DOWNLOAD PTK MATEMATIKA KELAS 9 SMP

DOWNLOAD PTK MATEMATIKA KELAS 9 SMP-Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui 1) penerapan strategi pembelajaran Aktif, inovatif, kratif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) dengan menggunakan small group discussion pada materi pokok penggunaan luas dan keliling segitiga dan segiempat dalam pemecahan masalah, 2) untuk meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas IX.7 SMPN 2 ...  Kabupaten ...  khususnya pada materi pokok penggunaan luas dan keliling segitiga dan segiempat dalam pemecahan masalah.
Dalam penelitian ini terbagi menjadi dua tahap yaitu siklus 1 dan siklus 2. Sebelum penelitian, diperlukan data pra siklus dari wawancara dan pemberian tes awal untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah tindakan. Indikator keberhasilan dalam melaksanakan penelitian ini di antaranya adalah nilai rata-rata kelas minimal mencapai 58 dengan ketuntasan klasikal minimal 75%.

Berdasarkan wawancara dan pemberian tes awal pada pra siklus diperoleh data bahwa keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran sebelum menerapkan strategi pembelajaran Aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) dengan menggunakan small group discussion hanya 51,79% dan persentase ketuntasan klasikal hanya 53,57% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 57,93. Download ptk matematika smp kelas 9 doc
Dari hasil penelitian, pada siklus 1 keaktifan peserta didik mencapai 63,84% dan persentase ketuntasan klasikal sebesar 60,71% dengan rata-rata 60,15. Sedangkan pada siklus 2 keaktifan peserta didik naik 11,16 poin dari keaktifan sebelumnya menjadi 75% dan persentase ketuntasan klasikal pun naik 17,86 poin menjadi 78,57% dengan nilai rata-rata kelas mencapai 71,44.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas MATEMATIKA yang diberi judul "
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF, 
INOVATIF, KREATIF, EFEKTIF, DAN MENYENANGKAN 
(PAIKEM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR 
PESERTA DIDIK KELAS IX SMPN 2 ... KABUPATEN ... DALAM MATERI POKOK SIFAT-SIFAT TABUNG, KERUCUT DAN BOLA SERTA MENENTUKAN UKURANNYA
"
Disini akan  di bahas lengkap.



PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK MATEMATIKA IX SMP lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMP 034).

CONTOH PTK MATEMATIKA SMP KELAS 9 LENGKAP

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat berperan aktif dan pasif dalam hidupnya sekarang dan akan datang. Kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, aman, terbuka, dan demokratis. Pendidikan pada dasarnya merupakan proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan dirinya, sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi dalam kehidupan. Perkembangan di bidang pendidikan merupakan pembinaan dan peningkatan sumber daya manusia.

Pada tahun pelajaran 2006/2007 telah diberlakukan kurikulum baru yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Bersamaan dengan diberlakukannya KTSP tersebut, maka diberlakukan pula pembelajaran dengan pendekatan kontekstual yaitu setiap materi pelajaran harus dikaitkan dengan kondisi riil kehidupan dari peserta didik. KTSP merupakan kurikulum yang dirancang dan dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di masing-masing satuan pendidikan, sehingga akan terjadi perbedaan di setiap satuan pendidikan. Menurut standard isi KTSP, pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006 mengenai standard isi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, kemampuan memecahkan masalah tersebut meliputi kemampuan memahami masalah, merancang strategi matematika, menyelesaikan strategi dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Contoh ptk matematika smp terbaru

Di lain pihak, SMPN 2 ...  Kabupaten ...  merupakan salah satu sekolah formal negeri yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten ... . Sekolah ini terletak di kecamatan ...  yang berdekatan dengan jalan ..........sehingga memudahkan bagi peserta didik yang akan bersekolah di SMPN 2 ...  Kabupaten ...  ini. Dengan demikian, calon peserta didik yang mendaftar pada saat penerimaan peserta didik pada tahun ajaran baru tidak hanya dari wilayah kecamatan ...  melainkan juga dari kecamatan-kecamatan disekitarnya. Oleh karena itu kemampuan peserta didik di SMPN 2 ...  Kabupaten ...  sangat heterogen. Sehingga perlu dikembangkan agar prestasi peserta didik dapat merata dan terus meningkat. Setelah dilakukan wawancara dengan guru mata pelajaran Matematika diperoleh masalah-masalah dan penyebab yang ada untuk segera diselesaikan sebagai berikut. Download ptk matematika pdf

1. Masalah nyata dan mendesak untuk diselesaikan adalah sebagai berikut.
a. Kompetensi para peserta didik yang berbeda dalam memahami materi yang diberikan, khususnya dalam materi Sifat-Sifat Tabung, Kerucut dan Bola Serta Menentukan ukurannya.
b. Aktivitas belajar peserta didik kurang berkembang. Keberanian peserta didik untuk bertanya kepada guru dan yang berani maju kedepan untuk mengerjakan tugas tak lebih dari 2 anak.
2. Penyebab masalahnya sangat jelas, yaitu.
a. Tidak semua peserta didik SMPN 2 ...  Kabupaten ...  memiliki minat pada pelajaran matematika.
b. Guru belum memperoleh cara belajar yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pelajaran matematika.

Dengan demikian, di antara peneliti dan guru mata pelajaran matematika di SMPN 2 ...  Kabupaten ...  perlu dikolaborasi agar proses pembelajaran semakin efektif dan kompetensi dasar peserta didik dapat tercapai dengan baik. Berdasarkan diskusi antara peneliti dan guru mata pelajaran matematika di atas dihasilkan suatu keputusan bersama (kolaboratif), untuk menerapkan Strategi Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM).

B. Rumusan Masalah
Atas dasar uraian di atas, maka masalah yang dihadapi pada pelajaran Matematika di SMPN 2 ...  Kabupaten ...  adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana skenario pembelajaran PAIKEM pada materi pokok Sifat-Sifat Tabung, Kerucut dan Bola Serta Menentukan ukurannya peserta didik semester 1 kelas IX.7 SMPN 2 ...  Kabupaten ...  tahun pelajaran 2016-2017 ?
2. Apakah dengan menggunakan Strategi pembelajaran PAIKEM dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik semester 1 kelas IX.7 SMPN 2 ...  Kabupaten ...  tahun pelajaran 2016-2017 pada materi pokok Sifat-Sifat Tabung, Kerucut dan Bola Serta Menentukan ukurannya ? 

C. Tujuan Penelitian
Penelitian tindakan berbasis kelas yang akan dilaksanakan ini memiliki tujuan sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui skenario pembelajaran belajar peserta didik semester 1 kelas IX.7 SMPN 2 ...  Kabupaten ...  pada materi pokok Sifat-Sifat Tabung, Kerucut dan Bola Serta Menentukan ukurannya dengan menggunakan Strategi pembelajaran PAIKEM.
2. Untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik semester 1 kelas IX.7 SMPN 2 ...  Kabupaten ...  pada materi pokok Sifat-Sifat Tabung, Kerucut dan Bola Serta Menentukan ukurannya ditandai dengan nilai lebih dari nilai KKM yang ditentukan yaitu 58.

D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian yang diharapkan adalah sebagai berikut.
1. Bagi Peserta Didik
a. Kompetensi peserta didik di bidang matematika, khususnya pada materi pokok Sifat-Sifat Tabung, Kerucut dan Bola Serta Menentukan ukurannya dapat dicapai.
b. Hasil belajar peserta didik kelas IX.7 SMPN 2 ...  Kabupaten ...  dalam mata pelajaran matematika khususnya dalam materi pokok Sifat-Sifat Tabung, Kerucut dan Bola Serta Menentukan ukurannya dapat meningkat.
c. Penerapan Strategi pembelajaran PAIKEM dapat dikembangkan atau diterapkan pada peserta didik di kelas-kelas yang lain.

2. Bagi Guru SMPN 2 ...  Kabupaten ... 
a. Adanya inovasi baru Strategi pembelajaran matematika yang menitikberatkan pada penerapan Strategi pembelajaran PAIKEM.
b. Menerapkan salah satu bentuk pemikiran dan pengabdian guru dalam
mencerdaskan kehidupan bangsa melalui profesi yang ditekuninya.
c. Dengan adanya penelitian ini terjalin kerja sama atau kolaborasi antara
peneliti dan guru untuk menerapkan Strategi pembelajaran PAIKEM.
3. Bagi pihak SMPN 2 ...  Kabupaten ... 
a. Diperoleh panduan inovatif Strategi pembelajaran yang diharapkan dapat dipakai untuk kelas-kelas lainnya di SMPN 2 ...  Kabupaten ... .
b. Melalui peningkatan kualitas pembelajaran di SMPN 2 ...  Kabupaten ...  diharapkan dapat meningkatkan popularitas di SMPN 2 ...  Kabupaten ... .

DOWNLOAD PENELITIAN TINDAKAN KELAS MATEMATIKA SMP DENGAN MATERI POKOK SIFAT-SIFAT TABUNG

BAB II
LANDASAN TEORI


A. Landasan Teori
1. KTSP dan Pendekatan Kontekstual
Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. Apa yang direncanakan biasanya bersifat idea, suatu cita-cita tentang manusia atau warga negara yang dibentuk. Dahulu kurikulum diartikan sebagai sejumlah pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik untuk mencapai ijazah. Sehingga sering dipandang sebagai rencana pelajaran untuk peserta didik. Karena semakin berkembangnya ilmu pengetahuan maka makna kurikulum semakin luas tidak hanya pada mata pelajaran saja. Kurikulum merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Di samping itu, kurikulum harus bisa memberikan arahan dan patokan keahlian kepada peserta didik setelah menyelesaikan program pengajaran pada suatu lembaga. Oleh karena itu, wajar kurikulum selalu berubah dan berkembang sesuai kemajuan zaman., ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang terjadi. Contoh ptk matematika smp doc
Dengan adanya tuntutan di atas kurikulum di Indonesia mengalami perubahan kurikulum. Sampai saat ini kurikulum yang dipakai di Indonesia adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan dan silabus. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini ditujukan untuk menciptakan tamatan yang kompeten dan cerdas dalam mengemban identitas budaya dan bangsanya.

KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut.
a. Berpusat pada potensi, perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
b. Beragam dan terpadu.
c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
d. Relevan dengan kebutuhan hidup
e. Menyeluruh dan berkesinambungan
f. Belajar sepanjang hayat
g. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

2. Belajar
a. Pengertian belajar
Seseorang dikatakan belajar jika dalam diri orang tersebut terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. Belajar merupakan perubahan relative permanen yang terjadi karena hasil dari pengalaman. 

b. Teori-teori belajar
Ada beberapa teori yang berpendapat tentang bagaimana proses belajar itu terjadi, diantaranya.
1) Aliran Skolastik
Kelompok ini beranggapan bahwa belajar tidak lain adalah mengulang bahan-bahan yang dipelajari, makin sering diulang makin dikuasai.
2) Aliran Ilmu Jiwa Daya
Mereka beranggapan bahwa jiwa manusia mempunyai berbagai daya, misalnya daya mengenal, daya mengingat, daya berkhayal, daya berpikir dan sejenisnya. Daya-daya tersebut dapat diperkuat dan diperbaiki fungsinya dengan dilatih. Aliran ini lebih mementingkan pembentukan daya-daya daripada pelajaran. Dengan daya-daya yang mapan dan telah terlatih akan bisa digunakan terhadap segala macam soal atau bahan dalam bidang lain.

3) Teori Gestalt
Dalam belajar yang penting adalah penyesuaian yaitu mendapatkan response tang tepat, hal ini sangat tergantung pada pengamatan. Untuk memahami proses belajar ini, perlu memahami hokum Pragnanz. Pragnanz adalah keadaan yang seimbang, stabil, teratur, dan simetri. Keadaan yang problematis adalah keadaan yang tidak teratur, tidak stabil, tidak simetri dan sejenisnya.

4) Teori Medan
Tokoh teori ini semula adalah penganut aliran psikologi Gestalt Mazhab Berlin, kemudian menempuh jalur lain terutama penelitiannya tentang motivasi tokoh yang mana aslinya Kurt Lewin ini lahir di Jerman dan menghabiskan hidupnya di Amerika.

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
1) Faktor intern
Faktor intern dikelompokkan menjadi faktor jasmaniyah, psikologis dan kelelahan.
a) Faktor jasmaniyah meliputi: kesehatan, cacat tubuh, dan psikologis.
b) Faktor psikologis meliputi: intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan.
c) Faktor kelelahan meliputi kelelahan jasmani dan kelelahan rohani.

2) Faktor ekstern
Faktor ekstern dikelompokkan menjadi 3 yaitu.
a) Faktor keluarga
Peserta didik akan menerima pengaruh dari keluarga berupa cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana dan keadaan ekonomi keluarga.
b) Faktor sekolah
Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar meliputi metode mengajar, kurikulum, relasi guru dan peserta didik, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standard pelajaran dan keadaan fisik sekolah.
c) Faktor masyarakat
Masyarakat merupakan faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar peserta didik. Pengaruh itu terjadi karena keberadaan peserta didik dalam masyarakat.

d. Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajar yang diperoleh melalui usaha dalam menyelesaikan tugas-tugas belajar. Hasil belajar merupakan hal penting yang akan dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan peserta didik dalam belajar dan tolak ukur keberhasilan system yang diberikan guru. Hasil belajar yang dimaksud disini nilai yang dicapai peserta didik baik berupa skor atau nilai. Download ptk matematika smp kelas 9 doc

3. Strategi pembelajaran
Strategi pembelajaran terdiri dari dua kata, yaitu strategi dan pembelajaran. Strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai suatu sasaran yang telah ditentukan. Menurut Brown, strategies are specific methods, planned designs for controlling and manipulating certain information. Maksudnya, strategi merupakan metode khusus, rancangan yang terencana untuk mengontrol dan memanipulasi informasi terkait. Jadi, strategi bisa dikatakan suatu rancangan ataupun rencana melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan dalam waktu tertentu.

Jadi, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya penyusunan langkah¬langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas, dan sumber belajar semua diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Sebelum menerapkan strategi, perlu dirumuskan tujuan pembelajaran yang tepat.
Srategi berbeda dengan metode. Kalau metode itu berkait langsung dengan pembelajaran, maksudnya berkait langsung antar guru dan peserta didik dalam pembelajaran, dengan kata lain metode merupakan cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Maka strategi di sini menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu yang berfungsi mengatur ketepatan penggunaan berbagai metode dalam pembelajaran tersebut.

4. Model Pembelajaran
Secara khusus “model” diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan. Dalam pengertian lain, “model” juga diartikan sebagai barang atau benda tiruan dari benda sesungguhnya, seperti globe adalah model dari bumi tempat kita hidup. Dalam uraian selanjutnya istilah model digunakan untuk menunjukkan pengertian yang pertama sebagai kerangka konseptual, maka yang dimaksud dengan “model pembelajaran” adalah kerangka konseptual yang melukiskan pro sedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pendidik dalam merencanakan dan melaksanakan aktifitas pembelajaran. Dengan demikian aktifitas pembelajaran benar-benar merupakan kegiatan yang tertata secara sistematis.

Dalam pengertian lain “model pembelajaran” adalah suatu pola atau langkah-langkah pembelajaran tertentu yang diterapkan guru agar tujuan atau kompetensi dari hasil belajar yang diharapkan akan cepat dapat dicapai dengan lebih efektif dan efisien.
Suatu kegiatan pembelajaran di kelas disebut sebagai model pembelajaran jika.
a) Ada kajian ilmiah dari penemu atau ahlinya,
b) Ada tujuan yang ingin dicapai,
c) Ada tingkah laku yang spesifik,
d) Ada lingkungan yang perlu diciptakan agar tindakan / kegiatan pembelajaran tersebut dapat berlangsung secara efektif

Beberapa model pembelajaran yang ada antara lain sebagai berikut.
Model pembelajaran pengajuan soal (Problem Posing)
Model pembelajaran dengan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning-CTL)
Model Pembelajaran PAKEM
Model Pembelajaran Quantum (Quantum Teaching)
Model Pembelajaran Tutor Sebaya dalam kelompok kecil
Model Pembelajaran problem solving
Model Pembelajaran RME (Realistic Mathematics Education) Model Pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning)
Model Pembelajaran PAIKEM

5. Pembelajaran Matematika
Pembelajaran adalah upaya menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan peserta didik serta antara peserta didik dengan peserta didik. Download ptk matematika pdf
Matematika merupakan pola berfikir kritis dan kreatif, mengorganisasikan pembuktian yang logis serta bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan secara cermat, jelas, dan akurat dan representasinya berupa bahasa simbol. Matematika juga diartikan sebagai cabang ilmu pengetahuan eksak yang terorganisir secara sistematik. Tidak dapat didefinisikan tanggal yang telah disepakati oleh para ahli tentang matematika. Namun, terdapat cirri-ciri khusus atau karakteristik yang dapat merangkum pengertian matematika secara umum. Beberapa karakteristik itu adalah sebagai berikut.

a. Memiliki kajian objek yang abstrak
b. Bertumpu pada kesepakatan
c. Berpola piker deduktif
d. Memiliki simbol yang kosong dari arti
e. Memperhatikan semesta pembicaraan

6. Model Pembelajaran Konvensional
Konvensional artinya berdasarkan konversi atau kesepakatan umum, seperti adat, kebiasaan, kelaziman. Pembelajaran konvensional adalah proses atau cara belajar yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik berdasarkan kesepakatan umum atau pembelajaran yang biasanya dilakukan. Dalam penelitian ini, pembelajaran konvensional yang dimaksud adalah pembelajaran yang biasa dilakukan oleh pendidik di SMPN 2 ...  Kabupaten ...  yaitu pembelajaran dengan metode ekspositori.

7. Setrategi Pembelajaran PAIKEM
a. Pengertian setrategi PAIKEM
Pengertian PAIKEM, secara bahasa dan istilah dapat dijelaskan secara singkat, merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan.
Istilah Aktif, maksudnya pembelajaran adalah sebuah proses aktif membangun makna dan pemahaman dari informasi, ilmu pengetahuan maupun pengalaman oleh peserta didik sendiri. Dalam proses pembelajaran peserta didik tidak semestinya diperlakukan seperti bejana kosong yang pasif yang hanya menerima kucuran ceramah sang guru tentang ilmu pengetahuan atau informasi. Karena itu, dalam proses pembelajaran guru dituntut mampu menciptakan suasana yang memungkinkan peserta didik secara aktif menemukan, memproses dan mengkonstruksi ilmu pengetahuan dan keterampilan¬keterampilan baru.

Istilah Inovatif, dimaksudkan dalam proses pembelajaran diharapkan muncul ide-ide baru atau inovasi-inovasi positif yang lebih baik. Istilah Kreatif memiliki makna bahwa pembelajaran merupakan sebuah proses mengembangkan kreatifitas peserta didik, karena pada dasarnya setiap individu memiliki imajinasi dan rasa ingin tahu yang tidak pernah berhenti. Dengan demikian, guru dituntut untuk mampu menciptakan kegiatan pembelajaran yang beragam sehingga seluruh potensi dan daya imajinasi peserta didik dapat berkembang secara maksimal. Istilah Efektif, berarti bahwa model pembelajaran apapun yang dipilih harus menjamin bahwa tujuan pembelajaran akan tercapai secara maksimal. Ini dapat dibuktikan dengan adanya pencapaian kompetensi baru oleh peserta didik setelah proses belajar mengajar berlangsung. Di akhir kegiatan proses pembelajaran harus ada perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada diri peserta didik.

Sedangkan istilah Menyenangkan dimaksudkan bahwa proses pembelajaran harus berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mengesankan. Suasana yang menyenangkan dan berkesan akan menarik minat peserta didik untuk terlibat secara aktif, sehingga tujuan pembelajaran akan dapat tercapai secara maksimal. Disamping itu, pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan akan menjadi hadiah, reward bagi peserta didik yang pada gilirannya akan mendorong motivasinya semakin aktif dan berprestasi pada kegiatan belajar berikutnya.

b. Indikator dan prinsip-prinsip penerapan PAIKEM
Dalam penerapan PAIKEM oleh pendidik atau guru bisa dilihat dan dicermati berbagai indikasi yang muncul pada saat proses belajar mengajar dilaksanakan. Disamping itu, pendidik juga perlu memperhatikan berbagai prinsip ketika menerapkannya. Kriteria ada atau tidaknya pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan diantaranya dapat dilihat pada beberapa indikator berikut.

Adapun prinsip-prinsip yang harus diperhatikan ketika pendidik atau guru menerapkan PAIKEM adalah sebagai berikut.
1. Memahami sifat peserta didik
2. Mengenal peserta didik secara perorangan
3. Memanfaatkan perilaku peserta didik dalam pengorganisasian belajar
4. Mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif serta mampu memecahkan masalah
5. Menciptakan ruangan kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
6. Memanfaatkan lingkungan sebagai lingkungan belajar
7. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan Membedakan aktif fisik dengan aktif mental. 

c. Strategi aplikasi PAIKEM
Strategi aplikasi dalam menerapkan model Pembelajaran Aktif, Inovatif, kreatif dan Menyenangkan dapat digunakan dengan berbagai cara, diantaranya: Everyone is teacher here, Reading Aloud, The power two and four, Reading Guide, Listening Team, Jigsaw Learning, Role Play, Team Quiz, Small Group Discussion.
Dalam hal ini peneliti menggunakan strategi Small Group Discussion. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
1. Membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil (maksimal lima) dengan menunjuk ketua dan sekretaris
2. Memberikan soal studi kasus (diperiksa oleh guru) sesuai dengan Standard Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)
3. Menginstruksikan setiap kelompok untuk mendiskusikan jawaban soal tersebut
4. Memastikan setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam diskusi
5. Menginstruksikan setiap kelompok melalui juru bicara yang ditunjuk menyajikan hasil diskusinya dalam forum kelas
6. Mengklarifikasi, penyimpulan dan tindak lanjut (Guru)
Tujuan penerapan strategi ini adalah agar peserta didik
memiliki keterampilan memecahkan masalah terkait materi pokok dan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh ptk matematika smp doc

8. Kajian Materi
Standar Kompetensi : Memahami sifat – sifat tabung, kerucut, dan bola serta menentukan ukurannya.
Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi unsur – unsur tabung kerucut dan bola
Indikator:
Peserta didik dapat Menyebutkan unsur – unsur dari tabung , kerucut dan bola : jari-jari, diameter, tinggi, sisi, alas
materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.

B. Kerangka Berfikir
Peserta didik SMPN 2 ...  Kabupaten ...  khususnya IX.7 cukup baik, tetapi tidak semua peserta didik memiliki kemampuan dan minat untuk mempelajari matematika. Kemampuan dan minat harus dimulai dan dibangun sejak dini. Jadi, muncullah masalah mendesak untuk dipecahkan, yaitu (1) bagaimana mempercepat pencapaian kompetensi dasar kelas IX.7 SMPN 2 ...  Kabupaten ...  di bidang matematika? (2) bagaimana meningkatkan hasil belajar dan aktifitas belajar peserta didik kelas IX.7 SMPN 2 ...  Kabupaten ...  dalam pelajaran matematika pada materi pokok Sifat-Sifat Tabung, Kerucut dan Bola Serta Menentukan ukurannya.

Hasil belajar peserta didik kelas IX.7 SMPN 2 ...  Kabupaten ...  pada mata pelajaran matematika masih memungkinkan untuk ditingkatkan. Karena itu, secara kolaboratif peneliti dan guru di SMPN 2 ...  Kabupaten ...  bersepakat untuk menerapkan setrategi pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM), untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dan aktifitas belajarnya, khususnya dalam materi pokok Sifat-Sifat Tabung, Kerucut dan Bola Serta Menentukan ukurannya.

C. Hipotesis Tindakan
Setelah peneliti mengadakan penelaahan yang mendalam terhadap berbagai sumber untuk menentukan anggapan dasar, maka langkah berikutnya adalah merumuskan hipotesis. Hipotesis dapat diartikan sebagai jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan dan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Hipotesis merupakan alat yang sangat besar kegunaannya dalam penyelidikan ilmiah. Hipotesis memungkinkan kita menghubungkan teori dengan pengamatan, dan sebaliknya pengamatan dengan teori.

Berdasarkan keterangan di atas dapatlah dimunculkan hipotesis sebagai berikut.
Melalui penerapan setrategi Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM), maka aktifitas belajar dan hasil belajar peserta didik kelas IX.7 SMPN 2 ...  Kabupaten ...  pada pelajaran matematika khususnya materi pokok Sifat-Sifat Tabung, Kerucut dan Bola Serta Menentukan ukurannya dapat ditingkatkan melebihi nilai KKM yang ditentukan yaitu 58.

CONTOH LAPORAN PROPOSAL PTK MATEMATIKA SMP

BAB III
METODE PENELITIAN


A. Subjek penelitian
Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IX.7 SMPN 2 ...  Kabupaten ... . Mata pelajarannya adalah matematika dalam materi pokok Sifat-Sifat Tabung, Kerucut dan Bola Serta Menentukan ukurannya.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
a. Tempat penelitiannya di kelas IX.7 dengan jumlah peserta didik 42, SMPN 2 ...  Kabupaten ... .
b. Waktu penelitian dimulai bulan September 2016 pada semester I (Ganjil)

C. Kolaborator
Dalam penelitian ini peneliti berkolaboratif dengan guru mata pelajaran matematika yang bertindak sebagai pengamat yang mengamati aktifitas dan keberhasilan peserta didik dalam mengikuti pelajaran dengan menggunakan setrategi pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM)
D. Tahapan penelitian
Tahapan penelitian ini terbagi menjadi 3 yaitu: pra siklus, siklus I, dan siklus II. Pada siklus I dan siklus II siklusnya terdiri dari 4 tahap, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.
a. Pra siklus
Pada tahapan pra siklus ini peneliti mengumpulkan data-data dari informasi yang dibutuhkan dalam penelitian yang dilakukan dengan wawancara langsung dengan guru mata pelajaran matematika yang bersangkutan.
b. Siklus I
1) Perencanaan
a) Kebutuhan sarana dan pra sarana setrategi pembelajaran PAIKEM dengan menggunakan small group discussion diidentifikasi, pengadaannya dirancang dan diadakan. Misalnya guru mempersiapkan peringkat kemampuan peserta didik untuk mengetahui kemampuan masing-masing peserta didik, mulai mengidentifikasi soal yang harus dijawab peserta didik.
b) Peneliti dan guru secara kolaboratif menyusun soal yang kontekstual dengan materi pokok Sifat-Sifat Tabung, Kerucut dan Bola Serta Menentukan ukurannya.
c) Peneliti menyiapkan lembar observasi, pendokumentasian, lembar refleksi dan evaluasi.

2) Tindakan
a) Peneliti memberikan informasi awal tentang jalannya pembelajaran yang menerapkan setrategi pembelajaran PAIKEM dengan menggunakan small group discussion dan tugas-tugas yang harus dikerjakan, secara singkat, jelas dan penuh kehangatan. Guru mitra bertindak sebagai pengamat.
b) Peneliti menyajikan materi Sifat-Sifat Tabung, Kerucut dan Bola Serta Menentukan ukurannya, guru bertindak sebagai pengamat dan pencatat.
c) Peneliti memberikan soal pada peserta didik. Guru mitra sebagai pengamat dan pencatat.
d) Peneliti memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengerjakan soal di depan kelas.
e) Memberikan tugas individual kepada masing-masing peserta didik tentang materi pokok yang sedang dipelajari.

3) Pengamatan
a) Guru mitra (sebagai pengamat) mengamati aktivitas peserta didik dan keberhasilan peserta didik melaksanakan tugas.
b) Secara kolaboratif partisipatif mengamati jalannya proses pembelajaran.
c) Mengamati aktifitas peserta didik dalam memecahkan tugas/soal.
d) Pengamatan partisipatif dalam memeriksa hasil latihan soal setelah peserta didik diberi tugas rumah individual.
e) Mengamati/mencatat peserta didik yang aktif, berani bertanya atau berani mengerjakan tugas di papan tulis.
4) Refleksi
a) Menganalisis hasil pengamatan untuk membuat simpulan sementara terhadap setrategi Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM) denngan menggunakan small group discussion. Download ptk matematika smp kelas 9 doc
b) Mendiskusikan hasil analisis untuk tindakan perbaikan pada pelaksanaan kegiatan dalam siklus II.
c. Siklus II
Pada prinsipnya, semua kegiatan siklus II sama dengan kegiatan pada siklus I. Siklus II merupakan perbaikan siklus I, terutama didasarkan atas hasil refleksi siklus I.
1) Tahapannya tetap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi
2) Materi pelajaran berkelanjutan
3) Diharapkan aktivitas peserta didik meningkat
4) Di akhir kegiatan/siklus, guru memberikan tugas formatif sesuai dengan materi yang diajarkan.

E. Sumber Data dan Jenis Data
Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Dalam penelitian kali ini yang menjadi subyek penelitian adalah peserta didik kelas IX.7 SMPN 2 ...  Kabupaten ... , melalui hasil pengamatan, hasil refleksi oleh peneliti, dan dari hasil tes.
Jenis datanya adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang berupa: (a) pengamatan terhadap peningkatan aktivitas peserta didik, (b) hasil tes, dan data hasil observasi terhadap penerapan strategi Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM) dengan menggunakan small group discussion.
F. Indikator Keberhasilan
Keberhasilan dari penelitian ini dapat dilihat dari beberapa hal berikut:
a. Tercapainya tujuan pertama, yakni meningkatnya hasil belajar peserta didik kelas IX.7 SMPN 2 ...  Kabupaten ...  dalam materi pokok Sifat-Sifat Tabung, Kerucut dan Bola Serta Menentukan ukurannya.
b. Tercapainya tujuan kedua, yaitu ada peningkatan aktivitas belajar peserta didik yang ditandai dengan:
1) Semua peserta didik terlibat aktif pada masing-masing kelompok
2) Banyaknya peserta didik yang berani bertanya
3) Banyaknya peserta didik yang berani mengerjakan tugas di papan tulis
4) Tidak ada peserta didik yang bicara sendiri di luar materi pelajaran, pada saat jam pelajaran berlangsung.

PTK MATEMATIKA SMP DENGAN IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF,
INOVATIF, KREATIF, EFEKTIF, DAN MENYENANGKAN (PAIKEM)


DAFTAR PUSTAKA


Aly, Herry Noor dan Munzir S, Watak Pendidikan Islam, Jakarta: Friska Agung Insani, 2000.
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta, Cet. XIII, 2006, 71.
Darsono, Max, dkk, Belajar dan Pembelajaran, Semarang : Ikip Smg, 2000.
Djamarah, Syaiful Bahri, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka cipta, 2006, cet. III.
Doglas, Brown, H., Teaching by Principle and Interactive Approach to Language Pedagogy, New York: Pearson Education, 2001.
Furchan, Arief, Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005, . 114.
Hamalik, Oemar, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
Hudoyo, Herman, Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika, Malang: Universitas Negeri Malang, 2003.
Ismail, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, Semarang: Rasail Media Grup, 2008, cet. 4.
Jhonson, Elaine B., Contextual Teaching and Learning, Bandung: MLC, Cet. VIII, 2016.
Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006, Cet kedua.
Morgan, Clifford T., Introduction to Psychology, New York : M Grow-hill, t.t.
Muladi, Pendekatan Efektif dalam Pembelajaran Matematika, Semarang: Balai Diklat Keagamaan, 2007.
Mustaqim, Ilmu jiwa kependidikan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.
, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007, Cet.2.
Muzaky, Ahmad, Al Qur’an dan Terjemah, Jakarta: Maghfiroh Pustaka, 2006, 275.
Nasution, Asas-Asas Kurikulum, Jakarta: Bumi Aksara, 2001.
Putra, Udin S. Winata, Model-Model Pembelajaran Inovatif, Jakarta: PAU-PPAI Universitas Terbuka, 2005, Cet Kelima.
Rahardja, Umar Tirta, Pengantar Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2005.
Saminanto, “Penggunaan Model Pembelajaran Creative Problem Solving dengan Media Video Compact Disc untuk mencapai kompetensi dasar dalam pembelajaran matematika di MTs.” Penelitian DIPA 2008.
Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana, 2007.
Soejadi, R., Pendidikan Matematika di Indonesia, Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi: DEPDIKNAS, 1999.
Sudjana, Nana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 1995.
Sukino dan Simangunsong, Matematika untuk SMP Kelas VI, Jakarta: Erlangga, 2007.
Sukmadinata, Nana Syaodih, Pen gembangan Kurikulum: Teori dan Praktek, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1999.
Susilo, Muhammad Joko, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.
Suyitno, Amin, Pembelajaran Inovatif, Semarang: UNNES, 2016.
, Pemilihan Model-Model Pembelajaran dan Penerapannya di SMP, Semarang: UNNES, 2006.
, Pemilihan model-model Pembelajaran Matematika dan Penerapannya di SMP, makalah dalam pelatihan guru-guru SMP seJawa Tengah, Semarang:UNNES. 2006.

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya DOWNLOAD PTK MATEMATIKA KELAS 9 SMP

Postingan terkait: