CONTOH TERBARU PTK EKONOMI SMA KELAS X

CONTOH TERBARU PTK EKONOMI SMA KELAS X-Penelitian tindakan kelas dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari peningkatan rata-rata hasil belajar siswa sebelum tindakan yang menunjukkan rata-rata sebesar 58,33, sedangkan pada siklus I meningkat sebesar 81,19 dan 86,90 pada siklus II, Rata-rata ketuntasan belajar sebelum dilaksanakan tindakan kelas hanya 10 dari 30 siswa yang nilainya tuntas mencapai KKM (33,33%). Setelah diadakan tindakan kelas, ketuntasan meningkat menjadi 29 dari 39 siswa yang nilainya tuntas mencapai KKM (66,67%) pada siklus I, sedangkan pada siklus II ada 36 dari 39 siswa yang nilainya tuntas mencapai KKM (90,47%). Download ptk ekonomi sma pdf

Penelitian tindakan kelas dengasn menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatakan aktivitas siswa di kelas dan aktivitas guru. Sebelum tindakan aktivitas siswa dan guru rendah. Pada siklus I rata-rata aktivitas siswa kurang dari 3, dan aktiviats guru mencapai 3. Kemudian dalam siklus II rata-rata aktivitas siswa meningkat mencapai 3 dan aktivitas guru meningkat menjadi 4.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas EKONOMI SMA yang diberi judul 
PENGGUNAAN METODE KOOPERATIF (TGT) TEAMS GAME TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI MATERI POKOK PASAR DALAM PEREKONOMIAN PADA SISWA KELAS X.IPS.2 
DI SMAN ... TAHUN PELAJARAN 2015/2016
". Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK EKONOMI SMA KELAS X lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMA 033).

DOWNLOAD LENGKAP PTK IPS SMA 

BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Masalah
SMAN ...  sekolah menengah yang berada di Kota Tangerang. SMAN ...  memiliki dua jurusan yaitu IPA dan IPS. Program IPA terdiri dari tiga kelas yaitu kelas X, XI, dan XII. Program IPS juga teridri dari tiga kelas yaitu X, XI, dan XII.
Mata pelajaran ekonomi merupakan salah satu mata pelajaran di bidang kejurusan IPS. Mata pelajran ekonomi merupakan mata pelajaran yang sangat membutuhkan ketelitian, ketrampilan dan pemahaman dalam pengerjaannya. Mata pelajaran ekonomi juga membutuhkan metode yang tepat agar siswa memahami materi yang diajarkan.
Metode pembelajaran yang diterapkan guru ekonomi SMAN ...  selama ini adalah masih menggunakan metode ceramah bervariasi. Guru memberikan materi sementara siswa hanya duduk mendengarkan, sehingga banyak siswa yang pasif atau sibuk dengan kegiatannya sendiri. Guru belum bisa menerapkan proses belajar mengajar yang mengaktifkan siswa. Metode pembelajaran yang seperti ini menyebabkan proses belajar mengajar lebih terfokus kepada guru dan kurang terfokus pada siswa.

Metode pembelajaran ini menyebabkan hasil belajar hasil belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas X.IPS.2 semester 1 tahun ajaran 2015/2016 SMAN ...  masih rendah. Terbukti dari nilai ualangan harian mendeskripsikan inflasi dan indeks harga sebanyak 30 orang siswa hanya tujuh siswa yang memperoleh nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan yaitu sebesar 67. Hasil belajar tersebut masih sangat kurang. Oleh karena itu peneliti perlu mengadakan perbaikan dalam pembelajaran untuk meningkatkan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan. Contoh ptk ekonomi sma kelas x 

Upaya perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan yang akan dialkuakn oleh peneliti adalah dengan pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif ini melibatkan partisipasi siswa dalam suatu kelompok untuk saling berinteraksi. Interaksi antar siswa ini membuat siswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran.
Salah satu tipe pembalajaran kooperatif adalah Teams Game Tournament (TGT). TGT merupakan pembelajaran dengan siswa belajar secara berkelompok dengan beranggotakan empat sampai lima orang yang merupakaan campuran antara laki-laki dan perempuan.

1.2. Permasalahan
Supaya hasil belajar siswa sesuai dengan KKM, dalam kegiatan pembelajaran guru harus dapat memilih metode pembelajaran yang tepat sehingga dapat memberikan kejelasan siswa dalam kegiatan pembelajaran, memotivasi siwa dalam mengerjakan tugas ataupun soal ulangan, membuat siswa selalu aktif dalam kegiatan pembelajaran dan memberikan kemudahan bagi siswa agar mencapai hasil belajar yang lebih baik. Permasalahan yang ditemui nilai siswa kurang baik atau dibawah KKM :
a. Penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat pada mata pelajaran ekonomi. Guru hanya sering menggunakan metode ceramah bervariasi dan tidak bisa menuntut siswa selalu aktif dalam kegiatan pembelajarannya.

b. Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi rendah dikarenakan kurangnya motivasi dan keaktifan belajar siswa.
Permasalahan yang sering ditemui dalam mata pelajaran ekonomi kelas X.IPS.2, hasil belajar siswa belum memenuhi KKM. Download ptk ekonomi akuntansi sma doc Dalam hal ini peneliti bermaksud untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran guru yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa maka peneliti mengambil judul “ Penggunaan Metode Koooperatif ( TGT) Teams Game ournament Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Inflasi dan Indeks Harga pada siswa kelas X.IPS.2 di SMAN ... . “

1.3. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan permasalahan yang menjadi fokus dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah apakah dengan adanya metode pembelajaran kooperative tipe TGT (Teams Game Tournament) dapat meningkatkan hasil belajar dalam Mata Pelajaran Ekonomi Materi Pokok Pasar dalam Perekonomian kelas X.IPS.2 Tahun ajaran 2015/2016 SMAN ...  ?

1.4. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk menggambarkan “ Seberapakah penggunaan metode kooperatif ( TGT ) Teams Game Turnament dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaan ekonomi kelas X.IPS.2 di SMAN ... ”. 
1.5. Manfaat Penelitian
a. Bagi siswa
1. Supaya belajar lebih baik dengan menggunakan metode TGT .
2. Kegiatan belajar pembelajaran siswa menjadi terarah dan lebih baik.
3. Memberikan pembuktian secara ilmiah manfaat metode TGT dalam pengajaran ekonomi dan meningkatkan hasil belajar siswa.
b. Bagi Guru
1. Memberiakan arti pentingnya serta petunjun cara belajar yang baik dan peningkatan hasil belajar dengan metode TGT.
2. Mengubah citra dan meningkatkan ketrampilan profesional guru.
3. Untuk pengembangkan pengalaman guru untuk menggunakan metde yang tept alam kegiatan mengajar.
c. Bagi sekolah
1. Penelitian dengan metode ini memberikan sumbangan yang positif tentang ketepatan metode mengajar dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut.
2. Menambah prestasi sekolah dalam mata pelajaran ekonomi.
3. Mempertahankan profesional guru yang menjadikan mutu sekolah bisa terwujud.

CONTOH PROPOSAL PTK EKONOMI SMA LENGKAP

BAB II
KAJIAN TEORI


2.1. Hasil Belajar
2.1.1. Belajar dan perilaku belajar
Menurut Baharudin dalam bukunya yang berjudul Teori Belajar dan Pembelajaran mengemukakan belajar merupakan “aktivitas yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan dan pengalaman. Belajar dapat membawa perubahan pengetahuan, sikap maupun keterampilan. Belajar juga dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
Menurut pandangan konstruktivistik, belajar m erupakan suatu proses pem bentukan pengetahuan. Dalam belajar konstruktivistik guru berperan membantu agar proses pengkonstruksian pengetahuan oleh siswa berjalan lancar. Dalam pendekatan ini peranan utama dalam kegiatan belajar adalah aktifitas siswa dalam mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Contoh contoh ptk ekonomi sma doc

2.1.2. Prinsip – prinsip belajar
Agar aktivitas yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran terarah pada upaya peningkatan potensi siswa secara komprehensip, maka pembelajaran harus dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip yang benar, yang bertolak dari kebutuhan internal siswa untuk belajar.
“Beberapa hal yang dapat menjadikan kerangka dasar bagi penerapan prinsip-prinsip belajar belajar dalam proses pembelajaran, yaitu :
1. Hal apapun yang dipelajari murid, maka ia harus mempelajarinya sendiri. Tidak seorangpun yang dapat melakukan kegiatan belajar tersebut untuknya.
2. Setiap murid belajar menurut tempo (kecepatannya) sendiri dan untuk setiap kelompok umur, terdapat variasi dalam kecepatan belajar.
3. Seorang murid belajar lebih banyak bilamana setiap langkah segera diberikan penguatan(reinforcement).
4. Penguasaan secara penuh dari setiap langkah-langkah pembelajaran, memungkinkan murid belajar secara lebih berarti.
5. Apabila murid diberikan tanggung jawab untuk mempelajari sendiri, maka ia lebih termotivasi untuk belajar, dan ia akan belajar dan mengingat lebih baik.”

Prinsip belajar menunjuk kepada hal-hal penting yang harus dilakukan guru agar terjadi proses belajar siswa sehingga proses pembelajaran yang dilakukan dapat mencapai hasil yang harapkan. Prinsip-prinsip belajar juga memberikan arah tentang apa saja yang sebaiknya dilakukan oleh guru agar para siswa dapat berperan aktif di dalam proses pem belajaran.

2.1.3. Hasil Belajar
Hasil belajar memiliki peran penting dalam proses pembelajaran. Penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya m encapai tujuan-tujuan belajarnya melalui berbagai kegiatan belajar. Selanjutnya, dari informasi tersebut guru dapat menyusun dan membina kegiatan-kegiatan siswa lebih lanjut, baik untuk keseluruhan kelas maupun individu.
“Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.”. Dalam sistem pendidikan nasional, rum usan tujuan pendidikan baik tujuan kurikuler m aupun tujuan instruksional m enggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah, yaitu: ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik.

2.2. Metode Mengajar
Metode mengajar adalah kesatuan langkah kerja yangdikembangkan oleh guru berdasarkan pertimbangan rasional tertentu.
Metode pembelajaran merupakan suatu cara atau strategi yang dilakukan oleh seorang guru agar terjadi proses belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan. Tujuan proses pembelajaran adalah agar siswa dapat mencapai kompetensi seperti yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan proses pembelajaran perlu dirancang secara sistematik dan sistemik.

2.3. Pembelajaran Kooperatif Teams Game Tournament (TGT)
2.3.1. Pengertian pembelajaran kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
x untuk memuntaskan materi belajarnya, siswa belajar dalam kelompok secara bekerja sama.
x kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah 
x jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang heterogen ras, suku, budaya, dan jenis kelamin, maka diupayakan agar tiap kelompok terdapat keheterogenan tersebut.
x penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok daripada perorangan.
Tujuan Pembelajaran Kooperatif
x Hasil belajar akademik , yaitu untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Pembelajaran model ini dianggap unggul dalam membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang sulit.
x Penerimaan terhadap keragaman, yaitu agar siswa menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai macam latar belakang.
x Pengembangan keterampilan social, yaitu untuk mengembangkan keterampilan social siswa
Fase-fase Model Pembelajaran Kooperatif adalah sebagai berikut:

Gambar Tabel 1.1

2.3.2. Pengertian Teams Game Tournament ( TGT )
Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.
Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.

2.3.3. Ciri – ciri model pembelajaran kooperatif tipe TGT
1. Penyajian kelas.
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.
2. Kelompok (team).
Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelom pok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.

3. Game.
Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan
4. Turnamen.
Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Download proposal ptk ekonomi sma pdf Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Em pat siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, empat siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.
5. Team recognize (penghargaan kelompok).
Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan.

2.3.4. L angkah-langkah Pem belajaran TGT
a. Pengajaran. M empersiapkan materi pembelajaran.
b. Tim. Membagi siswa dalam beberapa tim atau kelompok, yang terdiri dari empat sampai lima orang siswa. Kemudian menempatkan siswa pada kelompoknya masing¬m asing
c. Turnament, guru memberikan soal atau lembar kerja yang dikerjakaan oleh setiap kelompok dengan secara cepat dan benar, kelompok yang lebih dulu selesai mengerjakan harus berani mempresentasikan hasil kelompoknya dengan salah sati siswa sebagai wakil dari kelompoknya.
d. Rekognisi tim atau menetukan skor tim. Tim atau kelompok yang paling cepat mengerjakan dan benar merupakan kelompok yang mendapatkan skor paling tinggi. 

2.3.5. K eunggulan dan kelem ahan model pembelajaran TGT
Pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap pencapaian belajar siswa yang secara inplisit mengemukakan keunggulan dan kelemahan pembelajaran TGT.
“ Keunggulan dan kelemahannya sebagai berikut:
x Para siswa di dalam kelas-kelas yang menggunakan TGT memperoleh teman yang secara sign ifikan lebih banyak dari kelompok rasial mereka dari pada siswa yang ada dalam kelas tradisional.
x Meningkatkan perasaan/persepsi siswa bahwa hasil yang mereka peroleh tergantung dari kinerja dan bukannya pada keberuntungan.
x TGT meningkatkan harga diri sosial pada siswa tetapi tidak untuk rasa harga diri akademik mereka.
x TGT meningkatkan kekooperatifan terhadap yang lain (kerja sama verbal dan nonberbal, kompetisi yang lebih sedikit)
x Keterlibatan siswa lebih tinggi dalam belajar bersama, tetapi menggunakan waktu yang lebih banyak.
x TGT meningkatkan kehadiran siswa di sekolah pada remaja¬remaja dengan gangguan emosional, lebih sedikit yang menerima skors atau perlakuan lain. ”

Sebuah catatan atau kekurangan yang harus diperhatikan oleh guru dalam pembelajaran TGT adalah bahwa nilai kelompok tidaklah mencerminkan nilai individual siswa. Dengan demikian, guru harus merancang alat penilaian khusus untuk mengevaluasi tingkat pencapaian belajar siswa secara individual.
Metode pembelajaran TGT memiliki banyak kesamaan dinamika dengan STAD, tetapi menambahkan dimensi kegembiraan yang diperoleh dari penggunaan permainan. Teman satu tim akan saling membantu dalam mempersiapkan diri untuk permainan dengan mempelajari lem bar kegiatan dan menjelaskan masalah-masalah satu sama lain, tetapi sewaktu siswa sedang bermain dalam game, teman yang lain tidak boleh membantu, memastikan telah terjadi tanggung jawab individual.

Beberapa keuntungan dari teknik permainan dalam situasi belajar kelompok, yakni bermanfaat khususnya untuk mengajarkan aspek-aspek kognitif tingkat tinggi seperti analisis, dengan adanya persaingan untuk mendapatkan kemenangan maka akan menimbulkan motivasi yang kuat bagi siswa, dan dengan teknik permainan ini terbentuk suatusituasi belajar yang menyenangkan yang tentu saja sangat mempengaruhi tingkat konsentrasi, kecepatan menyerap materi pelajaran, jumlah pelajaran dan kematangan pemahamannya.

2.4. Karakteristik Mata Pelajaran Ekonomi di SMA 
2.4.1. Penggunaan M etode TGT dalam Pembelajaran
Pembelajaran ekonomi dengan kompetensi dasar mendeskripsikan inflasi dan indeks harga perlu diajarkan secara tepat dan melibatkan siswa secara aktif karena terdapat beberapa konsep hitungan. Pembelajaran kooperatif tipe TGT merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang dirangcang untuk memperngaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tipe ini melibatkan semua siswa untuk aktif selama proses pembelajaran untuk memecahkan permasalahan kesulitan dalam memahami materi.
Langkah-langkah pembelajaran TGT dalam pembelajaran ekonomi :
1. Mempersiapakan materi pelajaran Inflasi dan Indeks Harga
2. Membagi siswa dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa
3. Membagikan tugas soal kelomok kepada masing-masing kelompok
4. Menentukan kelompok yang paling mendapat nilai tertinggi

Tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT yaitu untuk meningkatkan keaktifan siswa selama proses pembelajaran, sehingga hasil belajar siswa meningkat. Penerapan metode kooperatif tipe TGT memiliki banyak manfaat bagi siswa. Adapun manfaat dari pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah :
a. Meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar
b. Hasil belajar meningkat atau lebih baik
Dari manfaat diatas diketahui bahwa siswa akan lebih term otivasi belajar dan hasil belajar menjadi lebih baik.

2.5. Hipotesis Penelitian
Perumusan hipotesis tindakan berdasarkan pada landasan teori dan penelitian yang relevan yaitu pembelajaran dengan metode kooperatif Teams Game Tournament (TGT) pada mata pelajaran ekonomi kelas X.IPS.2 di SMA SMAN ...  dapat meningkatkan motivasi, ketrampilan sosial dan hasil belajar siswa kelas X.IPS.2.

2.6. Kerangka Penelitian
Hasil belajar siswa pada pelajaran ekonomi ditentukan oleh belajar siswa dalam memahami pelajaran ekonomi. Penggunaan metode kooperatif tipe TGT dipilih sebagai metode pembelajaran siswa yang dapat menimbulkan keaktifan siswa dalam rangka keberhasilan belajar ekonomi. Metode ini dilakukan dalam dua siklus, alur kerangka penelitian sebagai berikut:

CONTOH JUDUL PTK IPS EKONOMI KELAS X

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


3.1. Metode Penelitian
Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas/ Classroom A ction Research ( CAR ). Penelitian terdiri dari em pat langkah yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Adapaun siklus tersebut dapat digambarkan seperti berikut ini:

Gambar 2. Langkah – langkah penelitian tindakan kelas
3.2. Tempat dan Waktu penelitian
a. Obyek penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri ...  kelas X.IPS.2 materi Mendeskripsikan Inflasi dan Indeks harga yang beralamat di Jalan Kecamatan Cibodas Kota Tangerang. 
b. Jadwal Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada bulan November dan Desember tahun 2015 dengan scedul sebagai berikut :

Tabel 2
Jadwal penelitian pada Kelas X.IPS.2 Mata Pelajaran ekonomi
SMA Negeri ...  Semester II Tahun Pelajaran 2012/2013

3.3. Kondisi Awal Subyek Yang Diteliti
Subyek penelitian adalah siswa kelas X.IPS.2 Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri ... . Siswa kelas X.IPS.2 terdiri dari 39 siswa yang terdiri dari 20 siswa perempuan dan 19 siswa laki-laki. Download ptk ekonomi sma pdf 
Kondisi awal subyek digunakan untuk memperoleh informasi tentang kondisi siswa dan proses pembelajaran. Yang diperoleh dasi hasil observasi dalam proses pembelajaran menunjukkan bahwa guru cenderung menggunakan metode ceramah bervariasi yaitu hanya dengan memberikan beberapa pertanyaan yang ditujukan kepada siswa yang aktif atau pintar saja, sehingga masih banyak murid cenderung pasif dan ramai sendiri. Pada saat guru memberikan pertanyaan hanya dua siswa saja yang aktif untuk menjawab pertanyaan guru. Hasil yang diperoleh murid dari daftar nilai ulangan sebelum dilakukan tindakan hanya 13 siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Prosentase ketuntasan sebelum dilakukan tindakan hanya 33,33%, target yang ditentukan dalam pelaksanaan tindakan ini adalah 80%.

3.4. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian dilakukan dengan empat tahap dan dua siklus, dengan tahap-tahapnya sebagai berikut :
Siklus I
A. Perencanaan
Perencanaan pada siklus I dilaksanakan sebagai berikut :
1. Membuat skenario pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk RPP dengan metode TGT secara lengkap. 
2. Menyusun lembar observasi berdasarkan skenario pembelajaran yang tertuang di RPP. 
3. M embentuk dan menyipakan tim observasi dengan deskripsi masing-masing.

B. Tindakan
Tindakan dilakukan sesuai dengan perencanaan yang tertuang di RPP sikuls 1 dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Pada tahap pelaksanaan tindakan, kegiatan yang dilakukan sebagai berikut :
1. Kegiatan awal, dilakukan dengan cara :
- Mengkondisikan siswa siap belajar dengan cara berdoa dan mengabsen siswa
- Membangun persepsi siswwa dengan cara menggali informasi dan pengalaman murid
- Membangun motivasi siswa terhadap pentingnya pembelajaran
2. Kegiatan inti, dilakukan dengan cara :
- Eksplorasi, dengan cara menggali pengalaman murid dan informasi tentang materi yang akan diajarkan dengan menerapkan contoh-contoh.
- Elaborasi, dengan cara :
a. Menjelaskan model pembelajaran model TGT
b. Penjelasan tentang materi berdasarkan metode
- Konfirmasi, dengan cara :
a. Mengecek kembali kegiatan pembelajaran berdasarkan tujuan
b. Membagi kelompok dan menjelaskan cara kerja kelompok pembelajaran berdasarkan model metode TGT

3. Kegiatan penutup, dialkukan dengan cara :
- Penutup, dengan cara memberikan kesimpulan terhadap materi sesuai tujuan pembalajaran
- Tindak lanjut, dengan cara memberikan latihan soal yang dikerjakan di rumah.
4. Observasi
Obseravasi dilaksanakan untuk pengamatan pembelajaran sesuai skenario kesiapan guru dan siswa. Pengamatan dilakukan agar dapat diketahui apakah selama proses belajar mengajar sesuai dengan skenario dalam RPP. Penelitian ini melibatkan tiga observer yaitu peneliti sendiri, observer kedua yang merupakan salah satu guru dan kepala sekolah di SMAN ... .

D. Refleksi
Tahap ini dilakukan analisis terhadap hasil pengamatan dan hasil tes yang diberikan pada siswa. Pelaksanaan yang tidak berhasil yaitu pelaksanaan tindakan guru membawa kondisi awal untuk membawa murid untuk siap belajar dan kemapuan guru dalam kegiatan akhir. Pelaksanaan tindakan murid yang tidak berhasil yaitu kesiapan untuk belajar dan memahami penjelasan tentang pembelajaran dikarenakan masih banyak siswa yang tidak mendengarkan dan sibuk sendiri. Jadi perlu adanya perbaikan pada siklus II untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Siklus 2
A. Perencanaan
Tahap ini dilakukan memperbaiaki pelaksanaan tindakan guru dan murid yang tidak mencapai rata-rata angka dalam indikator keberhasilan, dan juga perbaikan RPP dalam melakukan tindakan pembelajaran.
B. Tindakan
Guru melakukan kembali tindakan seperti siklus 1.
C. Observasi
sama seperti siklus 1 observer harus mengamati jalannya pembelajaran apakah sudah sesuai dengan skenario RPP.
D. Refleksi
Pada tahap ini dilakukan kembali dengan menganalisis lembar observasi dan hasil belajar. Jika tujuan dalam pem belajaran m engalam i peningkatan yang signifikan m aka penelitian dianggap berhasil.

3.5. Data dan Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan berupa :
1. Data hasil pengamatan guru dalam melaksanakan tindakan dengan tehnik berdasarkan lem bar pengamatan.
2. Data hasil pengam atan terhadap aktivitas sisw a dalam proses pem belajaran
3. Data hasil belajar siswa
4. Data hasil tanggapan siswa dalam penggunaan metode TGT

Pengum pulan data menggunakan enam teknik yaitu teknik tes, observasi, angket, w aw ancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Download ptk ekonomi akuntansi sma doc 
1. Tes
Tes dilaksanakan pada tiap akhir siklus dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar dalam proses pembelajaran.
2. Teknik Observasi
Observasi digunakan untuk mengetahui apakah pembelajaran sesuai dengan skenario atau tidak dan mengidentifikasi hambatan-hambatan dalam pembelajaran. Lembar observasi yang digunakan yaitu lembar kesiapan siswa dalam menerima pelajaran dan lembar observasi siswa dan guru selama pembelajaran berlangsung.
3. Angket
Angket digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan metode kooperatif TGT dalam pembelajaran. Angket ini dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada siswa untuk dijawabnya.
4. Teknik Dokumentasi
Dokumentasi berupa foto untuk memberikan gam baran secara lebih nyata mengenai suasana kelas selama proses pembelajaran berlangsung.

3.6. Tehnik Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan cara pengolahan perhitungan data, mendeskrepsikan, dan membandingkan hasil dengan indikator ketercapaian baik pelaksanaan maupun hasil tes.
Data dapat dianalisis dengan reduksi data, penyajian teks dan penarikan kesim pulan:
a. Data reduction ( reduksi data )
Reduksi data merupakan penyederhanaan data yang telah diperoleh dari observasi, angket dan wawancara.
b. Data display (penyajian data)
Setelah dilakukan penyederhanaan (direduksi) maka langkah selanjutnya yaitu mendisplay data. Data display dilakukan dengan cara menyajikan hasil data dalam bentuk kalimat dan tabel.
c. Conclusion drawing ( penarikan kesim pulan )
Tahap terakhir yaitu kesimpulan dari data yang telah disederhanakan dan disajikan.

Gambar 3. Tehnik analisis data

3.7. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan dikatakan berhasil bila:
Indikator keberhasilan untuk pelaksanaan tindakan ditunagkan dalam bentuk rentangan skore 1 sam pai dengan 5 dengan skore 1 sangat kurang, 2 kurang, 3 cukup, 4 baik, 5 sangat baik.
a. tindakan dikatakan berhasil jika, rata-rata aktivitas kegiatan guru mencapai lebih besar atau sama dengan 4, dan rata-rata aktivitas siswa mencapai lebih besar atau sama dengan 3.
b. Hasil belajar siswa mencapai nilai diatas KKM.
c. Rata-rata aktivitas siswa dan guru sudah mencapai skor yang lebih dari atau sama dengan 80%.
Indikator keberhasilan belajar dalam penelitian ini adalah apabila siswa yang tuntas belajar sudah lebih dari atau sama dengan 75%. Batas tuntas belajar 75 % mengacu pada ketetapan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tntang Standar Nasional Pendidikan, bahwa kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator adalah 75 %.

CONTOH LENGKAP PTK IPS EKONOMI SMA WORD

Daftar Pustaka


Baharudin & Wahyuni Nur Esa, 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran, Ar-Ruzz Media, Jogjakarta
Budiningsih, Asri, C, 2005, Belajar dan Pembelajaran, Rineka Cipta, Jakarta Kunandar, 2011. Penelitian Tindakan Kelas, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta Madya, Suwarsih, 2009. Penelitian Tindakan, Alfabeta, Bandung
Ritonga, 2005. Ekonomi SMA, Erlangga, Jakarta
Yuliana, Devi, 2011. Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Mata Pelajaran Akuntansi Pokok Bahasan Mengelola Kartu Persediaan Kelas XI program Keahlian Akuntansi B Semester 2 Thun Ajaran 2010/2011 SMK PGRI 2 Salatiga, Salatiga
Sugiyono, 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan, Alfabeta, Bandung
Sunarto, Hartono Agung, 2008, Perkembangan Peserta Didik, Rineka Cipta, Jakarta Uno, Hamzah B, 2010, Teori Motivasi dan Pengukurannya, Bumi Aksara, Jakarta Wiriaatmaja, Rochiati, 2008, Metode Penelitian Tindakan Kelas, PT Remaja Rosdakarya,Bandung
SUMBER INTERNET :
http://pengertian-definisi.blogspot.com/2011/10/pengertian-dan-definisi-inflasi.html
http://daneea.wordpress.com/201 0/04/24/cara-mengatasi-terjadinya-inflasi/
http://peunaronesia.blogspot.com/2009/09/indek-harga-dan-inflasi.html
http://yasinta.wordpress.com/2008/07/24/mengukur-output-nasional-produk-domestik-brutopdb-atau-gross-dometik-productgdp/.
http://organisasi.org/rumus-menghitung-pdb-pnb-pnn-pendapatan-nasional-individu-dan-pendapatan-dapat-dibelanjakan
http://ekocin.wordpress.com/20 11/06/1 7/model-pembelajaran-teams-games-tournaments-tgt-2/
http://dony.blog.uns.ac.id/2011 /06/29/metode-pembelajaran-team-games-tournament-tgt/

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH TERBARU PTK EKONOMI SMA KELAS X

Postingan terkait: