PTK IPS SD KELAS 5 METODE INKUIRI

PTK IPS SD KELAS 5 METODE INKUIRI-Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... pada mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial. Rendahnya hasil belajar siswa dikarenakan siswa kurang melakukan aktivitas bermakna saat pembelajaran berlangsung serta guru lebih banyak menggunakan metode konvensional yaitu ceramah. Contoh ptk ips sd kelas 5 doc Oleh karena itu penelitian ini merumuskan masalah yaitu apakah penerapan metode inkuiri dapat meningkatkan aktivitas mata pelajaran IPS kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... semester 2 tahun pelajaran 2014/2015 dan apakah penerapan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... semester 2 tahun pelajaran 2014/2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS pada siswa kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... semester 2 tahun pelajaran 2014/2015.
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2 dengan masing-masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN ... 01 tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Sedangkan untuk alat pengumpul data berupa lembar observasi guru dan lembar observasi aktivitas belajar siswa sertatest yang berrbentuk soal pilihan ganda.
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terjadinya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas 5 SDN ... 01 IPS melalui penerapan metode inkuiri yang di tandai dengan meningkatnya ketuntasan aktivitas dan hasil belajar IPS. Persentase siswa yang tuntas dalam aktivitas belajar siswa pada siswa 1 dengan kategori baik mencapai 47,47% dan persentase aktivitas belajar siswa dengan kategori baik pada siklus 2 mencapai persentase 71,71% sudah mencapai indikator kerja aktivitas belajar yang ditentukan yaitu aktivitas belajar dinilai berhasil jika mencapai persentase 70% dari jumlah siswa. Download ptk ips kelas 5 Bukan hanya aktivitas belajar saja yang meningkat namun hasil belajar siswa juga meningkat dari yang semula sebelum menerapkan metode inkuiri hasil belajar siswa yang tuntas hanya 33,30% dengan rata-rata hasil belajar kelas sebesar 59,30 dan setelah adanya tindakan pada siklus 1 meningkat menjadi 60,60% dengan rata-rata hasil belajar kelas sebesar 70,84 kemudian hasil belajar terus meningkat pada siklus 2 dengan persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 81,81% dan sudah mencapai indikator kerja hasil belajar yang ditetapkan, dimana hasil belajar dikatakan baik dan berhasil jika ketuntasan hasil belajar siswa sudah melebihi 80%.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPS SD yang diberi judul "
 
PENERAPAN METODE INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN 
AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS 
5 SDN ... 01 KECAMATAN ... 
SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2014/2015 
". Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPS KELAS 5 SD lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK 016 SD).

DOWNLOAD PTK IPS SD KELAS 5

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Menurut UU NO.20 tahun 2003 pasal 37 tentang sisdiknas (2003:86),IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan dalam proses belajar mengajar di sekolah dasar maupun menengah. Bertumpu pada undang¬undangNO.20 tahun 2003 pasal 37 tentang sisdiknas (2003:86), kurikulum KTSP mata pelajaran IPS tahun 2006 bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan berikut (Gunawan, 2011:41): 1) mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan masyarakat dan lingkungan, 2) memiliki kemampuan dasar untuk berfikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan ketrampilan dalam kehidupan sosial, 3) memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan, 4) Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal, nasional, dan global.
Mata pelajaran ini penting dalam memahami berbagai masalah sosial dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan kemasyarakatan maupun kegiatan perekonomian. Hal ini menyebabkan mata pelajaran ini sangat bersentuhan langsung dengan kehidupan siswa, baik ketika di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Pentingnya mata pelajaran IPS menyebabkan pelajaran tersebut diajarkan disemua tingkat dan jenjang pendidikan dasar menengah maupun atas dan wajib diberikan kepada siswa.
Pentingnya mata pelajaran PS diajarkan di sekolahdasartidaksejalandengan hasil yang diperoleh. Hermawan (2012) menyatakan bahwa guru masih sering menyajikan pembelajaran IPS dengan menggunakan metode ceramah yang tidak bervariatif dan siswa kurang terlibat dalam pembelajaran atau cenderung pasif akibatnya siswa hanya mengandalkan pendengaranya untuk menyerap materi yang diberikan guru. Contoh ptk ips sd pdf Hermawan (2012) juga menambahkan bahwa pembelajaran IPS sering dipandang sulit jika siswa hanya mengandalkan teknik belajar dengan hanya mendengarkan dan menghafal materi pembelajaran.
Kalau hal ini terus menjadi kebiasaan dalam pembelajaran IPS di kalangan siswa sekolah dasar, maka nilai siswa akan semakin menurun. Proses belajar mengajar mata pelajaran IPS yang hanya mengandalkan metode ceramah saja, juga terjadi di kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru IPS kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... pada tanggal 3 Maret 2015, dengan menggunakan pedoman lembar wawancara yang telah dipersiapkan seperti yang tersedia dalam lampirandiperoleh data bahwa guru selalu menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi IPS kepada siswa, interaksi yang terjadi di kelas antara guru dengan siswa masih kurang, pada saat pembelajaran berlangsung siswa bahkan kurang untuk digerakan atau didorong untuk mengemukakan pendapatnya.hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa metode ceramah merupakan metode konvensional, Djamarah dalam Muhammadkholik (2011) menegaskan bahwa metode pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran tradisional atau disebut juga dengan metode ceramah, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran. Freire dalam Muhammadkholik (2011) menegaskan apabila informasi yang hanya berpusat pada guru atau dilakukan dengan ceramah menjadi kewajiban bagi siswa untuk ditelan dalam pikiran yang kemudian menjadi keharusan bagi siswa untuk dihafal sehingga siswa juga kurang untuk beraktivitas.
Sering digunakanya metode ceramah yang tanpa diimbangi atau dipadukan dengan metode pembelajaran yang lain di SDN ... 01 kecamatan ... semester 2 tahun 2014/2015, mengakibatkan aktivitas belajar dan hasil belajar mata pelajaran IPS sebelum diadakan tindakan masih ada siswa yang aktivitas belajarnya mempunyai kategori kurang. Hasil belajar mata pelajaran IPS juga menunjukan bahwa siswa memperoleh nilai yang rendah. Berikut ini akan ditunjukan tabel aktivitas belajar dan hasil belajar mata pelajaran IPS pra siklus pada siswa kelas 5 SDN ... 01 semester 2 tahun pelajaran 2014/2015:
Tabel 1
Aktivitas Belajar IPS Kelas 5 SDN ... 01 Semester 2 Tahun
Pelajaran 2014/2015 Pra Siklus

Tabel 1, menunjukan bahwa siswa yang aktivitasnya dalam pembelajaran kurang dengan skor observasi 1-1,9 berjumlah 8 siswa dengan persentase 24,24%, siswa yang aktivitasnya dalam pembelajaran cukup dengan skor observasi 2-2,9 berjumlah 18 siswa dengan persentase 54,54%, siswa yang aktivitasnya dalam pembelajaran baik dengan skor observasi 3 berjumlah 7 siswa dengan persentase 21,21%. Rata-rata aktivitas belajar mata pelajaran IPS kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... semester 2 tahun pelajaran 2014/2015 klasikal adalah 2,39.
Dari data tersebut dapat diketahui bahwa masih banyak siswa yang mempunyai aktivitas rendah dan secara rata-rata kelas, aktivitas belajar dalam satu kelas masih cukup dengan rata-rata nilai rata-rata 2,39.
Selain aktivitas belajar yang masih cukup, dan masih banyak siswa yang masih rendah aktivitas belajar dalam kegiatan pembelajaran,ditemukan jugahasil belajar mata pelajaran IPS yang masih rendah dan banyak siswa yang hasil belajarnya di bawah KKM. Berikutini nilai ulangan harian siswa pada mata pelajaran IPS kelas 5 pada semester 2 tahun pelajaran 2014/2015:
Tabel 2
Ketuntasan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas 5 SDN ... 01 Semester 2
Tahun pelajaran2014/2015 Pra Siklus

Tabel 2 menunjukan bahwa ketuntasan hasil belajar IPS siswa kelas 5 SDN ... 01 semester 2 tahun pelajaran2014/2015 pra siklus mempunyai nilai rata-rata kelas 59,30 dengan nilai minimal 33 dan nilai maksimal 80. Download ptk ips kelas 5 semester 2 Siswa yang telah mencapai KKM hanya berjumlah 10 dan siswa yang belum mencapai nilai berjumlah 23.
Berdasarkan latar belakang dan temuan dari aktivitas belajar dan hasil belajar IPS
Berdasarkan Tabel 1 dan 2 mengenai aktivitas belajar dan hasil belajar mata pelajaran IPS yang dicapai siswa kelas 5 SDN ... 01 semseter 2 tahun pelajaran 2014/2015 tersebut, maka akan diadakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan metode inkuiri ke dalam pembelajaran IPS di kelas untuk meningkatan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran IPS pada siswa kelas 5 SDN ... 01 semseter 2 tahun pelajaran 2014/2015. Menurut Widiarto (2009:33) keuntungan metode inkuiri adalah secara aktif siswa beraktivitas menemukan informasi, pengetahuan, dan ingatan menjadi meningkat. Ingatan siswa yang meningkat ini, membantu siswa mencapai hasil belajar yang lebih meningkat di banding dengan siswa hanya duduk diam mendengarkan cermah dari guru saja.

1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut :
1) Hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS yang masih rendah dengan persentase siswa yang tidak tuntas memcapai 69,69% dari KKM kelas materi pelajaran IPS yaitu 70.
2) Aktivitas belajar mata pelajaran IPS pada siswa kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... tahun pelajaran 2014/2015 masih dalam kategori cukup dengan rata-rata kelas 2,38 dan masih 8 siswa yang memiliki kategori aktivitas belajar yang kurang.
3) Pembelajaran IPS masih berorientasi pada guru. Guru hanya menyampaikan materi dalam pembelajaran IPS sebagai tuntutan agar siswa menghafal saja, serta kecenderungan guru untuk tidak memberikan masalah-masalah yang berlaku di lingkungan sekitar siswa.
4) Guru dalam pembelajaran IPS masih menggunakan metode pembelajaran konvensional yang tidak bervariasi, sehingga metode seperti berpikir kritis dalam pemecahan masalah atau Inkuiri tidak pernah dilakukan.
5) Siswa di sekolah dasar terbiasa menerima informasi atau hal baru dari apa yang disampaikan guru tidak terbiasa untuk berusaha menemukan atau mengkonstruksi pengetahuan. Sehingga aktivitas belajar yang dilakukan di dalam kelas kurang bermakna.

1.3 Pembatasan Masalah
Agar fokus penelitian ini terarah maka dilakukan pembatasan masalah yaitu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran IPS materi persiapan kemerdekaan Indonesia dan peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas 5 SD melalui penerapan metode inkuiri SDN ... 01 kecamatan ... semester 2 tahun pelajaran 2014/2015.
Aktivitas belajar mata pelajaran IPS yang dimaksud dalam penelitian ini, merupakan aktivitas siswa pada saat pembelajaran IPS. Jadi bukan aktivitas guru pada saat pembelajaran IPS berlangsung.

1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan analisis masalah, maka masalah dapat dirumuskan sebagai berikut:
1) Apakah penerapan metode inkuiri dapat meningkatkan aktivitas belajar mata pelajaran IPS kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... semester 2 tahun pelajaran 2014/2015?
2) Apakah penerapan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPS kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... semester 2 tahun pelajaran 2014/2015?

1.5 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dirumuskan maka penelitian ini bertujuan:
1) Untuk meningkatkan aktivitas belajar dalam pembelajaran IPS dengan menerapkan metode inkuiripada siswa kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... semester 2 tahun pelajaran 2014/2015.
2) Untuk meningkatkan hasil belajar IPS dengan menerapkan metode inkuiri pada siswa kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... semester 2 tahun pelajaran 2014/2015.

1.6 Manfaat Hasil Penelitian
1.6.1 Manfaat Teoretis
Manfaat dari penelitian yang dilakukan adalah metode inkuirisebagai alternatif pemilihan metode dan memberikan kontribusi pembelajaran IPS bagi para guru atau pendidik untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa serta keprofesionalan pendidik. Download ptk ips sd word Penelitian ini juga dapat dipergunakan sebagai salah satu refrensi atau acuan bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian sejenis.
1.6.2 Manfaat Praktis
Manfaat hasil penelitian juga mempunya manfaat praktis bagi siswa yaitu: 1) meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam mapel IPS, 2) meningkatkan kerja sama, kreatifitas dan sifat kritis siswa, 3) meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS, 4) meningkatkan rasa percaya diri.
Hasil penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa namun juga bagi guru yaitu: 1) guru dapat mengetahui metode yang tepat dan lebih cocok untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS, 2) memungkinkan guru untuk berkembang secara aktif dan profesional, 3) menambah wawasan guru dalam menyajikan materi pembelajaran IPS dalam proses belajar mengajar agar lebih menarik.
Selain mempunyai manfaat praktis bagi siswa dan guru, penelitian ini juga bermanfaat bagi sekolah yaitusebagai refrensi bagi sekolah dalam mengembangkan metode pembelajaran sehingga akan berdampak pada kualitas, hasil belajar siswa, dan mutu sekolah.

CONTOH PTK IPS SD LENGKAP

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kajian Teori
Dalam kajian teori ini, akan diuraikan mengenai metode inkuiri yang berisi tentang alasan munculnya metode inkuiri, definisi inkuiri,langkah inkuiri, kelebihan dan kekurangan metode inkuiri,sintaks inkuiri. Teori tentang aktivitas belajar yang berisi tentang definisi aktivitas belajar, indikator tercapainya aktivitas belajar, jenis-jenis aktivitas belajar. Teori tentang hasil belajar yang berisi tentang defini hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Dalam sub bab kajian teori juga diuraikan mengenai pembelajaran IPS di Sekolah Dasar, kajian IPS, pendidikan IPS.
2.1.1 Metode Inkuiri
Penggunaan metode dalam pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru diharapkan tidak hanya mampu memberikan dam pak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa, akan tetapi mampu mengaktifkan siswa saat berlangsungnya proses belajar mengajar. Penelitian pada tahun 1957 yang dilakukan oleh James Raths menunjukan bahwa 97% dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di kelas adalah dilakukan oleh guru (Wahab, 2007:92). Alasan tersebut yang memicu lahirnya metode yang sangat inovasi dalam pembelajaran IPS yang dikenal dengan metode inkuiri.
Metode inkuiri mempunyai banyak definisi tetapi secara keseluruhan sama. Metode inkuri menurut Sapriya (2009:80) adalah rangkaian kegiatanpembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk menemukan sendiri suatu jaw aban dari suatu masalah yang dipertanyakan.
Pada prinsipnya tujuan penerapan metode Inkuiri dalam pembelajaran di kelas, membantu siswa bagaimana merumuskan pertanyaan, mencari jawaban atau pemecahan untuk memuaskan keingintahuannya dan untuk membantu teori dan gagasannya tentang dunia. Download ptk ips kelas 5 Lebih jauh lagi dikatakan bahwa pembelajaran inkuiri bertujuan untuk mengembangkan tingkat berfikir dan jugaketerampilan berfikir kritis (Gunawan, 2011:90).Hal yang dipentingkan dalam Inkuiriadalah siswa mencari sesuatu sampai tingkatan “yakin” (belief-percaya), tingkatan ini dicapai melalui dukungan fakta, analisa interpretasi dan pembuktian. Bahkan lebih dari itu, dalam Inkuiri akan dicari tingkat pencarian alternatif (pilihan kemungkinan) pemecahan masalah tersebut.
Penerapan metode Inkuiri di dalam kelas hendaknya mempunyai penguasaan yang penuh terhadap metode tersebut. Banyak pengajar atau guru berusaha mengajar dengan menggunaan metode inkuiri namun tidak bersungguh-sungguh melakukanya. Oleh karena itu guru perlu mengajarkan dan memberikan prosedur atau langkah-langkah yang jelas saat melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode Inkuiri (Wahab 2007 : 95).
2.1.1.1 Langkah atau Prosedur Pembelajaran dengan Metode Inkuiri
Inkuiri diterapkan dalam pembelajaan IPS dikelas mempunyai langkah atau prosedur yang harus dilakukan oleh seorang guru. Prosedur ini menjadi sangat penting ketika guru ingin menerapkan sebuah metode dalam pembelajaran agar tidak berakibat pada kekacauan dalam proses pembelajaran dan ketidaktercapaian tujuan pembelajaran.
Berikut ini prosedur pemakaian atau langkah metode Inkuiri menurut Widiarto (2009 : 27-32) :
Siswa diperkenalkan masalah yang akan diangkat atau dibahas Siswa mengumpulkan data dari berbagai sumber informasi, dalam pengumpulan data ini siswa juga diarahkan untuk mengajukan pertanyaan.
Siswa diarahkan atau dibimbing untuk menganalisis data secara individual maupun kelompok.
Siswa membuat hipotesis
Siswa menguji hipotesis yang telah dibuat dengan pengetahuan mereka dan sumber informasi yang mereka dapat.
Siswa dengan bimbingan dan arahan guru menyimpulkan yang telah didapat dari pengujuan hipotesis.
Widiarto (2009:33) juga berpendapat bahwa inkuiri mempunyai banyak keuntungan yaitu:
Aktivitas siswa lebih bermakna dimana siswa dapat menemukan informasi dan pengetahuan
Penemuan membantu siswa mempelajari bagaimana mengikuti petunjuk-petunjuk dan kunci-kunci, dan mencatat penemuan¬penem uan.
Peserta didik lebih lanjut mengembangkan minat dalam apa yang dia pelajari.
Peserta didik mengembangkan minat ketrampilan-ketrampilan dan sikap yang pokok untuk belajar dengan mengarahkan diri. Peserta didik mengembangkan pengertian yang lebih mendalam tentang tugas-tugas dari seorang guru.
Penemuan bekerja pada tingkatan-tingkatan yang lebih tinggi dari bidang kognitif (analisa, sintesa).
2.1.1.2. Kelebihan dan Kekurangan metode Inkuiri
Inkuiri sebagai satu proses direncanakan untuk meningkatkan perkembangan intelektual para siswa. Inkuiri dalam perananya sebagai sebuah metode pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangan. Contoh ptk ips sd kelas 5 doc Berikut ini kelebihan inkuiri bagi siswa menurut W idiarto (2009:33) adalah:
1) Secara aktif siswa beraktivitas menemukan informasi dan pengetahuan, ingatan menjadi meningkat.
2) Penemuan membantu siswa mempelajari bagaimana untuk mengikuti petunjuk-petunjuk dan kunci-kunci ,mencatat penemuan-penemuan, dengan demikian membekali dirinya untuk menangani situasi-situasi masalah yang baru.
3) Hadiah-hadiah yang diberikan berkenaan dengan penemuan sesuatu memberikan dorongan para peserta didik dengan motivasi dari dalam.
4) Peserta didik lebih lanjut mengembangkan minat dalam apa yang sedang ia pelajari.
5) Peserta didik mengembangkan minat ketrampilan-ketrampilan dan sikap-sikap yang pokok bagi belajar dengan mengarahkan diri sendiri.
6) Peserta didik mengembangkan pengertian yang lebih mendalam tentang tugas-tugas seorang guru.
7) Penemuan bekerja pada tingkatan-tingkatan yang lebih tinggi dari bidang kognitif (analisa, sintesa) hal tersebut mendorong pemikiran intuitif .
Sedangkan kekurangan metode Inkuiri menurut W idiarto (2009:34) adalah sebagai berikut:
1) Membutuhkan banyak waktu.
2) Kebanyakan buku-buku teks dan bahan pembelajaran sekarang tersedia bagi guru ditulis sebagai pameran daripada sebagai suatu penem uan.
3) Peserta didik seringkali menjadi macet ataupun kehilangan arah sebelum masalah dipecahkan.
4) Para peserta didik seringkali menemukan hal-hal yang lain daripada yang dim aksudkan.
5) Suatu penemuan yang salah yang mebutuhkan banyak usaha dapat menurunkan semangat para peserta didik secara luar biasa.
6) Guru harus mempunyai latar belakang yang kuat di dalam bidangnya untuk menangani penemuan-penemuan yang tidak diharapkan.
7) Beberapa peserta didik nampaknya tidak mampu membuat penemuan yang dimaksudkan .
Solusi dalam mengatasi kelemahan metode inkuiri adalah sebagai berikut: 1) guru pada awal pembelajaran harus menjelaskan dengan sangat jelas prosedur penggunaan metode inkuiri kepada siswa sehingga siswa tidak mengalami kebingungan saat ingin melaksanakan tahap inkuiri berikutnya, 2) guru harus memperkirakan waktu pelajaran berlangsung agar semua sintaks dan tahap inkuiri terlaksana secara penuh sampai akhir pembelajaran, 3) untuk mengatasi buku yang kurang mendukung dalam penggunaan metode inkuiri sebaiknya guru mempersiapkan aau membuat buku pegangan sendiri untuk siswa pada materi yang akan diajarkan, 4) guru harus membimbing siswa dengan sabar dan terus memberi motivasi kepada siswa agar siswa tidak putus asa dalam menemukan jaw aban, 5) pembagian kelompok sebaiknya dilaksanakan seara heterogen agar kelompok dalam suatu kelas mempunyai keseimbangan dan saling membantu antar anggota kelompok, 6) guru harus benar-benar memahami metode inkuiri dengan baik dan menguasai materi pelajaran yang akan diberikan pada saat pembelajaran berlangsung.
2.1.1.3 Sintaks Inkuiri
Selain mempunyai tahapan atau fase yang sistematis, Inkuiri juga memiliki sintaks atau tahapan proses pembelajaran yang dialami oleh siswa. Berikut ini sintaks proses Inkuiri menurut Bruce dalam Wena (2008:82) yang digambarkan dalam tabel di bawah ini:
Tabel 3
Sintaks Pembelajaran Inkuiri
Sumber : Wena (2008:82)
2.1.2 Aktivitas Belajar
Siswa dalam belajar sangat erat kaitanya dengan subjek yang melakukan pengajaran. Hamalik (2007:59) menyatakan bahwa selama ini siswa hanya dianggap sebagai pendengar, pengikut dan pelaksana tugas sedangkan kebututuhan dan minat siswa kurang mendapat perhatian dari guru.
Menurut Suherman (2008:182), aktivitas belajar adalahketerlibatan siswa dalam bentuk sikap, pikiran, perhatian, dan aktivitas dalam kegiatan pembelajaran guna menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dan memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut. Aktivitas belajar, juga melibatkan seluruh panca indera yang membuat seluruh tubuh dan pikiran terlibat dalam proses belajar (Sardiman 2007:55). Aktivitas belajar muncul ketika aktivitas anak dimunculkan dalam pembelajaran yang sedang berlangsung. Download ptk ips kelas 5 semester 2 Ukuran baik, cukup dan kurang bergantung pada banyak sedikitnya siswa melakukan yang kemudian disesuaikan oleh metode yang diterapkan guru (Rahardja, 2002:21).
Menurut Rahardja (2002:21) ada dua sifat aktivitas yaitu aktivitas sejati yang meliputi kegiatan jasmani dengan mencari masalah, memecahkan masalah, menilai sesuatu, menyimpulkan sesuatu, menganalisis, dan menciptakan sesuatu. Aktivitas yang lainya yaitu aktivitas semu yang meliputi kegiatan meniru atau mengulang perbuatan orang lain yang sudah banyak terbentuk.
Peningkatan aktivitas belajar berarti meningkatnya jumlah siswa yang bertanya dan menjawab, meningkatnya siswa yang saling berinteraksi untuk bekerjasama membahas materi pelajaran. Dalam hal ini, diharapkan peningkatan aktivitas belajar disertai dengan peningkatan ketrampilan (psikomotorik) dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, sehingga terjadi peningkatan hasil belajar.
Menurut Sardiman (2003:67) indikator aktivitas belajar dapat dilihat dari: 1) banyaknya siswa beraktivitas dalam pembelajaran, 2) dominasi siswa dalam kegiatan pembelajaran, 3) banyaknya siswa yang mampu mengerjakan tugas yang diberikan guru melalui proses pembelajaran.
2.1.2.1 Jenis-jenis Aktivitas Belajar
Aktivitas belajar memiliki jenis. Jenis aktivitas belajar disesuaikan dengan kategori kebiasaan dan perilaku beraktivitas siswa saat pembelajaran berlangsung. Berikut ini jenis-jenis aktivitas belajar menurut Paul d. Diedric dalam Sardiman (2011:101) :
1) Visual Activities, yang term asuk di didalamnya misalnya membaca, memperhatikan gam bar dan dem onstrasi, percobaan, pekerjaan orang lain.
2) Oral Activities, seperti menyatakan merumuskan, bertanya, memberi saran, berpendapat, diskusi, interupsi.
3) Listening Activities, sebagai contoh mendengarkan: uraian, percakapan, diskusi, musik.
4) Writting Activities, seperti misalnya menulis cerita, karangan, laporan, menyalin.
5) Drawing Activities, menggambar, membuat grafik, peta, diagram.
6) Motor Activities, yang termasuk didalamnya: melakukan percobaan, membuat konstruksi, model, m ereparasi, berkebun, berternak.
7) Mental Activities, sebagai contoh: menanggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisis, mengambil keputusan.
8) Emotional Activities, seperti merasa bosan, gugup, melamun, berani, tenang.
2.1.3 Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan bukti atau buah yang dipetik dari siswa yang telah menjalani proses belajar. Hasil belajar yang biasa diterima siswa sebagai buah dari proses belajaranya dapat berupa hasil yang diinginkan maupun yang tidak diinginkan, semua itu tergantung dari usaha dan kesunguhan yang telah dilakukan sewaktu menjalani proses belajar. Menurut Aunurrahman (2009:37) hasil belajar biasanya ditandai dengan perubahan tingkah laku.
Menurut Gagnedalam Prayitno (2007:8) mengatakan bahwa hasil belajar adalah dicapainya sejumlah kemampuan setelah mengikuti proses belajar mengajar, yaitu ketrampilan intelektual (pengetahuan), strategi kognitif (memecahkan masalah), informasi verbal (mendeskripsikan sesuatu), ketrampilan
motorik, sikap dan nilai.Sedangkan menurut Sudjana (2004:22)hasil belajar adalah adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya.
Kingsley dalam Sudjana(2004:22) membagi tiga macam hasil belajar mengajar yaitu: 1) keterampilan dan kebiasaan, 2) pengetahuan dan pengarahan, 3) sikap dan cita-cita.
Sedangkan Gagne dalam Aunurahman (2009:47) membagi lima macam hasil belajar yaitu: 1) keterampilan intelektual atau pengetahuan prosedural yang diperoleh melalui penyajian materi di sekolah, 2) strategi kognitif atau kemampuan memecahkan masalah-masalah baru degan jalan mengatur proses internal masing-masing individu, 3) informasi verbal atau kemampuan untuk mendeskripsikan sesuatu dengan kata-kata, 3) keterampilan motorik atau kemam puan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan otot, 4) sikap atau kemampuan internal yang mempengaruhi tingkah laku seseorang yang didasari oleh emosi, kepercayaan-kepercayaan serta faktor intelektual.
Hasil belajar dapat dikategorikan menjadi tiga bidang, yaitu bidang kognitif atau memecahkan masalah, afektif atau sikap, dan psikomotorik melaksanakan gerakan-gerakan. Oleh karena itu hasil belajar siswa jelas akan berbeda-bedakarena dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu yaitu faktor dari dalam siswa dan dari luar siswa (Sudjana, 2005:39).
Antara proses dan hasil dalam pembelajaran merupakan dua hal yang tidak berdiri sendiri, namun saling terkait. Ghufron (2010:20) menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran antara lain adalah faktor siswa seperti kecerdasan emosional, guru, strategi atau metode mengajar, dan sarana atau perangkat pembelajaran, dan gaya belajar.
2.1.4 IPS dan Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar
2.1.4.1 Pengertian IPS
Istilah ilmu pengetahuan sosial atau yang lebih dikenal dengan IPS merupakan nama mata pelajaran ditingkat sekolah dasar menengah, atas, maupun perguruan tinggi, biasanya ditingkat perguruan tinggi lebih dikenal dengan nama ”social studies” (Sapriya, 2009:19).
2.1.4.2 Pendidikan IPS
Menurut Soemantri dalam Sapriya (2009:11) pendidikan IPS adalah seleksi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan hum oniaria, serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan. Contoh ptk ips sd pdf Pengertian tentang pendidikan IPS menurut Soemantri tersebut menunjukan bahwa mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial yang diambil, atau diperoleh dari lingkungan masyarakat yang sangat dekat dengan kehidupan siswa sehingga pendidikan IPS penting diberikan di sekolah dasar, menengah dan sekolah tingkat atas bahkan ditingkat perguruan tinggi yang memeang mempunyai konsentrasi dan layak diberikan pendidikan IPS.
Pendidikan IPS SD dalam implementasinya pada pembelajaran di kelas dapat dilakukan melalui berbagai carametode. Metode tersebut sekarang banyak dikem bangkan sebagai contoh pembelajaran interaktif, metode pemecahan masalah, metode inkuiri, metode dialog kreatif,metode bermain peran, metode karyawisata dan sebagainya.
2.1.4.3 Kajian IPS
Menurut Kurikulum KTSP (2008:575) ilmu pengetahuan sosial (IPS) mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi geografi, sejarah, sosiologi, dan ekonomi. Melaluimata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta wargadunia yang cinta damai.
2.1.4.4 Tujuan Mata Pelajaran IPS
Sesuai dengan kurikulum KTSP (2008:575), mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1) mengenal konsep -konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya, 2) memiliki kemampuan dasar untuk berfikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keteram pilan dalam kehidupan sosial, 3) memiliki
komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan, 4) Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetensi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, maupun global.
2.1.4.5 Ruang Lingkup Mata Pelajaran IPS
Ruang lingkup mata pelajaran IPS SD menurut Gunawan (2012:39) adalah sebagai berikut: 1) manusia, tempat, dan linkungan, 2) waktu, keberlanjutan, dan perubahan 3) sistem sosial dan budaya 4) perilaku ekonomi dan kesejahteraan IPS sebagai pendidikan global, yakni mendidik siswa akan kebinekaan bangsa, budaya, dan peradaban di dunia. Menanamkan kesadaran ketergantungan antar bangsa. Menanamkan kesadaran semakin terbukanya komunikasi dan transportasi antar bangsa di dunia. Mengurangi kemiskinan kebodohan dan perusakan lingkungan.

2.2 Kerangka Pikir
Pembelajaran IPS SD yang diberikan di kelas mempunyai karakteristik materi yang pad at dan banyak. Materi yang banyak dan padat itu seharusnya dapat diolah guru untuk menumbuhkan aktivitas belajar anak yang mampu memaknai pembelajaran dengan kegiatan yang tidak mudah dilupakan dan mempunyai keingintahuan yang tinggi terhadap informasi tersebut. Berkaitan dengan pembelajaran IPS di kelas masih terdapat permasalahan yaitu selama ini metode mengajar yang dilakukan guru masih menggunakan metode yang membosankan dan hanya mengandalkan ceramah, pembelajaran berpusat pada guru, siswa kurang aktif dalam menyampaikan pendapat, atau bertanya pada guru sehingga pengetahuan siswa yang didapat sangat dangkal dan berakibat pada hasil belajar. Oleh karena itu diperlukan adanya pembelajaran yang tidak hanya berpusat pada guru, namun siswa juga ikut terlibat secara pikiran, fisik, dan gerak dalam pembelajaran
Metode yang tepat untuk pembelajaran yang melibatkan siswa timbal balik antara siswa dan guru serta siswa terangsang untuk mengikuti pembelajaran dengan menyenangkan, memahami hingga memaknai secara mendalam materi pelajaran yang diberikan di kelas adalah metode pembelajaran inkuiri. Penggunaan metode inkuiri dalam mata pelajaran IPS dapat membangun pengetahuan siswa sendiri sehingga konsep yang diperoleh siswa akan tersim pan dengan baik sehingga suatu saat pengetahuan itu dibutuhkan siswa akan lebih mudah mengingatnya. Pembelajaran dilaksanakan dengan dua siklus. Download ptk ips sd word Setelah pembelajaran dengan menggunakan metode Inkuiri ini, diharapkan akan terjadipeningkatan hasil belajar siswa, aktivitas belajar dan pada akhirnya siswa akan memperoleh hasil belajar yang dikatakan tuntas sama dengan atau diatas KKM > 70 serta meningkatnya aktivitas belajar menjadi lebih bermakna.

2.3 Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir maka dapat dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut:
1)Pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dapat meningkatkan aktivitas belajar pada mata pelajaran IPS siswa kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... semester 2 tahun pelajaran 2014/2015 menjadi lebih aktif dan bermakna.
2) Pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPS Siswa kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... semester 2 tahun pelajaran 2014/2015.

PENELITIAN TINDAKAN KELAS IPS SD KELAS 5

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Variabel Penelitian
Variabel yang diteliti dalam penelitian ini mencakup variabel X (variabel bebas) dan variabel Y (variabel terikat). Variabel X (variabel bebas) dalam penelitian ini adalah metode Inkuiri sedangkan Variabel Y (variabel terikat) dalam penelitian ini adalah aktivitas dan hasil belajar siswa.

3.2 Definisi Operasional
Untuk menghindari salah pengertian tentang makna istilah yang digunakan dalam penelitian ini, maka perlu dijelaskan makna beberapa definisi operasional.sesuai denganjudul “penerapan Metode I nkuiri untuk meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS pada Siswa Kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015”, maka penelitian ini diberi batasan operasional yang meliputi:
a) Metode belajar inkuiri adalah adalah rangkaian kegiatanpembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk menemukan sendiri suatu jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. (Sapriya, 2008:80)
b) Aktivitas belajar adalahketerlibatan siswa dalam bentuk sikap, pikiran, perhatian, dan aktivitas dalam kegiatan pembelajaran guna menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dan memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut. (Kunandar, 2008:272). Aktivitas belajar merupakan tindak lanjut dari penerapan metode inkuiri yang dilakukan oleh guru sehingga aktivitas belajar mata pelajaran IPS akan dikaitkan dengan kinerja guru dalam melaksanakan sintaks yang ada. Aktivitas bejar yang dimaksudkan adalah aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS.
c) Hasil Belajar IPS adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah belajar dalam mata pelajaran IPS, yang wujudnya berupa kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Derajat kemampuan yang diperoleh siswa diwujudkan dalam bentuk nilai hasil belajar IPS.

3.3 Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian ini dijabarkan dalam dua siklus, dimana masing¬masing siklus dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Dalam satu siklus terdapat empat tahapan yaitu: 1) perencanaan penelitian (planning), 2) pelaksanaan penelitian( action), 3) observasi(observation), 4) refleksi (reflection). Apabila hasil belajar dan aktivitas belajar siswa masih rendah dan di bawah KKM dan indikator kerja yang ditetapkan, maka tahapan atau prosedur penelitian diulangi lagi sampai hasil belajar dan aktivitas belajar siswa sesuai atau melebihi indikator kerja.Kemmis & Mc Taggart dalam Arikunto (2007:16) menyajikan skema pelasanaan penelitian sebagai berikut: 
Gambar 1 Skema Pro sedur Penelitian

3.3.1 Rencana Penelitian Siklus I
Rencana penelitian siklus I akan dilaksanakan dengan melaksanakan beberapa tahapan: 1) mempersiapkan perijinan di Sekolah untuk melaksanakan siklus I dan dimungkinkan adanya keberlanjutan siklus berikutnya, 2) berkonsultasi dengan guru kelas mengenai materi pembelajaran yang akan digunakan sebagai penelitian, apakah materi tersebut sudah digunakan untuk test, 3) mengkonsultasikan tanggal pelaksanaan penelitian kepada pihak sekolah dan guru kelas.
Pada tahap ini, prosedur penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:1) menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mata pelajaran IPS, 2) menyiapkan materi dan media penunjang seperti biografi pahlawan yang terlibat dalam persiapan kemerdekaan Indonesia untuk pembelajaran, 3) menyusun lembar kerja kelompok, 4) menyusun lembar observasi aktivitas belajar dan kinerja guru sebagai panduan bagi pengamat dalam mengamati pelaksanaan perbaikan pembelajaran, 5) merancang soal uji kompetensi.
3.3.1.2 Proses PelaksanaanSiklus I
Proses pelaksanaan pada siklus I dilakukan dalam tiga kali pertemuan. Download ptk ips kelas 5 Pertemuan pertama Siklus I dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2015, pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2015 dan pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2015 dengan durasi jam pelajaran 2 × 35 menit (2 jam pelajaran).
Pada pertemuan pertama guru melaksanakan sintaks inkuiri sampai fase kelima dengan mengacu pada materi tokoh yang terlibat dalam persiapan kemerdekaan Indonesia dan waktu yang berkaitan dengan peristiwa persiapan kemerdekaan Indonesia. Pembelajaran diawali dengan kegiatan awal membuka pelajaran, melakukan apersepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti guru melaksanakan sintaks sampai fase kelima. Kegiatan diakhiri dengan memberi penguatan kepada siswa, melaksanakan tindak lanjut dan tanya jawab.
Pada pertemuan kedua guru juga melaksanakan sintaks inkuiri sampai fase kelima dengan mengacu pada materi materi memberi contoh keputusan yang diambil dalam sidang BPUPKI dan pembentukan PPKI. Download ptk ips sd word Pembelajaran diawali dengan kegiatan awal membuka pelajaran, melakukan apersepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti guru melaksanakan sintaks sampai fase kelima. Kegiatan diakhiri dengan memberi penguatan kepada siswa dan melakukan tanya jawab kesulitan.
Sedangkan pada pertemuan ketiga siklus pertama guru juga melaksanakan tindak lanjut dan tanya jawab guru juga melaksanakan sintaks inkuiri sampai fase kelima dengan mengacu pada materi jasa-jasa tokoh pahlawan yang ikut mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dan sikap-sikap yang patut ditiru dari tokoh mempersiapkan kemerdekaan. Pembelajaran diawali dengan kegiatan awal membuka pelajaran, melakukan apersepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti guru melaksanakan sintaks sampai fase kelima namun dalam kegiatan akhir selain memberi penguatan kepada siswa, melaksanakan tindak lanjut dan tanya jawab, guru juga melaksanakan test formatif dari keseluruhan materi yang telah yang telah dipelajari.
3.3.1.3 Proses Observasi Siklus I
Proses pengamatan siklus I dilaksanakan melalui tahap tahap sebagai berikut: 1) observer mengamati proses pembelajaran yang difokuskan pada kegiatan guru dalam melaksanakan langkah pembelajaran dan sintaks yang telah ditentukan, 2) observer mengamati aktivitas belajar siswa pada saat melaksanakan proses pembelajaran, 3) observer mencatat semua temuan pada proses pembelajaran dan memberikan komentar.
3.3.1.4 Proses Refleksi Siklus I
Refleksi dilaksanakan setelah melaksanakan proses pembelajaransiklus I. Data-data dan penemuan yang ditemukan kemudian dicatat sebagai data refleksi pembelajaran yang telah dilakukan. Data–data yang telah dicatat dalam lembar pengamatan baik siswa ataupun guru serta penilaian dalam menyelesaikan tes formatif dianalisis untuk mendapat kesimpulan. Data tersebut digunakan sebagai pijakan awal perlu tidaknya proses pembelajaran dilanjutkan dalam siklus berikutnya.
3.3.2 Rencana Penelitian Siklus II
Rencana penelitian siklus II akan dilaksanakan dengan melaksanakan beberapa tahapan: 1) mempersiapkan perijinan di Sekolah untuk melaksanakan siklus I dan dimungkinkan adanya keberlanjutan siklus berikutnya, 2) berkonsultasi dengan guru kelas mengenai materi pembelajaran yang akan digunakan sebagai penelitian, apakah materi tersebut sudah digunakan untuk test, 3) mengkonsultasikan tanggal pelaksanaan penelitian kepada pihak sekolah dan guru kelas.
Berdasarkan hasil refleksi terhadap hasil pembelajaran siklus I, jika hasil refleksi masih membutuhkan perbaikan, makadisusun rencana perbaikan pebelajaran berupa pro sedur kerja yangdilaksanakandikelasberupa: 1) perencanaan penelitian siklus II (planning),2) pelaksanaan penelitian siklus II (action), 2) observasi (observation), 3) refleksi (reflection).
3.3.2.2 Proses Perencanaan Siklus I
Proses perencanaan siklus II merupakan penyempurnaan atau rencana berikutnya setelah melaksanakan siklus I, apabila hasi belajar siklus I dinilai belum mencapai target KKM maupun indikator kerja yang ditentukan.Perencanaan siklus II lebih belajar dari kekurangan pada siklus I.
Proses perencanaan siklus II sebagai berikut: 1) mencatat hasil observasi dan refleksi kinerja guru maupun aktivitas siswa pada siklus I, 2) melihat data aktivitas dan hasil belajar Siklus I apakah sudah sesuai dengan KKM dan indikator kerja yang ditentukan, 3) menyusun RPP siklus II dengan kompetensi dasar yang berbeda untuk 3 pertemuan, 4) merancang pembelajaran dengan menitikbertkan pada penggunaan metode inkuiri sehingga mampu menemukan sesuatu sebagai bentuk pemecahan masalah dan metode diskusi kelompok, 5) mengecek kembali lembar observasi sebagai panduan bagi observer dalam melaksanakan observasi pelaksanaan pembelajaran, 6) merancang soal tes formatif sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator yang dipakai.
3.3.2.3 Proses PelaksanaanSiklus I
Pada pelaksanaan siklus II dilaksanakan sesuai dengan jadwal penelitian yang telah direncanakan. Pada dasarnya proses penelitian sama dengan dengan siklus I Penelitian dilaksanakan dalam 3 pertemuan dengan durasi masing-masing pertemuan 2 × menit (2 jam pelajaran). Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2015, pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2015 dan pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2015.
Pada pertemuan pertama guru melaksanakan sintaks inkuiri sampai fase kelima dengan mengacu pada materi tokoh yang terlibat dalam peroklamasi kemerdekaan Indonesia dan waktu yang berkaitan dengan peristiwa sekitar
proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pembelajaran diawali dengan kegiatan awal membuka pelajaran, melakukan apersepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti guru melaksanakan sintaks sampai fase kelima. Contoh ptk ips sd kelas 5 doc Kegiatan diakhiri dengan memberi penguatan kepada siswa, melaksanakan tindak lanjut dan tanya jawab.
Pada pertemuan kedua guru juga melaksanakan sintaks inkuiri sampai fase kelima dengan mengacu pada materi peranan tokoh yang terlibat dalam proklamasi dan peristiwa sekitar proklamasi. Pembelajaran diawali dengan kegiatan awal membuka pelajaran, melakukan apersepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti guru melaksanakan sintaks sampai fase kelima. Kegiatan diakhiri dengan memberi penguatan kepada siswa dan melakukan tanya jawab kesulitan.
Sedangkan pada pertemuan ketiga siklus pertama guru juga melaksanakan tindak lanjut dan tanya jawab guru juga melaksanakan sintaks inkuiri sampai fase kelima dengan mengacu pada materi urutan peristiwa sekitar proklamasi sampai proklamasi kemerdekaan Indonesia dan keputusan-keputusan yang diambil tokoh Indonesia dalam peristiwa proklamasi Kemerdekaan. Pembelajaran diawali dengan kegiatan awal membuka pelajaran, melakukan apersepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti guru melaksanakan sintaks sampai fase kelima namun dalam kegiatan akhir selain memberi penguatan kepada siswa, melaksanakan tindak lanjut dan tanya jawab, guru juga melaksanakan test formatif dari keseluruhan materi yang telah yang telah dipelajari.
3.3.2.4 Proses Observasi Siklus I
Proses pengamatan siklus II dilaksanakan melalui tahap tahap sebagai berikut: 1) observer mengamati proses pembelajaran yang difokuskan pada kegiatan guru dalam melaksanakan langkah pembelajaran dan sintaks 2) mengamati aktivitas belajar pada saat melaksanakan pembelajaran, 2) observer mencatat semua temuan pada proses pembelajaran dan memberikan komentar.
3.3.2.5 Proses Refleksi
Refleksi dilaksanakan setelah melaksanakan proses pembelajaranSiklus II. Data-data dan penemuan yang ditemukan kemudian dicatat sebagai data refleksi pembelajaran yang telah dilakukan. Data–data yang telah dicatat dalam lembar pengamatan baik siswa ataupun guru serta penilaian dalam menyelesaikan tes formatif dianalisis untuk mendapat kesimpulan.

3.4 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data observasi (data kualitatif dan kuantitatif) dan hasil tes evaluasi (data kuantitatif). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini sebagai berikut:
3.4.1 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... semester 2 tahun pelajaran 2014/2015 setelah mmenerapkan pembelajaran dengan metode inkuiri adalah:1) tes hasil belajar siswa untuk mengetahui tingkat kognitif siswa dalam menerima pelajaran yang telah dilakukan dalam setiap siklusnya, 2) observasi ini digunakan untuk mengetahui aktivitas belajar siswa di kelas pada setiap pertemuan dari setiap siklusnya dalam mengikuti pembelajaran dengan menerapkan metode inkuiri
3.4.2 Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kisi-kisi lembar observasi kinerja guru setiap siklus, lembar observasi aktivitas belajar siswa setiap siklus dan kisi-kisi instrumen test formatif siklus I dan siklus II.
Lembar observasi kinerja guru sebagai salah satu instrumen pengumpul data yang kemudian menjadi acuan observer untuk memasukan hasil temuan yang terjadi di dalam kelas ke dalam butir-butir instrumen yang telah disediakan. Lembar observasi kinerja guru diberikan kepada observer setiap pertemuan dalam siklus yang dilakukan. Contoh ptk ips sd pdf Berikut ini tabel kisi-kisi instrumen lembar observasi kinerja guru siklus I dan siklus II:
Tabel 6
Kisi-kisi Observasi Kegiatan Guru Penerapan Metode Inkuiri

Selain lembar observasi kinerja guru, setiap pertemuan dalam siklusnya, observer juga mengamati aktivitas masing-masing siswa dalam mengikuti pembelajaran. Berikut ini disajikan kisi-kisi lembar observasi aktivitas belajar yang digunakan untuk menilai aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS dengan menerapkan metode inkuiri :
Tabel 7
Kisi-Kisi Instrumen Observasi Aktivitas Belajar IPS dalam Penerapan
Metode Inkuiri

Soal test yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk pilihan ganda. Soal test yang berbentuk pilihan ganda digunakan dalam Siklus I dan Siklus II pada pertemuan ketiga, berjumlah 15 soal. Hasil test siswa kemudian akan disajikan dalam bab IV berbentuk tabel destribusi frekuensi. Download ptk ips kelas 5 semester 2 Nilai disajikan dalam bentuk interval. Untuk menentukan rentang nilai siklus I dan siklus II melalui cara berikut ini:
Rumus rentang nilai pada siklus I
Kelas = 1 + 3,3 log n ( jumlah siswa )
Range = Skor maksimal – Skor minimal
Berikut ini perhitungan kelas, range dan panjang kelas interval hasil belajar Siklus I yang akan disajikan dalam bentuk tabel destribusi frekuensi:
Kelas = 1 + 3,3 log 33
= 1 + 3,3 × 1,51
= 1 + 4,983
= 5,983
= 6 kelas
Range = Skor maksimal – Skor Minimal 
= 87-53
= 34
Berikut ini perhitungan kelas, range dan panjang kelas interval hasil belajar siklus II yang akan disajikan dalam bentuk tabel destribusi frekuensi:
Kelas = 1 + 3,3 log 33
= 1 + 3,3 × 1,51
= 1 + 4,983
= 5,983
= 6 kelas
Range = Skor maksimal – Skor Minimal 
= 93-60
= 33
Hasil test siswa dipergunakan untuk melihat peningkatan hasil belajar IPS pada siswa kelas 5. Berikut ini kisi-kisi instrumen test formatif siklus I dan siklus II:
Tabel 8
Kisi-Kisi Instrumen Soal Mata Pelajaran IPS Kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015
Siklus I
Tabel 9
Kisi-Kisi Instrumen Soal Mata Pelajaran IPS Kelas 5 SDN ... 01 kecamatan ... Semester 2 Tahun Ajaran 2014/2015
Siklus II

3.5 Validitas dan Reliabilitas Instrumen
3.5.1 Validitas Instrumen
Uji validitas merupakan uji valid tidaknya instrumen tersebut. Contoh ptk ips sd kelas 5 doc Uji validitas bertujuan mengetahui apakah butir soal yang nanti akan dipergunakan untuk soal test mempunyai kelayakan. Jika soal atau butir-butir soal ada 25 maka diharapkan ada 25 soal yang valid. Uji validitas soal instrumen dilaksanakan di SDN ... 01 kecamatan ... pada siswa kelas 5, dengan jumlah siswa 33.
Uji validitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16.0. Priyatno (2009:97) menunjukan suatu soal dikatakan valid apabila sesuai atau melebihi r tabel yang ditunjukan. r tabel yang digunakan sesuai dengan jumlah responden yang digunakan untuk uji validitas instrumen.
Penelitian ini melakukan uji validitas instrumen soal dengan jumlah responden di SDN ... 01 sebanyak 33 siswa. Maka r tabel yang muncul dengan jumlah siswa yang digunakan untuk uji validitas instrumen sebesar 0,3 44. Jadi soal dikatakan valid apabila corrected iten total correlation dalam SPSS
~ 0,344. Berikut ini abel uji validitas instrumen siklus I dan siklus II:
Tabel 10
Hasil Uji Validitas Instrumen Tes Hasil Belajar Siklus I
Tabel 11
Hasil Uji Validitas Instrumen Tes Hasil Belajar Siklus II

3.5.2 Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas data bertujuan untuk menilai Kestabilan dan konsistensi siswa dalam menjawab pertanyaan.
Untuk menguji reliabilitas instrument dilakukan analisis factorial dengan konstruk satu faktor untuk setiap perangkat dengan merujuk teori koefisien reliabilitas alpha dari Cronbach (Azwar, 2000). Contoh ptk ips sd pdf  Kriteria untuk menentukan tingkat reliabilitas instrument digunakan pedoman yang dikemukakan oleh George dan Mallery (1995) sebagai berikut:
≤ 0,7 : Tidak dapat diterima
0,7 < a ≤ 0,8 : Dapat diterima
0,8 < a ≤ 0,9 : Reliabilitas bagus
> 0,9 : Reliabilitas memuaskan
Reliabilitas data siklus I dan siklus II dianalisis dan diolah dalam SPSS 16.0. Berikut ini hasil reliabilitas instrumen Siklus I:
Tabel 12
Reliabilitas Instrumen Test Siklus I
Cronbach's Alpha N of Items
.944 25

Dari Cronbach's Alphareliabilitas instrumen siklus I adalah 0,944 artinya termasuk kategori reliabilitas memuaskan. Tabel 13 berikut ini menyajikan data reliabilitas instrumen Siklus II
Tabel 13
Reliabilitas Instrumen Test Siklus II
Cronbach's Alpha N of Items
.916 25
Dari Cronbach's Alpha reliabilitas instrumen siklus II adalah 0,916artinya termasuk kategori reliabilitas memuaskan.

3.6 Analisis Kesukaran Soal
Kriteria soal yang baik adalah mampu membuat siswa yang mengerjakan memahami, mampu mencerna maksud dari soal tersebut. Tingkat kesukaraan soal juga sebaiknya tidak berlebihan. Berlebihan dalam artian tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar.
Soal dengan kriteria terlalu mudah tidak akan mendidik siswa untuk menghadapi tantangan dan tidak menggali dalam pengetahuan siswa yang telah didapat dalam kegiatan belajar di sekolah. Sedangkan soal yang terlalu sulit juga takan menggangu kelancaran dan semangat siswa untuk mengerjakan soal.
Menurut Arikunto (dalam Daryanto 2011:188) bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya suatu soal adalah indeks kesukaran. Rumus yang digunakan untuk menentukan taraf kesukaran adalah:
 =(Arikunto,2002:208)
Dengan:
P : Indeks kesukaran
B: Jumlah seluruh siswa yang menjawab benar pada butir soal 
JS: Jumlah seluruh siswa peserta tes
Kriteria untuk menentukan indeks kesukaran soal adalah sebagai berikut:
1. Soal dengan P= 0 sampai 0,30 adalah sukar
2. Soal dengan P= 0,31 sampai 0,70 adalah sedang
3. Soal dengan P= 0,71 sampai 1 adalah mudah
Uji Kesukaran dilakukan pada data siklus I dan siklus II. Hasil instrumen yang valid dan reliabel kemudian dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus analisis kesukaran. Berikut ini hasil analisis kesukaran pada Siklus I dan Siklus II, dimana nomor soal dibawah ini nerupakan nomor soal yang sudah dipilih dari soal yang valid untuk dijadikan instrumen Siklus I dan Siklus II, penomoran juga dilakukan secara urut yang berjumlah 15 soal. Download ptk ips kelas 5 Perhitungan yang lebih lengkap disajikan di dalam lampiran.
Tabel 14
Indeks Kesukaran Instrumen Soal

3.7 Indikator Kinerja
Dengan melihat latar belakang permasalahan dan untuk meningkatkan aktivitas hasil belajar siswa kelas 5 SDN ... 01  Kecamatan ..., maka dipergunakan indikator sebagai berikut :
1) Indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa adalah peningkatan hasil belajar siswa baik secara individu maupun klasikal serta ketuntasan belajar. Siswa dinyatakan berhasil jika hasil belajar atau hasil testapabila 80% dari 33 siswa telah berhasil memahami standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Download ptk ips sd word Standar KKM untuk kompetensi dasar itu adalah ≥ 70.
2) Siswa yang aktivitas belajar pada pelaksanaan pembelajaran IPS dalam kategori baik saat mengikuti pembelajaran yang berlangsung dinyatakan berhasil apabila mencapai skor ~ 3 dan untuk melihat secara klasikal dalam kelas pada saat pembelajaran tersebut aktivitas belajar berhasil apabila 70% dari 33 aktivitas belajarnya baik.

3.8 Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif komparatif. Data deskriptif kuantitatif diperoleh dari perbandingan hasil belajar pra siklus, siklus I dan siklus II. Sedangkan data deskriptif kualitatif maupun kuantitatif diperoleh dari perbandingan hasil observasi aktivitas belajar pra siklus, siklus I dan siklus II.

CONTOH PROPOSAL PTK IPS SD

DAFTAR PUSTAKA


Arifin, Moh Samsul. 2009. “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Belajar IPS dengan Metode Inkuiri Pada Siswa Kelas 5 SDN Tunggulwulung 1 Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan Tahun Ajaran 2008/2009 ”. Penelitian Tindakan Kelas. Hlm. 80-82.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2003. D a s a r - d a s a r Eva lu a s i P en did i k a n. Jakarta : Bumi Aksara.
Aunurrahman. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Azis, Abdul. 2009. M etode dan M odel-M odel M engajar IPS. Bandung: Alfabeta.
Badan Standar Nasional PendidikanKurikulum SD dan MI. 2008. Jakarta: Depdiknas.
Djamarah. 2003. Psikologi B elajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Ghufron, Nur. 2010. G a y a B e la jar K a ji a n Teo ret i k. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Gunawan, Rudy. 2011. Pendidikan IPS Filosofi, Konsep, dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta.
Hamalik,Oemar. 2007. P roses B elajar M eng ajar .Jakarta: Bumi Aksara.
K TSP tent a n g k a j ian k u r i k u lu m SD /MI. 2008. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.
Mudjimin, Haris. 2007. B elajar M and iri (Self M otivatea Learning). Surakarta: LPP UNS dan UNS press.
Muhhamdkholik. 2011. M etod e P em belajaran K onvension al. http://muhammadkholik.wordpress.com/201 1/11/08/metode-pembelajaran-konvensional/( 27 Maret 2013).
Pratiwi, Rossy. “Upaya Meningkatkan Hasil dan Aktivitas Belajar IPS dengan Metode Inkuiri Pada Siswa Kelas 5 SD Negeri Kemundo Prambanan Klaten Tahun Ajaran 2011/2012”. Penelitian Tindakan Kelas. Hlm. 89-90.
Prayitno, dkk. 2007. Pengembangan Profesi Guru. Makalah disajikan dalam Diklat Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru SD, SMP, SMA dan SMK di Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah, 22 sampai dengan 24 November.
Priyatno, D. 2010. Teknik M udah dan Cepat M elakukan Analisis Data Penelitian denga n SP SS. Yogyakarta: Gava Media.
Rahardja. 2002. Sekitar Strateg i B elajar M eng ajar dan K etram pilan M eng ajar. Salatiga: Widya Sari.
Rif”atul, Wafi. 2010. “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS dengan Metode Inkuiri Pada Siswa Kelas 5 SDN Tutup 2 Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora Semester 1 Tahun Ajaran 2009/2010 ”. Pen eli ti an Tinda k an K e las. Hlm. 85-86.
Sanjaya, Wina. 2007 Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Pendidikan. Jakarta : Kencana Predana Media Group.
Sapriya. 2009. P en did i k a n I PS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sardiman. 2007. Interaksi dan M otivasi Belajar M engajar. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada.
Sisdiknas No 20 Tahun 2003 tentan Nasional Pendidikan.
Slameto.2003. Belajar dan Faktor-Cipta.
Sudjana, Nana. 2004. Penilaian Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2010. Penelitian Pendidi Bandung: Alfabeta.
Suherman. 2008. Bimbingan dan Konseling. Bandung: Bumi Siliwangi
Wahab, Abdul. 2007. M e to d e dan M o del-M o del M en g ajar. Bandung: Alfabeta.
Wahyuningsih, Dwi. 2010. “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS dengan Metode Inkuiri Pada Siswa Kelas 5 SDN 2 Mudal Mojotengah Wonosobo Semester 2”. Penelitian Tindakan Kela s. Hlm. 83-84.
Wena, Made. 2008. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara.
Widiarto, Tri. 2009. K a ji a n I PS. Salatiga: Widya Sari.

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya PTK IPS SD KELAS 5 METODE INKUIRI

Postingan terkait: