DOWNLOAD PTK PAI KELAS IX SMP LENGKAP

DOWNLOAD PTK PAI KELAS IX SMP LENGKAP-Tujuan yang menjadi kajian peneliti, yaitu 1) Untuk mengetahui Pelaksanaan penerapan model pembelajaran cooperatif learning tipe everyone is a teacher here pada pembelajaran PAI di Kelas 9.2 SMP Negeri 1 .... Contoh ptk pai smp doc 2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran PAI Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... dengan menggunakan model pembelajaran cooperatif learning tipe everyone is a teacher here.
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui 3 siklus dengan setiap siklus tahapannya adalah perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data penelitian diperoleh melalui observasi di kelas dan dokumentasi hasil tindakan yang dilakukan maupun data tentang gambaran, dengan penelitian tindakan ini akan diketahui peningkatan atau penurunan setelah tindakan kelas dilakukan per siklus
Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pelaksanaan penerapan model pembelajaran cooperatif learning tipe every one is a teacher here pada pembelajaran PAI di Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... dilakukan dengan melalui empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penerapan cooperatif learning tipe every one is a teacher here pada pembelajaran PAI terlihat dari pelaksana tindakan dimana peneliti membagikan kertas kosong untuk di isi pertanyaan oleh peserta didik dan kemudian di jawab oleh peserta didik yang lain baik secara individual maupun secara kelompok. Disinilah telah terjadi proses peserta didik menjadi guru bagi peserta didik yang lain . 2) Peningkatan hasil belajar dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran PAI Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... dengan menggunakan model pembelajaran cooperatif learning tipe every one is a teacher here dapat dilihat dari hasil belajar peserta didik tiap siklus dimana pada pra siklus 8,3 % menjadi 33,3 % pada siklus I meningkat lagi pada siklus II yaitu 79,2 % dan di akhir siklus III menjadi 9 1,6%.Download ptk pai smp kelas ix Begitu tingkat keaktifan peserta didik juga mengalami peningkatan setiap siklus dimana pada siklus I tingkat keaktifan 8,3 % menjadi 83,4 % dan di akhir siklus III sudah mencapai 9 1,6%. Ini menunjukkan hasil belajar dan keaktifan belajar peserta didik Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... pada pembelajaran PAI sudah melebihi indikator keberhasilan yang diinginkan dan hipotesis tindakan terwujud.
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi para mahasiswa, para tenaga pengajar, para peneliti dan semua pihak yang membutuhkan

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas PAI SMP yang diberi judul 
 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIF LEARNING 
TIPE EVERYONE IS A TEACHER HERE PADA PEMBELAJARAN PAI 
MATERI POKOK BINATANG HALAL DAN HARAM SEBAGAI UPAYAB
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN 
PESERTA DIDIK DI KELAS 9.2 SMP NEGERI 1 ... 
SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2016/2017
". Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK PAI SMP KELAS IX lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMP 019).


CONTOH PTK PAI SMP KELAS IX

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Realitas yang terjadi dalam Pembelajaran PAI selama ini, proses pembelajaran masih didominasi oleh aspek kognitif saja. Pembelajaran di kelas juga masih menggunakan pendekatan teacher centered. Padahal siswa bukanlah botol kosong yang bisa diisi dengan muatan-muatan informasi apa saja yang dianggap perlu oleh guru, yang hanya duduk-duduk mendengar, mencatat dan menghafal apa yang disampaikan oleh guru. Siswa pasif di dalam kelas dan hanya menyaksikan ceramah guru di depan kelas. Hal ini dapat ditangani dengan mengubah pola atau sistem pembelajaran yang bersifat aktif. Dalam pembelajaran aktif siswa tidak hanya dijejali dengan materi¬materi yang beraneka ragam akan tetapi lebih cenderung kepada metodenya. Ada sebuah adigum mengatakan bahwa "al-Thariqat Ahammu Min al-Maddah" (metode jauh lebih penting dibanding materi), adalah sebuah realita bahwa cara penyampaian yang komunikatif lebih disenangi oleh peserta didik, walaupun sebenarnya materi yang disampaikan sesungguhnya tidak terlalu menarik/sebaliknya, materi yang cukup baik, karena disampaikan dengan cara yang kurang menarik, maka materi itu sendiri kurang dapat dicerna oleh peserta didik.
Hasil temuan para ahlipun menyatakan ketika terdapat kecenderungan perilaku pembelajar dalam kegiatan pembelajaran yang lesu, pasif dan perilaku yang sukar dikontrol. Perilaku semacam ini diakibatkan suatu proses pembelajaran dalam penyampaian materi, siswa tidak termotivasi dan tidak terdapat suatu interaksi dalam pembelajaran serta hasil belajar yang tidak terukur dari guru. Contoh ptk pai smp pdf  Adapun kenyataan yang seperti tersebut di atas, maka harus melihat kembali suatu strategi pembelajaran.
Selain itu salah satu kendala yang dihadapi guru dalam menerangkan metode, strategi atau model pembelajaran yang efektif ialah variasi karakteristik dan perbedaan individu, misalnya perbedaan latar belakang dan pengalaman mereka masing-masing, oleh karena itu situasi belajar yang disajikan dapat menjadi penghambat atau pelancar prestasinya.
Setiap peserta didik dalam mencapai sukses belajar mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Ada peserta didik yang dapat mencapai nya tanpa kesulitan, akan tetapi banyak pula peserta didik yang mengalami kesulitan.
Begitu juga yang terjadi di SMP Negeri 1 ... yang terdiri dari berbagai latar belakang peserta didik dengan kemampuan yang berbeda-beda tentunya membutuhkan pola pembelajaran yang menuntut mereka dapat memahami apa yang mereka pelajari, tidak seperti sekarang ini yang terjadi guru banyak berceramah dalam memberikan pembelajaran yang tentunya akan menyamakan semua peserta didik dalam tahap kemampuan yang sama dan peserta didik lebih banyak pasif dalam proses pembelajaran yang dilakukan.
Tampaknya perlu adanya perubahan paradigma dalam menelaah proses belajar mengajar dan interaksi peneliti dan peserta didik. Dalam proses belajar mengajar diperlukan keahlian yang dapat membuat proses belajar mengajar lebih berhasil, untuk mempelajari sesuatu yang baik, belajar aktif membantu untuk mendengarnya, melihatnya mengajukan pertanyaan tentang pelajaran tertentu dan mendiskusikanya dengan yang lain, yang paling penting peserta didik perlu melakukannya, memecahkan masalah sendiri, menemukan contoh-contoh, mencoba keterampilan-keterampilan dan melakukan tugas-tugas yang tergantung pada pengetahuan yang telah mereka miliki atau yang harus mereka capai. Sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an surat An Nahl ayat 78:
 
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An-nahl: 78).
Pendidikan Agama Islam sebagai suatu proses pengembangan potensi kreativitas peserta didik, bertujuan untuk mewujudkan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, cerdas, terampil, memiliki etos kerja yang tinggi, berbudi pekerti luhur, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap dirinya, bangsa dan negara, serta agama. Dalam Islam manusia mempunyai kemampuan dasar yang di sebut dengan “fitrah”. Secara epistimologis, “fitrah” berarti “sifat asal, kesucian, bakat, dan pembawaan”. Secara terminologi, Muhammad al-Jurjani menyebutkan, bahwa “fitrah” adalah: Tabiat yang siap menerima agama Islam. Pendidikan adalah upaya seseorang untuk mengembangkan potensi tauhid agar dapat mewarnai kualitas kehidupan pribadi seseorang.
Dalam dinamika semacam itu, berbagai metode perlu diupayakan sebagai alternatif pemecahan. Posisi ini berhadapan dengan universal ajaran Islam yang selalu bisa mengimbangi perkembangan zaman, sehingga peneliti memandang pentingnya metode alternatif untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam. Download ptk pai smp kelas ix Analisis mengenai sasaran pendidikan Islam secara ilmiah memerlukan sistem pendekatan, orientasi, model yang sejalan dengan karakteristik (ciri-ciri) sasaran yang hendak di deskripsikan, dan dijelaskan.
Salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah menghadirkan pembelajaran aktif pada setiap proses pembelajaran yang dilakukan. Pembelajaran aktif di sini dapat diartikan bahwa tidak hanya pengajar yang menjadi sumber belajar satu–satunya. Peserta didik diharapkan dapat melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawabnya baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Belajar bersama merupakan salah satu cara untuk memberikan semangat anak didik dalam menerima pelajaran dari pendidik. Anak didik yang tidak bergairah belajar seorang diri akan menjadi bergairah bila dia dilibatkan dalam kerja kelompok.
Cooperative Learning merupakan salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang dapat dilakukan dalam proases pembelajaran PAI di kelas karena Cooperative Learning menciptakan kondisi pembelajaran yang bersifat gotong royong, saling menolong dan berkerja sama. Hal ini bukanlah hal baru dalam dunia pendidikan islam karena islam sendiripun menganjurkan untuk tolong menolong dalam kebaikan. Robert S salvin menyebutkan model pembelajaran cooperative learning hanya digunakan oleh segelintir pengajar untuk tujuan tertentu saja, padahal model pembelajaran ini sangat efektif untuk diterapkan di setiap tingkatan kelas.
Ada lima dasar dalam pembelajaran kooperatif, yaitu :
1. Saling ketergantungan positif.
2. Tanggung jawab individu.
3. Tatap muka.
4. Komunikasi antar anggota.
5. Evaluasi proses kerja.
Cooperative Learning juga termaktub dalam Q.S. al-Maidah ayat 2 yang berbunyi:
“… Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…”.(QS. al-Maidah: 2)
Dari ayat di atas maka dapat diketahui bahwa prinsip kerjasama dan saling membantu dalam kebaikan juga sangat dianjurkan oleh agama (Islam).
Interaksi kooperatif pendidik menciptakan suasana belajar yang mendorong anak – anak untuk saling membutuhkan inilah yang dimaksud dengan saling ketergantungan positif. Saling ketergantungan positif ini dapat dicapai melalui ketergantungan tujuan, saling ketergantungan tugas, saling ketergantungan sumber belajar, saling ketergantungan peranan dan saling ketergantungan hadiah.
Implementasi model cooperative learning dapat diterapkan dalam berbagai metode antara lain metode diskusi maupun belajar kelompok. Metode ini berfungsi dalam menyampaikan materi pendidikan.12 Selain itu model cooperative learning juga bisa diterapkan dengan menggunakan metode everyone is a teacher here (semua peserta didik bisa jadi peneliti), Ini merupakan metode yang mudah untuk mendapatkan partisipasi seluruh kelas dan pertanggungjawaban individu. Strategi ini memberikan kesempatan bagi setiap peserta didik untuk bertindak sebagai “peneliti” bagi peserta didik lain. Contoh ptk pai smp doc
Berangkat dari pemikiran tersebut diatas penulis ingin mencoba meneliti lebih jauh bagaimana upaya guru meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran PAI dengan menggunakan model pembelajaran cooperatif learning dengan metode everyone is a teacher here.

B. Penegasan Istilah
Sebelum mengadakan pembahasan judul tersebut di atas yaitu “Penerapan Model Pembelajaran Cooperatif Learning Tipe Everyone Is A Teacher Here Pada Pembelajaran PAI Materi Pokok Binatang Halal Dan Haram Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar dan Keaktifan Peserta Didik di Kelas 9.2 SMP Negeri 1...”, terlebih dahulu peneliti bahas tentang pengertian judul dari kata perkata yang merupakan garis besar dari penelitian ini. Hal ini peneliti maksudkan agar tidak terjadi
kesalahpahaman dalam memahami judul tersebut, dengan pengertian¬pengertian sebagai berikut:
1. Penerapan
Penerapan berasal dari kata dasar “terap” yang artinya berukir kemudian mendapat imbuhan pe-an. Sehingga kata tersebut menjadi penerapan yang berarti proses, cara atau perbuatan menerapkan.
2. Model
Model diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. Download proposal ptk pai smp doc Jika dikaitkan dengan pembelajaran maka model ini dapat dipahami sebagai kerangka konseptual yang mendeskripsikan dan melukiskan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi perencanaan pengajaran bagi para guru dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran.
3. Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses interaktif yang berlangsung antara guru dan siswa atau antara sekelompok siswa dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap serta menetapkan apa yang dipelajari itu.
Dalam penelitian ini pembelajaran disini adalah proses belajar yang dilakukan di Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... terutama dalam mata pelajaran PAI pada semester genap yaitu pada pokok materi fiqih binatang halal dan haram.
4. Cooperative Learning
Cooperative Learning merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.
Dalam penelitian ini cooperative learning yang dimaksud dalam penelitian ini adalah model pembelajaran yang dilakukan oleh guru PAI Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... untuk meningkatkan hasil belajar keaktifan peserta didik.
5. Tipe Everyone Is A Teacher Here
Tipe everyone is a teacher here merupakan strategi mudah untuk mendapatkan partisipasi seluruh kelas dan pertanggungjawaban individu. Strategi ini memberikan kesempatan bagi setiap peserta didik untuk bertindak sebagai “peneliti” bagi peserta didik lain.
Dalam penelitian ini Everyone is A Teacher Here yang dimaksud dalam penelitian ini adalah salah satu metode yang dikembangkan dalam dari model pembelajaran cooperative learning yang dilakukan oleh guru PAI Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... dengan lebih menitik beratkan pembelajaran diskusi, dan penciptaan tutor sebaya diantara peserta didik.
6. Pembelajaran PAI
Pembelajaran adalah proses interaktif yang berlangsung antara guru dan siswa atau antara sekelompok siswa dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap serta menetapkan apa yang dipelajari itu.
Sedangkan pendidikan Agama Islam adalah istilah yang terdiri atas dua kata, yaitu pendidikan dan Islam yang artinya sebagai berikut: pertama, pendidikan adalah proses, dimana potensi-potensi ini (kemampuan, kapasitas) manusia yang mudah dipengaruhi oleh kebiasaan¬kebiasaan supaya disempurnakan oleh kebiasaan yang baik oleh alat/media
yang disusun sedemikian rupa yang dikelola oleh manusia untuk menolong orang lain atau dirinya sendiri untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Jadi pembelajaran PAI yaitu proses interaktif yang berlangsung antara guru dan siswa Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ..., dengan maksud memperoleh pengetahuan, ketrampilan atau sikap dari pelajaran PAI pada semester genap yaitu pada pokok materi binatang halal dan haram.
7. Upaya
Upaya adalah usaha, ikhtiar (untuk mencapai suatu maksud memecahkan persoalan, mencari jalan keluar, dsb) dalam hal ini upaya yang dilakukan guru PAI Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ....
8. Meningkatkan
Proses, cara, perbuatan, meningkatkan (usaha, kegiatan, dsb ).
9. Hasil Belajar
Hasil belajar atau hasil belajar belajar berasal dari kata hasil belajar dan belajar. Hasil belajar merupakan hasil usaha yang telah dicapai atau dilakukan dengan aktivitas yang sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. Download ptk pai smp Sedangkan hasil belajar belajar adalah penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan oleh pelajaran lazimnya ditentukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Hasil belajar berarti hasil atau dikenal dengan istilah achievement dari usaha yang dilakukan sebelumnya. Hasil belajar berarti juga “hasil yang telah dicapai (yang telah dilakukan, dikerjakan).”
Dalam penelitian ini adalah hasil belajar belajar pada mata pembelajaran PAI yang dilakukan oleh peserta didik Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan model cooperatif learning dengan metode evaery one is a teacher here
10. Keaktifan peserta didik
Keaktifan berasal dari kata aktif yang berarti giat atau dinamis. Sedang keaktifan berarti kegiatan. Dalam peneltian ini keaktifan yang dimaksud adalah keaktifan peserta didik Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... dalam pembelajaran PAI menggunakan model cooperative learning tipe everyone is a teacher here.
Jadi tegasnya dalam penelitian ini meneliti lebih jauh efektitfitas penerapan model cooperative learning dengan metode everyone is a teacher here. untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... dalam pembelajaran PAI pada semester genap pokok materi fiqih binatang halal dan haram, dengan menggunakan bentuk penelitian tindakan kelas.

C. Rumusan Masalah
Berangkat dari apa yang telah diungkapkan di atas peneliti merumuskan beberapa permasalahan yaitu:
1. Bagaimanakah pelaksanaan penerapan model pembelajaran cooperatif learning tipe everyone is a teacher here pada pembelajaran PAI materi pokok binatang halal dan haram di Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ...? Contoh ptk pai smp doc
2. Adakah peningkatan hasil belajar dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran PAI materi pokok binatang halal dan haram Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... dengan menggunakan model pembelajaran cooperatif learning tipe everyone is a teacher here?

D. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai untuk mengetahui:
1. Pelaksanaan penerapan model pembelajaran cooperatif learning tipe everyone is a teacher here pada pembelajaran PAI materi pokok binatang halal dan haram di Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ....
2. Peningkatan hasil belajar dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran PAI materi pokok binatang halal dan haram Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... dengan menggunakan model pembelajaran cooperatif learning tipe everyone is a teacher here.

E. Manfaat Penelitian
Dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik secara teoritis maupun secara praktis
1. Secara Teoritis
a. Diharapkan penelitian ini dapat menambah wawasan dan khazanah dan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu Pendidikan Agama Islam
b. Mampu menambah khazanah keilmuan Pendidikan Agama Islam dalam memberikan pengetahuan tentang peningkatan keaktifan peserta didik dalam proses belajar mengajar dalam kelas. Contoh ptk pai smp pdf 
2. Secara Praktis
a. Sebagai bahan masukan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 1 ....
b. Sebagai motivator dalam meningkatkan kualitas mengajar guru PAI 9.2 SMP Negeri 1 ....

PTK PAI SMP KELAS IX BINATANG HALAL

BAB II
MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE EVER YONE IS A TEACHER
HERE PADA PEMBELAJARAN PAI

A. Model Cooperative Learning dengan Metode Every One Is A Teacher Here 1. Pengertian Cooperative Learning
Cooperative berasal dari bahasa Inggris yaitu kata cooperation artinya kerjasama. Basyiruddin Usman mendefinisikan cooperative sebagai belajar kelompok atau bekerjasama. Menurut Marasuddin S mengatakan bahwa kelompok adalah sejumlah orang yang berkumpul melalui tatap muka dan tiap anggota mempunyai kesan tersendiri terhadap anggota lainnya.
Sedangkan Learning adalah Modification of behavior sthrough experience and training’ yakni pembentukan perilaku melalui pengalaman dan latihan. Artur T Jersild menambahkan bahwa Learning sebagai kegiatan memperoleh pengetahuan, prilaku dan keterampilan dengan cara mengolah bahan ajar.
Inti dari Cooperative Learning ini adalah konsep synergy, yakni energi atau tenaga yang terhimpun melalui kerjasama sebagai salah satu fenomena kehidupan masyarakat.
Jadi Cooperative Learning dirancang untuk memanfaatkan fenomena kerjasama atau gotong royong dalam pembelajaran yang menekankan terbentuknya hubungan antara siswa yang satu dengan yang lainnya, terbentuknya sikap dan perilaku yang demokratis serta tumbuhnya produktivitas kegiatan belajar siswa.
Peserta didik selain individu juga mempunyai segi sosial yang perlu dikembangkan, mereka dapat bekerjasama, saling bergotong-royong dan saling tolong-menolong. Memang manusia diciptakan sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial. Dan dari segi sosial maka manusia diharapkan dapat menjalin kerjasama antar teman satu kelas maupun pengajar.
Menurut pengertian di atas bahwa dengan cooperative learning siswa akan dapat mewujudkan hasil yang lebih baik daripada belajar secara individual. Dengan adanya kerjasama akan saling memberi dan menerima serta saling melengkapi.
2. Dasar Cooperative Learning
Segala kegiatan pasti mempunyai tujuan dan dasar dalam melakukannya. Begitu juga dalam pelaksanaan azas kooperatif juga terdapat dasar pedagogis dan dasar psikologis. Azas kooperatif mempunyai pendekatan secara kelompok.
Belajar bertujuan mendapatkan pengetahuan, sikap kecapakan dan keterampilan untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan suatu metode atau cara. Download ptk pai smp  Dalam  proses belajar mengajar metode belajar kelompok merupakan sebagai salah satu metode yang menggunakan pendekatan kelompok. Pendekatan kelompok digunakan untuk membina dan mengembangkan sikap sosial anak didik. Menurut Bimo Walgito dasar dari belajar kelompok dapat digolongkan menjadi dua yaitu:
a. Dasar Yuridis
Dasar yuridis sebagai dasar yang berkaitan dengan masalah pendidikan dan pengajaran. Hal tersebut tercermin dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional Pada pasal 1 berbunyi bahwa jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu tujuan
UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 3 yang berbunyi “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Begitu juga terdapat dalam PP No 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan Bab IV pasal 19 berbunyi “ proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menentang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa , kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik.
b. Dasar Psikologis
Dasar psikologis akan terlihat pada diri manusia tercermin pada kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut dapat digolongkan ke dalam tiga golongan utama secara hakiki yaitu :
1) Kegiatan yang bersifat individual
2) Kegiatan yang bersifat sosial, serta
3) Kegiatan yang bersifat ketuhanan.
c. Dasar Religius
Selain dua dasar di atas, azas kooperatif juga memiliki azas agama yang termaktub dalam Q.S. al-Maidah ayat 2 yang berbunyi:
“… Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…”.(QS. al-Maidah: 2)
Dari ayat di atas maka dapat diketahui bahwa prinsip kerjasama dan saling membantu dalam kebaikan juga sangat dianjurkan oleh agama (Islam).
3. Unsur-Unsur Cooperative Learning
Cooperative Learning memiliki unsur-unsur yang saling terkait, yakni:
a. Saling ketergantungan positif (positive interdependence). 
Cooperative learning menghendaki adanya ketergantungan positif saling membantu dan saling memberikan motivasi sehingga ada interaksi diantara siswa.
b. Akuntabilitas individual (individual accountability)
Cooperative Learning menuntut adanya akuntabilitas individual yang mengukur penguasaan bahan belajar tiap anggota kelompok, dan diberi balikan tentang prestasi belajar anggota-anggotanya sehingga mereka saling mengetahui rekan yang memerlukan bantuan. Berbeda dengan kelompok tradisional, akuntabilitas individual sering diabaikan sehingga tugas-tugas sering dikerjakan oleh sebagian anggota. Download proposal ptk pai smp doc Dalam Cooperative Learning, siswa harus bertanggungjawab terhadap tugas yang diemban masing-masing anggota.
c. Tatap muka ( face to face interaction )
Interaksi kooperatif menuntut semua anggota dalam kelompok belajar dapat saling tatap muka sehingga mereka dapat berdialog tidak hanya dengan guru tapi juga bersama dengan teman. Interaksi semacam
itu memungkinkan anak-anak menjadi sumber belajar bagi sesamanya. Hal ini diperlukan karena siswa sering merasa lebih mudah belajar dari sesamanya dari pada dari guru.
d. Ketrampilan Sosial (Social Skill)
Unsur ini menghendaki siswa untuk dibekali berbagai ketrampilan sosial seperti tenggang rasa, sikap sopan kepada teman, mengkritik ide, berani mempertahankan pikiran logis, tidak mendominasi yang lain, mandiri, dan berbagai sifat lain yang bermanfaat dalam menjalin hubungan antar pribadi tidak hanya diasumsikan tetapi secara sengaja diajarkan. 
e. Proses Kelompok (Group Processing) Proses ini terjadi ketika tiap anggota kelompok mengevaluasi sejauh mana mereka berinteraksi secara efektif untuk mencapai tujuan bersama. Kelompok perlu membahas perilaku anggota yang kooperatif dan tidak kooperatif serta membuat keputusan perilaku mana yang harus diubah atau dipertahankan.
Unsur-unsur Cooperative Learning dalam pembelajaran akan mendorong terciptanya masyarakat belajar (learning community). Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari hasil kerjasama dengan orang lain berupa sharing individu, antar kelompok dan antar yang tahu dan belum tahu. Jerome Brunner mengenalkan sisi sosial dari belajar, sebagaimana dikutip oleh Melvin, ia mendeskripsikan “suatu kebutuhan manusia yang dalam untuk mere spon dan secara bersama¬sama dengan mereka terlibat dalam mencapai tujuan”, ia sebut resiprositas.
4. Langkah Cooperative Learning
Setiap kegiatan, baik proses belajar mengajar di kelas maupun di luar kelas pasti mempunyai persiapan dalam melakukannya. Begitu juga dalam proses belajar mengajar untuk menerapkan azas kooperatif di sekolah. Cooperative Learning dapat diiplementasikan dalam bentuk belajar kelompok maupun model mengajar interaksi yang mempunyai langkah dan prosedur sebagai berikut :
a. Berdasarkan tujuan dan bahan yang telah dipersiapkan sebelumnya, pendidik menjelaskan pokok-pokok bahan pengajaran secara umum sampai disertai kesempatan tanya jawab dan mencatat bahan tersebut.
b. Dan bahan yang telah dijelaskan tersebut, diangkat beberapa permasalahan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan problematis yakni pertanyaan yang memungkinkan adanya jawaban lebih dari satu. Contoh ptk pai smp pdf 
c. Bentuk kelompok peserta didik sesuai dengan jumlah masalah yang ditentukan pada langkah kedua. Tentukan ketua kelompok, penulis dan kalau perlu juru bicara atau pelapor hasil kelompok.
d. Peserta didik melakukan kerja kelompok sesuai dengan masalahnya dan pendidik memantau kegiatan belajar kelompok.
e. Laporan setiap kelompok dan tanya jawab antar kelompok dan antar peserta didik.
f. Setelah selesai laporan kelompok, setiap kelompok memperbaiki dan menyempurnakan hasil kerjanya berdasarkan saran dan tanggapan dari kelompok lain, sekaligus mencatat hasil kelompoknya maupun hasil kelompok lainnya.
g. Pendidik menarik kesimpulan dari hasil kerja kelompok sekaligus
merangkum jawaban masalah yang telah dibahas oleh satu kelompok.
h. Akhiri pelajaran dengan memberikan pekrjaan rumah berkenaan dengan
bahan yang telah dibahas dan diskusikan oleh peserta didik. 
5. Everyone is A Teacher Here sebagai salah satu metode dalam Cooperative Learning
Dalam pembelajaran, seorang guru tidak cukup hanya menyampaikan pengetahuan saja. Akan tetapi juga harus mampu menciptakan suasana kelas yang penuh perhatian, sehingga proses belajar mengajar akan lebih efektif dan tercapai tujuan yang optimal. Oleh karena itu guru harus mampu menentukan metode yang terbaik yang akan digunakan. Metode, dalam bahasa Arab dikenal dengan Thuriquh yang berarti langkah-langkah strategis yang dipersiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan.
Metode juga berarti concept learning is complicated it depends upon memory associative, association structure and knowledge of and ability to apply particular strategies. Cara belajar merupakan suatu yang digunakan untuk mengingat, mengumpulkan pengetahuan dan kemampuan menggunakan strategi. Dalam kaitannya dengan cooperative learning, maka metode mengajar yang disajikan akan lebih berfariatif. Adapun beberapa metode cooperative learning yang dapat di terapkan dalam kegiatan pembelajaran diantaranya adalah bentuk Everyone is A Teacher Here.
Everyone is A Teacher Here ini sangat tepat untuk mendapatkan partisipasi kelas secara keseluruhan dan secara individual. Download ptk pai smp kelas ix  Metode ini juga memberi kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berperan sebagai guru bagi peserta didik lainnya.
Prosedurnya
a. Bagikan secarik kertas /kartu indeks kepada seluruh peserta didik.
Mintalah peerta didik untuk menuliskan satu pertanyaan tentang materi
pelajaran yang sedang dipelajari di kelas (misalnya tugas membaca) atau
sebuah topik khusus yang akan didiskusikan di dalam kelas.
b. Kumpulkan kertas, acak kertas tersebut, kemudian bagikan kepada setiap peserta didik. Mintalah kepada setiap peserta didik, mintalah mereka
untuk membaca dalam hati pertanyaan-pertanyaan dalam kertas tersebut dan memikirkan jawabannya.
c. Mintalah peserta didik untuk membacakan dengan sukarela pertanyaan tersebut dan jawabannya
d. Setelah jawaban diberikan, mintalah peserta didik lainnya untuk menambahkannya
e. Lanjutkan dengan sukarela berikutnya.
Variasi
a. Kumpulkan kertas tersebut. Siapkan panelis yang akan menjawab pertanyan terebut, bacakan setiap kertas dan diskusikan. Kemudian, gantikan panelis secara bergantian.
b. Mintalah peserta didik untuk menuliskan dalam kertas tersebut pendapat dan hasil pengamatan mereka tentang materi yang diberikan.
B. Pembelajaran PAI
1. Pengertian Pembelajaran PAI
Proses pembelajaran pada prinsipnya merupakan proses pengembangan keseluruhan sikap kepribadian khususnya mengenai, aktivitas dan kreativitas peserta didik melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar.
Menurut S. Nasution, pembelajaran adalah proses interaktif yang berlangsung antara guru dan siswa atau antara sekelompok siswa dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap serta menetapkan apa yang dipelajari itu.
Menurut Frederick Y. Mc. Donald mengatakan: Education, in the sense used here, is a process or an activity, which is directed at producing desirable changes into the behavior of human beings. Contoh ptk pai smp doc Pendidikan adalah
suatu proses atau aktifitas yang menunjukkan perubahan yang layak pada tingkah laku manusia.
Pembelajaran menurut Abdul Aziz dan Abdul Aziz Majid dalam kitabnya “At-Tarbiyah Wa Turuku Al-Tadris” adalah:
 
“Sesungguhnya belajar merupakan perubahan di dalam orang yang belajar (murid) yang terdiri atas pengalaman lama, kemudian menjadi perubahan baru”
Sedangkan mengenai definisi Pendidikan Agama Islam, anggapan sementara yang masih dijumpai dewasa ini masih rancu dengan pengertian pendidikan Islam. Agar lebih jelas dalam memahami pendidikan Islam dan pendidikan agama Islam maka secara berurutan akan dikemukakan tentang pengertian pendidikan Islam baru kemudian mengarah pada pengertian pendidikan agama Islam.
Selanjutnya pendidikan agama Islam adalah lebih mengarahkan pada hal-hal yang kongkrit dan operasional, yaitu usaha yang lebih khusus ditekankan untuk mengembangkan fitrah keberagamaan subyek didik agar lebih mampu memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam.
Pendidikan agama Islam dalam pelaksanaannya lebih menekankan pada hal-hal yang konkrit dan operasional seperti memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran- ajaran agama (ibadah) dalam kehidupan sehari¬hari bagi anak didik. Bila dikaitkan dengan kurikulum pada lembaga pendidikan Islam formal maka yang disebut dengan pendidikan agama Islam hanya terbatas pada bidang-bidang studi agama. Jadi bisa disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah sebuah mata pelajaran atau bidang studi yang mengendapkan transfer nilai-nilai religius dan etis Islam, seperti Al-Qur’an Hadits, Fiqh, Tafsir dan lainnya.
Pendidikan Agama Islam pada tingkatan SMP diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis, saling menghargai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun sosial. Download ptk pai smp Tuntutan visi ini mendorong dikembangkannya standar kompetesi sesuai dengan jenjang persekolahan yang secara nasional ditandai dengan ciri-ciri:
a. Lebih menitik beratkan pencapaian kompetensi secara utuh selain penguasaaan materi;
b. Mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia.
c. Memberiklan kebebasan yang lebih luas kepada pendidik di lapangan
untuk mengembangkan strategi dan program pembelajaran sesuai
dengan kebutuhan dan ketersedian sumber daya pendidikan. 
Jadi pembelajaran PAI yaitu proses interaktif yang berlangsung antara guru dan siswa dengan maksud memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap dari pelajaran PAI.
2. Dasar-Dasar Pembelajaran PAI
Dasar adalah landasan tempat berpijak atau sandaran dari pada dilakukannya atau perbuatan. Dasar pelaksanaan pendidikan agama Islam disini mencakup dasar yang bersumber dari ajaran agama itu sendiri dan berdasarkan atas perundang-undangan hukum pemerintah.
a. Dasar Agama
Dasar pendidikan agama Islam pada prinsipnya tidak terlepas dari sumber yang menjadi pegangan dalam Islam yakni Al-Qur’an dan Al-
Hadits, karena Al-Qur’an di dalamnya terdapat ajaran-ajaran yang dijadikan sebagai suatu keyakinan dan dijadikan sebagai panutan untuk melaksanakan suatu tindakan sebagaimana yang diatur di dalam agama Islam. Al-Qur’an berisi tentang segala hal mengenai petunjuk yang akan membawa hidup manusia bahagia di dunia dan di akhirat kelak, kaitannya dengan hukum Islam atau fiqih maka dasarnya seperti QS at-Taubah ayat 122:
 
“Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali padanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (QS. At-Taubat: 122). 
Jadi jelas Al-Qur’an di dalamnya terkandung berbagai hal yang mengenai kehidupan dan memberikan petunjuk kepada umat manusia,
Petunjuk-petunjuk yang terkandung dalam Al-Qur’an ini merupakan pegangan yang mendasar dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam, maka pendidikan itu tidak boleh lepas dari prinsip-prinsip ajaran agama Islam.
Jadi jelaskan dasar-dasar agama merupakan suatu yang prinsip dalam mengatur segala kehidupan baik secara individu maupun sosial. Contoh ptk pai smp doc
b. Dasar Yuridis atau Hukum Pemerintah
Dasar yuridis adalah dasar-dasar pelaksanaan pendidikan agama Islam yang berasal dari peraturan perundang-undangan yang secara langsung atau tidak langsung dapat dijadikan pegangan dalam melaksanakan pendidikan agama Islam di suatu lembaga pendidikan
atau di sekolah-sekolah. Adapun dasar dari segi yuridis formal tersebut ada tiga macam, yaitu : 
1) Dasar Ideal
Dasar ideal adalah falsafah negara Pancasila, sila pertama “ketuhanan Yang Maha Esa”
2) Dasar Konstitusional
Dasar konstitusional adalah Undang-undang Dasar 1945, seperti yang dijelaskan pada bab XI, pasal 29 UUD 1945:
“Negara berdasarkan atas ketuahanan Yang Maha Esa dan Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
3) Dasar Operasional
Dalam undang-undang RI No 20 tahun 2003 pasal 3 di sebutkan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Dengan demikian pelaksanaan pendidikan agama Islam memiliki dasar yang kuat untuk mengadakan peranan yang penting dalam pembangunan yakni dalam upaya membentuk pribadi muslim dengan pembinaan dan akhlak sehingga dapat memberi corak pada masyarakat yang baik.
3. Tujuan Pembelajaran PAI
Tujuan pendidikan pada umumnya merupakan faktor yang sangat penting karena tujuan merupakan arah yang akan dituju oleh pendidikan itu. Untuk memberi tujuan pendidikan agama Islam dalam pembahasan penelitian
ini terlebih dahulu penulis cantumkan beberapa rumusan tujuan pendidikan Islam dari ahli pendidikan.
Tujuan Pendidikan Agama Islam adalah bentuk kristalisasi nilai-nilai yang ingin diwujudkan dalam pribadi peserta didik mencakup semua aspek serta terintegrasi dalam pola kepribadian ideal sesuai nilai-nilai Islami yang bulat dan utuh.
Dari kedua pendapat diatas tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah untuk mewujudkan insan kamil yang berpredikat iman, taqwa dan berakhlakul karimah, sanggup berdiri diatas haknya sendiri, mengabdi kepada Allah dan dapat menselaraskan antara kepentingan dunia dan kepentingan akhirat.
Pendidikan Agama Islam di SMP/MTs bertujuan untuk:
1. Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Download ptk pai smp kelas ix
2. Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah. 
4. Materi Pembelajaran PAI
Pendidikan Agama Islam menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
Penelitian ini lebih mengarah pada materi pembelajaran PAI yaitu Materi syariat atau fiqih yaitu ilmu yang menjelaskan tentang hukum syar’iyah yang berhubungan dengan segala tindakan manusia baik berupa ucapan atau perbuatan. Mata pelajaran fiqih sebagai bagian dari Pendidikan Agama Islam adalah upaya dasar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani ajaran agama Islam.
Materi fiqih ini perlu diberikan kepada anak agar nantinya anak mengetahui tentang hal-hal yang diperintahkan oleh Tuhan, dan juga hal-hal yang dilarang oleh-Nya. Setelah anak mengetahui, diharapkan anak mengamalkan amalan-amalan yang dianjurkan oleh Tuhan dan meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Tuhan. 
Pembelajaran fiqih diarahkan untuk mengantarkan peserta didik dapat memahami pokok-pokok hukum Islam dan tata cara pelaksanaannya untuk diaplikasikankan dalam kehidupan sehingga menjadi muslim yang selalu taat menjalankan syariat Islam secara kaafah (sempurna).
Pembelajaran fikih di Sekolah Menengah Pertama bertujuan untuk membekali peserta didik agar dapat: (1) mengetahui dan memahami pokok¬pokok hukum Islam dalam mengatur ketentuan dan tata cara menjalankan hubungan manusia dengan Allah yang diatur dalam fikih ibadah dan hubungan manusia dengan sesama yang diatur dalam fikih muamalah. (2) Melaksanakan dan mengamalkan ketentuan hukum Islam dengan benar dalam melaksanakan ibadah kepada Allah dan ibadah sosial. Contoh ptk pai smp pdf Pengalaman tersebut diharapkan menumbuhkan ketaatan menjalankan hukum Islam, disiplin dan tanggung jawab sosial yang tinggi dalam kehidupan pribadi maupun sosial. 
5. Standar kompetensi, Kompetensi dasar dan Indikator kelas 9.2
Standar kompetensi dan kompetensi dasar pada pembelajaran PAI khusunya pada kelas 9.2 semester 2 materi binatang yang dihalalkan dan diharamkan adalah sebagai berikut:
6. Hasil Belajar PAI
a. Pengertian Hasil Belajar
Sebelum membahas tentang hasil belajar perlu diketahui pengertian belajar itu sendiri.
Berikut ini beberapa definisi belajar menurut para pakar pendidikan, di antaranya:
Menurut Sudjana belajar adalah Perubahan tingkah laku yang diperoleh dari kegiatan belajar yang mencakup ranah afeksi, kognisi dan psikomor.
Menurut Slameto “belajar adalah suatu proses perubahan, yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya”.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu kegiatan atau aktivitas untuk memperoleh perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik.
Perubahan tingkah laku yang terjadi itu sebagai akibat dari kegiatan belajar yang telah dilakukan individu. Perubahan itu adalah hasil yang telah dicapai dari proses belajar. Karena belajar adalah suatu proses, maka dari proses tersebut akan menghasilkan suatu hasil dan hasil dari proses belajar adalah berupa hasil belajar.
Istilah hasil belajar itu sama dengan prestasi belajar. Hasil belajar atau prestasi belajar dapat diraih melalui proses belajar. Belajar itu tidak hanya mendengarkan dan memperhatikan guru yang sedang memberikan pelajaran di dalam kelas, atau siswa membaca buku, akan tetapi lebih luas dari kedua aktivitas di atas.
Berikut ini beberapa definisi tentang hasil belajar atau prestasi belajar, antara lain:
Menurut Mulyono Abdurrahman, “Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar”.
Menurut W.S. Winkel “Hasil belajar adalah perubahan sikap atau tingkah laku setelah anak melalui proses belajar”.
Jadi, secara sederhana hasil belajar PAI adalah penguasaan ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki siswa dalam mata pelajaran PAI yang ditunjukkan dengan tes atau nilai yang diberikan oleh guru dan kemampuan perubahan sikap atau tingkah laku yang diperoleh siswa melalui kegiatan belajar.
b. Alat-alat Untuk Mengukur Hasil Belajar PAI.
Kegiatan penilaian dan pengujian pendidikan merupakan salah satu mata rantai yang menyatu terjalin di dalam proses pembelajaran siswa.
Saifudin Azwar berpendapat tes sebagai pengukur prestasi sebagaimana oleh namanya, tes prestasi belajar bertujuan untuk mengukur prestasi atau hasil yang telah dicapai oleh siswa dalam belajar.41
Penilaian atau tes itu berfungsi untuk memperoleh umpan balik dan selanjutnya digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar, maka penilaian itu disebut penilaian formatif. Tetapi jika penilaian itu berfungsi untuk mendapatkan informasi sampai mana prestasi atau penguasaan dan pencapaian belajar siswa yang selanjutnya diperuntukkan bagi penentuan lulus tidaknya seorang siswa maka penilaian itu disebut penilaian sumatif.
Jika dilihat dari segi alatnya, penilaian hasil belajar dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu tes dan non tes. Tes ada yang diberikan secara lisan (menuntut jawaban secara lisan) ini dapat dilakukan secara individu maupun kelompok, ada tes tulisan (menuntut jawaban dalam bentuk tulisan), tes ini ada yang disusun secara obyektif dan uraian dan tes tindakan (menuntut jawaban dalam bentuk perbuatan).
Sedangkan non tes sebagai alat penilaiannya mencakup observasi, kuesioner, wawancara, skala sosiometri, studi kasus.
c. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar PAI
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono mengemukakan beberapa hal yang mempengaruhi hasil belajar atau prestasi belajar yaitu:
1) Faktor Internal (dari dalam) meliputi:
a) Faktor jasmaniah (fisiologi) baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh. Yang termasuk faktor ini misalnya penglihatan, pendengaran, struktur tubuh, dan sebagainya. Download proposal ptk pai smp doc 
b) Faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh terdiri atas:
(1) Faktor intelektif yang meliputi:
(a) Faktor potensial yaitu kecerdasan dan bakat.
(b) Faktor kecakapan nyata yaitu prestasi yang telah dimiliki.
(2) Faktor non intelektif, yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu
seperti sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi, emosi
penyesuaian diri.
c) Faktor kematangan fisik maupun psikis.
d) Faktor lingkungan spiritual atau keamanan.
2) Faktor Eksternal (dari luar) yang meliputi:
a) Faktor sosial yang terdiri atas:
(1) Lingkungan keluarga;
(2) Lingkungan sekolah;
(3) Lingkungan masyarakat;
(4) Lingkungan kelompok.
b) Faktor budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian.
c) Faktor lingkungan fisik seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar, iklim.
7. Keaktifan Belajar
a. Pengertian keaktifan belajar PAI
Keaktifan berasal dari kata aktif yang berarti giat atau dinamis. Sedang keaktifan berarti kegiatan. Yang dimaksud dengan keaktifan belajar PAI adalah keadaan peserta didik yang selalu giat dan sibuk diri baik jasmani maupun rohani dalam mengikuti kegiatan belajar PAI yang berlangsung di sekolah.
b. Macam-macam keaktifan belajar PAI
Keaktifan belajar PAI terdiri dari keaktifan Psikis dan keaktifan Psikis.
1) Keaktifan Psikis
Menurut teori kognitif adalah belajar menunjukkan adanya jiwa yang sangat aktif, jiwa mengolah informasi yang kita terima. Tidak sekedar menyimpannya saja tanpa mengadakan transformasi. Keaktifan Psikis meliputi :
a) Keaktifan indera.
Di dalam kelas atau dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar hendaknya berusaha mendayagunakan alat indera dengan sebaik-baiknya seperti, penglihatan, dan pendengaran
b) Keaktifan akal.
Dalam melakukan kegiatan belajar, akal harus selalu aktif, atau diaktifkan untuk memecahkan masalah seperti, menimbang¬nimbang, menyusun pendapat dan mengambil suatu kesimpulan.
c) Keaktifan Ingatan
Pada waktu belajar, peserta didik harus aktif dalam menerima bahan pelajaran yang disampaikan guru dan berusaha menyimpannya dalam otak, kemudian mampu mengutarakannya kembali.
d) Keaktifan Emosi
Bagi seorang peserta didik hendaknya senantiasa menyintai apa yang akan dan telah dipelajari.
2) Keaktifan Fisik
Prinsip keaktifan mengemukakan bahwa individu merupakan manusia belajar yang aktif dan selalu ingin tahu. Keaktifan fisik meliputi :
a) Mencatat.
Membuat catatan akan berpengaruh dalam membaca. Catatan yang kurang jelas antara materi satu dengan lainnya akan menimbulkan keengganan dalam membaca. Di dalam membuat catatan sebaiknya diambil intisarinya. Mencatat yang dimaksudkan dalam belajar yaitu; dalam memcatat seseorang menyadari akan kebutuhannya. Dengan demikian. 
Download ptk pai smp Catatan tidak hanya sekedar fakta melainkan juga merupakan materi yang dibutuhkan untuk dipahami dan dimanfaatkan sebagai informasi bagi perkembangan wawasan otak dalam berfikir.
b) Membaca.
Membaca merupakan alat belajar mendominasi dalam kegiatan belajar. Salah satu metode membaca yang baik dan banyak dipakai dalam belajar adalah metode “SORA” atau survey (meninjau), question (mengajukan pertanyaan), Read (membaca), Recite (menghafal), Write (menulis) dan Refiew (mengulang kembali). Agar peserta didik dalam membaca efisien, perlu adanya cara atau kebiasaan yang baik. 
c) Mendengarkan
Untuk menanamkan semangat peserta didik dalam mengikuti pelajaran pendidikan Agama Islam, terlebih dahulu ditimbulkan minat sehingga terangsang dalam mengikuti pelajaran. Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang berbagai kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang akan memperhatikan secara kontinu disertai rasa senang. Oleh karena itu minat besar pengaruhnya terhadap belajar. Apabila bahan pelajaran tidak menarik peserta didik maka dalam belajar tidak terdapat usaha yang maksimal.
d) Bertanya Pada Guru.
Dalam belajar membutuhkan reaksi yang melibatkan ketangkasan mental, kewaspadaan, perhitungan dan ketekunan untuk menangkap fakta dan ide-ide yang disampaikan guru. Jadi Kecepatan jiwa seseorang dalam memberikan respon pada suatu pelajaran merupakan faktor penting dalam proses kegiatan belajar.
e) Latihan atau praktik.
Seorang yang melaksanakan kegiatan dengan berlatih tentu mempunyai dorongan untuk mencapai tujuan tertentu yang dapat mengembangkan suatu aspek dalam dirinya. Dalam berlatih akan terjadi interaksi antara subyek dengan lingkungan. Dan hasil dari praktik tersebut dapat berupa pengalaman yang dapat mengubah diri seseorang yang melakukan aktifitas belajar dengan latihan dan lingkungan yang mendukung. 
Dari penjelasan diatas, dapat peneliti simpulkan bahwa yang dimaksud aktifitas belajar adalah aktifitas yang bersifat psikis maupun fisik. Contoh ptk pai smp doc Dalam kegiatan belajar kedua aktifitas itu harus terkait. Sebagai contoh seseorang sedang belajar dengan membaca. Secara fisik kelihatan bahwa orang tadi membaca menghadapi suatu buku, tetapi mungkin pikiran sikap mentalnya tidak tertuju pada buku yang dibaca. Ini menunjukkan tidak keserasian antara aktifitas psikis dengan fisik. Kalau demikian maka belajar itu tidak akan optimal.
Dengan demikian jelas bahwa aktifitas itu dalam arti luas bahwa baik yang bersifat psikis maupun fisik. Kaitan antara keduanya akan membuahkan aktifitas belajar yang optimal.
c. Indikator Keaktifan Belajar Pendidikan Agama Islam
Selanjutnya pembelajaran PAI itu dikatakan aktif, dapat dilihat tingkah laku mana yang muncul dalam suatu proses belajar mengajar berdasarkan apa yang dirancang oleh guru.
Indikator tersebut dapat dilihat dari lima segi, yaitu:
1) Segi peserta didik
a) Keinginan, keberanian menampilkan minat, kebutuhan dan permasalahan yang dihadapinya.
b) Keinginan dan keberanian serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan persiapan, proses dan kelanjutan belajar.
c) Penampilan berbagai usaha belajar dalam menjalani dan menyelesaikan kegiatan belajar sampai mencapai hasil.
d) Kemandirian belajar.
2) Segi guru tampak adanya
a) Usaha mendorong, membina gairah belajar dan berpartisipasi dalam proses pengajaran secara aktif.
b) Peran guru yang tidak mendominasi kegiatan belajar peserta didik.
c) Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar menurut cara dan keadaan masing-masing.
d) Menggunakan berbagai macam metode mengajar dan pendekatan multi media.
3) Segi program tampak hal-hal berikut
a) Tujuan sesuai dengan minat, kebutuhan serta kemampuan peserta didik.
b) Program cukup jelas bagi peserta didik dan menantang peserta didik untuk melakukan kegiatan belajar. Download ptk pai smp kelas ix 
4) Segi situasi menampakkan hal-hal berikut
a) Hubungan erat antara guru dan peserta didik, guru dan guru, serta dengan unsur pimpinan sekolah.
b) Peserta didik bergairah belajar.
5) Segi sarana belajar tampak adanya
a) Sumber belajar yang cukup.
b) Fleksibilitas waktu bagi kegiatan belajar.
c) Dukungan media pengajaran.
d) Kegiatan belajar baik di dalam maupun diluar kelas.
Dari beberapa keterangan diatas dapat peneliti simpulkan bahwa kekatifan belajar dalam pembelajaran PAI meliputi :
1) Peserta didik mendengarkan dengan seksama penjelasan guru.
2) Peserta didik aktif mencatat.
3) Peserta didik aktif bertanya.
4) Peserta didik aktif terlibat dalam diskusi.
5) Peserta didik aktif mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan baik.
d. Faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan belajar PAI siswa
Sebagaimana jika bahwa belajar merupakan aktivitas yang sangat komplek, maka banyak sekali faktor yang mempengaruhinya sesuai dengan kondisi dan dimana aktivitas belajar itu dilaksanakan. Dari sekian banyak faktor yang mempengaruhinya, maka secara garis besarnya dapat dibagai dalam 2 klasifikasi yaitu faktor intern (faktor yang berasal dari dalam diri si pelajar) dan faktor ekstern (faktor yang berasal dari luar diri si pelajar
menurut Sumadi Suryabrata mengatakan bahwa belajar sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
1) Faktor-faktor yang berasal dari luar diri pelajar yang terbagi menjadi dua, yaitu :
a) Faktor-faktor non sosial (keadaan udara, suhu, cuaca dan waktu)
b) Faktor-faktor sosial (manusia yang di sekitar si pelajar)
2) Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pelajar.
Faktor ini digolongkan menjadi :
a) Faktor-faktor fisiologis (bentuk atau keadaan tubuh)
b) Faktor psikologis (keadaan atau kondisi psikis).
Dalam hubungannya dengan proses interaksi belajar mengajar (keaktifan siswa) yang menitik beratkan pada soal motivasi dan keterampilan memberi penguatan. Maka pembahasan mengenai faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar ini lebih ditekankan pada faktor intern. Contoh ptk pai smp pdf  Faktor intern ini sebenarnya menyangkut faktor-faktor fisiologis dan faktor psikologis. Tetapi relevansi dengan persoalan keterampilan memberi penguatan, maka tinjauan mengenai faktor intern ini akan dikhususkan pada faktor-faktor psikologis.
Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan pembelajaran siswa. Namun diantara faktor-faktor rohaniah atau kondisi jiwa siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial adalah :
1) Intelegensi/ Kecerdasan Siswa
Intelegensi pada umumnya dapat diartikan sebagai kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah serta mengolah serta menguasai lingkungan secara efektif. Tingkat kecerdasan atau intelegensi sangat menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Ini bermakna semakin tinggi kemampuan intelegensi seseorang siswa, maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses. Begitu pula sebaliknya.
2) Minat
Minat merupakan kecenderungan yang agak menetap dalam diri subyek untuk merasa tertarik kepada bidang tertentu dan senang berkecampung dalam bidang itu.
Minat sangat berpengaruh sekali terhadap proses dan prestasi belajar, minat menyangkut masalah suka dan tidak suka, tertarik atau tidak tertarik. Kalau siswa sampai tidak tertarik, maka tidak akan ada
kemauan dan perhatian, dengan demikian belajar menjadi terhambat dan tentu saja hasilnya tidak efektif.
3) Motivasi
Motivasi dapat diartikan sebagai keadaan internal manusia yang mendorong untuk berbuat sesuatu.
Dalam perkembangan selanjutnya motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik.
Motivasi instrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa. Adapun motivasi ekstrinsik adalah hal dan keadaan yang datang dari luar individu, yang juga mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Pujian dan hadiah, peran orang tua dan sebagainya merupakan contoh konkrit motivasi ekstrinsik yang dapat menolong siswa untuk belajar. Keterangan atau ketiadaan motivasi, baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal, akan menyebabkan kurang bersemangatnya siswa dalam melakukan proses pembelajaran materi-materi pelajaran baik di sekolah maupun di rumah.
4) Sikap Siswa
Sikap merupakan gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan mereaksi atau merespon dengan cara relatif tetap terhadap obyek orang, barang, dan sebagainya baik secara positif maupun negatif. Sikap siswa yang positif terhadap mata pelajaran dan sikap suka siswa terhadap guru akan merupakan awal yang baik bagi keberhasilan belajar siswa begitu pula dengan sebaliknya.
5) Ingatan
Ingatan secara teoritis akan berfungsi mencamkan atau menerima kesan-kesan dari luar, menyimpan kesan, selanjutnya memproduksi kesan. Download proposal ptk pai smp doc Oleh karena itu ingatan-ingatan akan merupakan kecakapan untuk menerima, menyimpan dan memproduksi kesan kesan di dalam belajar. Ingatan adalah sebagai kunci keberhasilan belajar sebab dengan ingatan apa yang diperoleh seseorang dalam belajar akan tetap senantiasa stabil dan utuh.
6) Perhatian
Perhatian adalah pemusatan energi psikis yang tertuju kepada suatu obyek. Jika seseorang perhatiannya penuh terhadap sesuatu obyek, maka ia akan mengenal obyek secara sempurna. Demikian pula dalam proses belajar mengajar banyak membutuhkan adanya perhatian. Perhatian tidak akan bisa ditinggalkan sebab dengan perhatian akan membuat kesan dalam otak yang mendalam. 
C. Cooperative Learning dengan Metode Every One Is A Teacher Here pada
Pembelajaran PAI
Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Proses belajar mengajar yang dilakukan dalam kelas merupakan aktivitas mentransformasikan ilmu pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Pengajar diharapkan mampu mengembangkan kapasitas belajar, kompetensi dasar dan potensi yang dimiliki siswa secara penuh.
Selain itu mengajar juga sebagai usaha untuk menciptakan sistem lingkungan yang mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar dalam arti ini adalah usaha menciptakan suasana belajar bagi siswa secara optimal. Yang menjadi pusat perhatian dalam proses belajar mengajar ialah siswa. Pendekatan menghasilkan strategi yang disebut student center strategis. Strategi belajar mengajar yang berpusat pada peserta didik.
Hasil temuan para ahli pun menyatakan ketika terdapat kecenderungan perilaku pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran yang lesu, pasif dan perilaku yang sukar dikontrol. Perilaku semacam ini diakibatkan suatu proses pembelajaran dalam penyampaian materi, siswa tidak termotivasi dan tidak terdapat suatu interaksi dalam pembelajaran serta hasil belajar yang tidak terukur dari guru. Adapun kenyataan yang seperti tersebut di atas, maka harus ditata kembali suatu strategi pembelajaran.
Tampaknya perlu adanya perubahan paradigma dalam menelaah proses belajar mengajar dan interaksi guru dan siswa. Dalam proses belajar mengajar diperlukan keahlian yang dapat membuat proses belajar mengajar lebih berhasil, untuk mempelajari sesuatu yang baik, belajar aktif membantu untuk mendengarnya, melihatnya mengajukan pertanyaan tentang pelajaran tertentu dan mendiskusikanya dengan yang lain, yang paling penting peserta didik perlu melakukannya, memecahkan masalah sendiri, menemukan contoh-contoh, mencoba keterampilan-keterampilan dan melakukan tugas¬tugas yang tergantung pada pengetahuan yang telah mereka miliki atau yang harus mereka capai.
Salah satu jalan untuk mengatasi permasalahan di atas yaitu dengan menuntut cara belajar yang lebih baik untuk mengkondisikan siswa dalam proses belajar mengajar di kelas, sehingga anak tidak cepat menjadi bosan dengan pelajaran yang diberikan oleh gurunya. Karena selama ini kita berasumsi bahwa belajar yang kita Karena selama ini kita berasumsi bahwa belajar yang kita lakukan selama ini mengalami stagnan. Artinya pendidikan kita tetap menggunakan metode dan pendekatan yang sama dengan anak-anak didik pada tahun sebelumnya, padahal metode dan pendekatan yang dilakukan tersebut tidak menjamin anak didik menjadi lebih “cerdas,” mampu meningkatkan prestasi, belajar dengan menyenangkan serta mampu mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan. Contoh ptk pai smp doc Oleh karena itu teknik-teknik belajar yang paling cocok dengan gaya belajar yang disukai siswa maka belajarnya pun terasa paling alami. Karena terasa alami (ranah-otak), belajarpun terasa lebih mudah. Karena lebih mudah belajar pun menjadi lebih cepat.
Untuk mendapatkan suatu pembelajaran aktif kreatif dan menyenangkan sekaligus meningkatkan penghayatan terhadap keimanan dan realisasinya dalam realitas hubungan sosial bagi peserta didik maka model pembelajaran cooperatif learning menjadi salah satu model pembelajaran yang dapat mewujudkan tujuan itu semua. Cooperative learning dapat di gunakan dalam semua mata pelajaran tidak terkecuali dalam pembelajaran PAI yang lebih menitik beratkan tujuannya kepada penciptaan ukhuwah islamiyah pada diri peserta didik.
Karena pada dasarnya Ada beberapa alasan penting mengapa cooperative learning perlu diterapkan di sekolah-sekolah. Seiring dengan proses globalisasi, terjadi juga transformasi sosial, ekonomi dan demografis yang mengharuskan sekolah-sekolah untuk lebih menyiapkan anak didik dengan ketrampilan-ketrampilan hidup bermasyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam dunia yang cepat berubah dan berkembang pesat. Alasan tersebut antara lain:
1. Transformasi Sosial
Transformasi sosial secara sederhana dapat dilihat dalam perubahan struktur keluarga. Semakin banyak anak yang dibesarkan dalam keluarga inti tanpa kehadiran dan pengasuhan penuh dari orang tua. Parahnya, seorang anak bisa meluangkan waktunya lebih banyak di depan televisi, bermain games dan play station dari pada berbicara dengan ayah atau ibu mereka. Dengan kata lain, saat mata mereka terpaku pada layar kaca, hilanglah kesempatan untuk mengembangkan interaksi sosial dan kemampuan berkomunikasi anak.
Di tengah-tengah transformasi sosial yang membawa makin banyak dampak negatif, pendidikan tidak lagi hanya perkembangan kognitif saja tetapi juga sisi moral Pendidikan harus memberikan banyak kesempatan berinteraksi dan bekerjasama dengan sesama.
2. Transformasi Ekonomi. 
Interdependence menjadi ciri transformasi ekonomi. Kemampuan individu akan menjadi hal yang sia-sia ketika tidak diimbangi dengan kemampuan bekerjasama. Kemampuan kerjasama ini akan menjadi modal urgen untuk mencapai tujuan dan keberhasilan suatu usaha. Sebagai pendidik yang bertanggung jawab, guru harus merasa terpanggil untuk mempersiapkan anak didiknya agar bisa berkomunikasi dan bekerjasama dalam berbagai macam situasi sosial.
3. Transformasi Demografis
Transformasi demografis dicirikan dengan adanya urbanisasi. Kompetisi dan eksploitasi adalah bentuk konsekuensi hidup dalam masyarakat urban. Contoh ptk pai smp pdf Realitas menunjukkan bahwa urbanisasi memegang peranan dalam penciptaan homo homini lupus. Sekolah seharusnya bisa berbuat lebih banyak dalam mengubah arah evolusi nilai sosial.
Sebagai rumah kedua, sekolah merupakan tempat untuk menanamkan sikap-sikap kooperatif dan mengajarkan cara-cara bekerjasama, dalamartian, untuk membentuk siswa menjadi homo homini socius. 
Selain itu dengan cooperative learning dalam diri siswa dapat menjadikan :
1. Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka adalah sehidup sepenanggungan bersama.
2. Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu didalam kelompokknya, seperti milik mereka sendiri.
3. Siswa haruslah melihat bahwa semua anggota dalam kelompok memiliki tujuan yang sama .
4. Siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya.
5. Siswa akan dikenakan evaluasi atau hadiah yang juga akan dikenakan bagi anggota kelompok.
6. Siswa sebagai kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.
7. Siswa akan diminta untuk mempertanggungjawabkan secara individu materi yang ditangani dalam kelompok.
Salah satu bentuk cooperative learning yang dapat diterapkan dalam pembelajaran PAI adalah tipe every one is a teacher here yang intinya adalah menciptakan pola bagaimana menciptakan kelompok belajar yang baik pada diri peserta didik dan penghargaan terhadap kinerjanya dalam kelas.
Manfaat dari cooperative learning tipe every one is a teacher here ini adalah dapat meningkatkan tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan tetapi juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya. Dengan demikian siswa saling ketergantungan satu dengan yang lain dan bekerjasama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan, sehingga secara langsung maupun langsung meningkatkan prestasi belajar yang siswa lakukan.
Langkah-langkah cooperative learning dengan metode every one is a teacher dalam pembelajran PAI di Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ..., meliputi:
1. Pendahuluan/Apersepsi; diawali dengan doa dan salam sapa oleh guru, kemudian guru sedikit mengulas tentang materi yang telah lalu/yang telah disampaikan sebelumnya, dengan tujuan membuat materi yang akan dibahas pada pertemuan kali ini menjadi lebih menarik, dalam materi pokok binatang halal dan haram. Download proposal ptk pai smp doc 
2. Setelah itu lembaran kertas kosong yang telah dipersiapkan, kemudian dibagikan kepada sejumlah peserta didik.
3. Setelah semua dipastikan memegang kertas tersebut, guru memerintahkan kepada peserta didik untuk membuat satu pertanyaan yang dimiliki oleh peserta didik mengenai/yang berkaitan dengan materi binatang halal dan haram.
4. Kemudian guru meminta lembaran-lembaran kertas yang berisi pertanyaan-pertanyaan itu kemudian di acak.
5. Guru membagikan kertas pertanyaan tersebut kepada peserta didik dan memastikan bukan miliknya, yang kemudian setelah masing-masing menerima pertanyaan, peserta didik diminta membaca dalam hati, memahami, mencermati dan memikirkan jawaban dari pertanyaan yang telah diperoleh.
6. Setelah kegiatan terlaksana, guru meminta kepada peserta didik untuk membacakan pertanyaan yang mereka dapatkan, yang dianggap sulit atau menarik untuk dibahas dan memintanya memberikan jawaban/pendapat.
7. Setelah ada peserta didik yang memberi jawaban, guru menyuruh peserta didik yang lain untuk menambahi atau menanggapi lagi.
8. Guru mempersilahkan peserta didik untuk bekerja kelompok untuk membahas pertanyaan yang sulit dan arahkan kepada contoh riil tentang bahasan binatang halal dan haram dalam kehidupan peserta didik sehari¬hari
9. Guru memberikan kesimpulan/klarifikasi mengenai perihal tentang materi pokok binatang halal dan haram
10. Guru memberikan penghargaan bagi individu dan kelompok.
D. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan keterangan di atas, maka dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis tindakan yaitu peningkatan hasil belajar dan keaktifan peserta didik pada pembelajaran PAI peserta didik di Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... setelah menggunakan model pembelajaran cooperatif learning tipe every one is a teacher here.

PTK PAI SMP KELAS IX

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Setting atau Lokasi Penelitian
Tempat penelitian di SMP Negeri 1 .... Dengan dasar pertimbangan sebagai berikut.
1. Semua pihak sekolah yang bersedia membantu untuk mengadakan penelitian.
2. Suasana sekolah yang nyaman, tertib, dan rapi, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan memudahkan peneliti dalam mengadakan penelitian.

B. Subyek Penelitian
Adapun subyek penelitian yang dikenai tindakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Siswa di kelas Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ....
2. Pembelajaran di Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... yang selama ini terjadi banyak menggunakan metode ceramah dan tanya jawab saja dengan guru sebagi pusat pembelajaran sehingga siswa pasif dalam pembelajaran.
Penelitian ini, penulis lebih memfokuskan pada ruang lingkup masalah penelitian yang bertumpu pada penerapan pembelajaran cooperatif learning tipe every one is a teacher here pada pembelajaran PAI materi pokok binatang halal dan haram di Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ...

C. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas yang dimaksud adalah kajian sistematik dari upaya perbaikan pelaksanaan praktek pendidikan oleh sekelompok guru
dengan melakukan tindakan-tindakan dalam pembelajaran, berdasarkan refleksi mereka mengenai hasil dari tindakan-tindakan tersebut.
Menurut Masnur Muslich Penelitian Tindakan Kelas adalah sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan¬tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajaran tersebut dilakukan. Contoh ptk pai smp doc
 
D. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dilakukan dijadwal yang telah disusun. Pengumpulan data yang bersifat kualitatif menggunakan multi metode yakni:
1. Metode Pengamatan (observasi)
Metode pengamatan (observasi) adalah cara pengumpulan data dengan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gej ala yang tampak pada obyek penelitian.
Metode ini digunakan untuk mengamati keaktifan siswa dalam proses pelaksanaan model pembelajaran cooperatif learning dengan metode every one is a teacher here pada pembelajaran PAI materi pokok binatang halal dan haram di Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... dengan menggunakan lembar observasi siswa (LOS)
2. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda, dan sebagainya.
Metode dokumentasi ini digunakan untuk memperoleh data-data peningkatan hasil belajar dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran PAI Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... dengan menggunakan model pembelajaran cooperatif learning dengan metode every one is a teacher here melalui dokumen peserta didik yang berhubungan dengan:
a. Jumlah peserta didik dalam kelas.
b. Kumpulan nilai-nilai dalam setiap siklus
3. Tes
Metode tes merupakan seperangkat alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan yang sudah ditentukan.
Metode tes oleh peneliti digunakan untuk mendapatkan hasil belajar peserta didik Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... yang telah melakukan pembelajaran PAI dengan menggunakan model pembelajaran cooperatif learning dengan metode every one is a teacher here sebagai evaluasi setelah proses pembelajaran berlangsung.
4. Kolaborator
Kolaborator adalah kerjasama antara praktisi (guru) kepala sekolah, siswa dan lain-lain dan peneliti, dalam pemahaman, kesepakatan tentang permasalahan, pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan. Melalui kerja sama, mereka secara bersama menggali dan mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi terutama kegiatan mendiagnosis masalah, menyusun usulan, melaksanakan tindakan, menganalisis data, menyeminarkan hasil dan menyusun laporan akhir.6 Yang menjadi kolaborator di sini adalah guru PAI Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ....

E. Prosedur Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dipilih model spiral dari Kemmis dan Taggart yang terdiri dari beberapa siklus tindakan pembelajaran berdasarkan refleksi mengenai hasil dari tindakan-tindakan pada siklus sebelumnya. Setiap siklus tersebut terdiri dari empat tahapan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi.
Model Spiral dari Kemmis dan Taggart 
Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 4 tahap. Secara rinci prosedur penelitian tindakan ini sebagai berikut:
1. Perencanaan
a. Mengidentifikasi khusus
b. Mengidentifikasi masalah
c. Mencarikan Alternatif pemecahan
d. Membuat satuan tindakan (pemberian bantuan)
2. Pelaksanaan tindakan
a. Pendahuluan/Apersepsi; diawali dengan doa dan salam sapa oleh guru, kemudian guru sedikit mengulas tentang materi yang telah lalu/yang telah disampaikan sebelumnya, dengan tujuan membuat materi yang akan dibahas pada pertemuan kali ini menjadi lebih menarik, dalam materi pokok binatang halal dan haram.
b. Setelah itu lembaran kertas kosong yang telah dipersiapkan, kemudian dibagikan kepada sejumlah peserta didik.
c. Setelah semua dipastikan memegang kertas tersebut, guru memerintahkan kepada peserta didik untuk membuat satu pertanyaan yang dimiliki oleh peserta didik mengenai/yang berkaitan dengan materi binatang halal dan haram. Download ptk pai smp kelas ix 
d. Kemudian guru meminta lembaran-lembaran kertas yang berisi pertanyaan-pertanyaan itu kemudian di acak.
e. Guru membagikan kertas pertanyaan tersebut kepada peserta didik dan memastikan bukan miliknya, yang kemudian setelah masing-masing menerima pertanyaan, peserta didik diminta membaca dalam hati, memahami, mencermati dan memikirkan jawaban dari pertanyaan yang telah diperoleh.
f. Setelah kegiatan terlaksana, guru meminta kepada peserta didik untuk membacakan pertanyaan yang mereka dapatkan, yang dianggap sulit atau menarik untuk dibahas dan memintanya memberikan jawaban/pendapat.
g. Setelah ada peserta didik yang memberi jawaban, guru menyuruh peserta didik yang lain untuk menambahi atau menanggapi lagi.
h. Guru mempersilahkan peserta didik untuk bekerja kelompok untuk membahas pertanyaan yang sulit dan arahkan kepada contoh riil tentang bahasan makanan halal dan haram dalam kehidupan peserta didik sehari-hari
i. Guru memberikan kesimpulan/klarifikasi mengenai perihal tentang materi pokok binatang halal dan haram
j. Guru memberikan penghargaan bagi individu dan kelompok. 
3. Observasi
Tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan observasi yang telah dipersiapkan. Peneliti mempersiapkan lembar observasi yang telah disiapkan untuk mengetahui kondisi kelas terutama semangat belajar peserta didik dalam pembelajaran. Contoh ptk pai smp pdf Penelitian ini hasil pengamatan kemudian dicari solusi dari permasalahan yang ada pada waktu pembelajaran berlangsung.
4. Refleksi
Data-data yang diperoleh melalui observasi dikumpulkan dan dianalisis. Berdasarkan hasil observasi guru dapat merefleksi diri tentang upaya meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran PAI Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... dengan menggunakan model pembelajaran cooperatif learning dengan metode every one is a teacher here. Melihat dan observasi, apakah kegiatan yang telah dilakukan dapat meningkatkan semangat belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI.
Berdasarkan hasil refleksi ini akan dapat diketahui kelemahan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sehingga dapat digunakan untuk menentukan tindakan kelas pada siklus berikutnya.
Berikut ini merupakan jadwal rencana kegiatan penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan di Kelas PAI Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ....

F. Instrumen Penelitian
Sedangkan instrumen yang peneliti gunakan untuk menilai tingkat keberhasilan peserta didik adalah:
1. Lembar observasi
Lembar observasi adalah lembar pengamatan yang harus diisi oleh observer. Lembar observasi berisi tentang kegiatan guru dan aktifitas siswa dalam pembelajaran.
Dalam penelitian ini ada beberapa aspek yang menjadi bahan pengamatan peneliti diantaranya:
Berikut bentuk tabel lembar observasi Tabel 1
Contoh Tabel Lembar Observasi

2. Instrumen evaluasi
Instrumen evaluasi adalah alat untuk memperoleh hasil yang telah sesuai dengan kenyataan yang dievaluasi. Contoh ptk pai smp pdf  Sedang bentuk evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik adalah soal pilihan ganda sebanyak 10 soal, dimana setiap item yang benar nilai 1, dan salah 0.
Contoh Tabel 2
Model Penilaian Ulangan

G. Indikator Keberhasilan
Untuk mengetahui tingkat keberhasilan penelitian tindakan ini apabila:
1. Adanya peningkatan aktivitas belajar peserta didik pada kategori baik dan baik sekali mencapai 80 % ke atas.
2. Meningkatnya hasil PAI Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ..., yang ditandai rata-rata nilai hasil kuis lebih dari 70 mencapai 08 % keatas

H. Metode Analisis Data
1. Analisis Kualitatif
Digunakan untuk menggambarkan keberhasilan menggunakan model pembelajaran cooperatif learning dengan metode every one is a teacher here pada pembelajaran PAI di Kelas 9.2 SMP Negeri 1 ... dengan melihat tanda-tanda perubahan pada siswa dalam proses pembelajaran.
2. Analisis Kuantitatif
Digunakan untuk menganalisis jumlah siswa yang mengalami peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran PAI dengan menggunakan model pembelajaran cooperatif learning dengan metode every one is a teacher here di 9.2 SMP Negeri 1 ... yang diperoleh dari tindakan siklus I, II, III.
Data tersebut dapat diolah dengan materi prosentasi dengan menggunakan rumus:
 
Keterangan: 
P = Prosentase jawaban 
F = Frekuensi jawaban 
N = Jumlah responden

CONTOH PROPOSAL PTK PAI SMP

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyana, Pendidikan Anak Bagi Berkesulitan Belajar, Jakarta : Rineka Cipta, 2003
Ahmadi, Abu dan Uhbiyati, Nur, Ilmu Pendidikan, Jakarta, Rineka Cipta, 1991
dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2004
Arief, Armai, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Jakarta : Ciputat Pers, 2002
Arikunto, Suharsimi, dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2006
, Penelitian Tindakan Kelas , Jakarta: PT Bumi Aksara, 2006
, Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2002
Azis, Sholeh Abdul dan Madjid, Abdul Azis Abdul, Al-Tarbiyah Waturuqu Al-Tadrisi, Juz.1., Mesir: Darul Ma’arif, 1979
Azwar, Saifuddin, Tes Prestasi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996
Deese, James, The Psychology Of Learning, London; MC. Graw H, ll Company, 1967
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi.II, (Jakarta: Balai Pustaka, 1995
Dimyati dan Mujiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Renika Cipta, 1999
Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain, Aswan, Strategi Belajar Mengajar Jakarta: Rineka Cipta, 2002
, Pendidik dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, Jakarta: Rineka Cipta, 2000
Donald, Frederick Y. Mc., Educational Psychology, Tokyo: Overseas Publication LTD, 1959
Hasibuan, J.J. dan Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, Bandung : Remaja Rosdakarya, 1995
Ismail SM, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Efektif, dan Menyenangkan), Semarang: RaSAIL Media Group, 2008
Ladjid, Hafni, Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi, Jakarta: Ciputat Press Group, 2005
Lie, Anita, Cooperative Learning, Mempraktekkan Cooperative Learning di Ruang -Ruang Kelas, Jakarta : Grasindo, 2004
Margono, S., Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: PT Rienika Cipta, 2000
Mujib, Abdul dan Mudzakkir, Yusuf, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kencana, 2006
Muslich, Masnur, Melaksanakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) itu Mudah, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009
Muslim, Aplikasi Statistik, Semarang: IAIN Walisongo, 1996 Nasution, S., Kurikulum dan Pengajaran, Jakarta: Bina Aksara, 1984
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 22 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SMP, MTs, dan SMPLB
Perturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 2 Tahun 2008, Tentang Standar Kompetensi Lulusan Dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam Dan Bahasa Arab di Madrasah
Poerwodarminta, W.J.S., Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1999
PP. No 19 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Departemen agama RI 2006 Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2005 Sagala, Saeful, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Alfa Beta, 2003
Sardiman A.M., Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2000
Sarwono, Sarlito Wirawan, Psikologi Umum, Jakarta: Bulan Bintang, 1991
Siberman, Melvin L , Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif, Bandung: Nuansa Media Cet ke III, 2006
Siregar, Marasuddin, Diktat Metodologi Pengajaran Agama, Semarang, Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, 2003
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya DOWNLOAD PTK PAI KELAS IX SMP LENGKAP

Postingan terkait: