CONTOH PTK EKONOMI KELAS VIII SDA TERBARU

CONTOH PTK EKONOMI KELAS VIII SDA TERBARU-Hasil belajar siswa kelas VIII pada materi mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumberdaya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas belum memuaskan karena masih ada siswa yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang di tetapkan yaitu 75. Aktivitas siswa dalam belajar dikelas juga masih kurang, siswa cenderung diam sehingga proses pembelajaran masih berpusat pada guru. Rendahnya prestasi belajar yang dicapai siswa salah satu faktor penyebabnya adalah metode pembelajaran yang digunakan oleh guru belum mampu meningkatkan gairah belajar para siswa. Download ptk ips smp pdf
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 ... khususnya pada kelas VIII.2 yang berjumlah 25 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Kegiatan setiap siklus dalam penelitian ini meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas menggunakan metode pembelajaran inquiry. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan 2 (dua) instrumen pada setiap siklus, yakni tes tertulis pada setiap akhir siklus, dan lembar observasi aktivitas siswa.

Hasil pada siklus I maupun siklus II terlihat bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari skor awal yaitu dari rata-rata awal sebesar 69,72 menjadi 76 pada siklus I dan 84 pada siklus II dan ketuntasan klasikal dari 41% menjadi 73% pada siklus I dan 94% pada siklus II. Aktivitas belajar siswa dan lembar pengamatan guru juga meningkat pada siklus I dan Siklus II menunjukan bahwa dengan penerapan metode pembelajaran inquiry aktivitas siswa mencapai 70% pada siklus I dan 95 pada siklus II. Sedangkan prosentase peningkatan aktivitas guru yaitu 78,57% pada siklus I menjadi 96,42% pada siklus II.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dalam kelas dengan metode pembelajaran inquiry mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, dan ketuntasan klasikal siswa juga meningkat kearah yang lebih baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan guru tentang penggunaan metode pembelajaran inquiry dan dapat digunakan dalam pembelajaran selanjutnya.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas EKONOMI yang diberi judul "

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS PADA KOMPETENSI DASAR PERMINTAAN DAN PENAWARAN SERTA 
TERBENTUKNYA HARGA PASAR DENGAN METODE TUTOR SEBAYA KELAS VIII.2 SMP NEGERI  3 ... 
KECAMATAN ... TAHUN AJARAN 2015/2016
"Disini akan  di bahas lengkap.


PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK EKONOMI VIII SMP lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMP 026).

DOWNLOAD LENGKAP PTK EKONOMI SMP

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Proses pendidikan merupakan kegiatan pembelajaran yang terdiri dari dua konsep yang berbeda yaitu belajar dan mengajar yang pada hakekatnya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Proses belajar megajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Pendidikan merupakan salah satu faktor untuk menentukan maju mundurnya suatu bangsa, maka untuk menghasilkan sumber daya manusia sebagai subyek dalam pembangunan yang baik, diperlukan modal dari hasil pendidikan itu sendiri. Upaya untuk meningkatkan kualitas endidikan dapat dilakukan antara lain melalui pelatihan dan penataran untuk meningkatkan kualitas guru, penyempurnaan kurikulum, peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan mutu manajemen sekolah.Download ptk ips smp doc
Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mengkaitkan diri secara langsung dengan kebutuhan masyarakat. Keluaran (output) pendidikan pada intinya agar manusia dapat mencapai keberhasilan hidup yang maksimal, sehingga pendidikan harus mengarah pada kebutuhan masyarakat sesuai dengan tuntutan jaman. “Dalam proses pembelajaran output tersebut meliputi hasil belajar yang berupa pengetahuan sikap, ketrampilan, dan nilai” (Achmad Munib, 2007:4 1).
“Hasil belajar sebagai output pembelajaran merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar.

Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang hasil belajar merupakan perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi kemanusiaan saja.
Menurut Purwanto dalam Thobroni dan Mustofa (2011:31-34) berhasil atau tidaknya seseorang dalam belajar dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya adalah faktor Individual dan faktor sosial.
Faktor individual adalah faktor yang ada pada diri seseorang itu sendiri. Yang diantaranya meliputi hal-hal sebagai berikut: 1) faktor kematangan atau pertumbuhan, 2) faktor kecerdasan atau inteligensi, 3) faktor latihan dan ulangan, 4) faktor motivasi, 5) faktor pribadi. Sedangkan faktor sosial adalah faktor yang ada di luar individu, yang diantaranya yaitu: 1) faktor keluarga atau keadaan rumah tangga, suasana keluarga yang baik turut menentukan bagaimana dan sampai dimana belajar dialami anak-anak. 2) faktor guru dan cara mengajarnya, saat anak belajar disekolah, faktor guru dan cara mengajarnya merupakan faktor yang penting. 3) faktor alat-alat yang digunakan dalam belajar, faktor guru dan cara mengajarnya berkaitan erat dengan ketersediaan alat-alat pelajaran yang tersedia disekolah. 4) faktor lingkungan dan kesempatan yang tersedia, seorang anak yang memiliki intelegensi yang baik, dari keluarga yang baik, bersekolah di sekolah yang keadaan guru-gurunya baik, dan fasilitasnya baik.5) faktor motivasi sosial, motivasi sosial dapat berasal dari orang tua yang selalu mendorong anak untuk rajin belajar, motivasi dari orang lain, seperti dari tetangga, sanak-saudara, teman-teman sekolah, dan teman sepermainan.

SMP Negeri 3 ... merupakan salah satu SMP Negeri yang ada di Kabupaten Sumbawa, SMP Negeri 3 ... senantiasa meningkatkan kualitas pembelajaran. Kurikulum yang digunakan di SMP Negeri 3 ... saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dasar penilaian terhadap prestasi menggunakan ketentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan sesuai dengan surat edaran dari Kepala Sekolah untuk Mata Pelajaran IPS yaitu sebesar 75. Dari hasil observasi awal data aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar dikelas dapat dilihat dalam tabel 1.1 hasil observasi aktivitas siswa sebagai berikut:
Tabel 1.2 Hasil Observasi Aktivitas Siswa

Sumber : Hasil pengamatan aktivitas siswa
Berdasarkan tabel 1.1 diatas, dapat diketahui bahwa observasi menunjukan 45% siswa aktif dalam proses belajar dalam kelas, yaitu dengan jumlah skor 18 dan separuhnya lagi adalah siswa yang belum aktif, sehingga kesimpulanya banyak siswa yang belum aktif dalam proses pembelajaran yang diterapkan oleh guru di dalam kelas. Sedangkan data pro sentase daftar ketuntasan hasil belajar nilai ulangan harian siswa di kelas VIII (Delapan) yaitu dapat dilihat dalam tabel 1.2 sebagai berikut :
Tabel 1.2
Daftar Ketuntasan Nilai Ulangan Harian siswa kelas VIII.2

Sumber : Daftar nilai ulangan harian siswa Keterangan :
KD 4.1 : Mendeskrisikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas
KD 4.2 : Mendeskipsikan pelaku ekonomi: rumah tangga, masyarakat, perusahaan, koperasi, dan negara
KD 4.3 : Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat
Dari tabel 1.2 diatas dapat disimpulkan bahwa persentase nilai ulangan harian materi mendeskrisikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas adalah yang paling rendah. Adapun kelas yang paling rendah adalah Kelas VIII.2 dengan pro sentase kelulusan nilai Ulangan harian sebesar 55%. Hal ini menunjukan masih rendahnya penguasaan materi terhadap materi tersebut.
Dari hasil wawancara dengan guru IPS di SMP Negeri 3 ..., diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan pada materi mendeskrisikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Hal ini bisa dilihat dari nilai ulangan harian siswa sebagai berikut:
Tabel 1.3
Daftar Ketuntasan Nilai Ulangan Harian Siswa KD. 4.1

Sumber : Daftar nilai ulangan harian siswa Keterangan :
T. 1 : Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas
T.2 : Mendeskripsikan pelaku ekonomi: rumah tangga, masyarakat, perusahaan, koperasi, dan negara
T.3 : Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat
Dari tabel diatas dapat disimpulkan, prosentase kelulusan nilai ulangan siswa yang paling rendah adalah pada materi mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas yaitu sebesar 41%. Hal ini menunjukan masih rendahnya penguasaan siswa terhadap materi tersebut. Untuk itu perlu adanya upaya untuk memperbaiki aktifitas dan hasil belajar siswa tersebut, supaya aktivitas dan hasil belajar siswa meningkat dan memenuhi KKM yang ditetapkan. Siswa memerlukan suasana yang baru dengan metode dan media pembelajaran yang menarik yang dapat meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi tersebut, sehingga akan berimbas pada meningkatnya aktivitas dan hasil belajar siswa.

Dalam rangka peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa, guru dapat memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, karakter materi, kondisi lingkungan dan karakteristik siswa. Dari berbagai metode pembelajaran yang ada, tentu saja masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Melihat hal ini, semestinya di dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran pada kompetensi dasar mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas, guru harus mampu merancang interaksi yang harmonis antarkomponen sistem pembelajaran sehingga pembelajaran berlangsung dalam suasana fun, demokratis dan menyenangkan (joyfull teaching and learning) yang dapat membuat siswa mudah memahami pelajaran yang diajarkan.

Materi mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas merupakan salah satu materi dalam pelajaran ekonomi di SMP lebih khusus pada kelas VIII (delapan). Materi pokok dalam pokok bahasan ini yaitu kelangkaan sumber daya ekonomi, usaha-usaha manusia dalam mengatasi kelangkaan, dan skala prioritas, yaitu bersifat pemahaman dan penerapan. Untuk itu diperlukan suatu metode pembelajaran yang mempunyai langkah awal merumuskan permasalahan (eksplorasi), karena pada materi kelangkaan lebih mudahnya menerangkan pada siswa dengan mengeksplorkan permasalahan, yaitu dengan memberikan media film dan gambar-gambar kelangkaan, contohnya gambar antrian bensin. Dengan melihat gambar dan film kelangkaan, maka dengan sendirinya siswa dapat merumuskan permasalahan (eksplorasi), sehingga siswa dapat mendefinisikan apa itu yang dinamakan kelangkaan.

Untuk itu diperlukan metode pembelajaran yang mempunyai langkah awal merumuskan permasalahan (eksplorasi), agar antara karakteristik materi dengan karakteristik metode pembalajaran yang digunakan bisa cocok. Suatu metode pembelajaran yang mempunyai langkah awal merumuskan permasalahan (eksplorasi) yaitu metode pembelajaran inquiry. Lankah metode pembelajaran inquiry yaitu : (1) merumuskan permasalahan, (2) merumuskan hipotesis (3) mengumpulkan data (4) menguji hipotesis dan (5) membuat kesimpulan.

Kegiatan pembelajaran inquiry diawali dengan eksplorasi konsep, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasan sesuai dengan pengetahuan awal yang mereka miliki. Siswa diberi kesempatan untuk mencari sendiri jawaban permasalahan yang diberikan, dan hal lainnya berdasarkan pengalaman sendiri. Dengan demikian, metode pembelajaran ini dapat meningkatkan potensi intelektual siswa. Dalam pembelajaran inquiry siswa didorong untuk belajar melalui keterlibatan aktif mereka dengan konsep-konsep dan prinsip.

Jadi dalam metode pembelajaran ini siswa diajak kerja mandiri, siswa tidak belajar dangan cara menghafal, siswa lebih banyak belajar sendiri, baik secara individu maupun kelompok harus aktif mencari, menggali dan menemukan sendiri pengatahuannya. Sehingga sistem belajar mengajar tidak berpusat pada guru (teacher centered). Didalam metode pembelajaran ini tugas guru hanyalah meluruskan dan memberikan bantuan serta mengarahkan (scafolding) sebagai fasilitator dan pembimbing. Dengan demikian dalam proses belajar mengajar guru hanya meluruskan jika terjadi kesalahan pemahaman yang dihadapi oleh siswa. Maka sistem belajar mengajar menjadi milik siswa dengan seutuhnya, siswa dituntut aktif dalam proses belajar mengajar, mencari, menggali dan merumuskan sendiri pengetahuannya, dengan aktifnya siswa dalam proses belajar mengajar maka dengan sendirinya hasil belajar siswa akan meningkat. Maka dapat diartikan bahwa metode pembelajaran inquiry cocok untuk mengatasi masalah tersebut.Contoh ptk ips smp kurikulum 2013

Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Mendeskripsikan Hubungan Antara Kelangkaan Sumberdaya dengan Kebutuhan Manusia yang Tidak Terbatas dengan Metode Pembelajaran Inquiry Siswa Kelas VII I di SMP Negeri 3 ...”.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apakah metode pembelajaran inquiry dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam materi mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas kelas VIII.2 SMP Negeri 3 ...
1.2.2 Apakah metode pembelajaran inquiry dapat meningkatkan hasil belajar materi mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas siswa kelas VIII.2 di SMP Negeri 3 ...
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Untuk mengetahui apakah metode pembelajaran inquiry dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas VIII.2 materi mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas di SMP Negeri 3 ...
1.3.2 Untuk mengetahui apakah metode pembelajaran inquiry dapat meningkatkan aktivitas siswa, materi mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas siswa kelas VIII.2 di SMP Negeri 3 ....

1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah: 
1.4.1 Bagi siswa
a. Dapat membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar pada materi kelangkaan sumber daya ekonomi
b. Dapat meningkatkan keaktifan siswa didalam kelas
1.4.2 Bagi Guru
Penelitian ini dapat digunakan sebagai reverensi atau masukan tentang metode pembelajaran inquiry yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
1.4.3 Bagi Sekolah
Sebagai bahan pemberian alternatif pendekatan pembelajaran dalam mata pelajaran ekonomi khususnya materi kelangkaan sumber daya ekonomi
1.4.4 Bagi Peneliti lain
Sebagai bahan / gambaran bagi peneliti lain untuk dapat mengembangkan penelitian sejenis dengan ruang lingkup yang lebih luas.

CONTOH PROPOSAL PTK EKONOMI KELAS VIII

BAB II
KERANGKA TEORITIK


2.1 Tinjauan Tentang Belajar
2.1.1. Belajar
Beberapa pakar pendidikan mendefinisikan belajar adalah “perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang” (Hilgard dan Bower dalam Thobroni dan Mustofa 2011:19). Sedangkan menurut (Hamalik 2011:29) “belajar bukan suatu tujuan tetapi merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan”. Jadi belajar merupakan langkah-langkah atau proses yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Dengan belajar orang akan memperoleh pengalaman sebagai bekal untuk menjalani hidup dalam lingkungan masyarakat. “Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dangan serangkaian kegiatan, misalnya dangan membaca, mengamati, mendengar, meniru, dan sebagainya” (Hamdani, 2011:21).
Bukti bahwa seseorang telah belajar ialah terjadinya perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Tingkah laku manusia terdiri dari sejumlah aspek yaitu: pengetahuan, pengertian, kebiasaan, ketrampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, etis atau budi pekerti dan sikap. Kalau seseorang telah malakukan perbuatan belajar, maka akan terlihat terjadinya perubahan dalam salah satu aspek tingkah laku tersebut. (Hamalik 2011:30)

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses atau usaha dari seseorang untuk melakukan perubahan pada dirinya melalui kegiatan-kegiatan tertentu, sehingga memiliki kecakapan, ketrampilan, dan pengertian baru tentang hal-hal yang dipelajarinya.

2.1.2. Unsur-unsur Belajar
Menurut Gagne dalam Anni (2011:84) “belajar merupakan sebuah sistem yang didalamnya terdapat berbagai unsur yang saling kait mengait sehingga menghasilkan perubahan perilaku”. Beberapa unsur yang dimaksud adalah sebagai berikut:
a. Peserta didik. Istilah peserta didik dapat diartikan sebagai peserta pelatihan, warga belajar yang sedang melakukan kegiatan belajar.
b. Rangsangan (St i m u lus), peristiwa yang merangsang penginderaan peserta didik.
c. Memori. Memori yang ada pada peserta didik berisi berbagai kemampuan yang berupa pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang dihasilkan dari kegiatan belajar sebelumnya.
d. Respon. Tindakan yang dihasilkan dari aktualisasi memori. (Gagne dalam Anni, 2011:84).Download ptk ips terpadu smp doc

Keempat unsur belajar tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Kegiatan belajar akan terjadi pada diri peserta didik apabila terdapat interaksi anatara stimulus dengan isi memori, sehingga perilakunya berubah dari waktu sebelum dan setelah adanya stimulus tersebut. Apabila terjadi perubahan perilaku, maka perubahan perilaku itu menjadi indikator bahwa peserta didik telah melakukan kegiatan belajar.

2.2 Aktivitas Belajar
Sardiman (2007:97) menyatakan bahwa “dalam kegiatan belajar, subjek didik atau siswa harus aktif berbuat. Dengan kata lain bahwa dalam belajar sangat diperlukan adanya aktivitas. Tanpa aktivitas, proses belajar tidak mungkin berlangsung dengan baik”.
Paul B. Diedrich dalam sardiman (2007:101) membuat suatu daftar macam-macam kegiatan siswa yang antara lain digolongkan sebagai berikut:
1) Visualactivities, yang termasuk didalam misalnya, membaca, memperhatikan gambar demonstrasi, percobaan, pekerjaan orang lain.
2) Oralactivities, seperti: menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi.
3) Listening activities, sebagai contoh mendengarkan: uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato.
4) Writingactiivties, seperti misalnya menulis cerita, karangan, laporan angket, menyalin.
5) Drawingactivities, misalnya menggambar, membuat grafik, peta, diagram.
6) Motoractivities, yang termasuk didalamnya antara lain: melakukan percobaan, membuat kontruksi, metode mereparasi, bermain, berkebun, berternak.
7) Mentalactivities, misalnya menanggap, mengingat, memecahkan soal, menganalisa, melihat hubungan, mengambil keputusan.
8) Emotionalactivities, misalnya menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, gugup, tenang.
Aktivitas belajar merupakan kegiatan yang dilakukan baik oleh siswa maupun guru dalam proses belajar mengajar. Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap aktivitas guru dan aktivitas siswa.

2.3 Hasil Belajar
“Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar” (Anni, 2007: 5). Perolehan aspek¬aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang dipelajari oleh peserta didik. Oleh karena itu apabila peserta didik mempelajari pengetahuan tentang konsep, maka perubahan perilaku yang diperoleh adalah berupa penguasaan konsep. Menurut Bloom dalam Thobroni dan Mustofa (2011:23-24) membagi hasil belajar menjadi tiga ranah, yaitu sebagai berikut.
1. Ranah kognitif, berkaitan dengan hasil berupa pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan penilaian.
2. Ranah afektif, berkaitan dengan penerimaan, penaggapan, penilaian, pengorganisasian, dan pembentukan pola hidup.
3. Ranah psikomotorik, berkaitan degan persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks, penyesuaian, dan kreativitas.
Dalam hal ini hasil belajar yang diharapkan adalah peserta didik memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan kecakapan berfikir yang baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa prestasi atau hasil belajar adalah nilai yang dicapai oleh seseorang dengan kemampuan yang maksimal.

2.4 Metode Pembelajaran Inquiry
Pengajaran berdasarkan inquiry adalah “suatu strategi yang berpusat pada siswa dimana kelompok siswa inquiry kedalam suatu isu atau mencari jawaban terhadap isi pertanyaan melalui suatu prosedur yang digariskan secara jelas dan sturktural kelompok” Trowbridge dan Kourilsky dalam Hamalik (2011:220).
Menurut Gulo dalam Trianto (2011:135) Strategi inquiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

Sehingga proses belajar melalui inquiry dapat membentuk dan mengembangkan konsep pada diri siswa, menanamkan dasar-dasar berpikir ilmiah untuk mengembangkan kreatifitas dalam memecahkan permasalahan. “Proses inquiry menuntut guru bertindak sebagai fasilitator, nara sumber, dan penyuluh kelompok, para siswa didorong untuk mencari pengetahuan sendiri, bukan dijejali dengan pengetahuan” Hamalik (2011:221). Dengan demikian proses belajar mengajar menuntut adanya suasana bebas di dalam kelas, dimana setiap siswa tidak merasakan adanya tekanan atau hambatan untuk mengemukakan pendapatnya, aspek sosial di dalam kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa untuk berdiskusi. Menurut Eggen dan Kauchak dalam Amri dan Ahmadi (2011:95) metode pembelajaran inquiry mempunyai beberapa tahapan yaitu dalam tabel 2.1 sebagai berikut : 
Tabel 2.1 Tahapan Metode Pembelajaran Inquiry

inquiry merupakan suatu teknik atau cara yang digunakan guru untuk mengajar di depan kelas. Pelaksanaannya adalah guru membagi tugas kepada siswa untuk meneliti suatu masalah dikelas. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, dan tiap kelompok mendapat tugas tertentu. Mereka mempelajari, meneliti, atau membahas tugasnya didalam kelompok. Setelah itu, mereka mendiskusikannya dan membuat laporan. Dengan menggunakan teknik ini, guru memiliki tujuan, yaitu agar siswa terdorong untuk melaksanakan tugas dan aktif mencari sendiri serta meneliti pemecahan masalah. Mereka mencari sumber sendiri dan belajar bersama kelompok. Menurut Amin dalam Amri dan Ahmadi (2011: 117) inquiry sebagai strategi pembelajaran memiliki beberapa keuntungan.
1. Mendorong siswa berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri
2. Menciptakan suasana akademik yang mendukung berlangsungnya pembelajaran yang berpusat pada siswa
3. Membantu siswa mengembangkan konsep diri yang positif
4. Meningkatkan pengharapan sehingga siswa mengembangkan ide untuk menyelesaikan tugas dengan caranya sendiri
5. Mengembangkan bakat individual secara optimal
6. Menghindarkan siswa dari cara belajar menghafal

Dengan demikian siswa mendapat kesempatan untuk merumuskan masalah yang dihadapinya, membuat konsep, dan prinsip melalui pengalaman secara langsung. Jadi siswa bukan hanya belajar dengan membaca kemudian menghafal materi dari buku-buku teks atau berdasarkan informasi dan ceramah dari guru saja, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berlatih mengembangkan ketrampilan berpikir.

2.5 Materi Kelangkaan Sumber Daya Ekonomi
2.5.1 Kelangkaan
Kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan jumlahnya tidak terbatas. Padahal kebutuhan tersebut harus dipenuhi. Disinilah timbul permasalahan ekonomi yang disebut kelangkaan. Jadi apakah kelangkaan itu?
Kelangkaan disebut juga scarcity adalah suatu keadaan dimana kebutuhan manusia yang tidak terbatas dihadapkan pada jumlah alat pemuas kebutuhan yang terbatas.
2.5.2 Usaha manusia dalam mengatasi kelangkaan

Apabila kita ingin memenuhi kebutuhan, kita tidak mampu menyediakan semua barang dan jasa, sedangkan apabila kita hanya menyediakan barang dan jasa tertentu berarti sebagian kebutuhan kita tidak terpenuhi.
Faktor-faktor yang menyebabkan terbatasnya alat pemuas kebutuhan yaitu sebagai berikut:
1. Banyaknya kebutuhan manusia terhadap barang dan jasa
2. Terbatasnya sumber daya dan bahan baku
3. Diperlukan pengorbanan untuk memperolehnya
4. Sifat manusia sebagai makhluk ekonomi yang tidak pernah puas.
Untuk mengatasi kelangkaan tersebut manusia harus bertindak secara rasional. Rasional artinya berpikir dan berbuat berdasarkan kemampuan akal sehat. Kemudian bagaimana cara memanfaatkan barang dan jasa secara rasional? Caranya yaitu dengan membuat “Daftar Skala Prioritas”.

2.5.3 Daftar Skala Prioritas
Dengan adanya kelangkaan, maka manusai harus melakukan tindakan alternatif dalam memenuhi kebutuhan. Tindakan ini disebut skala prioritas. Yang dimaksud daftar skala prioritas adalah suatu daftar yang membuat urutan kebutuhan yang mulai dari kebutuhan yang paling penting hingga yang kurang penting disertai dengan perkiraan baiaya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Adapun manfaat dibuatnya daftar skala prioritas sebagai berikut:
1. Mencegah pemborosan sumber daya Download ptk ips smp pdf
2. Pemenuhan kebutuhan secara terencana dan teratur
Langkah-langkah menyusun daftar skala prioritas yaitu sebagai berikut:
1. Tentukan semua kebutuhan yang kita inginkan disertai perkiraan biuaya yang diperlukan.
2. Tentukan urutan kebutuhan mulai dari kebutuhan yang paling penting hingga yang tidak penting.
3. Tetapkan berapa kemampuan keuangan yang kita miliki.
4. Berdasarkan urutan kebutuhan disesuaikan dengan kemampuan keuangan, tentukan kebutuhan apa saja yang dapat dipenuhi. Contoh Daftar Skala Prioritas:
Tabel 2.2 Daftar Skala Prioritas Kebutuhan Bulan November 2012
Keluarga Bpk. Adi Nugroho

Berdasarkan contoh doatas, kemampuan kenangan Bp. ADI hanya Rp. 1000.000,00 maka kebutuhan yang dapat dipenuhi hanya kebutuhan prioritas nomor 1-9. Seandainya kemampuan keuangan Rp. 2.000.000,00 maka prioritas kebutuhan yang dapat dipenuhi adalah nomor 1-11 dan sisanya Rp. 845.000,00 sebagai tabungan untuk membeli prioritas ke-12 yaitu telavisi. Seandainya kemampuan keuangan hanya Rp. 600.000,00 maka prioritas kebutuhan yang dapat dipenuhi adalah 1-5 dan masih sisa Rp.15.000,00 untuk prioritas nomor 6. Daftar skala prioritas sebaiknya selalu dibuat oleh setiap keluarga, agar kebutuhan yang lebih penting dapat terpenuhi terlebih dahulu. Bila daftar skala prioritas ini tidak dibuat maka dimungkinkan terjadilah kekeliruan dalam pemenuhan kebutuhan, yaitu kebutuhan yang lebih penting justru tidak terpenuhi, sedangkan kebutuhan yang tidak penting justru terpenuhi.

2.6 Kerangka Berpikir
Belajar merupakan usaha atau kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperoleh suatu pengalaman atau pengetahuan. Sedangkan mengajar, tidak hanya memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa, tetapi harus dapat membuat suasana lingkungan yang harmonis sehingga menciptakan kondisi belajar bagi siswa. Guru sebagai pengajar memiliki tugas memberikan fasilitas dan kemudahan bagi suatu kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan yang maksimal. Sedangkan belajar sendiri tidak hanya usaha menguasai pengetahuan saja tetapi juga suatu aktivitas baik fisik maupun mental untuk merubah diri siswa ke arah yang lebih baik sebagai hasil pengalamannya sendiri. Pada dasarnya keberhasilan belajar mengajar dapat dilihat dari prestasi belajar siswa.
Seorang guru memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan suatu pembelajaran. Guru menumbuhkan motivasi dalam diri siswa, dan membuat siswa tertarik pada materi pelajaran yang disampaikan sehingga mendorong siswa untuk aktif belajar. Motivasi ini dapat terjadi apabila guru dapat menciptakan kualitas pembelejaran yang tinggi dan pada akhirnya akan menimbulkan hasil belajar yang tinggi pula.

Dalam rangka peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa, guru dapat memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, materi, kondisi lingkungan, dan karakteristik siswa. Dari berbagai metode pembelajaran yang ada, tentu saja masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Melihat hal ini, semestinya didalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran pada kompetensi dasar kelangkaan sumber daya ekonomi, guru harus mampu merancang interaksi yang harmonis antar komponen sistem pembelajaran, sehingga pembelajaran berlangsung dalam suasana fun, demokratis dan menyenangkan, yang dapat membuat siswa mudah memahami pelajaran yang diajarkan.

Materi mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas merupakan salah satu materi dalam pelajaran ekonomi di SMP lebih khusus pada kelas VIII (delapan). Materi pokok dalam pokok bahasan ini yaitu kelangkaan sumber daya ekonomi, usaha-usaha manusia dalam mengatasi kelangkaan, dan skala prioritas, yaitu bersifat pemahaman dan penerapan. Untuk itu diperlukan suatu metode pembelajaran yang mempunyai langkah awal merumuskan permasalahan (eksplorasi), karena pada materi kelangkaan lebih mudahnya menerangkan pada siswa dengan mengeksplorkan permasalahan, yaitu dengan memberikan media film dan gambar-gambar kelangkaan, contohnya antrian bensin. Dengan melihat gambar dan film kelangkaan, maka dengan sendirinya siswa dapat merumuskan permasalahan (eksplorasi), sehingga siswa dapat mendefinisikan pengertian dari kelangkaan.

Untuk itu diperlukan metode pembelajaran yang mempunyai langkah awal merumuskan permasalahan (eksplorasi), agar antara karakteristik materi dengan karakteristik metode pembalajaran yang digunakan bisa cocok. Suatu metode pembelajaran yang mempunyai langkah awal merumuskan permasalahan yaitu metode pembelajaran inquiry. Lankah metode pembelajaran inquiry yaitu : (1) merumuskan permasalahan, (2) merumuskan hipotesis (3) mengumpulkan data (4) menguji hipotesis dan (5) membuat kesimpulan.
Kegiatan pembelajaran inquiry diawali dengan eksplorasi konsep, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasan sesuai dengan pengetahuan awal yang mereka miliki. Siswa diberi kesempatan untuk mencari sendiri jawaban permasalahan yang diberikan, dan hal lainnya berdasarkan pengalaman sendiri. Dengan demikian, metode pembelajaran ini dapat meningkatkan potensi intelektual siswa. Dalam pembelajaran inquiry siswa didorong untuk belajar melalui keterlibatan aktif mereka dengan konsep-konsep dan prinsip.Download ptk ips smp doc

Dengan menggunakan metode pembelajaran inquiry diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga ketuntasan belajar klasikal siswa dapat mencapai sekurang-kurangnya 75% dari keseluruhan siswa yang ada dalam kelas tersebut. Kerangka berpikir dapat digambarkan sebagai berikut:
2.8 Hipotesis
Dari kerangka berpikir di atas dan dengan dukungan beberapa teori dapat dirumuskan sebagai berikut.
1. Metode pembelajaran inquiry dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa materi mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumberdaya ekonomi siswa kelas VIII.2 SMP Negeri 3 ....
2. Metode pembelajaran inquiry dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumberdaya ekonomi siswa kelas VIII.2 SMP Negeri 3 ....

PTK IPS EKONOMI KELAS VIII DENGAN MATERI POKOK SDA

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 ..., yang beralamatkan di di jalan raya Bima Kecamatan ... Kabupaten Sumbawa.
3.2 Subyek Penelitian
3.2.1 Siswa
Dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling (sampel bertujuan) dipilih siswa kelas VIII.2 SMP Negeri 3 .... Karena siswa kelas VIII.2 memiliki nilai rata-rata materi mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas, paling rendah dan juga keaktifan siswa dalam proses pembelajaran kurang, jika dibandingkan dengan kelas lain. Sehingga akan ditingkatkan hasil belajarnya dan keaktifan siswanya melalui metode pembelajaran inquiry.Contoh ptk ips smp kurikulum 2013

3.2.2 Guru
Dalam hal ini, guru melakukan pembelajaran materi mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas di kelas VIII.2 SMP Negeri 3 ... dengan menggunakan metode pembelajaran inquiry.
3.2.3 Observer
Dalam hal ini peneliti berperan sebagai observer yang memantau berlangsungnya proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran inquiry.

3.3 Rencana Tindakan
“Penelitian permasalahan ini merupakan penelitian tindakan kelas yaitu pengkajian terhadap praktis yang bersifat situasional dan kontekstual, yang ditujukan untuk menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi, atau memperbaiki sesuatu” Rochman Natawijaya dalam Muslich (2009:9). Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilaksanakan oleh peneliti sebagai pengamat jalanya proses pembelajaran di kelas dan guru bertindak sebagai pengajar yang menggunakan metode pembelajaran inquiry dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas praktik pembelajaran secara berkesinambungan.

Gambar. 3.1 Rencana Tindakan Mulyasa (2009:73)
Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan reflesi. Proses yang mencakup 4 tahap ini disebut dengan satu siklus dan untuk siklus kedua dilakukan dengan tujuan untuk melakukan perbaikan pada siklus pertama dengan sub konsep yang sama yang belum tertuntaskan.
Adapun rencana tindakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 
3.3.1 Perencanaan
Perencanaan tindakan dalam penelitian ini meliputi langkah-langkah yaitu sebagai berikut :
1. Melaksanakan observasi awal untuk mengidentifikasi masalah operasional, bersama dengan guru bidang studi, menentukan tindakan pemecahan berupa penerapan perpaduan metode pembelajaran inquiry
2. Membuat scenario pembelajaran dengan menyusun Rencana Pembejaran, dengan menggunakan metode inquiry
3. Membuat lembar observasi kegiatan guru dan siswa untuk mengetahui bagaimana kondisi belajar mengajar di kelas menggunakan metode pembelajaran inquiry
4. Membuat kisi-kisi instrument uji coba
5. Membuat instumen
6. Instrumen disusun berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat sebelumnya.
7. Mengadakan uji coba instrument
8. Sebelum digunakan untuk mengambil data penelitian instrument di uji coba terlebih dahulu untuk mengetahui validitas, realiabilitas, indeks kesukaran dan daya pembedanya.

3.3.2 Pelaksanaan Tindakan Kelas
Guru memberikan penjelasan tentang bagaimana pelaksanaan metode pembelajaran inquiry kemudian menetapkan siswa dalam kelompok-kelompok. Pelaksanaan tindakan ini terdiri dari 2 siklus, yaitu :
1) Siklus Satu
a. Perencanaan
1. Mengumpulkan dan menganalisis hasil ulangan harian materi mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas, dan nilai tugas, serta hasil observasi awal aktivitas peserta didik.
2. Merancang pembelajaran dengan membentuk kelompok belajar
3. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) materi
mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan
kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan metode pembelajaran
inquiry
4. Membuat media pembelajaran yaitu soal-soal pertanyaan berupa kuis
5. Memilih soal-soal latihan dari buku paket dan buku-buku IPS Ekonomi.
6. Membuat lembar pengamatan aktivitas siswa
7. Membuat soal-soal tes untuk melihat hasil tindakan kelas.

b. Implementasi Tindakan
Proses Penerapan Metode Pembelajaran inquiry
Langkah :
1. Menyajikan petanyaan atau permasalahan
- Guru membimbing siswa, mengidentifikasi masalah, dan masalah dituliskan di papan tulis. Guru membagi siswa dalam kelompok 
- Siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar, siswa membuat kelompok 4-5 orang
2. Merumuskan hipotesis
- Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk curah pendapat dalam merumuskan hipotesis. Guru membimbing siswa dalam merumuskan hipotesis
- Siswa mendiskusikan masalah dalam kelompok untuk merumuskan hipotesis
3. Mengumpulkan Data
- Guru memberi kesempatan pada tiap kelompok untuk mencari informasi, data, dan fakta yang diperlukan untuk menjawab hipotesis atau masalah
- Siswa mencari informasi, data, dan fakta yang diperlukan untuk menjawab hipotesis atau masalah
4. Menguji Hipotesis
- Guru memberi kesempatan pada tiap kelompok untuk menyampaikan hasil pengelolaan data yang terkumpul dan memaparkanya didepan kelas. - Siswa mempresentasikan hasil pengelolaan data yang terkumpul dengan kelompoknya didepan kelas

5. Membuat kesimpulan
- Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan
- Siswa menyimak dan memahami kesimpulan yang dijelaskan oleh guru. 
c. Pengamatan (Observasi)
Saat pelaksanaan tindakan kelas, diobservasi oleh seorang pengamat. Pengamat mengisi lembar pengamatan aktivitas siswa yang berisi semua kegiatan siswa pada setiap pertemuannya dan member penilaian setiap butir pengamatannya. Download ptk ips terpadu smp doc
d. Refleksi
Semua hasil dari implementasi tindakan dan hasil pengamatan oleh pengamat dikumpulkan, dianalisis dan dievaluasi, serta didiskusikan antara guru, pengamat dan siswa tentang kelebihan dan kelemahan tindakan pada siklus I sebagai bahan refleksi awal siklus II. Dari hasil refleksi dan diskusi antara guru, pengamat dan peserta didik pada siklus I, segera guru menyiapkan perencanaan untuk kegiatan siklus II.
2) Siklus Dua
a. Perencanaan Ulang
1. Mengidentifikasi masalah dari evaluasi siklus I
2. Merancang pembelajaran dengan membentuk kelompok yang heterogen dengan melihat hasil belajar pada siklus I
3. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) materi
mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan
kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan metode pembelajaran
inquiry (menggunakan media film kelangkaan dan power point)
4. Membuat media pembelajaran yaitu soal-soal pertanyaan
5. Memilih soal-soal latihan dari buku paket dan buku-buku IPS Ekonomi.
6. Membuat lembar pengamatan aktivitas peserta didik
7. Membuat soal-soal tes untuk melihat hasil tindakan kelas.

b. Implementasi Tindakan
Proses Penerapan Metode Pembelajaran inquiry
Langkah :
1. Menyajikan pertanyaan atau permasalahan
- Guru memutarkan film kelangkaan dan membantu siswa dalam menelaah atau mengidentifikasi permasalahan. Guru membagi siswa dalam kelompok
- Siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar, siswa membuat kelompok 4-5 orang
2. Merumuskan hipotesis
- Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk curah pendapat dalam merumuskan hipotesis. Guru membimbing siswa dalam merumuskan hipotesis
- Siswa mendiskusikan masalah dalam kelompok untuk merumuskan hipotesis
3. Mengumpulkan Data
- Guru memberi kesempatan pada tiap kelompok untuk mencari informasi, data, dan fakta yang diperlukan untuk menjawab hipotesis atau masalah
- Siswa mencari informasi, data, dan fakta yang diperlukan untuk menjawab hipotesis atau masalah
4. Menguji Hipotesis
- Guru memberi kesempatan pada tiap kelompok untuk menyampaikan hasil pengelolaan data yang terkumpul dan memaparkanya didepan kelas.
- Siswa mempresentasikan hasil pengelolaan data yang terkumpul dengan kelompoknya didepan kelas

5. Membuat kesimpulan
- Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan
- Siswa menyimak dan memahami kesimpulan yang dijelaskan oleh guru.
c. Pengamatan (Observasi)
Seperti pada siklus I, pelaksanaan tindakan kelas pada siklus II ini juga diamati oleh seorang pengamat dengan mengisi lembar pengamatan aktivitas siswa dan guru yang berisi semua kegiatan siswa dan memberi penilaian setiap butui pengamatannya.
d. Refleksi
Semua hasil dari implementasi tindakan dan hasil pengamatan oleh pengamat dikumpulkan, dianalisis dan diefaluasi, serta didiskusikan antara guru, pengamat dan siswa tentang kelebihan dan kelemahan tindakan pada siklus II.
Dari hasil refleksi dan diskusi antara guru, pengamat dan peserta didik pada sikus II, jika hasil dari siklus II sudah memenuhi indikator keberhasilan, maka tindakan kelas dicukupkan. Namun jika belum, dilanjutkan pada siklus III dengan pertimbangan refleksi siklus II.Contoh ptk ips smp terbaru

3.4 Uji coba soal evaluasi
Sebelum soal evaluasi di digunakan, perlu dilakukan uji coba terlebih dahulu untuk mengetahui validitas, reliabilitas, indeks dan daya pembedanya. a. Validitas
Validitas atau kesahihan adalah suatu ukuran tingkat kevalidan suatu instrumen. Suatu soal dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang akan diukur. Soal yang valid mempunyai nilai validitas yang tinggi (Arikunto, 2009:79). Dalam penelitian ini digunakan rumus :
Keterangan :
rpbis = koefisien korelasi poin biserial
Mp       = rata-rata skor total yang menjawab benar
Mt = rata-rata skor total
St = standart deviasi skor total
p = proporsi siswa yang menjawab benar
q = proporsi siswa yang menjawab salah
Kriteria :
Apabila rpbis > rtabel, maka butir soal valid.
Hasil perhitungan validitas instrumen uji coba menunjukkan bahwa tidak semua soal termasuk dalam kategori valid. Butir soal yang valid dan tidak valid dapat dilihat dalam tabel berikut :
Tabel 3.2. Rekap Analisis Validitas Butir Soal Uji Coba

Sumber : Data Penelitian yang diolah Tahun 2012
b. Reliabilitas
Sebuah tes dikatakan reliabel jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang ajeg, artinya apabila tes tersebut dikenakan pada sejumlah subyek yang sama pada lain waktu, maka hasilnya akan tetap sama atau relative sama.Download ptk ips smp doc


Rumus yang digunakan untuk menghitung reliabilitas adalah
(Suharsimi, 2009:100) Keterangan:
r11 : reliabilitas tes secara keseluruhan
P : proporsi subjek yang menjawab item dengan benar
Q : standar deviasi skor total
P : proporsi subjek yang menjawab item dengan salah (q=1-p)
Q : proporsi siswa yang menjawab salah pada butir soal 
∑pq jumlah hasil perkalian dari p dan q
N banyaknya item (butir soal) 
S Standar deviasi dari tes (akar dari varians)
Harga r11 tersebut selanjutnya dibandingkan dengan harga rtabel dengan taraf signifikansi 5%, jika harga r hitung > r tabel maka dapat disimpulkan bahwa soal tersebut adalah soal yang reliabel.
Berdasarkan hasil uji coba instrumen yang berjumlah 25 soal pilihan ganda diperoleh nilai reliabilitas soal sebesar 0,79. Dari nilai reliabilitas tersebut soal bersifat reliabel, sebab nilai reliabilitas (r11) yang diperoleh lebih besar dari r tabel yaitu 0,349.
c. Menyusun indeks kesukaran soal Rumus yang digunakan yaitu :
(Suharsimi, 2009 : 208) Keterangan :
P = Indeks kesukaran
B = Banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan betul 
JS = Jumlah seluruh siswa peserta tes
Kriteria :
0,00 < P < 0,30 Soal sukar
0,30 < P < 0,70 Soal sedang
0,70 < P < 1,00 Soal mudah
Hasil analisis tingkat kesukaran soal pada uji coba soal diperoleh 3 soal dikaterogorikan sukar, 18 soal dikategorikan sedang dan 3 soal dikategorikan mudah. Rekapitulasi hasil analisis tingkat kesukaran soal dapat dilihat pada tabel 3.2.
Tabel 3.2 Rekapitulasi Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Soal
d. Daya pembeda
Daya beda dicari dengan mengambil skor 50% skor teratas sebagai kelompok atas (JA) dan 50 % skor terbawah sebagai kelompok bawah (JB). Rumus yang digunakan untuk pilihan ganda sebagai berikut:
(Suharsimi,2009:2 18)
Keterangan:
Untuk mengetahui soal-soal yang akan dipakai berdasarkan daya pembeda soal, digunakan klasifikasi sebagai berikut :
Bila D negatif berarti semua tidak baik, jadi semua butir soal yang mempunyai nilai D negatif sebaiknya dibuang saja (Arikunto 2006:218)
Rekapitulasi hasil analisis daya pembeda pada uji coba instrumen dapat dilihat dalam tabel 3.3. yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.3 Rekapitulasi Hasil Analisis Daya Pembeda

3.5 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Metode tes
Digunakan untuk mendapatkan informasi tentang data kognitif siswa. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes bentuk pilihan ganda.
b. Metode non tes
Untuk mengetahui sejauh mana perubahan perilaku dan sikap dalam pembelajaran menyelenggarakan pertemuan rapat dengan metode pembelajaran inquiry. Data non tes diperoleh melalui kegiatan berikut: 
1) Observasi
Pedoman pengamatan ini diperlakukan untuk mengamati proses pembelajaran yang berlangsung yaitu aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan metode inquiry. Aktivitas siswa diamati dengan menggunakan lembar observasi. Download ptk ips terpadu smp doc
2) Dokumentasi
Metode ini digunakan untuk mendapatkan informasi tentang daftar nama siswa, daftar hasil belajar siswa

3.6 Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan yaitu Metode deskripstif dengan membandingkan hasil belajar siswa sebelum tindakan dengan hasil belajar siswa setelah tindakan. Data dihitung dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Menghitung nilai rata-rata atau presentase hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar. Nilai rata-rata siswa dicari dengan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
2) Data nilai hasil belajar siswa dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
(Slameto dalam Mahfudoh 2009:55)
3) Data aktivitas siswa dan kinerja guru dihitung dengan rumus:
(Sudjana,2009: 133)
4) Data ketuntasan hasil belajar siswa
Ketuntasan belajar siswa dihitung dengan menggunakan rumus deskriptif prosentase sebagai berikut:
% =100%
Keterangan:
% = prosentase
n = jumlah skor yang diperoleh dari data
N= jumlah skor maksimal (Ali, 1993)

5) Lembar Observasi
Lembar observasi dalam penelitian ini digunakan untuk melihat kemampuan aktivitas guru dan siswa pada saat proses belajar mengajar. Dalam penelitian hasil belajar mengajar guru dan siswa digunakan skala Linkert dengan rentang 4 sampai 1. Dengan demikian jika dalam penelitian ada 10 aspek yang harus diamati, maka skor maksimum 40 dan skor minimum adalah 1. Apabila dalam penelitian hasil belajar afektif siswa dibagi dalam empat kategori, yaitu dalam tabel 3.4 kriteria skor penilaian:
Tabel 3.4 Kriteria Skor Penilaian

CONTOH PTK IPS EKONOMI SMP

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Mohammad. 1993. Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa. Anni, Cataraina. 2007. Psikologi Belajar. Semarang: UPT UNNES.
Amri dan Ahmadi. 2011. Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam K elas. Jakarta: Prestasi Pustaka
Hamalik, Oemar. 2011. Proses Belajar Mengajar: PT Bumi Aksara Hamdani.2011.Strategi B elajar Mengajar .Bandung: Pustaka Setia
Mulyasa. 2009. Prakter Penelitian Tindakan Kelas.Bandung:PT Remaja Rosdakarya Offset.
Mulyasa. 2006 . Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya
Muslich, Mansur. 2009. M elaksanakan PTK Itu M udah. Jakarta: Bumi Aksara Sardiman. 2007. Interaksi dan M otivasi Belajar M engajar. Jakarta: Rajawali Pers
Sri Marwati., Rahayu M., dan Slameto S.2011. D in a sti. Wonosobo: Anggara Putra Mandiri
Sudjana, 2009 . M o del Statist i k e d is i k e-6. Bandung : Tarsito
Suharsimi Arikunta 2006. P rosedu r Pen elitian. Jakarta : PT Asdi Mahasatya
Suharsimi Arikunto 2009. D a sa r-D a sa r Eva lu a si Pen did i k an. Jakarta : Bumi Aksara
Trianto. 2011. M odel – M odel Pem belajaran Inovatif B erorientasi K onstru ktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Thobroni dan Mustofa. 2011. B elajar dan Pembelajaran. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH PTK EKONOMI KELAS VIII SDA TERBARU

Postingan terkait: