DOWNLOAD PTK IPA KELAS 6 SD MEDIA VIDEO

DOWNLOAD PTK IPA KELAS 6 SD MEDIA VIDEO-Latar belakang penelitian adalah hasil belajar siswa mata pelajaran IPA banyak yang nilainya kurang dari KKM, hal ini dikarenakan guru terbiasa menggunakan metode konvensional sehingga siswa jenuh dalam pembelajaran, salah satu cara agar siswa mampu belajar dengan bermakna adalah menggunakan metode pemberian tugas dan media video. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode pemberian tugas dengan media video pada pembelajaran IPA materi “Sistem Tata Surya” siswa kelas 6 Semester 2 SDN ... 02 kecamatan ... Kabupaten .... Contoh ptk ipa sd kelas 6 doc
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model spiral dari Kemmis dan Mc Taggart dengan jenis PTK kolaboratif, yaitu guru kelas sebagai pelaku implementasi RPP, sedangkan peneliti bertindak sebagai perancang RPP dan pengamat pembelajaran. Variabel penelitian adalah hasil belajar, metode pemberian tugas dan media video. Teknik pengumpulan data berupa hasil tes formatif tiap siklus, dengan instrumen penelitian menggunakan butir-butir soal. Teknik yang digunakan adalah deskriptif komparatif yaitu perbandingan ketuntasan hasil belajar siswa.
Hasil yang diperoleh berupa hasil belajar siswa mencapai KKM (> 70) sebanyak 11 siswa dengan persentase 52,38% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 10 siswa dengan persentase 47,62%. Pada pelaksanaan siklus 1 siswa yang sudah tuntas sebanyak 16 siswa dengan persentase 76,19% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 5 siswa dengan persentase 23,81%. Pada pelaksanaan siklus 2 jumlah siswa yang sudah tuntas meningkat sebanyak 19 siswa dengan persentase 90,48% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 2 siswa dengan persentase 9,52%. Bedasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pemberian tugas dengan media video dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 6 SDN ... 02 semester 2 tahun 2015/2016.
Dari hasil penelitian tersebut, disarankan dalam implementasi pembelajaran di sekolah dapat menggunakan metode pemberian tugas dengan media video untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPA SD yang diberi judul "UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS DENGAN MEDIA VIDEO SISWA KELAS 6 SDN ... 02 KECAMATAN ... KABUPATEN ... SEMESTER 2 TAHUN 2015/2016". Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPA KELAS 6 SD lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK 028 SD).

DOWNLOAD PTK IPA TERBARU MEDIA VIDEO

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Hal ini sesuai dengan Permendiknas No. 22 Tahun 2006.
Peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Dasar merupakan prioritas utama di kalangan pendidikan dalam rangka peningkatan sumber daya manusia sebab sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan formal yang pertama yang mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan ketrampilan dasar sebagai bekal hidup di masyarakat. Salah satu mata pelajaran yang penting bagi perkembangan siswa agar siswa memahami linngkungan di dunia nyata.konsep-konsep serta proses penemuan adalah IPA, karena proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.
Proses belajar mengajar merupakan inti dari keseluruhan proses pendidikan, dimana guru merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh pengetahuan. Guru dituntut untuk meningkatkan kompetensinya untuk mengelola kelas serta mampu menciptakan lingkungan yang nyaman untuk belajar merupakan pendukung proses keberhasilan pembelajaran. Guru perlu membekali diri dengan beberapa kemampuan dalam perencanaan dan pelaksanaan implementasi pembelajaran. Tetapi kenyataannya dalam pembelajaran di kelas sebagian besar guru memberikan materi kepada siswa jarang memakai strategi pembelajaran yang sesuai. Sehingga terasa sekali bahwa proses belajar membosankan, tidak menarik minat siswa untuk belajar, dan hasil belajar siswa tidak memuaskan.
Bedasarkan observasi yang dilakukan peneliti dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas 6 SDN ... 02, guru memberikan materi ajar dengan menggunakan metode konvensional saja. Salah satu metode konvensional yang sering digunakan adalah mettode ceramah. Metode ini memang sangat mudah digunakan akan tetapi apabila metode ceramah tersebut digunakan di dalam proses pembelajaran dari awal sampai akhir pembelajaran, hal tersebut mengakibatkan anak kurang aktif di dalam kelas, membuat gaduh, mengobrol sendiri dengan teman sebangkunya. Karena dengan menggunakan metode ceramah siswa cenderung hanya sebagai pendengar saja.
Selain penggunaan metode ceramah guru terbiasa menggunakan media pembelajaran berupa buku paket dan gambar mati, sehingga kegiatan pembelajaran kurang memuaskan, yang berdampak pada hasil belajar siswa belum memenuhi nilai dari batas KKM yang dimiliki SD yaitu > 70. Hal ini dibuktikan dengan nilai IPA semester 1 yang ditunjukkan pada tabel1.1.
Tabel 1.1
Nilai Hasil Belajar Siswa Semester 1 Tahun 2015/2016

Dari tabel 1.1 terlihat hasil belajar siswa dengan perolehan ketuntasan siswa sebesar 52,38% sedangkan ketidaktuntasan siswa sebesar 47,61%. Nilai terendah yang diperolwh siswa sebesar 50. Hal ini sangat mengkhawatirkan jika tidak dilakukan tindakan untuk memperbaiki pembelajaran. Rata- rata yang diperoleh siswa sebesar 68,05, masih kurang dari KKM mata pelajaran IPA yang ketuntasannya sebesar > 70.
Dengan demikian upaya peningkatan kualitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, membutuhkan keberanian untuk merombak cara atau metode mengajar yang memberikan peluang kepada siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu cara untuk meningkatkan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam yang harus dilakukan guru adalah menggunakan metode pembelajaran yang variatif dalam kegiatan belajar dan mengajar Ilmu Pengetahuan Alam. Dalam hal ini diharapkan siswa dengan mudah memahami materi dalam mata pelajaran IPA, diharapkan dalam pelaksanaan pembelajaran guru mampu menarik perhatian siswa agar berpartisipasi aktif dalam mengikuti pembelajaran. Download PTK ipa sd lengkap
Bedasarkan paparan yang telah diuraikan tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini dengan judul ”Upaya Meningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Menggunakan Metode Pemberian Tugas dengan Media Video Siswa Kelas 6 SD Negeri ... 02 Semester 2 Tahun 2015/2016”.

1.2 Permasalahan Penelitian
Dari hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas 6 SDN ... 02 Kecamatan ... Kabupaten ... pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ada beberapa permasalahan diantaranya.
1) Siswa kurang aktif dalam pembelajaran karena selama pembelajaran berlangsung guru lebih banyak berperan sebagai satu- satunya sumber belajar, sehingga keadaan kelas cenderung kaku, menegangkan, membosankan dan menjenuhkan untuk siswa.
2) Tingkat penguasaan materi oleh siswa masih rendah dengan dibuktikan oleh hasil belajar dari 21 siswa dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Materi) > 70 terdapat 10 siswa atau 47,62% siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM dengan skor minimal 50.
3) Hasil belajar siswa yang jauh dari indikator yang ingin dicapai.Hal ini dikarenakan guru hanya menjelaskan tanpa memberikan kesempatan pada siswa untuk mendapatkan pengalaman langsung atau melihat sesuatu yang nyata (konkret) karena siswa SD masih dalam tahap operasional konkret (Jean Piaget, 1969).

1.3 Cara Pemecahan Masalah
Berdasarkan permasalahan penelitian yang telah diuraikan, pemecahan masalah dapat dilakukan dengan pembelajaran yang menggunakan metode pemberian tugas dengan media video pada materi pokok sistem tata surya. Melalui penggunaan metode pemberian tugas dan media video akan memberikan kesempatan pada siswa untuk mengamati langsung objek yang menjadi pokok materi pembelajaran dengan penggunaan media tiruan yaitu berupa media video, dan anak diberikan penugasan melalui metode pemberian tugas selama pembelajaran berlangsung dengan pengamatan dari media video. Dengan menggunakan stretegi pembelajaran ini siswa dapat memahami materi bukan hanya mengerti materi IPA, khususnya sistem tata surya, karena mereka akan lebih paham tata surya melalui media tiruan, juga mengetahui hal- hal penting yang seharusnya mereka ketahui dengan adanya tugas yang diberikan guru. Sehingga, nantinya diharapkan siswa akan lebih memiliki pengetahuan baru yang lebih konkret dari materi pembelajaran yang telah mereka terima, karena IPA berangkat dari fakta dan berakhir pada fakta (Jhon G. Kenemy, 2007 ).

1.4 Rumusan Masalah
Bedasarkan latar belakang yang sudah dipaparkan, maka didapatkan rumusan masalah sebagai berikut.
1) Apakah penggunaan metode pemberian tugas dengan media video dapat meningkatkan hasil belajar ilmu pengetahuan alam pada siswa kelas 6 SD Negeri ... 02 Semester 2 Tahun 2015/2016?

1.5 Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian tentang permasalahan diatas, tujuan dari penelitian ini adalah:
1) Meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam menggunakan metode pemberian tugas dengan media video siswa kelas 6 di SD Negeri ... 02 Semester 2 tahun 2015 / 2016.

1.6 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai berikut.
1) Bagi siswa
Membantu siswa dalam kegiatan pembelajaran karena memberikan pengalaman baru dengan pembelajaran menggunakan media video yang dikolaborasikan dengan metode pemberian tugas. Sehingga anak tidak hanya berparadigma pembelajaran IPA khususnya tentang tata surya hanya dapat dipelajari dengan membaca materi saja, tetapi mempelajari IPA juga dapat dilakukan dengan mencari hal- hal penting dari pemberian tugas yang diberikan oleh guru melalui tampilan media video.
2) Bagi guru
Sebagai bahan masukan dan pertimbangan untuk memanfaatkan media pembelajaran dengan mengkolaborasikan beberapa strategi pembelajaran. Salah satunya dengan kolaborasi metode pemberian tugas dan media video, yang mendukung terciptanya pembelajaran yang bermakna kepada siswa. Penggabungan metode dan media dalam pembelajaran akan memudahkan guru dalam menyampaikan materi, serta siswa lebih mudah diatur di dalam kelas sebab mereka harus fokus secara mandiri untuk mencari hal- hal penting saat menyimak materi melalui video. Sehingga memudahkan guru agar siswanya lebih memahami materi yang diberikan.
3) Bagi sekolah
Dapat dijadikan acuan bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja sekolah dimasyarakat. Hal ini dikarenakan pembelajaran yang diberikan di sekolah menggunakan berbagai strategi pembelajaran, fasilitas dan teknologi yang lebih maju. Terutama di mata pelajaran IPA di kelas 6 SD Negeri ... 02.

CONTOH PROPOSAL PTK IPA SD LENGKAP

BAB II
KAJIAN PUSTAKA


2.1 Deskripsi Teori
2.1.1 Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD
2.1.1.1 Hakekat Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD
Ada beberapa pengertian tentang hakekat Ilmu Pengetahuan Alam. Di bawah ini dikemukakan beberapa pengertian IPA menurut beberapa ahli.
Menurut Nash dalam Samatowa (2011:3) Ilmu Pengetahuan Alam adalah suatu cara atau metode untuk mengamati alam yang bersifat analisis, lengkap, cermat serta dapat menghubungkan antara fenomena alam yang satu dengan fenomena lain, sehingga membentuk suatu perspektif baru tentang objek yang diamati.
Menurut Sapriati, dkk (2008:5.11) Ilmu pengetahua Alam adalah hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan maupun konsep yang terorganisasi secara logis dan sistematis tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah seperti pengamatan, penyelidikan, dan penyusunan hipotesis yang diikuti pengujian gagasan-gagasan.
„Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientificinquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilm iahserta mengkom unikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA di SD/M I menekankan pada pemberian pengalamanbelajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilanproses dan sikap ilmiah.(Permendiknas No.22 Tahun 2006).

Menurut Samatowa (2011:6) memaparkan bahwa pembelajaran ilmu pengetahan alam tidak menyediakan semua jawaban untuk semua masalah yang ada, dalam IPA anak- anak harus tetap bersikap ragu-ragu dalam mengenal terjadinya sesuatu, sehingga kita selalu siap memodifikasi model- model yang kita miliki tentang alam mini sejalan dengan penemuan- penemuan baru yang kita dapatkan.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD adalah salah satu pembelajaran yang mempelajari alam secara ilmiah dan konkret dengan membantu siswa berfikir dengan cara yang logis dan realistis.
2.1.1.2 Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Alam
Menurut Permendiknas (2006:485) ruang lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI meliputi aspek-aspek: (1) M akhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan. (2) Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan gas. (3) Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan pesawat sederhana. (4) Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.
2.1.1.3 Tujuan Pembelaj aran IPA di SD
Ada beberapa tujuan pembelajaran IPA perlu diberikan dalam pendidikan di SD. Di bawah ini dikemukakan beberapa pendapat ahli mengenai tujuan pembelajaran IPA di SD.
Menurut Samatowa (2011:6) tujuan kulikuler pembelajaran IPA adalah: (1) IPA bermanfaat bagi suatu bangsa. Sebab pengetahuan dasar untuk teknologi adalah IPA. (2) IPA merupakan suatu mata pelajaran yang melatih mengembangkan kemampuan berfikir kritis. (3) IPA bukan merupakan mata pelajaran hafalan, karena di dalam IPA mengajarkan kepada siswa untuk melakukan percobaan- percobaan yang nyata. (4) IPA mempunyai nilai- nilai pendidikan untuk membentuk kepribadian siswa secara keeseluruhan. Contoh ptk ipa sd kelas 6 pdf
Sedangkan menurut Permendiknas (2006:484) tujuan pembelajaran IPA di SD adalah: (1) Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya. (2) Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (3) Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat. (4) Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan. (5) Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam. (6) Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan. (7) Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SM P/MTs.
Dari beberapa pendapat tentang tujuan pembelajaran IPA, dapat disimpulkan bahwa: (1) Melalui IPA, siswa dapat memperoleh keyakinan akan peristiwa- peristiwa yang terjadi di alam merupakan ciptaan Tuhan, sehingga manusia perlu untuk mengetahui gelaja yang terjadi, mencegah dam pak buruk terhadap alam atas ulah manusia, dan menjaga alam agar tidak rusak oleh manusia. (2) Melalui IPA siswa dapat memperoleh pengetahuan nyata dengan menyelidiki peristiwa di alam sekitar dengan melalui percobaan dan simulasi agar membantu siswa dapat berfikir logis dan rasional.

2.1.1.4 Hakekat Hasil Belajar
Ada beberapa pengertian tentang hasil belajar. Dibawah ini dikemukakan pengertian hasil belajar menurut beberapa ahli.
Skinner dalam Sagala (2010:14) mendefiniskikan belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif dan berkelanjutan.
Menurut Gagne dalam Sagala (2010:17) belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia yang terjadi setelah belajar secara terus¬menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja.
Menurut Dimyati dan M udjiono (1999:250) hasil belajar dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesaikannya bahan pelajaran.
Menurut Gagne dalam Purwanto (2010:24) hasil belajar adalah terbentuknya konsep , yaitu kategori yang kita berikan pada stimulus yang ada di lingkungan, yang menyediakan skema- skema yang terorganisasi untuk mengasimilasi stimulus- stimulus baru dalam menentukan hubungan di dalam dan diantara kategori- kategori. Skema itu akan beradaptasi dan berubah selama perkembangan kognitif seseorang.
Menurut Anitah, dkk (2008:2.19) Hasil belajar merupakan kulminasi dari suatu proses yang telah dilakukan dalam belajar. Kulminasi akan selalu diiringi kegiatan tindak lanjut. Hasil belajar harus menunjukkan suaru perubahan tingkah laku atau perolehan perilaku yang baru dari siswa yang bersifat menetap, fungsional, positif, dan disadari.
Dari beberapa pendapat ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan yang terjadi dari diri setiap individu kedalam perubahan yang lebih baik
Menurut Bloom dalam Sudjana (2001:22) membagi hasil belajar menjadi tiga ranah, yaitu: 1) Ranah kognitif, berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. 2) Ranah afektif, berkenaan dengan sikap yang terdiri dari penerimaan jawaban atau reaksi, penilaian. 3) Ranah psikomotorik, berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak.
Dalam penelitian ini, hasil belajar dari fungsi sumatif diartikan sebagai peningkatan kemampuan kognitif siswa yang diukur melalui evaluasi yang berguna untuk memperoleh data yang berupa nilai. Hasil belajar yang menekankan aspek kognitif siswa menggunakan ukuran kemampuan siswa berupa penskoran nilai untuk mata pelajaran IPA tentang Sistem Tata Surya dengan memberikan nilai antara 0 – 100.

2.1.2 Metode Pemberian Tugas
2.1.2.1 Metode Pembelaj aran
Di bawah ini dikemukan beberapa pengertian metode pembelajaran menurut ahli, diataranya adalah.
Hamdani (2011:80) metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru untik menyam paikan pelajaran kepada siswa.
Menurut Direktorat Tenaga Kependidikan (2008:5) Metode pembelajaran adalah merupakan upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.
Dari pendapat beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah cara yang dilakukan guru untuk melaksanakan pembelajaran secara optimal kepada siswanya sesuai tujuan yang ingin dicapai.
2.1.2.2 Jenis- Jenis Metode Pembelajaran
Ada banyak metode pembelajaran untuk menyampaikan materi belajar bagi siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Strategi pembelajaran yang terbagi dalam banyaknya pilihan metode dipakai guru untuk mengajar dengan mempertimbangkan materi yang akan diajarkan.
Menurut Direktorat Tenaga Kependidikan (2008:ii) jenis metode pembelajaran ini adalah : 1) Metode ceramah. 2) Metode demonstrasi. 3) Metode diskusi. 4) Metode simulasi. 5) Metode Pemberian tugas. 6) Metode tanya jawab. 7) Metode kerja kelompok. 8) M etode sistem regu (team teaching). 9) Metode latihan (Drill). 10) Metode karyawisata (field – trip), dan 11) Metode problem solving.
Menurut Roestiyah (2008:xi) strategi belajar disajikan dalam metode pembelajaran yaitu: 1) Diskusi. 2) Kerja Kelompok. 3).Penemuan/ discovery. 4) Simulasi. 5) Unit Teaching. 6) Mickroteaching. 7) Sum bang saran/ brain stroming. 8) Inquiry. 9) Eksperimen. 10) Demonstrasi. 11) Karya wisata. 12) Penyajian kerja lapangan. 13) M etode mengajar dengan mepergunakan komputer. 14) Metode mengajar non directive. 15) Sosiodrama dan bermain peran/ Roll playing. 16) Penyajian secara kasus. 17) Penyajian secara sistem regu/ team teaching. 18) PSSI. 19) Latihan/ drill. 20) Penyajian dan tanya jawad/dialog. 21) Pemberian tugas. 22) Ceramah. 23) Penyajian dan interaksi masa, dan 24) Metode mengajar berdasarkan prinsip- prinsip interdisiplinaritas. Contoh ptk ipa sd kelas 6 doc 
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode pemberian tugas untuk menyampaikan materi Sistem Tata Surya.
2.1.2.3 Hakekat Metode Pembelajaran Pemberian Tugas
Beberapa pengertian metode pemberian tugas menurut ahli akan dipaparkan dibawah ini.
Menurut Sagala (2010:219) metode pemberian tugas adalah cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar murid melakukan kegiatan belajar, kemudian harus mempertanggungjawabkannya.
Menurut Roestiyah (2008:133) metode pemberian tugas ini adalah metode yang digunakan guru dengan tujuan agar siswa melaksanakan latihan- latihan selama melakukan tugas, sehingga pengalaman siswa dalam mempelajari sesuatu menjadi lebih terintegrasi.
Menurut Hamid (2011:213) metode pemberian tugas adalah metode dimana guru memberikan suatu tugas kepada siswa dan mengaitkannya dengan tugas- tugas yang lain.
Menurut Direktorat Tenaga Kependidikan (2008:25) metode pemberian tugas merupaka metode yang dapat merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individu atau kelompok.
Sehingga dapat disimpulkan metode pemberian tugas adalah pembelajaran dimana guru memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakan sesuatu yang dikaitkan dengan tugas yang lainnya, baik itu secara individu maupun kelompok. 

2.1.2.4 Kelebihan dan Kekurangan Metode Pemberian Tugas
Kelebihan Metode pemberian tugas menurut Sagala (2010:219) diantaranya adalah: 1) Pengetahuan yang diperoleh murid dari hasil belajar, hasil percobaan atau hasil penyelidikan yang banyak berhubungan dengan minat atau bakat yang berguna untuk hidup mereka akan lebih meresap, tahan lama dan lebih oetentik. 2) Mereka berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri. 3) Tugas dapat lebih meyakinkan tentang apa yang dipelajari dari guru, lebih memperdalam, memperkaya atau memperluas wawasan tentang apa yang dipelajari. 4) Tugas dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari dan mengolah sendiri informasi dan komunikasi. 5) Metode ini dapat mermbuat siswa bergairah dalam belajar dengan dilakukan melalui berbagai variasi sehingga tidak membosankan.
Sedangkan Kelemahannya adalah: 1) Seringkali siswa melakukan penipuan diri dimana mereka hanya meniru hasil pekerjaan orang lain, tanpa mengalami peristiwa belajar. Untuk mengatasi hal ini, hendaknya guru memberikan tugas yang jelas kepada siswa, sehingga mereka mengerti apa yang harus mereka kerjakan. 2) Ada kalanya tugas itu dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan. Dapat ditangani dengan guru memberikan kontrol dan pengawasan yang sistematis atas tuga syang diberikan sehingga mendorong siswa untuk belajar dengan sungguh- sungguh. 3) Apabila tugas terlalu diberikan atau hanya sekedar melepaskan tanggung jawab bagi guru, apalagi bila tugas itu sukar dilaksanakan ketegangan mental mereka dapat terpengaruh. Hal ini dapat ditangani dengan guru memberikan materi dengan mempertimbangkannya materi tersebut dapat menarik minat dan perhatian siswa. 4) Apabila tugas diberikan secara umum, mungkin seseorang anak didik akan mengalami kesulitan karena sukar meyelesaikan tugas dengan adanya perbedaan individu. Hal yang perlu dilakukan guru adalah dengan mempertimbangkan tugas yang diberikan kepada siswa harus memperhatikan perbedaan individu masing- masing, sehingga dapat meminimalisir kesulitan belajar siswa.
Menurut Hamid (2011:212) Kelebihan dan kekurangan metode pemberian tugas ada beberapa hal. Kelebihan metode pemberian tugas diantaranya: 1) Pengetahuan yang diperoleh siswa dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama. 2) Siswa berkesempatan untuk memupuk perkembangan dan keberanian dalam mengambil inisiatif, bertanggung jawab, dan berdiri sendiri.
Sedangkan kekurangan metode pemberian tugas adalah: 1) Sering kali siswa melakukan penipuan, di mana ia hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri. Seperti halnya kekurangan metode pemberian tugas menurut Syaiful Sagala (2010) hal ini dapat di tanggulangi dengan guru memberikan tugas yang jelas kepada siswa, sehingga mereka mengerti apa yang harus mereka kerjakan. 2) Terkadang tugas itu dikerjakan orang lain tanpa pengawasan. Seperti di dalam kekurangan menurut Sagala (2010) hal ini dapat ditangani dengan guru memberikan kontrol dan pengawasan yang sistematis atas tugas yang diberikan sehingga mendorong siswa untuk belajar dengan sungguh- sungguh. 3) Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individu. Hal ini diatasi dengan guru memberikan tugas sesuai kemam puan yang dim iliki siswanya.
Menurut Roestiyah (2008:135) kelebihan metode pemberian tugas diataranya adalah: 1) Siswa mengalami sendiri pengetahuan yang dicarinya, sehingga megakibatkan pengetahuan yang dicarinya akan tertinggal l ama dalam dirinya. 2) Dapat mengembangkan daya pikir siswa daya inisiatif, daya kreatif, tanggung jawab dan melatih siswa bekerja secara mandiri.
Sedangkan kekurangannya adalah: 1) Siswa dapat meniru pekerjaan temannya. Seperti halnya kelemahan di dalampendapat beberapa ahli, pembeian tugas dapat dilakukan guru di kelas, sehingga guru dapat mengawasinya. 2) Apabila tugas diberikan untuk tugas rumah, pekerjaan atau tugas bisa saja di kerjakan orang tua. Seperti halnya kekurangan yang pertama, tugas lebih baik diberikan kepada siswa di sekolah.

2.1.2.5 Langkah- Langkah Menggunakan Metode Pemberian Tugas
Ada beberapa pendapat untuk memimplementasikan metode pemberian tugas dengan langkah- langkah yang terperinci.
Menurut Direktorat Tenaga Kependidikan (2008:25) adalah :
1) Fase Pemberian Tugas.
Tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya mempertimbangkan; tujuan yang akan dicapai, jenis tugas dan tepat, sesuai dengan kemampuan siswa, ada petunjuk yang dapat membantu dan sediakan waktu yang cukup.
2) Langkah Pelaksanaan Tugas
Dalam pelaksanaan tigas ini, hal-hal yang harus dilakukan adalah:
a. Diberikan bimbingan/pengawasan oleh guru.
b. Diberikan dorongan sehingga anak mau melaksanakannya.
c. Diusahakan atau dikerjakan oleh anak sendiri.
d. Mencatat semua hasil yang diperoleh dengan baik dan sistematik.
3) Fase Pertanggungjawaban Tugas
Hal yang perlu diperhatikan adalah:
a. Laporan siswa baik lisan/tertulis dari apa yang telah dikerjakan.
b. Ada tanya jawab dan diskusi.
c. Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes atau nontes atau caralainnya.
d. Fase mempertanggungjawabkan tugas.

Menurut Roestiyah (2008:137) langkah- langkah pelaksanaan pemberian tugas adalah.
1) M erumuskan tujuan khusus dari tugas yang diberikan
2) M empertimbangkan apakah teknik pemberian tugas tepat untuk dapat mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.
3) M erumuskan tugas- tugas dengan jelas dan muda dimengerti.
Dari beberapa pendapat yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan langkah¬langkah pemberian tugas adalah.
1) Guru mempertimbangkan kesesuaian materi dengan metode pemberian tugas, sehingga nanti konsep dari materi yang akan di sampaikan dapat diterima siswa dengan baik.
2) Guru memberikan pengarahan tugas kepada siswa dengan jelas sehingga siswa benar- benar paham tugas mereka sesuai keinginan guru.
3) Siswa mengerjakan tugas sesuai tugas yang diberikan dengan pengawasan guru.
4) Siswa menyampaikan hasil dari tugas yang mereka terima, sebagai bentuk pertanggung jawaban atas tugas yang sudah dilaksanakan.
2.1.3 Media Pembelajaran Video
2.1.3.1 Hakekat Media Pembelajaran
Ada banyak pengertian media pembelajaran. Dibawah ini dikemukakan pengertian media pembelajaran dari beberapa ahli.
Hakekat media pembelajaran M enurut Briggs dalam Uno dan Lam atenggo (2010:122) menyatakan bahwa media adalah segala bentuk fisik yang dapat menyampaikan pesan berupa materi kepada peserta didik serta merangsang peserta didik untuk belajar.
“Media dimaknai sebagai antara, yang secara harfiah berarti perantara. Download ptk ipa sd Secara khusus kata tersebut dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk membawa informasi dari satu sumber ke sumber penerima. Dikaitkan dengan pembelajaran, maka media pembelajaran adalah alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi berupa materi ajar dari pengajar kepada peserta didik sehingga peserta didik menjadi lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. (Mawardi, 2011:58)
Menurut Anitah, dkk (2008:6.3) media pembelajaran pada hakikatnya merupakan saluran atau jembatan dari pesan- pesan pembelajaran (messages) yang disampaikan oleh sumber pesan (guru) kepada penerima pesan (siswa) dengan maksud agar pesan- pesan tersebut dapat diserap dengan cepat dan tepat sesuai dengan tujuannya.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah cara atau alat yang membantu selama proses pembelajaran dalam menyampaikan informasi kepada siswa.
2.1.3.2 Jenis Media Pembelajaran
Menurut Mawardi (2011:59) jenis- jenis media pembelajaran diantaranya adalah:
1. Media visual
Merupakan media yang hanya dapat dilihat dapat juga disebut sebagai media non proyek. Contohnya seperti foto, gam bar, poster, grafik, kartun, liflet, buklet, torso, film bisu, model tiga dimensi seperti diorama.
2. Media yang Diproyeksikan
Merupakan media yang diproyeksikan ke layar dengan menggunakan poyektor. Contohnya overhead transparansi (OH P), slide, dan filmstrips.
3. Media audio
Merupakan media yang fleksibel karena bentuknya mudah dibawa dan digunakan dengan hanya didengar. Contohnya kaset audio, radio, MP3 Player, dan iPon.
4. Media audio visual
Merupakan media yang dapat dilihat sekaligus didengar seperti film bersuara, video, televisi dan sound slide. Dalam penemuan baru contoh media audio visual yang dibuat dengan menggunakan komputer adalah media ulead video editor.
5. Media realita
Merupakan semua media nyata yang berada di lingkungan alam, baik digunakan dalam keadaan hidup maupun sudah diawetkan, seperti tumbuhan, batuan, binatang, insektarium, herbarium, air, sawah dan sebagainya.
2.1.3.3 Video sebagai Media Pembelajaran
Dalam penggunaan media pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah media video. Media video merupakan salah satu jenis media pembelajaran yang bersifat media audio visual.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Prastowo (2012:300) mengartikan video merupakan rekaman gambar hidup atau program televisi melalui tayangan dengan gambar yang bergerak disertai dengan suara.
Uno dan Lamatenggo (2010:137) mengemukakan “Media video membantu pengajar untuk menjelaskan gerakan atau prosedur tertentu dengan lebih rinci”.
Sehingga dapat disimpulkan media video adalah media pembelajaran yang membantu pengajar dalam menyampaikan materi dengan lebih mudah dan rinci menggunakan efek gambar bergerak dan suara.
2.1.3.4 Syarat- Syarat Video yang Baik untuk Pembelajaran
M enurut Riyana (2007:11) video yang baik memiliki ketentuan- ketentuan sebagai berikut:
1. Tipe Materi
Media video cocok untuk materi pelajaran yang bersifat menggambarkan suatu proses tertentu, sebuah alur demonstrasi, sebuah konsep atau mendeskripsikan sesuatu.
2. Durasi waktu
Media video memiliki durasi yang lebih singkat yaitu sekitar 20-40 menit, mengingat kemampuan daya ingat dan kemampuan berkonstentrasi manusia yang terbatas.
3. Format Sajian Video
Video pembelajaran mengutamakan kejelasan dan penguasaan materi, yang mengutamakan unsur naratif (narator), wawancara, presenter, format gabungan.
4. Ketentuan Teknis
Pembelajaran lebih menekankan pada kejelasan pesan. Sehingga penting adanya pengambilan gambar dengan teknik zoom atau extrem close up untuk menunjukan objek secara detail. M enggunakan teknik out of focus atau in focus dengan pengaturan def of file untuk membentuk image focus of interest atau mefokuskan objek yang dikehendaki dengan membuat sama (blur) objek yang lainnya. Pengaturan proverty yang sesuai dengan kebutuhan, perlu menghilangkan objek¬objek yang tidak berkaitan dengan pesan yang disampaikan. Penggunaan tulisan (text) dibuat dengan ukuran yang proporsional, jika text dibuat animasi, atur agar animasi text tersebut dengan speed yang tepat dan tidak terlampau diulang-ulang secara berlebihan. Dan video yang ditampilkan setidaknya jelas untuk dilihat antara 40-50 siswa.
5. Penggunaan M usik dan Sound Efect
Musik untuk pengiring suara sebaiknya dengan intensitas volume yang lemah (soft) sehingga tidak mengganggu sajian visual dan narator. M usik yang digunakan sebagai background sebaiknya musik instrumen. Hindari musik dengan lagu yang populer atau sudah akrab ditelinga siswa. Dan menggunakan sound efect untuk menambah suasana dan melengkapi sajian visual dan menambah kesan lebih baik.
Dalam penelitian ini digunakan video pembelajaran dari Nanda Production (2007) dengan judul jalajah antariksa untuk menyampaikan materi kepada siswa. Video ini sudah memenuhi ketentuan syarat penggunaan video pembelajaran yang baik untuk menyampaikan materi kepada siswa.

2.1.3.5 Kelebihan dan Kekurangan Media Video
Menurut Hamdani (2011:188) menjelaskan kelebihan dan kelemahan media video antara lain: 1) Dapat menstimulus efek gerak, 2) Dapat diberi suara ataupun warna. 3) Tidak memerlukan keahlian khusus dalam penyajiannya. 3) Tidak memerlukan ruangan gelap dalam penyajiannya.
Sedangkan kelemahannya antara lain: 1) Memerlukan peralatan khusus dalam penyajiannya. Seperti membutuhkan proyektor, speaker dan alat pendukung lainnya. Sehingga guru sebelum pembelajaran dim ulai harus sudah menyiapkan peralatan pendukung. 2) Memerlukan tenaga listrik. Hal ini dikarenakan bahan¬bahan elektronik untuk tampilan video membutuhkan listrik. Penggunaan listrik ini akan memperlancar penggunaan video, tetapi akan sulit ketika listrik mati. 3) Memerlukan keterampilan dan kerja tim dalam pembuatannya. Ini untuk meminimalisir kerusakan alat apabila seseorang tidak tahu bagaimana cara penggunaannya. Contoh ptk ipa sd kelas 6 pdf Guru harus mampu menggunakan teknologi sesuai tuntutan zaman sehingga pembelajaran yang bermakna lebih dapat diterapkan.
Menurut Anderson dalam Hamzah dan Lamatenggo (2010:135) video memiliki sejumah keunggulan, serta keterbatasan. Kelebihan media video diantaranya: 1) Dapat menunjukkan kembali gerakan tertentu. 2) M enampilan peserta didik dapat segera dilihat kembali untuk dikritik atau dievaluasi. 3) Dapat memperkokoh proses belajar maupun nilai hiburan dari penyajian tersebut. 4) Mendapatkan isi dan susunan yang masih utuh dari materi pelajaran atau latihan, yang dapat digunakan secara interaktif dengan buku kerja, buku petunjuk, buku teks, serta alat atau benda lain yang biasanya digunakan di lapangan. 5) Inform asi dapat disajikan secara serentak pada waktu yang sama di lokasi (kelas) yang berbeda dan dengan jumlah penonton (peserta) yang tidak terbatas. 6) Pembelajaran dengan mandiri, dimana siswa belajar sesuai dengan kecepatan masing- masing dapat dirancang.
Sedangkan kelemahan media video antara lain: 1) Ketika akan digunakan, peralatan video tentu harus sudah tersedia di tempat penggunaan. Hal ini seperti yang telah disampaikan untuk penanganannya pada keemahan video menurut Anderson dalam Hamzah dan Lamatenggo (2010:1 35). 2) Perubahan yang pesat dalam teknologi menyebabkan keterbatasan sistem video menjadi masalah yang berkelanjutan. Hal ini karena perkembangan jam an, sehinga guru harus mampu mengikuti perkembangan jaman, begitu pula dalam menyampaikan materi pembelajaran guru harus mampu memilih media- media yang tepat.
2.1.3.6 Langkah- langkah Pembelajaran dengan Video
Langkah- langkah penggunaan media video menurut Mawardi (2011:62) dalam pembelajaran :
1) Sebelum menyajikan media video terlebih dahulu menyiapkan sarana penunjang. Sarana penunjang disini seperti menyuapkan laptop, proyektor dan LCD untuk menampilkan media video.
2) Memberikan motivasi kepada siswa mengenai materi yang akan diajarkan. Misalnya dalam materi yang akan di bahas adalah sistem tata surya, guru dapat memberikan apersepsi seperti dengan menanyakan kepada siswa. “anak- anak bintang, bulan dan bumi itu merupakan bagian dari apa?”.
3) Guru kemudian memfasilitasi siswa dengan menampilkan media video tentang jelajah antariksa.
4) Siswa menyimak dengan seksama.
5) Guru memberi kesempatan pada siswa untuk menuliskan makna/materi yang didapat dari materi yang telah dipelajari.
6) Guru memberi kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan reflesi film di depan kelas.
7) Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari dari pokok bahasan sistem pata surya.
2.1.4 Penggunaan Metode Pemberian Tugas dengan Media Video dalam Pembelajaran IPA di SD
Menurut Kamp dalam Direktorat Tenaga Kependidikan (2008:4) Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Menurut Dick dan Carey dalam Direktorat Tenaga Kependidikan (2008:4) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Dari pendapat beberapa ahli tersebut, dalam hubungan penggunaan metode pemberian tugas dan media video merupakan bagian dari strategi pembelajaran, yang mana merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu, dalam hal ini adalah tujuan pembelajaran IPA. Penerapan strategi pembelajaran dengan metode peberian tugas akan membantu siswa memperoleh pengetahuan dengan membuat keterangan penting materi IPA dengan media video yang disaksikan oleh siswa.

2.2 Kerangka Pikir
Dalam proses pembelajaran digunakan kurikulum sebagai dasar acuan pendidikan di Indonesia agar pembelajaran yang terjadi di seluruh daerah Indonesia ini dapat merata. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar pada setiap tingkat atau semester.
Mata pelajaran IPA untuk tingkatan SD/MI untuk semsester 2 mengacu pada Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP). Dalam penelitian ini melakukan penelitian untuk tingkatan kelas SD/M I. Adapun Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang akan digunakan dalam penelitian adalah.
Standar Kompetensi : 9. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam tata surya.
Kompetensi Dasar : 9.1 Mendeskripsikan sistem tata surya dan posisi penyusun tata surya.
Dalam penelitian yang akan dilakukan di kelas 6 SD Negeri ... 02 dengan materi sistem tata surya, peneliti menggunakan kolaborasi metode pemberian tugas dan media pembelajaran audio visual dengan jenis media video. Dengan mengkolaborasikan strategi pembelajaran ini membantu guru memberikan materi secara lebih menarik dan bermakna, karena siswa menerima materi dengan bantuan media pembelajaran video dengan penerapan metode pemberian tugas, ketika anak menyaksikan tayangan materi. Dengan bantuan teknologi bisa menjadi perangkat ampuh untuk membantu guru mencapai tujuan kognitif yang berm acam- macam. Teknologi bisa membantu siswa mempelajari fakta, memahami abstraksi, dan mencapai tujuan- ujuan dalam tingkatan taksonomi kognitif yang lebih tinggi (Roblyer, 2006)
Dalam pembelajaran IPA siswa dim ungkinkan terlibat langsung di dalam proses belajar mengajar. Hal ini dapat dilakukan dengan pemberian tugas agar siswa bisa bertanggung jawab dengan tugasnya mereka masing- masing. Selain itu menurut tingkat perkembangannya karakteristik siswa SD senang melihat sesuatu secara nyata, begitu pun bagaimana siswa ingin mengetahui seperti apa sisrtem tata surya secara lebih nyata, maka media pembelajaran ini akan sangat membantu. Dari tingkat perkembangan kognitif siswa anak SD memasuki tahapan operasional konkret (Piaget, 1969).

2.3 Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka berfikir yang telah dipaparkan, maka dirumuskan ke dalam suatu hipotesis. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1) Dengan menggunakan metode pembelajaran pemberian tugas dengan media video pada mata pelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 6 SD Negeri ... 02 Kecamatan ... Kabupaten ... Semester 2 Tahun 2015/2016.

CONTOH LENGKAP PTK IPA KELAS 6 SD

BAB III
METODE PENELITIAN


3.1 Tempat dan Subjek Penelitian
Peneliti mengambil lokasi di kelas 6 SD Negeri ... 02 Kecamatan ... Kabupaten ... Waktu pelaksanaan penelitian ini adalah pada bulan Maret semester 2 tahun 2015/2016.

3.2 Variabel yang Akan Diteliti
Menurut Sugiyono (2010:61) Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajar dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Variabel dalam penelitian ini menggunakan variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas merupakan variable yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat (dependen). Sedangkan variable terikat merupakan variable yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variable bebas (Sugiyono, 2010:61).
Pada peneitian ini, variabel bebasnya adalah penggunaan metode pemberian tugas, penerapan metode ini berupa pemberian tugas bagi siswa untuk menyimak dan mencatat materi, dan variabel bebas yang lainnya adalah media video yang digunakan sebagai media pembelajaran berupa isi materi sistem tata surya (matahari dan planet-planet) untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya pada materi pokok “Sistem tata surya”. Untuk variable terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA merupakan suatu hasil yang diharapkan dari pembelajaran dalam kemampuan akademik siswa sebagai akibat dari proses belajar yang telah diperolehnya yang di hitung dari hasil belajar siswa dari skor antara 0-100. Contoh ptk ipa sd kelas 6 doc
Gambar 3.1
Hubungan Variabel Bebas dan Variabel Terikat
Dari hubungan variabel variabel bebas mempengaruhi hasil belajar siswa. Sehingga diharapkan variabel bebas dapat menjadi sebab perubahan pada variabel terikat.

3.3 Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif, karena menggambarkan suatu teknik pembelajaran dan hasil yang diinginkkan dapat tercapai. Jenis penelitian yang dilalukan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaborati, yaitu dimana guru kelas bekerjasama dengan penelit iuntuk mengajarkan pembelajaran sesuai rencana yang telah dibuat, dengan peneliti bertindak sebagai observer.
Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan karena ada kesenjangan antara harapan yang dimiliki oleh pendidik atas pembelajaran yang telah ia lakukan dengan kenyataan di kelas setelah kegiatan tersebut dilaksanakan. Penelitian ini dilakukan untuk perubahan perbaikan yang dilakukan di dalam kelas.
Hopkins dalam Wiriaatmadja (2005:11) penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan substansif, suatu tindakan yang dilakukan dalam disiplin inkuiri, atau suatu usaha seseorang untuk memahami apa yang sedangt erjadi, sambil terlibat dalam proses perbaikan atau perubahan.
Menurut Wardhani dan Wihardit (2008:1.7) penelitian tindakan kelas memiliki tujuan untuk memperbaiki pembelajaran. Perbaikan dilakukan secara bertahap selama penelitian dilakukan. Sehingga di dalam PTK dikenal adanya siklus pelaksanaan.

3.4 Rencana Tindakan
Rencana tindakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model spiral, yang dikemukakan oleh Kemmis dan Taggart dalam Wiriaatmadja (2005:66), setiap siklus yang terdiri dari 3 tahap yakni rencana tindakan, tindakan dan observasi, dan refleksi. Adapun gambar model spiralnya ditunjukkan melalui gambar 3.2.
 
Rencana Tindakan Penelitian
Pelaksanaan dalam penelitian ini direncanakan sebanyak 2 siklus. Tiap siklus akan dilaksanakan dengan mangacu pada tujuan yang ingin dicapai. Siklus 1 direncanakan 2 kali pertemuan, dan pada siklus 2 akan direncanakan sebanyak 2 kali pertemuan. Rincian prosedur tindakan adalah sebagai berikut :
3.4.1 Pelaksanaan Penelitian
A. Siklus 1
1. Perencanaan (Plan)
Dalam kegiatan perencanaan ini guru dan peneliti melakukan beberapa hal yaitu sebagai berikut:
a. Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah yang akan dilakukan.
b. Guru bersama peneliti merencanakan program pembelajaran yang akan dilakukan di dalam PBM.
c. Menyusun Rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan metode pemberian tugas.
d. Menyiapkan media pembelajaran dengan menggunakan video jelajah antariksa.
e. Mengembangkan format evaluasi dan format observasi

2. Tindakan (Act)
Kegiatan tindakan ini dilakukan oleh guru kelas sebagai pelaksana pembelajaran sesuai rencana yang telah dibuat, dan peneliti bertindak sebagai pengamat selama pembelajaran berlangsung. Hal- hal yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung adalah sebagai berikut:
a. Guru memberi salam serta memberi apersepsi dengan memberi pertanyaan yang mengacu pada materi yang akan disampaikan.
b. Guru menyampaikan materi secara garis besar didalam awal pembelajaran.
c. Guru memberikan materi sistem tata surya dengan media video.
d. Siswa diberikan tugas oleh guru selama menyaksikan tampilan video.
e. Siswa menyimak materi di dalam media video selama pembelajaran.
f. Setelah siswa selesai menyaksikan materi di media video, kemudian guru
memberikan tanggapan dari apa yang telah disampaikan siswa.
g. Guru menyuruh beberapa siswanya untuk membacakan ringkasan pemberian
tugas yang telah guru berikan selama menyaksikan video jelajah antariksa.
h. Guru memberi penguatan terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.
i. Guru mengadakan evaluasi.

3. Observasi (Observe)
Selama proses pembelajaran berlangsung pengamat (observer) mengawasi jalannya pembelajaran dengan cermat. Pada ahkir pembelajaran pengamat memberikan masukan dari pembelajaran yang telah berlangsung kepada guru kelas.
4. Refleksi (Reflect)
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui hasil yang telah di capai dari proses pembelajaran, jika dalam proses pembelajaran masih terdapat hambatan dan kekurangan yang menyebabkan siswa masih belum dapat mengamati dan tujuan pembelajaran belum tercapai ketuntasan berdasarkan kriteria yang telah di tetapkan, maka sebagai tindakan yaitu dengan mengadakan siklus II. Download PTK ipa sd lengkap

B. Siklus 2
1. Perencanaan (Plan)
a. Identifikasi masalah dan perumusan masalah berdasarkan refleksi pada perbaikan pembelajaran siklus 1.
b. Menyusun rencana perbaikan pembelajaran siklus 2.
c. Menyiapkan media pembelajarandengan media video.
d. Mengembangkan format evaluasidan format observasi.

2. Tindakan (Act)
Tindakkan yang dilakukan di dalam pembelajaran siklus 2 ini menggunakan perencanaan pembelajaran yang sama dengan siklus 1 tetapi di perbaiki di dalam kegiatan-kegiatan yang kurang maksimal pada siklus 1, sehingga pembelajaran dalam siklus 2 lebih baik pelaksanaannya dari siklus 1.

3. Observast (Observe)
a. Selama proses pembelajaran berlangsung pengamat (observer) mengawasi jalannya pembelajaran dengan cermat.
b. Mencatat semua kejadian yang menunjukkan adanya perubahan perbaikan dalam pelaksanaan pembelajaran siklus 2.
4. Refleksi (Reflect)
Di dalam kegiatan ini guru dan peneliti melakukan evaluasi tindakan siklus 2.
3.5 Jenis Data dan Teknik Pengumpulan Data
3.5.1 Jenis Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang diperoleh langsung dari skor yang diperoleh dari tes formatif sebagai hasil belajar yang dilakukan siswa.
3.5.2 Teknik Pengumpulan Data
Tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. (Sugiyono, 20 10:308)
Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas 6 setelah pembelajaran dengan metode pemberian tugas dengan media video adalah penggunaan teknik tes.
Menurut Arikunta (2011:52) tes merupakan alat prngumpul informasi yang digunakan untuk mengukur keberhasilan program pengajaran pada siswa. Kegiatan perolehan hasil belajar dalam penelitian ini, diberikan dalam bentuk tes tertulis. Soal tes tertulis digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam pembelajaran IPA menggunakan metode pemberian tugas dengan media video. Tes diberikan setelah pembelajaran selesai.
Untuk mengetahui keoptimalan pembelajaran pada setiap pertemuan dengan penggunaan metode pemberian tugas dan media video, menggunakan pengamatan dalam pembelajaran sehingga dapat diketahui perkembangan dari setiap pertemuannya.
Berikut adalah kisi- kisi instrumen untuk Pengembangan Instrumen penilaian pada pelajaran IPA kelas 6 materi “Sistem Tata Surya”. Kisi- kisi instrumen dikembangkan dari indikator yang akan dicapai oleh siswa. Kisi- kisi
ini digunakan untuk hasil belajar siswa siklus 1 dan siklus 2 dapat dilihat pada tabel 3.1.
Tabel 3.1
Kisi- Kisi Instrumen Soal

3.6 Indikator Keberhasilan
Dalam pelaksanaan penelitian menggunakan metode pemberian tugas dengan media pembelajaran video untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 6 SDN ...02 Kecamatan ... Kabupaten ..., dari latar belakang yang telah diuraikan menggambarkan hasil belajar siswa masih kurang baik, yaitu masih ada siswa yang kurang memahami pembelajaran yang diberikan oleh guru. Hal ini ditandai dengan adanya siswa kurang paham tentang pembelajaran IPA. Sehingga, penulis berusaha meningkatkan hasil belajar menjadi lebih baik dengan menggunakan metode pemberian tugas dan media video. Dengan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya, untuk meningkatkan hasil belajar siswa maka digunakan indikator bahwa 80% hasil belajar siswa dari jumlah siswa memperoleh nilai KKM (> 70).

3.7 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan data berupa nilai tes yang dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif yaitu berbentuk angka-angka yang diperoleh dari tes tertulis. Kemudian hasilnya dianalisis dengan deskriptif komparatif, yaitu menbandingkan nilai siklus 1 dan nilai siklus 2. Kemudian membuat kesimpulan berdasarkan hasil deskripsi data.

3.8 Uji Prasyarat
3.8.1 Uji Validitas
Validitas berhubungan dengan sejauh mana suatu alat mampu mengukur apa yang dianggap orang seharusnya diukur oleh suatu alat Furchan (2007:293).
Uji validitas soal dibantu dengan SPSS 16,0 for windows. Untuk mengetahui tingkat validitas dengan melihat angka pada corrected item total correlation yang merupakan korelasi antara skor item dengan skor total item nilai. Contoh ptk ipa sd kelas 6 pdf Menurut Arikunto (2009:75) tolok ukur nilai koefisien korelasi (r) yang digunakan sebagai koefisiensi korelasi sebagai berikut.

1) 0,800 - 1,00 : validitas sangat tinggi
2) 0,600 – 0,800 : validitas tinggi
3) 0,400 - 0,600 : validitas cukup
4) 0,200 - 0,400 : validitas rendah
5) 0,00 - 0,200 : validitas sangat rendah

Bedasarkan uji validitas yang telah dilakukan, di dapatkan hasil sebagai berikut
Tabel 3.2
Hasil Validitas Siklus 1

Dari hasil 25 soal uji validitas, didapatkan item soal yang tidak valid adalah soal nomor 9, 12, 13, 14, dan 16 . Selain nomor itu semua soal valid. Untuk hasil uji validitas siklus ke- 2 dapat dilihat pada tabel 3.3.
Tabel 3.3
Hasil Uji Validitas Siklus 2

Untuk hasil validitas siklus 2, didapatkan data soal yang tidak valid adalah nomor 1, 10, 11, 18, 19. Selain nomor itu semua soal valid.
3.8.2 Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah ketetapan atau keajegan alat penilaian tersebut dalam menilai apa yang dinilainya. Artinya, kapan pun alat penilaian tersebut digunakan akan memberikan hasil yang relatif sama. Reliabilitas instrumen dihitung dengan cara mengkorelasikan antara data instrumen yang sama dengan data intrumen yang dijadikan equivalen. Bila korelasi positif dan signifikan, maka instrumen dapat dinyatakan reliable Sugiyono (2010:177).
Uji reliabilitas menggunakan SPSS 16,0 for windows. Pengujian reliablitas dengan melihat nilai cronbach’s Alpha. Metode pengambilan keputusan menggunakan teknik alpha sebagai berikut : 
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk melihat soal menggunakan ketentuan Arikunto (2009:2 10) dengan klasifikasi sebagai berikut.
1. Soal dengan P 0,00 sampai 0,30 adalah soal sukar.
2. Soal dengan P 0,31 sampai 0,70 adalah soal sedang.
3. Soal dengan P 0,71 sampai1,00 adalah soal mudah.
Perlu diketahui bahwa soal- soal yang terlalu mudah atau terlalu sukar bukan berarti tidak boleh digunakan. Hal ini tergantung dari penggunaannya;
Tabel 3.6
Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Soal Siklus 1

Dari hasil terlihat jika banyaknya soal dengan taraf sedang lebih banyak daripada soal yang mudah dan sukar.
Tabel 3.7
Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Soal Siklus 2

Pada hasil uji tingkat kesukaran soal untuk jumlah soal mudah hanya ada 2 soal. Sedangkan jumlah soal sedang lebih banyak dari jumlah soal mudah dan sukar.

PTK IPA SD KELAS 6 LENGKAP

DAFTAR PUSTAKA


Anitah, Sri, dkk. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. JakartaL Bumi Aksara.
Asmoro, Novian Tri. 2012. Pengembangan Media Video Interaktif Tari Bedana Untuk Pembelajaran Tari Nusantara di SMP. Yogyakarta: Universitas Negeri yogyakarta.
Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Deppendikbub dan Rineka Cipta.
Furchan, Arief. 2007. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pusaka Pelajar Offset.
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Men gajar. Bandung: Pustaka Setia.
Hamid, Soleh Moh. 2011. Metode Edutraiment. Yogyakarta: Diva Press. Jacobsen, David. A, dkk. 2011. Methods for Teaching. Yokyakarta: Pustaka Pelajar
Masruroh, Siti. 2006. Pengaruh Penggunaan Tugas dan Resitasi Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 2 Semester 2 Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linier dengan Dua Variabel SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang Tahun Pelajaran 2005/2006. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Mawardi. 2010. Asasmen Pembelajaran di SD. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.
. 2011. Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan SD. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.
Nanda Production. 2007. Jelajah antariksa (videorecording): Jakarta Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. 2006. Standar Isi Uuntuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: BNSP
Prastowo, Andi. 2012. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Purwanto. 2010. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pusat Bahasa Dependiknas RI. 2006. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jakarta: Scientific Press
Putri, Chendyka Artha. 2011. Efektifitas Penggunaan Metode Pemberian Tugas dan Portofolio Setta Metode Diskusi dan Lembar Kerja Siswa ditinjau Dari Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas IV SD Negeri Sidorejo Lor 02 Kecamatan Sidorejo Semester 1 Tahun Pelajaran 2010/2011. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.
Riyana, Cheppy. 2007. Pedoman Pengembangan Media Video. Jakarta: P3AI UPI.
Roestiyah. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Samatowa, Usman. 2011. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: Indeks. Sapriati, dkk. 2008. Pembelajaran IPA di SD. Jakarta: Universitas Terbuka. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Suparno, Paul. 2012. Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius.
Uno, Hamzah dan Nina Lamatenggo. 2010. Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Utamingtyas, Siwi. 2012. Pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap Kemampuan Menyimak Dongeng pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Negeri Panjatan, Panjatan, Kulon Progo Tahun 2011/2012. Yogjakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Wardani, IGAK dan Kuswaya Wihardit. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.
Wiraatmadja, Rochiati. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya DOWNLOAD PTK IPA KELAS 6 SD MEDIA VIDEO

Postingan terkait: