CONTOH LENGKAP PTK SEJARAH KELAS XI WORD

CONTOH LENGKAP PTK SEJARAH KELAS XI WORD-Hasil belajar mata pelajaran IPS khususnya sejarah, sebelum diadakan penelitian pada siswa kelas XI.IPS.1 SMAN ... Kota ... relatif rendah. Hasil yang diperoleh siswa secara rata-rata masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan oleh kurikulum yaitu 7,5. Kenyataan tersebut terbukti dari setiap hasil ulangan harian yang dilakukan dua kali, nilai rata-rata masih di bawah 6,5. Dari jumlah 40 siswa pada ulangan pertama dengan materi Revolusi besar dunia diperoleh hasil 21 siswa memperoleh nilai diatas 7,5 dan 29 siswa mendapat nilai dibawah 7,5. Pada pelaksanaan ulangan kedua dengan materi yang sama diperoleh hasil tidak jauh jauh berbeda yaitu 13 siswa memperoleh nilai di atas 7,5 dan 27 siswa memperoleh nilai dibawah 7,5, dengan nilai rata-rata 6,0 - 6,8. ptk sejarah sma pdf

Berdasarkan pengamatan sementara, penyebab rendahnya hasil belajar sejarah siswa kelas XI.IPS.1 SMAN ... Kota ... dikarenakan proses pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan pendekatan yang dilakukan belum tepat. Pembelajaran masih berorientasi pada guru dan cara yang digunakan masih ekspasitorik yaitu sebagian besar waktu mengajar untuk ceramah, memberikan informasi, menjelaskan dan demonstrasi seadanya, hanya sebagian kecil waktu belajar digunakan untuk kegiatan siswa.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas SEJARAH SMA yang diberi judul UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS SEJARAH MATERI REVOLUSI BESAR DUNIA MELALUI METODE 3M (MEMBACA, MENULIS PERTANYAAN DAN MENJAWAB PERTANYAAN) PADA SISWA KELAS XI.IPS.1 SMAN .. KOTA ... TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ". Disini akan di bahas lengkap.


PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK SEJARAH SMA KELAS XI lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMA 050).

DOWNLOAD PTK IPS SEJARAH SMA TERBARU

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Belum meningkatnya hasil belajar sejarah siswa kelas XI.IPS.1 SMAN ... Kota ... dimungkinkan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu dari pendidik (guru), peserta didik (siswa), media pembelajaran, lingkungan dan sebagainya. Kurangnya motivasi belajar dari siswa, kurangnya media pembelajaran dan proses pembelajaran guru yang belum didesain secara kreatif yang berorientasi pada siswa, menyebabkan hasil belajar sejarah masih rendah.
Hampir sebagian besar materi pada mata pelajaran sejarah berupa pengertian atau hafalan, sehingga membuat peserta didik merasa jenuh atau membosankan. Kondisi ini perlu diatasi agar siswa selama pembelajaran di kelas lebih aktif, berpikir kritis dan tidak pasif. Download ptk sejarah sma terbaru

Untuk itu peneliti mencoba menerapkan metode 3M (Membaca, Menulis pertanyaan dan Menjawab pertanyaan) dengan pendekatan diskusi kooperatif. Pendekatan pembelajaran ini lebih mendorong siswa untuk aktif, berpikir kritis, bertanggung jawab, berkomunikasi dengan teman, dan memupuk kepercayaan diri, sehingga diharapkan hasil pembelajaran sejarah meningkat, dan nilai mencapai standar yang ditentukan oleh sekolah. 
B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang tersebut di atas, masalah pembelajaran sejarah ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Nilai mata pelajaran sejarah rendah, dari siswa 40 yang telah memenuhi KKM baru 32,5%.
2. Perlu menggunakan metode 3M (Membaca, Menulis pertanyaan dan Menjawab pertanyaan) dalam meningkatkan hasil belajar sejarah
3. Melalui metode 3M (Membaca, Menulis pertanyaan dan Menjawab pertanyaan) dapat meningkatkan hasil belajar sejarah
4. Melalui tugas 3M (Membaca, Menulis pertanyaan dan Menjawab pertanyaan) dapat meningkatkan tanggung jawab dan kepercayaan diri siswa
5. Faktor-faktor yang menyebabkan hasil belajar sejarah rendah.

C. Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini, peneliti membatasi permasalahan pada upaya untuk peningkatan hasil belajar sejarah melalui tugas 3M (Membaca, Menulis pertanyaan dan Menjawab pertanyaan) dengan pendekatan diskusi kooperatif pada siswa kelas XI.IPS.1 SMAN ... Kota ... tahun pelajaran 2015/2016.
Untuk menghindari perbedaan persepsi pada penelitian ini, maka perlu adanya batas permasalahan yaitu:
1. Hasil belajar adalah penilaian yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui
kemajuan belajar siswa, mendiagnosa kesulitan belajar, memberikan umpan balik/perbaikan proses belajar mengajar dan penentuan kenaikan kelas
2. Sejarah adalah rekonstruksi masa lalu tentang apa saja yang mudah
diperkirakan, dikatakan, dirasakan, dan dialami oleh orang
3. Metode adalah cara teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan sesuatu kegiatan guru mencapai tujuan yang teratur.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
Apakah melalui metode 3M (Membaca, Menulis pertanyaan dan Menjawab pertanyaan) dengan pendekatan diskusi kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar sejarah pada siswa kelas XI.IPS.1 SMAN ... Kota ... ?

E. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Tujuan umum
Untuk mengetahui apakah melalui metode 3M (Membaca, Menulis pertanyaan dan Menjawab pertanyaan) dengan pendekatan diskusi kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar sejarah.
2. Tujuan khusus
Untuk meningkatkan:
a. Hasil belajar siswa dengan menggunakan metode 3M (Membaca, Menulis pertanyaan dan Menjawab pertanyaan)
b. Siswa memenuhi KKM mencapai 85%.

F. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Manfaat teoritis
Yaitu mendapat pengetahuan baru sebagai dasar penelitian selanjutnya.
2. Manfaat praktis
Penelitian ini bermanfaat bagi:
a. Bagi siswa
1) Tumbuhnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran
2) Meningkatkan hasil belajar siswa khususnya mata pelajaran sejarah
3) Meningkatkan keterampilan siswa dalam bergaul dengan lingkungan dan sesama temannya
4) Meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar. Contoh ptk sejarah sma kurikulum 2013
b. Bagi guru
1) Mengetahui strategi pembelajaran yang bervariasi untuk memperbaiki dan meningkatkan pembelajaran sejarah
2) Tumbuhnya motivasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran yang bermutu
3) Diperolehnya strategi pembelajaran yang tepat untuk mata pelajaran sejarah
4) Mendapat pengalaman belajar (learning experience) baru yang tidak keseharian sifatnya.
c. Bagi sekolah
1) Meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran sejarah
2) Tumbuhnya iklim pembelajaran siswa aktif di sekolah.

CONTOH PTK IPS KURTILAS SMA KELAS XI 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 


A. Landasan Teori
1. Pembelajaran sejarah
Belajar merupakan suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai-nilai sikap. Perubahan itu bersifat secara konstan dan berbekas perubahan tingkah laku yang relative tetap yang terjadi karena latihan dan pengalaman (Winkel, 2004: 59).
Menurut Ensiklopedi Indonesia (1980: 434-435) belajar (learning) diartikan sebagai perubahan yang terjadi pada tingkah laku potensial yang secara relatif tetap dianggap sebagai hasil dari pengamatan latihan. Atas perumusan ini ditentukan:
a. Tingkah laku potensia, dipergunakan untuk membedakan pengertian belajar dan prestasi
b. Perubahan yang secara relatif tetap dimaksudkan untuk membedakan dengan perubahan tingkah laku lain yang sifatnya sementara, seperti perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh karena kelelahan atau pemuasan kebutuhan yang sifatnya sementara

c. Latihan, dimaksudkan karena perubahan tingkah laku, dapat juga terjadi bukan sebagai hasil belajar (latihan), melainkan karena proses kematangan alamiah yang terjadi dengan wajar dan semestinya ptk sejarah sma pdf
d. Pengamatan, merupakan istilah teknis yang dicantumkan dalam perumusan belajar, oleh karena belajar dianggap mengandung pemberian hadiah dan hukuman.
Sedangkan belajar menurut ahli Cranbach (1954) seperti yang dikutip dalam (Tumisem, 2008: 55) adalah proses perubahan tingkah laku dari tidak tahu menjadi tahu. Perubahan tingkah laku tersebut terjadi akibat pengalaman yang dialami individu setelah melakukan interaksi dengan lingkungan.

2. Hasil belajar
Keberhasilan proses belajar yang dialami oleh seseorang, tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhinya, baik yang berasal dari luar diri individu maupun yang berasal dari dalam diri individu yang bersangkutan. Faktor yang berasal dari dalam individu menurut Butler dalam (Tumisem, 2008: 256) adalah motivasi, organisasi, partisipasi, konfirmasi, pengulangan dan aplikasi. Adapun yang berasal dari luar diri individu dapat dari bahan ajar, pengajar ataupun lingkungan tempat dia belajar. Untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal maka diperlukan perpaduan yang seimbang dari individu dan luar individu.

Sri Rukmini dkk (1993: 60) menyebutkan bahwa hasil belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:
a. Faktor yang berasal dari individu yang sedang belajar
Faktor yang terdapat dalam individu dikelompokkan menjadi:
1) Faktor psikis, antara lain kognitif, afektif, psikomotor, campuran kepribadian
2) Faktor fisik, antara lain indera, anggota badan, kelenjar tubuh, syaraf dan organ-organ dalam tubuh.
Faktor psikis dan fisik ini keadaannya ada yang ditentukan oleh faktor keturunan, ada yang oleh faktor lingkungan, dan ada yang ditentukan oleh faktor keturunan maupun lingkungan.
b. Faktor yang berasal dari luar individu
Guru harus memperhatikan perbedaan individu dalam memberi pelajaran kepada mereka. Supaya dapat menangani sesuai dengan kondisi peserta didiknya untuk menunjang keberhasilan belajar, karena faktor  faktor yang mempengaruhi belajar peserta didik satu dengan lainnya sangat berbeda.

Secara garis besar klasifikasi hasil belajar terbagi menjadi tiga ranah, yaitu:
a. Ranah kognitif
Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek yaitu pengetahuan, ingatan, pemahaman aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.
b. Ranah afektif
Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri lima aspek yaitu penerimaan, jawaban, atau reaksi, penilaian, organisasi dan internalisasi.
c. Ranah psikomotoris
Ranah psikomotoris berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotorik, yaitu gerakan refleks, keterampilan gerak dasar, kemampuan persektual, keharmonisan atau ketepatan, gerakan keterampilan kompleks, dan gerakan ekspresif dan interpretatif.
Di antara ketiga ranah tersebut, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru di sekolah karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran (Nana Sudjana, 1991: 23). 

4. Metode 3M (Membaca, Menulis Pertanyaan, dan Menjawab Pertanyaan)
Metode adalah cara teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan sesuatu kegiatan guru mencapai tujuan yang teratur. Metode pembelajaran sebagai cara dalam menyajikan (menguraikan, memberi contoh, dan memberikan pelatihan), materi pembelajaran kepada peserta didik untuk mencapai kompetensi tertentu. Metode pembelajaran biasa diistilahkan sebagai metode instruksional yang berfungsi sebagai cara dalam penyajian (menguraikan, memberi contoh, dan memberikan pelatihan) materi pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu (Tumisem, 2008: 7).
Metode membaca adalah cara yang diterapkan penulis terhadap peserta didik untuk memahami materi yang disampaikan guru. Klein dkk (dalam Farida Rahmi, 2005: 3) mengemukakan bahwa membaca merupakan suatu proses. Download ptk sejarah sma pdf Maksudnya adalah informasi dari teks, dan pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca yang mempunyai peranan yang utama dalam membentuk makna. Proses membaca merupakan perlakuan yang komplek, yang dimiliki dua komponen kemahiran mengenal atau mengecam perkataan dan kemahiran memahami apa yang dibaca (Marehaini Yusuf, 1989).

Metode menulis adalah cara yang digunakan penulis untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menyusun dan mengkomunikasi gagasan. Menulis, menurut Takala (dalam Achmadi, 1990) adalah suatu proses menyusun, mencatat, dan mengorganisasi makna dalam tataran ganda, bersifat interaktif dan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan sistem tanda konvensional yang dapat dibaca. Dari batasan di atas dapat disampaikan sejumlah unsur yang menyatu dalam kegiatan menulis, antara lain: 1) penulis, 2) makna atau ide yang disampaikan, 3) batasan atau sistem tanda konvensional sebagai medium penyampaian ide, 4) pembaca sasaran (target reader), 5) tujuan (sesuatu yang diinginkan penulis terhadap gagasan yang disampaikan pada pembaca, 6) adanya interaksi antara penulis dan pembaca lewat tulisan tersebut. Berdasarkan unsur-unsur di atas menulis, adalah kegiatan menyusun dan mengkomunikasikan gagasan dengan medium bahasa yang dilakukan penulis kepada pembaca sehingga terjadi interaksi antara keduanya demi tercapainya suatu tujuan.

Proses belajar dengan menulis pertanyaan tentang hal baru akan lebih efektif jika si pembelajar dalam kondisi aktif bukannya reseptif. Salah satu cara untuk menciptakan kondisi pembelajaran seperti ini adalah dengan menstimulir siswa untuk menyelidiki atau mempelajari sendiri materi pembelajarannya. Strategi sederhana ini akan menstimulasi pengajuan pertanyaan, yang mana merupakan kunci belajar. Menurut John Holt dalam (Melvin L. Silberman, 2011: 26) proses belajar akan meningkat jika siswa diminta untuk melakukan hal-hal berikut yaitu mengemukakan kembali informasi dengan kata-kata mereka sendiri.
Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat memabca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu (Tarigan, 1985: 21). Tujuan utama menulis adalah untuk berkomunikasi secara tidak langsung. Menulis sangat penting bagi pendidikan karena memudahkan para pelajar berpikir dan menolong kita berpikir secara kritis.

Metode yang ketiga adalah menjawab pertanyaan sendiri. Pada tahap ini disusun strategi bertanya untuk mendorong siswa untuk menjawab pertanyaan sendiri. Menjawab adalah memberi jawaban atas pertanyaan atau kritik, membalas, menyahuti, memenuhi atau menanggapi (KBI, 2003: 463).
5. Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan paham konstruktivisme. Konstruktivisme berpandangan bahwa pengetahuan diperoleh langsung oleh peserta didik berdasarkan pengalaman dan hasil interaksi dengan lingkungan sekitar. Dalam proses pembelajaran ini lebih ditekankan pada model belajar kolaboratif dengan kata lain, peserta didik belajar dalam kelompok tidak seperti pada pembelajaran konvensional, bahwa peserta didik belajar secara individu. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. ptk sejarah sma doc Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang terdiri dari siswa dengan berbagai aktivitas dan bekerja sama dalam kelompok kecil untuk mencapai satu tujuan yang sama.

Sedangkan menurut (Muslimin Ibrahim, 2006: 6) unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif meliputi:
a. Setiap anggota kelompok beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama
b. Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya seperti miliki mereka sendiri
c. Siswa harus melihat bahwa anggota di dalamnya memiliki tujuan yang sama
d. Siswa harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompok
e. Siswa akan dievaluasi dan diberi penghargaan secara berkelompok
f. Siswa berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk dapat belajar bersama selama pembelajaran
g. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individu tentang materi yang dipelajari dalam kelompok.

Sedangkan Johnson dan Johson (1984) mengemukakan empat elemen dasar dalam pembelajaran kooperatif yang juga merupakan ciri-ciri belajar kooperatif adalah 1) adanya saling ketergantungan secara positif, 2) adanya interaksi tatap muka secara langsung, 3) adanya akuntabilitas individu, dan 4) adanya keterampilan menjalin hubungan interpersonal. Keempat elemen dasar dalam pembelajaran kooperatif yang dikemukakan Johnson dan Johnson diuraikan oleh Scott (1992: 31) sebagai berikut:
a. Saling ketergantungan positif, untuk mensukseskan pembelajaran secara kooperatif, siswa harus memiliki persepsi “berenang atau tenggelam bersama”
b. Adanya interaksi tatap muka secara langsung
Dalam pembelajaran kooperatif, siswa belajar dengan saling bertatap muka, berhadapan dan berinteraksi secara langsung, dengan demikian siswa harus mengembangkan komunikasi yang efektif dan efisien.
c. Adanya akuntabilitas (tanggung jawab individu)
Setiap anggota dalam kelomopk harus mempelajari materi secara tuntas.
d. Adanya keterampilan menjalin hubungan interpersonal
Dalam pembelajaran kooperatif keterampilan sosial seperti tenggang rasa, bersikap sopan terhadap teman, mengkritik ide orang lain, berani mengemukakan pendapat dan mempertahankan pendapat (ide) serta berbagai keterampilan sosial lainnya.

B. Kerangka Berpikir
Pembelajaran melalui metode 3M (Membaca, Menulis pertanyaan, dan Menjawab pertanyaan) menurut siswa terlibat secara aktif, menurut siswa merencanakan konsep dan mengkomunikasikannya serta memotivasi untuk berpikir kritis dalam proses sosial dengan siswa lain.
Kemampuan membaca, menulis, dan menjawab adalah kemampuan dsar yang perlu dimiliki seorang siswa. Dengan memiliki kemampuan yaitu mendapat informasi dari bacaan, dapat melukiskan atau menggambarkan dengan menggunakan lambang-lambang dapat mengapresiasikan kemampuannya melalui tanggapan yang disampaikan. Dengan kemampuan awal tersebut diharapkan siswa mampu menyampaikannya lagi melalui tulisan atau dalam bentuk komunikasi dengan orang lain.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka guru harus pandai dalam menentukan suatu model pembelajaran, sebab keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas. Salah satu model pembelajaran yang akan dipakai dalam penelitian ini adalah 3M (Membaca, Menulis pertanyaan, dan Menjawab pertanyaan) dengan pendekatan cooperative learning. 

C. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir seperti uraian di atas, hipotesis tindakan dalam pengembangan pembelajaran ini adalah sebagai berikut: melalui pembelajaran dengan metode 3M (Membaca, Menulis pertanyaan, dan Menjawab pertanyaan) dengan pendekatan diskusi kooperatif hasil belajar siswa kelas XI.IPS.1 SMAN ... Kota ... dapat meningkat.

CONTOH LAPORAN PROPOSAL PTK IPS KELAS XI Pdf

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


A. Setting Penelitian
1. Tempat penelitian
Penelitian dilakukan di kelas XI.IPS.1 SMAN ... Kota ... tahun pelajaran 2015/2016.
2. Waktu penelitian
Penelitian dilakukan pada semester I tahun pelajaran 2015/2016.

B. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI.IPS.1 SMAN ... Kota ... tahun pelajaran 2015/2016, dengan jumlah 40 siswa, dengan rincian 18 siswa laki¬laki dan 22 siswa perempuan.
C. Sumber Data
Sumber data yang dipakai untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah:
1. Siswa kelas XI.IPS.1 merupakan subjek penelitian oleh karena itu dipakai sebagai sumber data utama/sumber data primer
2. Guru yang mengajar di kelas XI.IPS.1
Guru yang mengajar di kelas XI.IPS.1 dipakai sebagai sumber data pendukung/ sekunder dan pengamatan teman sejawat/observer terhadap pembelajaran guru.

D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
1. Teknik pengumpulan data
Teknik yang dipakai untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah:
a. Observasi (pengamatan)
Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang lain, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga objek¬objek alam yang lain. Contoh ptk sejarah doc
Sutrisno Hadi dalam (Sugiyono, 2010: 203) mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.
Observasi pada penelitian ini dilakukan terhadap aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi dan dibantu observer (teman sejawat).
b. Dokumentasi
Dokumentasi adalah pengumpulan/pemberian bukti atau keterangan seperti gambar, kutipan atau bahan referensi (KBI, 2003: 272).
Pada penelitian ini dokumentasi yang digunakan laporan hasil tertulis tentang prestasi belajar siswa, data kelas XI.IPS.1 dan keadaan siswa. Selain itu mengambil foto pada saat proses pembelajaran berlangsung.

2. Alat pengumpulan data
Alat yang dipakai untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah:
a. Dokumentasi nilai ulangan harian dan nilai ulangan tengah semester
b. Lembar observasi/pengamatan selama siswa melakukan kegiatan pembelajaran di kelas
c. Lembar soal tes tertulis.
E. Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi, catatan lapangan, dan menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2010: 335).
Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan antara nilai tes awal (kondisi awal) dengan nilai tes dari siklus-siklus yang dilakukan, sejauh mana perkembangan dan peningkatan terjadi. Peningkatan terjadi akan ditampilkan dalam bentuk persentase, tabel, dan grafik sederhana yang dapat mendukung deskripsi.

F. Prosedur Penelitian
Prosedur dalam pelaksanan penelitian ini menggunakan model spiral dari Kemmis dan Taggart yang dikembangkan oleh Stephan Kemmis dan Robin Mc. Taggart yang dikutip oleh Sukardi (2004: 214) yang terdiri atas dua siklus dan masing-masing siklus menggunakan empat komponen tindakan, yaitu: merencanakan (planning), melakukan tindakan (action), mengamati (observe), dan refleksi (reflection). Contoh ptk sejarah sma kurikulum 2013
Penelitian tindakan kelas menurut Kemmis dan Taggart seperti dikutip Rochiati Wiriatmadja (2006: 66) seperti pada gambar berikut:
Gambar 3.1

Prosedur yang akan ditempuh dalam penelitian ini ada empat langkah yaitu:
1. Perencanaan (planning)
Pada tahap perencanaan tindakan yang dilakukan adalah penerapan pembelajaran dengan metode 3M (Membaca, Menulis pertanyaan, dan Menjawab pertanyaan). Beberapa persiapan yang dilakukan dalam tahap perencanaan adalah:
a. Menentukan pokok bahasan yang akan dijadikan bahan pembelajaran
b. Menyiapkan lembar observasi aktivitas siswa
c. Mempersiapkan sarana dan media pembelajaran berupa lembar kerja siswa
d. Peneliti melakukan diskusi dengan teman sejawat untuk menyamakan persepsi
e. Menyiapkan tustel/kamera untuk membantu observasi.

2. Tahap pelaksanaan tindakan (action)
Pelaksanaan tindakan dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan dan setiap siklus dilakukan assesment terhadap perkembangan pembelajaran.
a. Siklus 1
Meneliti hasil pekerjaan siswa dengan pemberian tugas 3M (Membaca, Menulis pertanyaan, dan Menjawab pertanyaan).
b. Siklus II
Meneliti hasil pekerjaan siswa setelah diberi tugas 3M (Membaca, Menulis pertanyaan, dan Menjawab pertanyaan) dan diskusi kooperatif.

3. Observasi (observe)
Observasi dilakukan melalui pemantauan terhadap pelaksanaan dan hasil tindakan dengan menggunakan tustel/kamera, lembar observasi yang telah disiapkan.
Observasi terhadap aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang dimaksudkan agar dapat mengetahui respon siswa terhadap mata pelajaran sejarah.
Cara evaluasi yang digunakan untuk mengolah hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa yang memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah dengan menggunakan rumus prosentase sebagai berikut:
Rumus 3.1

4. Refleksi (reflection)
Dari hasil evaluasi selanjutnya dilakukan analisis terhadap proses yang mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan respon/ partisipasi siswa terhadap pembelajaran sejarah Kolonialisme dan Imperialisme. Download ptk sejarah sma pdf Peneliti dan teman sejawat kemudian melakukan diskusi untuk melihat beberapa kelebihan atau kekurangan selama pelaksanaan action.

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) IPS SEJARAH doc

DAFTAR PUSTAKA


Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Perubahan Perilaku dan Hasil Belajar. Jakarta: Bina Aksara.
Arikunto Suharsimi. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Depdiknas. 2003. Proses Belajar dan Hasil Belajar. Jakarta: Gramedia.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Ibrahim Muslimin, dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Kuntowijoyo. 1995. Pengertian Ilmu Sosial. Yogyakarta: Yayasan Benteng Indonesia.
Lie Anita. 2004. Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Jakarta: PT. Gramedia.
Moedjono. 1986. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Ngalim Purwanto. 1990. Cara-cara Belajar yang Baik. Jakarta: Balai Pustaka.
Silberman L. Melvin. 2011. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Jakarta: Nusamedia.
Sudirjo Radik Utoyo. 1983. Perang Kemerdekaan, 1945-1950. Jakarta: Almanak RI.
Sudjana Nana. 1996. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Sunardi. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Salatiga: Widya Sari Press.
Wiriaatmadja Rochiati. 2006. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH LENGKAP PTK SEJARAH KELAS XI WORD

Postingan terkait: