebagai berikut guru mengucapkan salam dan mengabsen siswa, menyampaikan indikator pencapaian kompetensi, dan dilanjutkan dengan apersepsi.
b) Kegiatan Inti
i) Eksplorasi
Guru membagi siswa dalam kelompok (masing-masing 4 siswa) yang akan menjadi kelompok asal. Guru meminta siswa untuk berhitung agar nanti siswa dengan nomor yang sama akan membentuk kelompok baru yang disebut kelompok ahli.

ii) Elaborasi
Guru memberikan lembar materi yang berbeda di masing¬masing kelompok. ptk matematika sma kelas xii doc Guru meminta siswa untuk mempelajari dan bertanggung jawab terhadap materi yang sudah diberikan. Siswa akan kembali kekelompok asal dan menjelaskan materi yang sudah dipelajarinya kepada teman. Guru membagikan soal-soal untuk didiskusikan dalam kelompok asal. Guru meminta masing-masing kelompok mempresentasikannya di depan kelas (kelompok lain memperhatikan dan mengoreksi jawaban masing-masing)
iii) Konfirmasi
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap siswa. Guru melakukan refleksi terhadap diskusi yang telah d ila ku ka n.
c) Kegiatan Akhir
Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan dari diskusi yang baru saja berlangsung dan siswa mencatat apa yang sudah dipelajari hari ini.

2) Pertemuan Kedua
Pelaksanaan pertemuan kedua dilakukan pada hari Selasa tanggal 12 Desember ... Kegiatan yang dilakukan meliputi:
a) Kegiatan Awal
Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan awal adalah sebagai berikut guru mengucapkan salam dan mengabsen siswa, menyampaikan indikator pencapaian kompetensi, dan dilanjutkan dengan apersepsi.
b) Kegiatan Inti
i) Eksplorasi
Guru membagi siswa dalam kelompok (masing-masing 4 siswa) yang akan menjadi kelompok asal. Guru meminta siswa untuk berhitung agar nanti siswa dengan nomor yang sama akan membentuk kelompok baru yang disebut kelompok ahli.

ii) Elaborasi
Guru memberikan lembar materi yang berbeda di masing¬masing kelompok. Guru meminta siswa untuk mempelajari dan bertanggung jawab terhadap materi yang sudah diberikan. Siswa akan kembali kekelompok asal dan menjelaskan materi yang sudah dipelajarinya kepada teman. Guru membagikan soal-soal untuk didiskusikan dalam kelompok asal. Guru meminta masing-masing kelompok mempresentasikannya di depan kelas (kelompok lain memperhatikan dan mengoreksi jawaban masing-masing)

iii) Konfirmasi
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap siswa. Guru melakukan refleksi terhadap diskusi yang telah dilakukan.
c) Kegiatan Akhir
Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan dari diskusi yang baru saja berlangsung dan siswa mencatat apa yang sudah dipelajari hari ini.

3) Pertemuan Ketiga
Pelaksanaan pertemuan ketiga dilakukan pada hari Rabu tanggal 13 Desember ... Kegiatan yang dilakukan adalah tes siklus 2
c. Observasi
Tahap observasi dilakukan bersama dengan tahap tindakan. Setiap tindakan yang dilakukan oleh siswa dan guru diamati oleh observer dengan menggunakan lembar observasi dan mengamati jalannya pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam penggunaan model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw guna mendapatkan saran dari observer.
d. Refleksi
Pada tahap ini melakukan evaluasi dari pelaksanaan tindakan pembelajaran dan diadakan analisis data untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal yang guru berikan. Apabila pada siklus II sudah terjadi peningkatan dan memenuhi indikator keberhasilan, maka siklus II dapat dihentikan.

3. Indikator Pencapaian
Suatu pembelajaran dinyatakan berhasil jika nilai rata-rata dan nilai dari setiap siswa diatas KKM yang telah ditentukan serta dengan batas ketuntasan minimum adalah 75%. Harapan pada siklus 1 bisa mencapai 80% dan siklus 2 naik menjadi 100% siswa tuntas. Dalam penelitian ini, nilai KKM yang ditentukan adalah 70 dan batas ketuntasan minimumnya adalah 75%. Indikator pencapaian dalam penelitian ini semua siswa mendapatkan nilai minimal 70.

C. Teknik dan Instrumen Pengambilan Data
1. Teknik Pengumpulan Data
a. Observasi
Observasi digunakan untuk mengumpulkan data melalui pengamatan terhadap subjek, yaitu mengamati dan mengetahui kegiatan guru dalam pembelajaran matematika menggunakan model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw.

b. Tes
Penelitian ini menggunakan tes sebagai alat untuk memperoleh data dengan menguji kemampuan siswa selama mengikuti pembelajaran matematika menggunakan model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw. Melalui tes tersebut digunakan untuk menguji sejauh mana perbandingan siswa mengalami perubahan hasil belajar sesudah diberi tindakan pembelajaran matematika menggunakan model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw. Contoh ptk matematika sma pdf
c. Dokumentasi
rikunto (2006:154) “dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, agenda, dan sebagainya~” Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data mengenai hasil catatan interaktif siswa, keaktifan siswa di dalam kelas, dan hasil belajar matematika siswa.
2. Instrumen pengumpulan Data
a. Lembar observasi yang terdiri dari lembar observasi kooperatif untuk guru dan siswa
b. Tes Tertulis / evaluasi (Tes siklus 1&2 tentang logika).

CONTOH LENGKAP PTK MATEMATIKA SMA

DAFTAR PUSTAKA


Abdurrahman, Mulyono. 1999. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta
Aqib, Zainal dkk. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Widya Arikunto, Suharsimi, dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara Hudoyo, H. 1998. Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: Depdikbud.
Ibrahim, Muslimin dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Jihad dan Haris. 2009. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo.
Lie, Anita. 2004. Cooperative Learning: Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.
Mardhiyah, Laila. 2010. “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Di SDN Purworejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Tahun jaran 2009/2010”. Skripsi, salatiga: FKIP UKSW
Mujiono dan Diyamti. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Nenomnanu, Jeni M. 2011. “Upaya Peningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Pokok Bahasan Persamaan Lingka ran Dengan Men ggunakan Kooperatif Tipe Jigsaw Bagi Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Efata SoE Kabupaten TTS Propinsi NTT Semester 1 Tahun jaran 2010/2011”. Skripsi, salatiga: U KSW
Nur, Muhammad, Prima Retno Wikandari. 2000. Pengajaran Berpusat Kepada Siswa dan Pendekatan Konstruktivis dalam Pen gajaran. Su ra baya: Universitas Negeri Surabaya.
Nur, Muhammad. 1999. Pengajaran Berpusat Kepada Siswa dan Pendekatan Konstruksi dalam Pengajaran. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya
Setiyani, Retno. 2011. “Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Men ggunakan Metode Kooperatif Jigsaw Pada Mata Pelajaran Siklus Akuntansi Pokok Bahasan Jurnal Khusus Kelas X Akuntansi Semester II Tahun jar 2011/2012 SMK Pelita Salatiga”. Skripsi, salatiga: U KSW
Siberman, Melvin L. 2004. Active Learning. Bandung: Nusamedia.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Bina Aksara
Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Posdakarya
Suratmi, Sri. 2010. “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Melalui Penerapan Model Cooperatif Learning Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas IV SDN Den gan Kecamatan Winong Kabupaten Pati Semester 1 Tahun Ajar 2011/2012”. Skripsi, sa latiga: U KSW
Suyitno, Am in. 2006. Dasar-Dasar dan Proses Pembelajaran Matematika. Semarang: FMIPA UNNES
Winkel, W. S. 1989. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: G ra media.
Zaini, Hisyam dkk. 2007. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: CTSD(Center for Teaching Staff Development)
Zamroni. 2003. Paradigma Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta: Bigraf Publishing
Harminingsih. 2011. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar. Tersedia: http://labarasi.wordpress.com/2011/04/19/faktor-yang-mempengaruhi¬hasil-belajar/ (10 Mei 2012)
http://www.untukku .com/artikel-untukku/pengertian-pembelajaran-kooperatif-untukku.html (1 Juni 2012)
http://www.artikelbagus.com/2011/06/ kelebihan-dan-kelemahan-model.html (5 Juni 2012)
Sudrajat, Achmad. 2008. Kooperatif Learning tehnik Jigsaw. http://achmad sudrajat.wordpress.com
Sunartombs. 2011. Faktor yang mempengaruhi hasil Belajar. Tersedia: http://sunartombs.wordpress.com/2011/10/10/fa ktor-ya ng¬mempengaruhi-hasil-belajar/ (17Mei 2012)

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya DOWNLOAD PTK MATEMATIKA KELAS XII KOOPERATIF JIGSAW

Postingan terkait: