CONTOH JUDUL PTK BAHASA INDONESIA SMP LENGKAP

CONTOH JUDUL PTK BAHASA INDONESIA SMP LENGKAP-Penelitian Inimenggunakan Desain Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas Ini Dilaksanakan Dalam Dua Siklus, Yaitu Siklus I Dan Siklus Ii. Tiap Siklus Terdiri Atas Perencanaan, Tindakan, Observasi, Dan Refleksi. Subjek Penelitian Ini Adalah Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasisiswa Kelas 9.3 SMAN 6 ... . Penelitian Ini Menggunakan Dua Variabel Yaitu Variabel Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi Dan Variabel Teknik Pembelajaran think-Talk-Write Melalui Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah. Teknik Dalam Penelitian Ini Menggunakan Teknik Tes Dan Nontes. Teknik Tes Berupa Produkmenulis Paragraf Argumentasi. Hasil Nontes Berupa Hasil Observasi, Wawancara, Dan Dokumentasi Foto. Analisis Data Yang Digunakan Adalah Kuantitatif Dan Kualitatif. Contoh ptk bahasa indonesia smp pdf

Proses Pembelajaran Menulis Paragraf Argumentasi Dengan Teknikthink- Talk-Writemelalui Media Foto Berbasis Lingkungansekolah Melalui Beberapa Tahapan, Yaitu Pendahuluan, Inti, Dan Penutup. Pada Tahap Pendahuluan, Peneliti Melakukan Apersepsi. Tahap Inti Yaitu Proses Pembelajaran Menulis Paragraf Argumentasi Dengan Teknik think-talk-write Melalui Media Foto  Berbasis Lingkungan Sekolah. Selanjutnya Tahap Penutup Yaitu Guru Bersama Siswa Mengambil Simpulan Pembelajaran Hari Itu. Guru Bersama Siswa Melakukan Refleksi Terhadap Pembelajaran Menulis Paragraf Argumentasi Dengan Teknikthink- Talk-Write Melalui Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah. Nilai Rata-Rata Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi Pada Siklus I Sebesar 68,34 Dalam
Kategori Kurang. Nilai Rata-Rata Pada Siklus I Belum Mencapai tujuan Yang Diinginkan. Oleh Karena Itu, Peneliti Melakukan Siklus Ii. Pada Siklus Ii, Nilai Rata- Rata Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi Meningkat Sebesar 15,27 Menjadi 83,61 Berada Dalam Kategori Baik. Selain Itu, Berdasarkan Hasil Nontes Menunjukkan Adanya Perubahan Perilaku Siswa Ke Arah Positif. Perubahan Perilaku Yang Terjadi Adalah Siswa Terlihat Lebih Antusias Dan Tertarik Mengikuti Pembelajaran.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas BAHASA INDONESIA yang diberi judul "PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI DENGAN TEKNIK THINK-TALK-WRITE (TTW) MELALUI MEDIA FOTO BERBASIS LINGKUNGAN SEKOLAH PADA SISWA KELAS 9.3 SMPN 6 ... TAHUN PELAJARAN 2015-2016 "Disini akan  di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK BAHASA INDONESIA IX SMP lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMP 033).

DOWNLOAD PTK BAHASA INDONESIA SMP TERBARU

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Kegiatan menulis merupakan kegiatan yang berkesinambungan. Artinya, menulis bersifat analisis, pencarian data, penampakan fakta, dan telaah kritis terhadap suatu hal yang masih jarang diberikan dan dilakukan dalam pembelajaran menulis. Padahal ini sangat penting dan mendasar karena siswa telah dibekali, distimulasi, dan dibiasakan untuk berpikir kritis, analitis sehingga format dan output pendidikan tidak lagi melahirkan lulusan yang hanya ingat dengan hafalan-hafalan materi pelajaran saja. Akan tetapi, memahami dan mampu menggunakan potensi dirinya.

Kompetensi dasar penelitian ini yaitu menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf argumentatif. Tujuan pembelajaran inisiswa mampu menuangkan pengalaman dan gagasan, mampu mencurahkan perasaan secara tertulis dengan jelas serta mampu menuliskan informasi sesuai dengan pokok bahasan (konteks) dan keadaan (situasi). Siswa harus peka terhadap lingkungan dan mampu mengungkapkannya dalam bentuk karangan. Sehingga, siswa memiliki kegemaran menulis untuk meningkatkan pengetahuan dan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas 9.3 SMAN 6 ...  menyatakan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia terutama menulis paragraf argumentasi yang dilaksanakan selama ini kurang efektif dan kurang dimengerti oleh siswa. Dari keseluruhan siswa kelas 9.3 SMAN 6 ...  yang berjumlah 45 siswa hanya beberapa siswa yang sudah mampu menulis paragraf argumentasi dengan baik, dari segi ejaan, singkatan, kohesi, maupun tanda baca yang sesuai dengan kaidah penulisan ejaan, singkatan, maupun tanda baca yang benar. Nilai rata-rata klasikal siswa 58,95 dan belum dapat mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh SMAN 6 ... , yaitu 75.
Selain itu, peneliti juga menyarankan kepada guru untuk menggunakan teknik pembelajaran yang inovatif dan kreatif,yaitu dengan menggunakan teknik Think - Talk - Write. Teknik ini digunakan untuk mendorong peserta didik berpikir lebih kreatif. Download ptk bahasa indonesia smp doc

Berdasarkan kenyataan tersebut, untuk mengatasi masalah rendahnya kemampuan siswa dalam menulis paragraf argumentasidapat menggunakan teknik think-talk-write. Teknikpembelajaran ini merupakan teknik pembelajaran yang membangun dalam mengorganisasikan ide-ide sebelum siswa diminta untuk menulis. Think-talk-write dipilih dalam pembelajaran menulis paragraf argumentasi karena teknik ini memungkinkan siswa terlibat secara aktif berpikir, mendorong siswa menemukan ide-idenya secara lisan dan tertulis, dan mendorong siswa berpartisipasi secara aktif, sedangkan guru hanya sebagai motivator dalam pembelajaran. Proses pembelajaran dengan teknik think-talk-write adalah siswa diberi foto bertema lingkungan untuk dianalisis, kemudian siswa berdiskusi dengan kelompoknya untuk membahas masalah dalam foto yang telah mereka temukan. Setelah itu siswa mengembangkan ke dalam paragraf argumentasi.

Media foto berbasis lingkungan sekolah digunakan dalam pembelajaran menulis paragraf argumentasi karena media ini dapat meningkatkan daya tarik pelajaran dan perhatian peserta didik. Selama ini, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan topik dan mengembangkannya ke dalam paragraf argumentasi.oleh karena itu, penggunaan media foto berbasis lingkungan sekolah diharapkan bisa mengatasi kesulitan mereka dalam menentukan topik dan mengembangkannya ke dalam sebuah paragraf argumentasi yang baik dan benar.

1.2 Identifikasi Masalah
Rendahnya nilai siswa kelas 9.3 SMAN 6 ... , khususnya pada kompetensi menulis paragraf argumentasi dapat disebabkan oleh tiga hal, yaitu dari siswa, guru, dan kurikulum.
Faktor dari siswa, permasalahan yang terjadi berpusat pada anggapan bahwa materi menulis paragraf argumentasi dirasa sulit oleh siswa. Akibatnya, para siswa kurang berminat dalam mengikuti pengajaran menulis. Kesulitan lainnya, yaitu kesulitan dalam menggunakan ejaan, singkatan, maupun tanda baca.
Faktor dari guru, berpusat pada pola, dan tujuan pengajaran yang terlihat dalam penyusunan perangkat pengajaran. Para guru cenderung menerapkan pola tradisional dalam pengajaran yang menekankan teknik ceramah. Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang dipakai dalam pembelajaran juga kurang menarik bagi siswa, sehingga siswa menjadi bosan dan kurang minat dalam mengikuti pembelajaran didalam kelas.

1.3 Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, muncul beberapa permasalahan yang sangat kompleks. Untuk itu, karena keterbatasan waktu, tenaga, dan fokus penelitian, peneliti hanya membatasi permasalahan pada media pembelajaran yang dipakai dalam pengajaran keterampilan menulis untuk kompetensi menulis paragraf argumentasi di kelas. Adapun media pengajaran yang akan dipakai, yaitu melalui media foto berbasis lingkungan sekolah. Pembatasan masalah pada media dan teknik pengajaran dikarenakan kurikulum yang berlaku saat ini adalah KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) belum memaparkan secara jelas konsep maupun contoh media dan teknik yang dipakai dalam pengajaran menulis yang sangat dibutuhkan oleh guru dalam menentukan pola, arah, tujuan, dan fokus pengajaran.
Pembatasan masalah dalam penulisan karya ilmiah ini difokuskan pada upaya peningkatan keterampilan menulis paragraf argumentasi dengan memperhatikan ejaan, singkatan, kohesi maupun tanda baca yang digunakan pada siswa kelas 9.3 SMAN 6 ...  melalui media foto berbasis lingkungan sekolah dengan teknikThink – Talk – Write.

1.4 Rumusan Masalah
Agar permasalahan dalam penelitian menjadi terarah dan tidak terlalu luas, maka dirumuskan permasalahan:
a. Bagaimana proses pembelajaran menulis  Paragraf  Argumentasi  dengan teknik Think-Talk-Write melalui Media foto berbasis lingkungan sekolah?
b. Bagaimana peningkatan keterampilan menulis Paragraf Argumentasi pada siswa kelas 9.3 SMAN 6 ...  setelah diberi pembelajaran menulis Paragraf Argumentasi dengan teknik Think – Talk - Write melaluiMedia foto berbasis lingkungan sekolah?
c. Bagaimana perubahan perilaku siswa kelas 9.3 SMAN 6 ...  setelah diberi pembelajaran menulis Paragraf Argumentasi melaluiMedia foto berbasis lingkungan sekolah?

1.5 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan diatas tujuan penelitian ini adalah:
1.4.1 Mendeskripsi proses pembelajaran menulis Paragraf Argumentasi dengan teknik Think-Talk-Write melalui Media foto berbasis lingkungan sekolah.
1.4.2 Mendeskripsi peningkatan kemampuan menulis Paragraf Argumentasi pada siswa kelas 9.3 SMAN 6 ...  setelah diberi pembelajaran menulis Paragraf Argumentasi melaluiMedia foto berbasis lingkungan sekolah. Download ptk bahasa indonesia smp kelas 9 pdf
1.4.3 Mendeskripsi perubahan perilaku siswa kelas 9.3 SMAN 6 ...  setelah diberi pembelajaran menulis Paragraf Argumentasi melaluiMedia foto berbasis lingkungan sekolah.

1.6 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini meliputi manfaat teoretis dan manfaat praktis.
Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan acuan serta kajian penelitian selanjutnya yaitu sebagai alternatif dalam usaha perbaikan mutu pendidikan dan meningkatkan interaksi belajar mengajar, khususnya dalam pembelajaran menulis Paragraf Argumentasi dengan memperhatikan ejaan, singkatan, kohesi maupun tanda baca yang digunakan. Selain itu, dapat mengembangkan teori pembelajaran menulis Paragraf Argumentasi melaluiMedia foto berbasis lingkungan sekolah.

CONTOH PROPOSAL BAHASA INDONESIA KELAS 9

BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN


2.1 Landasan Teoretis
Landasan teoretis dalam penelitian ini akan membahas tentang keterampilan menulis paragraf argumentasi, teknik pembelajaran think-talk-write dan media foto berbasis lingkungan sekolah. Ulasan mengenai teori-teori tersebut adalah sebagai berikut.
2.1.1 Keterampilan Menulis
Pada hakikatnya belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi bagi manusia. Tanpa bahasa pada hakikatnya kita tidak dapat mengungkapkan pikiran dan perasaan. Segala macam pengertian, ide, konsep, pikiran, dan perasaan kitalahirkan dengan bahasa. ketidakmampuan berbahasa berarti seseorang tidak mampu menyatakan pikiran dan perasaan pada orang lain.
Menulis adalah sebuah keterampilan berbahasa yang sangat dibutuhkan pada masa sekarang. Keterampilan menulis tidak dimiliki dengan sendirinya dan memerlukan waktu yang lama untuk memperolehnya. Dengan menulis sekarang dapat mengekspresikan ide-ide dan gagasan melalui bahasa tulis. Menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang itu dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut (Tarigan 1983:21). Gambar atau lukisan mungkin dapat menyampaikan makna-makna. Tetapi tidak menggambarkan kesatuan bahasa. Contoh ptk bahasa indonesia smp pdf
Menulis juga dapat ditinjau dari berbagai segi. Ditinjau dari proses kegiatan yang ditempuh, melibatkan sejumlah kegiatan yang beragam, antara lain pengolahan gagasan, penataan kalimat, pengembangan paragraf dalam jenis-jenis wacana tertentu.

2.1.2 Tujuan Menulis
Seorang penulis harus dapat mengungkapkan dengan jelas tujuan penulisan yang akan di kerjakannya. Dengan menentukan tujuan penulisan, akan diketahui apa yang harus dilakukan pada tahap penulisan. Perumusan ini sangat penting dan harus ditentukan lebih dahulu karena hal ini merupakan titik tolak dan titik dasar dalam seluruh kegiatan menulis tersebut. Diharapkan dengan adanya perumusan ini dapat memudahkan penulis dalam menyusun dan menyampaikan gagasan dan idenya melalui tulisan yang dibuatnya dengan baik agar lebih mudah dipahami oleh pembaca. Rumusan tujuan penulisan juga sebagai gambaran penulis dalam kegiatan menulis selanjutnya. Kita akan tahu bahan-bahan yang diperlukan, macam-macam gagasan yang akan diungkapkan, serta berbagai sudut pandang yang akan dipilih, hal itu semua akan diketahui dari perumusan ini.

Tujuan menulis juga dapat memberi arahan, menjelaskan sesuatu yang berlangsung disuatu tempat pada suatu waktu, meringkas atau membuat rangkuman suatu tulisan sehingga menjadi lebih singkat. Tujuan penulisan merupakan penentu yang pokok dari alur suatu penulisan.

Subjek yang menjadi kajian penelitian ini adalah keterampilan menulis paragraf argumentasi. Tujuan pembelajaran menulis paragraf argumentasi adalah agar siswa mampu mengenali bentuk paragraf argumentasi, menuliskan informasi yang akan dicantumkan dalam paragraf, dan menuliskan paragraf argumentasi dengan bahasa yang hemat dan efektif dengan memperhatikan unsur ejaan, singkatan, kohesi maupun tanda baca yang sesuai dengan kaidah yang benar. 

2.1.3 Manfaat Menulis
Kegiatan menulis merupakan kegiatan yang kompleks yang memerlukan kecermatan tersendiri dari pelakunya. Ketika seseorang menuangkan ide, gagasan serta pendapat perlu memperhatikan hal-hal yang terdapat dalam tulisannya. Seorang penulis juga perlu memperhatikan pembuatan yang ada, bentuk tulisannya, keinginan pembaca, dan tulisannya. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab  kurang  mempunyai  keterampilan  untuk  menyerap,  mencari  serta menguasai informasi yang berhubungan dengan topik tulisan sehingga dengan wawasan itu pembaca merasa puas.

Dari beberapa manfaat yang dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa manfaat menulis bagi setiap individu atau personal dapat membantu dan melatih untuk mengkomunikasikan gagasan, ide, dan pikirannya secara runtut dan sistematis, sehingga akan membiasakan diri dalam berfikir dan berbahasa tertib, serta penulisannya dapat bermanfaat bagi orang lain. Selain itu, dengan menulis kita akan menjadi semakin aktif, pikiran dan perasaan mudah bergerak, serta tanggap dan mampu memberikan reaksi positif terhadap pengembangan di lingkungan sekitar yang selalu dinamis.

2.1.4 Fungsi Menulis
Pada prinsipnya menulis adalah bentuk komunikasi secara langsung, Tarigan (1986:22) menyebutkan beberapa fungsi menulis bagi pelajar antara lain:
1) menulis memudahkan para pelajar untuk berpikir secara kritis, 2) menulis memudahkan untuk merasakan dan menikmati hubungan-hubungan kehidupan dalam masyarakat, 3) menulis memperdalam daya tangkap atau persepsi, 4) menulis dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.
Secara umum menulis berfungsi sebagai alat komunikasi yang dapat membawa kita untuk menjelaskan pikiran-pikiran atau gagasan secara teratur dan terorganisasi.

2.1.5 Paragraf Argumentasi
Indriati (2001:26) mengemukakan bahwa:
Istilah argumen berasal dari kata istilah argumenberasal dari bahasa latin ‘arguere’ yang bermakna menunjukkan, membuat jelas, dan membuktikan. Paragraf argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan alasan, contoh, bukti- bukti yang kuat dan meyakinkan sehingga orang akan membenarkan pendapat, sikap, gagasan, dan keyakinan kita.

2.1.6 Ciri – Ciri Paragraf Argumentasi
Indriati(2001:28) mengatakan bahwa ciri-ciri paragraf argumentasi, antara lain, (1) berisi argumen-argumen sebagai upaya pembuktian suatu pendapat atau sikap, (2) bertujuan meyakinkan pembaca agar mengikuti apa yang dikemukakan penulis, (3) Menggunakan logika atau penalaran sebagai landasan berpikir, (4) bertolak dari fakta-fakta atau evidensi-evidensi, (5) bersikap mendesakan pendapat atau sikap kepada pembaca, (6) merupakan bentuk retorika yang sering digunakan dalam tulisan-tulisan ilmiah (7) ada pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya, (8) alasan, data, atau fakta yang mendukung (9) pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan.

2.1.7 Komponen Paragraf Argumentasi
Keraf  (2010,  104-107)  mengemukakan  argumen  atas  tiga  komponen. Adapun ketiga komponen tersebut yaitu sebagai berikut ini.
1. Pendahuluan
Pendahuluan bertujuan untuk menarik minat pembaca, memusatkan perhatian pembaca kepada argumen-argumen yang disampaikan, serta menunjukkan dasar-dasar mengapa argumentasi itu harus dikemukakan dalam kesempatan tersebut. Secara ideal pendahuluan harus mengandung cukup banyak bahan untuk menarik perhatian pembaca yang tidak ahli, serta memperkenalkan kepada pembaca fakta-fakta pendahuluan yang perlu untuk memahami argumentasinya. PTK bahasa indonesia smp pdf

2. Tubuh Argumen
Seluruh proses penyusunan argumen terletak pada kemahiran dan keahlian penulisnya. Selama mengerjakan argumentasi, pengarang harus terus-menerus menempatkan dirinya di pihak pembaca.
3. Kesimpulan dan ringkasan
Dengan tidak mempersoalkan topik mana yang dikemukakan dalam argumentasi, pengarang harus menjaga agar konklusi yang disimpulkannya tetap memelihara tujuan dan menyegarkan kembali ingatan pembaca tentang apa yang telah dicapai dan mengapa konklusi-konklusi itu diterima sebagai sesuatu yang logis

2.1.8 Syarat Paragraf Argumentasi
Menurut Rosidi (2009:29) sebuah paragraf dikatakan baik apabila sudah memenuhi syarat-syarat sebuah paragraf. Maka, dalam menyusun sebuah paragraf argumentasi perlu memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut.
1. harus mengetahui benar pokok persoalan yang akan diargumentasikan berikut argumen-argumennya.
2. harus berusaha mengemukakan permasalahan dengan sejelas- jelasnya sehingga mudah dipahami pembaca.
3. menggunakan kata-kata denotatif dan disusun dalam kalimat efektif sehingga tidak menimbulkan kesalah pahaman.
4. argumentasi harus mengandung unsur kebenaran untuk mencapai logis dan benar.
5. evidensi, baik berupa bukti, contoh, alasan-alasan harus dikemukakan berdasarkan logika atau penalaran budi akal sehingga tersusun sebuah karangan argumentasi yang logis dan sistematis.

Penulis dan pembicara harus memperhatikan pula ketiga prinsip tambahan berikut ini.
1. Pembicara atau penulis argumentasi harus berusaha untuk mengemukakan pokok persoalannya dengan jelas; ia harus menjelaskan mengapa ia harus memilih topik tersebut. Sementara itu ia harus menggunakan harus mengemukakan pula konsep-konsep dan istilah-istilah yang tepat.
2. Pembicara atau penulis harus  menyelidiki  persyaratan  mana  yang masih diperlukan bagi  tujuan-tujuan  lain  yang  tercakup  dalam persoalan yang dibahas itu, dan sampai dimana kebenaran dari pernyataan yang telah dirumuskannya itu.
3. Dari semua maksud dan tujuan yang terkandung dalam persoalan itu, maksud yang mana yang lebih memuaskan pembicara atau penulis untuk menyampaikan masalahnya.

Berdasarkan pemaparan semua ahli di atas, dapat disimpulkan bahwapembicara atau penulis argumentasi harus berusaha untuk mengemukakan pokok persoalannya dengan jelas; ia harus menjelaskan mengapa ia harus memilih topik tersebut. Selanjutnya, paragraf argumentasi harus terdapat data yang empiris untuk memperkuat argumen. Menentukan permasalahan-permasalahan yang dapat mempengaruhi emosi dan sikap pembaca dengan memunculkan isu-su terkini mutlak harus dimunculkan. Paragraf argumentasi juga harus menggunakan kata- kata denotatif dan disusun dalam kalimat efektif agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Paragraf argumentasi juga memerlukan evidensi baik berupa bukti, contoh-contoh, atau alasan yang dikemukakan berdasarkan nalar atau logika.

2.1.9 Langkah-langkah Menulis Paragraf Argumentasi
Langkah-langkah dalam menulis karangan argumentasi, menurut kosasih (2003:27) langkah yang pertama yaitu menentukan topik/tema. Memilih topik atau tema yang bersifat aktual dan terkini. Selanjutnya, menetapkan tujuan. Dalam tahap ini, penulis diminta untuk menentukan tujuan dari penulisan paragraf. Langkah ketiga yaitu mengumpulkan data dari berbagai sumber. Sumber diperoleh dari berbagai media misalnya media elektronik atau cetak. Langkah keempat yaitu menyusun kerangka paragraf menjadi paragraf argumentasi. Download ptk bahasa indonesia smp kelas 9 pdf Langkah selanjutnya yaitu mengembangkan kerangka paragraf. kerangka yang telah ada dikembangkan berdasarkan fakta dan opini. Langkah kelima yaitu menentukan cara pengakhiran dan penyimpulan paragraf. Pada akhir pemaparan suatu argumen, diperlukan adanya kesimpulan dari apa yang disampaikan. Langkah terakhir yaitu menyempurnakan paragraf. Dalam hal ini perlu diperhatikan cara penulisan dan ejaan dalam paragraf.

2.2.10 Teknik Think – Talk - Write
Teknik think-talk-write diperkenalkanoleh Huinker dan Laughin (dalam Ansari, 2003:36). Teknikini pada dasarnya dibangun melalui berpikir, berbicara, dan menulis. Alur Think-Talk-Writedimulai dari keterlibatan siswa dalam berpikir atau berdialog dengan dirinya sendiri setelah proses membaca, selanjutnya berbicara dan membagi ide (sharing) dengan temannya sebelum menulis. Suasana seperti ini lebih efektif jika dilakukan dalam  kelompok heterogen antara 3-5 orang siswa. Dalam kelompok ini siswa diminta membaca, membuat catatan kecil, menjelaskan, mendengar, dan membagi ide bersama teman, kemudian mengungkapkannya melalui tulisan.

Pembelajaran think-talk-write dapat mendorong siswa untuk selalu aktif berpartisipasi, komunikatif, siswa dilatih untuk berpikir kritis, siap mengemukakan pendapatnya sendiri secara obyektif, menghargai pendapat orang lain, dan melatih siswa untuk menuliskan hasil diskusinya ke dalam bentuk tulisan secara sistematis sehingga siswa lebih memahami materi pelajaran.

2.2.11 Alur Pembelajaran Menulis dengan menggunakan Teknik TTW
Alur pembelajaran menulis karangan argumentasi dengan menggunakan teknik TTW dapat terlihat pada bagan berikut ini.

Alur pembelajaran dengan teknik  TTW
Sumber: Huinker dan Laughin (dalam Ansari, 2003:36)
Bagan 1. Alur Pembelajaran dengan teknik TTW
Langkah pertama Teknik pembelajaran Think – Talk - Write adalah mengelompokkan siswa ke dalam beberapa kelompok. Guru membagikan foto berbasis lingkungan sekolah pada tiap-tiap kelompok. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati dan menemukan inti dari masalah yang terdapat dalam foto. Guru memberikan kesempatan kepada tiap-tiap kelompok untuk merumuskan hasil pengamatan mereka sesuai dengan perspektif yang dikembangkannya. Pada kegiatan ini, tahap think sedang berlangsung.

Tiap-tiap kelompok diminta untuk berdiskusi secara internal untuk menyelaraskan sudut pandang dan pendapat kelompoknya.Perwakilan tiap kelompok diminta untuk menyampaikan argumentasi sesuai pandangan yang dikembangkan kelompoknya. Perwakilan kelompok meminta tanggapan, bantahan atau koreksi dari kelompok lain perihal isu yang sama. Pada kegiatan ini, tahap talk sedang berlangsung. Guru memberikan evaluasi sehingga siswa dapat mencari jawaban sebagai titik temu dari argumentasi-argumentasi yang telah mereka munculkan.

Setelah pendapat-pendapat tersebut menemukan titik temu, maka tiap-tiap individu diminta untuk menyusun paragraf argumentasi sesuai dengan pendapat yang telah mereka kemukakan. Kegiatan ini melingkupi di dalam tahap write.
Dapat disimpulkan bahwa pada setiap tahap proses think-talk-write, guru dan siswa harus melalui tiap tahap secara runtut dan sistematis agar proses pembelajaran dengan teknik think-talk-write terjadi keseimbangan antara guru dan siswa pada tiap tahapnya.

2.1.12 Media Pembelajaran
Soeparno (1987:1), media adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran (channel) untuk menyampaikan suatu pesan (message) kepada penerimanya (receiver).
Media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal (Arsyad, 1996:3).  Contoh ptk bahasa indonesia smp pdf

Dari bermacam definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan pembelajaran dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan serta perhatian siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.

2.2.13 Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah
Daryanto (2010:107-108) menjelaskan bahwa dewasa ini gambar foto secara luas bisa diperoleh dari berbagai sumber, misalnya dari surat-surat kabar, majalah-majalah, brosur-brosur dan buku-buku. Foto yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut dapat digunakan oleh guru secara efektif dalam kegiatan belajar- mengajar, pada setiap jenjang pendidikan dan berbagai disiplin ilmu.

Gambar foto itu pada dasarnya membantu mendorong para siswa  dan dapat meningkatkan minatnya pada pelajaran. Membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan berbahasa dalam bercerita, dramatisasi, bacaan, dan penulisan, serta membantu mereka menafsirkan dan mengingat isi materi bacaan dari buku teks.

2.2 Kerangka Berpikir
Menulis paragraf argumentasi merupakan salah satu subkompetensi yang ada dalam kurikulum SMA/MA. untuk keterampilan menulis pada siswa kelas 9.3. Kriteria pencapaian hasil belajar dalam kegiatan pembelajaran menulis paragraf argumentasi adalah mampu mengemukakan pendapat yang selanjutnya akan dituliskan dalam paragraf argumentasi dengan bahasa yang efektif.

Realita yang terjadi di lapangan ternyata kemampuan keterampilan menulis paragraf argumentasi pada siswa kelas 9.3 SMAN 6 ...  belum memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari prestasi rata-rata dan nilai rata-rata siswa yang masih dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Dari observasi tersebut, kemampuan menulis paragraf argumentasi rata-rata masih banyak kesalahan. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satu faktor yang berpengaruh yaitu dalam pemilihan teknik pembelajaran di kelas. Selama ini guru masih saja menggunakan cara lama (ceramah) dalam kegiatan pembelajaran dan transfer belajar yang mementingkan hasil belajar daripada proses pembelajaran. Hal inilah yang menyebabkan siswa kesulitan mengakses pelajaran yang diberikan guru karena guru tidak memberikan contoh nyata dan alur pembelajaran yang kurang menarik. Download ptk bahasa indonesia smp doc

Bagan 2 Kerangka Berpikir

2.2 Hipotesis Tindakan
Berdasarkan uraian di atas, hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah terjadi peningkatan pada keterampilan menulis paragraf argumentasi serta ada perubahan perilaku pada siswa kelas 9.3 SMAN 6 ...  setelah dilakukan pembelajaran melalui Teknikthink – talk-write dan penggunaan foto berbasis lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran

DOWNLOAD PTK BAHASA INDONESIA SMP DENGAN METODE TERBARU

BAB III
METODE PENELITIAN


Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas atau PTK yang terdiri atas dua siklus. Setiap siklus, terdiri atas empat komponen, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan atau observasi dan refleksi.Keempat komponen itu dipandang sebagai satu siklus. Penelitian tindakan kelas dilakukan oleh peneliti dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan seseorang dari tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan tugas dan memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan pada kegiatan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan tindakan kelas yang mencakup beberapa siklus. Jika tindakan pada siklus I nilai rata-ratanya belum mencapai target yang ditentukan, maka akan dilakukan siklus II.
Berikut ini adalah bagan siklus yang ditempuh peneliti:

Bagan 3. Siklus Penelitian Tindakan Kelas
Keterangan:
KA : Kondisi Awal 
TL : Tindak Lanjut
P : Perencanaan
T : Tindakan
R : Refleksi
RP : Revisi Perencanaan 
O : Observasi
SI : Siklus I
SII : Siklus II

Bagan tersebut dipaparkan dua siklus penelitian yaitu siklus I dan siklus II. Kegiatan siklus I dan siklus II meliputi empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. PTK bahasa indonesia smp pdf Sebelum tindakan siklus I dilaksanakan, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 9.3 SMAN 6 ...  untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran menulis paragraf argumentasi.

3.1.1 Prosedur Penelitian Siklus I
Prosedur penelitian siklus I terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
3.1.1.1 Perencanaan
Dalam perencanaan ini peneliti berkonsultasi dan bekerjasama dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 9.3 SMAN 6 ...  khususnya dalam merancang rencana pembelajaran. Selain itu, peneliti juga bekerjasama dalam menentukan dan memilih alokasi waktu yang akan digunakan dalam penelitian tersebut. Hal ini dilakukan peneliti agar perencanaan pembelajaran dalam proses pembelajaran berjalan dengan baik dan masalah yang dialami yakni pembelajaran menulis paragraf argumentasi dapat teratasi. Masalah yang dimaksud yakni masih rendahnya kemampuan siswa dalam menulis paragraf argumentasi karena teknik pembelajaran dan media pembelajaran yang digunakan tidak sesuai dengan karakteristik siswa dan materi pelajaran. Solusinya, guru mencoba mengatasinya dengan menerapkan teknik think – talk- write dengan pemanfaatan Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah. 

3.1.1.2 Tindakan
Tahap ini dilakukan dengan mengacu pada rencana pembelajaran yang telah ditetapkan. Materi pembelajaran adalah menulis paragraf argumentasi dengan menggunakan teknik think – talk – write. Langkah-langkah yang dilaksanakan pada tahap ini adalah pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup.

3.1.1.3 Observasi
Kegiatan observasi atau pengamatan dilakukan dengan mengambil data dari mengamati dan mencatat kegiatan siswa selama penelitian berlangsung dan respon siswa terhadap pembelajaran menulis paragraf argumentasi dengan teknik think – talk – write. Agar hasil pengamatan bisa objektif dalam pelaksanaannya, guru minta bantuan kepada rekan guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia untuk ikut mengadakan pengamatan. Pengamat mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir pembelajaran. Aspek-aspek yang dinilai dalam pengamatan adalah perilaku siswa selama mengikuti proses pembelajaran seperti keseriusan siswa dalam mengikuti pembelajaran, keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas, dan tanggapan siswa terhadap pendekatan dan model pembelajaran.

3.1.1.4 Refleksi
Setelah tahap tindakan dan penguatan selesai dilakukan, guru melakukan analisis terhadap hasil tes dan nontes. Selanjutnya, mengacu pada hasil analisis itu guru melakukan refleksi. Hasil refleksi yang didapat akan digunakan sebagai masukan dalam menetapkan langkah berikutnya pada siklus II. Apabila terdapat kekurangan dalam siklus I maka hasil tersebut akan digunakan sebagai bahan perbaikan pada siklus II, apabila terdapat kemajuan maka akan dipertahankan atau ditingkatkan pada siklus II.

3.1.2   Prosedur Penelitian Siklus II
Pada siklus II, langkah-langkah yang dilakukan hampir sama seperti siklus I. Siklus II hanya menyempurnakan atau memperbaiki kekurangan pada siklus I. Berdasarkan refleksi pada pembelajaran menulis paragraf argumentasi melalui Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah dan teknik think – talk – writepada siklus I, peneliti menyusun langkah-langkah penelitian yang akan dilakukan pada siklus II. Siklus II ini terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.  Download ptk bahasa indonesia smp doc

3.2 Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah keterampilan menulis paragraf argumentasi siswa kelas 9.3 SMAN 6 ... , Penentuan subjek penelitian tersebut didasarkan atas pertimbangan sebagai berikut:
1. Berdasarkan informasi dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, keterampilan menulis paragraf argumentasi siswa kelas 9.3 hasilnya masih rendah dibandingkan kelas 9.3 yang lainnya di SMAN 6 ... , ;
2. Materi pembelajaran menulis paragraf argumentasi tercantum dalam KTSP. Dengan demikian, materi paragraf argumentasi harus diberikan kepada siswa;
3. Keadaan kelas 9.3 sering pasif dalam proses pembelajaran, karena guru belum menggunakan teknik dan media pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk menulis.

3.3 Variabel Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini menggunakan tiga variabel, yaitu variabel keterampilan menulis paragraf argumentasi, variabel Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah, dan variabel teknik think – talk – write.

3.3.1 Variabel Keterampilan Menulis Paragraf argumentasi
Keterampilan menulis paragraf argumentasi adalah keterampilan menulis pendapat disertai alasan dan menunjukkan fakta-fakta untuk membuktikan suatu kebenaran, sehingga pembaca yakin dan terpengaruh oleh penulis. Keterampilan menulis paragraf argumentasi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah menulis paragraf argumentasi berdasarkan media Foto berbasis Lingkungan Sekolah.

Variabel keterampilan menulis paragraf argumentasi dalam penelitian ini adalah keterampilan menulis paragraf argumentasi yang akan dicapai siswa. Peningkatan keterampilan yang diharapkan adalah siswa mampu menulis paragraf argumentasi sesuai dengan kriteria penilaian menulis paragraf argumentasi. Kriteria penilaian tersebut, yaitu: (1) kesesuaian judul mencerminkan isi paragraf dan bertema lingkungan; (2) mengemukakan pokok persoalan; (3) terdapat data yang empiris sebagai evidensi untuk memperkuat argumen; (4) mempengaruhi emosi pembaca dan memunculkan isu-su terkini; dan (5)menggunakan kata-kata denotatif dan kalimat efektif. Kondisi awal atau prasiklus menulis paragraf argumentasi siswa 9.3 SMAN 6 ...  rata-rata mendapatkan nilai Nilai tersebut masih jauh dari KKM. Dengan pembelajaran menulis paragraf argumentasi  melalui  model  think-talk-write  diharapkan  keterampilan  menulis paragraf argumentasi siswa kelas 9.3 SMAN 6 ... , dikatakan berhasil dalam pembelajaran menulis paragraf argumentasi apabila telah mencapai nilai rata-rata klasikal lebih atau sama dengan 75 dari rentang nilai 0-100 dan terjadi perubahan tingkah laku yang positif.

3.3.2 Variabel Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah
Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah merupakan salah satu media yang cocok digunakan dalam pembelajaran menulis bahasa. Media Foto diharapkan dapat membantu siswa untuk merangsang daya pikir dan kreativitas siswa untuk lebih mengekspresikan apa yang ada dipikirannya dan menuangkannya dalam paragraf argumentasi serta membantu siswa untuk meningkatkan pengetahuan yang telah dimilikinya dalam menulis paragraf argumentasi. 

Dalam penerapannya sebagai media pembelajaran, khususnya pembelajaran menulis paragraf argumentasi, selain tema atau kriteria paragraf argumentasi yang akan dibuat sudah ditentukan, media ini juga dipadukan dengan teknik think – talk – write sehingga semakin memudahkan siswa untuk menggali ide-ide, gagasan dan argumen-argumennya dalam proses pembelajaran. Penilaian terhadap pembelajaran menulis paragraf argumentasi dilakukan dengan penilaian individu. Penilaian individu diperoleh melalui hasil tes menulis paragraf argumentasi. Penilaian tersebut digunakan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

3.3.3 Variabel Teknik Think – Talk – Write
Teknik Think – Talk – Write adalah cara khusus yang dipilih guru untuk mengeksplorasi gagasan dan argumen yang dimiliki oleh siswa agar siswa menjadi terlatih menuangkan gagasannya dan berargumen.
Pada kegiatan pembelajaran, guru memberikan stimulus dengan menyuruh siswa membuat paragraf argumentasi berdasarkan pengamatan terhadap foto. Kemudian, siswa mencoba membuat paragraf argumentasi dengan kriteria yang ada dan berdasarkan hasil pengamatannya. Setelah itu siswa diminta membacakan paragraf argumentasi yang dibuat di depan kelas. sedangkan teman yang lain memberikan tanggapan, saran, bahkan kritik dari berbagai perspektif terhadap paragraf argumentasi dari kelompok penyaji (aplikasi teknik think – talk – write).

3.4 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dalam bentuk tes dan nontes. Dengan menggunakan tes, peneliti dapat mengetahui kemampuan menulis paragraf argumentasi siswa. Sedangkan bentuk instrumen nontes dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar catatan harian siswa, catatan harian guru, lembar wawancara, dan dokumentasi foto yang digunakan untuk mengetahui perubahan tingkah laku siswa.

3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes dan nontes. Teknik tes digunakan untuk mengetahui peningkatan keterampilan siswa dalam menulis paragraf argumentasi setelah melalui proses pembelajaran melalui teknik think – talk – writedengan Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah. Sedangkan teknik nontes digunakan untuk mengetahui perubahan sikap siswa setelah mengalami proses pembelajaran menulis paragraf argumentasi melalui teknik think – talk – writedengan Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah.

3.5.1 Teknik Tes
Teknik tes dilakukan melalui Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah dengan teknik think – talk – write dalam menulisparagraf argumentasi. Tes ini dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada siklus Idan siklus II. Teknik tes ini digunakan guna mengetahui data keterampilan siswa dalam menulis paragraf argumentasi melalui teknik think – talk – write dengan Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah. Jika terjadi peningkatan berarti pembelajaran melalui Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah dengan teknik think – talk – write yang digunakan telah berhasil. Download ptk bahasa indonesia smp kelas 9 pdf Hasil tes yang didapat digunakan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan baik dalam program satuan pembelajaran maupun dalam rencana pembelajaran. 

3.5.2 Teknik Nontes
Teknik nontes yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, jurnal, dan dokumentasi foto pada siklus I dan silkus II. Teknik ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya saat proses pembelajaran berlangsung di kelas.

3.5.2.1 Observasi
Pada penelitian tindakan kelas ini, guru menggunakan teknik observasi untuk mengamati keadaan kelas pada saat pembelajaran berlangsung. Dalam pengamatan siklus I dan siklus II ini, peneliti dibantu guru pengampu mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia kelas 9.3 SMAN 6 ... ,  untuk mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Observasi dilakukan pada semua siswa dengan mengamati tingkah laku yang muncul pada siswa. Tingkah laku ini sudah dituliskan pada lembar observasi siswa, peneliti maupun pengamat (guru) tinggal memberi tanda cek list (√) pada pedoman observasi yang telah dibuat. Dalam penelitian ini observasi digunakan untuk mengumpulkan data mengenai sikap dan tingkah laku siswa dalam proses pembelajaran menulis paragraf argumentasi melalui teknik think – talk – write dengan Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah.
3.5.2.2 Wawancara
Metode wawancara dilakukan setelah berlangsungnya proses pembelajaran siklus I dan siklus II, yaitu saat istirahat atau di luar jam pelajaran dengan mencatat hasil jawaban siswa. Tahap ini bertujuan agar peneliti mengetahui respon siswa dan kesulitan yang dialami oleh siswa terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung secara objektif.
Kegiatan wawancara ini dilakukan dengan sasaran beberapa siswa yang mendapatkan nilai tinggi, nilai sedang, dan siswa yang mendapatkan nilai rendah dalam menulis paragraf argumentasi.

3.5.2.3 Jurnal
Jurnal siswa ini dibuat setiap akhir pembelajaran dengan menyiapkan beberapa pertanyaan yang selanjutnya dijawab oleh siswa. Jurnal tersebut harus diisi oleh siswa pada selembar kertas setelah semua proses pembelajaran selesai, baik pada siklus I ataupun siklus Ii dan dikumpulkan pada saat itu juga. Tahap ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pesan dan kesan siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Tahap ini juga merupakan refleksi diri siswa atas semua hal yang siswa rasakan selama proses pembelajaran.

3.5.2.4 Dokumentasi Foto
Dokumentasi foto dilakukan pada saat berlangsungnya kegiatan pembelajaran pada siklus I dan dan siklus II. Dokumentasi ini menghasilkan data yang autentik dari aktivitas siswa dalam pembelajaran yang berlangsung pada siklus I dan siklus II yang terekam dalam foto. Dokumentasi foto ini juga dilakukan sebagai bukti visual kegiatan pembelajaran selama penelitian berlangsung.   Selain   itu,   pengambilan   foto   juga   dilakukan   saat   kegiatan wawancara. Kegiatan ini dilakukan dengan dibantu oleh satu orang rekan untuk memotret.

3.6 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang ditempuh peneliti pada proses pembelajaran menulis paragraf argumentasi dengan Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah melaluui teknik think – talk – write dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.
3.6.1 Analisis Kuantitatif
Analisis data kuantitatif dilakukan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil tes secara tertulis. Hasil tes yang diperoleh selanjutnya dihitung secara presentase dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menghitung nilai komulatif pada masing-masing aspek;
b. Merekap nilai yang diperoleh siswa;
c. Menghitung nilai rata-rata siswa;
d. Menghitung persentase nilai.
Analisis penilaian nilai dilakukan berdasarkan perhitungan dengan rumus:
Keterangan:
NP : nilai presentasi (dalam persen). 
NK : nilai komulatif.
R : jumlah responden.

Hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut selanjutnya dibandingkan antara siklus I dan siklus II. Hasil yang didapat memberikan gambaran tentang persentase peningkatan keterampilan menulis paragraf argumentasi melalui Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah melalui teknik think – talk – write. Dengan adanya peningkatan ini berarti pembelajaran menulis paragraf argumentasi pada siswa kelas 9.3 SMAN 6 ...   dapat berhasil optimal. Download ptk bahasa indonesia smp doc

3.6.2   Analisis Kualitatif
Teknik ini dilakukan untuk menganalisis data nontes yang diperoleh dari siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Data yang dianalisis yaitu, data observasi, wawancara, jurnal, dan dokumentasi foto. Responden dalam hal ini siswa, memberikan jawaban sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan peneliti.
Hasil analisis yang didapat digunakan untuk mengetahui perubahan perilaku siswa yang terjadi dalam menulis paragraf argumentasi pada siklus I dan siklus II. Selain itu, data nontes juga digunakan untuk mengetahui efektifitas penggunaan Media Foto Berbasis Lingkungan Sekolah dalam peningkatan kemampuan menulis paragraf argumentasi.

CONTOH LENGKAP PROPOSAL PTK BAHASA INDONESIA SMP

DAFTAR PUSTAKA


Akhadiah, Sabarti dkk. 1998. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia.
Jakarta: Erlangga.
Alwasilah, A.Chaedar.2007. Pokoknya Menulis. Bandung: Kiblat
Ansari, Bansu I dan Martimus Yamin. 2009.Taktik Mengembangkan Kemampuan Individual Siswa. Jakarta: Gaung Persada Press.
Arsyad, Azhar. 1995. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Broskoske, Stephen L. 2007. “Prove Your Case: A New Approach to Teaching
Reserch Papers”. College Teaching.(12 Mei 2012)
Cheng.Fei-Wen. 2008. “A Socio-Cognitive Modeling Approach to Teaching English Argumentation”. Asian Esp Journal. (17Mei 2012).
Daryanto. 2010. Media Pembelajaran. Bandung: Nurani Sejahtera
Hakim, Arief. 2005. Kiat Menulis Artikel di Media dari Pemula Sampai Mahir.
Bandung: Nuansa Cendekia.
Hartono, Bambang. 2003. Kajian Wacana Bahasa Indonesia. : UniversitasNegeri .
Ikamei.2009. “Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi melalui Pendekatan Savi dengan Pemanfaatan Karikatur Media Massa pada Siswa kelas 9.3 SMA Negeri 3 Pemalang”. Skripsi. Unnes.
Indriati, Etty. 2001. Menulis Karya Ilmiah: Artikel, Skripsi, Tesis, dan Disertasi.
Jakarta: Gramedia
Karsana, Ano. 1986. Buku Materi Pokok Keterampilan Menulis. Jakarta: Karunika.
Keraf, Gorys. 1997. Komposisi. Flores: Nusa Indah.
Keraf, Gorys. 2010. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Komaidi, Didik. 2007. Aku Bisa Menulis. Yogyakarta: Sabda Media.
Kosasih, E. 2002. Kompetensi Ketatabahasaan Cermat Berbahasa Indonesia.
Bandung: Yamaha Widia.
Kurniawan.2008. “Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi denganMetode Fenomenologi pada Siswa Kelas VIIA SMA PGRI Jati Kudus”.Skripsi. Unnes.
Marhiyanto, Bambang. 2004. Pintar Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas 1, 2, 3.
Surabaya: Gita Media Press.
Novita. 2011. “Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi dengan Model Think Pair Share melalui Media Gambar Animasi Pada Siswa KelasX-8 SMA Negeri 1 Bae Kudus”. Skripsi. Unnes.
Nurhadi. 1995. Tata Bahasa Pendidikan. : IKIP  Press. Nursisto. 2000. Penuntun Mengarang. Yogyakarta: Adiata Karya Nusa.
Purnomo. 2012. “Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi melalui Penerapan Teknik Tutorial dengan Media Film Pendek Pada SiswaKelas X.1 SMA N 1 Majenang Kabupaten Cilacap”. Skripsi. Unnes.
Rahmawati. 2012. “Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi dengan Model Pembelajaran Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis melalui Media Berita Foto Pada Siswa Kelas X-4 SMA PGRI 01 Kendal”. Skripsi. Unnes.
Rosidi, Imron. 2009. Menulis…Siapa Takut?. Yogyakarta: Kanisius Rustamaji, dkk. 1991. Modul Belajar Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Cahaya
Pendidikan Primajama.
Subyakto dan Nababan.1993. Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta: PT GrasindoPustaka Utama.
Suparno. 2004. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka. Suriamiharja,dkk.1996. Petunjuk Praktis Menulis. Jakarta: PT Depdikbud.
Tarigan, H.G. 1985. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.Bandung: Angkasa.
Wagiran dan Doyin, M. 2005. Curah Gagasan Pengantar Penulisan Karya Ilmiah.: Rumah Indonesia.

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH JUDUL PTK BAHASA INDONESIA SMP LENGKAP


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "CONTOH JUDUL PTK BAHASA INDONESIA SMP LENGKAP"