PTK TERBARU IPA KELAS 6 SD DISCOVERY

PTK TERBARU IPA KELAS 6 SD DISCOVERY-Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Download ptk sd kelas 6 pdf
Permasalahan yang di hadapi adalah siswa tidak berani menjawab pertanyaan dari guru pada awal pelajaran, siswa tidak berani bertanya, konsentrasi siswa dalam pembelajaran rendah, hanya siswa tertentu saja yang aktif dalam diskusi kelas dan siswa cenderung lupa pada pelajaran yang sudah diberikan. Hal itu disebabkan karena guru kurang kreatif, dalam kegiatan mengajar hanya berceramah saja tanpa disertai media apapun, metode kurang bervariasi serta kurang melibatkan siswa, mendominasi waktu dalam kegiatan belajar mengajar, membatasi kreatifitas siswa dan belum menggunakan metode yang menarik. Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu metode discovery untuk penemuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan metode discovery dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada materi perubahan benda dan sifatnya siswa kelas VI SD Negeri ....... Kecamatan .......Kabupaten ....... semester 1 tahun pelajaran 2011/2012?.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subyek penelitian siswa kelas VI SD Negeri ....... semester 1 tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 37 siswa. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan (planning), implementasi/tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Siklus I dilaksanakan pada minggu kedua bulan November 2011. Hasil belajar pada siklus I yang diperoleh dari tes yang dilaksanakan pada akhir pertemuan siklus I dengan ketuntasan klasikal 68%. Siklus II dilaksaanakan pada minggu ketiga bulan November 2011. Hasil belajar pada siklus II diperoleh dari tes yang dilaksanakan pada akhir pertemuan siklus II dengan ketuntasan klasikal 95%.
Saran yang dapat diambil dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini adalah dapat pengetahuan atau teori yang baru tentang pembelajaran IPA dengan penerapan metode discovery yang dapat meningkatkan hasil belajar IPA. Bagi guru pembelajaran menggunakan metode discovery dapat mengetahui segala kekurangan yang ada dalam dirinya dan dapat dipergunakan sebagai bahan koreksi dan perbaikan untuk proses pembelajaran berikutnya. Bagi siswa pembelajaran menggunakan metode discovery dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam melaksanakan pembelajaran IPA sehingga pemahaman konsep yang lebih baik sudah pasti akan meningkatkan hasil belajar IPA. Bagi sekolah dapat memberi masukan kepada guru tentang upaya peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran IPA melalui penerapan metode discovery.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPA SD yang diberi judul "



































PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN METODE DISCOVERY PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI ... KECAMATAN ... KABUPATEN ... 



SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 



2011/2012
". Disini akan di bahas lengkap.



PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPA KELAS 6 SD lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK 023 SD).

DOWNLOAD PTK IPA KELAS 6 METODE DISCOVERY

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Sistem pendidikan di Indonesia ternyata telah mengalami banyak perubahan. Perubahan-perubahan itu terjadi karena telah dilakukan berbagai usaha pembaharuan dalam pendidikan. Akibat pengaruh itu pendidikan semakin mengalami kemajuan.
Sejalan dengan kemajuan tersebut, maka dewasa ini pendidikan di sekolah-sekolah telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan itu terjadi karena terdorong adanya pembaharuan tersebut, sehingga di dalam pengajaranpun guru selalu ingin menemukan metode dan peralatan baru yang dapat memberikan semangat belajar bagi siswa. Bahkan secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pembaharuan dalam sistem pendidikan yang mencakup seluruh komponen yang ada. Download ptk ipa sd kelas 6 doc Pembangunan di bidang pendidikan barulah ada artinya apabila dalam pendidiakn dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sedang membangun.
Pada hakekatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar menganjar merupakan pemegang peran yang sangat penting. Guru bukan hanya sebagai penyampai materi saja, tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran. Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar, gurulah yang mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan.
Karena itu guru harus dapat membuat suatu pengajaran menjadi lebih efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akan membuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut.
Meningkatkan mutu pendidikan adalah menjadi tanggung jawab semua pihak yang terlibat dalam pendidikan terutama bagi guru SD yang merupakan ujung tombak dalam pendidikan dasar. Guru SD adalah orang yang paling berperan dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas yang dapat bersaing di jaman pesatnya perkembangan teknologi. Guru SD dalam setiap pembelajaran selalu menggunakan pendekatan, strategi dan metode pembelajaran yang dapat memudahkan siswa memahami materi yang diajarkannya.
Peningkatkan mutu pendidikan perlu ditunjang adanya pembaharuan di bidang pendidikan. Salah satu caranya adalah melalui peningkatan kualitas pembelajaran yaitu dengan pembaharuan pendekatan atau peningkatan relevansi metode dan media pembelajaran. Media dan metode mengajar dikatakan relevan jika dalam prosesnya mampu mengantarkan siswa mencapai tujuan pendidikan melalui pembelajaran namun dalam kenyataannya masih banyak guru yang mengajar hanya menggunakan satu metode saja, misalnya metode ceramah.
Menurut beberapa siswa SD Negeri ....... Kecamatan ......., mereka beranggapan bahwa IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang membosankan, tidak menarik. Penyebab yang membuat mereka kurang tertarik dengan mata pelajaran IPA adalah mereka harus duduk dan mendengarkan materi pelajaran yang disampaikan guru. Menurut pengakuan mereka, meski telah mendapatkan penjelasan panjang lebar dari guru, mereka tetap saja kurang dapat memahami materi yang telah disampaikan karena guru hanya menjelaskan konsep-konsep tanpa disertai dengan penemuan yang dapat membantu mereka memahami konsep-konsep tersebut. Sehingga mereka beranggapan pelajaran IPA sangat membosankan.

Dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar, siswa mestinya dibimbing oleh guru untuk aktif menemukan sesuatu yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Siswa ketika dibimbing menemukan konsep sebaiknya diawali dengan pemberian sesuatu masalah sehingga temuan siswa dapat dijadikan sebagai bentuk kegiatan menguasai materi pembelajaran. Kegiatan penemuan menjadi ciri pembelajaran IPA yang mengembangkan keterampilan proses.
Berdasarkan pengalaman guru ketika mengajar IPA di kelas VI SD Negeri ....... Kecamatan ....... ditemukan fakta bahwa sebagian besar siswa walaupun telah dilakukan pembelajaran oleh guru namun belum menunjukkan peningkatan prestasi belajar. Siswa masih bergantung pada informasi untuk menyelesaikan masalah dari guru ketika siswa mengerjakan LKS yang berisi pertanyaan. Jawaban yang diberikan masih sepenuhnya melihat buku atau dari informasi guru. Keadaan pembelajaran seperti ini, ternyata diduga sebagai faktor penyebab rendahnya prestasi hasil belajar siswa SD Negeri .......Kecamatan ....... Kabupaten ....... . Hal ini dapat dilihat dari uraian pada tabel berikut ini
Tabel 1.1
Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VI SD Negeri ....... pada Kondisi Awal Tahun Pelajaran : 2011/2012
KKM IPA : 66

Setelah dilakukan diskusi dengan teman sejawat untuk mengidentifikasi penyebab masalah dan hasil belajar siswa, ditemukan bahwa ada tiga faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar, yaitu :
1) Siswa kurang memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat kepada orang lain.
2) Siswa kurang percaya diri untuk melakukan suatu percobaan.
3) Siswa belum terbiasa memanfaatkan barang-barang yang ada di lingkungan untuk kegiatan penemuan dalam pembelajaran dan hanya tergantung pada informasi dari guru saja.
Rendahnya partisipasi siswa dalam pembelajaran IPA terlihat dari tidak adanya semangat dalam mengikuti pelajaran, rendahnya aktifitas siswa dalam proses belajar, kurangnya antusias siswa dalam mengikuti pelajaran IPA dan nilai rata-rata yang rendah yang diperoleh siswa setelah diadakan evaluasi. Sehingga hasil yang diharapkan oleh guru setelah selesai proses pembelajaran IPA tidak dapat tercapai. Sebagian besar siswa tidak aktif karena kegiatan pembelajaran belum mengoptimalkan kegiatan siswa dalam menemukan konsep. Oleh karena itu siswa masih sangat bergantung pada informasi guru dalam pembelajaran. Contoh ptk ipa sd kelas 6 
Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran, yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery) untuk mengungkapkan apakah dengan model penemuan (discovery) dapat meningkatkan prestasi belajar IPA. Penulis memilih metode pembelajaran ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan, mencari, mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa lebih aktif dalam memecahkan untuk menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu sehingga prestasi siswa meningkat.

1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasi masalah yang menyebabkan rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas 6 SD Negeri ........ Permasalahan tersebut antara lain: siswa tidak berani menjawab pertanyaan dari guru pada awal pelajaran, Siswa masih bergantung pada informasi untuk menyelesaikan masalah dari guru ketika siswa mengerjakan LKS yang berisi pertanyaan. Jawaban yang diberikan masih sepenuhnya melihat buku atau dari informasi guru. Keadaan pembelajaran seperti ini, ternyata diduga sebagai faktor penyebab rendahnya hasil belajar, karena dari 37 siswa,yang tuntas hanya sebanyak 15 siswa.
Rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas 6 juga disebabkan oleh guru kelas 6 SD Negeri ....... dalam kegiatan mengajar kurang memberikan permasalahan kepada anak untuk dapat mengembangkan pikirannya tetapi guru hanya berceramah saja tanpa disertai pemberian masalah, metode kurang bervariasi serta kurang melibatkan siswa, mendominasi waktu dalam kegiatan belajar mengajar, membatasi kreatifitas siswa untuk dapat menemukan sesuatu. Rendahnya nilai rata-rata hasil belajar IPA menghambat tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Dengan adanya permasalahan tersebut peneliti berusaha memberikan alternatif tindakan yaitu menggunakan penerapan metode discovery agar mampu meningkatkan hasil belajar IPA pada materi perubahan benda dan sifat benda siswa kelas 6 SD Negeri ....... Semester 1 Tahun Pelajaran 2011 / 2012.

1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:
Apakah penerapan metode discovery dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada materi perubahan benda dan sifat benda siswa kelas VI SD Negeri ....... Kecamatan ....... Kabupaten ....... Semester I Tahun pelajaran 2011/2012?

1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui Peningkatan Hasil Belajar IPA khususnya materi perubahan benda dan sifat benda melalui penerapan metode Discovery pada Siswa Kelas VI SD Negeri ....... Semester I Tahun Pelajaran 2011 / 2012. Peningkatan hasil belajar terjadi bila ketuntasan hasil prestasi yang dicapai oleh siswa diatas 75 %.

1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat dari Penelitian ini antara lain:
a. Manfaat teoritis
Mendapat pengetahuan atau teori yang baru tentang pembelajaran IPA dengan penerapan metode discovery. Hasil penelitian ini sebagai dasar untuk melakukan dan mengembangkan penelitian selanjutnya.
b. Manfaat Praktis
(1) Siswa, memiliki partisipasi dalam proses pembelajaran IPA.
(2) Guru dapat memberikan nuansa lain dalam proses pembelajaran,dan dapat meningkatkan hasil prestasi siswa terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
(3) Sekolah dapat digunakan untuk memotifikasi guru agar mengembangkan berbagai macam model pembelajaran.

CONTOH LENGKAP PTK IPA KELAS 6 TERBARU

BAB II
KAJIAN PUSTAKA


2.1 Kajian Teori
2.1.1 Hakikat Belajar dan Pembelajaran
Belajar diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya. Hal ini sesuai dengan yang diutarakan Burton bahwa seseorang setelah mengalami proses belajar akan mengalami perubahan tingkah laku, baik aspek pengetahuannya, keterampilannya, maupun aspek sikapnya. Misalnya dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mengerti menjadi mengerti. (dalam Usman, 2000: 5).
Slameto (2003:2) mendevinisikan “belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.
Dalam Pasal 1 butir 20 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas, yakni pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dalam konsep tersebut terkandung 5 konsep, yakni interaksi, peserta didik, pendidik, sumber belajar dan lingkungan belajar. Download ptk sd kelas 6 pdf 
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik dengan pendidik untuk mengembangkan kemampuan, kecerdasan yang dilakukan dalam proses belajar.
2.1.2 Metode Pembelajaran Discovery
Menurut Sund (Roestiyah, 2001:20) discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip. Yang dimaksud dengan proses mental antara lain: mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan dan sebagainya. Suatu konsep misalnya: panas, magnet, gaya, cahaya, dan sebagainya, sedangkan yang dimaksud prinsip antara lain: magnet dapat menarik benda, penggunaan magnet dalam kehidupan sehari-hari, maupun membuat magnet.
Discovery Learning ialah suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri, agar anak dapat belajar sendiri.
Metode discovery menurut Mulyasa (2006:110) merupakan metode yang lebih menekankan pada pengalaman langsung.

Metode Discovery menurut Roestiyah (2001:20) adalah metode mengajar mempergunakan teknik penemuan. Metode discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. Proses mental tersebut misalnya mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi. Menurut saya dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode discovery ialah suatu pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan berdiskusi, membaca sendiri, melihat sendiri dan mencoba sendiri, agar anak dapat menemukan sendiri.
2.1.3 Pentingnya metode discovery
Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan prestasi siswa dalam proses belajar mengajar. Maka teknik ini memiliki keuntungan sebagai berikut:
a. Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan, serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa.
b. Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa dan dapat membangkitkan kegairahan belajar siswa.
c. Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kernampuannya masing-masing.
d. Mampu mengarahkan cara siswa belajar, sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat.
e. Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri.
f. Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru. Guru hanya sebagai temanbelajar saja, membantu bila diperlukan.

Dengan demikian metode discovery sangatlah penting dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar dalam mewujudkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 
2.1.4 Penerapan Metode Discovery dalam Pembelajaran
Menurut Soli.A(2008:7.12) pembelajaran dengan menggunakan  metode discovery penemuan dapat ditempuh dengan langkah-langkah kegiatan:
1) Kegiatan Persiapan
a) Mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa (need assessment).
b) Merumuskan tujuan pembelajaran.
c) Menyiapkan problem (materi pelajaran) yang akan dipecahkan. Problem itu dinyatakan dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan. Problem tentang konsep atau prinsip yang akan ditemukan itu perlu ditulis dengan jelas.
d) Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2) Kegiatan Pelaksanaan Penemuan

(1) Kegiatan Pembukaan
a) Melakukan apersepsi, yaitu mengajukan pertanyaan mengenai materi pelajaran yang telah diajarkan.
b) Memotivasi siswa dengan cerita pendek yang ada kaitannya dengan materi yang diajarkan.
c) Mengemukakan tujuan pembelajaran dan kegiatan/tugas yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran itu.

(2) Kegiatan Inti
a) Mengemukakan problema yang akan dicari jawabannya melalui kegiatan penemuan.
b) Diskusi pengarahan tentang cara pelaksanaan penemuan/pemecahan problema yang telah ditetapkan.
c) Pelaksanaan penemuan berupa kegiatan penyelidikan/percobaan untuk menemukan konsep atau prinsip yang telah ditetapkan.
d) Membantu siswa dengan informasi atau data, jika diperlukan siswa.
e) Membantu siswa melakukan analisis data hasil temuan, jika diperlukan.
f) Merangsang terjadinya interaksi antar siswa dengan siswa.
g) Memuji siswa yang giat dalam melaksanakan penemuan.
h) Memberi kesempatan siswa melaporkan hasil penemuannya. 

(3) Kegiatan Penutup
(1) Meminta siswa membuat rangkuman hasil-hasil penemuannya.
(2) Melakukan evaluasi hasil dan proses penemuan.
(3) Melakukan tindak lanjut, yaitu meminta siswa melakukan penemuan ulang jika ia belum menguasai materi, dan meminta siswa mengerjakan tugas pengayaan bagi siswa yang telah melakukan penemuan dengan baik.

Metode discovery yang dapat dilakukan oleh guru untuk penemuan pada pelajaran IPA dalam penelitian ini, dilakukan dengan langkah-langkah kegiatan sebagai berkut:
1) Kegiatan Pra Pembelajaran
a) Melakukan apersepsi, yaitu mengajukan pertanyaan mengenai materi yang dibahas.
b) Memotivasi siswa dengan cerita pendek yang ada kaitannya dengan materi yang diajarkan.
c) Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan/tugas yang dilakukan.
d) Menjelaskan meteri pelajaran.
e) Mengemukakan masalah yang akan dicari jawabannya melalui kegiatan penemuan dalam bentuk lembar tugas.
f) Diskusi pengarahan tentang cara pelaksanaan penemuan/pemecahan masalah melalui lembar tugas.
g) Membagikan lembar tugas siswa.
h) Menunjukkan dan mengenalkan alat peraga yang akan diamati.
i) Menyuruh siswa untuk mengamati alat peraga yang sudah ditentukan yang diberi perlakuan.
j) Menyuruh siswa menghimpun informasi atau data dari hasil pengamatannya.
k) Membantu siswa melakukan analisis data hasil temuan.
l) Memuji siswa yang giat dalam melaksanakan penemuan.
m) Menyuruh siswa melaporkan hasil temuannya.
n) Meminta siswa membuat rangkuman hasil-hasil penemuannya.
o) Melakukan evaluasi.
p) Melakukan tindak lanjut, yaitu meminta siswa melakukan penemuan ulang jika ia belum menguasai materi, dan meminta siswa mengerjakan tugas pengayaan bagi siswa yang telah melakukan penemuan dengan baik.

Langkah-langkah kegiatan penerapan metode discovery dengan menggunakan metode penemuan diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar IPA pada materi Perubahan Benda dan Sifat Benda Serta Kegunaanya pada siswa kelas VI SD Negeri ....... Kecamatan ....... Kabupaten ........
IPA didefiniksan sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara alam. Perkembangan IPA tidak hanya ditandai dengan adanya fakta, tetapi juga oleh adanya metode ilmiah secara rinci hakikat IPA menurut Bridgman (dalam Lestari, 2002: 7) adalah sebagai berikut:
1. Kualitas; pada dasarnya konsep-konsep IPA selalu dapat dinyatakan dalam bentuk angka-angka.
2. Observasi dan Eksperimen; merupakan salah satu cara untuk dapat memahami konsep-konsep IPA secara tepat dan dapat diuji kebenarannya.
3. Ramalan (prediksi); merupakan salah satu asumsi penting dalam IPA bahwa misteri alam raya ini dapat dipahami dan memiliki keteraturan. Dengan asumsi tersebut lewat pengukuran yang teliti maka berbagai peristiwa alam yang akan terjadi dapat diprediksikan secara tepat. Contoh ptk ipa sd lengkap 
4. Progresif dan komunikatif; artinya IPA itu selalu berkembang ke arah yang lebih sempurna .
5. Universalitas,kebenaran penemuan-penemuan yang ada merupakan kelanjutan dari penemuan sebelumnya.yang ditemukan senantiasa berlaku secara umum.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA merupakan bagian dari IPA, dimana konsep-konsepnya diperoleh melalui suatu proses dengan menggunakan metode ilmiah dan diawali dengan sikap ilmiah kemudian diperoleh hasil (produk).
2.1.6 Perubahan Benda dan Sifat Benda Serta Kegunaanya
Penelitian ini mengambil mata pelajaran IPA pada materi pokok Perubahan Benda dan Sifat Benda serta Kegunaanya dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa bentuk perubahan benda antara lain pelapukan, perkaratan, dan pembusukan. Pelapukan ada 2 macam yaitu :
a. Pelapukan biologi
b. Pelapukan kimia
Perkaratan terjadi karena adanya interaksi senyawa logam, air dan udara. Pembusukan terjadi karena adanya pertumbuhan dan aktivitas jamur atau bakteri. Logam bersifat keras dan kuat tidak tembus air, pada umumnya sulit di bentuk. Kayu bersifat keras,karet dan plastik bersifat lentur dan tidak tembus air benda –benda tersebut dapat berfungsi dengan baik jika ada kesesuaian antara bahan pembuat benda dan tujuan pembuatan benda.
2.1.7 Hasil Belajar
Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Menurut Iskandar (2001 : 12) hasil belajar IPA berupa fakta-fakta, hukum-hukum, prinsip-prinsip klasifikasi dan struktur. Hasil IPA penting bagi kemajuan hidup manusia,cara kerja memperoleh itu di sebut proses IPA dalam proses IPA terkandung cara kerja, sikap dan cara berpikir. Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan megadakan penilaian tes hasil belajar. Penilaian diadakan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Sejalan dengan prestasi belajar, maka dapt diartikan bahwa prestasi belajar IPA adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar IPA.

2.2 Kajian yang Relevan
Banyak penelitian yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menerapkan metode discovery dalam pembelajaran akan tetapi berbeda dengan penelitian yang penulis lakukan ini. Seperti penelitian yang dilakukan diantaranya oleh:
Yuana F.(2008:42) Menyimpulkan bahwa hasil penelitian dengan menerapkan metode discovery dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA di kelas IV. Dalam penelitiannya siswa terlibat aktif untuk melihat, mengamati, dan menganalisis proses terjadinya baik dalam menangani masalah atau mengemukakan pendapatnya atas inisiatif sendiri dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar sendiri serta bersifat terbuka diharapkan nantinya akan tertanam konsep yang lebih mantap dalam diri siswa. Download ptk ipa sd kelas 6 doc 
Penelitian dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA ini menggunakan perubahan benda akibat pelapukan,pembusukan dan perkaratan dalam penerapan metode discovery berporos pada terselenggaranya kegiatan belajar mengajar. Sesuai dengan materi yang dibahas yaitu perubahan benda dan sifat benda. Dalam penerapan metode discovery ini melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan berdiskusi, membaca sendiri, melihat sendiri dan mencoba sendiri, agar anak dapat belajar sendiri. Sehingga diharapkan hasil belajar siswa kelas VI pada pelajaran IPA dapat meningkat dengan baik dibandingkan dengan pembelajaran sebelum menggunakan metode discovery.

2.3 Kerangka Pikir
Keberhasilan proses pembelajaran itu harus di dukung dengan metode yang tepat sesuai mata pelajaran, materi dan kondisi siswa secara keseluruhan, selain didukung oleh kemampuan siswa itu sendiri. Berdasarkan teori menurut Roestiyah (2001:20) adalah metode mengajar mempergunakan teknik penemuan. Metode discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. Proses mental tersebut misal nya mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi.
Penerapan metode discovery mempunyai tujuan agar siswa terangsang oleh tugas, dan aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan masalah. Mencari sumber sendiri, dan mereka belajar bersama dalam kelompoknya. Diharapkan siswa juga mampu mengemukakan pendapatnya dan merumuskan kesimpulan nantinya. Juga mereka diharapkan dapat berdebat, menyanggah dan mempertahankan pendapatnya. Sehingga hasil belajar dan prestasi siswa akan meningkat. Pembelajaran dengan metode discovery yang dilakukan ini lebih menekankan pada pengalaman langsung diduga hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri ....... Kecamatan ....... Kabupaten ....... meningkat.

2.4 Hipotesis Tindakan
Berdasarkan uraian dari kerangka teoritis diatas maka dapat diturunkan hipotesis
tindakan antara lain sebagai berikut :
Penerapan pembelajaran dengan metode discovery diduga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VI di SD Negeri ....... Kecamatan ....... Kabupaten ....... Semester I Tahun pelajaran 2011/2012.

CONTOH PROPOSAL PTK IPA SD KELAS 6 LENGKAP

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Setting dan Karekteristik Subjek Penelitian
a) Tempat Peneltian
Penelitian ini akan dilakukan di kelas VI SD Negeri 1 ....... yang beralamat di Desa ....... Kecamatan ....... Kabupaten ........
b) Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Jangka waktu penelitian ini 3 bulan yaitu bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2011.
Tabel 3.1
Agenda Pelaksanaan PTK

c) Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 1 ....... Kecamatan ....... Kabupaten ....... yang berjumlah 37 siswa dengan 15 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan.

3.2 Variabel yang Akan Diteliti
Variabel merupakan segala sesuatu yang akan menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 2002: 96). Jadi, variabel penelitian merupakan suatu yang menjadi objek pengamatan dalam penelitian.
1. Jenis Variabel
Ada dua variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel bebas atau independen dan variabel terikat atau dependen. Variabel tersebut adalah sebagai berikut:
a) Variabel independen/ bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen. Variabel independen/ variabel bebasnya adalah penerapan metode discovery (X).
b) Variabel dependen/ terikat adalah merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel terikat/ variabel dependennya dalam penelitian ini adalah prestasi hasil belajar IPA siswa kelas VI (Y).
2. Hubungan antar Variabel
Variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar. 3.1
Hubungan antar variabel
Variabel X mempengaruhi variabel Y. Penerapan metode discoveri sebagai variabel bebas (X) mempengaruhi prestasi hasil belajar IPA siswa kelas VI (Y). 3. Difinisi Operasional Variabel
a) Metode Discovery
Metode discovery adalah suatu pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan berdiskusi, membaca sendiri, melihat sendiri dan mencoba sendiri, agar anak dapat belajar sendiri. Metode discovery dalam konteks Proses Belajar Mengajar yang dapat dijalankan oleh guru dalam penelitian ini adalah:
1. Melakukan apersepsi yaitu mengajukan pertanyaan mengenai materi yang dibahas.
2. Memotivasi siswa dengan cerita pendek yang ada kaitannya dengan materi yang diajarkan. Download ptk sd kelas 6 pdf 
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan tugas yang dilakukan.
4. Menjelaskan materi pelajaran.
5. Mengemukakan masalah yang akan dicari jawabannya melalui kegiatan penemuan dalam bentuk lembar tugas
6. Diskusi pengarahan tentang cara pelaksanaan penemuan/pemecahan masalah melalui lembar tugas.
7. Membagikan lembar tugas siswa.
8. Menunjukkan dan mengenalkan benda-benda yang akan di amati.
9. Menyuruh siswa untuk mengamati benda yang sudah di tentukan yang di beri perlakuan.
10. Menyuruh siswa menghimpun informasi atau data dari hasil pengamatannya.
11. Membantu siswa melakukan analisis data hasil temuan.
12. Memuji siswa yang giat melaksanakan penemuan.
13. Menyuruh siswa melaporkan hasil temuannya.
14. Meminta siswa membuat rangkuman hasil-hasil penemuannya.
15. Melakukan evaluasi.
16. Melakukan tindak lanjut yaitu meminta siswa melakukan penemuan ulang jika ia belum menguasai materi,dan meminta siswa melakukan tugas pengayaan bagi siswa yang telah melakukan penemuan dengan baik. 
b) Hasil Belajar IPA
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi. Indikator yang diteliti adalah hasil belajar IPA siswa kelas VI SD Negeri ......., yaitu
(1) Mengidentifikasi perubahan perubahan benda melalui pengamatan
(2) Menafsirkan perubahan benda berdasarkan hasil pengamatan
(3) Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan benda
(4) Menjelaskan benda dan sifatnya serta kegunaanya dalam kehidupan sehari - hari.

3.3 Prosedur Penelitian
Prosedur tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus dan direncanakan akan dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Perincian langkah-langkah penelitian ini adalah :
Siklus I
1) Perencanaan (planing)
a) Menyusun rencana pembelajaran dengan pendekatan discovery dan memberikan masalah sebagai objek atau sumber masalahnya pada pokok bahasan Perubahan benda .
b) Media yang digunakan yaitu benda-benda dari bahan yang dapat mengalami perubahan.
c) Lembar tugas dan Test akhir tiap siklus dengan materi sifat benda dan perubahan benda.
d) Lembar obeservasi kegiatan belajar mengajar guru dan siswa dalam pembelajaran menggunakan metode discovery.
2) Tindakan
Penelitian ini setiap siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan yaitu pertemuan ke satu dan kedua penyampaian materi serta evaluasi sedangkan pertemuan ke tiga remidi dan pengayaan. Dalam setiap kali pertemuan, siklus 1 akan dilaksanakan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut:
a) Melakukan apersepsi, yaitu mengajukan pertanyaan mengenai materi pelajaran perubahan benda.
b) Memotivasi siswa dengan cerita pendek yang ada kaitannya dengan materi yang diajarkan.
c) Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan/tugas yang dilakukan.
d) Menjelaskan materi pelajaran tentang perubahan benda.
e) Mengemukakan masalah yang akan dicari jawabannya melalui kegiatan penemuan dalam bentuk lembar tugas.
f) Diskusi pengarahan tentang cara pelaksanaan penemuan/pemecahan masalah melalui lembar tugas.
g) Membagikan lembar tugas siswa.
h) Menunjukkan dan mengenalkan yang akan diamati.
i) Menyuruh siswa untuk mengamati benda-benda yang sudah ditentukan yang diberi perlakuan.
j) Menyuruh siswa menghimpun informasi atau data dari hasil pengamatannya.
k) Membantu siswa melakukan analisis data hasil temuan.
l) Memuji siswa yang giat dalam melaksanakan penemuan.
m) Menyuruh siswa melaporkan hasil temuannya.
n) Meminta siswa membuat rangkuman hasil-hasil penemuannya.
o) Melakukan evaluasi.
p) Melakukan tindak lanjut, yaitu meminta siswa melakukan penemuan ulang jika ia belum menguasai materi, dan meminta siswa mengerjakan tugas pengayaan bagi siswa yang telah melakukan penemuan dengan baik.
3) Observasi (observastion)
Observasi pada siklus I diamati I observer. Observasi pada penelitian ini dilakukan terhadap kegiatan belajar mengajar dengan penerapan metode discovery yang dilakukan peneliti. Kegiatan pembelajaran diamati dengan teliti untuk mengetahui semua kekurangan dan kelebihan pembelajaran yang dilakukan.
4) Refleksi (reflektion)
Refleksi merupakan analisis hasil observasi dan hasil tes. Refleksi pada siklus I dilaksanakan segera setelah tahap implementasi/ tindakan dan observasi selesai. Semua data yang diperoleh akan dipaparkan baik data hasil evaluasi siswa maupun hasil observasi pembelajaran yang dilakukan guru. Download ptk ipa sd kelas 6 doc Hasil refleksi dari siklus I digunakan sebagai dasar untuk perbaikan dan merencanakan tindakan pada siklus berikutnya apabila peneliti merasa belum adanya peningkatan seperti yang diharapkan.

1) Perencanaan (Planning)
a) Menyusun rencana pembelajaran sifat benda dan kegunaanya sesuai dengan pokok bahasan sebagai sumber masalahnya.
b) Menyiapkan media yaitu benda-benda dari kayu, logam ,plastik dan karet .
c) Menyiapkan lembar oberservasi guru dan siswa untuk mengamati kegiatan situasi dan kondisi selama proses belajar mengajar metode discovery berlangsung.
d) Membuat lembar tugas siswa.
e) Menyiapkan evaluasi dengan pokok bahasan sifat-sifat benda dan kegunaanya.
2) Tindakan
Tindakan siklus 2 dilaksanakan 3 kali pertemuan yaitu pertemuan ke satu dan kedua peyampaian meteri serta evaluasi sedangkan pertemuan ke tiga pemberian remidi dan pengayaan dengan pokok bahasan sifat-sifat benda dan kegunaanya dengan langkah¬langkah sebagai berikut:
a) Melakukan apersepsi, yaitu mengajukan pertanyaan mengenai materi pelajaran yang akan diajarkan.
b) Memotivasi siswa dengan cerita pendek yang ada kaitannya dengan materi yang diajarkan.
c) Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan/tugas yang dilakukan.
d) Menjelaskan meteri pelajaran tentang sifat-sifat benda dan kegunaanya.
e) Mengemukakan masalah yang akan dicari jawabannya melalui kegiatan penemuan dalam bentuk lembar tugas.
f) Diskusi pengarahan tentang cara pelaksanaan penemuan/pemecahan masalah tentang sifat-sifat benda dan kegunaanya .
g) Membagikan lembar tugas siswa.
h) Menunjukkan dan mengenalkan benda-benda yang akan diamati.
i) Menyuruh siswa untuk mengamati benda-benda yang sudah ditentukan.
j) Menyuruh siswa menghimpun informasi atau data dari hasil pengamatannya.
k) Membantu siswa melakukan analisis data hasil temuan.
l) Memuji siswa yang giat dalam melaksanakan penemuan.
m) Menyuruh siswa melaporkan hasil temuannya.
n) Meminta siswa membuat rangkuman hasil-hasil penemuannya.
o) Melakukan evaluasi.
p) Melakukan tindak lanjut, yaitu meminta siswa melakukan penemuan ulang jika ia belum menguasai materi, dan meminta siswa mengerjakan tugas pengayaan bagi siswa yang telah melakukan penemuan dengan baik.

3) Observasi (observation)
Observasi pada siklus 2 diamati 1 observer. Observasi pada penelitian ini dilakukan terhadap kegiatan belajar mengajar dengan penerapan metode discovery yang dilakukan peneliti. Untuk mengetahui lebih jelas kekurangan dan kelebihannya maka pembelajaran yang dilakukan peneliti diamati oleh observer dengan penuh perhatian dan ketelitian.
4) Refleksi (reflektion)
Refleksi merupakan analisis hasil observasi dan hasil tes. Refleksi pada siklus 2 dilaksanakan segera setelah tahap implementasi/ tindakan dan observasi selesai. Semua data yang diperoleh akan dipaparkan baik data hasil evaluasi siswa maupun hasil observasi pembelajaran yang dilakukan guru. Hasil refleksi dari siklus 2 ini diharapkan dapat memenuhi indikator penelitian yang telah ditetapkan, ketuntasan hasil belajar IPA siswa kelas VI SD Negeri 1 ....... dapat meningkat.

3.4 Data dan Cara Pengumpulannya
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian untuk mengetahui peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 1 ....... dalam mata pelajaran IPA setelah memperoleh tindakan, adalah:
1) Observasi
Dalam menggunakan teknik observasi cara yang paling efektif adalah melengkapi dengan format atau blangko pengamat sebagai instrument.
Format yang sesuai item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi, Arikunto, (2002: 156). Teknik ini digunakan untuk mengetahui proses pembelajaran yang dilakukan peneliti dengan menerapkan metode discovery dalam pembelajaran.
2) Tes Tertulis
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto, 2002: 198).
3) Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini terdiri dari tes tertulis dan lember observasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa kelas VI SD Negeri 1 ....... pada pelajaran IPA setelah menerapkan metode discovery dalam pembelajaran. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menyusun Instrumen penelitian. Langkah-langkah yang ditempuh dalam penyusunan instrumen dilakukan dalam beberapa tahap, baik dalam pembuatan maupun uji coba.
a. Tes tertulis (Evaluasi)
Tes digunakan untuk mengukur keberhasilan pembelajaran dengan menerapkan metode discovery dalam pembelajaran IPA Kelas VI SD Negeri 1 ....... melalui ketuntasan hasil belajarnya. Tes diberikan pada akhir putaran setiap siklus. Adapun kisi-kisi soal dapat dilihat pada tebel. 3.1 di bawah ini:

Tabel.3.1
Kisi-kisi pengembangan instrumen penilaian pada pelajaran IPA

b. Lembar Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Observasi dilakukan dengan observasi partisipan yaitu suatu proses pengamatan yang dilakukan oleh observer dengan ikut mengambil bagian dalam domain objek yang diamati. Data yang ingin diperoleh dari kegiatan observasi dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode discovery dengan menggunakan tumbuhan hidup sebagai objek dalam pembelajaran serta perkembangan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajarnya. Untuk mendapatkan data observasi yang valid digunakan angket sebagai trianggulasi. Adapun kisi-kisi observasi tersebut dapat dilihat pada tabel. 3.2 dibawah ini:
Tabel. 3.2
Kisi-kisi pengembangan intrumen penerapan metode discovery dalam pembelajaran

5)` Teknik Pengolahan Data Metode pengolahan data pada penelitian ini adalah dengan cara membandingkan hasil belajar siswa sebelum tindakan dengan hasil belajar siswa setelah tindakan. Data yang diperoleh dihitung dengan cara sebagai berikut:
a. Data hasil tes Penilaian hasil belajar siswa dapat dicari dengan rumus di bawah ini:
(Depdiknas 2003)
= Baik sekali
= Baik
= Cukup Baik
= Kurang
= Sangat Kurang



Data hasil observasi
Data hasil observasi di gunakan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran dengan menerapkan metode discoveri yang dilakukan guru. Download ptk sd kelas 6 pdf 

3.5 Indikator Kinerja
Indikator keberhasilan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah dengan menerapkan metode discovery dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pemahaman materi pembelajaran IPA sehingga ketuntasan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 1 ....... dapat meningkat.
Sebagai tolok ukur keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat dari: meningkatnya hasil belajar siswa pada pelajaran IPA dengan ketuntasan klasikal 75% dari jumlah siswa dengan rata-rata hasil belajarnya 72.

3.6 Analisis Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif komparatif untuk data kuantitatif. Data yang diperoleh akan dianalisis dalam bentuk kata atau penjelasan yaitu data deskriptif kualitatif dan dalam bentuk angka yaitu data kuantitatif. Data deskriptif kualitatif diperoleh dari hasil observasi terhadap pembelajaran dengan penerapan metode discovery yang dilakukan oleh guru dan anak, sedangkan untuk keperluan data kuantitatif diperoleh dari hasil tes anak.

PTK IPA SD KELAS 6 TERBARU

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:Rineksa Cipta.
Depdiknas. 2003. Pedoman Khusus Pengembangan Sialabus dan Penilaian. Jakarta: Depdiknas
Iskandar.2001 :1 2.Pendidikan IPA. Bandung: CV MAULANA
Lestari. 2002:7. Pen garuh Strategi Pembelajaran Penemuan Terbimbing melalui Diskusi
terhapad Peningkatan Pola Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa untuk Pokok Bahasan
Dinamika Gerak Lurus. Skripsi yang tidak dipublikasikan. Universitas Negeri
Surabaya.
Mulyasa.E. 2006:110. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Satuan Pendidikan Praktis. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Rustiyah, 2001: 20. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Slameto. 2003:2. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Soli.A. 2008:7.12. Strategi Pembelajaran. Jakarta. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Usman, Uzer. 2000:2. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Yuan a F. 2008:44. Peningkatan aktifitas belajar IPA melalui metode discovery-in quiri pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Kartasura. Surakarta :Universitas Negeri Surakarta FKIP.

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya PTK TERBARU IPA KELAS 6 SD DISCOVERY

Postingan terkait: