CONTOH TERBARU PTK IPA KIMIA KELAS X

CONTOH TERBARU PTK IPA KIMIA KELAS X-Mata pelajaran kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam atau sains (physical science) yang berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. Salah satu alternatif mengatasi permasalahannya dengan menggunakan pendekatan inquiry. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik mata pelajaran kimia menggunakan pendekatan inquiry pada pokok bahasan tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, psikomotorik dan hasil belajar peserta didik mencapai ketuntasan belajar individual maupun klasikal.

Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan merupakan suatu proses yang memberikan kepercayaan kepada pengembangan kekuatan reflektif, diskusi dan berfikir. Adapun pengumpulan datanya dengan cara: observasi, dokumentasi dan tes. Sedangkan analisisnya menggunakan deskriptif analitis. Download ptk kimia doc 
Penelitian dilaksanakan di Kelas X IPA.1 SMAN 1 ... Semeseter Ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian atas dua siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pada tahap perencanaan disusun skenario pembelajaran dan menyiapkan perangkat pembelajaran. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan inquiry. Hasil observasi dipresentasikan dalam diskusi. Pada tahap observasi, dilakukan pengamatan aktifitas peserta didik dan tes hasil akhir belajar. Indikator kinerja pada penelitian berupa tercapainya ketuntasan belajar secara individual dan klasikal sebesar 88,46%.

Hasil pelaksanaan siklus I menunjukkan bahwa indikator kinerja belum tercapai karena hasil belajar peserta didik hanya mencapai rerata nilai 62,69 dan 61,53% peserta didik yang tuntas belajar. Perbaikan pada peningkatan keaktifan peserta didik pada siklus II menunjukkan ketuntasan hasil belajar peserta didik yaitu dengan nilai rerata 71,71 dan ketuntasan hasil belajar 88,46%.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPA SMA yang diberi judul 
PENERAPAN PENDEKATAN INQUIRY SEBAGAI UPAYA UNTUK 
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM 
PEMBELAJARAN KIMIA PADA MATERI POKOK TATA NAMA 
SENYAWA ORGANIK DAN ANORGANIK SEDERHANA 
KELAS X IPA.1 SMA NEGERI 1 ... 
KABUPATEN ... 
"
. Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPA SMA KELAS X lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMA 030).

DOWNLOAD PTK IPA KIMIA KELAS X METODE INQUIRY

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Mata pelajaran kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam atau sains (physical science) yang berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. Salah satu pendekatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan dapat dilakukan dengan cara menyelidikinya sendiri. Pendekatan dengan cara penyelidikan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama “Inquiry”. Pada pendekatan ini apa yang kita peroleh sebagian besar didasarkan oleh hasil usaha kita sendiri atas dasar-dasar yang kita miliki. Pengajaran melalui pendekatan inquiry seperti ini tentunya akan membawa dampak besar bagi perkembangan mental yang positif bagi peserta didik. Sebab melalui pengajaran ini peserta didik mempunyai kesempatan yang luas untuk mencari dan menemukan sendiri apa yang dibutuhkan.

Pendekatan inquiry merupakan pendekatan mengajar yang berusaha meletakkan dasar dan mengembangkan cara berfikir ilmiah. Pendekatan ini menempatkan peserta didik lebih banyak belajar sendiri, mengemukakan kekreatifan dalam memecahkan masalah. Peserta didik betul-betul ditempatkan sebagai subyek yang belajar. Peran guru dalam pendekatan inquiry adalah pembimbing belajar dan fasilitator belajar. Tugas utama guru adalah memilih masalah yang perlu dilontarkan kepada kelas untuk dipecahkan oleh peserta didik sendiri. Contoh ptk kimia sma pdf 
Dalam materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana, peserta didik dapat mendiskusikan dan menamai antara senyawa organik dan anorganik sederhana. Dengan pendekatan inqury peserta didiklah yang diberi kesempatan untuk mencari dan menemukan sendiri konsep¬konsep tentang penamaan tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana. Karena dengan pendekatan inquiry guru hanya berperan sebagai fasilitator, motivator, dan menciptakan suasana kondusif.

Dengan mempertimbangkan latar belakang tersebut, maka peneliti merasa terdorong melakukan penelitian dengan judul : Penerapan Pendekatan Inquiry Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Kimia Pada Materi Pokok Tata Nama Senyawa Organik Dan Anorganik Sederhana Kelas X IPA.1 SMA Negeri 1 ... .

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Bagaimana upaya meningkatan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran kimia dengan pendekatan Inquiry pada materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana Kelas X IPA.1 SMAN 1 ...  tahun ajaran 2016/2017?

C. Penegasan Istilah
Untuk mengetahui perbedaan penafsiran istilah terhadap judul PTK ini, maka berikut ini akan penulis paparkan maksud dari judul PTK ini:
 
1. Upaya
Upaya adalah sebagai usaha, akal, ihtiar (untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar dan sebagainya.
2. Peningkatan
Peningkatan adalah sebagai proses, cara perbuatan meningkatkan (usaha kegiatan dan sebagainya). Meningkatkan adalah menaikkan, mempertinggi, memperhebat (derajat, tarap dan sebagainya).
3. Pendekatan Inquiry
Pendekatan Inquiry adalah pendekatan yang mempersiapkan peserta didik pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri secara luas agar mencari jawabannya sendiri. Pendekatan inquiry merupakan pendekatan mengajar yang berusaha meletakkan dasar dan mengembangkan cara berpikir ilmiah. Pendekatan ini menempatkan peserta didik lebih banyak belajar sendiri dan mengembangkan kekreatifan peserta didik dalam memecahkan masalah. Peserta didik betul-betul ditempatkan sebagai subjek belajar.

4. Hasil belajar
Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Hasil belajar merupakan hasil proses belajar. Pelaku aktif dalam belajar adalah peserta didik. Hasil belajar juga merupakan hasil proses belajar, atau proses pembelajaran. Pelaku aktif pembelajaran adalah guru. Hasil belajar yang dinilai dalam penelitian ini adalah aspek kognitif.
5. Tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana
Materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana adalah menentukan tata nama senyawa anorganik, penamaan senyawa biner, penamaan senyawa poliatom, tata nama senyawa organik.
Jadi tegasnya dalam judul penelitian ini, peneliti akan meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan pendekatan inquiry pada materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana kelas X IPA.1 SMAN 1 ... Download ptk kimia kelas x lengkap

D. Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X IPA.1 SMAN 1 ...  dengan pendekatan Inquiry pada materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana.

E. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi peserta didik
a. Dapat meningkatkan peran aktif peserta didik dalam pembelajaran dengan pendekatan Inquiry.
b. Memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam menemukan tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana serta menumbuhkan sikap positif mereka terhadap bidang studi kimia
2. Bagi guru
a. Memberikan wacana tentang pendekatan Inquiry
b. Sebagai bahan pertimbangan guru dalam pembuatan program pembelajaran
c. Dapat memberikan gambaran proses pembelajaran sains sehingga dapat merangsang dan mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan Inquiry

3. Bagi sekolah
a. Memberikan landasan dan argumentasi bagi kebijaksanaan yang akan diambil guna meningkatkan mutu hasil belajar
b. Memberikan kontribusi yang baik dalam peningkatan pembelajaran untuk semua pelajaran
4. Bagi peneliti
Menambah pengetahuan khususnya di bidang pendidikan, yaitu penerapan pendekatan dalam pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Dalam penelitian ini peneliti menerapkan pendekatan inquiry.

CONTOH LAPORAN PROPOSAL PTK IPA KIMIA SMA

BAB II
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN


A. Landasan Teori
1. Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur¬unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran juga berarti meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afektif, dan keterampilan peserta didik. Dengan menghadapi sejumlah pembelajar, berbagai pesan yang terkandung dalam bahan ajar, peningkatan kemampuan pembelajar, dan pemerolehan pengalaman, maka setiap guru memerlukan pengetahuan tentang pendekatan pembelajaran.

Pendekatan pembelajaran dapat berarti anutan pembelajaran yang berusaha meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik dalam pengolahan pesan sehingga tercapai sasaran belajar. Penerapan pendekatan dalam proses belajar mengajar diarahkan untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan dasar dalam diri peserta didik supaya mampu menemukan dan mengelola perolehannya. Contoh proposal ptk kimia sma pdf

2. Pendekatan Inquiry
Inquiry berasal dari bahasa Inggris “inquiry”, yang secara harfiah berarti penyelidikan. Carin dan Sund (1975) mengemukakan bahwa inquiry adalah the process of investigating a problem. Pendekatan inquiry merupakan pendekatan mengajar yang berusaha meletakkan dasar dan mengembangkan cara berpikir ilmiah. Pendekatan ini menempatkan peserta didik lebih banyak belajar sendiri dan mengembangkan kekreatifan peserta didik dalam memecahkan masalah. Peserta didik betul-betul ditempatkan sebagai subjek belajar. Peranan guru dalam pendekatan inquiry adalah pembimbing belajar dan fasilitator belajar. Sehingga tugas utama bagi guru adalah mempersiapkan strategi pembelajaran inquiry.

Pendekatan inquiry di dalam kelas dapat berhasil apabila guru memperhatikan kriteria sebagai berikut:
a. Membentuk kelompok - kelompok dengan memperhatikan keseimbangan aspek akademik dan aspek sosial
b. Menjelaskan tugas dan menyediakan umpan balik kepada kelompok dengan cara yang responsif dan tepat waktu
c. Intervensi untuk meyakinkan terjadinya interaksi antara pribadi secara sehat dan terdapat dalam kemajuan pelaksanaan tugas
d. Melakukan evaluasi dengan berbagai cara untuk menilai kemajuan berbagai kelompok dan hasil yang dicapai

Pendekatan inquiry dalam mengajar termasuk pendekatan modern yang sangat didambakan untuk dilaksanakan disetiap sekolah. Adapun tuduhan bahwa sekolah menciptakan kultur bisu, tidak akan terjadi apabila pendekatan ini digunakan. Hal ini dikarenakan:
a. Dengan diterapkannya pendekatan inquiry dalam proses belajar mengajar seorang guru tidak lagi menjadi sumber informasi yang secara tradisional bisa diberitahukan atau diceramahkan saja, tetapi peserta didik diperkenankan untuk belajar sendiri sesuai dengan potensinya.
b. Pembelajaran dengan pendekatan inquiry peserta didik melakukan suatu proses mental intelektual dan sosial emosional yang tinggi dan kadar kreatifan peserta didik dalam belajar akan cukup tinggi pula.

Tujuan diterapkannya pendekatan inquiry dalam pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam pendekatan inquiry peserta didik memiliki keunggulan yang dapat dikemukakan sebagai berikut:
a. Peserta didik tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran,
akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang
dimilikinya.
b. Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru.
c. Mendorong peserta didik untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersikap obyektif, jujur dan terbuka.
d. Situasi belajar lebih merangsang.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan inquiry terbimbing, karena peserta didik di SMAN 1 ...  belum berpengalaman melakukan pembelajaran dengan pendekatan inquiry, sehingga peserta didik masih memerlukan bimbingan dari guru selama dalam pembelajarannya. Dalam tahap awal pembelajaran bimbingan lebih banyak diberikan, dan sedikit demi sedikit dikurangi. Hal ini dilakukan sesuai dengan kemampuan peserta didik.

3. Belajar
a. Pengertian Belajar

Belajar merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap. Dalam kegiatan belajar yang terprogram dan terkontrol yang disebut kegiatan pembelajaran atau kegiatan instruksional, tujuan belajar telah ditetapkan lebih dahulu oleh guru. Anak yang berhasil dalam belajar ialah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan-tujuan instruksional.

Proses belajar mengajar dapat diartikan sebagai suatu rangkaian interaksi antara peserta didik dan guru dalam rangka mencapai tujuan. Peserta didik perlu dibiasakan untuk memcahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. Guru tidak akan mampu memberikan semua pengetahuan kepada peserta didik. Peserta didik harus mengkostruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri.
Sebelum melakukan proses belajar mengajar seorang guru menentukan pendekatan yang akan digunakan agar tujuan pembelajaran yang telah disusun dapat tercapai. Pemilihan suatu pendekatan tentu harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dengan sifat materi yang akan menjadi objek pembelajaran.

b. Hasil Belajar
Menurut Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia hasil belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan guru. Download ptk kimia doc Berikut ini beberapa pengertian tentang hasil belajar atau prestasi belajar, antara lain: Menurut Nana Syaodih Sukmadinata, hasil belajar merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang.

Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi peserta didik, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar. Hasil belajar, untuk sebagian adalah berkat tindak guru, suatu pencapaian tujuan pengajaran.
Hasil belajar pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku pada peserta didik. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Hasil belajar yang dinilai dalam penelitian ini adalah ranah kognitif. Hasil belajar kognitif diperoleh dari tes evaluasi tiap akhir siklus.

Ranah kognitif (Bloom, dkk) terdiri dari enam jenis perilaku sebagai berikut:
1) Pengetahuan, mencapai kemampuan ingatan tentang hal yang telah dipelajari dan tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan itu berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian, kaidah, teori, prinsip, atau metode.
2) Pemahaman, mencakup kemampuan menangkap arti dan makna tentang hal yang dipelajari.
3) Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan metode dan kaidah untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru.
4) Analisis, mencakup kemampuan merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami dengan baik.
5) Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru.
6) Evaluasi, mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu.

c.  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dibedakan atas dua kategori yaitu faktor internal dan faktor eksternal 1) Faktor internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar individu, seperti:
a) Faktor fisiologis
Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu.
b) Faktor psikologis
Faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama mempengaruhi proses belajar adalah motivasi, minat, dan sikap.

Faktor fisiologis seperti kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. Sebaliknya, jika kondisi lemah akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. Maka perlu ada usaha untuk menjaga kondisi fisik, karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Faktor psikologis seperti motivasi, minat, dan sikap juga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar. Motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif, motivasilah yang mendorong peserta didik ingin melakukan kegiatan belajar. Minat juga memberi pengaruh terhadap hasil belajar, karena jika peserta didik tidak mempunyai minat, maka tidak semangat belajar. Dalam proses belajar, sikap juga mempengaruhi hasil belajar karena sikap gejala internal yang bereaksi relatif tetap terhadap objek baik positif maupun negatif

2) Faktor-faktor eksternal
Faktor eksternal yang mempengaruhi has il belajar dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu:
a) Lingkungan sosial
(1) Lingkungan sosial sekolah seperti guru, administrasi, dan teman-teman sekelas.
(2) Lingkungan sosial masyarakat, kondisi lingkungan sosial masyarakat tempat tinggal peserta didik akan mempengaruhi belajar peserta didik.
(3) Lingkungan sosial keluarga, hubungan antara anggota keluarga, orang tua, kakak, atau adik yang harmonis akan membantu peserta didik melakukan aktivitas belajar dengan baik.
(4)
b) Lingkungan non sosial
(1) Lingkungan alamiah, seperti kondisi udara disekitarnya.
(2) Faktor instrumental, yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam, pertama, hardware, seperti gedung sekolah, alat-alat belajar. Kedua, software seperti kurikulum sekolah, peraturan-peraturan sekolah.
(3) Faktor materi pelajaran, guru dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap aktivitas belajar peserta didik. 
Faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik, karena pencapaian tujuan belajar perlu diciptakan adanya sistem lingkungan belajar yang kondusif. Lingkungan sosial seperti sosial sekolah, sosial masyarakat, dan juga keluarga dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar. Hubungan yang harmonis antara ketiganya dapat menjadi motivasi bagi peserta didik untuk belajar lebih baik di sekolah, begitupun juga lingkungan nonsosial seperti kondisi lingkungan yang tidak mendukung juga akan mempengaruhi proses belajar peserta didik.

4. Tata Nama Senyawa Organik dan Anorganik Sederhana
Komunikasi diantara para ilmuwan adalah hal yang esensial. Tanpa komunikasi tidak ada artinya sama sekali penelitian-penelitian yang telah dilakukan. Untuk ahli kimia, komunikasi yang terpenting adalah penjelasan tentang penggunaan bahan kimia dalam penelitian-penelitian dan untuk ini kita membutuhkan suatu cara memberi nama senyawa kimia. Contoh ptk kimia sma pdf Pada penelitian ini akan dipelajari bagaimana menulis rumus kimia (formula) untuk bermacam-macam senyawa kimia dan selanjutnya akan dijelaskan bagaimana terbentuknya senyawa tersebut.

a. Tata Nama Senyawa Anorganik
1) Penamaan senyawa biner
Persenyawaan kimia biner terdiri dari dua macam unsur. Senyawa biner dapat terbentuk dari unsur logam dan unsur nonlogam, atau terbentuk dari unsur-unsur nonlogam.
Misalnya, senyawa NaCl, SrO, Al2S3, Mg3P2
a) Tata nama senyawa biner yang terbentuk dari unsur logam dan nonlogam (Biner Ionik)
Persenyawaan kimia biner terdiri dari atom-atom dari dua macam unsur yang berbeda. Jika yang satu logam, maka unsur lainnya adalah bukan logam. Maka penamaannya adalah:
(1) Senyawa yang unsur logamnya memiliki satu bilangan oksidasi (yaitu atom unsur golongan IA, IIA, dan IIIA), nama logam ditulis terlebih dahulu diikuti dengan nama nonlogam, dan diberi akhiran ida.
Contoh :
NaCl = natrium klorida
KH = kalium hidrida
Na2O = natrium oksida
Li3N = litium nitrida
Na2S = natrium sulfida
Al2S3 = aluminium sulfida

(2) Senyawa yang unsur logamnya memiliki bilangan oksidasi lebih dari satu, muatan logamnya dituliskan menggunakan angka romawi dalam tanda kurung.
Contoh:
FeSO4 = besi (II) sulfat
FeCl3 = besi(III) klorida
CuCl = tembaga(I) klorida
CuCl2 = tembaga(II) klorida
SnO = timah(II) oksida
Fe2O3 = besi(III) oksida

b) Tata nama senyawa biner yang terbentuk dari unsur-unsur nonlogam (Biner Kovalen)
Untuk memberi nama senyawa yang mengandung dua komponen yang terdiri dari dua nonlogam (binary compound), maka dipakai dengan aturan sebagai berikut:
(1) Nama nonlogam yang memiliki bilangan oksidasi positif dituliskan terlebih dahulu. Bilangan oksidasinya ditulis dengan menggunakan angka Romawi dalam tanda kurung. Kemudian, diikuti dengan nama nonlogam yang memiliki biloks negatif dengan menambahkan akhiran ida.
Contoh :
N2O = nitrogen(I) oksida
NO = nitrogen(II) oksida
SO3 = belerang(VI) oksida
SO2 = belerang(IV) oksida
PCl5 = fosfor(V) klorida
P2O5 = fosfor(V) oksida

(2) Jumlah unsur pertama ditulis terlebih dahulu, diikuti dengan nama unsur nonlogam pertama. Kemudian, menuliskan jumlah unsur kedua, diikuti dengan nama unsur nonlogam kedua dengan diberi akhiran ida. Jumlah unsur dinyatakan dalam bahasa Yunani sebagai berikut:
1 = mono
2 = di
3 = tri
4 = tetra
5 = penta
6 = heksa
7 = hepta
8 = okta
9 = nona
10 = deka
Contoh :
N2O = dinitrogen oksida
NO = nitrogen oksida
P2O3 = difosfor trioksida
CCl4 = karbon tetraklorida
SO2 = belerang dioksida
SO3 = belerang trioksida

2) Penamaan senyawa poliatom
Senyawa poliatom adalah senyawa yang disusun oleh lebih dari dua jenis unsur. Pada umumnya, anion suatu senyawa poliatom terbentuk dari dua jenis atom yang berbeda. Nama kation disebut lebih dahulu, diikuti nama anion. Anion poliatom yang mengandung oksigen sebagai atom pusatnya dan memiliki biloks besar, diberi akhiran at. Adapun anion poliatom yang memiliki bilangan oksidasi lebih kecil diberi akhiran it.
Contoh :
K2SO4 = kalium sulfat
K2SO3 = kalium sulfit
Na3PO4 = natrium fosfat
Na3PO3 = natrium fosfit

3) Tata Nama Asam dan Basa
Teori asam-basa yang paling sederhana pada awalnya dikemukakan oleh Svante Arrhenius pada 1884. Menurut teori Arrhenius, asam adalah spesies yang mengandung ion-ion hidrogen, H+ atau H3O+, dan basa mengandung ion-ion hidroksida, OH-. Contoh proposal ptk kimia sma pdf

Pendekatan yang lebih umum untuk asam dan basa diusulkan secara terpisah oleh ahli kimia Denmark J. N. Bronsted dan ahli kimia Inggris T. M. Lowry. Definisi asam-basa dari Bronsted-Lowry adalah swebagai berikut:
Asam adalah suatu zat yang memberikan proton (ion hidrogen H+) pada zat lain.
Basa adalah suatu zat yang menerima proton dari asam. a) Tata Nama Asam
Senyawa asam dapat melepaskan ion hidrigen (H+) ketika dilarutkan dalam air. Senyawa asam terdiri atas molekul biner (HCl, HF, HBr, dan H2S) dan molekul poliatom (HNO2, HNO3, H2SO3, dan H2SO4). Senyawa asam memiliki penamaan khusus, yaitu senyawa asam biner diberi nama dengan menyebut asam sebagai pengganti hidrogen. Kemudian, menyebut nama atom berikutnya dengan diakhiri kata ida.
Contoh: HF (asam fluorida), HCl (asam klorida), HBr (asam bromida), HI (asam iodida), dan H2S (asam sulfida).
Adapun asam poliatom, terbentuk dari oksida nonlogam (oksida asam) yang bereaksi dengan air.
Contoh:
N2O3 + H2O ĺ 2HNO2 (bilangan oksidasi N = +3)
N2O5 + H2O ĺ 2HNO3 (bilangan oksidasi N = +5)
SO3 + H2O ĺ H2SO4 (bilangan oksidasi S = +6)
P2O3 + 3H2O ĺ 2H3PO3 (bilangan oksidasi P = +3)
P2O5 + 3H2O ĺ 2H3PO4 (bilangan oksidasi P = +5) Asam yang mengandung unsur nonlogam dengan bilangan oksidasi kecil diberi akhiran it. Adapun asam yang mengandung unsur nonlogam dengan bilangan oksidasi besar diberi akhiran at. Contoh rumus molekul dan tata nama asam dapat dilihat pada Tabel 2.1.
Tabel 2.1 Beberapa Rumus Molekul dan Tata Nama Asam

b) Tata Nama Basa
Senyawa basa termasuk senyawa poliatom yang terbentuk dari oksida logam (oksida basa) dengan air.
Contoh :
Na2O + H2O ĺ 2NaOH
K2O + H2O ĺ 2KOH
BaO + H2O ĺ Ba(OH)2

Penamaan senyawa basa, yaitu dengan cara menyebut nama logamnya, diikuti dengan kata hidroksida. Contoh penulisan senyawa basa dapat dilihat pada Tabel 2.2. Tabel 2.2 Tata Nama Senyawa Basa

b. Tata Nama Senyawa Organik
Senyawa organik jauh lebih banyak dan lebih kompleks dibandingkan dengan senyawa anorganik. Oleh sebab itu, diperlukan penggolongan senyawa karbon secara sistematika selain nama lazim (nama trivial), yaitu berdasarkan kekhasan senyawa¬senyawanya. Misalnya senyawa-senyawa organik yang hanya terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen disebut senyawa hidrokarbon. Senyawa hidrokarbon juga masih diklasifikasikan. Salah satu pengklasifikasian tersebut adalah pembagian senyawa menjadi alkana, alkena, dan alkuna. Pembagian senyawa tersebut didasarkan pada ada tidaknya ikatan rangkap dalam senyawa hidrokarbon. Senyawa-senyawa alkana memiliki beberapa nama tergantung jumlah atom karbon yang terdapat pada senyawa tersebut. Pada Tabel 2.3 berikut dijelaskan nama-nama senyawa alkana yang sederhana:
Tabel 2.3 Nama-nama Senyawa Alkana

Tata nama IUPAC untuk senyawa yang lain didasarkan pada tata nama alkana dengan jumlah atom C yang bersesuaian dengan mengubah akhiran sesuai dengan nama masing-masing senyawa. Perbandingan nama-nama senyawa organik sederhana dapat dilihat pada Tabel 2.4. Download ptk kimia kelas x lengkap 
Tabel 2.4 Perbandingan Nama-nama Senyawa Organik Sederhana

5. Pembelajaran dengan Pendekatan Inquiry dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta didik
Salah satu komponen dalam proses pembelajaran kimia adalah penerapan suatu pendekatan dalam pembelajaran sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang dapat memberikan nilai tambah pengetahuan atau informasi baru pada peserta didik, sedangkan pembelajaran yang efisien adalah pembelajaran yang dengan pemanfaatan daya yang tidak terlalu boros tetapi mendapatkan hasil yang maksimal.

Dengan menggunakan pendekatan pembelajaran inquiry, diharapkan peserta didik sendiri yang harus aktif menemukan dan mentransfer atau membangun pengetahuan yang akan menjadi miliknya. Peran guru dalam mengajar lebih sebagai mediator dan fasilitator. Sehingga pembelajaran dengan pendekatan inquiry akan lebih membekas dalam ingatan peserta didik.

B. HIPOTESIS TINDAKAN
Hipotesis penelitian adalah jawaban sementara terhadap masalah yang diteliti yang dirumuskan atas dasar terkaan atau conjecture peneliti. Jawaban sementara ini selanjutnya akan diuji dengan data yang dikumpulkan melalui penelitian, dan hasil pengujian itu adalah kesimpulan dan/atau generalisasi yang juga merupakan temuan-temuan penelitian yang bersangkutan.

Berdasarkan pada paparan di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah: Melalui pembelajaran kimia dengan pendekatan Inquiry maka hasil belajar peserta didik kelas X IPA.1 SMAN 1 ...  pada materi pokok Tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana dapat ditingkatkan.

DOWNLOAD PTK KENAIKAN PANGKAT IPA KIMIA

BAB III
METODE PENELITIAN


A. Subjek Penelitian
Penelitian ini di lakukan di SMAN 1 ...  Subjek pelaku tindakan adalah guru kimia kelas X IPA.1 SMAN 1 ...  dan peneliti menjadi pengamat. Sedangkan subjek penerima tindakan adalah peserta didik kelas X IPA.1 SMAN 1 ...  yang berjumlah 30 peserta didik.

B. Lokasi Penelitian
Lokasi tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti adalah SMAN 1 ...  yang berada di kabupaten Kutai Kartanegara.

C. Kolaborator
Salah satu ciri PTK adalah kolaborasi (kerja sama) antara praktisi dan peneliti dalam pemahaman, kesepakatan tentang permasalahan, pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan. Dalam pelaksanan tindakan di dalam kelas, maka kerjasama (kolaborasi) antara guru dengan peneliti menjadi hal yang sangat penting. Melalui kerjasama, mereka secara bersama menggali dan mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi guru dan peserta didik di sekolah. Contoh proposal ptk kimia sma pdf
Dalam pelaksanaannya peneliti akan berkolaborasi dengan guru mata pelajaran kimia. Guru mata pelajaran sebagai pelaku penelitian dan peneliti menjadi pengamat. Pada pelaksanaannya terdapat beberapa kegiatan yang terangkum dalam beberapa siklus.

D. Jadwal Pelaksanaan Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada tanggal 4 September – 4 Oktober 2016. Rancangan jadwal pelaksanaan penelitian tindakan kelas X IPA.1 tertera dalam Tabel 3.1 berikut:

Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian

E. Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris sering disebut Classroom Action Research, disingkat CAR 54 Penelitian tindakan kelas adalah riset tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. PTK merupakan proses pengkajian berdaur dari berbagai kegiatan pembelajaran. PTK menawarkan peluang sebagai strategi pengembangan kinerja melalui pemecahan masalah-masalah pembelajaran (teaching-learning problems solving), sebab pendekatan penelitian ini menempatkan guru sebagai peneliti sekaligus sebagai agen perubahan.55 Penelitian tindakan kelas ini didasarkan atas empat konsep pokok yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflection).

1. Perencanaan (planning)
Perencanaan yaitu merencanakan waktu penelitian dan menyusun instrumen penelitian yang meliputi kisi-kisi dan butir soal. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS) dan observasi kerja peserta didik.

2. Pelaksanaan
Pelaksanaan yaitu melakukan penelitian tindakan kelas sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan dan prosedur yang akan diterapkan. Pada tahap ini dilaksanakan pendekatan inquiry dalam pembelajaran kimia dengan langkah-langkah yang sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan para peserta didik mengikuti pembelajaran dengan panduan lembar kerja siswa (LKS).

3. Pengamatan
Pengamatan yaitu urutan tentang hasil pengamatan dan penafsiran data mengenai proses dan hasil tindakan yang telah diperoleh. Pengamatan dilaksanakan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Tujuan pengamatan ini adalah untuk mengamati dan menilai kinerja peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas.

4. Analisis dan refleksi
Tahap ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan, berdasarkan data yang telah terkumpul, dan kemudian dilakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan berikutnya. Dalam tahap ini diuraikan tentang hasil observasi dan evaluasi yang berkaitan dengan proses pelaksanaan. Data yang berupa hasil belajar dan kinerja peserta didik dalam mengikuti proses ini dianalisis. Hasil refleksi kegiatan digunakan untuk mengkaji pencapaian tujuan penelitian, yakni mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik.

Refleksi dalam PTK mencakup analisis, sintesis, dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan yang dilakukan. Jika terdapat masalah dari proses refleksi, maka dilakukan proses pengkajian ulang melalui siklus berikutnya yang meliputi kegiatan perencanaan ulang, tindakan ulang dan pengamatan ulang sehingga permasalahan dapat teratasi. Download ptk kimia kelas x lengkap

Prosedur penelitian tersebut secara garis besar dapat dijelaskan dengan Gambar 3.1 berikut.

Gambar 3.1 Bagan Prosedur Kerja Penelitian Tindakan Kelas

Dalam pelaksanaannya peneliti akan berkolaborasi dengan guru mata pelajaran. Guru mata pelajaran sebagai pelaku penelitian dan peneliti menjadi pengamat. Pada pelaksanaannya terdapat beberapa kegiatan yang terangkum dalam beberapa siklus.
Adapun siklus yang akan dilaksanakan adalah siklus I, dan siklus II yang akan dijabarkan sebagai berikut.

6. Siklus I
a. Perencanaan (Planning)
Dalam tahap perancanaan peneliti bersama kolaborator mempersiapkan.
1) Peneliti mempersiapkan materi yang akan diajarkan.
2) Peneliti menyiapkan RPP yang akan dipakai dalam proses penelitian.
3) Peneliti menyiapkan materi yang akan didiskusikan sebagai sumber belajar dan LKS sebagai reverensi.
4) Peneliti menyiapkan instrument penelitian, pendokumentasian, dan evaluasi.

b. Pelaksanaan (Action)
Tahap pelaksanaan dilaksanakan di dalam kelas dengan melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun. Adapun pembelajaran pada materi tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana adalah sebagai berikut.
1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana, memotivasi peserta didik terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah.
2) Guru mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut dan membagi LKS yang telah disediakan.
3) Guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana dari LKS yang telah disiapkan untuk melaksanakan penemuan dan pemecahan masalahnya.
4) Guru membantu peserta didik merencanakan dan menyiapkan resume tentang tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana.
5) Guru dan peserta didik melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka lakukan.

c. Pengamatan ( Observing )
Peneliti dan kolaborator melakukan pengamatan.
1) Selama proses pembelajaran untuk mengetahui keaktifan siswa dalam melakukan kegiatan .
2) Pemahaman konsep dan hasil/ tes akhir.
3) Keberhasilan dan hambatan yang dialami dalam proses pembelajaran yang belum sesuai dengan harapan penelitian.

d. Refleksi ( Reflecting )
Dalam tahap ini merupakan kegiatan menganalisa, mensintesa dari hasil pengamatan selama proses pembelajaran pada siklus I berlangsung dan diadakan ulangan harian yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar baik secara individu maupun klasikal.
Bila ternyata pada tahap ini seluruh peserta didik belum mencapai standar ketuntasan minimal, maka langsung dilanjutkan dengan siklus II.

7. Siklus II
Pada siklus II merupakan tindak lanjut dari siklus I dengan memperhatikan hasil observasi, hasil diskusi dengan kolaborator, serta hasil belajar peserta didik juga mengetahui ketuntasan belajar peserta didik secara individu maupun klasikal, maka peneliti bersama kolaborator merencanakan proses pembelajaran selanjutnya. Adapun langkah – langkah pada siklus II adalah sebagai berikut.
a. Perencanaan
Meninjau kembali rancangan pembelajaran yang disiapkan untuk siklus II dengan melakukan revisi sesuai dengan hasil refleksi siklus I.
b. Pelaksanaan Tindakan
Peserta didik melaksanakan kegiatan belajar sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang telah ditentukan. Pada siklus II pelaksanaan pembelajaran perlu dimodifikasi, sehingga diharapkan akan lebih memberi motivasi dan semangat peserta didik dalam belajar.

c. Pengamatan ( Observasi )
Guru dan kolaborator melakukan pengamatan yang sama pada siklus I.
d.  Refleksi
Refleksi pada siklus kedua ini dilakukan untuk melakukan penyempurnaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan inquiry yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana kelas X IPA.1 SMAN 1 ...  tahun ajaran 2016/2017.

F. Metode Pengumpulan Data
1. Tes
Instrumen yang berupa tes dapat digunakan untuk mengukur kemampuan dasar dan pencapaian atau prestasi.58 Metode ini digunakan untuk memperoleh data hasil belajar peserta didik yang bersumber dari serentetan pernyataan-pernyataan atau latihan soal. Contoh ptk kimia sma pdf Tes yang digunakan adalah ulangan dengan bentuk soal essay dengan jumlah soalnya 10 butir yang diberikan setiap akhir siklus. Tes ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik setelah dilakukan pembelajaran dengan pendekatan inquiry.

2. Metode dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang¬barang tertulis. Dalam metode dokumentasi peneliti menyelidiki benda¬benda tertulis. Metode ini digunakan untuk mendapatkan daftar peserta didik dan nilai mata pelajaran kimia pada kelas X IPA.1.

3. Metode observasi
Observasi adalah kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan alat indra. Metode ini digunakan dalam rangka mengamati proses belajar mengajar, termasuk sistem dan metode pembelajaran yang digunakan dan kelengkapan sarana prasarana serta pengaturan kelas dan hal-hal lain yang berkaitan dengan penelitian.

G. Analisis Data
Penelitian ini mengunakan metode deskriptif analitis dengan menggunakan daftar nilai kognitif peserta didik. Selanjutnya, data tersebut diperoleh pada tiap siklus dianalisis secara deskriptif dengan menghitung percentages correction. Menurut Sugiyono deskriptif analitis adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.61 Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik, digunakan daftar nilai kognitif. Dalam menganalisis data digunakan rumus sebagai berikut:
Hasil belajar kognitif peserta didik dihitung sebagai berikut :

Rata-rata hasil belajar peserta didik dihitung sebagai berikut:


Keterangan:
X = Nilai rata-rata hasil belajar
∑ X = Jumlah nilai seluruh peserta didik
N = Banyaknya peserta didik
Ketuntasan belajar klasikal peserta didik dihitung sebagai berikut:


Keterangan:
P = Prosentase ketuntasan belajar klasikal
∑n1 = Jumlah peserta didik yang tuntas belajar (nilai > 6,5) 
∑n = Jumlah seluruh peserta didik

H. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah:
1. Meningkatnya hasil belajar peserta didik kelas X IPA.1 SMAN 1 ...  pada materi pokok tata nama senyawa organik dan anorganik sederhana.
2. Tercapainya ketuntasan belajar klasikal yang menurut guru mata pelajaran dapat dilihat pada nilai belajar peserta didik minimal 85% peserta didik mendapat nilai lebih besar atau sama dengan.

CONTOH PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) IPA SMA TERBARU

DAFTAR PUSTAKA


Abdurrahman, Mulyono, Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta: Rineka Cipta, 1999
Ali, Mohammad, Strategi Penelitian Pendidikan, Bandung: Angkasa, 1993
, Guru dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2002
Arikunto, Suharsimi, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara, 2008
, Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik), Edisi Revisi, Jakarta: Rineka Cipta, 2006
Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, Jakarta: Rajawali Pers, 2009
Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta: Arruz Media, 2008
Brady, James E, Kimia Universitas Asas & Unsur, Terj. Sukmariah Maun dkk, Jakarta: Binarupa Aksara, 1999
Departemen Agama, Al-Qur`an dan Terjemahnya, Kudus: Mubarokatan Toyyibah, 2006
Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta, 1999 Hamalik, Oemar, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bina Aksara, 2009
Makmun, Abin Syamsuddin, Psikologi Kependidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002
Morgan, Clifford T. Morgan, Introduction to Psychology, New York: The University Of Wisconsin, 1961
Mulyasa, E., Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005
Muslih, Masnur, Melaksanakan PTK itu Mudah, Jakarta: Bumi Aksara, 2009
Purwanto, Ngalim, Psikologi Pendidikan, Bandung: Remaj a Rosda Karya, 1997 Roestijah N.K, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2001 Sadiman, Arief S., Media Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers, 2007
Semiawan, Conny, dkk, Pendekatan Keterampilan Proses, Jakarta: Gramedia, 1990
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta, 2003
, Proses Belajar Mengajar dalam System Kredit Semester (SKS), Jakarta: Rineka Cipta, 1991
Sudjana, Metoda Statistik, Bandung: Tarsito, 2005
Sudjana, Nana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2009
, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1991
Sugiyarto, Kristian H., Kimia Anorganik I, Yogyakarta: UNY, edisi revisi, 2004
Sugiyono, Metode Penelitian Kuant itatif Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2008
Sukmadinata, Nana Syaodih, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003
Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2005
Trianto, Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007
Usman, M, Basyiruddin, Asnawir, Media Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Pers, 2002

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH TERBARU PTK IPA KIMIA KELAS X

Postingan terkait: