PTK IPS EKONOMI KELAS XI JURNAL UMUM

PTK IPS EKONOMI KELAS XI JURNAL UMUM-Permasalahan dalam penelitian ini mengenai implementasi pendidikan karakter dalam pengajaran yang dilakukan di SMAN 1 ... yang kurang maksimal, serta masih ada siswa yang nilainya belum mencapai KKM yang telah ditentukan sekolah, sehingga dibutuhkan suatu inovasi metode pembelajaran yang dapat meningkatkan karakter siswa menjadi lebih baik serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa terutama dalam memahami materi pelajaran jurnal umum. Contoh ptk ekonomi sma doc Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengimplementasian pendidikan karakter dalam pengajaran, untuk mengertahui perbedaan karakter siswa sebelum dan sesudah perlakuan serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode STAD.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental method). Populasi adalah seluruh siswa kelas XI IPS di SMAN 1 ... tahun ajaran 2014/2015, yang terdiri dari 2 kelas. Sampel penelitian diambil 2 kelas dengan metode pengundian yang digunakan untuk menentukan kelas eksperimen dan kontrol, kemudian didapat kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data yaitu dengan metode tes, metode observasi, metode angket dan metode wawancara. Data diuji dengan menggunakan uji paired sample t-tets dan independent sample t-test
Hasil penelitian diperoleh 1) Implementasi pendidikan karakter yang dilakukan oleh guru bidang studi ekonomi di SMAN 1 ... telah dilaksanakan dengan baik.2) ada peningkatan pendidikan karakter siswa pada kelas eksperimen sebesar 4%. 3) metode STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional sebesar 1.97.
Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah perlu ada pelatihan pendidikan karakter bagi guru dikarenakan masih banyak guru yang kesulitan mengimplementasikan pendidikan karakter dalam pengajaran, perlu juga diadakannya pelatihan variasi model pembelajaran guna membantu guru untuk menambah referensi dalam mengajar.dan perlu adanya peningkatan kemampuan guru dalam pengelolaan kelas.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas EKONOMI SMA yang diberi judul 
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN EKONOMI KOMPETENSI DASAR MENCATAT TRANSAKSI KE DALAM JURNAL UMUM PERUSAHAAN JASA KELAS XI IPS DI 
SMA NEGERI 1 ... 
TAHUN 2014/2015
 
"
.
 Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK EKONOMI SMA KELAS XI lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMA 024).

CONTOH LENGKAP PTK IPS EKONOMI KELAS XI JURNAL UMUM

BAB 1
PEN DAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Hasil belajar pada dasarnya merupakan akibat dari suatu proses belajar. Hal ini berarti bahwa, optimalnya hasil belajar siswa tergantung pada proses belajar dan proses mengajar guru. Hasil belajar dapat baik jika dalam pelaksanaan proses interaksi belajar mengajar sesuai dengan perencanaan pembelajaran. Dengan kata lain, adanya aktivitas belajar atau proses kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Menurut Anni (2009:85) hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar. Perubahan perilaku tersebut dinyatakan dalam bentuk konsep penguasaan baik berupa pengetahuan, sikap maupun ketrampilan diri siswa yang dinyatakan dalam bentuk angka. Dalam kenyataannya tidak semua siswa dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu selain peran dari dalam diri siswa sendiri, peranan guru dalam mengajar juga tidak kalah pentingnya dalam mencapai tujuan pendidikan.
Guru mempunyai peranan yang penting dalam proses pembelajaran di kelas. Proses pembelajaran merupakan inti dalam pendidikan yang dibangun agar para siswa dapat mentransfer pengetahuan. Selama pembelajaran berlangsung pengetahuan tersebut harus tersampaikan secara maksimal agar siswa dapat menerima, menguasai lebih-lebih mengembangkan materi pelajaran yang di sampaikan oleh guru. Contoh ptk ekonomi sma pdf 
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di SMAN 1 ..., KKM mata pelajaran ekonomi ditetapkan sekolah sebesar 77, dari KKM tersebut diketahui 53,57% dari 38 peserta didik tuntas dan 46,43% peserta didik belum tuntas KKM, serta masih ada peserta didik yang tidak mengerjakan tugas dan kurangnya keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Sesuai penelitian yang dilakukan Sistaningrum (2008) penyebab siswa tidak
mampu mencapai KKM pada mata pelajaran akuntansi dikarenakan karakteristik materi tersebut membutuhkan perhitungan dan analisis yang tepat serta persepsi siswa yang menyatakan bahwa akuntansi merupakan pelajaran yang sulit yang mengakibatkan hasil belajar siswa rendah. Berdasar paparan di atas maka dibutuhkan suatu solusi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan mengimplementasikan pembelajaran yang aktif, menyenangkan dan memotivasi peserta didik serta mengurangi sikap dan karakter yang kurang baik melalui pendidikan karakter yang diintegrasikan dalam pembelajaran kooperatif
Metode pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan masalah  masalah yang kompleks. Salah satu metode pembelajaran kooperatif yang tepat diterapkan dalam mengatasi masalah tersebut adalah tipe Students Team Achievement Division (STAD). Alasan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD menurut Slavin (2010:143) karena metode pembelajaran STAD merupakan metode pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan merupakan metode yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif. Selain itu metode pembelajaran STAD merupakan pembelajaran yang melibatkan pengakuan tim, yaitu siswa dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen berdasarkan tingkat prestasi atau tingkat kemampuan belajar, dalam metode STAD point penting berada pada fiturnya yaitu pada tiap point yang ditekankan adalah membuat anggota tim melakukan yang terbaik untuk tim anggotanya. Tim ini memberikan dukungan kelompok bagi kinerja akademik penting dalam pembelajaran , agar tiap anggota paham dan mengerti tentang materi yang dibahas. Dengan menggunakan metode STAD kita dapat mengaplikasikan pendidikan karakter di dalam materi pelajaran.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Khan (2011) dalam jurnal penelitian menunjukkan bahwa STAD also add an extra source of learning with the groups because some high achievers act as a role of tutor, which result in high achievements.

Metode pembelajaan kooperatif tipe STAD seperti yang disampaikan oleh Khan, di dalam suatu kelas terdapat tingkatan kemampuan siswa, salah satunya siswa yang memiliki hasil belajar yang lebih tinggi atau disebut siswa yang pintar. Siswa yang pintar dalam STAD akan menjadi tutor bagi teman satu kelompoknya, terutama bagi siswa yang tergolong kurang pandai, sehingga di harapkan dapat meningkatkan hasil belajar. Hal tersebut dapat meningkatkan hasil belajar dikarenakan dalam penyampaian materi menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa yang sebaya.
Pihak sekolah diberi hak otonom dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk dapat mengelola sekolahnya sendiri guna meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan karakter harus dilakukan atau ditanamkan pihak sekolah terhadap peserta didiknya. Penanaman pendidikan karakter ini diselipkan dalam proses belajar mengajar di dalam kelas.
Pengimplementasian pendidikan karakter diawali dengan menambahkan nilai – nilai karakter pada silabus dan RPP berupa penambahan kolom tentang pendidikan karakter yang terkandung dalam mata pelajaran yang akan disampaikan oleh guru. Pendidikan karakter perlu di implementasikan di sekolah, disebabkan karena semakin maraknya kasus-kasus kriminal yang terjadi dilingkungan pendidikan. Dalam surat kabar detik ketua Komnas Perlindungan Anak, Sirait. Mengatakan bahwa pada tahun 2011 ada 139 kasus bullying di lingkungan sekolah serta maraknya kasus tawuran antar pelajar yang memakan korban jiwa, di antaranya yang terjadi pada SMAN 1 .... Secara tidak langsung kita dapat mengatakan bahwa moral dan rasa kebersamaan para pelajar mulai luntur sehingga pendidikan karakter harus digalangkan dalam pembelajaran di sekolah guna memupuk karakter siswa agar lebih baik. (http://news.detik.com/read/2012 ; diakses 21 november 2012) Download ptk ekonomi sma kelas xi 
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Berkowitz (2005)dalam jurnal penelitian menunjukkan bahwa Good character education is good education. Recent findings show that efective character education supports and enhances the academic goals of schools.

Penelitian yang dilakukan Aunillah (2011:18) menyatakan pendidikan karakter adalah suatu sistem yang menanamkan karakter pada peserta didik, yang mengandung komponen pengetahuan, kesadaran individu, tekad serta adanya kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan maupun bangsa, sehingga akan terwujudnya insan kamil. Pendidikan karakter perlu ditanamkan pada peserta didik agar menjadi manusia yang peduli terhadap sesama maupun bangsa. Bukan menjadi peserta didik yang arogan dan anarkis, yang hanya bisa tawuran dan merugikan orang lain. Pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif dan akhirnya ke pengalaman nilai secara nyata. Inilah rancangan pendidikan karakter yang disebut Lickona dalam Marzuki (2012) moral knowing, moral feeling, dan moral action. Karena itulah, semua mata pelajaran yang dipelajari oleh peserta didik di sekolah harus bermuatan pendidikan karakter yang bisa membawa mereka menjadi manusia yang berkarakter.
Terdapat 24 indikator keberhasilan sekolah dalam pengembangan pendidikan karakter di sekolah diantaranya: kereligiusan; kejujuran; kecerdasan; ketangguhan; kedemokratisan; kepedulian; kemandirian; berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif; keberanian mengambil resiko; berorientasi pada tindakan; berjiwa kepemimpinan; kerja keras; tanggung jawab; gaya hidup sehat; kedisiplinan; percaya diri; keingintahuan; cinta ilmu ; kesadaran akan hak dan kewajiban diri dan orang lain; kepatuhan terhadap aturan-aturan sosial; menghargai karya dan prestasi orang lain; kesantunan; nasionalisme; menghargai keberagaman. Dengan memilih metode pembelajaran yang tepat, peneliti berharap pendidikan karakter dapat di implementasikan guna meningkatkan hasil belajar siswa.
Melihat keberhasilan penggunaan metode STAD dalam mengatasi masalah hasil belajar serta pentingnya pendidikan karakter bagi pesrta didik. Maka peneliti ingin melakukan penilitian dengan judul “Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif (STAD) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Ekonomi Kompetensi Dasar Mencatat Transaksi Ke dalam Jurnal Umum Perusahaan Jasa Kelas X1 IPS di SMAN 1 ... “

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka perumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pengimplementasian pendidikan karakter dalam pengajaran mata pelajaran ekonomi oleh guru bidang studi ekonomi di SMAN 1 ... ?
2. Apakah ada perbedaan karakter siswa dalam pengimplementasian sebelum dan sesudah menggunakan metode STAD pada mata pelajaran ekonomi Kompetensi dasar mencatat transaksi ke dalam jurnal umum ?
3. Apakah metode kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional kompetensi dasar mencatat transaksi kedalam jurnal umum perusahaan jasa?

1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah yang telah diambil, maka tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter dalam pengajaran mata pelajaran ekonomi oleh guru bidang studi ekonomi di SMAN 1 ....
2. Untuk mengetahui perbedaan karakter siswa dalam pengimplementasian sebelum dan sesudah menggunakan metode pembelajaran kooperatif (STAD) pada mata pelajaran ekonomi kompetensi dasar mencatat transaksi ke dalam jurnal umum.
3. Untuk mengetahui metode kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional kompetensi dasar mencatat transaksi kedalam jurnal umum perusahaan jasa.

1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Manfaat Teoritis
a. Memberikan alternatif metode pembelajaran yang efektif pada mata pelajaran ekonomi kompetensi dasar mencatat transaksi kedalam jurnal umum perusahaan jasa sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
b. Menumbuhkan sikap kerjasama dan rasa tanggung jawab antar anggota kelompok.
c. Meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Guru
Memberikan referensi bagi guru dalam menentukan metode pembelajaran agar siswa lebih aktif, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa
b. Bagi Siswa
Sebagai sarana bertukar pikiran mengenai materi yang sedang dipelajari, sehingga timbul sikap aktif dan kritis sesama teman sebaya guna peningkatan hasil belajar.
c. Bagi Sekolah
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi bagi sekolah dalam menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan, sehingga hasil belajar dapat tercapai sesuai tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Contoh ptk ekonomi sma pdf 

DOWNLOAD PTK LENGKAP IPS EKONOMI SMA

BAB II
LANDASAN TEORI


2.1 Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar (Anni, 2009). Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006) menyatakan bahwa hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Ditinjau dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar. Ditinjau dari sisi guru, hasil belajar merupakan tindak mengajar yang diakhir dengan proses evaluasi hasil belajar.
Sudjana (2010: 22) berpendapat ”hasil belajar adalah kemampuan¬kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Kemampuan ini diperoleh setelah siswa mengalami proses belajar”. Berdasar pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa hasil belajar adalah perubahan pola pikir dan tingkah laku pelajar yang berlangsung secara terus menerus sampai memperoleh pengetahuan, keterampilan dan hal-hal baru yang bermanfaat.
Bloom dalam Anni (2009: 86) menyampaikan tiga taksonomi yang disebut dengan ranah belajar, yaitu: ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Ranah kognitif berisi tentang hasil pengetahuan, kemampuan dan kemahiran intelektual. Ranah afektif berkaitan dengan perasaan, sikap, minat dan nilai. Ranah psikomotorik berkaitan dengan kemampuan fisik seperti ketrampilan motorik dan syaraf, manipulasi obyek dan koordinasi syaraf. Download ptk ekonomi sma lengkap
Ketiga ranah tersebut menjadi obyek penilaian hasil belajar. Tetapi diantara ketiganya ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai para guru karena berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menguasai isi pelajaran dan hasil berupa pengetahuan, kemampuan, dan kemahiran intelektual. Peristiwa belajar dalam diri siswa dapat diamati dari perbedaan perilaku atau kinerja sebelum dan setelah proses pembelajaran. Untuk mengetahui perbedaan tersebut harus terlebih dahulu dilakukan pengukuran mengenai kemampuan apa dan seberapa banyak kemampuan baru itu telah dimiliki oleh siswa.
Menurut Suprijono (2011) hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan¬keterampilan. Merujuk pemikiran Gagne dalam Anni (2009: 90) tujuan belajar peserta didik :
1) Informasi verbal yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan bahasa, baik lisan maupun tertulis. Kemampuan merespon secara spesifik terhadap rangsangan spesifik.
2) Keterampilan intelektual yaitu ketrampilan mempresentasikan konsep dan lambang. Ketrampilan intelektual terdiri dari kemampuan menegosiasi, kemampuan analitis-sintetis, fakta - konsep dan mengembangkan prinsip-prinsip keilmuan.
3) Strategi kognitif yaitu kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri. Kemampuan ini meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah.
4) Ketrampilan motorik yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan koordinasi, sehingga terwujud otomatisme gerak j asmani.
5) Sikap adalah kemampuan menerima atau menolak obyek berdasarkan penilaian terhadap objek tersebut. Sikap berupa kemampuan menginternalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai.

2.2 Pendidikan Karakter
2.2.1 Hakikat Karakter
Istilah karakter adalah istilah yang baru digunakan dalam wacana Indonesia akhir-akhir ini. Istilah ini sering dihubungkan dengan istilah akhlak, etika, moral, atau nilai. Karakter juga sering dikaitkan dengan masalah kepribadian, atau paling tidak ada hubungan yang cukup erat antara karakter dengan kepribadian seseorang. Secara terminologis, makna karakter dikemukakan oleh Lickona dalam Marzuki (2012:35) mendefinisikan karakter sebagai “A reliable inner disposition to respond to situations in a morally good way.” Selanjutnya, Lickona menambahkan, “Character so conceived has three interrelated parts: moral knowing, moral feeling, and moral behavior”. Karakter mulia (good character), dalam pandangan Lickona, meliputi pengetahuan tentang kebaikan (moral khowing), lalu menimbulkan komitmen (niat) terhadap kebaikan (moral feeling) , dan akhirnya benar – benar melakukan kebaikan (moral behavior). Dengan kata lain, karakter mengacu kepada serangkaian pengetahuan (cognitives), sikap (attitudes), dan motivasi (motivations), serta perilaku (behaviors) dan keterampilan (skills).
Menurut Budiastuti (2008) menyatakan bahwa jika pengembangan karakter dilaksanakan secara efektif maka akan meningkatkan prestasi akademik dan perilaku prososial siswa. Dalam proses perkembangan dan pembentukan karakter seseorang dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor lingkungan (nurture) dan faktor bawaan (nature). Secara psikologis, perilaku berkarakter merupakan perwujudan dari potensi Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), Spiritual Quotient (SQ), dan Adverse Quotient (AQ) yang dimiliki oleh seseorang. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosio-kultural pada akhirnya dapat di kelompokkan dalam empat kategori, yakni :
a) olah hati (spiritual and emotional development);
b) olah pikir (intellectual development)
c) olah raga dan kinestetik (physical and kinestetic development)
d) olah rasa dan karsa (afective and creativity development).
Pendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Pendidikan karakter berfungsi (1) mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik. (2) memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur. (3) meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia ,Puskurbuk (2010 ).Pendidikan karakter dilakukan melalui berbagai media yang mencakup keluarga, satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha, dan media massa.
PUSKURBUK(20 10) menyebutkan prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa :
a) Berkelanjutan; mengandung makna bahwa proses pengembangan nilai¬nilai budaya dan karakter bangsa merupakan sebuah proses panjang, dimulai dari awal peserta didik masuk sampai selesai dari suatu satuan pendidikan. Sejatinya, proses tersebut dimulai dari kelas 1 SD atau tahun pertama dan berlangsung paling tidak sampai kelas 9 atau kelas akhir SMP. Pendidikan budaya dan karakter bangsa di SMA adalah kelanjutan dari proses yang telah terjadi selama 9 tahun.
b) Melalui semua mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah; mensyaratkan bahwa proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui setiap mata pelajaran, dan dalam setiap kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.
c) Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan; mengandung makna bahwa materi nilai budaya dan karakter bangsa bukanlah bahan ajar biasa, artinya nilai-nilai itu tidak dijadikan pokok bahasan yang dikemukakan seperti halnya ketika mengajarkan suatu konsep, teori, prosedur, ataupun fakta.
d) Proses pendidikan dilakukan peserta didik secara aktif dan menyenangkan; prinsip ini menyatakan bahwa proses pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh peserta didik bukan oleh guru. Guru menerapkan prinsip ”tut wuri handayani” dalam setiap perilaku yang ditunjukkan peserta didik. Prinsip ini juga menyatakan bahwa proses pendidikan dilakukan dalam suasana belajar yang menimbulkan rasa senang dan tidak indoktrinatif.
Menurut Marzuki (2012) Integrasi pendidikan karakter di dalam proses pembelajaran di sekolah dilaksanakan mulai dari tahap perancanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran pada semua mata pelajaran. Tahap-tahap ini dapat diuraikan lebih detail berikut ini :
1) Perencanaan, Pada tahap perecanaan yang mula-mula dilakukan adalah analisi SK/KD, pengembangan silabus berkarakter, penyusunan RPP berkarakter dan penyiapan bahan ajar berkarakter. Revisi RPP dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Rumusan tujuan pembelajaran direvisi/ diadaptasi, pendekatan / metode pembelajaran di ubah agar pendekatan/metode dapat mengembangkan karakter,langkah pembelaj aran juga direvisi,bagian penelitian direvisi, bahan ajar disiapkan.
2) Pelaksanaan Pembelajaran, kegiatan pembelajaran dari tahapan kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup dipilih dan dilaksanakan agar peserta didik mempraktikkan nilai-nilai karakter yang ditargetkan. Guru dituntut untuk menguasai berbagai metode, model atau strategi pembelajaran aktif sehingga langkah-langkah pembelajaran dengan mudah disusun dan dapat dipraktikan dengan baik dan benar.
3) Evaluasi Pembelajaran, Dalam pendidikan karakter,penilaian harus dilakukan dengan baik dan benar. Dalam penilaian karakter, guru hendaknya membuat instrument penilaian yang dilengkapi rubik penilaian untuk menghindari penilaian yang subyektif, baik dalam bentuk instrument penilaian pengamatan maupun skala sikap ( misalnya skala likert)
2.2.2 Nilai-nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa
Dit. PSMP Kemdiknas dalam Marzuki (2012: 38-39) terdapat 24 indikator nilai yang dikenbangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa,yaitu:
1) Kereligiusan, yakni pikiran, perkataan, dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan dan/atau ajaran agamanya.
2) Kejujuran, yakni perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap diri dan pihak lain.
3) Kecerdasan, yakni kemampuan seseorang dalam melakukan suatu tugas secara cermat, tepat, dan cepat.
4) Ketangguhan, yakni sikap dan perilaku pantang menyerah atau tidak pernah putus asa ketika menghadapi berbagai kesulitan dalam melaksanakan kegiatan atau tugas sehingga mampu mengatasi kesulitan tersebut dalam mencapai tujuan.
5) Kedemokratisan, yakni cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
6) Kepedulian, yakni sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah dan memperbaiki penyimpangan dan kerusakan (manusia, alam, dan tatanan) di sekitar dirinya.
7) Kemandirian, yakni sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8) Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, yakni berpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan atau logika untuk menghasilkan cara atau hasil baru dan termutakhir dari apa yang telah dimiliki.
9) Keberanian mengambil risiko, yakni kesiapan menerima risiko/akibat yang mungkin timbul dari tindakan nyata.
10) Berorientasi pada tindakan, yakni kemampuan untuk mewujudkan gagasan menjadi tindakan nyata.
11) Berjiwa kepemimpinan, yakni kemampuan mengarahkan dan mengajak individu atau kelompok untuk mencapai tujuan dengan berpegang pada asas-asas kepemimpinan berbasis budaya bangsa.
12) Kerja keras, yakni perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan guna menyelesaikan tugas (belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya. Contoh ptk ekonomi sma doc
13) Tanggung jawab, yakni sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara dan Tuhan YME.
14) Gaya hidup sehat, yakni segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.
15) Kedisiplinan, yakni tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
16) Percaya diri, yakni sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pe menuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya.
17) Keingintahuan, yakni sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
18) Cinta ilmu, yakni cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap pengetahuan.
19) Kesadaran akan hak dan kewajiban diri dan orang lain, yakni sikap tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiri serta orang lain.
20) Kepatuhan terhadap aturan-aturan sosial, yakni sikap menurut dan taat terhadap aturan-aturan berkenaan dengan masyarakat dan kepentingan umum.
21) Menghargai karya dan prestasi orang lain, yakni sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkansesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.
22) Kesantunan, yakni sifat yang halus dan baik dari sudut pandang tata bahasa maupun tata perilakunya ke semua orang.
23) Nasionalisme, yakni cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsanya.
24) Menghargai keberagaman, yakni sikap memberikan respek/hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk fisik, sifat, adat, budaya, suku, dan agama.
2.3 Metode Pembelajaran Koopertif
Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan masalah¬masalah yang kompleks. Jadi, hakikat sosial dan penggunaan kelompok sejawat menjadi aspek utama dalam pembelajaran kooperatif, Trianto (2007:41).
Dalam pembelajaran kelas kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompok- kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang siswa yang sederajat tetapi heterogen baik kemampuan, jenis kelamin, suku, ras, maupun kompetensi akademik yang satu sama lain akan saling membantu. Tujuan dibentuknya kelompok tersebut adalah untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan kegiatan pembelajaran. Selama bekerja dalam kelompok yang disajikan oleh guru serta saling membantu teman sekelompoknya untuk mencapai hasil belajar yang maksimal.
Dalam pembelajaran kooperatif, siswa berperan ganda yaitu sebagai siswa ataupun sebagai guru. Dengan bekerja secara kolaboratif untuk mencapai sebuah tujuan bersama, maka siswa akan mengembangkan ketrampilan berhubungan dengan sesama manusia yang akan sangat bermanfaat bagi kehidupan di luar sekolah.
Pembelajaran kooperatif berbeda dengan pembelajaran yang lain. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari proses pembelajaan yang lebih menekankan kepada proses kerjasama dalam kelompok. Menurut Sanjaya(2007:244), karakteristik dalam pembelajaran kooperatif ada empat, yaitu:
a) Pembelajaran secara tim
Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran secara tim. Tim merupakan tempat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, tim harus mampu membuat setiap siswa belajar. Semua anggota tim(anggota kelompok) harus saling membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itulah, kriteria keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh keberhasilan tim.
b) Didasarkan pada manajemen kooperatif
Pada umumnya, manajemen mempunyai empat fungsi pokok, yaitu perencanaan, organisasi, pelaksanaan dan kontrol. Dalam pembelajaran kooperatif perencanaan menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memerlukan perencanaan yang matang agar berjalan efektif. Pelaksanaan menunjukkan kooperatif harus dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang sudah ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati proses pembelajaran bahwa pembelajaran perencanaan, melalui ditentukan termasuk bersama. Organisasi menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pekerjaan bersama antar setiap anggota kelompok, oleh karena itu perlu diatur tugas dan tanggung jawab setiap anggota kelompok.
c) Kemauan untuk bekerja sama
Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukan oleh keberhasilan secara kelompok. Oleh sebab itu, prinsip bekerja sama perlu ditekankan dalam proses pembelajaran kooperatif. Setiap anggota kelompok bukan saja harus diatur tugas dan tanggung jawab masing-masing tetapi juga ditanamkan perlunya saling membantu.
d) Keterampilan bekerja sama
Kemauan untuk bekerja sama dipraktekan melalui aktivitas dan kegiatan yang tergambarkan dalam keterampilan bekerjasama. Dengan demikian, siswa perlu didorong untuk mau dan sanggup berinteraksi dan berkomunikasi, sehingga setiap siswa dapat menyampaikan ide, mengemukakan pendapat, dan memberikan kontribusi kepada keberhasilan kelompok.
2.3.1 Metode pembelajarn kooperatif tipe STAD
STAD (Students Team Achievement Division) merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang sederhana dan merupakan metode yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif (Slavin, 2010:143). Pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen, yaitu dalam setiap kelompok terdiri atas siswa laki-laki dan perempuan, terdapat siswa dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah, dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD pelaksanaannya diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok dan penghargaan kelompok.
1. Komponen STAD
Menurut Slavin (2010:143) STAD mempunyai 5 komponen utama yaitu:
a. Presentasi kelas
Materi dalam STAD pertama-tama diperkenalkan dalam presentasi di dalam kelas. Ini merupakan pengajaran langsung seperti yang sering kali dilakukan atau diskusi pelajaran yang dipimpin oleh guru, tetapi bisa juga memasukkan presentasi audiovisual. Bedanya presentasi kelas dengan pengajaran biasa hanyalah bahwa presentasi tersebut haruslah benar¬benar berfokus pada unit STAD. Contoh ptk ekonomi sma pdf Dengan cara ini, para siswa akan menyadari bahwa mereka harus benar-benar memberi perhatian penuh selama presentasi kelas, karena dengan demikian akan sangat membantu mengerjakan kuis dan skor kuis mereka menentukan skor tim mereka.

b. Tim
Tim adalah faktor yang paling penting dalam STAD. Pada tiap poin yang ditekankan adalah membentuk anggota tim agar mau bekerja dengan baik untuk tim. Tim memberikan dukungan kelompok tehadap kinerja akademik dalam pembelajaran.
c. Kuis
Sekitar satu atau dua periode setelah guru memberikan presentasi dan praktek tim, para siswa akan mengerjakan kuis individual. Para siswa tidak diperbolehkan saling membantu dalam mengerjakan kuis.
d. Skor Kemajuan Individual
Tiap siswa dapat memberikan kontribusi yang maksimal kepada timnya dalam setiap sistem skor ini. Tiap siswa diberikan skor awal yang diperoleh dari rata-rata kinerja siswa tersebut sebelumnya dalam mengerjakan kuis yang sama. Siswa selanjutnya akan mengumpulkan poin untuk tim mereka berdasarkan tingkat kenaikan skor kuis mereka.
e. Rekognisi Tim
Tim akan mendapatka sertifikat atau bentuk penghargaan yang lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu. Skor tim siswa dapat juga digunakan untuk menentukan dua puluh persen dari peringkat mereka.
Menurut Trianto (2007:52) pembelajaran kooperatif tipe STAD juga membutuhkan persiapan yang matang sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan, diantaranya yaitu:
a.    Perangkat Pembelajaran
Yang meliputi rencana pembelajaran, buku siswa, lembar kegiatan siswa beserta lembar jawabnya.
b. Membentuk Kelompok Kooperatif
Menentukan anggota kelompok diusahakan agar kemampuan siswa dalam kelompok adalah heterogen dan kemampuan antar satu kelompok dengan kelompok lainnya relatif homogen
c. Menentukan Skor Awal
Skor awal yang digunakan dalam kelas kooperatif adalah nilai ulangan sebelumnya. Skor awal ini dapat berubah setelah ada kuis
d. Pengaturan Tempat Duduk
Pengaturan tempat duduk juga perlu diatur dengan baik agar tidak menimbulkan kekacauan yang menimbulkan gagalnya pembelajaran pada kelas kooperatif.
e. Kerja Kelompok
Latihan kerjasama kelompok perlu diadakan terlebih dahulu untuk lebih jauh mengenalkan masing-masing individu dalam kelompok.
Sementara itu langkah-langkah atau fase-fase pembelajaran kooperatif tipe STAD terdiri dari 6 fase Trianto (2007 :54) yaitu
a. Fase  I: menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.
b. Fase II: menyajikan atau menyampaikan informasi
Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan mendemonstrasikan lewat bahan bacaan.
c. Fase III: mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar. Menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
d. Fase IV: membimbing kelompok bekerja dan belajar
Membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas.
e. Fase V: evaluasi
Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah diajarkan atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karyanya.
f. Fase VI: memberi penghargaan
Mencari cara-cara menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu atau kelompok.
Menurut Lie (2004) kelemahan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD yaitu :
a) Kekhawatiran bahwa akan terjadi kekacauan di kelas dan siswa tidak belajar jika diterapkan dalam grup.
b) Banyak siswa tidak senang disuruh untuk bekerja sama dengan orang lain.
c) Siswa yang tekun merasa harus bekerja melebihi siswa yang lain dalam grup mereka, sedangkan siswa yang kurang mampu merasa minder ditempatkan dalam satu grup dengan siswa yang lebih pandai.
d) Siswa yang tekun juga merasa timnya yang kurang mampu hanya menumpang saja pada hasil jerih payah mereka.

2.4 Metode pembelajaran konvensional
Menurut Sumarno (2011) metode pembelajaran konvensional merupakan metode yang berpusat pada guru, metode tersebut meliputi ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
1. Ceramah
Ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini senantiasa bagus bila pengunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, didukung alat dan media serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunannya. Ada beberapa kelebihan sebagai alasan mengapa ceramah sering digunakan, yaitu:
a) Metode yang murah dan mudah untuk dilakukan.
b) Dapat menyajikan materi pelajaran yang luas. Artinya, materi pelajaran yang banyak dapat dirangkum atau dijelaskan pokok¬pokoknya oleh guru dalam waktu yang singkat. Download ptk ekonomi sma lengkap 
c) Dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu ditonjolkan.
d) Guru dapat mengontrol keadaan kelas, oleh karena sepenuhnya kelas merupakan tanggung jawab guru yang memberikan ceramah.
e) Organisasi kelas dengan menggunakan ceramah dapat diatur menjadi lebih sederhana.
Di samping beberapa kelebihan di atas, ceramah juga memiliki beberapa kelemahan, di antaranya:
a. Materi yang dapat dikuasai siswa sebagai hasil dari ceramah akan terbatas pada apa yang dikuasai guru.
b. Ceramah yang tidak disertai dengan peragaan dapat mengakibatkan terjadinya verbalisme.
c. Guru yang kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik, ceramah sering dianggap sebagai metode yang membosankan.
d. Melalui ceramah, sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti apa yang dijelaskan atau belum.
2. Diskusi
Diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menj awab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan. Ada beberapa kelebihan metode diskusi, manakala diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar, diantaranya:
1. Dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif, khususnya dalam memberikan gagasan dan ide-ide.
2. Dapat melatih untuk membiasakan diri bertukar pikiran dalam mengatasi setiap permasalahan.
3. Dapat melatih siswa untuk dapat mengemukakan pendapat atau gagasan secara verbal. Di samping itu, diskusi juga bisa melatih siswa untuk menghargai pendapat orang lain.
Selain beberapa kelebihan, diskusi juga memiliki beberapa kelemahan, di antaranya:
1. Sering terjadi pembicaraan dalam diskusi dikuasai oleh 2 atau 3 orang siswa yang memiliki keterampilan berbicara.
2. Terkadang pembahasan dalam diskusi meluas, sehingga kesimpulan menjadi kabur.
3. Memerlukan waktu yang cukup panjang, yang terkadang tidak sesuai dengan yang direncanakan.
4. Sering terjadi perbedaan pendapat yang bersifat emosional yang tidak terkontrol.
3. Tanya Jawab
Tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way trafic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa. Guru bertanya siswa menjawab atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antara guru.

2.5.Jurnal Umum
Jurnal umum merupakan media dalam proses akuntansi yang menjadi dasar dalam menentukan ke akun mana suatu transaksi dicatat, berapa jumlah uang yang dicatat, dicatat disisi mana, dan keterangan singkat tentang transaksi. Jadi, jurnal dapat diartikan pencatatan tentang pendebitan dan pengkreditan secara kronologis dari transaksi keuangan beserta penjelasan yang diperlukan ( Ismawanto, 2010).
- Fungsi Jurnal Umum
Terdapat beberapa fungsi jurnal umum yaitu :
1. Fungsi Pencatatan
Jurnal umum menentukan ke akun mana dan dengan jumlah berapa suatu transaksi dicatat, dengan kata lain jurnal umum mencatat setiap terjadi transaksi keuangan perusahaan.
2. Fungsi Historis
Jurnal umum dicatat dengan membukukan transaksi yang dilakukan lebih dulu, sesuai dengan urutan waktu terjadinya. Misalnya, transaksi tanggal 5 januari dicatat lebih dahulu dari transaksi tanggal 10 januari. Dengan mencatat transaksi yang terjadi lebih dahulu, berarti jurnal memiliki fungsi historis .
3. Fungsi Analisis
Untuk menentukan nama akun, jumlah uang yang dicatat, dan di sisi mana (debet atau kredit) pencatatan dilakukan, bukti transaksi dianalisis terlebih dahulu. Hasil analisis itulah yang dicatat pada jurnal umum.
4. Fungsi Instruktif
Jurnal umum merupakan suatu kumpulan instruksi atau perintah. Akun harus diisi sesuai dengan apa yang tercatat pada jurnal umum. Jika instruksi jurnal umum tidak diikuti, maka pengisian akun akan salah.
5. Fungsi Informatif
Jurnal umum menyajikan tanggal, nama akun, keterangan singkat mengenai transaksi, dan jumlah uang yang terlibat dalam suatu transaksi.
- Bentuk Jurnal Umum
Bentuk jurnal umum dapat kita lihat dalam Tabel 2.1. Dengan bentuk yang demikian, jurnal umum mampu memenuhi fungsinya seperti diuraikan sebelumnya, yaitu dengan menentukan ke akun mana suatu transaksi akan dicatat.
Tabel 2.1
Bentuk jurnal umum
Halaman 2
Keterangan :
1. Kolom tanggal untuk mencatat tanggal, bulan, tahun terjadinya transaksi.
2. Kolom nomor bukti digunakan untuk mencatat nomor bukti transaksi
3. Kolom akun/keterangan digunakan untuk mencatat transaksi yang di debet dan dikredit, serta keterangan singkat mengenai transaksi
4. Kolom ref ( referensi) digunakan untuk mencatat kode akun ketika ayat jurnal dipindahkan ke buku besar, sebelum dilakukan pemindahan, kolom ref tetap dalam keadaan kosong
5. Kolom debet dan kredit digunakan untuk mencatat nilai transaksi.
6. Halaman digunakan sebagai referensi pada buku besar. 
Langkah-langkah dalam membuat Jurnal Umum
Sebagaimana di jelaskan sebelumnya, salah satu fungsi jurnal umum adalah untuk memudahkan pencatatan transaksi ke dalam buku besar. Untuk menjaga agar tidak terjadi kesalahan dalam pencatatan, perlu diperhatikan beberapa langkah berikut ini :
1. Catatlah tanggal terjadinya transaksi pada kolom tanggal, sesuai dengan tanggal yang tercantum pada bukti transaksi, penulisan periode akuntansi, misalnya satu tahun atau satu bulan, cukup ditulis satu kali saja. 
2. Isilah kolom bukti dengan nomor bukti transaksi
3. Pada kolom akun/keterangan, tuliskan nama akun-akun yang mengalami perubahan akibat transaksi. Akun yang didebet ditulis rapat ke garis kolom nomor bukti. Sedangkan akun yang dikredit ditulis lebih menjorok kekanan, sehingga kedua nama akun tidak sejajar. Tambahkan penjelasan singkat untuk mendukung kolom referensi.
4. Isilah kolom debet/kredit sesuai dengan jumlah uang yang terlibat dalam transaksi.
- Contoh soal dan kunci jawaban
Berikut ini merupakan contoh soal dan pembahasan dari toko reparasi Bagus milik tuan Hartawan, transaksi yang terjadi selama bulan Januari sebagai berikut :

Kunci jawaban:
Toko Reparasi Bagus
Jurnal Umum Per Januari 2012
Halaman 1

2.6. Kerangka Berpikir
Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar (Anni, 2009:85). Perubahan perilaku tersebut dinyatakan dalam bentuk konsep penguasaan baik berupa pengetahuan, sikap maupun ketrampila diri siswa yang dinyatakan dalam bentuk angka. Dalam kenyataannya tidak semua siswa dapat mencapai hasil belaj yang maksimal.
Hasil belajar yang kurang maksimal disebabkan ole berbagai faktor diantaranya faktor dari dalam maupun dari lu diri siswa itu sendiri. Faktor dari dalam diri iswa yang menyebabkan hasil belajar rendahnya diantaranya muncunya sifat malas dalam diri siswa itu sendiri, sifat malas muncul dsebabkan oleh berbagai hal diantaranya sistem pembelajaran yang digunakan oleh guru bersifat monoton, yang mengakibatkan siswa menjadi pasif, serta kurangnya motivasi dari dalam diri siswa untuk belajar. 
Sesuai penelitian yang dilakukan Sistaningrum (2008) penyebab siswa tidak mampu mencapai KKM pada mata pelajaran akuntansi dikarenakan karakteristik materi tersebut membutuhkan perhitungan dan analisis yang tepat serta persepsi siswa yang menyatakan bahwa akuntansi merupakan pelajaran yang sulit yang mengakibatkan hasil belajar siswa rendah. Contoh ptk ekonomi sma pdf Asumsi serta perlunya perhitungan dan analisis yang tepat, mengakibatkan siswa malas untuk menghitung dan belajar yang berakibat hasil belajar siswa rendah.
Akhir-akhir ini banyak di jumpai kasus-kasus kriminal yang melibatkan para siswa diantaranya kasus tawuran dan bullying yang terjadi disekolah. Dalam surat kabar detik ketua Komnas Perlindungan Anak, Sirait mengatakan bahwa pada tahun 2011 ada 139 kasus bullying di lingkungan sekolah serta maraknya kasus tawuran antar pelajar yang memakan korban jiwa, diantaranya yang terjadi di SMAN 1 .... Secara tidak langsung dapat di katakana bahwa moral dan rasa kebersamaan para pelajar mulai luntur sehingga pendidikan karakter harus digalangkan dalam pembelajaran disekolah agar memupuk karakter siswa agar lebih baik.
Dengan maraknya kasus tawuran dan bullying di sekolah dapat berdampak pada hasil belajar sisw, hasil belajar siswa rendah disebabkan karena siswa tersebut takut pergi ke sekolah. Suasana sekolah yang kurang nyaman dapat menurunkan motivasi dan daya konsentrasi siswa. 
Berdasar paparan masalah di atas, maka pendidikan karakter perlu di implementasikan di sekolah, agar karakter siswa terbentuk. Hal yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah tersebut dengan cara penggunaan metode pembelajaran koopertif tipe STAD, karena dengan menggunakan metode tersebut hubungan antara guru dan siswa akan lebih erat serta hubungan antara siswa dengan siswa lainnya akan lebi harmonis, disebabkan metode kooperatif tipe STAD ini menuntut untuk adanya kerjasama dalam tim, sehingga dapat memunculkan karakter yang saling menghargai, bertanggung jawab dengan kelompok dan lain sebagainya. Di harapkan pengimplementasian pendidikan karakter dengan penggungaan metode kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Contoh ptk ekonomi sma doc
Berdasar paparan di atas dan penelitian terdahulu yang telah dilakukan, dapat dipahami bahwa pengimplementasian pendidikan karakter melalui metode pembelajaran kooperatif (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS di SMAN 1 ....

Gambar 2.1
Skema kerangka berfikir
2.7. Hipotesis
Berdasarkan kerangka berfikir di atas, hipotesis penelitian ini adalah :
Ha1 : Ada perbedaan karakter siswa dalam pengimplementasian sebelum dan sesudah menggunakan metode STAD pada mata pelajaran ekonomi kompetensi dasar mencatat transaksi ke dalam jurnal umum.
Ha2 : Metode kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional kompetensi dasar mencatat transaksi kedalam jurnal umum perusahaan jasa .

PENELITIAN TINDAKAN KELAS EKONOMI METODE STAD PADA JURNAL UMUM

BAB III
METODE PENELITIAN


3.1 Jenis dan Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan salah satu jenis penelitian kuantitatif eksperimen yaitu penelitian eksperimen dengan bentuk penelitian quasi eksperimen (quasi experiment). Pada penelitian ini, digunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Desain ini hampir sama dengan Pre test – Post test Control Group yaitu proses pembelajaran diawali dengan pre -test kemudian perlakuan atau treatment dan di akhir pembelajaran dilakukan post-test.
Tabel 3.1
Nonequivalent Control Group Design

Sumber : Sugiyono (2010:116) Keterangan :
X : Treatment dengan menggunakan metode STAD
O1 : Nilai rata-rata pre-test kelompok eksperimen
O2 : Nilai rata-rata post-test kelompok eksperimen
O3 : Nilai rata-rata pre-test kelompok kontrol
O4 : Nilai rata-rata post-test kelompok kontrol
Menurut Sugiyono (2010:116) efek dari eksperimen ini adalah (O2 40 – O1) – (O4 – O3) atau (O2 – O4) – (O3 – O1).
3.2 Populasi dan Sam pel Penelitian
Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Xl IPS SMAN 1 ... yang terbagi dalam 2 kelas yaitu kelas XI IPS 1 dan kelas XI IPS 2. Jumlah seluruh siswa kelas XI IPS sebanyak 60 siswa. 
Sampel menurut Sugiyono (2010:118) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Dalam pengambilan sampel jika terdapat subyek kurang dari 100 responden lebih baik diambil semua . Sehingga dengan jumlah 60 responden maka penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan populasi, sehingga sampel penelitian ini adalah populasi itu sendiri. Sampel dalam penelitian ini hanya diambil dari 2 kelas saja dengan menggunakan teknik random sampling. Random Sampling adalah pengambilan anggota sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2010:120). Contoh ptk ekonomi sma pdf Cara yang digunakan untuk menentukan sampel adalah dengan cara undian. Kemudian dipilih secara acak untuk menentukan 1 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol. Kelas eksperimen dengan menggunakan pembelajaran STAD dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Pertimbangan penggunaan teknik random sampling dikarenakan pada sampel ini siswa mendapat materi berdasarkan kurikulum yang sama, siswa diampu oleh guru yang sama, serta siswa yang menjadi obyek penelitian duduk pada tingkat kelas yang sama. Pembuktian juga dilakukan dengan uji statistik melalui uji normalitas dan homogenitas nilai ulangan harian dari siswa populasi. Berikut ini adalah hasil perhitungan uji normalitas dan homogenitas populasasi.
Tabel 3.3
Hasil Uji Normalitas Data Populasi
One Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Sumber : Data penelitian yang diolah tahun 2015
Berdasarkan hasil ujiKolmogorov-Smirnovpada Tabel 3.3, diketahui nilai signifikansi untuk kelas XI IPS 1 sebesar 0,669, kelas XI IPS 2 sebesar 0,3 62. Signifikansi dari kedua kelas lebih besar dari nilai α = 0,05 sehingga varians yang sama atau tidak. Hasil uji homogenitas dapat dilihat dalam Tabel 3.4.
Tabel 3.4
Hasil Uji Homogenitas Data Populasi

Sumber: Data penelitian yang diolah tahun 2015
Berdasarkan hasil uji Levene Statistic pada Tabel 3.4. Diketahui nilai signifikansi untuk kelas XI IPS 1 dan XI IPS 2 sebesar 0,369 lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa data populasi dalam varians yang sama atau homogen. Dengan demikian pemilihan kelas sampel dapat dilakukan dengan metode random sampling (acak) dengan teknik undian karena data populasi terdistribusi secara normal dan bersifat homogen, sehingga di dapatkan kelas XI IPS1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 2 sebagai kelas kontrol.

3.3 Variabel Penelitian
Sesuai dengan permasalahan yang sudah dirumuskan, maka variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Variabel bebas
Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan implementasi pendidikan karakter melalui metode pembelajaran kooperatif serta pembelajaran dengan metode konvensional
2. Variabel terikat
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar mata pelajaran ekonomi kompetensi dasar mencatat transaksi ke dalam jurnal umum perusahaan jasa kelas XI IPS SMAN 1 ... .

3.4 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu:
a. Metode Tes
Metode tes digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa pada materi jurnal umum sebelum (pre test) dan sesudah perlakuan (post test). Data hasil post test yang diperoleh untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar kelompok eksperimen dan hasil belajar kelompok kontrol, sehingga dapat diketahui yang lebih tinggi.
b. Metode angket
Lembar angket digunakan untuk mengetahui pendapat siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran STAD dalam pengimplementasian pendidikan karakter di kelas maupun di sekolah.
c. Metode Observasi
Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gej ala¬gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar (Sugiyono, 2010;203). Metode observasi ini digunakan peneliti untuk mengetahui pengimplementasian pendidikan karakter dalam pengajaran yang dilakukan oleh guru ekonomi di SMAN 1 ....
d.  Metode Wawancara
Metode wawancara disini digunakan untuk mewawancarai guru ekonomi dalam mengimplementasikan pendidikan karakternya terhadap siswa. Sehingga data wawancara ini tidak diolah, hanya bersifat penguat saja.

3.5 Analisis Instrumen Penelitian
a. Uji Validitas
Menurut Suharsimi (2010:211) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrument. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebalikya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud. Contoh ptk ekonomi sma doc Validitas dihitung dengan mengukur korelasi antara butir¬butir soal dengan skor soal secara keseluruhan. Dalam penelitian ini, uji validitas dilakukan menggunakan program SPSS 20 dengan taraf signifikansi α=5%.
Berdasarkan uji coba soal yang telah dilaksanakan pada siswa kelas Xll IPS di SMAN 1 ... menggunakan 34 butir soal pilihan ganda, dengan jumlah responden (n) = 28 dan taraf nyata α= 5% . Hasil sudah baik. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya sesuai dengan kenyataan, maka beberapa kali pun diambil, tetap akan sama. Untuk menentukan reabilitas suatu soal dilakukan dengan menggunakan program SPSS 20 Cronbach Alpha dimana soal dikatakan memilki reliabel yang baik jika nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,700 ( Nunnally dalam Ghonzali, 2011:48)
Berdasarkan analisis yang telah dilaksanakan, diperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,857 > 0,700, sehingga dapat disimpulkan bahwa soal reliabel.
c. Taraf Kesukaran
Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu susah. Untuk mengetahui tingkat kesukaran soal, perlu dilakukan uji taraf kesukaran soal sebagai berikut:

Keterangan:
P = Indeks Kesukaran
B = banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan benar
JS = Jumlah seluruh siswa peserta tes
(Suharsimi, 2010:208)
Kriteria indeks kesukaran diklasifikasikan sebagai berikut :
Jika P = 1,00 sampai 0,30 adalah sukar
Jika P = 0,31 sampai 0,70 adalah sedang
Jika P = 0,71 sampai 1,00 adalah soal mudah
(Suharsimi,201 0:210).
Berdasarkan 26 soal yang valid dilakukan analisis tingkat kesukaran soal pada Table 3.6.

Tabel 3.6
Rekapitulasi Tingkat Kesukaran Soal

Sumber: Data primer diolah 2015 (lampiran 24)
Pada Tabel 3.6 menunjukkan bahwa terdapat 6 soal sukar, 13 soal sedang dan 7 soal mudah. Download ptk ekonomi sma kelas xi 
d. Daya Pembeda
Daya pembeda soal adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang berkemampuan rendah. Rumus daya pembeda (D) adalah sebagai berikut:

Keterangan:
JA = banyaknya peserta kelompok atas
JB = banyaknya peserta kelompok bawah
BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benar
BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar
PA = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar
PB = Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar Klafisikasi daya pembeda:
D : 0,00 - 0,20 = jelek
D : 0,21 - 0,40 = cukup
D : 0,41 - 0,70 = baik
D : 0,71 - 1,00 = baik sekali
D : negatif, soalnya tidak baik, sebaiknya dibuang
(Suharsimi,2010 : 218).
Berdasarkan 26 soal yang valid dilakukan perhitungan daya beda soal yang disajikan pada Tabel 3.7 .
Tabel 3.7
Rekapitulasi Daya Beda Soal

Sumber: Data primer diolah 2015 (lampiran 24)
Sebanyak 26 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel, terdapat 25 soal yang dapat digunakan untuk pre dan post test, yang digunakan hanya 25 soal saja dikarenakan terdapat 1 soal yang berada dalam klasifikasi daya pembeda yang tidak baik maka soal tersebut sebaiknya dibuang dan tidak digunakan ( Suharsimi, 2010: 218) .

3.6 Prosedur Penelitian
1. Tahap Persiapan
1) Mengumpulkan data kelas dan nama siswa kelas XI IPS SMAN 1 ... tahun ajaran 2014/2015.
2) Menguji populasi untuk mengetahui kesetaraan kelas untuk dapat dipilih menjadi sampel penelitian dengan menggunakan uji normalitas dan homogenitas.
3) Menentukan kelas ekperimen dan kelas kontrol dengan teknik random sampling.
4) Menyusun instrumen soal untuk pretest dan post test.
5) Melakukan uji coba instrumen untuk menguji validitas, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya pembeda soal.
2. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan, akan dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan dan langkah-langkah yang akan dilaksanakan baik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sebagai berikut:
1. Kelas Eksperimen
Pertemuan pertama (1 x 45 menit)
a. Tahap I persiapan
1. Menyusun RPP materi pengertian jurnal umum dan fungsi jurnal umum
2. Mempersiapkan sumber belajar yang akan digunakan seperti buku paket ekonomi/akuntansi.
3. Mempersiapkan soal pretest
b. Tahap II pelaksanaan
1. Membuka kegiatan pembelajaran, memberikan apersepsi, motivasi kepada siswa (10 menit).
2. Melaksanakan Pre test (30 menit). Contoh ptk ekonomi sma pdf 
c. Tahap III Penutup
1. Menutup pelajaran dengan salam (5 menit).
Pertemuan kedua (2 x 45 menit)
a. Tahap I persiapan
1. Menyusun RPP tentang pengertian dan fungsi jurnal umum
2. Mempersiapkan sumber belajar yang akan digunakan seperti buku paket akuntansi.
3. mempersiapkan pembagian kelompok STAD
b. Tahap II pelaksanaan
1. Membuka pelajaran, apersepsi, pemberian motivasi kepada siswa (10 menit).
2. Mereview materi pertemuan sebelumnya dan melanjutkan dengan pengertian dan fungsi jurnal umum (50 menit).
3. Menjelaskan tentang pembelajaran STAD yang akan digunakan pada pertemuan selanjutnya.
4. Pembentukan kelompok STAD, masing-masing kelompok terdiri dari 5siswa. kelompok dibuat heterogen tingkat kepandaiannya dengan mempertimbangkan keharmonisan kerja kelompok (10 menit).
c. Tahap III penutup
1. Guru menyimpulkan materi yang telah dibahas. (10 menit).
2. Guru menutup pelajaran dengan salam.
Pertemuan ketiga (2 x 45 menit)
a. Tahap I Persiapan
1. Mempersiapkan kondisi (format) kelas untuk pembelajaran dengan diskusi (STAD).
2. Menentukan unit perangkat pembelajaran tiap individu siswa terdiri dari materi ajar, dan bahan diskusi dalam kelompok.
b. Tahap II pelaksanaan
1. Membuka pelajaran, apersepsi, pemberian motivasi kepada siswa (10 menit).
2. Guru menjelaskan materi tentang pengidentifikasian debet/kredit (30 menit)
3. Siswa menempati kelompoknya masing-masing, nantinya anggota kelompok yang pandai ini akan memberikan pengajaran langsung kepada teman satu timnya yang merasa kesulitan dalam belajar (30 menit).
4. Kesulitan yang dialami siswa dalam diskusi dipecahkan oleh teman satu kelompoknya,
c. Tahap III penutup
1. Menutup pelajaran dengan salam (10menit).
Pertemuan keem pat (1 x 45 menit)
a. Tahap I Persiapan
1. Mempersiapkan soal post test
b. Tahap II Pelaksanaan
1. Membuka pelajaran, apersepsi, dan pemberian motivasi kepada
siswa (5 menit).
2. Siswa mengerjakan soal post test (30 menit).
c. Tahap III Penutup
1. Membahas materi yang sulit (10 menit).
2. Menutup pelajaran dengan salam.

2. Kelas Kontrol
Pembelajaran di kelas kontrol dilakukan sama dengan kelas eksperimen selama 4 kali pertemuan .
Pertemuan pertama (1 x 45 menit)
a. Tahap I Persiapan
1. Menyusun RPP materi pengertian dan fungsi jurnal
2. Mempersiapkan sumber belajar yang akan digunakan seperti buku paket akuntansi.
3. Mempersiapkan soal Pre test.
b. Tahap II pelaksanaan
1. Membuka kegiatan pembelajaran, memberikan apersepsi, motivasi (5 menit).
2. Memberikan Pre test (30 menit).
c. Tahap III penutup
1. Mengevaluasi kegiatan pembelajaran dan memberikan kesimpulan (10 menit).
2. Menutup kegiatan pembelajaran dengan salam.
Pertemuan kedua (2 x 45 menit)
a. Tahap I Persiapan
1. Mempersiapkan RPP tentang pengertian jurnal umum dan fungsi jurnal
2. Mempersiapkan sumber belajar yang akan digunakan seperti LKS, buku paket akuntansi. Download ptk ekonomi sma lengkap 
b. Tahap II pelaksanaan
1. Membuka kegiatan pembelajaran, apersepsi, pemberian motivasi pada siswa (10 menit).
2. Mereview pertemuan sebelumnya dan melanjutkan dengan materi tentang pengertian dan fungsi jurnal umum (30 menit).
3. Memberikan soal-soal latihan (30 menit).
4. Pembahasan (15 menit)
c. Tahap III penutup
1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan (5 menit).
2. Menutup kegiatan pembelajaran dengan salam.
Pertemuaan ketiga (2x 45 menit)
a. Tahap I Persiapan
1. Menyusun RPP tentang pengidentifikasian debet kedit serta menyusun jurnal umum
2. Mempersiapkan sumber belajar yang akan digunakan seperti LKS, buku paket akuntansi.
3. Mempersiapkan soal-soal latihan.
b. Tahap II pelaksanaan
1. Apresiasi, presensi, pemberian motivasi kepada siswa (10 menit).
2. Mereview materi dari pertemuan sebelumnya dan melanjutkan materi tentang pengidentifikasian debet/kredit (40 menit)
3. Mengerjakan latihan soal menyusun jurnal umum (35 menit).
c. Tahap III penutup
1. Menyimpulkan materi dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami (5 menit).
2. Menutup kegiatan pembelajaran dengan salam.
Pertemuaan keem pat (2x 45 menit)
a. Tahap I Persiapan
1. Mempersiapkan soal pots test
b. Tahap II Pelaksanaan
1. Membuka pelajaran, apersepsi dan pemberian motivasi kepada siswa (5 menit).
2. Siswa mengerjakan soal pos test (30 menit).
c. Tahap III Penutup
1. Menutup kegiatan pembelajaran (10 menit).
3.Tahap Evaluasi
Mengevaluasi hasil belajar siswa, baik pembelajaran di kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Hasil belajar tersebut dibandingkan untuk mengetahui apakah hasil belajar kelas eksperimen dengan menggunakan metode pembelajaran STAD lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar kelas kontrol dengan metode konvensional. Dengan cara menganalisis data yang diperoleh untuk menguji hipotesis penelitian. Dalam analisis ini meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis.

3.7 Metode Analisis Data
3.7.1 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan data yaitu tentang pengimplementasian pendidikan karakter di sekolah, dan di kelas serta pengimplementasian pendidikan karakter yang dilakukan oleh guru. Data hasil yang diperoleh dari angket disajikan untuk melihat pengimplementasian pendidikan karakter setelah diterapkan dengan baik pada pembelajaran ekonomi kompetensi dasar mencatat transaksi ke dalam jurnal umum di kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Analisis pengimplementasian pendidikan karakter melalui metode pembelajaran STAD, pengumpulan dilakukan dengan lembar angket terlebih dahulu diklasifikasikan dan diberi skor. Klasifikasi dan skoring dilakukan dengan ketentuan berikut ini:
1 : Tidak Pernah 2: Jarang 3 :Kadang - Kadang
4 :Sering 5: Selalu
  
Keterangan:
P = prosentase skor
S = jumlah skor yang diperoleh
N      = jumlah skor maksimum
Ali (1992)

Kriteria pendidikan karakter siswa setelah menggunakan STAD : 
80% > P < 100% = sangat baik
66% > P < 79% = tinggi
56% > P < 65% = rendah
40% > P < 55% = sangat rendah
P > 39% = gagal
(Suharsimi, 2010: 245)
3.7.2 Analisis data hasil belajar sebelum perlakuan (Pre Test)
 a. Uji Normalitas
uji normalitas dilakukan untuk menganalisis data hasil belajar post test guna mengetahui kenormalan data. Perhitungannya sama dengan perhitungan normalitas sebelum perlakuan.
b. Uji Homogenitas
uji homogenitas perhitungannya sama dengan perhitungan homogenitas sebelum perlakuan.
c. Uji Hipotesis 
a. Pengujian Hipotesis 1
Hipotesis 1 menyatakan bahwa ada perbedaan karakter siswa dalam pengimplementasian sebelum dan sesudah menggunakan metode STAD pada mata pelajaran ekonomi kompetensi dasar mencatat transaksi kedalam jurnal umum. Perbedaan karakter siswa dapat dilihat dari perbedaan hasil lembar angket karakter yang diisi oleh para siswa yang berada dalam kelas eksperimen. Lembar angket dibagikan kepada siswa sebelum dan sesudah dilakukan perlakukan dengan metode STAD. Cara menguji hipotesis ini yaitu dengan membandingkan hasil kemampuan awal (pre test) dengan kemampuan akhir (post test) siswa kelas eksperimen. Untuk menguji hipotesis ini digunakan program SPPSS 20 paired sample pada skoe pre-test kelompok eksperiman dengan taraf kepercayaan  = 5%. Ha1 diterima apabila nilai Sig (2-tailed) < 0,05. Contoh ptk ekonomi sma doc 

b. Pengujian Hipotesis 2
Hipotesis 2 menyatakan bahwa metode kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil elajar ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional kompetensi dasar mencatat transaksi kedalam jurnal umum perusahaan jasa.

PTK IPS EKONOMI KELAS XI SMA LENGKAP

DAFTAR PUSTAKA


Aunillah,Isna.201 1 .Panduan Menerapkan Pendidikan Karakter di Sekolah. Jakarta:Lasksana
Berkowitz.2005.Character Education Partnership. University of Missouri- St Louis.
Dimyati dan Mudjiono.2006.Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:Rineka Cipta Fakultas Ekonomi.20 11 .Pedoman Penulisan Proposal Penelitian. Semarang:UNNES PRESS.
Ghozali, Imam. 2011. Desain Penelitian Eksperimental Teori,Konsep dan Analisis Data dengan SPSS 19.0. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ismawanto.2010. Ekonomi jilid 2 untuk SMA dan MA KELAS XI.Jakarta : CV. GEME ILMU.
Khan,Hafiz.2011.E fect of Student’s Team Achievement Division (STAD) on Academic Achievement of Student.Pakistan:Canadian Center of Science ang Education.
Lie,Anita.2004. Cooperatif Learning .Jakarta: PT.Grasindo.
Marzuki.20 1 2.Pengintegrasian Pendidikan Karakter Dalam Pembelaj aran di Sekolah.Dalam Jurnal Pendidikan Karakter,Tahun ke II,No 1.Hal 33-43 Jogyakarta:UNY.
Pusat Kurikulum dan Perbukuan . 2010. Pengembangan dan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa: Pedoman Sekolah.Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Kemdiknas.
.2010.Desain induk pendidikan karakter .Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Kemdiknas.
Sanjaya,Wina.2007.Strategi pembelajaran berorientasi standart proses
pedidikan .Jakarta:Prenada Media Group. Sistaningrum,Widyaningtyas.,Fatmah Yuanita,Dwi Safitri.Penggunaan metode
pembelajaran tutor sebaya dalam meningkatkan hasil belajar akuntansi
siswa kelas 1 akuntansi pada sisa kelas 1 akuntansi SMK N 22 Jakarta.Jurnal
lingkar Ilmu pendidikan vol 1 no 1 thn 2008.
Slavin, Robert E. 2010. Cooperative Learning Teori, Riset dan praktik. Terjemahan Narulita Yusron. Bandung : Nusa media
Sudjana,Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.Bandung:Remaj a Rosdakarya.
Suharsimi,Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT Rineka Cipta
, 2010. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara Sumarno,Ali.20 11 .Modelpembelajarankonvensional. (http://elearning.unesa.ac.id/ myblog/alim;sumarno/model pembelajaran konvensional)
Sugiyono. 2010. Metode penelitian pendidikan : Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta
Suprijono,Agus.Cooperatif Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta. Pustaka Belajar
Supriyanto.20 11 .Implementasi pendidika karakter melalui strategi pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan hasil belajar akuntansi siswa kelas XI IPS SMA N 1 KENDAL.Penelitian:UNNES
Trianto.2007.Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.Jakarta:Prestasi Pustaka.
Triyuda, Pandu.20 12. http://news.detik.com/read/20 12.( 21 November .2012).
Wulandari.20 1 2.Efektifitas penerapan model pembelaj aran kooperatif student teams achievement division (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal penyesuaian pada siswa kelas x akuntansi smk setia budhi semarang tahun ajaran 2011/2012

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya PTK IPS EKONOMI KELAS XI JURNAL UMUM

Postingan terkait: