CONTOH PTK BIOLOGI SMA KELAS XI METODE TGT

CONTOH PTK BIOLOGI SMA KELAS XI METODE TGT-Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Subyek penelitian adalah peserta didik kelas XI-IPA3 di SMA Negeri 1 .............  pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012 dengan jumlah peserta didik sebanyak 34 orang. Prosedur penelitian terdiri dari 4 tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pada tahap perencanaan disusun skenario pembelajaran dan menyiapkan perangkat pembelajaran. Indikator hasil belajar pada penelitian berupa tercapainya ketuntasan belajar secara individual dan klasikal.
Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: dokumentasi, wawancara, observasi, tes, dan LKS (Lembar Kerja Siswa). Data hasil pengamatan dan tes diolah dengan analisis deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian keberhasilan tiap siklus dan untuk menggambarkan keberhasilan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament). ptk biologi sma pdf

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) dalam meningkatkan hasil belajar Biologi peserta didik kelas XI-IPA3 SMA Negeri 1 ............. pada materi pokok jaringan tumbuhan adalah langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) yang diaplikasikan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat langkah-langkah proses pembelajaran yang bercirikan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) yakni penyajian materi oleh guru, kelompok, game, turnamen, penghargaan kelompok, dan pemberian evaluasi di akhir pemelajaran. 2) Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik khususnya pada materi pokok jaringan tumbuhan yang ditandai dengan peningkatan pada siklus I nilai rata-rata 58,47 dengan ketuntasan belajar 59,5%, meningkat menjadi 71,47 dengan ketuntasan belajar 81,63% pada siklus II, dan pada siklus III meningkat menjadi 92,9 dengan ketuntasan belajar 93,9%.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas BIOLOGI SMA yang diberi judul UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) PADA MATERI POKOK JARINGAN TUMBUHAN KELAS XI-IPA3 DI SMA NEGERI 1 ...TAHUN AJARAN 2011/2012". Disini akan di bahas lengkap.



PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK BIOLOGISMA KELAS XI lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMA 043).

DOWNLOAD LENGKAP PTK BIOLOGI SMA METODE TERBARU

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Salah satu tujuan kurikulum tingkat satuan pendidikan dalam mata pelajaran biologi SMA adalah memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, objektif, terbuka, ulet, kritis dan dapat bekerjasama dengan orang lain. Dimana dari tujuan tadi diharapkan hasil belajar peserta 
Menyadari peran penting guru, maka satu orang guru di SMA Negeri 1 ............. dibantu oleh seorang mahasiswa sebagai peneliti mencoba melakukan refleksi terhadap pembelajaran biologi di kelas XI-IPA3 pada materi pokok jaringan tumbuhan dengan melihat hasil belajar pada tahun sebelumnya. Dari refleksi tersebut disimpulkan bahwa hasil pembelajaran biologi pada materi pokok jaringan tumbuhan relatif masih rendah. Rendahnya kualitas hasil belajar peserta didik pada materi pokok jaringan tumbuhan ditunjukkan oleh fakta¬fakta sebagai berikut.

Berdasarkan hasil wawancara, diperoleh informasi bahwa model pembelajaran yang digunakan masih sangat monoton dan kurang berfariasi. Peneliti menduga model pembelajaran inilah yang menjadi salah satu penyebab rendahnya hasil belajar Biologi peserta didik kelas XI-IPA3 pada materi pokok jaringan tumbuhan di SMA Negeri 1 .............. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan belajar peserta didik pada semester I tahun ajaran 2008/2009 dan tahun ajaran 2009/2010 yang belum mencapai target 85%. Contoh ptk biologi sma pdf Dimana kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan sekolah adalah 65, jadi dapat dikatakan bahwa nilai tersebut berada di bawah standar ketuntasan yang diharapkan. 

Salah satu tipe dalam pembelajaran kooperatif yang dianggap peneliti dapat memotivasi peserta didik untuk berperan aktif dan juga menyenangkan dalam proses belajar mengajar adalah model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament).7 Karena dalam metode TGT terdapat unsur permainan. Dimana dunia anak sangat berdekatan dengan unsur permainan. Sebagaimana kata Ratna Megawati bahwa bermain adalah wahana yang penting bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan dan emosinya. Mengekspresikan adalah hal yang sangat penting bagi anak untuk mengeksplorasikan seluruh kemampuannya. Dimana dalam bermain, anak juga bisa terus belajar dengan perasaan yang gembira.
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti berkeinginan untuk mengadakan suatu penelitian tindakan kelas dengan judul ”UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) PADA MATERI POKOK JARINGAN TUMBUHAN KELAS XI-IPA3 DI SMA NEGERI 1 .............  TAHUN AJARAN 2011/2012.”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams GamesTournament) dalam meningkatkan hasil belajar Biologi peserta didik kelas XI-IPA3 SMA Negeri 1 ............. pada materi pokok jaringan tumbuhan?
2. Apakah hasil belajar Biologi peserta didik kelas XI-IPA3 SMA Negeri 1 ............. pada materi pokok jaringan tumbuhan dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament)?

C. Penegasan Istilah
Untuk lebih memperjelas judul diatas serta untuk menghindari dari kesalahan dalam memahami judul Penelitian ini, maka penulis perlu membatasi istilah yang berkaitan dengan pembahasan tersebut. Adapun tujuannya agar asumsi yang akan muncul nanti dapat diartikan secara tepat, antara lain :
1. Upaya meningkatkan
Menurut kamus bahasa indonesia, meningkatkan adalah menaikkan atau menambahkan yaitu yang asalnya tidak tahu menjadi tahu. Jadi upaya meningkatkan adalah suatu usaha untuk menaikkan, dimana dalam Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan hasil belajar Biologi peserta didik.
2. Hasil Belajar.
Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar mengajar.
Adapun hasil belajar yang penulis maksud dalam Penelitian ini adalah hasil belajar biologi pada materi pokok jaringan tumbuhan kelas XI-IPA3 melalui pembelajaran kooperatif tipe TGT di SMA NEGERI 1 ............. .

3. Biologi
Biologi adalah ilmu hayat, ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang mahluk hidup. Kata Biologi berasal dari bahasa Yunani, bios = hidup dan logos = ilmu. Jadi Biologi adalah cabang ilmu pengetahuan alam (IPA) atau sains yang mempelajari khusus tentang seluk beluk kehidupan. 12 Cakupan kajian biologi yang akan dibahas khusus pada materi pokok jaringan tumbuhan.
4. Model Pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament)
Model pembelajaran adalah suatu pola atau langkah-langkah pembelajaran tertentu yang diterapkan agar tujuan atau kompetensi dari hasil belajar yang diharapkan akan cepat dapat dicapai dengan lebih efektif dan efisien.
TGT (Teams Games Tournament) adalah suatu teknik pembelajaran yang sama seperti STAD kecuali satu hal: TGT menggunakan turnamen akademik, dan menggunakan kuis-kuis dan sistem skor kemajuan individu, di mana para peserta didik berlomba sebagai wakil tim mereka dengan anggota tim lain yang kinerja akademik sebelumnya setara seperti mereka.
5. Materi pokok jaringan tumbuhan.
Sesuai kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), Materi pokok jaringan tumbuhan merupakan salah satu materi pokok dalam mata pelajaran biologi kelas XI-IPA3 tingkat menengah atau Madrasah Aliyah (SMA/MA) yang diajarkan pada semester ganjil. Diantaranya meliputi macam-macam jaringan tumbuhan, struktur xylem dan floem, dan organ pertumbuhan. Download ptk biologi sma kelas xi
Maksud dari uraian diatas adalah suatu usaha untuk meningkatkan hasil belajar Biologi pada materi pokok jaringan tumbuhan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) di SMA Negeri 1 ..............

D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:
1. Bagi peserta didik
Peserta didik akan selalu aktif dalam proses pembelajaran Biologi, sehingga akan berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik khususnya pada materi pokok jaringan tumbuhan.
2. Bagi guru
Diharapkan melalui hasil penelitian ini guru akan mengetahui model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran. Selain itu guru dapat memperbaiki, meningkatkan kinerja dan profesionalnya sebagai guru.
3. Bagi sekolah
Sebagai masukan dalam rangka memperbaiki kegiatan pembelajaran dan hasil belajar Biologi di sekolah.
4. Bagi peneliti
Agar memiliki pengetahuan yang luas tentang model pembelajaran dan memiliki keterampilan untuk menerapkan khususnya dalam pembelajaran Biologi.

BAB II
LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Landasan Teori
1.Belajar,  Pembelajaran dan Hasil Belajar
a. Belajar
Ada beberapa definisi belajar telah dikemukakan oleh beberapa ahli antara lain:
1) Gagne (1977), belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi peserta didik demikian rupa, sehingga perbuatannya berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi.
2) Hilgard dan Bower (1975), belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalaman.

3) Morgan (1978), belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan/pengalaman.
Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu perubahan tingkah laku seseorang yang terjadi melalui latihan atau pengalaman berbagai aspek baik fisik maupun psikis. Belajar yang berlangsung pada manusia berlangsung seumur hidup, kapan saja, dan di mana saja, baik di sekolah, di jalan, bahkan di sawah sekalipun. Download proposal ptk biologi sma doc

b. Pembelajaran
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pembelajaran adalah proses, cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Untuk lebih jauh dalam mendalami pembelajaran, maka di bawah ini akan dijelaskan beberapa definisi pembelajaran menurut para ahli, antara lain:
1) Prof. Dr. Sukintaka
Pembelajaran mengandung pengertian, bagaimana para guru mengajarkan sesuatu kepada peserta didik, tetapi di samping itu juga terjadi peristiwa bagaimana peserta didik mempelajarinya. Jadi, di dalam suatu peristiwa pembelajaran terjadi dua kejadian secara bersama, ialah pertama, ada satu pihak yang memberi dan kedua, pihak lain yang menerima. Oleh sebab itu, dalam peristiwa tersebut dapat dikatakan terjadi proses interaksi edukatif.

Dalam sistem dan proses pendidikan manapun, guru tetap memegang peranan penting. Para peserta didik mungkin belajar sendiri tanpa bimbingan guru yang mampu mengemban tugasnya dengan baik. Kendatipun dewasa ini konsep CBSA telah banyak dikumandangkan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar di sekolah, namun guru tetap menempati kedudukan tersendiri. Pada hakikatnya para peserta didik hanya mungkin belajar dengan baik jika guru telah mempersiapkan lingkungan positif bagi mereka untuk belajar.7 Sesuai kata pepatah bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Dimana perjuangan dari seorang guru tidak dapat dilihat langsung oleh mata, tapi mempunyai makna yang sangat berarti bagi peserta didiknya.

c. Hasil Belajar
1) Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Seseorang dikatakan berhasil dalam pembelajaran, jika orang tersebut berhasil mencapai tujuan¬tujuan pembelajaran atau tujuan-tujuan instruksional.
Para pakar pendidikan dan psikologi mendefinisikan belajar sebagai hasil adalah perwujudan hasil yang dicapai setelah kegiatan pembelajaran. Beberapa pakar membahas pengertian belajar sebagai hasil yang dihubungkan dengan masalah-masalah yang tumbuh dalam kegiatan pembelajaran.

2) Tipe Hasil Belajar
Benjamin S. Bloom mengklasifikasikan pengertian hasil belajar menjadi tiga, antara lain: bidang kognitif (penguasaan intelektual), bidang afektif (berhubungan dengan sikap dan nilai), dan bidang psikomotor (kemampuan atau keterampilan bertindak atau berperilaku). Ketiganya tidak berdiri sendiri, tapi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan ketiganya harus nampak sebagai hasil belajar peserta didik di sekolah.

Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku secara keseluruhan yang dimiliki seseorang. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut perubahan tingkah laku kognitif, afektif dan psikomotorik. Maka hasil belajar bukan hanya penguasaan pengetahuan, tetapi juga kecakapan dan ketrampilan dalam melihat, menganalisis dalam memecahkan masalah, membuat rencana dan mengadakan pembagian kerja, dengan demikian aktifitas dan produksi yang dihasilkan dalam aktifitas belajar ini mendapat penilaian.
3) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Pada pembahasan awal telah disinggung bahwa belajar merupakan suatu proses. Sebagai suatu proses sudah barang tentu ada yang diproses dan hasil dari suatu proses. ptk biologi sma pdf Ada tidaknya hasil dari suatu proses tersebut tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar antara lain:
a) Faktor Internal
Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik. Faktor ini meliputi dua aspek yaitu aspek fisiologis (yang bersifat jasmaniah) dan aspek psikologis (yang bersifat rohaniah).
b) Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri peserta didik. Faktor ini berkaitan dengan lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat, faktor pendekatan belajar. 

2. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
a. Model Pembelajaran
Model pembelajaran adalah suatu pola atau langkah-langkah pembelajaran tertentu yang diterapkan agar tujuan atau kompetensi dari hasil belajar yang diharapkan akan cepat dapat dicapai dengan lebih efektif dan efisien.
Beberapa syarat yang digunakan untuk mencapai hasil belajar dengan cepat, efektif dan efisien dalam pemilihan model pembelajaran, antara lain:
1) Ada penemunya.
2) Ada tujuan yang akan dicapai.
3) Ada tingkah laku yang spesifik.
4) Ada lingkungan yang perlu diciptakan. 

b. Pembelajaran Kooperatif
1) Pengertian
Istilah pembelajaran kooperatif dalam pengertian bahasa Inggris dikenal dengan cooperative learning. Cooperative learning berasal dari kata cooperative yang artinya mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu satu sama lainnya sebagai satu kelompok atau satu tim.
Cooperative learning is a complex instructional procedure that requires conceptual knowledge. David mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan prosedur pembelajaran yang bersifat kompleks yang membutuhkan pengetahuan konseptual.
Banyak ahli juga yang mengemukakan tentang pembelajaran kooperatif, antara lain:
a) Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen).
b) Dalam kelas kooperatif peserta didik belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang peserta didik yang sederajat tetapi heterogen, kemampuan, jenis kelamin, suku/ras, dan satu sama lain saling membantu.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran kelompok yang membagi peserta didik dalam beberapa kelompok kecil dengan kemampuan yang heterogen.
2) Tujuan
Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif membutuhkan partisipasi dan kerjasama dalam kelompok pembelajaran. Tujuan utama dalam model pembelajaran kooperatif adalah agar peserta didik dapat belajar secara berkelompok bersama teman-temannya dengan cara saling menghargai pendapat dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan gagasannya dengan menyampaikan pendapat mereka secara berkelompok.

3) Karakteristik
Ada tiga konsep sentral yang menjadi karakteristik dalam pembelajaran kooperatif, antara lain:
a) Penghargaan kelompok
Pembelajaran kooperatif menggunakan tujuan-tujuan kelompok untuk memperoleh penghargaan kelompok. Penghargaan kelompok diperoleh jika kelompok mencapai skor di atas kriteria yang ditentukan. Keberhasilan kelompok didasarkan pada penampilan individu sebagai anggota kelompok dalam menciptakan hubungan antar personal yang saling mendukung, saling membantu dan saling peduli.
b) Pertanggungjawaban individu
Keberhasilan kelompok tergantung dari pembelajaran individu dari semua anggota kelompok. Pertanggungjawaban tersebut menitikberatkan pada aktivitas anggota kelompok yang saling membantu dalam belajar. Adanya pertanggungjawaban secara individual juga menjadikan setiap anggota siap untuk menghadapi tes dan tugas-tugas lainnya secara mandiri tanpa bantuan teman sekelompoknya.
c) Kesempatan yang sama untuk mencapai keberhasilan
Pembelajaran kooperatif menggunakan metode scoring yang mencakup nilai perkembangan berdasarkan peningkatan prestasi yang diperoleh peserta didik dari yang terdahulu. Dengan menggunakan metode scoring ini setiap peserta didik baik yang berprestasi rendah, sedang, atau tinggi sama-sama memperoleh kesempatan untuk berhasil dan melakukan yang terbaik bagi kelompoknya. 

2) Komponen TGT
Ada 5 komponen utama dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT, antara lain:
a) Presentasi kelas (penyajian kelas)
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini peserta didik harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu peserta didik bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.

b) Kelompok (team)
Peserta didik dibagi menjadi sejumlah tim beranggotakan 2 hingga 8 peserta didik. Setiap tim mempunyai anggota yang heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. ptk biologi sma kelas xi doc 
c) Game
Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang kontennya relevan yang dirancang untuk menguji pengetahuan peserta didik. Kebanyakan game hanya berupa nomor-nomor pertanyaan yang ditulis pada lembar yang sama. Seorang peserta didik mengambil sebuah kartu bernomor dan harus menjawab pertanyaan sesuai nomor yang tertera pada kartu tersebut.
d) Turnamen
Turnamen adalah sebuah struktur di mana game berlangsung. Biasanya berlangsung pada akhir minggu atau akhir unit, setelah guru memberikan presentasi di kelas dan tim telah melaksanakan kerja kelompok terhadap lembar kegiatan.
e) Team recognize (penghargaan kelompok)
Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40.
Pemberian hadiah bisa mendorong kepada peserta didik untuk belajar dan menambah keinginan mereka untuk mendapat tambahan pendidikan dan pengajaran. Bentuk
hadiah tersebut antara lain pujian yang baik dan imbalan. Dengan pujian yang baik akan mendorong dan menguatkan mental dari peserta didik. Kemudian dengan imbalan berupa materi, maka peserta didik akan berambisi untuk meraihnya.

3. Materi Pokok Jaringan Tumbuhan
a. Jaringan tumbuhan
Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi sama dan terikat oleh bahan antar sel membentuk satu kesatuan.
Berdasarkan sifatnya, jaringan tubuh tumbuhan dibedakan menjadi dua, yaitu:
1) Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan muda yang terdiri dari sekelompok sel-sel tumbuhan yang aktif membelah.
Ciri-ciri jaringan meristem antara lain berdinding tipis, banyak mengandung protoplasma, vakuola kecil, ukuran selnya kecil, mempunyai nukleus yang relatif besar, kaya akan sitoplasma, selnya berbentuk kuboid atau prismatis.

2) Jaringan Permanen.
Jaringan permanen adalah jaringan yang sudah mengalami diferensiasi.
Ciri-cirinya antara lain dinding selnya sudah mengalami perubahan, bentuk sel-selnya relatif permanen, umumnya tidak melakukan pembelahan lagi, memiliki rongga sel besar.
b. Organ pada tumbuhan
1) Akar.
Akar merupakan tempat masuknya air dan garam mineral dari tanah menuju ke seluruh bagian tumbuhan. Bagian paling ujung dilindungi oleh kaliptra, berfungsi sebagai penentu arah pertumbuhan akar sesuai dengan pengaruh gaya gravitasi bumi. Dibelakang nya ada titik tumbuh, yakni sel-sel meristematis yang selalu membelah. Dibelakang nya lagi ada sekumpulan sel-sel besar yang memanjang. Kemudian dibelakang nya lagi terdapat sel-sel yang berdiferensiasi membentuk protoderma dan prokambium. 

Gb.2.2 Morfologi Akar.

2) Batang
Batang merupakan bagian tumbuhan yang berada di permukaan tanah. Berfungsi sebagai tempat duduk daun, sarana lintasan air, mineral dan makanan antar bagian tumbuhan yaitu antar akar, batang dan daun.
3) Daun.
Daun merupakan bagian tumbuhan yang biasanya berbentuk lembaran pipih, berwarna hijau.
a) Struktur
Daun yang lengkap mempunyai bagian-bagian berupa pelepah daun (folius), tangkai daun (petiolus), dan helai daun (lamina). Berdasarkan susunan atau struktur tertentu, daun dapat dikelompokkan sebagai berikut:
(1) Bentuk helaian daun dapat dikelompokkan sebagai berikut: Bagian terlebar di tengah helaian daun, Bagian terlebar di bawah tengah daun, Bagian terlebar di atas tengah daun, Bagian daun sama lebar.
(2) Bentuk ujung daun, dapat dibedakan menjadi: Runcing, Meruncing, Membulat, Rompang, Terbelah, Berduri.
(3) Tepi daun, dibedakan menjadi: Rata, Bergerigi, Bergigi, Beringgit, Berombak.
(4) Susunan tulang daun, dibedakan menjadi: Menyirip, Menjari, Melengkung, dan Sejajar. 

Gb. 2.3 Daun.

4) Bunga
Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Download ptk biologi sma kelas xi  Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu.
Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik). Bunga yang tidak demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga. Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:
a) Kelopak bun ga(calyx)
b) Mahkota bunga(corolla)
c) Benang Sari(pistillum)
d) Putik(stament).

Gb. 2.4 Bagian-bagian bunga sempurna :

4. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT pada Materi Pokok Jaringan Tumbuhan.
Untuk memahami materi jaringan tumbuhan, peneliti menggunakan media pembelajaran kooperatif tipe TGT yang terdiri dari beberapa tahap, antara lain:
a. Mengajar
Guru menyampaikan materi jaringan tumbuhan. Diharapkan peserta didik bisa benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan oleh guru, karena akan membantu peserta didik untuk bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok.
b. Belajar Tim
Setelah penyajian materi selesai, Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Di mana masing-masing kelompok terdiri dari anggota yang heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Kemudian guru memberikan handout materi jaringan tumbuhan pada masing-masing kelompok. Salah satu fungsi dari pembentukan kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman sekelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat turnamen. Masing-masing kelompok diberikan LKS (Lembar Kerja Siswa) yang berisi soal-soal jaringan tumbuhan. Peserta didik mengerjakan pada lembar yang tersedia, dan jika ada anggotanya yang belum paham, maka anggota lain yang sudah paham harus mengajarinya.

c. Game
Dalam turnamen ini terdapat 2 game, antara lain:
1) Game I
Berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh semua kelompok. Masing-masing kelompok diberi beberapa kartu, kartu tersebut digunakan untuk menulis jawaban. Pertama guru membacakan soal, kemudian peserta didik menulis jawaban dan langsung diserahkan pada guru. Hal ini berlanjut sampai pertanyaan yang disampaikan guru selesai.
Setelah game selesai, guru dan peneliti menghitung jumlah nilai dari masing-masing kelompok. Bagi 3 kelompok yang mendapat nilai tertinggi akan maju dalam game yang kedua.
2) Game II
Guru menyampaikan pertanyaan, yang akan dijawab oleh kelompok secara berebutan. Bagi kelompok yang bisa menjawab, maka akan mendapatkan skor untuk kelompoknya.

d. Turnamen
Turnamen merupakan tempat di mana permainan berlangsung. Pertanyaan-pertanyaan game yang digunakan diambil dari materi jaringan tumbuhan. Kemudian setelah diadakan turnamen, dilakukan tes evaluasi pada masing-masing individu.
e. Penghargaan tim
Penghargaan tim diberikan pada kelompok yang mendapat skor rata-rata paling tinggi atau melebihi rata-rata kriteria yang telah ditetapkan.

B. Kajian Pustaka
Kajian pustaka merupakan penelusuran pustaka berupa buku, hasil penelitian, karya ilmiah ataupun sumber lain yang dijadikan penulis sebagai rujukan atau perbandingan terhadap penelitian yang penulis laksanakan.
Pertama, Penelitian yang disusun oleh Mau’udatun (Nim: 05310383) pada tahun 2009, mahasiswa didik IKIP PGRI Semarang yang berjudul “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta didik Dalam Pembelajaran Matematika Standar Kompetensi Lingkaran Pada Peserta didik Kelas VIII A Semester II MTs Matholi’ul Jali Bonang Demak Tahun Pelajaran 2008/2009”. Contoh ptk biologi sma pdf Hasil evaluasi dari penelitian siklus I menunjukkan nilai rata-rata peserta didik secara klasikal mencapai 69,48 dengan ketuntasan belajar 62,0% sehingga belum memenuhi indikator. Kemudian pada siklus II nilai rata-rata peserta didik secara klasikal mencapai 73,79 dengan ketuntasan belajar 93,1 0%.hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) mampu meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas VIII A Semester II MTs Matholi’ul Jali Bonang Demak Tahun Pelajaran 2008/2009.

Kedua, Penelitian karya Supiyanto (NIM: 03310157), mahasiswa didik IKIP PGRI Semarang yang berjudul “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe (TGT) Team Games Tournament Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Sub Pokok Bahasa Jajar Genjang Kelas VII A Semester II MTs Bahrul Ulum Temuroso Guntur Demak Tahun Pelajaran 2006/2007”. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan Supiyanto, menunjukkan bahwa ada peningkatan terhadap hasil belajar peserta didik dalam setiap siklus. Hasil penelitian siklus I menunjukkan nilai rata-rata peserta didik secara klasikal mencapai 79,2% dengan ketuntasan belajar 7 1,6% sehingga belum memenuhi indikator. Kemudian pada siklus II nilai rata-rata peserta didik secara klasikal mencapai 91,67% dengan ketuntasan belajar 79,37%.

Ketiga, Penelitian yang berjudul “Studi Komparatif Model Pembelajaran Antara Kooperatif Tipe STAD, TGT dan Ekspositori Pada Materi Pokok Bangun Ruang Kelas VIII Tahun Ajaran 2004 ”. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan mengkomparasikan metode STAD, TGT dan Ekspositori. Dalam penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT lebih efektif jika diterapkan pada materi tersebut.
C. Hipotesis Tindakan
Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) dapat meningkatnya hasil belajar peserta didik kelas XI-IPA3 SMA Negeri 1 ............. pada mata pelajaran Biologi khususnya pada materi pokok jaringan tumbuhan.

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:
1. Format skenario model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) dalam meningkatkan hasil belajar Biologi peserta didik kelas XI-IPA3 SMA Negeri 1 ............. pada materi pokok jaringan tumbuhan.
2. Upaya peningkatan hasil belajar Biologi peserta didik kelas XI-IPA3 SMA Negeri 1 ............. pada materi pokok jaringan tumbuhan melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament).

B. Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu penelitian direncanakan pada semester I (satu) tahun ajaran 2011/2012. Penulis akan menggunakan waktu penelitian selama 2 bulan yaitu bulan agustus s/d september. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 ..............
C. Subyek Penelitian
Subyek yang akan di teliti adalah peserta didik yang mendapat pembelajaran jaringan tumbuhan kelas XI-IPA3 SMA Negeri 1 .............. Alasan peneliti mengambil sampel peserta didik kelas XI-IPA3 SMA Negeri 1 ............. adalah:
a. Model pembelajaran biologi pada materi pokok jaringan tumbuhan di MA
NU Nurul Huda masih monoton dan kurang bervariasi.
b. Hasil belajar pada materi pokok jaringan tumbuhan masih di bawah kriteria ketuntasan minimal ( KKM ) yang ditentukan untuk mata pelajaran biologi di SMA Negeri 1 ............. adalah 65.

D. Metode Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa cara yaitu:
a. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip nilai, notulen, agenda dan sebagainya.1
Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan catatan-catatan, seperti transkip nilai dan data tentang keadaan peserta didik dan guru di SMA Negeri 1 ............. .
b. Metode Wawancara
Wawancara adalah alat pengumpulan informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan lisan untuk dijawab secara lisan pula. Metode ini digunakan untuk memperoleh dan melengkapi data-data yang belum diperoleh dari dokumentasi.

c. Metode Observasi
Menurut S. Margono, observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada penelitian mengenai tingkah laku dengan mengamati individu atau kelompok secara langsung.
Ada beberapa jenis observasi dalam penelitian, antara lain observasi terbuka, observasi terfokus, observasi terstruktur, observasi sistematik. Dari keempat jenis observasi tersebut, penulis akan menggunakan observasi terbuka. Observasi terbuka adalah apabila sang pengamat atau observer melakukan pengamatannya dengan mengambil kertas pensil, kemudian mencatat segala sesuatu yang terjadi di kelas. Download proposal ptk biologi sma doc 
Dengan menggunakan metode ini, penulis secara langsung dapat mengetahui tentang gejala atau peristiwa yang diamati, seperti prosesbelajar mengajar Biologi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, keadaan peserta didik, keadaan guru, dan lain-lain.

d. Metode Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. 5 Metode ini digunakan untuk memperoleh hasil belajar peserta didik baik secara individu maupun kelompok.
Penilaian kelas dalam penelitian ini dilakukan dengan tes tertulis (paper & pen). Tes tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespons dalam bentuk menulis jawaban, tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain, seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan sebagainya.6 Adapun bentuk soal tes tertulis yang penulis gunakan adalah soal dengan mensuplai jawaban singkat atau pendek.
e. Lembar Kerja Siswa (LKS)
Lembar Kerja Siswa berisi latihan soal yang dibuat peneliti dan guru sebagai refleksi terhadap pemahaman peserta didik selama pembelajaran biologi yang disajikan oleh guru.

E. Metode Penelitian
Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan, dan terjadi dalam sebuah kelas.
Penelitian tindakan ini berbentuk kolaboratif, dimana penulis bekerjasama dengan guru mata pelajaran Biologi. Guru bertindak sebagai penyaji (yang berinteraksi secara langsung dengan peserta didik ketika di lapangan) dan peneliti sebagai mitra guru yang mengobservasi lapangan.
Prosedur penelitian tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri 4 tahapan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.

Gb. 3.1. siklus penelitian tindakan kelas.

F. Metode Analisis Data
Data hasil pengamatan dan tes diolah dengan analisis deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian keberhasilan tiap siklus dan keberhasilan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) pada materi poko jaringan tumbuhan.
Apabila datanya telah terkumpul, maka data diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu kuantitatif yang berbentuk angka-angka dari hasil belajar dan data kualitatif yang dinyatakan dengan kata-kata atau simbol yang berasal dari wawancara dan observasi. Data kualitatif dianalisis secra deskriptif (prosentase, tabel, dan grafik). Data kualitatif yang berbentuk kata-kata, tingkah laku peserta didik, kalimat, ekspresi peserta didik, dan kemampuan kognitif peserta didik dianalaisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Metode analisis dengan deskriptif kualitatif adalah memeberikan predikat kepada variabel yang diteliti sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Data hasil belajar peserta didik berupa kemampuan pemecahan masalah di analisis dengan cara menghitung nilai rata-rata nilai dan ketuntasan belajar secara klasikal maupun individu.

Adapun rumus yang digunakan adalah :
1. Menghitung nilai rata-rata
Untuk menghitung nilai rata-rata menggunakan rumus :
Rumus :

Keterangan :
2. Menghitung ketuntasan belajar.
a. Ketuntasan belajar individu
Peserta didik dikatakan tuntas belajar secara individu apabila nilai mereka mencapai minimal 65 (sesuai dengan ketetapan KKM dari sekolah).
c. Ketuntasan belajar klasikal
Untuk menghitung ketuntasan belajar klasikal menggunakan analisis deskriptif prosentase dengan menghitung :
Rumus :

Kriteria :
a. Apabila tingkat ketercapaian < 85% maka penerapan pembelajaran kooperatif tipe TGT pada materi pokok jaringan tumbuhan tidak efektif. ptk biologi sma pdf
b. Apabila tingkat ketercapaian > 85% maka penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada materi pokok jaringan tumbuhan efektif.

G. Indikator Keberhasilan
Sebagai indikator keberhasilan dari penelitian tindakan kelas ini adalah jika minimal 85% peserta didik telah memperoleh nilai minimal 65 (ketentuan dari sekolah). Seorang peserta didik dikatakan telah mencapai ketuntasan belajar secara individu apabila peserta didik tersebut telah mencapai ketentuan belajar secara individual dan mendapat nilai ~ 65 (ketentuan dari sekolah).

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta: Rineka Cipta, 1999.
Al-Bukhari, Imam Abdillah Muhammad ibn Ismail ibn Ibrahim ibn al-Maghirah Baridzabah al-Ja’fi, Shahih Al-Bukhari, Beirut Libanon: Darul Kitab Al-Alamiah, 1992.
Al-Maraghi, Ahmad Mustafa, Terjemah Tafsir Al-Maraghi, Semarang: CV. Toha Putra, 1992.
Aqib, Zainal, Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: Yrama Widya, 2006.
Arikunto, Suharsimi, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008.
, Prosedur Penelitian Suatu Proses Pendekatan Praktek, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002.
, Man ajem en Penelitian, Jakarta: PT. Rieneka Cipta, 1990.
Basrowi dan Suwandi, Prosedur Penelitian Tindakan Kelas, Bogor: Ghalia Indonesia, 2008, cet I.
Djamarah, Syaiful Bahri, dan, Zain, Aswan, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006.
Diah Aryulina, dkk., Biologi 1 SMA dan MA untuk Kelas XI-IPA3, Jakarta: Esis, 2006. Hamalik, Oemar, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, Jakarta: Bumi Aksara, 2006.
Heni,“ModelPembelajaranKooperatif”,http ://heni.student.fkip.uns.ac.id/2009/1 0/ 29/12/, kamis 2 juli 2009 13.30
Http:// gurungeblok.wordpress.com /2008/1 1/morfologi-bunga.jpg, Selasa 4 agustus 2009 13.50
Http://Biocyberway.Blogspot.Com Copi Right 2008 © Indonesia., hlm 1, Selasa 4 agustus 2009 14.00
Http://Gurungeblok.Wordpress.Com /2008/11 /anatomi-akar.jpg, Selasa 4 agustus 2009 13.35
Http://id.wikipedia.org/wiki/kelebihan-dan kekurangan-tgt, Senin 10 agustus 2009 16.00
Http://Meia.Photobucket.Com/Image/AnatomiDaun/Fiona_Angelina/Anatomida. Jpg, Selasa 4 agustus 2009 13.40
Http://Www.E-Dukasi.Net/Mapok/Mp-Files/Mp-303/Image/Hal 13 jpg, Selasa 4 agustus 2009 13.30
Isjoni, Cooperative Learning, Bandung: Alfabeta, 2007.
Istamar Syamsuri, dkk., Biologi untuk SMA Kelas XI-IPA3, Jakarta: Erlangga, 2006.
Johnson, David W., Learning Together and Alone, Boston: University of Minnesota, 1999.
Kaelani, M., Al-Qur’an dan Terjemahnya, Semarang: CV. Asy-syifa, 2007
Megawati, Ratna, Yang Terbaik untuk Buah Hatiku, Bandung: MQS Publising, 2005.
Mudjiono, dan Dimyati, Bel ajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta, 2006. Muslich, Masnur, KTSP, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
Nurhayati, Nunung, Biologi Bilingual untuk SMA/MA Kelas XI-IPA3, Bandung: CV Yraa Widya, 2008.
Poerwodarminto, W.J.S, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: PN Bali Pustaka, 1985.
Prawirohartono, Slameto, Sains Biologi 1, Jakarta: Bumi Aksara, 2004. Ramali, Ahmad, Kamus Kedokteran, Jakarta: Djambatan, 2000.
Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana, 2007.
Silberman, Melvin L., Active Learning: 101 Cara Belajar Peserta didik Aktif, Bandung: Nusa Media, 2004.
Slavin, Robert E., Cooperative Learning: Teori, Riset dan Praktik, Bandung: Nusa Media, 2008.
Subandi, Aan, “KTSP-BIOLOGI SMA/MA, http://aansma11.blogspot.com/ 2007/06/ktsp-biologi -smama. .html Rabu 1 Juli 2009 14.55
Sudjana, Metode Statistika, Bandung: Tarsito, 1996.
, Strategi Pembelajaran, Bandung: Falah Production, 2005.
Suhadinet, “Model Pembelajaran Tgt Temas Games Tournament”, http ://suhadinet wordpress. com/2008/03/28/model-pembelajaran¬kooperatif-tipe-tgt-teams-games-tournament/ 2009 15.00
Sukintaka, Teori Pendidikan Jasmani, Filosofis, Pembelajaran dan Masa Depan, Bandung: Nuansa Cendekia, 2004.
Sukmadinata, Nana Syaodih, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.
Suyanto, Slamet, Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, Yogyakarta: Hikayat, 2005.
Suyitno, Amin, Model Pembelajaran Inovatif Bidang PAI-MIPA-Inggris dalam Ranah CTL, Semarang: FMIPA UNNES, 2009.
, Pemilihan Model-Model Pembelajaran dan Penerapannya di SMP, Semarang: 2007.
Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006.
Syamsuri, Istamar, Sains Biologi Jilid I untuk SMP Kelas VI, Jakarta: Erlangga, 2004.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1994.
Trianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007.
Web Administrator, “Metode Pembelajaran Efektif”, http://sman1.bna.sch.id/ index.php/artikel.pendidik/59-metode-pembelajaran, sabtu 22 agustus 2009 09.30
Wilis, Ratna, Teori-Teori Belajar, Bandung: Erlangga, 1989. Winkel, W.S., Psikologi Pengajaran, Jakarta: Grasindo, 1999.
Wiriatmadja, Rochiati, Metodologi Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006.
Winataputra, Udin S., dan, Rosita, Tita, Materi Pokok Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Universitas Terbuka, 1994.
Zainu, Syaikh Jamil, Seruan kepada Pendidik dan Orangtua, Solo: Pustaka Barkah, 2005.
Zuriah, Nurul, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Teori-Aplikasi, Jakarta: PT. Bumi Aksara,2006.

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH PTK BIOLOGI SMA KELAS XI METODE TGT


Postingan terkait: