DOWNLOAD PTK BIOLOGI KELAS XII PENDEKATAN SETS

DOWNLOAD PTK BIOLOGI KELAS XII PENDEKATAN SETS-Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. IPA bukan hanya sekedar penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta¬fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Karakteristik pengetahuan Mutasi memungkinkan peserta didik berpikir kritis dan komprehensip jika pembelajarannya menggunakan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society). Melalui pendekatan ini peserta didik diharapkan dapat memahami keterkaitan antara struktur, fungsi dan pro ses serta kelainan / penyakit yang terjadi pada sistem ekskresi dengan menerapkan konsep¬konsep yang dimiliki dari berbagai ilmu terkait. Contoh ptk biologi sma pdf

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada peserta didik kelas XII-IPA SMAN 8 ... . Dalam penelitian ini peneliti menggunakan satu kelas untuk menerapkan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society ) yaitu kelas XII-IPA SMAN 8 ...  yang jumlahnya ada 25 peserta didik, terdiri atas dua siklus, setiap siklus meliputi langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pada tahap perencanaan disusun skenario pembelajaran dan menyiapkan perangkat pembelajaran. Dalam pelaksanaan tindakan, proses pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan SETS. Hasil observasi dipresenrasikan dalam diskusi kelas. Pada tahap observasi, dilakukan pengamatan aktivitas siswa, sikap siswa, dan kinerja guru. Serta tes hasil belajar. Indikator kinerja pada penelitian berupa tercapainya ketuntasan belajar secara individual dan klasikal.
Hasil pelaksanaan siklus I menunjukkan bahwa indikator kinerja belum tercapai karena hasil belajar peserta didik hanya mencapai 72,4 dan 13 siswa yang tuntas belajar, untuk itu di adakan perbaikan lagi pada siklus II. Analisis pada siklus II menunjukkan ketuntasan hasil belajar peserta didik yaitu dengan nilai rata-rata 80,2 dan 23 siswa tuntas belajar.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPA BIOLOGI SMA yang diberi judul 
PENDEKATAN SETS 
(SCIENCE ENVIRONMENT TECHNOLOGY AND SOCIETY) 
DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN
BIOLOGI MATERI POKOK MUTASI KELAS XII-IPA DI  
SMAN ... TAHUN AJARAN 2015/2016
"
. Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPA BIOLOGI SMA KELAS XII lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMA 032).

PTK IPA BIOLOGI KELAS XII LENGKAP

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar belakang
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Tujuan pendidikan adalah seperangkat hasil pendidikan yang tercapai oleh peserta didik setelah diselenggarakannya kegiatan pendidikan.
Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari dalam individu maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan. Dalam pembelajaran tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Peran guru sangat penting dalam proses belajar mengajar di kelas karena mempengaruhi keberhasilan peserta didik.

Beberapa sikap ilmiah yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran biologi antara lain sikap ingin tahu, jujur, tekun, terbuka tehadap gagasan baru, tidak percaya tahayul, sulit menerima pendapat yang tidak disertai bukti, berpikir logis, peka terhadap makhluk hidup dan lingkungannya. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, yaitu pada pembelajaran biologi tentang Mutasi di kelas XII-IPA SMA Negeri 8 ...  tampak bahwa keaktifan dan kinerja peserta didik belum optimal, 65% peserta didik kurang memberi respon terhadap materi dan pertanyaan dari guru. Pembelajaran di kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, kemudian ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar. Oleh karena itu seorang guru dalam penyampaian materi pelajaran biologi haruslah mengetahui metode dan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Download ptk biologi sma lengkap doc

Karakteristik pengetahuan Mutasi memungkinkan peserta didik berpikir kritis dan komprehensip jika pembelajarannya menggunakan SETS ( Science, Environment, Technology, and Society). Melalui pendekatan ini peserta didik diharapkan dapat memahami keterkaitan antara struktur, fungsi dan proses serta kelainan / penyakit yang terjadi pada sistem ekskresi dengan menerapkan konsep¬konsep yang dimiliki dari berbagai ilmu terkait
Salah satu pilihan dalam pembelajaran sains adalah SETS. Pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society ) memberi penekanan pada konservasi nilai positif pendidikan, budaya dan agama, sementara tetap maju dalam bidang sains, tekhnologi dan ekonomi. Pembelajaran dalam pendekatan SETS selalu dihubungkan dengan kejadian nyata yang dijumpai siswa dalam kehidupanya (bersifat kontekstual) .
Permasalahan di atas dapat dilakukan penelitian tindakan kelas ( PTK ) sebagai alternatif dalam penyelesaian. Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki mutu praktik pembelajaran kelas.

Upaya penelitian tindakan kelas ( PTK ) diharapkan dapat menciptakan budaya belajar ( learning culture ) dikalangan guru dan peserta didik.
Penelitian tindakan kelas ( PTK ) menawarkan peluang sebagai strategi pengembangan kinerja, sebab pendekatan penelitian ini menampilkan pola kerja yang kolaboratif.
Atas dasar permasalahan yang telah dikemukakan di atas peneliti mencoba menerapkan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society ) dalam pembelajaran biologi di SMA Negeri 8 ...  dengan harapan peserta didik dapat menguasai dan menerapkannya.

B. Identifikasi dan Perumusan Masalah
Latar belakang masalah diklasifikasikan sebagai permasalahan yang akan dihadapi, yaitu kurang tertariknya peserta didik kelas XII-IPA SMA Negeri 8 ... dalam mengikuti pelajaran biologi dengan alasan membosankan dan kurang menarik, adapun permasalahannya :
1. Bagaimana penerapan pendekatan SETS pada mata pelajaran biologi materi pokok Mutasi di kelas XII-IPA SMA Negeri 8 ... ?
2. Apakah penerapan pendekatan SETS pada pembelajaran Biologi materi pokok Mutasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa?

C. Penegasan Istilah
Untuk menghindari kemungkinan adanya pemahaman yang berbeda dari para pembaca maka dalam penulisan Penelitianini perlu dikemukakan arti dari istilah kata-kata yang menjadi judul penelitian ini :
1. Pendekatan SETS ( Science, Environment, Technology, and Society ) Kata SETS (Science, Environment, Technology, and Society) dapat dimaknakan sebagai sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat, merupakan satu kesatuan yang dalam konsep pendidikan mempunyai implementasi agar anak didik mempunyai kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking). Pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) menjadi salah satu pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran sains. Pendekatan ini dapat menghubungkan konsep sains yang sedang dipelajari siswa dengan lingkungan, tekhnologi dan masyarakat.

2. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Hasil belajar merupakan kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Penguasaan hasil belajar oleh siswa dapat dilihat dari perilakunya, baik perilaku dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan berpikir maupun keterampilan motorik. Hasil belajar yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah nilai yang diperoleh melalui tes.
3. Biologi adalah Ilmu yang mempelajari keadaan dan sifat makhluk hidup.
4. Materi pokok Mutasi merupakan salah satu materi dari pelajaran biologi yang diberikan pada kelas XII-IPA tingkat SMU/MA. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

D. Manfaat Penelitian
Dengan adanya penelitian ini manfaat yang diharapkan adalah sebagai berikut :
1. Secara teoritis
Adanya penelitian ini, penulis dapat mengetahui penerapan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) khususnya pembelajaran biologi di kelas XII-IPA SMA Negeri 8 .... 
2. Secara praktis
a. Bagi Siswa
Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami pembahasan materi pokok ekskresi pada manusia di kaitkan dengan kejadian di sekitar siswa yang di hubungkan dengan aspek SETS.
b. Bagi Guru
Penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar khususya pelajaran biologi dalam menggunakan pendekatan SETS sebagai pendekatan yang tepat untuk menyampaikan materi pokok ekskresi pada manusia ataupun materi lainnya yang relevan dalam rangka mewujudkan pelajaran yang berkualitas dan sesuai dengan visi, misi, dan tujuan sekolah.

c. Bagi Sekolah
Penelitian ini dapat memberikan masukan yang baik bagi pihak sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi siswa sekaligus kualitas pendidikan dari sekolah tersebut.
d. Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat menambah pengalaman baru yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar di masa mendatang.

CONTOH PTK IPA SMA KELAS XII DENGAN METODE TERBARU

BAB II
PENDEKATAN SETS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
SISWA MATERI POKOK MUTASI


A. Pendekatan SETS
1. Pengertian Pendekatan SETS (Science Environment Technology and Society)
SETS bila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia akan memiliki kepanjangan Sains, Lingkungan, Teknologi, dan Masyarakat.
Kata SETS (Science Environment Technology and Society) dapat dimaknakan sebagai sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat, merupakan satu kesatuan yang dalam konsep pendidikan mempunyai implementasi agar anak didik mempunyai kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking). Pendidikan SETS dapat diawali dengan konsep-konsep yang sederhana yang terdapat di lingkungan sekitar kehidupan sehari-hari peserta didik atau konsep-konsep rumit sains maupun non sains. SETS diturunkan dengan landasan filofofis yang mencerminkan kesatuan unsur SETS dengan mengingat urutan unsur-unsur SETS dalam susunan akronim tersebut

2. Hakekat dan tujuan Pendekatan SETS (Science Environment Technology and Society)
Hakekat SETS dalam pendidikan merefleksikan bagaimana harus melakukan dan apa saja yang bisa dijangkau oleh pendidikan SETS. Pendidikan SETS harus mampu membuat peserta didik yang mempelajarinya baik siswa maupun warga masyarakat benar-benar mengerti hubungan tiap-tiap elemen dalam SETS. Hubungan yang tidak terpisahkan antara sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat merupakan hubungan timbal balik dua arah yang dapat dikaji manfaat-manfaat maupun kerugian-kerugian yang dihasilkan. Pada akhirnya peserta didik mampu menjawab dan mengatasi setiap problem yang berkaitan dengan kekayaan bumi maupun isu-isu sosial serta isu-isu global, hingga pada akhirnya bermuara menyelamatkan bumi. Contoh ptk biologi sma kelas xii Adapun tujuan Pendekatan SETS adalah sebagai berikut:
a. Lebih menekankan untuk memperoleh kegiatan pembelajaran dan bukan pengajaran;
b. Memperoleh dorongan dan menerima inisiatip serta otonomi;
c. Memperhatikan peserta didik sebagai makhluk hidup yang memiliki keinginan dan tujuan;

d. Mengambil berat peranan pengalaman peserta didik dalam proses pembelajaran;
e. Memperoleh bimbingan untuk mengembangkan rasa ingin tahu terhadap alam dan segala hal;
f. Pendidikan memperhatikan model dan mental peserta didik;
g. Menekankan perlunya atau pentingnya kinerja dan pemahaman ketika memulai pembelajaran;
h. Mendorong peserta didik untuk melibatkan diri dalam perbincangandengan guru dan esama pelajar secara bersanma (cooperative);
i. Melibatkan peserta didik dalam situasi yang sebenarnya;
j. Mempertimbangkan keyakinandan sikap peserta didik.

3. Cakupan Pendidikan SETS (Science Environment Technology and Society)
Pendidikan SETS mencakup topik dan konsep yang berhubungan dengan sains, lingkungan, teknologi dan hal-hal yang berkenaan dengan masyarakat. SETS membahas tentang hal-hal bersifat nyata, yang dapat dipahami, dapat dibahas dan dapat dilihat. Membicarakan unsur-unsur SETS secara terpisah berarti perhatian khusus sedang diberikan pada unsur SETS tersebut. Dari unsur ini selanjutnya dicoba untuk menghubungkan keberadaan konsep sains dalam semua unsur SETS agar bisa didapatkan gambaran umum dari peran konsep tersebut dalam unsur-unsur SETS yang lainnya.

4. Penerapan Pendekatan SETS pada Pembelajaran di sekolah
Penerapan SETS dalam pembelajaran untuk tingkat sekolah disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. Sebuah program untuk memenuhi kepentingan peserta didik harus dibuat dengan menyesuaikan tingkat pendidikan peserta didik tersebut. Topik-topik yang menyangkut isi SETS di luar materi pengajaran dipersiapkan oleh guru sesuai dengan jenjang pendidikan siswa. Adapun metode pendekatan SETS yaitu diskusi, observasi, wawancara, karya wisata, eksperimenn, cerita, problem solving, tanya jawab, curah pendapat. Download proposal ptk biologi sma doc

Gambar 2.1: Keterkaitan antar unsur SETS.

B. Hasil Belajar
1. Pengertian Belajar dan Hasil Belajar
Banyak pengertian belajar yang dicetuskan oleh para ahli, namun umumnya ahli-ahli tersebut (baik ahli psikologi maupun pendidikan) mempunyai pendapat yang sama bahwa hasil suatu aktivitas belajar adalah “perubahan”. Bahwa perubahan itu terjadi akibat “pengalaman”. Dari kesamaan ini lahir pengertian belajar secara umum atau popular. Pengertian umum inilah yang banyak digunakan oleh para praktisi di lapangan khususnya guru. Secara umum, belajar adalah terjadinya perubahan pada diri orang yang belajar karena pengalaman. Perubahan tersebut bisa dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai¬sikap.

Belajar diartikan sebagai proses perubahan laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya.
Dikalangan ahli psikologi terdapat keragaman dalam cara menjelaskan dan mendefinisikan makna belajar (learning). Namun, baik secara eksplisit maupun secara implisit pada akhirnya terdapat kesamaan maknanya, yaitu bahwa definisi maupun konsep belajar itu selalu menunjukan kepada suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktik atau penglaman tertentu.

Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Hasil belajar sama dengan prestasi belajar, menurut Syaiful Bahri Djamarah, prestasi merupakan hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, atau diciptakan secara individu maupun kelompok.
Jadi secara sederhana hasil belajar merupakan perubahan perilaku serta penguasaan ketrampilan dan pengetahuan yang diperoleh peserta didik dalam mata pelajaran yang ditunjukan dengan tes atau nilai yang diperoleh setelah mengalami aktivitas belajar.

2. Aspek- aspek Hasil Belajar
Tingkah laku manusia terdiri dari sejumlah aspek, Hasil belajar akan tampak pada setiap perubahan pada aspek aspek tersebut, adapun aspek-aspek tersebut adalah:
a. Pengetahuan 
b. Pengertian 
c. Kebiasaan 
d. Ketrampilan 
e. Apresiasi
f. Emosional 
g. Hubungan sosial
h. Jasmani etis atau budi pekerti,  
i. dan Sikap

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Setiap kegiatan belajar menghasilkan suatu perubahan yang khas sebagai hasil belajar. Hasil belajar dapat dicapai siswa melalui usaha¬usaha sebagai perubahan tingkah laku yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik, sehingga tujuan yang telah ditetapkan akan tercapai secara optimal. Hasil belajar yang diperoleh siswa tidak sama, karena ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, antara lain:
a. Faktor Internal
1) Kondisi fisik
Kondisi fisik adalah kondisi yang terjadi dari dalam individu itusendiri dan nampak dari luar serta identik dengan faktor kesehatan organ tubuh.Kondisi siswa juga bisa mempengaruhi hasil belajar, karena di dalam proses pembelajaran dengan pendekatan SETS siswa harus benar benar dalam kondisi prima.

2) Kondisi psikis
Kondisi psikis adalah kondisi yang dapat dimengerti dan diketahui dari evaluasi, seperti kecerdasan akal, minat, emosi, dan kemampuan bersosialisasi.
b. Fator Eksternal, meliputi:
1) Kemampuan sosial ekonomi
2) Kekurangan kemampuan pengajar menguasai dan strategi pembelajaran
3) Tugas-tugas non akademik
4) Kurang memperoleh dukungan dari orang-orang sekitar
5) Lingkungan fisik
6) Kesulitan belajar yang bersumber dari lembaga pendidikan itu sendiri, misal sarana belajar, kondisi belajar dan sebagainya. 

C. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mempelajari materi pelajaran dengan memperdebatkan masalah yang timbul dan saling mengadu argumentasi secara rasional dan objektif. Metode diskusi dapat diartikan sebagai jalan untuk memecahkan suatu permasalahan yang memerlukan beberapa jawaban alternatif yang dapat mendekati kebenaran dalam proses belajar mengajar (PBM). Contoh ptk biologi sma pdf  Metode ini bila digunakan dalam pendekatan SETS akan dapat merangsang murid untuk berfikir sistematis, kritis dan bersikap demokratis, dalam menyumbangkan pikiran-pikirannya untuk memecahkan sebuah masalah.

Langkah-langkah yang digunakan dalam metode diskusi ini adalah sebagai berikut:
a. Pendahuluan:
1) Guru dan murid menentukan masalah.
2) Menentukan bentuk diskusi yang akan digunakan sesuai dengan masalah yang akan didiskusikan dan kemampuan murid dalam melaksanakan diskusi.
b. Pembelajaran inti:
Dalam melaksanakan diskusi guru dapat langsung memimpin (moderator) atau dipimpin oleh murid yang dianggap cakap namun guru tetap bertanggung jawab atas berlangsungnya diskusi.
c. Penutup:
Guru atau pemimpin diskusi memberikan tugas kepada audience membuat kesimpulan diskusi. Kemudian guru memberikan ulasan atau memperjelas dari kesimpulan diskusi.

D. Pembelajaran Biologi
Biologi adalah Ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makhluk hidup. Dengan berkembangnya ilmu dan tekhnologi maka biologi sebagai ilmu semakin berkembang.
Banyak peserta didik yang tidak dapat mengembangkan pemahamannya terhadap konsep biologi dikarenakan antara perolehan pengetahuan dan prose snya tidak terintegrasi dengan baik dan memungkinkan peserta didik untuk menangkap makna secara fleksibel. Konsekuensi pembelajaran biologi di sekolah diharapkan mampu memberikan pengalaman kepada peserta didik melakukan penyelidikan tentang fenomena biologi.

1. Fungsi Pembelajaran Biologi
Ditinjau dari segi fisiknya IPA adalah ilmu pengetahuan yang objek telaahnya adalah alam dengan segala isinya termasuk bumi, tumbuhan, hewan serta manusia. Pengetahuan alam meliputi biologi, fisika dan kimia. Biologi mengkaji berbagai persoalan yang berkaitan dengan fenomena makhluk hidup pada berbagai tingkat organisasi kehidupan dan interaksinya dengan faktor lingkungan.

2. Tujuan Pembelajaran Biologi
a. Memahami konsep-konsep biologi dan saling keterkaitannya.
b. Mengembangkan ketrampilan dasar biologi untuk menumbuhkan nilai serta sikap ilmiah.
c. Menerapkan konsep dan prinsip biologi untuk menghasilkan karya
tekhnologi sederhana yang berkaitan dengan kebutuhan manusia.
d. Mengembangkan kepekaan nalar untuk memecahkan masalah yang
berkaitan dengan proses kehidupan dalam kejadian sehari-hari.
e. Meningkatkan kesadaran akan kelestarian lingkungan.
f. Memberi bekal pengetahuan dasar untuk melanjutkan pendidikan Diharapkan peserta didik dapat memahami dan menguasai pelajaran biologi serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

E. SK, KD dan Indikator Materi Mutasi
Di dalam pengajaran menggunakan pendekatan SETS siswa diminta mengaitkan antar unsur SETS. Yaitu antara konsep sains yang dipelajari dengan benda-benda berkenaan dengan konsep tersebut pada unsur lain dalam SETS, sehingga memungkinkan siswa memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang keterkaitan konsep tersebut dengan unsur lain dalam SETS, baik dalam bentuk kelebihan ataupun kekurangannya, sebagaimana Standar Kompetensi kelas XII-IPA SMA Negeri 8 ....

Berdasarkan Faktor Keturunan Mutasi dapat dibedakan:
A.Mutasi Gen (( mutasi titik atau point mutation)
B. Mutasi Kromososm

Mutasi Gen (( mutasi titik atau point mutation)
Mutasi gen adalah perubahan yang terjadi pada nukleotida DNA yang membawa pesan  suatu gen tertentu yang dapat mempengaruhi protein. Download ptk biologi sma lengkap doc
Mutasi gen ada 2 kategori yaitu
 1. Substitusi  pasangan basa
Perubahan macam basa nitrogen
Perubahan letak uruta basa nitrogen
Perubahan jumlah basa nitrogen

2. Insersi ( penyisipan) atau Delesi (penghilangan)   pasangan basa
Tipe-tipe mutasi gen:
 1. Mutasi pergantian basa ( Subtitusi)
peristiwa pergantian pasangan basa nitrogen pada suatu rantai polinukleotida yang berdampak  juga pada perubahan kodon. peristiwa mutasi pergantian basa disebut juga subtitusi.
 Contoh anomali akibat terjadi mutasi pergantiann basa adalah Sickle cell anemia (sel darah merah yang berbentuk bulan sabit).

  berdasarkan jenis basa nitrogen yang digantikan, Mutasi pergantian basa (mutasi subtitusi) dibedakan atas:
a. Transisi
transisi terjadi jika basa purin (adenin) diganti dengan basa purin lain (guanin), atau basa pirimidin (sitosin) diganti dengan basa pirimidin lain (timin).
b. transversi
Transversi terjadi jika basa purin diganti dengan basa pirimidin atau sebaliknya.

2. Mutasi penyisipan dan pengurangan basa nitrogen
merupakan peristiwa menyisipnya suatu basa nitrogen ke dalam suatu DNA atau peristiwa hilangnya satu atau beberapa basa nitrogen dalam DNA.
Mutasi ini dapat terjadi melalui insersi dan delesi.
a. Insersi
adalah penyisipan satu atau lebih pasangan basa nitrogen yang terdapat dalam molekul DNA.
Berikut merupakan contoh peristiwa insersi pada sepotong DNA:
b. Delesi
adalah berkurangnya satu atau lebih pasangan pasa nitrogen dalam suatu potongan DNA.
Berikut merupakan contoh peristiwa delesi pada sepotong DNA:

Mutasi Kromosom
  Perubahan Set ( euploidi )
  Perubahan pergandaan( Aneusomi )
  Perubahan  Struktur kromosom
            ( Kerusakan Kromosom atau aberasi)
Perubahan Set (euploidi )
Euploidi merupakan mutasi yang melibatkan pengurangan atau penambahan dalam perangkat kromosom (genom). Atau perubahan jumlah set kromosom ( Ploid)
Euploidi dapat  dibedakan menjadi: 
1. Monoploid merupakan reduksi dari diploid
2. autopoliploid merupakan proses pergandaan ploidi
3. Allopoliploidi terjadi karena hibrid antara spesies yang set kromosomnya berbeda
  euploid pada hewan misalnya terjadi pada insekta, katak, yang akan menyebabkan berumur pendek, seperti pada peristiwa digini (dibuahinya dua sel telur yang terlindung dalam satu plasma)
  dan diandri (dibuahinya satu sel telur oleh dua perma).

Perubahan Pergandaan (aneuploidi atau Aneusomi)
  peristiwa aneuploid berakhiran dengan somi, sehingga aneuploid disebut juga dengan aneusomi. Terjadi karena :
  a) Anafase lag  yaitu pada saat anafase meiosis 2, salah satu kromatid tidak melekat pada gelendong pembelahansehingga jumlah kromosom ada yang berkurang dan ada yg kelebihan.
  b) Nondisjungsi atau peristiwa gagal berpisah yaitu tidak terpisahnya kromosom homolog pada waktu Anafase meiosis I.

Aneusomi pada Manusia
1. Sindrom Turner
Orang yang  mengalami pengurangan pada  kromosomY
Kariotipnya: 22AA+XO  ( wanita )
2. Sindrom Klinefelter ( 2n + 1 )
( 22 AA+XXY= 47)
3. Sindrom Edwards ( 2n+1)
 45A+ XX atau   45 A + XY. Trisomi   pada kromosom 16,17,18
4. Sindrom Patau trisomi pada 13,14,15

  Ciri-ciri: . Sindrom Turner 
a. kariotipe : 45,X O (44 autosom + satu kromosom X) diderita oleh wanita
b. tinggi badan cenderung pendek
c. alat kelamin terlambat perkembangannya (infertil)
d. sisi leher tumbuh tambahan daging
e. bentuk kaki X
f. kedua puting susu berjarak melebar
g. keterbelakangan mental

  2. Sindrom Klinefelter; ditemukan oleh Klinefelter tahun 1942.
Ciri-ciri:
a. kariotipe: 47, XXY (kelebihan kromosom seks X) diderita oleh pria
b. bulu badan tidak tumbuh
c. testis mengecil, mandul (steril) Download proposal ptk biologi sma doc
d. buah dada membesar
e. tinggi badan berlebih
f. jika jumlah kromosom X lebih dari dua, mengalami keterbelakangan mental.

  3. Sindrom Jacob, ditemukan oleh P.A. Jacobs tahun 1965
Ciri-ciri:
a. kariotipe 47 , X YY
 (kelebihan sebuah kromosom seks Y), diderita oleh pria
b. berperawakan tinggi
c. bersifat antisosial, agresif
d. suka melawan hukum

Ciri-ciri: Sindrom Down
 a. kariotipe 47, XX atau 47, XY
b. mongolism, bertelapak tebal seperti telapak kera
c. mata sipit miring ke samping
d. bibir tebal, lidah menjulur, liur selalu menetes
e. gigi kecil-kecil dan jarang
f. I. Q. rendah (± 40 ).
Trisomi pada kromosom no 21

Sindrom patau
trisomi pada kromosom ke-13, 14, dan 15. Penderita sindrom patau memiliki karakteristik sebagai berikut.
(1) Berumur pendek, umumnya meninggal pada usia 3 bulan.
(2) Memiliki polidaktili.
(3) Ukuran struktur otak lebih kecil.
(4) Mengalami keterbelakangan mental.
(5) Bagian bibir memiliki celah.
(6) Mengalami kelemahan pada jantung dan kelainan pada usus.

Sindrom edwards
ditemukan oleh I.H. Edwards. Penderita sindrom ini
  mengalami peristiwa trisomi pada kromosom ke-16, 17, dan 18.
 Sindrom edwards memiliki ciri-ciri antara lain:
  (1) berumur pendek, usia rata-rata hanya 6 bulan;
  (2) tengkorak berbentuk agak lonjong;
  (3) memiliki bentuk mulut yang lebih kecil;
  (4) bentuk dada pendek dan lebar;
  (5) memiliki letak telinga yang lebih rendah.

Perubahan strutur kromosom  (Kerusakan Kromosom- aberasi)
Dapat dibedakan:
  A. Inversi
  B. Duplikasi dan delesi
  C. Translokasi
  D. Katenasi

Inversi
  Inversi merupakan mutasi yang terjadi karena perubahan letak gen akibat terpilinnya kromosom pada saat meiosis sehingga terbentuk kiasma Contoh ptk biologi sma pdf
 dapat dibedakan :
                        1. inversi perisentrik
                        2. inversi parasentrik

Duplikasi dan delesi
  Duplikasi merupakan peristiwa penambahan dan penggandaan patahan kromosom dari kromosom lain yang sehomolog
  Delesi merupakan peristiwa pengurangan suatu kromosom akibat sebagian kromosom pindah pada kromosom lain
  Katenasi merupakan peristiwa saling menempelnya
   ujung-ujung kromosom yang saling berdekatan sehingga membentuk lingkaran

mutasi pada sel gametik atau sel kelamin ini dibedakan atas:
a.       Mutasi autosomal
Mutasi sel kelamin yang terjadi pada kromosom autosom. Mutasi jenis ini menghasilkan mutasi yang dominan dan mutasi yang resesif.
b. Mutasi tertaut kelamin
Mutasi sel kelamin yang terjadi pada kromosom seks (kromosom kelamin), berupa tertautnya beberapa gen dalam kromosom kelamin

Mutasi  somatik
a.       Mutasi  somatik adalah mutasi yang terjadi pada sel-sel soma ( sel-sel tubuh : pada Zigot, embrio maupun pada sel-sel dewasa )
  Akibat  mutasi somatik pada janin  adalah cacat bawaan
 contoh:
1.      anak sumbing  disebabkan teratogen
( zat yang menyebabkan kelainan pada embrio ,ex ;sinar x)
2.      kanker  yaitu mutasi  somatik pada orang dewasa
b.      Mutasi germinal
            mutasi yang terjadi pada sel kelamin didalam gonad dan dapat diwariskan pada keturunannya

F. Penerapan Pendekatan SETS Pada Pembelajaran Materi Pokok Mutasi.
Di dalam pengajaran menggunakan pendekatan SETS siswa diminta mengaitkan antar unsur SETS. Yaitu antara konsep sains yang dipelajari dengan benda-benda berkenaan dengan konsep tersebut pada unsur lain dalam SETS, sehingga memungkinkan siswa memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang keterkaitan konsep tersebut dengan unsur lain dalam SETS, baik dalam bentuk kelebihan ataupun kekurangannya, sebagaimana Standar Kompetensi kelas XII-IPA SMA Negeri 8 ...  yaitu Menjelaskan memahami penerapan konsep dasar dan prinsip-prinsip hereditas serta implikasinya pada salingtemas. Dan kompetensi dasar menjelaskan peristiwa mutasi dan implikasinya dalam salingtemas.

H. Hipotesis Tindakan
Hipotesis adalah dugaan yang mungkin benar atau mungkin juga salah. Berdasarkan tinjauan kepustakaan serta melihat kondisi siswa di sekolah target penelitian maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas XII-IPA SMA Negeri 8 ...  pada mata pelajaran Biologi materi pokok Mutasi meningkat dengan menggunakan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society).

DOWNLOAD PROPOSAL PTK IPA SMA LENGKAP

BAB III
METODE PENELITIAN


A. Subjek Penelitian dan Karakreristiknya
Subjek yang akan diteliti adalah peserta didik yang mendapat pembelajaran Mutasi yaitu kelas XII-IPA SMA Negeri 8 ... . Dengan jumlah siswa 37 anak, jumlah siswa putra 7 anak, dan siswa putri 30 anak. Faktor yang diamati adalah aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dan hasil belajarnya yang meliputi: mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan mengemukakan pendapat, membuat keterkaitan unsur-unsur SETS, dan melakukan kegiatan untuk mencari dan memecahkan masalah melalui diskusi dan pengamatan, membuat laporan serta mempresentasikan hasil pengamatan. Hasil belajar peserta didik meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang diambil dari nilai tes, kegiatan dan portofolio.

B. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini diadakan selama 1 bulan. Pelaksanaan penelitian dan pengumpulan data mulai bulan Februari - Maret 2016 yaitu pada siswa kelas XII-IPA SMA Negeri 8 ... , dengan dasar pertimbangan sebagai berikut:

a. Peneliti mengajar di sekolah tersebut
b. Lokasi sekolah yang strategis.
c. Keadaan sekolah yang menarik.

d. Sarana dan prasaran sekolah yang lengkap, dan semua pihak sekolah yang bersedia membantu untuk mengadakan penelitian.
e. Suasana sekolah yang nyaman, tertib, dan rapi, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, dan memudahkan peneliti dalam mengadakan penelitian.

C. Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau sering disebut Classroom Action Research. Terdiri atas dua siklus. Masing¬masing siklus terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Download ptk biologi sma lengkap doc
Menurut Rapoport (1970, dalam Hopkins, 1933) mengartikan penelitian tindakan kelas untuk membantu seseorang dalam mengatasi secara praktis persoalan yang dihadapi dalam situasi darurat dan membantu pencapaian tujuan ilmu sosial dengan kerjasama dalam kerangka etika yang disepakati bersama.
Siklus-siklus tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 3.1 Desain PTK Model Kemmis & McTaggart

Rincian untuk masing-masing tahap adalah sebagai berikut:
1. Siklus 1
a. Perencanaan (Planning)
Membuat rancangan pembelajaran untuk tiap siklus yang meliputi :
1) Rencana pembelajaran materi Mutasi berpendekatan SETS.
2) Bahan ajar berpendekatan SETS.
3) Menyiapkan alat evaluasi.
4) Menyiapkan artikel atau brosur atau data lain yang berkaitan dengan materi Mutasi.

b. Tindakan (Acting)
Melaksanakan skenario pembelajaran berwawasan SETS yang telah direncanakan dalam tiap siklus yang meliputi:
1) Pendahuluan
a) Menyiapkan apersepsi berupa salah satu komponen SETS yang ada hubungannya dengan materi pelajaran.
b) Absensi.
c) Membagi siswa ke dalam 4 kelompok.
d) Menjelaskan pengertian SETS.
e) Menggali pengetahuan awal peserta didik dengan pertanyaan yang mengarah pada materi.
f) Menjelaskan Indikator pencapaian kompetensi pembelajaran.
g) Menjelaskan hubungan Mutasi dengan pendekatan SETS.

2) Kegiatan inti
a) Menyiapkan materi pembelajaran (sesuai dengan kurikulum) disertai pengaitan materi tersebut dengan pendekatan SETS dalam setiap kesempatan.
b) Berdasarkan ide pokok pendahuluan peserta didik diajak untuk mendefinisikan pengertian ekskresi pada manusia. Contoh ptk biologi sma pdf
c) Menyampaikan pada peserta didik bahwa mereka dapat menemukan jawaban melalui diskusi dan pengamatan dengan menggunakan torso/alat peraga manusia.
d) Meminta peserta didik mendiskusikan materi dengan keterkaitan unsur-unsur SETS yang lain.
e) Membimbing peserta didik dalam diskusi dan menempatkan diri sebagai fasilitator.
f) Melakukan penegasan konsep dan memberi tambahan yang di perlukan.

3) Penutup
a) Bersama-sama peserta didik menarik kesimpulan pelajaran.
b) Mengajak peserta didik menganalisis pembelajaran yang sudah ditempuh dengan pendekatan SETS.
c) Penilaian proses pembelajaran.
d) Menyimpulkan materi yang telah diberikan disertai tugas kelompok kepada siswa untuk membuat salah satu antara lain: kliping, poster, artikel berwawasan SETS yang berhubungan dengan materi yang telah disampaikan.

c. Pengamatan (Observing)
1) Melaksanakan proses observasi terhadap pelaksanaan tindakan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan.
2) Mengisi catatan kejadian selama pembelajaran berlangsung.
3) Memeriksa hasil tes tiap siklus.
d. Refleksi (Reflecting)
1) Mengumpulkan data yang didapat dari tahap observasi.
2) Menilai, menganalisa data, mengambil kesimpulan untuk menemukan hambatan-hambatan atau kemajuan yang terjadi setelah tindakan berlangsung.
3) Mencari solusi alternatif untuk perbaikan siklus berikutnya.

2. Siklus II
a. Perencanaan (Planning)
Membuat rancangan pembelajaran untuk tiap siklus yang meliputi :
1) Rencana pembelajaran materi yang menjelaskan hubungan proses
dan kelainan/penyakit ekskresi pada manusia berpendekatan
SETS.
2) Bahan ajar berpendekatan SETS.
3) Menyiapkan alat evaluasi.
4) Menyiapkan artikel atau brosur atau data lain yang berkaitan
dengan materi yang menjelaskan hubungan proses dan
kelainan/penyakit ekskresi pada manusia berpendekatan SETS.
b. Tindakan (Acting)
Melaksanakan skenario pembelajaran berwawasan SETS yang telah direncanakan dalam tiap siklus yang meliputi:
1) Pendahuluan
a) Menyiapkan apersepsi berupa salah satu komponen SETS yang ada hubungannya dengan materi pelajaran.
b) Absensi.
c) Menggali pengetahuan awal peserta didik dengan pertanyaan yang mengarah pada materi sebelumnya.
d) Menjelaskan indikator pencapaian kompetensi pembelajaran.
e) Menjelaskan hubungan proses dan kelainan/penyakit ekskresi pada manusia dengan SETS.

2) Kegiatan inti
a) Menyiapkan materi pembelajaran (sesuai dengan kurikulum) disertai dengan mengaitkan materi tersebut dengan SETS dalam setiap kesempatan.
b) Membagi peserta didik kedalam 4 kelompok diskusi.
c) Membagi tugas proses ekskresi dan kelainan yang terjadi pada sistem ekskresi yang berbeda-beda kepada masing-masing kelompok. Contoh ptk biologi sma kelas xii
d) Meminta peserta didik mendiskusikan materi dengan keterkaitan unsur-unsur SETS yang lain.
e) Membimbing peserta didik dalam diskusi dan menempatkan diri sebagai fasilitator.
f) Menunjuk peserta didik untuk menjelaskan pengertian mutasi dan macam-macam mutasi.
g) Meminta peserta didik untuk menjelaskan tentang mutasi gen dan mutasi kromosom.
h) Melakukan penegasan konsep dan memberi tambahan yang di perlukan.
3) Penutup
a) Bersama-sama peserta didik menarik kesimpulan pelajaran.
b) Mengajak peserta didik menganalisis pembelajaran yang sudah ditempuh dengan pendekatan SETS.
c) Penilaian proses pembelajaran.
d) Menyimpulkan materi yang telah diberikan disertai tugas kelompok kepada siswa untuk membuat salah satu antara lain: kliping, poster, artikel berwawasan SETS yang berhubungan dengan materi yang telah disampaikan.
c. Pengamatan (Observing)
Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi. Hampir sama dengan siklus I tetapi lebih menekankan pada hasil belajar dimana perubahan yang lebih diinginkan.
d. Refleksi (Reflecting)
Refleksi pada siklus II adalah hasil penelitian yang dilakukan dalam kedua siklus tersebut. Jika dari analisis data mengalami peningkatan yang signifikan, maka penelitian dianggap berhasil.

D. Teknik pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data.
1. Data
Sumber data penelitian ini adalah guru dan peserta didik dan dokumentasi.
2. Jenis data
Jenis data yang di dapatkan meliputi data kualitatif dan data kuantitatif.
a. Data kuantitatif terdiri dari: (1) hasil belajar siswa tiap akhir siklus, dan (2) keaktifan dan kinerja siswa selama proses kegiatan belajar mengajar. Download proposal ptk biologi sma doc
b. Data kualitatif terdiri dari: (1) Aktifitas guru selama pelaksanaan proses belajar mengajar, dan (2) Tanggapan siswa tentang proses pembelajaran biologi materi pokok Mutasi dengan Pendekatan SETS.

Dalam pengumpulan data ini, digunakan beberapa metode untuk menggali informasi yang dibutuhkan. Metode yang dipakai untuk mendapatkan informasi tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Metode Observasi
Observasi adalah metode atau cara-cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung. Metode observasi menggunakan lembar pengamatan ketrampilan proses peserta didik untuk mengamat kegiatan peserta untuk diharapkan muncul dalam pembelajaran.
2. Metode Tes
Metode tes merupakan serentetan pertanyaan atau latihan serta alat yang lain untuk mengatur ketrampilan, pengetahuan, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu/kelompok. Metode ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Biologi pokok Mutasi KELAS XII-IPA SMAN 8 ... .

3. Metode Dokumentasi
Dokumen merupakan data variabel yang berbentuk lisan atau foto dan sebagainya. Metode dokumentasi ini digunakan untuk mengetahui data nama, nilai hasil ulangan semesteran biologi sebelumnya

E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan suatu alat untuk mengetahui langkah¬langkah yang harus kita ambil untuk memperoleh data penelitan. Instrumen penelitian meliputi :
1. Skenerio pembelajaran berisi tentang langkah-langkah kegiatan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar pada tiap siklus.
2. Materi dan bentuk tes
Materi yang diberikan untuk tes adalah materi yang berkaitan dengan materi Mutasi, soal yang digunakan adalah soal objektif pilihan ganda dengan empat alternatif jawaban dengan satu jawaban yang benar, item soal yang digunakan dalam penelitian adalah 20 butir dengan waktu 30 menit.

3. Data lembar Observasi siswa
Lembar observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui aktivitas peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran. Aktivitas-aktivitas yang diamati antara lain :
a. Afektif
1) Minat terhadap pelajaran
2) Motivasi belajar
3) Bersikap berani dalam bertanya
4) Aktif mengikuti pelajaran
5) Bersikap sopan dalam perilaku

b. Psikomotorik
1) Memperhatikan penjelasan guru
2) Bertanya pada guru
3) Berani menjawab pertanyaan
4) Mencatat hasil diskusi
5) Membaca teks
c. Kognitif
1) Kemampuan berfikir
2) Hasil belajar

F. Teknik Analisis Data
Semua Data hasil penelitian ini, dianalisis dengan mengunakan deskriptif prosentase. Hasil penelitian dianalisis tiga kali, yaitu analisis rata-rata kelas, ketuntasan belajar secara individual dan ketuntasan belajar secara klasikal. Download ptk biologi sma lengkap doc
1. Rata-rata kelas
Untuk mengetahui nilai rata-rata kelas pada masing-masing siklus digunakan rumus sebagai berikut :
 
Keterangan
= nilai rata-rata kelas
= jumlah nilai siswa
= banyaknya siswa

2. Ketuntasan belajar secara individual
Siswa dikatakan tuntas belajar secara individual apabila telah mencapai nilai 7,4 ke atas. Dengan demikian siswa yang memperoleh nilai 7,4 secara individual telah tuntas belajarnya. Adapun rumus yang digunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar secara individual sebagai berikut :
 
Keterangan:
= nilai ketuntasan belajar secara individual
= jumlah skor jawaban benar setiap siswa 

= jumlah item soal

3. Ketuntasan belajar secara klasikal
Nilai test diperoleh setelah diadakan tindakan kelas, kemudian dianalisis untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa. Untuk mengetahui ketuntasan belajar secara klasikal digunakan rumus sebagai berikut. 
 
Keterangan:
= nilai ketuntasan belajar secara klasikal
= jumlah siswa tuntas belajar secara individu (nilai 74 ke atas) 
= jumlah total siswa

G. Indikator Keberhasilan
1. Indikator Hasil Belajar
Indikator keberhasilan belajar dari penelitian ini didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan di SMU Nasima Semarang untuk mata pelajaran Biologi kelas XII-IPA, yaitu apabila nilai siswa secara individu telah mencapai 80% dari seluruh siswa dalam kelas tersebut telah mencapai 74. Download proposal ptk biologi sma doc
2. Indikator Aktifitas Siswa
Indikator keberhasilan dari penelitian ini apabila terjadi peningkatan aktifitas belajar siswa sekurang-kurangnya 65% siswa terlihat secara aktif. Dilihat dari lembar observasi aktivitas siswa.

CONTOH PENELITIAN TINDAKAN KELAS IPA SMA TERBARU

DAFTAR PUSTAKA


A.M, Sadiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2001.
Abdurrahman, Mulyono, Pendidikan bagi anak berkesulitan belajar, Jakarta: Rineka Cipta, 1999.
Ali, M., Penelitian Kependidikan Prosedur dan strategi, Bandung: Angkasa, 1998.
Arief, Armai, Pengantar Ilmu Metodologi Pendidikan islam, Jakarta, Ciputat Pers, 2002.
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
,dkk, Penelitian tindakan kelas, Jakarta: Bumi aksara, 2006.,cet V.
Binadja, Achmad, SETS Education for the SecondaryLevel, Regular course, 04 Oktober-13 November, 1999.
, Hakekat dan Tujuan Pendidikan SETS dalam Konteks kehidupan dan Pendidikan Yang Ada. Makalah ini disajikan dalam seminar Lokakarya Pendidikan SETS, kerja sama antara SEAMEO RESCAM dan UNNES, 14-15 Desember 1999.
Budimansyah, Dasim, Model Pembelajaran Berbasis Port ofolio Biologi, Bandung: Genesindo,2003., .1
Depag RI, Alqur;an dan terjemahnya, Jakarta: CV. Naladana, 2002.
, Al-Qur'an dan Terjemahnya, Surabaya: Duta Ilmu, 2005.
Depdikbud, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai pustaka, 2005.
Depdiknas, Kurikullum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Biologi SMA dan MA, Jakarta:Depdiknas,2003.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006., cet. 3.
, Prestasi belajar dan kompetensi guru, Jakarta:Rineka Cipta, 1994.
Hadi, Amirul dan Haryano, Metodologi Penelitian Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia, 1998.
Hajar, Ibnu, Dasar-dasar Metode Penelitian Kuantitatif Dalam Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1998.
Hamalik, Oemar, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
, Proses Belajar Mengajar Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2007. Koentjaraningrat, Metode Penelitian Masyarakat,Jakarta: Gramedia, 1991.
Listiyono ³Sikap siswa terhadap pembelajaran biologi materi Reproduksi Manusia dengan pendekatan SETS Science Environment Technologiy and Society. di SMA Islam Hidayatullah Semarang´, hasil penelitian LPMP Jawa Tengah. Semarang : LPMP Jawa Tengah, 2006 .
M.U, Usman,. Menjadi guru Profesional, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000.
Makmun, Abin Syamsudin, Psikologi kependidikan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2007.
Mubarokah, Fitri, ³Implementasi Pendekatan SETS pada pembelajaran Biologi Studi tindakan materi pokok Lingkungan kelas X-C MA Nu Nurul Huda Mangkang Semarang tahun 200 7/2008. ´,Penelitianfakultas tarbiyah IAIN WALISONGO. Semarang : Perpustakaan IAIN Walisongo,2008.
Mulyasa, E., Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.
Musahir,Panduan Pengajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Biologi, Jakarta, CV. Irvandi putra, 2003.
Nawawi, Hadari, dan Martini Hadari, Inst rumen Penelitian Bidang Sosial, Yogyakata: Gajahmada University Press, 1995 .
Pemkot Semarang, IPA biologi XI SMA, Semarang: CV. Sahabat, 2005.
Purwadarminta, WJS,. Kamus umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balaai Pustaka, 2006., edisi 3, cet. 3.
Purwanto, M. Ngalim, Prinsip-Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran, Bandung: Remaja Rosda Karya, 1998.
Rosijati, Nani, Kegiatan Belajar Mengajar Efektif, Semarang: Depdiknas, 2006. Saktiyono, Seribu Pena Biologi Smu Kelas 2, Jakarta: Erlangga,1999.
Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007.
Subroto, B. Suryo, Proses Belajar Mengajar Disekolah, Jakarta: Rineka Cipta, 2002.
Sudjana, Nana, Cara Belajar Siswa AktiF Dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru, 1989.
, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1999., Cet. 6.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendidikan Kualitatif, Kuantitatif dan R & D., Bandung: Alfabeta , 2007.
Sukmadinata, Nana Syaodih, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004., Cet. 2.
Trikatarina, Psikologi belajar,Semarang: UPT MKK UNNES,2004.
Usman, M. Basyirudin, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, Jakarta: Ciputat Pers, 2002.
Wawancara dengan Drs. Traju Ismono Guru Bidang Studi Biologi,. 1 Maret 2016.
Winkel, W.S, Psikologi Pengajaran, Jakarta: Grasindo, 1999., cet.5.
Wiriaatmadja, Rochiati, Metode Penelitian Tidakan Kelas untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006.
Dokumen, Sejarah dan legalitas SMA Negeri 8 Tangerang, http://www.nasimaedu.com /about_us. php, sabtu, 1 Maret 2016.
http: Ilmuwan muda, word press.com/ Pembelajaran fisika dengan pendekatan SETS. 30/01/10
http: Ilmuwan muda, word press.com/ Pembelajaran fisika dengan pendekatan SETS. 30/01/10
http://memetmulyadi.files.wordpress.com/20 10/01 /hepar.jpg&imgrefurl http://memetmulyadi.files.wordpress.com/20 10/01 /hepar.jpg&imgrefurl
http://www.crayonpedia.org/mw/Sistem_Ekskresi_Pada_Manusia_Dan-Hubungannya-Dengan_Kesehatan_9.1

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya DOWNLOAD PTK BIOLOGI KELAS XII PENDEKATAN SETS

Postingan terkait: