PTK IPS EKONOMI SMA KELAS XI LENGKAP

PTK IPS EKONOMI SMA KELAS XI LENGKAP-Berdasarkan pengamatan awal diketahui bahwa motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas XI SMAN 1 ... diperoleh data sebesar 50% yang meliputi kemampuan siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik, kemampuan siswa menunjukkan rasa minat dan antusias yang tinggi untuk belajar dan sebagainya masuk dalam kategori rendah. Hasil belajar siswa juga masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan ketuntasan hasil belajar siswa XI menunjukkan bahwa dari 39 siswa, hanya 47% siswa yang tuntas, sedangkan 53% lainnya siswa tidak tuntas. Permasalahan dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa kelas XI masih rendah. Oleh karena itu, peneliti akan menerapkan media komik strip pada mata pelajaran ekonomi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI di SMAN 1 .... Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI1 yang berjumlah 39 siswa. Contoh ptk ekonomi sma doc Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaborasi antara guru dan peneliti. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes dan observasi. Teknik Analisis datanya adalah deskriptif persentase dan analisis regresi sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 23,43%. Pada siklus I diperoleh motivasi belajar siswa dengan persentase skor sebesar 58,53%. Pada siklus II meningkat menjadi 81,96%. Hasil belajar siswa pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 22,22%. Pada siklus I diperoleh hasil belajar siswa sebesar 62,22% dengan rata-rata hasil belajar siswa 72,8. Pada siklus II hasil belajar meningkat menjadi 84,44% dengan rata-rata hasil belajar siswa 84,06.
Kesimpulan penelitian ini adalah ada peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI SMAN 1 ... menggunakan media komik strip pada mata pelajaran ekonomi. Saran penelitian ini adalah Untuk meningkatkan siswa lebih aktif lagi dalam bertanya pada saat proses pembelajaran dapat dilakukan dengan cara memberikan nilai tambahan bagi siswa yang mau bertanya.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPS SMA yang diberi judul 
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK STRIP 
PADA MATA PELAJARAN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI
DI SMA NEGERI 1 ... 
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
"
Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPS SMA KELAS XI lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMA 021).

CONTOH LENGKAP PTK IPS EKONOMI SMA KELAS XI

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Sebagaimana disadari bahwa pendidikan merupakan kunci pembangunan bangsa, baik itu pendidikan formal, informal, maupun non formal. Melalui pendidikan kita memperoleh ilmu, keterampilan, maupun informasi yang merangsang kreativitas kita untuk menuju kondisi yang dinamis. Bangsa Indonesia bertekad mengembangkan budaya belajar yang menjadi prasyarat berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Masalah belajar adalah masalah yang selalu aktual dan dihadapi oleh setiap orang. Tidak bisa disangkal bahwa dalam belajar seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar meliputi faktor jasmani, psikologis dan kelelahan. Sedangkan faktor ekstern meliputi, faktor keluarga, faktor sekolah dan masyarakat sehingga bagi pelajar sendiri adalah penting mengetahui faktor-faktor yang dimaksud. Hal ini menjadi lebih penting, tidak hanya bagi pelajar tetapi juga pendidik yang didalamnya memegang peranan penting dalam mengatur dan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar sedemikian hingga dapat terjadi proses belajar yang optimal.
Proses belajar mengajar yang dilakukan dituntut untuk lebih banyak berpusat pada siswa dan guru hanya berperan sebagai fasilitator. Sebagai fasilitator guru harus mampu menciptakan kegiatan pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam berpikir dan bersifat ilmiah. Download ptk ekonomi sma kelas xi  Hal ini tidak terlepas dari ada tidaknya sumber belajar dan media pembelajaran yang memadai, efektif dan sesuai dengan materi yang sedang dipelajari sehingga nantinya dapat menfasilitasi siswa dalam upaya memahami konsep materi tersebut. Sumber belajar adalah segala sesuatu baik itu benda, makhluk hidup, peristiwa ataupun ungkapan secara simbolik, yang mengandung masalah dan atau cara mengatasinya. Ketersediaan sumber belajar dapat memudahkan guru dalam mengembangkan kegiatan belajar siswa. Sebaliknya, ketiadaan sumber belajar menjadikan kegiatan belajar mengajar bersifat klasikal dan kurang variatif.
Proses belajar mengajar adalah fenomena yang kompleks. Segala sesuatunya berarti setiap kata, pikiran, tindakan, asosiasi dan sampai sejauh mana anda mengubah lingkungan, presentasi dan rancangan pengajaran, sejauh itu pula proses belajar berlangsung. Sistem pembelajaran dewasa ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif melakukan kegiatan dalam proses belajar mengajar akan menyebabkan siswa terdorong dalam mempelajari suatu materi pembelajaran sehingga apa yang diperoleh siswa dari belajar akan lebih bermakna bagi dirinya yang akan memperpanjang daya ingatan daripada hanya menghafal.
Upaya untuk memudahkan anak didik menerima materi pelajaran perlu diusahakan media yang dapat membantu pemahaman pada seluruh kegiatan belajar mengajar. Ibrahim dan Nana (2003: 112-113) menyatakan bahwa media pengajaran semakin populer dalam dunia pendidikan di Indonesia. Media pengajaran dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa, sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar. Ibrahim dan Nana berasumsi bahwa media pengajaran berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penggunaan media akan membuat belajar menjadi menarik sehingga dengan suasana yang senang itulah siswa dapat memahami pelajaran dengan baik.
Kesulitan belajar yang dihadapi siswa, terlihat bahwa pelajaran itu sangat tergantung bagaimana cara guru mengajarkan mata pelajaran kepada siswa. Guru dapat mengubah rasa bosan pada anak terhadap materi permintaan dan penawaran uang yang dinilai sulit itu dengan cara membangkitkan motivasi siswa, sehingga motivasi belajar siswa dalam mengikuti pelajaran dapat terwujud. Banyak cara bagi seorang guru untuk menyampaikan materi pelajaran yang akan membuat siswa merasa dibantu. Salah satunya dengan adanya media yang memudahkan pemahaman siswa di dalam proses belajar mengajar.
Dari hasil observasi awal di kelas XI SMAN 1 ... pada mata pelajaran ekonomi diperoleh hasil motivasi belajar siswa sebesar 51% yaitu masuk dalam kategori tingkat motivasi belajar siswa rendah, maka disinilah fungsi dibutuhkannya penggunaan media pembelajaran komik strip mata pelajaran ekonomi pada standar kompetensi permintaan dan penawaran. Rata-rata motivasi siswa diukur dengan menggunakan lembar observasi yang hasilnya adalah sebagai berikut:
Tabel 1.1 Hasil Rata-rata Motivasi Belajar Siswa
Sumber: Data Observasi di SMAN 1 ...

Kenyataan pembelajaran ekonomi di sekolah khususnya SMAN 1 ... dilakukan dengan pendekatan yang berpusat pada guru dan menyebabkan siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru. Selain itu metode pembelajaran ceramah ini, siswa hanya pasif menerima materi dari guru. Hal ini cenderung menjadi suasana belajar kaku, monoton sehingga siswa kurang aktif dan tidak bersemangat dalam belajar dan merasa sulit dalam memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru. Saat ini masih banyak siswa beranggapan bahwa mata pelajaran ekonomi khususnya pada standar kompetensi permintaan dan penawaran sulit dipahami, menjemukan dan membosankan, sehingga tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan dalam memahaminya.
Berdasarkan karakteristik siswa di SMAN 1 ... penggunaan media konvensional dalam pembelajaran ekonomi kurang efektif. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil belajar siswa yang belum optimal dimana masih banyak siswa yang hasil belajarnya di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu sebesar 75. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel nilai ulangan harian kelas XI SMAN 1 ... sebagai berikut:
 
Tabel 1.2 Ketuntasan Hasil Belajar Ekonomi
Sumber : Data Primer yang diolah

Tabel diatas menunjukkan bahwa persentase siswa yang belum mencapai standar KKM di kelas XI sebanyak 21 siswa (53%). Kelas XI 2 hanya sebanyak 12 siswa (30%). Hasil belajar yang belum maksimal pada kelas XI tersebut diikuti dengan motivasi siswa yang rendah, antusias siswa dalam bertanya dan merespon pertanyaan dari guru masih kurang. Dilihat dari motivasi siswa dalam pembelajaran, kelas XI adalah kelas yang motivasi individunya masih rendah, oleh sebab itu dalam penelitian ini kelas XI digunakan sebagai sampel. Contoh ptk ekonomi sma pdf 
Media pembelajaran komik strip dalam pendidikan bisa diterapkan dalam pembelajaran ekonomi pokok bahasan permintaan dan penawaran uang karena komik strip dapat memberikan suasana yang menarik dan terkesan lucu sehingga siswa merasa gembira dan lebih bersemangat dalam melakukan aktifitas belajar mengajar. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Gregory Bryan dalam jurnal, yang menyatakan bahwa:
“………Student begin to realize that many sources of information exist beyond the text book, sources to which they may turn in the future as they search for new knowledge…….”
artinya dengan penggunaan komik, murid memulai untuk mewujudkan banyaknya sumber dari informasi tentang gambaran yang tidak ada di buku teks, sumber yang mana nantinya akan menjadi pencarian mereka untuk pengetahuan
baru. Dengan pernyataan ini, diketahui bahwa komik mampu memberikan inspirasi bagi siswa dan mampu mengembangkan pengetahuan baru. Tetapi dalam kondisi di lapangan guru belum mengoptimalkan penggunaan media alat peraga dalam mengajar hal ini dapat diakibatkan karena sedikit sekali alat-alat peraga yang diciptakan untuk membantu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah.
Berdasarkan data di atas maka peneliti bermaksud melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Media Pembelajaran Komik Strip Pada Mata Pelajaran Ekonomi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI di SMAN 1 ...”.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Adakah peningkatan motivasi belajar siswa kelas XI SMAN 1 ... setelah mengikuti mata pelajaran ekonomi dengan menggunakan media pembelajaran komik strip?
2. Adakah pengaruh motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa setelah mengikuti mata pelajaran ekonomi dengan menggunakan media pembelajaran komik strip?

1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan dalam penelitian yang hendak dicapai adalah sebagai berikut:
1. Untuk menganalisa adakah peningkatan motivasi belajar siswa kelas XI  SMAN 1 ... setelah mengikuti mata pelajaran ekonomi dengan menggunakan media pembelajaran komik strip.
2. Untuk menganalisa adakah pengaruh motivasi belajar siswa terhadap hasil
belajar siswa setelah mengikuti mata pelajaran ekonomi dengan menggunakan media pembelajaran komik strip.

1.4 Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
a. Bagi penulis untuk menambah pegetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian baik secara teori maupun praktik di lapangan.
b. Bagi civitas akademika, penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber bacaan yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan serta wawasan mengenai dunia pendidikan khususnya dalam pengembangan media pembelajaran di masa yang akan datang.
c. Bagi peneliti selanjutnya, agar dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan penelitian.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi guru, sebagai masukan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam mengajar siswa sehingga tujuan dalam proses pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
b. Bagi siswa, sebagai sarana untuk meningkatkan aktitivitas siswa dalam memperoleh informasi tentang pembelajaran ekonomi melalui media pembelajaran komik strip. Sehingga bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar ekonomi dapat diminimalkan, dan hasil belajar siswa akan meningkat. Download ptk ekonomi sma lengkap 
c. Bagi sekolah, dalam rangka memberikan sumbangan kepada sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran sehingga dapat menuntaskan hasil belajar

DOWNLOAD PTK IPS EKONOMI MEDIA KOMIK STRIP

BAB II
KERANGKA TEORITIS


2.1 Motivasi Belajar
2.1.1 Pengertian Motivasi
Istilah motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan diri individu bertindak dan bergerak.
Menurut Sardiman (2009:73) kata motif diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat diartikan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Berawal dari kata motif itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasa atau mendesak.

Motivasi menurut Slameto (2003:170) oleh Esyenk dan kawan-kawan dirumuskan sebagai ”suatu proses yang menentukan tingkat kegiatan, intensitas, konsisten, serta arah umum dari tingkah laku manusia”.
Sedangkan Wena (2009:33) menyatakan bahwa dalam hal ini secara lebih spesifik motivasi belajar dapat dilihat dari karakteristik tingkah laku siswa yang menyangkut minat, ketajaman perhatian, konsentrasi, dan ketekunan dalam kegiatan belajar. Di samping itu, motivasi belajar dapat dilihat dari indikator¬indikator seperti keantusiasan dalam belajar, minat atau perhatian terhadap pembelajaran, keterlibatan dalam kegiatan belajar, rasa ingin tahu pada isi
pembelajaran, ketekunan dalam belajar, selalu berusaha mencoba, dan aktif mengatasi tantangan yang ada dalam pembelajaran.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah dorongan dari diri seseorang (peserta didik) untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi, sehingga apa yang terjadi tujuan mereka dapat tercapai.
2.1.2 Fungsi Motivasi
Hamalik (20011:161) kembali menyatakan bahwa motivasi mendorong timbulnya kelakuan dan mempengaruhi serta mengubah kelakuan siswa. Jadi, fungsi motivasi meliputi:
1. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Contoh ptk ekonomi sma doc Tanpa motivasi tidak akan timbul suatu perbuatan seperti belajar.
2. Motivasi berfungsi sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan kepada pencapaian tujuan yang diinginkan.
3. Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.
2.1.3 Mengukur Aspek-aspek dalam Motivasi
Motivasi merupakan aspek yang sangat penting dalam pembelajaran peserta didik. Tinggi rendahya motivasi belajar siswa dapat dilihat dari indikator motivasi itu sendiri. Megukur motivasi dapat dilihat di amati dari sisi berikut:
a. Durasi belajar, tinggi rendahnya motivasi belajar dapat diukur seberapa lama penggunaan waktu peserta didik untuk melakukan kegiatan belajar.
b. Sikap terhadap belajar, yaitu motivasi belajar siswa dapat diukur dengan kecenderungan perilakunya terhadap belajar apakah senang, ragu atau tidak senang.
c. Frekuensi terhadap belajar, yaitu tinggi rendahnya motivasi belajar peserta didik dapat diukur dari seberapa sering kegiatan belajar dilakukan peserta didik dalam periode tertentu.
d. Kondisi terhadap belajar, yaitu tinggi rendahnya motivasi belajar peserta didik dapat diukur dengan ketetapan dan kelekatan peserta didik terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.
e. Kegigihan dalam belajar, yaitu tinggi rendahnya motivasi belajar peserta didik dapat diukur dari keuletan dan kemampuan dalam mensiasati dan memecahkan masalah dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
f. Loyalitas terhadap belajar, yaitu tinggi rendahnya motivasi belajar peserta didik dapat diukur dengan kesetiaan dan berani mempertaruhkan biaya tenaga dan pikiran secara optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran.
g. Visi dalam belajar, yaitu motivasi belajar dapat diukur dengan target belajar yang kreatif, afektif, inovatif serta menyenangkan.
h. Achievement dalam belajar, yaitu motivasi belajar peserta didik dapat diukur dengan prestasi belajarnya. (Dimyati dan Mudjiono, 2006:84)
2.1.4 Pentingnya Motivasi dalam Belajar
Pentingnya motivasi belajar bagi siswa adalah sebagai berikut:
a. Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir.
b. Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar yang dibandingkan dengan teman sebaya.
c. Mengarahkan kegiatan belajar.
d. Membesarkan semangat belajar.
e. Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja (disela-sela istirahat dan bermain). (Dimyati dan Mudjiono, 2006:85)
Motivasi bagi guru adalah sebagi berikut:
a. Membangkitkan, meningkatkan, dan memelihara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil.
b. Mengetahui dan memahami motivasi belajar siswa di kelas bermacam ragam.
c. Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih salah satu diantara bermacam-macam peran seperti sebagai penasehat, fasilitator, instrumen, teman diskusi, penyemangat atau pendidik. (Dimyati dan Mudjiono, 2006:86)

2.2 Hasil Belajar
2.2.1 Pengertian Hasil Belajar
“Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar” (Rifa’i dan Tri Anni, 2011:85). Sugandi (2006:63) menyatakan bahwa “Hasil belajar merupakan uraian untuk menjawab pertanyaan apa yang harus digali, dipahami, dan dikerjakan siswa”.
Hasil belajar merefleksikan keleluasaan, kedalaman, dan kompleksitas (secara bergradasi) dan digambarkan secara jelas serta dapat diukur denngan teknik-teknik penilaian tertentu. Sudjana (2009:22) mengungkapkan bahwa “Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya”.
Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan perubahan perilaku peserta didik setelah peserta didik paham akan materi yang dipelajari, digali, dikerjakan dan diukur dengan sebuah penilaian.
2.2.2 Bentuk Hasil Belajar
Gagne dalam Suprijono (2010:5-6) menyatakan bahwa bentuk dari hasil belajar berupa:
1) Informasi verbal yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik lisan maupun tertulis. Kemampuan merespon secara spesifik terhadap rangsangan spesifik.
2) Keterampilan intelektual yaitu kemampuan mempresentasikan konsep dan lambang. Kemampuan intelektual terdiri dari kemampuan mengategorisasi, kemampuan analitis-sintesis fakta-konsep dan mengembangkan prinsip-prinsip keilmuan.
3) Strategi kognitif yaitu kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri. Kemampuan ini meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah.
4) Keterampilan motorik yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan koordinasi, sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani.
5) Sikap adalah kemampuan menerima atau menolak objek berdasarkan penelitian terhadap objek tersebut. Sikap berupa kemampuan menginternalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai.
2.2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Slameto (2003:54) mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat digolongkan menjadi dua faktor yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar meliputi faktor jasmani, psikologis dan kelelahan. Faktor jasmani terdiri dari kesehatan yaitu proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu. Faktor psikologis terdiri dari intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan. Faktor ekstern meliputi, faktor keluarga, faktor sekolah dan masyarakat. Download ptk ekonomi sma kelas xi Faktor keluarga terdiri dari cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan. Faktor sekolah terdiri dari metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung dan metode belajar. Faktor masyarakat terdiri dari kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul dan bentuk kehidupan.

2.3 Pembelajaran
2.3.1 Pengertian Pembelajaran
Gagne (dalam Rifa’i dan Tri Anni, 2011:192) menyatakan bahwa “Pembelajaran merupakan serangkaian perbuatan eksternal peserta didik yang dirancang untuk mendukung proses internal belajar”.
“Pembelajaran adalah seperangkat peristiwa yang mempengaruhi peserta didik sedemikian rupa sehinggga peserta didik itu memperoleh kemudahan” (Brings dalam Rifa’i dan Tri Anni, 2011:191).
Anomin (2011:1) menyatakan bahwa pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pembelajaran dapat melibatkan dua pihak yaitu siswa sebagai pembelajar dan guru sebagai fasilitator. Hal yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran adalah terjadinya proses belajar mengajar.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah peristiwa yang dialami oleh seseorang yang belajar dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar untuk memperoleh berbagai macam keterampilan dan pengetahuan.
Pembelajaran dikondisikan agar mampu mendorong kreativitas anak secara keseluruhan yakni dengan membuat siswa aktif, mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan berlangsung dalam kondisi yang menyenangkan. 
2.3.2 Komponen-komponen Pembelaj aran
Dalam pembelajaran ada beberapa komponen yang sangat mempengaruhi dalam proses pembelajaran, komponen pembelajaran tersebut adalah:
1. Tujuan. Tujuan dari kegiatan pembelajaran dapat berupa pengetahuan, dan keterampilan atau sikap yang telah dirumuskan secara eksplisit.
2. Subyek belajar. Subyek belajar dalam sistem pembelajaran merupakan komponen utama karena berperan sebagai subyek sekaligus obyek. Sebagai subyek karena peserta didik adalah individu yang melakukan proses belajar mengajar dan sebagai obyek karena dalam kegiatan pembelajaran diharapkan dapat mengubah perilaku peserta didik.
3. Materi pelajaran. Materi pelajaran yang komprehensif, terorganisasi secara sistematis dan dideskripsikan dengan jelas akan berpengaruh terhadap intensitas proses pembelajaran.
4. Strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran akan mewujudkan proses pembelajaran yang efektif. Dalam penerapan strategi pembelajaran seorang guru perlu memilih model pembelajaran yang tepat, metode mengajar yang sesuai dan teknik-teknik mengajar yang menunjang pelaksanaan mengajar.
5. Media pembelajaran. Media pembelajaran adalah alat yang digunakan guru dalam proses pembelajaran untuk membantu penyampaian pesan pembelajaran. Untuk meningkatkan fungsi media dalam pembelajaran guru harus memilih media yang sesuai sesuai dengan karakteristik peserta didik.
6. Penunjang. Komponen penunjang berfungsi untuk memperlancar, melengkapi dan mempermudah terjadinya proses pembelajaran sehingga sebagai salah satu komponen pembelajaran pendidik perlu memperhatikan, memilih dan memanfaatkannya. (Rifa’i dan Tri Anni, 20 11:194-196).

2.4 Media Pembelajaran
2.4.1 Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara dan pengantar. Jadi media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Suryabrata, 1993 : 6).
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar (Ibrahim dan Nana Syaodih, 2003). Senada dengan Sanaky (2009: 2) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran.
Berdasarkan dua pengertian di atas, penulis menyimpulkan bahwa media pembelajaran adalah sebuah alat yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pembelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar.
2.4.2 Klasifikasi Media Pembelajaran
Dalam pelaksanaan intruksional dikenal beberapa jenis media. Penggunaan media instruksional edukatif ditentukan oleh fungsi dan tujuan intruksional yang ingin dicapai dan tersedianya bahan untuk mengadakan media.
Klasifikasi media menurut Rohani (1997:11-24) adalah :
1. Berdasarkan indra yang digunakan : media audio, media visual, dan media audiovisual
2. Berdasarkan jenis pesan yaitu : media cetak, media non cetak, media grafis dan media non grafis
3. Berdasarkan sasaran yaitu media jangkauan terbatas (tape) dan media jangkauan luas (radio, pers)
4. Berdasarkan penggunaan tenaga listrik (elektronik) yaitu media elektronika dan media non elektronika
5. Media asli dan tiruan, yaitu berupa specimen, meliputi: makhluk hidup dan benda tak hidup
6. Media grafis meliputi: media grafis, media gambar, media pembelajaran komik, bersambung/gambar seri (vitatoon)
7. Media bentuk papan, meliputi: media papan tulis, media papan temple, media papan flannel, media papan/pameran/visual, papan magnet, media papan demonstrasi dan media papan paku
8. Media yang dapat didengar
9. Media pandang dengar
10. Media bahan-bahan cetak
Sesuai dengan pengklasifikasian diatas, maka media pembelajaran komik strip termasuk dalam media cetak/grafis karena media pembelajaran komik strip lebih banyak menekankan pada gambar-gambar yang menceritakan tentang permintaan dan penawaran.
2.4.3 Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Contoh ptk ekonomi sma pdf Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media. Namun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru (Azhar, 2000:15).
Menurut Encyclopedia of Educational Research sebagaimana dikutip oleh Hamalik (2011:15) merinci manfaat media pengajaran sebagai berikut:
a. Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berfikir, oleh karena itu mengurangi verbalisme.
b. Memperbesar perhatian siswa.
c. Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, sehinggga membuat pelajaran yang lebih mantap.
d. Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa.
e. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu terutama melalui gambar hidup.
f. Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain
dan membantu efisiensi dan keragaman yang banyak dalam belajar.
g. Membantu timbulnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan bahasa.
Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data dan memadatkan informasi.

2.5 Media Pembelajaran Komik
2.5.1 Pengertian Media Pembelajaran Komik
Menurut Trimo, media pembelajaran komik didefinisikan sebagai visualisasi cerita melalui gambar-gambar, sedangkan kata-kata untuk kalimat hanyalah merupakan semacam penjelasan/gambar (Sungkono & Eko, 1992:57 dalam Trimo, 1997:34).
Sebagai media instruksional edukatif, komik mempunyai sifat yang sederhana, jelas, mudah dan bersifat personal. Komik adalah suatu kartun yang mengungkapkan suatu karakter dan memerankan suatu cerita dalam urutan yang erat, dihubungkan dengan gambar dan dirancang untuk memberikan hiburan kepada para pembaca. Peranan pokok dari buku komik dalam instruksional adalah kemampuannya dalam menciptakan minat peserta didik (Rohani, 1997: 77-79).
Secara garis besar menurut Sungkono dan Eko (1992:6 dalam Trimo, 1997:37) media pembelajaran komik dibedakan menjadi dua yaitu komik strip (strip comic) dan buku komik (comic book). Komik strip yaitu komik yang berbentuk lembaran-lembaran bingkai kolom yang biasanya bersambung ceritanya. Sedangkan yang dimaksud buku komik adalah komik yang berbentuk buku, mempunyai cerita yang lebih panjang, dapat langsung selesai ataupun bisa bersambung.
Dalam penelitian ini, media yang digunakan berupa komik strip yang berisi tentang cerita ilustrasi penjelasan materi permintaan dan penawaran. Sebagai alat evaluasi, digunakan beberapa soal latihan untuk mengasah ketrampilan siswa sehingga siswa dapat memahami materi yang diberikan guru.
2.5.2 Syarat-syarat Pembuatan Komik
Media pembelajaran komik termasuk dalam kategori media grafis, sehingga syarat-syarat pembuatan media pembelajaran komik hampir sama dengan media grafis/ gambar. Adapun syarat-syarat pembuatannya (F. Praptono, dkk. 1995) adalah sebagai berikut:
a. Ukuran kertas cukup besar, gambar serta huruf terbaca oleh kelas.
b. Visualisasi ide dan pesan mudah ditangkap dan dipahami.
c. Penampilan cukup menarik/ atraktif.
d. Komposisi warna serasi dan seimbang dengan luas kertas.
e. Penggunaan dan penyimpanan serta pemeliharaan mudah.
f. Mudah dan sederhana pembuatannya.
2.5.3 Kelebihan dan Kelemahan Media Pembelajaran Komik
Sanaky (2009: 70) mengungkapkan tentang kelebihan media gambar, antara lain:
a. Sifatnya konkret, lebih realis menunjukkan pada pokok masalah bila dibandingkan dengan verbal semata.
b. Gambar dapat mengatasi ruang dan waktu, artinya tidak semua benda, obyek, peristiwa dapat dibawa ke kelas, maka perlu diciptakan dengan membuat gambar atau foto benda tersebut.
c. Gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan panca indera.
d. Memperjelas suatu kajian masalah dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja.
e. Media gambar lebih murah, mudah didapatkan dan digunakan tanpa memerlukan peralatan khusus.
Sedangkan kelemahan media gambar diungkapkan oleh Ibrahim dan Nana Syaodih (2003 : 115), diantaranya:
a. Jika dirancang kurang menarik cenderung membosankan.
b. Kurang dapat membuat suasana hidup bagi siswa.
2.5.4 Komik Strip
Komik strip dalam Perencanaan dan Perancangan Desain Komik Dalam Gaya Postmodern yang Mengangkat Nilai Moral Dengan Tema Persahabatan Sejati (2002) mengatakan bahwa komik strip adalah jenis komik yang terbit secara harian atau mingguan yang terdiri dari beberapa panel yang tersusun secara horizontal atau vertikal.
Komik strip dalam Factmonster (2001) menjelaskan bahwa pengertian komik strip adalah kombinasi antara gambar kartun dan cerita. Susunan terdiri atas cerita bergambar dengan menggunakan beberapa panel berjajar yang isi ceritanya memiliki beberapa karakter. Tokoh yang berpikir dan berbicara akan ditandai dengan menggunakan “balon-balon” yang ada di dalamnya terdapat tulisan dari percakapan. Download ptk ekonomi sma lengkap 
Pengertian tersebut juga sesuai seperti yang terdapat pada komik strip menurut The Efect of Positive Emotions on Multimedia Learning. (2010) adalah sebagai gambar atau deretan gambar yang bercerita. Ditulis dan digambar oleh seniman kartun yang diterbitkan di Koran dan di internet. Ceritanya menggunakan gambar dan sering dikombinasikan dengan kata.

2.6 Materi Permintaan dan Penawaran
1. Permintaan dan Penawaran
a. Pengertian Permintaan
Permintaan adalah jumlah produk (baik barang maupun jasa) yang diinginkan konsumen pada berbagai tingkat harga selama jangka waktu tertentu.Permintaan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu:
1) Permintaan Absolut: Permintaan yang tidak diikuti oleh daya beli. Misal: Angan-angan untuk membeli mobil Mazda RX8.
2) Permintaan Potensial: Permintaan yang memiliki daya beli namun belum dilaksanakan. Misal: Sudah memiliki uang yang cukup untuk membeli HP namun Anda tidak mau membeli HP tersebut
3) Permintaan Efektif: Permintaan yang disertai daya beli dan dilaksanakan. Misal: Anda membelibuku di toko buku secara tunai.
b. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Permintaan
Permintaan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu:
1) Harga. Harga barang akan sangat mempengaruhi seseorang dalam membeli suatu barang.jika harga naik maka orang akan mengurangi jumlah barang yang diminta dan sebaliknya.
2) Pendapatan. Jika pendapatan seseorang meningkat, maka jumlah barang yang diminta orang itu akan bertambah pula.
3) Harga Barang Lain. Jika harga barang lain mengalami penurunan, orang akan lebih banyak membeli barang yang mengalami penurunan tersebut.
4) Selera. Berapapun harga barang yang diturunkan, jika konsumen tidak memiliki selera dengan barang itu, tidak akan terjadi permintaan terhadap barang itu.
5) Ekspektasi Akan Terjadinya Perubahan Harga . Perkiraan terhadap situasi masa yang akan datang dapat mempengaruhi permintaan suatu barang.
c. Hukum Permintaan
Hukum permintaan menyatakan bahwa antara harga dan jumlah barang yang diminta berbanding terbalik. Artinya, jika harga naik, akan menyebabkan jumlah barang yang diminta turun, dan sebaliknya jika harga turun, akan menyebabkan jumlah barang yang diminta naik, dengan syarat ceteris paribus, yaitu faktor- faktor lain dianggap konstan.
d. Kurva Permintaan
Kurva Permintaan merupakan kurva yang menghubungkan antara harga dengan j umlah barang yang diminta. Perhatikan gambar di bawah ini:
 
Gambar 2.1 Kurva Permintaan

Jika faktor harga yang mempengaruhi permintaan maka akan menyebabkan kurva permintaan bergerak. Namun, jika faktor lain yang mempengaruhi permintaan akan menyebabkan kurva permintaan bergeser. Contoh ptk ekonomi sma doc Seperti yang telah dijelaskan, pergeseran kurva permintaan dapat terjadi jika faktor yang mempengaruhi permintaan selain harga barang itu sendiri tidak ceteris paribus, misalnya perubahan pendapatan.Pergeseran kurva permintaan ke kanan karena peningkatan pendapatan sehingga jumlah permintaan bertambah. Pergeseran kurva permintaan ke kiri karena penurunan pendapatan sehingga jumlah permintaan berkurang.
 
Gambar 2.2
Pergeseran Kurva Permintaan
e. Pengertian Penawaran
Penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual (produsen) pada berbagai tingkat harga dan dalam waktu tertentu (per hari, per minggu, per tahun). Macam-macam penawaran adalah penawaran perseorangan (individu), penawaran kolektif (bersama). Penawaran timbul karena adanya motif produksi (usaha untuk mendapat keuntungan maksimal dan meminimalkan kerugian).
f. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penawaran
Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran yaitu:
1. Harga barang itu sendiri. Harga barang jadi akan mempengaruhi seorang produsen atau pedagang dalam menjual produknya.
2. Kemajuan teknologi. Kemajuan teknolohi dapat mengubah input (sumber daya) yang diperlukan dalam proses produksi.
3. Biaya produksi. Perubahan biaya produksi akan mempengaruhi perubahan barang yang ditawarkan.
4. Persediaan sarana produksi. Produksi akan terganggu jika persediaan sarana produksi berkurang.
5. Bertambahnya jumlah produsen. Jika penjualan suatu barang mendatangkan keuntungan, maka akan mendorong para usahawan baru di bidang itu. Hal ini akan menyebabkan kurva bergeser ke kanan.
6. Peristiwa alam
g. Hukum Penawaran
Hukum penawaran menyatakan bahwa hubungan antara harga barang/jasa dan jumlah yang ditawarkan positif. Artinya, jika harga naik, jumlah yang ditawarkan juga naik. Demikian pula sebaliknya jika harga turun, jumlah yang ditawarkan juga mengalami penurunan dengan syarat ceteris paribus, yaitu faktor-faktor lain dianggap konstan.
Sama seperti pada permintaan, jika faktor harga mempengaruhi penawaran, hal itu akan menyebabkan kurva penawaran bergerak. Namun, jika faktor lain yang mempengaruhi penawaran, akan menyebabkan kurva penawaran bergeser.
 
Gambar 2.3 Kurva Penawaran
Pergeseran kurva penawaran juga terjadi jika faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran selain harga barang itu sendiri tidak ceteris paribus, misalnya perubahan biaya produksi. Hal ini dapat menyebabkan tidak berlakunya hukum penawaran. Download ptk ekonomi sma kelas xi Pergeseran kurva penawaran ke kiri karena peningkatan biaya produksi sehingga jumlah penawaran berkurang.
Pergeseran kurva penawaran ke kanan sehingga jumlah penawaran bertambah. Harga Keseimbangan Fungsi Permintaan 
Hubungan antara bentuk persamaan matematis. Fungsi permintaan diperoleh sebagai berikut:
P – P1 = m(Q – Q1)
Keterangan:
P : harga barang
Q : jumlah barang yang diminta
P1 : harga mula-mula
Q1 : jumlah yang diminta mula-mula
m : gradien (besar kemiringan kurva dari kenaikan variabel P dengan Q)
Permintaan atas barang atau jasa juga dapat dituliskan dengan fungsi sebagai berikut: Qd = a – bP (Qd = jumlah permintaan; b = konstanta; P = harga).
b. Fungsi Penawaran
Hubungan antara harga dan penawaran dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan matematis. Fungsi penawaran diperoleh sebagai berikut: P – P1 = m(Q – Q1)
Keterangan:
P : harga barang
Q : jumlah barang yang diminta
P1 : harga mula-mula
Q1 : jumlah yang diminta mula-mula
m : gradien (besar kemiringan kurva dari kenaikan variabel P dengan Q)
Penawaran atas barang atau jasa juga dapat dituliskan dengan fungsi sebagai berikut: Qs = a – bP (Qs = jumlah penawaran; b = konstanta; P = harga)
c. Harga keseimbangan
Harga yang terbentuk di pasar merupakan harga keseimbangan. Harga keseimbangan merupakan adalah harga yang terbentuk pada tingkat jumlah yang diinginkan penjual sama dengan jumlah yang diinginkan pembeli.
Dengan kata lain titik pertemuan antara kurva permintaan dan penawatan. Jika menggunakan fungsi permintaan dan penawaran, harga keseimbangan akan terjadi jika Qd = Qs.
 
Gambar 2.4 Grafik Harga Keseimbangan
Keseimbangan di pasar adalah suatu keadaan yan bergantung pada kondisi permintaan dan penawaran yang berlaku pada saat tertentu. Pasar hanya dapat dikatakan dalam keadaan keseimbangan (equilibrium) selama kondisi-kondisi permintaan dan penawaran tidak ada perubahan. Jika salah satu kondisi baik permintaan maupun penawaran atau kedua-duanya berubah, harga pasar akan bergeser dari keadaan keseimbangan yang ada ke keseimbangan yang baru.
Perubahan harga keseimbangan dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut:
1) Pergeseran Kurva Permintaan
Jika permintaan mengalami penurunan, kurvanya akan bergeser ke kiri. Jika permintaan mengalami kenaikan, maka kurva akan bergeser ke kanan. Pergeseran tersebut akan mengakibatkan terbentuknya harga keseimbangan yang baru. Perhatikan gambar berikut:
 
Gambar 2.5 Contoh Grafik Pergeseran Kurva Permintaan
2) Pergeseran Kurva Penawaran
Jumlah penawaran barang yang meningkat ditunjukkan dengan pergeseran kurva penawaran ke kanan. Contoh ptk ekonomi sma pdf Jika jumlah penawaran menurun, kurvanya akan bergeser ke kiri. Pergeseran tersebut juga akan mengakibatkan terbentuknya harga keseimbangan yang baru. Perhatikan gambar berikut:
 
Gambar 2.6 Contoh Grafik Pergeseran Kurva Penawaran
3) Pergeseran Kurva Permintaan dan Penawaran
Jika kurva permintaan dan penawaran bergeser ke arah yang sama secara bersamaan dan berimbang, harga keseimbangan akan tetap atau netral. Sebagai contoh jika kurva permintaan dan penawaran sama- sama bergeser ke kananm namun dengan peningkatan jumlah peningkatan yang sama maka 1 harga keseimbangan akan tetap pada P. Sedangkan jumlah keseimbangan akan meningkat menjadi Q1. Perhatikan gambar berikut:
 
Gambar 2.7 Grafik Pergeseran Kurva Permintaan dan Penawaran

2.8 Kerangka Berfikir
Proses pembelajaran SMAN 1 ... diketahui bahwa motivasi belajar siswa masih rendah dan dilihat dari hasil nilai ulangan banyak siswa yang belum tuntas mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu sebesar 75. Motivasi belajar siswa dalam proses, supaya pembelajaran merupakan tolok ukur dari kualitas pembelajaran itu sendiri siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran seorang guru harus mengupayakan suatu media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran ekonomi khususnya pada standar kompetensi permintaan dan penawaran salah satunya adalah media pembelajaran komik strip. Media pembelajaran komik strip menyajikan materi pembelajaran ekonomi dalam bentuk gambar yang tidak membosankan sehingga siswa lebih terpacu untuk mengikuti proses belajar mengajar.
Pembelajaran menggunakan media pembelajaran komik strip dilakukan dalam beberapa siklus dimana dalam setiap siklus terdapat perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Tindakan pada siklus I yang belum berhasil diadakan perubahan pada tindakan siklus II sebagai perbaikan. Penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran ekonomi diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat skema kerangka berpikir berikut ini.
 
Gambar 2.8 Kerangka Berpikir

2.7 Hipotesis Tindakan
Hipotesis dalam penelitian ini adalah bahwa adanya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa di dalam mata pelajaran ekonomi setelah menggunakan media pembelajaran komik strip.

CONTOH LAPORAN PROPOSAL IPS EKONOMI SMA KELAS XI TERBARU

BAB III
METODE PENELITIAN


3.1 Jenis dan Desain Penelitian
Desain penelitian digunakan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang penelitian yang akan dilaksanakan. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau classroom action research. Menurut Suharsimi (2010:3) “penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama”. Download ptk ekonomi sma lengkap 
 
Gambar 3.1 Desain Penelitian Tindakan Kelas Mengunakan Media Pembelajaran
Komik Strip
3.2 Setting dan Subyek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 ... yang beralamat di Jl. ... No. .... Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI yang berjumlah 39 siswa. Berdasarkan observasi awal, kelas XI dalam mata pelajaran ekonomi motivasi siswanya masih rendah. Oleh karena itu, peneliti menetapkan subyek penelitian pada kelas XI yang dirasa perlu untuk menerapkan media pembelajaran inovatif yang akan membantu meningkatkan motivasi belajar siswa sebagai upaya meningkatkan hasil belajar.
3.3 Faktor yang Diteliti
Adapun faktor yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Faktor guru yaitu cara guru dalam merencanakan pembelajaran dan cara
guru dalam kegiatan belajar dengan menerapkan media pembelajaran
komik strip pada mata pelajaran ekonomi.
b. Faktor siswa yaitu:
1. Mengetahui seberapa besar persentase peningkatan motivasi belajar siswa dengan media pembelajaran komik strip pada mata pelajaran ekonomi.
2. Hasil belajar siswa setelah kegiatan pembelajaran yang berasal dari pengamatan pada setiap akhir siklus.
3.4 Rancangan Penelitian (Siklus Penelitian)
Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus, setiap siklus ada empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
1. Prosedur Penelitian Siklus I
a. Perencanaan
Tahap pertama yang dilakukan adalah observasi awal dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran sampai dengan pelaksanaan pembelajaran yang mencakup rumusan tujuan pembelajaran sampai dengan penelitian untuk mengukur keberhasilan siswa berupa peningkatan motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa. Contoh ptk ekonomi sma doc 
b. Pelaksanaan dan tindakan
Pada tahap ini guru melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk kelas sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disiapkan pada tahap perencanaan
c. Pengamatan
Pada tahap ini dilaksanakan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan perangkat sebagai berikut:
1. Lembar observasi yang di pegang oleh guru berupa hasil tes untuk mengamati hasil pekerjaan siswa.
2. Lembar observasi yang dipegang oleh peneliti digunakan untuk mengamati jalannya penelitian tindakan.
d. Refleksi
Penelitian ini menggunakan dasar refleksi dari hasil tes dan observasi. Jadi tindakan pada siklus I yang dinilai belum berhasil terhadap penelitian, diadakan perubahan yang dilanjutkan pada kegiatan siklus II sebagai perbaikan.
2. Prosedur Penelitian Siklus II
a. Perencanaan
Hasil penelitian pada siklus I yang dinilai belum sesuai dengan hasil yang diinginkan, maka perlu dilakukan tindakan sebagai tindak lanjut dari tindakan yang pertama. Kegiatan perencanaan yang dilakukan pada tahap ini adalah:
1. Menyusun perbaikan rencana pembelajaran
2. Menyusun perbaikan instrumen penelitian berupa tes dan lembar observasi
3. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan dalam pelaksanaan tindakan.
b. Tindakan
Guru melaksanakan pembelajaran berdasarkan RPP yang dikembangkan dari hasil refleksi pada siklus I.
c. Observasi
Pengamatan dilaksanakan pada kegiatan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Pengamatan ini dilakukan dari awal sampai akhir proses pembelajaran.
d.   Refleksi
Keseluruhan hasil kegiatan pada siklus II yaitu jawaban soal siswa dan hasil observasi siswa dilakukan analisis sebagai upaya untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan perbaikan siklus I. Hasil tes pada siklus II dan hasil observasi selanjutnya dilakukan perbandingan dengan hasil yang diperoleh pada siklus I baik mengenai pencapaian skor maupun ketuntasan hasil belajar.

3.5 Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini antara lain:
1. Metode Tes
“Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok” (Suharsimi, 2010:193). Tes yang dimaksud adalah tertulis tentang materi yang telah diajarkan.
2. Metode Observasi
Kusumah (20 10:66) mengungkapkan bahwa “pengamatan atau observasi adalah proses pengambilan data dalam penelitian dimana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian”. Lembar observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mengamati perilaku siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Aspek yang diamati dalam observasi ini adalah motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran ekonomi.
3.6 Validitas Instrumen
Validitas yang digunakan pada penelitian ini adalah validitas isi. ”Validitas isi merupakan validitas yang die stimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat professional judgment” (Azwar, 2011:45). Pertanyaan yang dicari jawabannya dalam validitas ini adalah ”sejauh mana item-item dalam tes mencakup keseluruhan isi obyek yang hendak diukur” atau ”sejauh mana isi tes mencerminkan isi atribut yang hendak diukur”. Untuk mengetahui isi itu valid atau tidak, dengan cara dikonsultasikan kepada professional judgment bidang ekonomi. Instrumen yang menggunakan validitas adalah tes kemampuan siswa dan lembar pengamatan motivasi belajar siswa.
3.7 Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian tindakan tujuannya adalah untuk memperoleh bukti kepastian apakah terjadi perbaikan, peningkatan atau perubahan yang diharapkan.
1. Merekapitulasi nilai ulangan siswa sebelum dilakukan tindakan dan nilai tes diakhir siklus I dan siklus II.
2. Menghitung nilai rerata atau persentase hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II yang berfungsi untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar. Download ptk ekonomi sma kelas xi Nilai rata-rata siswa dicari dengan rumus:
 
Keterangan:
X : Nilai rerata
N : Banyaknya siswa
  : Jumlah nilai seluruh siswa
(Sudjana, 2009:109)
3. Menghitung Ketuntasan Belajar
Menghitung ketuntasan belajar secara klasikal digunakan rumus teknik analisis deskriptif sebagai berikut:
 
 (Daryanto, 2011:192)
4. Data Observasi Motivasi Belajar Siswa
Data observasi siswa digunakan untuk menilai motivasi siswa secara individu dan kelompok. Penilain motivasi belajar siswa menggunakan skala likert dengan rentang 5 sampai dengan 1 dengan kategori sebagai berikut:
5 = sangat tinggi 
4 = tinggi
3 = cukup
2 = rendah
1 = sangat kurang
5 Menghitung nilai aspek motivasi belajar siswa digunakan rumus:
 
Dalam menentukan interval persentase untuk menentukan kategori data dilakukan dengan cara berikut :
1. Nilai tertinggi = x (skor tertinggi)
2. Nilai terendah = x (skor terendah)
3. Rentangan = x (skor tertinggi) – x (skor terendah)
4. Jarak interval antara kategori mulai dari sangat rendah (SR) sampai dengan sangat tinggi (ST) menggunakan rumus:
 
 (Widoyoko, 2012:110)
Berdasarkan perhitungan di atas, tabel dan kriteria persentase adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1
Interval Skor dan Kategori
(Widoyoko, 2012:113)

x (skor tertinggi) : Interval terendah
Frekuensi : Jumlah responden
Persentase : Jumlah responden yang dipersentasekan sesuai kategorinya Jumlah “x” disesuaikan dengan jumlah butir pernyataan tiap variabel atau indikator. “Pilihan respon skala skala lima mempunyai variabilitas respon lebih baik atau lebih lengkap dibandingkan skala empat sehingga mampu mengungkap lebih maksimal perbedaan sikap responden” (Widoyoko, 2012:106).
6 Analisis Regresi Linier Sederhana
Analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Analisis regresi sederhana dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui adakah pengaruh motivasi siswa terhadap hasil belajar siswa. Persamaan regresi sederhana untuk motivasi siswa dan hasil belajar adalah sebagai berikut :
Y = a + bX
Keterangan :
Y = Motivasi
a = Konstanta
b = Koefisien Regresi
X = Hasil Belajar
Dalam penelitian ini tidak dilakukan uji asumsi klasik karena dalam analisis regresi dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana.
7 Uji Hipotesis
a. Uji Simultan (Uji F)
Uji F digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh motivasi siswa terhadap hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini digunakan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Pengujian hipotesis (uji F) menggunakan bantuan program SPSS 16.0.
b. Koefisien Determinasi Simultan (R2)
Koefisien determinasi merupakan ukuran yang dapat digunakan untuk motivasi siswa tidak mempunyai pengaruh (0%) terhadap hasil belajar. Sebaliknya, bila koefisien determinasi R2 = 1, berarti hasil belajar siswa 100% dipengaruhi oleh motivasi siswa. Oleh karena itu letak R2 berada dalam interval antara 0 dan 1 (0 > R2 < 1).
Untuk mengetahui besarnya kontribusi motivasi siswa terhadap hasil belajar siswa, maka perlu dicari koefisien determinasi secara keseluruhan. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS 16.0. Contoh ptk ekonomi sma pdf hasil perhitungan adjusted R2 secara keseluruhan digunakan untuk mengukur ketepatan yang paling baik dari analisis regresi linier sederhana.

3.8 Indikator Keberhasilan
Mulyasa (2006:209) ”Dari segi hasil, proses, pembelajaran dan pembentukan kompetensi dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar 75% siswa terlibat aktif, baik fisik, mental, maupun sosial dalam proses pembelajaran”. Oleh karena itu sebagai tolak ukur keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah 75%.

PENELITIAN TINDAKAN KELAS IPS EKONOMI 

DAFTAR PUSTAKA


Anonim. 2011. Media Pembelajaran. Semarang: Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas MIPA, UNNES
Azhar, Arsyad. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo
Azwar, Syaifuddin. 2011. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustidaka Pelajar
Daryanto. 2011. Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah Beserta Contoh-contohnya. Yogyakarta: Gava Media
Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. F. Praptono. 1995. Media Pen gajaran Bagian 1. Yogyakarta: IKIP Jogja
Gregory Bryan dkk. 2002. Creating Komik Books from Picture Books in Socisl Studies Classrooms. Dalam jurnal volume 37, Number 1. America : Canadian social studies.
Hamalik, Oemar. 2011. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Ibrahim R dan Nana Syaodih. 2003. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Kusumah, Wijaya dan Dedi Dwitagama. 2010. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Indeks
Mulyasa. 2006. Kurikulum Yang Disempurnakan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Rachel Um, Eunjoon. 2006. The Efect of Positive Emotions on Multimedia Learning. http ://www.e-learningguru.com/wpapers/multimedia.html.
Random House Team. 1997. Random House Unabridged Dictionary. http://dictionary.factmonster.com/comic-strip.
Rifa’I, Achmad dan Tri Anni. 2011. Psikologi Pendidikan. Semarang: Universitas Negeri Semarang Press
Rohani, Ahmad. 1997. Media Intruksional Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta Sanaky, Hujair. 2009. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Safiria Insania Press
Sardiman, A.M. 2009. Interaksi dan Motivasi Belajar Men gajar. Jakarta: Rajawali Press.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Men gajar. Bandung: Remaja Rosdakarya
Sugandi, Achmad. 2006. Teori Pembelajaran. Semarang: UPT Unnes Press
Suharsimi, Arikunto. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Suharsimi, Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Remaja
Suryabrata, Sumadi. 1993. Proses Belajar Men gajar. Bandung : Sinar Baru
Susanti. 2002. Perencanaan dan Perancangan Desain Komik Dalam Gaya Postmodern yang Mengangkat Nilai Moral Dengan Tema Persahabatan Sejati. http://dewey.petra.ac.id/jiunkpedg8632.html.
Trimo.1997. Media Pendidikan. Jakarta : Depdikbud
Wena, Made. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara
Widoyoko, Eko Putro. 2012. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya PTK IPS EKONOMI SMA KELAS XI LENGKAP

Postingan terkait: