CONTOH LENGKAP JUDUL PTK PKn SMA TERBARU

CONTOH LENGKAP JUDUL PTK PKn SMA TERBARU-Pendidikan Kewarganegaraa bertujuan untuk membentuk watak warga negara yang baik, yaitu warganegara yang tahu, mau, dan sadar akan hak serta kewajibannya. Hasil observasi yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas pembelajaran PKn di SMAN 1 ... Kabupaten ... adalah 63,25. Rendahnya nilai siswa disebabkan oleh pembelajaran yang dilakukan guru monoton. Guru jarang menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendikarya ilmiahkan cara meningkatkan hasil belajar siswa Kelas XII IPA1 SMAN 1 ... Kabupaten ... dalam pembelajaran PKn (2) menjelaskan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas XII IPA1 SMAN 1 ... Kabupaten .... Download ptk pkn sma doc

Metode pembelajarannya adalah pembelajaran inkuiri, yaitu pembelajaran yang menekankan pada siswa untuk menemukan sendiri hasil belajarnya. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitiannya adalah siswa Kelas XII IPA1 SMAN 1 ... Kabupaten ... sebanyak 43 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan hasil tes. Analisis data dilakukan dengan mencari rata-rata kelas dan prosentase. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdapat empat komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas XII IPA1 SMAN 1 ... Kabupaten ... dalam pembelajaran PKn adalah penggunaan metode pembelajaran yang cocok dan sesuai dengan materi. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil tes terbukti terdapat kenaikan persentase tingkat pemahaman dari siklus I sebesar 65,25 % menjadi 91,5% pada siklus II, atau mengalami peningkatan sebesar 26,25%
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas XII IPA1 SMAN 1 ... Kabupaten ... dalam pembelajaran PKn. Untuk itu peneliti menyarankan kepada guru untuk menggunakan metode pembelajaran inkuiri untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas PKn SMA yang diberi judul 
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MATERI POKOK PERANAN PERS MELALUI METODE INKUIRI PADA SISWA
KELAS XII IPA1 SEMESTER I SMAN 1 ... 
KABUPATEN ... TAHUN PELAJARAN 2014/2015
"
. Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK PKn SMA KELAS XII lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMA 027).

DOWNLOAD PTK PKn METODE INKUIRI TERBARU

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Tugas guru yang utama adalah mengajar, yaitu menyampaikan atau mentransfer ilmu kepada anak didiknya. Oleh karena itu seorang guru dituntut untuk menguasai materi yang akan diajarkan. Namun hasil perolehan nilai beberapa mata pelajaran dalam kenyataannya masih ada yang belum memenuhi standar, tidak terkecuali untuk mata pelajaran PKN. Berdasarkan pengalaman peneliti hal ini disebabkan oleh, teknik mengajar yang masih relatif monoton. Sejauh ini pembelajaran PKN di kelas mayoritas masih dilaksanakan dengan metode ceramah. Hal ini tidak menutup kemungkinan menyebabkan interaksi belajar mengajar yang lebih melemahkan motivasi belajar siswa.

Motivasi belajar tidak akan terbangun apabila siswa masih merasa kesulitan dalam menerima pelajaran PKN, PKN dianggap sebagai pelajaran yang membosankan. Sehingga jangan disalahkan apabila disetiap jam pelajaran PKN siswa cenderung merasa enggan dan malas. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu ada solusi dalam penyampaian mata pelajaran PKN dengan menggunakan berbagai cara yang menarik yang ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Sunardi (2006:13) menyarankan untuk mengupayakan agar pelajaran PKN menyenangkan anak, sampaikan materi yang sudah dikenal anak hingga anak percaya diri.Contoh ptk pkn sma pdf

Pembelajaran PKN haruslah lebih berkembang, tidak hanya terfokus pada kebiasaan dengan strategi atau urutan penyajian sebagai berikut: diajarkan definisi, diberikan contoh-contoh dan diberikan latihan soal. Dalam latihan soal sebaiknya dihadapi bentuk soal cerita yang mungkin terkait dengan terapan PKN atau kehidupan sehari-hari (Guntur Sumilih 2002:103).
Memperhatikan uraian di atas keadaan yang sama dialami juga oleh siswa SMAN 1 ... Kabupaten ... semester satu tahun pelajaran 2014/2015, siswa masih merasa kesulitan, takut dan kurang berani bertanya terhadap hal-hal yang belum dipahami, sementara itu peneliti kurang melibatkan siswa dalam pembelajaran. Keadaan ini jika dibiarkan maka nilai pelajaran PKN akan semakin menurun dan gagal dalam memperoleh nilai ketuntasan minimal yang telah ditentukan. Untuk mengatasi masalah tersebut seorang guru harus mampu memberikan motivasi terhadap siswa melalui pengelolaan kelas yang menarik dan melibatkan siswa dalam menemukan konsep.

Dalam pembelajaran guru tidak menggunakan alat bantu pembelajaran. Hal inilah yang diduga menyebabkan lemahnya siswa dalam memahami konsep-konsep dasar PKN, hal ini bisa dilihat dari hasil belajar yang rendah. Pengalaman peneliti sebagai guru PKN di SMAN 1 ... Kabupaten ... semester satu tahun pelajaran 2014/2015 sebelum melaksanakan pembelajaran sudah berusaha maksimal, mulai dari persiapan RPP, media hingga strategi pembelajaran dan pengelolaan kelas. Namun guru kurang mampu mengelola kelas dengan baik, sehingga banyak diantara siswa yang acuh tak acuh terhadap pembelajaran yang sedang dilakukan oleh guru bahkan sebagian diantaranya lebih sering mengerjakan tugas lain.
Tabel 1.1
Hasil Evaluasi PKn Kelas XII IPA1 Semester 1 Tahun Pelajaran 2013/2014 (Tahun Lalu)
SMAN 1 ... Kabupaten ... 

Untuk mengatasi hal tersebut perlu diupayakan langkah-langkah yang dapat dilaksanakan baik oleh siswa maupun guru.
Guru hendaknya mengemas proses belajar mengajar dengan metode yang tepat dan menarik dalam penyajiannya. Salah satu langkahnya adalah menggunakan metode inkuiri dan bantuan alat peraga. Menurut Holstein (1986: 67) media akan memperjelas dan membuat pelajaran menjadi lebih konkrit dan jelas bagi siswa.

1.2.Identifikasi Masalah
Hasil perolehan nilai beberapa mata pelajaran dalam kenyataannya masih ada yang belum memenuhi standar, tidak terkecuali untuk mata pelajaran PKN. Berdasarkan pengalaman peneliti di SMAN 1 Cibitung semester satu tahun pelajaran 2014/2015 hal ini disebabkan oleh, teknik mengajar yang masih relatif monoton. Sejauh ini pembelajaran PKN di kelas mayoritas masih dilaksanakan dengan metode ceramah. Hal ini tidak menutup kemungkinan menyebabkan interaksi belajar mengajar yang lebih melemahkan motivasi belajar siswa.

1.3. Rumusan Masalah
Apakah penggunaan metode Inkuiri untuk pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar PKn pada siswa Kelas XII IPA1 SMAN 1 ... Kabupaten ... semester satu tahun pelajaran 2014/2015.

1.4. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar PKn melalui metode inkuiri pada siswa Kelas XII IPA1 SMAN 1 ... Kabupaten ... semester satu tahun pelajaran 2014/2015.

1.5. Kegunaan Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini sangat bermanfaat, baik bagi siswa, guru, maupun guru lain serta sekolah.
1.5.1. Bagi siswa :
Dapat meningkatkan keberanian siswa bertanya, menjawab, dan mengemukakan pendapat, makna pembelajaran bagi siswa, dan meningkatkan pemahaman dan kreativitas siswa tentang pelajaran PKn.

1.5.2. Bagi guru :
Dapat meningkatkan keterampilan pengembangan pendekatan, metode atau metode dalam proses pembelajaran di kelas.

1.5.3. Bagi guru lain :
Dapat meningkatkan pemahaman tentang penelitian dan menumbuhkan minat untuk melakukan penelitian.

1.5.4. Bagi sekolah :
Dapat meningkatkan prestasi akademik bagi keseluruhan siswa dan mempunyai nilai tambah bagi kualitas suatu sekolah.


CONTOH PROPOSAL PTK PKn SMA LENGKAP

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1. Kajian Teori
2.1.1. Hakekat PKn
Pendidikan kewarganegaraan adalah sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan, watak dan karakter warganegara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelajaran PKn dalam rangka “nation and character building” :
Pertama : PKn merupakan bidang kajian kewarganegaraan yang ditopang berbagai disiplin ilmu yang releven, yaitu: ilmu politik, hukum, sosiologi, antropologi, psokoliogi dan disiplin ilmu lainnya yang digunakan sebagai landasan untuk melakukan kajian-kajian terhadap proses pengembangan konsep, nilai dan perilaku demokrasi warganegara.

Kedua : PKn mengembangkan daya nalar (state of mind) bagi para peserta didik. Pengembangan karakter bangsa merupakan proses pengembangan warganegara yang cerdas dan berdaya nalar tinggi. PKn memusatkan perhatiannya pada pengembangan kecerdasan warga negara (civic intelegence) sebagai landasan pengembangan nilai dan perilaku demokrasi.

Ketiga : PKn sebagai suatu proses pencerdasan, maka pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah yang lebih inspiratif dan partisipatif dengan menekankan pelatihan penggunaan logika dan pealaran. Download ptk pkn sma kelas xii Untuk menfasilitasi pembelajaran PKn yang efektif dikembangkan bahan pembelajaran yang interaktif yang dikemas dalam berbagai paket seperti bahan belajar tercetak, terekam, tersiar, elektronik, dan bahan belajar yang digali dari ligkungan masyarakat sebagai pengalaman langsung (hand of experience).

Keempat: kelas PKn sebagai laboratorium demokrasi. Melalui PKn, pemahaman sikap dan perilaku demokratis dikembangkan bukan semata-mata melalui „mengajar demokrasi” (teaching democracy), tetapi melalui metode pembelajaran yang secara langsung menerapkan cara hidup secara demokrasi (doing democracy). Penilaian bukan semata-mata dimaksudkan sebagai alat kedali mutu tetapi juga sebagai alat untuk memberikan bantuan belajar bagi siswa sehingga lebih dapat berhasil dimasa depan. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh termasuk portofolio siswa dan evaluasi diri yang lebih berbasis kelas.

2.1.2. Pendekatan dan penerapan metode Inkuiri dalam mata pelajaran PKn
Pembelajaran metode Inkuiri berlangung secara alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, menemukan dan mendiskusikan masalah serta mencari pemecahan masalah, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Siswa megerti apa makna belajar, apa manfaatya, dalam status apa mereka, dan bagaimana mencapainya. Mereka sadar bahwa yang mereka pelajari berguna bagi hidupnya nanti. Siswa terbiasa memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang bergua bagi dirinya dan bergumul dengan ide-ide.
Dalam pembelajaran metode Inkuiri tugas guru mengatur strategi belajar, membantu menghubungkan pengetahuan lama dengan pngetahuan baru, dan memfasilitasi belajar. Anak harus tahu makna belajar dan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya.

Dari pembahasan diatas dapat diduga bahwa pembelajaran dengan metode Inkuiri dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar efektif dan kreatif, diaman siswa dapat membangun sendiri pengetahuannya, menemukan pengetahuan dan keterampilannya sendiri melalui proses bertanya, kerja kelompok, belajar dari metode yang sebenarnya, bisa merefleksikan apa yang diperolehnya antara harapan dengan kenyataan sehingga peningkatan hasil belajar yang didapat bkan hanya sekedar hasil menghapal materi belaka, tetapi lebih pada kegiatan nyata (pemecahan kasus-kasus) yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran (diskusi kelompok dan diskusi kelas).

2.2. Teori Belajar yang Mendasari Metode Inkuiri
Metode inkuiri didefinisikan oleh (Sund dan Trowbridge, 1973) dalam (Putrayasa, 2001) sebagai : Pembelajaran yang mempersiapkan situasi bagi anak untuk melakukan eksperimen sendiri; dalam arti luas ingin melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, ingin menggunakan simbol-simbol dan mencari jawaban atas pertanyaan sendiri, menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain, membandingkan apa yang ditemukan dengan yang ditemukan orang lain.

2.2.1. Hakekat Metode Inkuiri
Berdasarkan definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa inkuiri merupakan suatu proses yang ditempuh siswa untuk memecahkan masalah, merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Jadi, dalam metode inkuiri ini siswa terlibat secara mental maupun fisik untuk memecahkan suatu permasalahan yang diberikan guru. Dengan demikian, siswa akan terbiasa bersikap seperti para ilmuwan sains, yaitu teliti, tekun/ulet, objektif/jujur, kreatif, dan menghormati pendapat orang lain.Contoh ptk pkn sma word

2.2.2 Kelebihan dan Kekurangan Metode Inkuiri
Pengajaran berdasarkan inkuiri adalah suatu strategi yang berpusat pada siswa di mana kelompok-kelompok siswa dihadapkan pada suatu persoalan atau mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan di dalam suatu prosedur dan struktur kelompok yang digariskan secara jelas sehingga kelebihan metode inkuiri ini adalah siswa akan dilibatkan secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu penggunaan metode inkuiri pada pembelajaran PKn ini akan menimbulkan ketertarikan siswa pada materi,mengusir kebosanan dan menghilangkan monotonitas kelas yang biasanya didominasi oleh peran guru saja serta memicu tumbuhnya sikap siswa yang seperti para ilmuwan sains, yaitu teliti, tekun, ulet, objektif, jujur, kreatif, dan menghormati pendapat orang lain.

Sedangkan kekurangan metode Inkuiri ini adalah seperti yang dinyatakan oleh Roestiyah (1998) mengatakan bahwa inkuiri adalah suatu perluasan proses discovery yang digunakan dalam cara yang lebih dewasa(kompleks). Sebagai tambahan pada proses discovery (menemukan), inkuiri mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya merumuskan masalah, merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data sehingga apabila dalam penerapannya di Kelas XII IPA1 SMAN 1 ... Kabupaten ... semester satu tahun pelajaran 2014/2015 tidak disertai dengan persiapan yang matang akan menimbulkan kesulitan pada level siswa Kelas XII IPA1 SMAN 1 ... Kabupaten ... semester satu tahun pelajaran 2014/2015 tersebut.

2.3. Pengertian Hasil Belajar
Untuk mengetahui sejauh mana proses belajar mengajar mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, maka perlu diadakan tes hasil belajar. Menurut pendapat Winata Putra dan Rosita (1997; 191) tes hasil belajar adalah salah satu alat ukur yang paling banyak digunakan untuk menentukan keberhasilan seseorang dalam suatu proses belajar mengajar atau untuk menentukan keberhasilan suatu program pendidikan. Adapun dasar-dasar penyususan tes hasil belajar adalah sebagai berikut:
a) Tes hasil belajar harus dapat mengukur apa-apa yang dipelajari dalam proses pembelajaran sesuai dengan tujuan instruksional yang tercantum dalam kurikulum yang berlaku.
b) Tes hasil belajar disusun sedemikian sehingga benar-benar mewakili bahan yang telah dipelajari.
c) Bentuk pertanyaan tes hasil belajar hendaknya disesuaikan dengan aspek-aspek tingkat belajar yang diharapkan.
d) Tes hasil belajar hendaknya dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar.
A. Tabrani (1992;3) mengatakan bahwa :
belajar mengajar adalah suatu proses yang rumit karena tidak sekedar menyerap informasi dari guru, tetapi melibatkan berbagai kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan, terutama bila diinginkan hasil yang lebih baik .

2.3.1. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik setelah ia menerima pengalaman pembelajaran. Sejumlah pengalaman yang diperoleh peserta didik mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran karena akan memberikan sebuah informasi kepada guru tentang kemajuan peserta didi dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya melalui proses kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya setelah mendapat informasi tersebut guru dapat menyusun dan membina kegiatan-kegiatan peserta didik lebih lanjut baik untuk individu maupun kelompok belajar.

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Menurut Munadi (2008:24) antara lain meliputi faktor internal dan faktor eksternal:
2.3.1.1. Faktor Internal
2.3.1.1.1.Faktor Fisiologis. Secara umum kondisi fisiologis, seperti kesehatan yang prima, tidak dalam keadaan lelah dan capek, tidak dalam keadaan cacat jasmani dan sebagainya. Hal tersebut dapat mempengaruhi peserta didik dalam menerima materi pelajaran.
2.3.1.2.Faktor Psikologis. Setiap indivudu dalam hal ini peserta didik pada dasarnya memiliki kondisi psikologis yang berbeda-beda, tentunya hal ini turut mempengaruhi hasil belajarnya. Beberapa faktor psikologis meliputi intelegensi (IQ), perhatian, minat, bakat, motif, motivasi, kognitif dan daya nalar peserta didik.

2.3.2. Faktor Eksternal
2.1.7.2.1.Faktor Lingkungan. Faktor lingkungan dapat mempengurhi hasil belajar. Faktor lingkungan ini meliputi lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan alam misalnya suhu, kelembaban dan lain-lain. Belajar pada tengah hari di ruangan yang kurang akan sirkulasi udara akan sangat berpengaruh dan akan sangat berbeda pada pembelajaran pada pagi hari yang kondisinya masih segar dan dengan ruangan yang cukup untuk bernafas lega.
2.1.7.2.2.Faktor Instrumental. Faktor-faktor instrumental adalah faktor yang keberadaan dan penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana untuk tercapainya tujuan-tujuan belajar yang direncanakan. Faktor-faktor instrumental ini berupa kurikulum, sarana dan guru.

2.3.3. Hasil Belajar PKn
Berdasarkan uraian di atas peneliti berpendapat bahwa dalam mata pelajaran PKn, seorang siswa bukan saja menerima pelajaran berupa pengetahuan, tetapi pada diri siswa juga harus berkembang sikap, keterampilan dan nilai-nilai. Sesuai dengan Depdiknas (Sudrajat, 2005: 33) yang menyatakan bahwa tujuan PKn untuk setiap jenjang pendidikan yaitu mengembangkan kecerdasan warga negara yang diwujudkan melalui pemahaman, keterampilan sosial dan intelektual, serta berprestasi dalam memecahkan masalah.
Untuk mencapai tujuan PKn tersebut, maka guru berupaya melalui kualitas pembelajaran yang dikelolanya, upaya ini bisa dicapai jika siswa mau belajar. Dalam belajar inilah guru berusaha mengarahkan dan membentuk sikap serta perilaku siswa.

2.4. Kerangka Berpikir
Hasil belajar adalah segala kemampuan yang dapat dicapai siswa melalui proses belajar yang berupa pemahaman dan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi siswa dalam kehidupannya sehari-hari serta sikap dan cara berpikir kritis dan kreatif dalam rangka mewujudkan manusia yang berkualitas, bertanggung jawab bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara serta bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajara PKn berupa seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia, keragaman keyakinan (agama dan golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif, subsumatif dan sumatif), unjuk kerja (performance), penugasan (Proyek), hasil kerja (produk), portofolio, sikap serta penilaian diri.

Untuk meningkatkan hasil belajar PKn, dalam pembelajarannya harus menarik sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Diperlukan metode pembelajaran interaktif dimana guru lebih banyak memberikan peran kepada siswa sebagai subjek belajar, guru mengutamakan proses daripada hasil. Guru merancang proses belajar mengajar yang melibatkan siswa secara integratif dan komprehensif pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik sehingga tercapai hasil belajar. Download ptk pkn sma doc Agar hasil belajar PKn meningkat diperlukan situasi, cara dan strategi pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara aktif baik pikiran, pendengaran, penglihatan, dan psikomotor dalam proses belajar mengajar. Adapun pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara totalitas adalah pembelajaran dengan Pembelajaran berbasis Inkuiri. 

Pembelajaran dengan metode berbasis Inkuiri adalah suatu metode pembelajaran dimana sebelum proses belajar mengajar didalam kelas dimulai, siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan yang muncul, serta mendiskusikan permasalahan dan mencari pemecahan masalah dari permasalahan tersebut. Setelah itu, tugas guru adalah merangsang untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah yang ada serta mengarahkan siswa untuk bertanya, membuktikan asumsi, dan mendengarkan perspektif yang berbeda diantara mereka.

Dari uraian diatas dapat diduga bahwa pembelajaran dengan metode Inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa dibandingkan dengan pendekatan tradisional (metode ceramah).

2.5. Hipotesis Penelitian
Dengan demikian dapat diduga bahwa:
Pembelajaran dengan metode Inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PKn siswa Kelas XII IPA1 SMAN 1 ... semester satu tahun pelajaran 2014/2015.

LAPORAN PTK PKn SMA KELAS XII

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 ... Kabupaten ... semester satu tahun pelajaran 2014/2015, dari kota kecamatan berjarak kurang lebih 2 km. Adapun subyek penelitian adalah siswa kelas V SMAN 1 ... Kabupaten ... semester satu tahun pelajaran 2014/2015, sebanyak 43 siswa. Latar belakang orang tua wali murid sebagian pedagang, sebagian lagi wiraswasta, dan sebagian besar petani.

3.2. Rencana Tindakan
Penelitian dilaksanakan pada semester satu tahun pelajaran 2014/2015
1) Persiapan minggu IV dan V bulan Juli 2014
2) Pelaksanaan tindakan I Agustus minggu III tanggal 19 Agustus 2014
3) Pelaksanaan tindakan II Agustus minggu IV tanggal 26 Agustus 2014
4) Pengumpulan data akhir minggu ke V Agustus 2014
5) Pelaporan bulan September 2014 

3.3. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas dengan kegiatan berulang-ulang atau bersiklus, dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah itu dipecahkan. Dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), guru dapat meneliti sendiri terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara langsung, sehingga bila guru menemukan permasalahan dalam pembelajaran guru dapat merencanakan tindakan alternatif, kemudian dilaksanakan dan dievaluasi apakah tindakan alternatif tersebut dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Contoh ptk pkn sma pdf

Penelitian tindakan kelas lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja, sifatnya realistik dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi. Namun hasil penelitian dapat diterapkan oleh orang lain yang mempunyai konteks yang sama dengan peneliti. Dalam buku Pedoman Teknis Pelaksanaan Clasroom Action Research (CAR) atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK Depdiknas (2001:5) disebutkan penelitian bersiklus, tiap siklus terdiri dari:
a) Persiapan/perencanaan (Planning)
b) Tindakan/pelaksanaan (Acting)
c) Observasi (Observing)
d) Refleksi (Reflecting)

3.3.1. Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan penelitian terdiri dari 2 siklus yaitu :
1) Siklus I
a. Perencanaan (Planning)
Sebelum melakukan penelitian, peneliti mempersiapkan hal-hal sebagai berikut :
1. Mengidentifikasikan bahan pembelajaran
2. Menyusun RPP
3. Menyiapkan alat bantu pembelajaran
4. Menyiapkan lem bar tes
5. Menyiapkan lembar observasi.
b. Tindakan / pelaksanaan (Acting)

Dalam tahap ini merupakan tahap pelaksanaan apa yang telah tertuang dalam rencana pembelajaran dengan modifikasi pelaksanaan sesuai dengan situasi yang terjadi :
1. Tindakan Siklus 1
Pokok Bahasan : Peranan Pers 
Sub Pokok bahasan : Mendeskripsikan pengertian, fungsi dan peran serta perkembangan pers di Indonesia
Langkah-langkah tindakan:
- Tindakan pertama yang perlu dilakukan adalah mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan awal untuk membangkitkan motivasi belajar.
- Guru mengajak siswa untuk mengenang detik-detik proklamasi kemerdekaan
- Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa seputar tentang syarat berdirinya suatu bangsa
- Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok dan disetiap kelompok diberikan tugas simulasi untuk menjelaskan batas – batas NKRI
- Guru mempersilahkan setiap kelompok untuk maju dan menunjukkan batas batas NKRI di depan kelas menggunakan peta
- Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan hasil pembahasan materi dengan seksama dan tepat

Beberapa hal yang diharapkan dalam siklus ini adalah:
1. Siswa mengalami peningkatan minat belajar dan aktivitas di kelas selama guru melakukan kegiatan pembelajaran
2. Terdapat peningkatan konsentrasi belajar siswa sehingga aktivitas siswa menjadi terfokus dalam penyelesaian tugas-tugas yang diberikan oleh guru
3. Siswa memiliki kemauan dan keberanian untuk bertanya kepada siswa tentang kesulitan yang dialami pada saat menyelesaikan tugas yang diberikan
c. Observasi (Observing)

Dalam tahap observasi peneliti melakukan pengamatan selama kegiatan berlangsung, juga teman, guru yang diminta bantuan untuk ikut mengamati selama kegiatan proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi keaktifan siswa dan lembar observasi aktifitas guru.

d. Refleksi (Reflecting)
Tahap ini merupakan tahap menganalisa, mensintesa, hasil dari catatan selama kegiatan proses pembelajaran menggunakan instrumen lembar pengamatan, kuesioner, dan tes. Dalam refleksi melibatkan siswa, teman sejawat yang mengamati dan kepala sekolah. Untuk melakukan perencanaan pada siklus berikutnya, peneliti mengidentifikasi dan mengelompokkan masalah yang timbul pada pembelajaran siklus I.

2) Siklus II
a. Persiapan/ perencanaan (Planning)
Sebelum melaksanakan tindakan siklus II, peneliti melakukan perbaikan-perbaikan terkait dengan temuan-temuan pada siklus I
b. Tindakan/ pelaksanaan (Acting) 
Pokok Bahasan : Peranan Pers 
Sub Pokok bahasan : Mendeskripsikan pengertian, fungsi dan peran serta perkembangan pers di Indonesia

Harapan yang dimungkinkan muncul dalam siklus II ini adalah bahwa :
1. Guru dapat mengelola kelas dengan lebih baik dan lebih mampu memahami siswa
2. Siswa dapat meningkatkan kemampuan komunikasinya dan penguasaan konsep materi pembelajaran
3. Partisipasi siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan yang baik
c. Observasi (Observing)

Pada tahap observasi peneliti melakukan pengamatan selama kegiatan berlangsung, peneliti juga meminta bantuan teman guru untuk mengamati kegiatan proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi aktifitas guru dan lembar keaktifan siswa.
d. Refleksi (reflecting)
Dari hasil pengamatan pada siklus kedua dapat digunakan untuk melakukan refleksi apakah hasil ulangan siswa sudah memenuhi ketuntasan secara klasikal maupun individual.

3.3.2. Perangkat Penelitian
Dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas digunakan beberapa perangkat penelitian sebagai berikut :
a. Rencana Pembelajaran
Skenario pembelajaran dengan pokok bahasan Peranan Pers, tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran di dalam kelas, tentang bagaimana menerapakan metode inkuiri sehingga mampu meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran
b. Media Pembelajaran
Alat bantu pembelajaran yang digunakan oleh peneliti, dalam rangka mempermudah proses pembelajaran dengan metode inkuiri

3.3.3. Instrumen Penelitian
Dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan beberapa analisa, antara lain :
1. Lembar observasi
Kisi-Kisi Lembar Observasi

Lembar observasi guru digunakan untuk mengungkapkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran antara lain contoh lembar observasi seperti pada lampiran
2. Soal tes
Berupa tes hasil belajar berbentuk soal pilihan ganda dan uraian. Soal tes dikerjakan secara invidu oleh siswa. Tes digunakan untuk mendapatkan gambaran hasi belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran, tes diadakan setiap akhir siklus. Dar hasil tes pada siklus satu dan dua dapat ditarik kesimpulan ada tidaknya peningkatan has tes yang dilaksanakan. Data yang diperoleh dari hasil ulangan siswa digunakan untuk mengetahui hasil ketuntasan klasikal maupun individual.

2. Angket/ Kuisioner
Kisi-Kisi Angket
Jawablah pertanyaan berikur dengan jujur dengan memilih salah satu jawaban yang menurut kamu tepat.

Angket diberikan setelah proses pembelajaran berakhir pada akhir siklus Tujuannya untuk mengetahui respon siswa tentang kekurangan, kelebihan atau kendala yang ada serta saran siswa terhadap proses pembelajaran. Download ptk pkn sma kelas xii Contoh angket dapat dilihat dalam lampiran.

3.3.4. Tehnik Analisis Data
Dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas teknik analisis terhadap data yang telah dikumpulkan sebagai berikut :
1. Data Aktivitas Siswa
Data aktivitas siswa adalah data kegiatan siswa dalam proses pembelajaran selanjutnya diobservasi dengan mengkaitkannya dalam kategori;
Baik apabila tercatat > 10 tally
Sedang apabila tercatat > 8 tally
Rendah apabila tercatat > 6 tally

Indikator observasi ini meliputi; memperhatikan penjelasan guru, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan guru, mengerjakan soal ke papan tulis, dan menyelesaikan tugas mandiri. (Lebih lanjut dapat dilihat dalam lampiran form pengamatan)

2. Data Hasil Tes Belajar Siswa
Data hasil tes adalah data yang diperoleh oleh peneliti setelah melakukan tes formatif terhadap siswa setelah pembelajaran. Tes belajar siswa dilakukan selama 2 (dua) kali, pada setiap siklus yang dilakukan. Dari hasil tes pada siklus satu dan dua nantinya akan dibandingkan sehingga dapat ditarik kesimpulan ada tidaknya peningkatan hasil tes yang dilaksanakan. Data yang diperoleh dari hasil ulangan siswa digunakan untuk mengetahui hasil ketuntasan klasikal maupun individual. Ketuntasan individiual ditentukan dengan ketentuan:
Adapun rumusan yang digunakan di dalam ketuntasan belajar adalah sebagai berikut :
a). Ketuntasan secara individu
Rumus persentase :
Jumlah skor yang diperoleh x 100 % = Jumlah skor maksimal
b) Ketuntasan secara klasikal
Rumus persentase ketuntasan :
Jumlah siswa yang tuntas X 100 % = Jumlah seluruh siswa

Ketuntasan belajar individu dinyatakan tuntas apabila tingkat persentase ketuntasan minimal mencapai 65 %, sedangkan untuk tingkat klasikal minimal mencapai 85 % (Depdikbud, 1994, dalam Kustantini:10)

3. Angket
Data yang diperoleh melalui angket siswa dianalisis dengan menggunakan jumlah responden yang telah menjawab setiap pertanyaan angket. Kategori jawaban terbagi menjadi 3 (tiga) macam: ya, tidak dan cukup. Contoh ptk pkn sma word

CONTOH LENGKAP PTK PKN DENGAN METODE INKUIRI

DAFTAR PUSTAKA

Dahar, Ratna Wilis, 1988, Teori-Teori Belajar, Dirjen Pendidikan Tinggi Depdikbud, Jakarta.
Degeng, S Nyoman,1989,Taksonomi Variabel ,IKIP Malang, Malang.
Depdikbud, 2002, Pendekatan Kontekstual, Balai Pustaka, Jakarta
Dimyati Dkk, 2002, Belajar Dan Pembelajaran, PT. Rineka Cipta, Jakarta.
Mulyasa, 2003, Kurikulum Berbasis Kompetensi, PT Rosda Karya, Bandung
Suharsimi Arikunto, 2002, Prosedur Penelitian suatu pendekatan Praktek, PT. Rineka Cipta.Jakarta.
Undang-undang No. 20 tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional, www.depdiknas.go.id
Wahyudi, 2001, Tingkatan Pemahaman Siswa Pada Materi Pelajaran, Editorial Pendidikan Dan Kebudayaan Edisi 36, Depdiknas, Jakarta

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH LENGKAP JUDUL PTK PKn SMA TERBARU

Postingan terkait: