CONTOH JUDUL PTK IPA FISIKA KELAS IX SMP

CONTOH JUDUL PTK IPA FISIKA KELAS IX SMP-Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana Penerapan Model Pembelajaran TPS (Think, Pair, Share) Menggunakan Alat Peraga Sederhana untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Peserta Didik Kelas IX.1 SMPN 1 ...  pada Mata Pelajaran IPA Materi Pokok Listrik statis ?. 2) Bagaimanakah Penguasaan Konsep Peserta Didik Kelas IX.1 SMPN 1 ...  pada Mata pelajaran IPA Materi Pokok Listrik statis, setelah diterapkan Model Pembelajaran TPS (Think, Pair, Share) Menggunakan Alat Peraga Sederhana.
Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran TPS (Think, Pair, Share) menggunakan Alat Peraga Sederhana untuk meningkatkan penguasaan konsep Peserta Didik Kelas IX.1, SMPN 1 ... ,  pada Mata Pelajaran IPA materi pokok Listrik statis. 2) Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Peserta Didik Kelas IX.1 SMPN 1 ...  pada Mata Pelajaran IPA Materi Pokok Listrik statis setelah diterapkan Model Pembelajaran TPS (Think, Pair, Share) Menggunakan Alat Peraga Sederhana. Download ptk ipa smp pdf

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas IX.1 SMPN 1 ... , pada semester genap tahun pelajaran 2014-2015 dengan jumlah peserta didik sebanyak 38 orang. Prosedur penelitian terdiri dari 4 tahap di setiap siklusnya, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Proses pembelajaran fisika dilaksanakan dengan menggunakan metode pembelajaran TPS (Think, Pair, Share). Indikator keberhasilan pada penelitian ini berupa tercapainya ketuntasan belajar secara individual maupun klasikal. Contoh ptk ipa smp kelas 9 doc
Pengumpulan data dilakukan dengan metode: wawancara, observasi, diskusi dan tes evaluasi. Data hasil pengamatan nilai diskusi dan nilai evaluasi diolah dengan analisis deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian keberhasilan tiap siklus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Berdasarkan pada hasil tes penguasaan konsep pada aspek kognitif peserta didik yang mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 24.7%. Ketuntasan belajarnya mengalami peningkatan sebesar 11.89%, yaitu dari 73.8 1% menjadi 85.7%, hal ini membuktikan bahwa peserta didik yang tuntas belajar mengalami peningkatan dari 28 peserta didik menjadi 33 peserta didik. 2) Hambatan pengunaan metode TPS yaitu sikap pasif peserta didik serta bergantung pada orang lain dalam proses pembelajaran dan keterbatasan fasilitas pembelajaran seperti sumber belajar dan alat peraga pembelajaran yang tersedia. 

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas FISIKA yang diberi judul "PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TPS (THINK PAIR SHARE) MENGGUNAKAN ALAT PERAGA SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP PESERTA DIDIK KELAS IX.2 SMPN 1 ... KABUPATEN ... PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI POKOK LISTRIK STATIS TAHUN PELAJARAN 2014/2015"Disini akan  di bahas lengkap.





PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK FISIKA IX SMP lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMP 037).


DOWNLOAD PTK IPA FISIKA KELAS IX LENGKAP

BAB I
PENDAHULUAN



A. LATAR BELAKANG
Belajar menurut Hilgard yang dikutip dari Wina adalah proses perubahan melalui kegiatan atau prosedur latihan baik latihan di dalam laboratorium maupun dalam lingkungan ilmiah. Belajar merupakan suatu proses yang dilakukan oleh peserta didik, sedangkan mengajar adalah suatu yang dilakukan oleh guru sebagai pengajar. Dua hal tersebut menyebabkan interaksi antar guru dan peserta didik, peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lain pada saat proses belajar mengajar berlangsung. 
Dalam proses belajar mengajar juga diperlukan adanya media pembelajaran (alat peraga). Media sumber belajar atau media pembelajaran sendiri memiliki arti sebagai alat bantu yang berguna dalam kegiatan belajar mengajar dan dapat mewakili sesuatu yang tidak dapat disampaikan guru melalui kata-kata atau kalimat. Hamalik (1986) yang dikutip dari Azhar, mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat belajar bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap peserta didik. Download ptk ipa smp pdf

Media diperoleh dari membeli alat yang di butuhkan atau dengan membuat alat peraga sederhana. Perancangan dan pembuatan alat peraga sederhana dapat di lakukan oleh guru dengan melibatkan peserta didik. Hal ini dapat membuat peserta didik lebih memahami materi yang di ajarkan dan juga untuk menambah ketertarikan peserta didik karena adanya rasa memiliki alat peraga yang telah di buat bersama. Tentunya, alat peraga sederhana dapat membantu sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan laboratorium, dengan adanya alat peraga sederhana yang di buat sendiri dapat menumbuhkan kreatifitas guru dan peserta didik.
SMPN 1 ... , merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki keterbatasan laboratorium, sehingga proses belajar mengajar hanya berpusat pada guru, yaitu dengan metode ceramah. Keterbatasan laboratorium merupakan salah satu kendala dari kegiatan belajar mengajar, sementara itu dalam kegiatan belajar mengajar membutuhkan praktik langsung terutama pada materi listrik statis.

Untuk itu diperlukan adanya media pembelajaran (alat peraga sederhana), guna menjelaskan proses listrik statis dan hubungan antara periode dan frekuensi dan bagaimana cara memperoleh keduanya. Dengan menggunakan alat peraga yang terbuat dari bahan sederhana yang sering dijumpai dan tentunya dengan biaya murah, mudah di dapat, mudah dibuat, dan mudah digunakan. Dengan menggunakan alat peraga sederhana, dapat dilaksanakan pembelajaran tanpa mengeluarkan biaya yang mahal.
Selain itu, dapat juga menerapkan suatu pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menarik bagi peserta didik. Banyak waktu yang diperlukan untuk persiapan, juga perlu kesediaan berkorban secara materiil tetapi dengan memakai alat praktikum secara tepat, guru akan menanamkan kesan yang jauh lebih dalam, yang mungkin akan mempengaruhi seluruh kehidupan dari anak yang di didik.
Berdasarkan uraian di atas, penulis bermaksud mencoba meneliti Penerapan Model Pembelajaran TPS (Think, Pair, Share) Menggunakan Alat Peraga Sederhana untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Peserta Didik Kelas IX.1, SMPN 1 ... ,  pada Mata Pelajaran IPA Materi Pokok Listrik statis.

B. RUMUSAN MASALAH
Dari hasil pemaparan latar belakang di atas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana Penerapan Model Pembelajaran TPS (Think, Pair, Share) Menggunakan Alat Peraga Sederhana untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Peserta Didik pada Mata Pelajaran IPA Materi Pokok Listrik statis?
2. Seberapa Jauh Penguasaan Konsep Peserta Didik Kelas IX.1, SMPN 1 ...  pada mata pelajaran IPA Materi Pokok Listrik statis, setelah diterapkan Model Pembelajaran TPS (Think, Pair, Share) menggunakan Alat Peraga Sederhana?

C. PEMBATASAN MASALAH
Untuk lebih memudahkan pemahaman makna yang terkandung dan juga menghindari kerancuan dam pemahaman makna, maka penulis merasa perlu untuk memberikan batasan masalah, yaitu sebagai berikut :
a. Penerapan
Penerapan dalam penelitian ini adalah menerapkan model pembelajaran TPS pada materi listrik statis.
b. Model pembelajaran TPS (Think, Pair, Share)
Model pembelajaran dalam penelitian ini adalah model pembelajaran yang dapat memberi peserta didik lebih banyak waktu berfikir, secara berpasangan, dan saling berbagi dengan yang lain.
c. Menggunakan
Menggunakan dalam penelitian ini adalah memakai alat peraga sederhana yang telah di sediakan dan berhubungan dengan materi listrik statis.

d. Alat peraga
Alat peraga dalam penelitian ini adalah alat–alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada peserta didik. Contoh ptk ipa smp doc
e. Sederhana
Sederhana dalam artian, alat peraga yang dibuat sendiri oleh peneliti dengan bahan – bahan yang mudah dicari disekitar lingkungan, tidak mahal, dan bisa dimanfaatkan. Alat peraga getaran yaitu terbuat dari bambu, kayu bekas, dan tali.
f. Penguasaan konsep
Penguasaan adalah pemahaman atau kesanggupan untuk menggunakan pengetahuan, kepandaian dan sebagainya. Konsep adalah suatu rancangan yang dibuat untuk memberikan suatu gambaran atau penjelasan tentang suatu fakta–fakta, gejala–gejala berdasarkan kesamaan ciri–ciri dan dapat digeneralisasikan berdasarkan pengalaman–pengalaman yang relevan.

g. IPA
IPA adalah ilmu yang mempelajari benda–benda mati maupun benda – benda hidup yang berada di alam semesta, baik di bumi maupun di luar angkasa.
h. Listrik statis
ilmu yang mempelajari pengumpulan muatan listrik dan sifat-sifatnya pada suatu benda. Jika dilihat dari asal katanya, kata listrik diikuti dengan kata "statis" yang berarti "diam".
i. Standar Kompetensi
Memahami Konsep dan Penerapan Getaran, Gelombang, dan Optika dalam Produk Teknologi Sehari – Hari
j. Kompetensi Dasar
Mendepenelitian kan konsep listrik statis serta parameter¬parameternya.

D. PENEGASAN ISTILAH`
1. Model Pembelajaran TPS (Think, Pair, Share)
Model pembelajaran TPS adalah model pembelajaran yang dapat memberi peserta didik lebih banyak waktu berfikir, secara berpasangan, dan saling berbagi dengan yang lain.
2. Alat Peraga Sederhana
Menurut Nyoman Kertiasa (1994), alat peraga sederhana adalah alat yang dapat dirancang dan dibuat sendiri dengan memanfaatkan alat atau bahan disekitar lingkungan kita.

3. Penguasaan Konsep
Kata “penguasaan” berasal dari kata “kuasa ”, yang berarti mampu, atau kemampuan. Menurut Piaget (dalam Aprilia : 2007), konsep merupakan suatu rancangan yang dibuat untuk memberikan suatu gambaran atau penjelasan tentang suatu fakta–fakta, gejala–gejala berdasarkan kesamaan ciri–ciri dan dapat digeneralisasikan berdasarkan pengalaman–pengalaman yang relevan. Penguasaan konsep berarti kemampuan memberikan gambaran atau penjelasan tentang fakta–fakta dan gejala–gejala fisika berdasarkan kesamaan ciri–ciri dan pengalaman yang relevan.
4. IPA
IPA adalah ilmu yang mempelajari benda–benda mati maupun benda–benda hidup yang berada di alam semesta, baik di bumi maupun di luar angkasa.
5. Listrik statis
ilmu yang mempelajari pengumpulan muatan listrik dan sifat-sifatnya pada suatu benda. Jika dilihat dari asal katanya, kata listrik diikuti dengan kata "statis" yang berarti "diam".

E. TUJUAN PENELITIAN
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penelitian ini ialah
1. Untuk mengetahui bagaimana Penerapan Model Pembelajaran TPS (Think, Pair, Share) Menggunakan Alat Peraga Sederhana untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Peserta Didik Kelas IX.1 SMPN 1 ...  pada Mata Pelajaran IPA Materi Pokok Listrik statis.
2. Untuk meningkatkan Penguasaan Konsep Peserta Didik Kelas IX.1 SMPN 1 ...  pada Mata Pelajaran IPA Materi Pokok Listrik statis setelah diterapkan Model Pembelajaran TPS (Think, Pair, Share) Menggunakan Alat Peraga Sederhana.

F. MANFAAT PENELITIAN
Adapun manfaat penelitian yang dapat diperoleh, sebagai berikut :
1. Bagi peserta didik, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan untuk mengembangkan keterampilan peserta didik dan menambah pengetahuan bagi peserta didik.
2. Bagi guru dan peneliti, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan keterampilan memillih strategi yang bervariasi dalam memperbaiki proses pembelajaran sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada peserta didik.
3. Bagi sekolah, hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan bagi sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan penguasaan konsep peserta didik

CONTOH LAPORAN PROPOSAL PTK IPA SMP

BAB II
LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS


A. LANDASAN TEORI
1 Pembelajaran Kooperatif Model TPS (Think, Pair, Share)
Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa peserta didik akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. Didalam kelas kooperatif peserta didik belajar bersama dalam kelompok – kelompok kecil yang terdiri dari 5 – 6 orang peserta didik yang sederajat tetapi heterogen dalam kemampuan, jenis kelamin, suku atau ras, dan satu sama lain saling membantu. Download laporan ptk ipa smp lengkap

Tujuan dibentuknya kelompok tersebut adalah untuk memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan kegiatan belajar. Selama bekerja dalam kelompok, tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi yang disajikan oleh guru dan saling membantu teman sekelompoknya untuk mencapai ketuntasan belajar.
Terdapat enam langkah atau tahapan didalam pelajaran yang menggunakan pembelajaran kooperatif, langkah tersebut adalah 
Tabel 2.1 Tahapan Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas. Model pembelajaran TPS (Think, Pair, Share) berkembang dari penelitian pembelajaran kooperatif. Pertama kali di kembangkan oleh Frang Lyman dan koleganya di Universitas Maryland. Menurut Arends (1997) dalam Triyanto, menyatakan bahwa TPS (Think, Pair, Share) merupakan suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suasana pada diskusi kelas.

2 Penguasaan Konsep
Penguasaan adalah pemahaman dan kesanggupan untuk menggunakan pengetahuan dan kepandaian untuk memecahkan masalah atau persoalan. Konsep adalah suatu kelas atau kategori objek, benda atau orang yang memiliki ciri – ciri umum. Menurut Carol, konsep adalah suatu proses dari serangkaian pengalaman yang didefinisikan sebagai suatu kelompok objek atau kejadian.
Untuk mempelajari suatu konsep, peserta didik harus mengalami berbagai situasi tertentu, yaitu dengan mengalaminya sendiri, sehingga peserta didik dapat menguasai konsep tersebut.

3 Alat Peraga Sederhana
a. Pengertian Alat Peraga Sederhana
Menurut Nyoman Kertiasa (1994), alat peraga sederhana adalah alat yang dapat dirancang dan dibuat sendiri dengan memanfaatkan alat atau bahan disekitar lingkungan kita. Dalam Al Qur’an surat Az-Zuhruf ayat 32 dijelaskan bahwa :
Artinya : “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan ”. (QS.Az-Zuhruf:32)

b. Fungsi Alat Peraga
Menurut Nana Sudjana, ada enam fungsi alat peraga dalam proses belajar mengajar, yaitu :
1) Penggunaan alat peraga dalam proses belajar mengajar bukan merupakan fungsi tambahan tetapi mempunyai fungsi tersendiri sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif.
2) Penggunaan alat peraga merupakan bagian yang integral dari keseluruhan situasi mengajar. Ini berarti bahwa alat peraga merupakan salah satu unsur yang harus dikembangkan guru.
3) Alat peraga dalam pengajaran penggunaannya integral dengan tujuan dan isi. Fungsi ini mengandung pengertian bahwa penggunaan alat peraga harus melihat kepada tujuan dan bahan pelajaran. Contoh ptk ipa smp kelas 9 doc
4) Penggunaan alat peraga dalam pengajaran bukan semata – mata alat hiburan, dalam arti digunakan hanya sekedar melengkapi proses belajar supaya lebih menarik perhatian siswa.
5) Penggunaan alat peraga dalam pengajaran lebih diutamakan untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu peserta didik dalam menangkap pengertian yang diberikan guru.
6) Penggunaan alat peraga dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar.

c. Nilai Alat Peraga
Menurut Nana Sudjana, penggunaan alat peraga dalam proses belajar mengajar mempunyai nilai – nilai sebagai berikut :
a. Peragaan ini dapat meletakkan dasar – dasar yang nyata untuk berfikir, oleh karena itu dapat mengurangi terjadinya verbalisme.
b. Peragaan ini dapat memperbesar minat perhatian peserta didik untuk belajar.
c. Peragaan ini dapat meletakkan dasar untuk perkembangan belajar.
d. Memberikan pengalaman yang nyata dan dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri pada setiap peserta didik.
e. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan berkesinambungan.
f. Membantu tumbuhnya pemikiran dan membantu berkembangnya kemampuan berbahasa.
g. Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain dan membantu berkembangnya efisiensi dan pengalaman belajar yang lebih sempurna.

d. Jenis – Jenis Alat Peraga
Menurut Syaiful Bahri, media dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu : 
1) Dilihat dari jenisnya
a) Media auditif, yaitu media yang hanya mengandalkan suara.
b) Media visual, yaitu media yang mengandalkan penglihatan.
c) Media audio visual, yaitu media yang mempunyai unsur suara dan gambar.
2) Dilihat dari daya liputnya
a) Media yang mempunyai daya liput yang luas dan lunak.
b) Media yang mempunyai daya liput terbatas oleh ruang waktu dan tempat.
c) Media untuk pengajaran individual.

3) Dilihat dari bahan pembuatannya
a) Media yang sederhana, yaitu media yang bahan dasarnya mudah mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannnya mudah, dan penggunaannya tidak sulit.
b) Media yang komplek, yaitu media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh dan mahal harganya, sulit membuatnya, dan penggunaannya memerlukan keterampilan yang memadai.
e. Langkah – langkah yang harus ditempuh pada waktu menggunakan alat peraga
Ada enam langkah yang harus ditempuh guru pada waktu ia mengajar dengan mempergunakan alat peraga, yaitu :
1) Menetapkan tujuan mengajar dengan menggunakan alat peraga
2) Persiapan guru, memilih dan mempersiapkan alat peraga yang dapat mencapai tujuan pembelajaran.
3) Persiapan kelas, peserta didik dan guru harus mempunyai persiapan sebelum menggunakan alat peraga sederhana.
4) Langkah penyajian dan peragaan,
5) Langkah kegiatan belajar mengajar.
6) Langkah evaluasi pelajaran dan percobaan.

f. Alat Peraga Sederhana Dalam Pembelajaran IPA Fisika
Dalam peragaan materi listrik statis menggunakan bandul sederhana dan tali gelang karet mainan.
1) Bandul sederhana
Bandul sederhana digunakan dalam percobaan getaran untuk mengetahui hubungan antara frekuensi, periode, dan amplitud. Getaran adalah gerak bolak-balik melalui titik setimbang. Satu getaran didefinisikan sebagai satu kali bergetar penuh, yaitu dari titik awal kembali ke titik tersebut.
Satu kali getaran adalah ketika benda bergerak dari titik 1-2-3-2-1 atau dari titik 2-3-2-1-2. Bandul tidak pernah melewati lebih dari titik 1 atau titik 3 karena titik tersebut merupakan simpangan terjauh. Simpangan terjauh itu disebut amplitudo. Download ptk ipa smp pdf Di titik 1 atau titik 3 benda akan berhenti sesaat sebelum kembali bergerak. Jarak dari titik setimbang pada suatu saat disebut simpangan.
Bandul sederhana ini dibuat sendiri dengan menggunakan barang – barang yang mudah didapat dan berada disekitar lingkungan hidup. Bandul sederhana tersebut terdiri dari kayu dan bambu, tali, dan beban.
Gambar 2.1 Contoh bandul sederhana

a) Bahan – bahan
1 Tali
2 Statif sederhana
3 Beban
b) Alat
1 Stopwatch
2 Penggaris

2) Tali gelang karet mainan
Pada saat menggetarkan tali gelang karet, gelombang akan merambat pada tali gelang karet ke arah tongkat. Tali gelang karet mainan digunakan dalam percobaan gelombang untuk mengetahui jenis – jenis gelombang dan arah rambat gelombang yang dihasilkan
Tali gelang karet mainan ini terbuat dari gelang karet yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari – hari dan digunakan untuk permainan oleh peserta didik. Bahan – bahan : Tali gelang karet mainan.

4 Listrik statis
Pengertian dan Sejarah Listrik Statis
Listrik statis (dalam bahasa inggris disebutelectrostatic) adalah ilmu yang mempelajari pengumpulan muatan listrik dan sifat-sifatnya pada suatu benda. Jika dilihat dari asal katanya, kata listrik diikuti dengan kata "statis" yang berarti "diam". Hal ini mengisyaratkan bahwa listrik statis berkaitan dengan gejala kelistrikan yang diam atau tidak mengalir. Listrik statis tidak dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain, melainkan hanya menyala sekejap di satu tempat. Jadi, listrik statis tidak dapat menghasilkan arus listrik.

Dalam sejarah kelistrikan, listrik inilah yang pertamakali ditemukan oleh para ahli terdahulu. Listrik yang kita nikmati sekarang ini merupakan hasil pengembangan dari listrik statis ini. Listrik statis pertama kali ditemukan oleh ahli matematika berkebangsaan Yunani Kuno, Thales of Miletus (625-547 SM). Kala itu, beliau mengambil batu berwarna kuning yang disebut dengan batu ambar. Thales kemudian menggosok-gosokkan batu tersebut dengan kain wol. Tanpa diduga, bulu ayam yang berada di sekitarnya tertarik dan menempel. 
Dalam penggosokan tersebut, ternyata Thales telah memberikan muatan listrik ke batu ambar melalui kain wol. Muatan inilah yang menyebabkan bulu ayam yang berada di sekitar batu ambar tertarik dan menempel pada batu ambar tersebut. Inilah kemudian menjadi sejarah awal ditemukannya listrik statis.

Manfaat/Penerapan Listrik Statis
Penerapan listrik statis sudah dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan tersebut mendatangkan manfaat bagi kehidupan manusia. Berikut ini beberapa contoh penerapan dari listrik statis:
1. Alat Penggumpal Asap untuk Mengurangi Polus
Gambar 1.1

Pada tahun 1906, seorang kimiawan Amerika, Frederick Gardner Cottrel,berhasil menemukan suatu alat yang berfungsi untuk menggumpalkan asap yang keluar dari cerobong asam pabrik sehingga dapat menekan polusi udara. Alat sederhana ini bekerja berdasarkan prinsip gaya Coulomb dan induksi muatan. Caranya adalah dengan memasang dua logam yang mempunyai muatan besar tetapi berlawanan tanda pada cerobong asap pabrik. Partikel asap yang mengalir melewati cerobong akan terinduksi sehingga memiliki muatan induksi. Muatan yang dihasilkan ada yang positif dan ada yang negatif. Partikel asap tersebut akan tarik menarik sehingga membentuk partikel yang lebih besar dan berat. Bertambahnya berat partikel mengakibatkan partikel tidak ikut mengalir ke atas bersama asap. Partikel itu akan jatuh di dasar cerobong.

2. Pengecatan Mobil
Gambar 1.2
Pada saat cat disemprot, butiran halus cat akan memiliki muatan karena bergesekan dengan udara. Permukaan mobil yang akan dicat diberi muatan yang berlawanan dengan muatan butir-butir cat agar butiran cat dapat tertarik ke permukaan mobil tersebut. Cara ini sangat efektif diterapkan pada permukaan yang tidak rata. Hal ini terjadi karena butir cat menempel dengan mengikuti medan listrik yang ada. Akibatnya, butir-butir cat akan menutupi semua permukaan mobil yang mungkin tersembunyi dari semprotan cat. Dengan demikian, cara ini dapat menghasilkan hasil pengecatan yang rata dan menjangkau tempat yang tersembunyi.

3. Mesin Fotokopi
Gambar 1.3
Mesin fotokopi memiliki bagian utama berupa pelat foto konduktif. Pelat ini tidak mampu menghantarkan listrik ketika berada dalam ruang yang gelap. Pelat konduktif ini baru akan menghantarkan listrik jika dikenai cahaya. Mula-mula pelat foto konduktif diinduksi dengan menggerakkan kawat bermuatan listrik negative di sepanjang permukaannya. Dengan begitu, di permukaan pelat foto itu akan terbentuk muatan induksi yang bermuatan positif. Ketika kertas yang akan difotokopi disinari, pantulan cahaya mengenai pelat foto konduktif yang telah mengandung muatan induksi. Contoh ptk ipa smp doc 
Akibatnya, terbentuk muatan listrik persis seperti pada kertas yang akan dikopi. Kemudian, tinta yang bermuatan negatif disemprotkan pada pelat. Selanjutnya, tinta itu dipindahkan ke kertas lain untuk membuat fotokopinya. Ketas ini dipanaskan agar tinta menempel kuat.

B. HIPOTESIS TINDAKAN
Hipotesis berasal dari kata “Hypo” yang berarti dibawah dan “Thesa” yang berarti kebenaran. Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai akhirnya terbukti melalui data yang terkumpul. Dalam hal ini peneliti mengajukan hipotesis bahwa “terdapat peningkatan penguasaan konsep peserta didik dalam materi listrik statis melalui model pembelajaran TPS (Think, Pair, Share) menggunakan alat peraga sederhana.”

CONTOH PTK IPA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA SEDERHANA

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


A. SUBYEK PENELITIAN
Subyek dari penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik kelas IX.1 SMPN 1 ... . Adapun yang diteliti dari dalam penelitian ini adalah penguasaan konsep peserta didik dan kemampuan belajar dalam kelompok.

B. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN
a. Waktu penelitian : 2015
b. Tempat penelitian : SMPN 1 ... 

C. INDIKATOR PENELITIAN
Indikator pembelajaran dalam penelitian, meliputi :
a. Peserta didik dapat memahami konsep listrik statis yang telah dipelajari.
b. Peserta didik dapat memperagakan alat peraga sederhana dalam kelompok kecil.
c. Peserta didik dapat menyelesaikan masalah tentang listrik statis dengan cara berdiskusi.

D. METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Menurut E. Mulyasa, penelitian tindakan kelas merupakan suatu upaya untuk mencermati kegiatan belajar sekelompok peserta didik dengan memberikan sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan.
Ada beberapa model penelitian tindakan kelas (PTK) yang sampai saat ini masih igunakan dalam dunia pendidikan, diantaranya adalah model Kemmis dan Mc. Tagart yang terdiri dari beberapa siklus. Dimana setiap siklus tersebut terdiri dari 4 tahapan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Download ptk ipa smp pdf 

Gambar
3.1 Siklus penelitian tindakan kelas
Adapun langkah – langkah yang akan dilakukan dalam penelitian ini terdiri atas pra siklus, siklus I, dan siklus II, yaitu
Siklus I ini terdiri atas :
1 Pra Siklus
Melakukan wawancara pada guru setempat mengenai beberapa hal, Yaitu :
1) Hasil belajar peserta didik
2) Kondisi peserta didik dalam proses belajar mengajar
3) Metode pembelajaran yang digunakan
4) Sarana laboratorium
5) Karakteristik peserta didik

2 Siklus I
Perencanaan
1) Peneliti berkolaborasi dengan guru bidang studi, peneliti menyusun instrumen penelitian, berupa silabus pembelajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kegiatan siswa (LKS), dan evaluasi berupa soal.
2) Merancang dan mempersiapkan alat peraga sederhana yang terdiri dari kayu, tali, dan batu serta tali karet mainan.
3) Menyiapkan lembar observasi, lembar refleksi yang bersifat mengemukakan kembali apa yang telah dilakukan, dan evaluasi.
4) Menetapkan kelas yang akan digunakan penelitian.
5) Melakukan uji coba

Pelaksanaan Tindakan
1) Guru menyiapkan tujuan pembelajaran (standar kompetensi) yang ingin dicapai pada materi listrik statis.
2) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan skenario pembelajaran dengan model TPS (Think, Pair, Share) menggunakan alat peraga sederhana.
3) Guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas.
4) Guru membentuk kelompok kecil dengan anggota 5 – 6 orang pada tiap kelompoknya dan dibuat heterogen.
5) Guru memberikan permasalahan
6) Peserta didik berfikir tentang permasalahan yang disampaikan.
7) Peserta didik membagi tugas dan tanggung jawab tentang hasil yang telah diperolehnya.
8) Guru menanggapi dan menyimpulkan
9) Guru memberikan tes individual. Contoh ptk ipa smp doc

Pengamatan
1) Guru bekerja sama dengan peneliti mengawasi aktivitas kelompok peserta didik dan mengamati tingkat keberhasilan peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan yang telah diberikan.
2) Mengamati peserta didik saat menyelesaikan permasalahan yang telah diberikan
3) Mengamati komunikasi dan kerjasama peserta didik dalam kelompok.
4) Mengamati keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
5) Mengisi lembar observasi afektif dan psikomotorik dalam pembelajaran 
Refleksi
1. Peneliti mengolah hasil pengamatan dan evaluasi untuk membuat kesimpulan sementara terhadap pembelajaran yang terjadi pada siklus I.
2. Menganalisis dan mendiskusikan hasil pada pembelajaran siklus I untuk
melakukan perbaikan pada pelaksanaan siklus II

3 Siklus II
Pada prinsipnya, semua kegiatan pada siklus II hampir sama dengan kegiatan pada siklus I, siklus II merupakan perbaikan dari siklus I, terutama dihasilkan pada hasil refleksi siklus I.
1) Tahapannya tetap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
2) Materi pembelajarannya berkelanjutan.
3) Diharapkan, kerja kelompok dalam menggunakan alat peraga sederhana peserta didik semakin tinggi.

E. METODE PENGUMPULAN DATA
Data diperoleh dengan cara melakukan observasi yang dilengkapi dengan lembar pengamatan, dan pemberian tes sebagai evaluasi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1 Metode wawancara digunakan untuk mengetahui seberapa jauh peserta didik memahami dan menguasai materi yang telah diajarkan, serta untuk mengetahui nilai penguasaann konsep peserta didik. Bentuknya berupa pertanyaan yang berkaitan dengan penguasaan materi peserta didik terhadap pokok bahasan listrik statis.
2 Metode tes digunakan untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar kemampuan peserta didik, mengukur keberhasilan peserta didik dan daya serap terhadap materi pelajaran yang telah disampaikan, baik selama dikenai tindakan maupun pada setiap akhir siklus tindakan. Bentuknya berupa tes pilihan ganda dan tes isian yang sudah dirinci menampilkan soal – soal yang berhubungan dengan listrik statis. Contoh ptk ipa smp kelas 9 doc Tes ini dilakukan untuk mendapatkan nilai penguasaan konsep kelas IX.1 dan tingkat ketuntasan belajar pada materi pokok listrik statis.

3 Metode observasi digunakan untuk mengetahui tahap-tahap kegiatan/aktivitas peserta didik dalam proses belajar mengajar. Bentuknya berupa lembar observasi kemampuan afektif dan lembar observasi kemampuan psikomotorik yang sudah dirinci menampilkan aspek-aspek dari proses yang harus diamati.

F. INSTRUMEN PENELITIAN
Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti sebagai berikut :
1 Lembar Observasi Kemampuan Afektif
Lembar observasi kemampuan afektif disusun untuk mengetahui sikap peserta didik dalam berdiskusi kelompok dengan menggunakan alat peraga sederhana.
2 Lembar Observasi Kemampuan Psikomotor
Lembar observasi kemampuan psikomotor disusun untuk mengetahui keterampilan peserta didik dalam menggunakan alat peraga sederhana.
3 Tes
Tes dilaksanakan pada akhir kegiatan belajar mengajar. Hasil tes ini digunakan untuk mengukur tingkat penguasaan konsep listrik statis dan tingkat ketuntasan belajar.

G. METODE ANALISIS DATA
Data yang dianalisis meliputi hal – hal sebagai berikut :
1 Perubahan yang terjadi pada peserta didik saat pembelajaran maupun sesudah pembelajaran. Analisis yang digunakan adalah deskriptif, yaitu dengan memaparkan data hasil pengamatan dan hasil tes peserta didik pada setiap akhir siklus dengan membandingkan hasil yang dicapai tiap siklus.
2 Peningkatan Penguasaan Konsep
a. Untuk mengetahui peningkatan penguasaan konsep, digunakan rumus:

Arti tingkat penguasaan yang dicapai adalah 4
90% - 100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = cukup
< 70% = kurang
Apabila tingkat penguasaan konsep mencapai 80%, maka dapat dilanjutkan ke materi berikutnya.
b. Untuk menghitung nilai hasil tes penguasaan konsep setiap peserta didik, digunakan rumus : 5

c. Untuk menghitung nilai rata – rata peserta didik, digunakan rumus 

Keterangan :
X = nilai rata – rata nilai siswa
ÓX = jumlah seluruh nilai
N= jumlah peserta didik yang mengikuti tes
d. Untuk menghitung lembar observasi, digunakan rumus 

Keterangan : 
Nilai 10 – 29 = sangat  kurang 
Nilai 30 – 49 = kurang 
Nilai 50 – 69 = cukup 
Nilai 70 – 89 = baik
Nilai 90 – 100 = sangat kurang
e. Untuk menghitung ketuntasan belajar digunakan rumus 

Secara klasikal peserta didik dikatakan tuntas dalam satu pokok bahasan jika kompetensi minimalnya mencapai 85%. Berdasarkan hasil pengamatan, tes tiap siklus apabila masih dirasakan gagal, peneliti mencari dugaan penyebab kekurangan sekaligus mencari alternatif solusi untuk dirancang pada tindakan berikutnya.

H. INDIKATOR KEBERHASILAN
Yang menjadi petunjuk bahwa suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil adalah sebagai berikut ;
1 Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individual maupun kelompok. Download ptk ipa smp pdf
2 Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran telah tercapai oleh siswa, baik secara individual maupun kelompok.
Namun demikian, indikator yang banyak dipakai sebagai tolok ukur keberhasilan adalah daya serap. Dalam indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah menggunakan daya serap, yaitu meliputi :
a. Secara klasikal peserta didik dikatakan tuntas dalam satu pokok bahasan jika kompetensi minimalnya mencapai 85%. 
Berdasarkan kurikulum sekolah, peserta didik dikatakan tuntas jika KKM mencapai nilai 55.

CONTOH JUDUL PTK FISIKA SMP KELAS IX WORD

DAFTAR PUSTAKA

Agustina, Liza, “ Pemanfaatan Barang Bekas Sebagai Alat Peraga Pembelajaran” http :// search?alat+peraga+sederhana&hl=id. 2008.Php.
A, Pius, Partanto dan M. Al Barry, Dahlan, Kamus Ilmiah Populer, Surabaya:Arloka, 1994
Arikunto, Suharsimi, Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta:Bumi Aksara, 2007
Arsyad, Azhar, Media Pengajaran, Jakarta:Raja Grafindo Persada, 2000
Asnawir, dkk, Media Pembelajaran, Jakarta:Ciputat Press, 2002
Aqib, Zainal, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, Bandung:CV YRAMA WIDYA, 2009
Bahri, Syaiful, Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif; Suatu Pendekatan Teoritis Psikologis, Jakarta:Rineka Cipta, 2005
Bahri, Syaiful, Djamarah dan Zain, Aswan, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta:Rineka Cipta, 2006
Departemen Agama RI, Al Qur ’an Karim dan Terjemahannya, Semarang:Karya Toha Putra
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar. Jakarta:Depdikbud, 1994
Departemen Pendidikan Nasional, Panduan Silabus Sekolah Menengah Pertama, Jakarta:Depdiknas, 2006
Departemen Pengetahuan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta:Balai Pustaka, 2005
Giancoli, Douglas C. Fisika, Jakarta:Erlangga, 1999
Halliday, David dan Resnick, Robert, Fisika, Jakarta:Erlangga, 1985
Hamalik, Oemar, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, Jakarta:Bumi Aksara, 2003
H. E. Mulyasa, Praktik Penelitian Tindakan Kelas;Menciptakan Perbaikan Berkesinambungan, Bandung:PT Remaja Rosdakaraya, 2009
Hirose, Akira dan Lonngren, Karl. E, Introduction To Wave Phenomena, Canada:A Wiley Interscience Publication, 1984
I. G. A. K Wardani, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta:Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, 2004
Isaacs, Alan Kamus Len gkap Fisika, Jakarta:Erlangga
Jihad, Asep, dan Haris, Abdul, Evaluasi Pembelajaran, Yogyakarta:Multi Pressindo, 2009
Joko, Muhammad Susilo, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan:Manajemen Pelaksanaan dan Kesiapan Sekolah Menyongsongnya, Yogyakarta:Pustaka Pelajar Offset, 2007
Nawawi, Imam, Riyadhus Shalihin, Jilid.2, Jakarta:Pustaka Amani, 1999
Nurdin, Peningkatan Penguasaan Rumus Matematika melalui Pemberian Latihan Soal Bervariasi pada Siswa Kelas II-7 SMU Negeri 1 Makassar
Qardhawi, Yusuf, Al-Qur ’an Berbicara Tentang Akal dan Ilmu Pengetahuan, Jakarta : Gema Insani:2004
Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta:Kencana Prenada Media Grup, 2007
Penelitian , Norma, Dian, Aprilia , Pembiasaan Penggunaan System Internasional Untuk Satuan Sebagai Upaya Peningkatan Penguasaan Konsep Fisika Siswa Kelas VII SMP N IV Juwana, Semarang:UNNES, 2007
Sudjana, Nana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung:Sinar baru Algensindo, 2009
Supramono, Eddy, et, al., Fisika Dasar II. Malang:Universitas Negeri Malang, 2003
Tim Penyusun Kurikulum SMPN 1 ... ..., Kurukulum MTs, Darul Istiqomah Tahun Ajaran 200 7/2008, , 2007
Triyanto, Model – Model Pembelaran Inovatif BerorientasiKonstruktivisti;Konsep Landasan Teoritis – Praktis dan Implementasinya, Jakarta:Prestasi Pustaka Publisher, 2007
Uzer, Moh. Usman, Menjadi Guru Professional, Bandung:Remaja Rosdakarya, 2000

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH JUDUL PTK IPA FISIKA KELAS IX SMP

Postingan terkait: