DOWNLOAD PTK MATEMATIKA SMA KELAS XI LOGIKA

DOWNLOAD PTK MATEMATIKA SMA KELAS XI LOGIKA-Penelitian ini membahas Quantum Teaching dan tutor sebaya terhadap hasil belajar pada materi pokok logika matematika. Penelitian ini, bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dengan metode Quantum Teaching dan tutor sebaya dalam kelompok kecil pada materi pokok logika matematika di Kelas XI SMAN 1 .... Kecamatan .... tahun pelajaran 2015/2016. Contoh ptk matematika sma doc
Penelitian ini menggunakan studi tindakan (action research) pada peserta didik Kelas XI SMAN 1 .... Kecamatan ..... Obyek penelitian ini adalah di  SMAN 1 .... Kecamatan ..... Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan satu kelas untuk menerapkan metode Quantum Teaching dan Tutor Sebaya dalam kelompok kecil yaitu Kelas XI yang berjumlah 29 peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah, observasi terbuka, dokumentasi, dan tes evaluasi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah meningkatnya hasil belajar yaitu nilai rata-rata kelas 74 dengan ketuntasan belajar klasikal 75%.
Pada penelitian tindakan kelas ini dirancang 2 (dua) siklus. Setiap siklus ada 4 (empat) tahap yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Masing-masing siklus dilaksanakan dengan dua kali pertemuan. PTK berfokus pada kelas atau pada proses pembelajaran yang terjadi di kelas, pada input (silabus, materi, dan lain-lain) ataupun output (hasil belajar). Pada tahap pra siklus sebelum dilaksanakan tindakan nilai rata-rata peserta didik 69,9 dengan ketuntasan belajar klasikal 52,25%. Pada tahap siklus I setelah dilaksanakan tindakan nilai rata-rata peserta didik mencapai 87,64 dengan ketuntasan belajar klasikal 80%. Kemudian pada siklus II setelah diadakan evaluasi pelaksanaan tindakan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan lagi yaitu mencapai 90,82 dengan ketuntasan belajar klasikal 93%. Dari dua tahap tersebut jelas bahwa ada peningkatan setelah diterapkan metode Quantum Teaching dan Tutor Sebaya dalam kelompok kecil. Download ptk matematika sma lengkap Namun dari penelitian tersebut terdapat peserta didik yang dari tahap siklus II mempunyai nilai skor terakhir dan nilai tes akhirnya dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70, hal ini disebabkan karena beberapa hal yaitu karena kondisi keluarga yang tidak mendukung dan karena memang daya ingat atau tingkat intelektualitas yang kurang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode Quantum Teaching dan Tutor Sebaya dalam kelompok kecil dapat meningkatkan hasil belajar pada materi pokok logika matematika Kelas XI SMAN 1 .... Kecamatan .... Tahun pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada semua pihak (peserta didik, guru, sekolah) di SMAN 1 .... Kecamatan .... untuk dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika dan dapat memberikan dorongan atau motivasi belajar kepada peserta didik agar bisa berprestasi dan menjadi yang terbaik. Contoh ptk matematika sma word 


Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas MATEMATIKA SMA yang diberi judul “ UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN METODE QUANTUM TEACHING DAN TUTOR SEBAYA DALAM KELOMPOK KECIL PADA MATERI POKOK LOGIKA MATEMATIKA DI KELAS XI SMAN ...... KECAMATAN ..... KABUPATEN ...... TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ". Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK MATEMATIKA SMA KELAS XI lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMA 011).


CONTOH PTK MATEMATIKA SMA LOGIKA TERBARU 

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Suatu pembelajaran dikatakan berhasil apabila ada perubahan tingkah laku pada peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Tugas guru sebagai pendidik sangat menentukan berhasil atau tidaknya dalam menciptakan suatu kegiatan belajar mengajar untuk terciptanya hasil belajar yang optimal. Contoh ptk matematika sma doc Oleh karena itu, seorang guru dituntut mempunyai wawasan yang luas tentang pemilihan strategi belajar mengajar, sehingga memudahkan dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Matematika merupakan salah satu bagian dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam Standar Nasional Pendidikan. Matematika sebagai salah satu ilmu dasar, baik aspek terapannya maupun aspek penalarannya, mempunyai peranan yang penting dalam upaya penguasaan ilmu dan teknologi. Ini berarti bahwa sampai batas tertentu matematika perlu dikuasai oleh segenap warga Negara Indonesia, baik penerapannya maupun pola pikirnya. Pemilihan bagian-bagian dari matematika tersebut perlu sesuai dengan antisipasi tantangan masa depan. Matematika juga salah satu ilmu yang memberikan kerangka berpikir logis universal pada manusia. Di samping itu juga merupakan satu alat bantu yang urgen atau penting bagi perkembangan berbagai disiplin ilmu lainnya di era globalisasi sekarang ini. Oleh karena itu, tidak berlebihan kalau matematika ditempatkan sebagai Mathematics is King as Well as Good Servant. Pada umumnya manusia di seluruh dunia itu mengimplementasikan ilmu matematika pada kehidupan kesehariannya di berbagai bidang.
Di beberapa sekolah, Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap susah dan membosankan oleh kebanyakan peserta didik. Hal ini terjadi karena kebanyakan guru dalam menyampaikan materi menggunakan metode yang monoton tanpa ada inovasi untuk merubah image yang sudah melekat pada pikiran peserta didik tersebut. Dalam kegiatan belajar mengajar, para guru cenderung langsung menyampaikan materi dengan metode pembelajaran yang sama tanpa memperhatikan suasana kelas apakah sudah nyaman atau belum. Sedangkan pada peserta didik sendiri, mereka kebanyakan takut bertanya pada guru tentang materi pelajaran yang belum mereka pahami. Download ptk matematika sma kelas xi kurikulum 2013  Kedua kejadian tersebut akan menjadikan minimnya aktivitas peserta didik dan pemahaman materi yang telah disampaikan oleh guru atau pendidik.
Berdasarkan kenyataan di lapangan, para guru masih kurang perhatian dengan masalah yang dialami peserta didik tersebut, dan baru akan ada tindakan ketika peserta didik sudah duduk di Kelas XI. Hal ini juga terjadi di SMAN 1 .... Kecamatan ..... Sebagaimana paparan dari salah seorang guru matematika di sana, bahwa nilai rata-rata ulangan bab Logika Matematika peserta didik Kelas XI tahun pelajaran 2015/2016 masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) untuk mata pelajaran matematika yaitu kurang dari 70, padahal nilai KKM yang ditetapkan oleh sekolah adalah 74.
Di Kelas XI SMAN 1 ...., para peserta didik cenderung takut bertanya tentang soal atau materi yang belum dipahami kepada guru sehingga tujuan pembelajaran kurang tercapai dengan maksimal. Selain itu, metode pembelajaran yang digunakan kurang bervariasi sehingga suasana kelas agak membosankan. Maka perlu adanya tindakan kelas untuk mengatasi permasalahan tersebut. Contoh ptk matematika sma word 
Dari latar belakang di atas maka kiranya perlu ada tindakan berkenaan dengan penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dan efektif dengan materi pelajaran yang disampaikan. Metode pembelajaran yang ditawarkan adalah penggunaan metode pembelajaran Quantum Teaching pada saat penyampaian materi dan penggunaan tutor sebaya dalam kelompok kecil saat menyelesaikan soal-soal pada materi pokok logika matematika. Dengan menerapkan metode Quantum Teaching diharapkan peserta didik merasa nyaman dan senang ketika guru menyampaikan materi sehingga tingkat pemahaman peserta didik lebih optimal, dan dengan penggunaan tutor sebaya pada saat menyelesaikan soal diharapkan peserta didik dapat lebih aktif dan tidak sungkan mengajukan pertanyaan karena yang jadi tutor adalah temen sebaya yakni peserta didik yang lebih pintar di kelas itu sendiri.
Dari uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas yang berjudul “UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN METODE QUANTUM TEACHING DAN TUTOR SEBAYA DALAM KELOMPOK KECIL PADA MATERI POKOK LOGIKA MATEMATIKA DI KELAS XI SMAN .... KECAMATAN .... KABUPATEN ...... TAHUN PELAJARAN 2015/2016”.
B. Penegasan Istilah
Agar tidak terjadi salah pengertian dari maksud pengambilan judul, serta untuk menghindari terjadinya bermacam-macam interpretasi maka perlu ditegaskan istilah-istilah yang termuat dalam judul berikut.
1. Upaya
Upaya berarti usaha, ikhtiar (untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar, dan sebagainya).
2. Meningkatkan
Meningkatkan berarti menaikkan (derajat, taraf, dan sebagainya), mempertinggi, memperhebat (produksi dan sebagainya). Meningkat dalam penelitian ini adalah menaikkan aktivitas belajar peserta didik dalam proses pembelajaran. Contoh ptk matematika sma doc 
3. Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajar yang diperoleh melalui usaha dalam menyelesaikan tugas-tugas belajar. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan hasil belajar adalah nilai dari aspek kognitif yaitu nilai yang diperoleh peserta didik setelah dilaksanakannya tes di akhir penelitian.
4. Metode
Ditinjau dari segi etimologis (bahasa), metode berasal dari bahasa Yunani, yaitu ”methodos”. Kata ini berasal dari dua suku kata, yaitu ”metha” yang berarti melalui atau melewati, dan ”hodos” yang berarti jalan atau cara. Maka metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untukmencapai tujuan. Sedangkan bila ditinjau dari segi terminologis (istilah), metode dapat dimaknai sebagai ”jalan yang ditempuh oleh seseorang supaya sampai pada tujuan tertentu, baik dalam lingkungan atau perniagaan maupun dalam ilmu pengetahuan lainya”.
5. Quantum Teaching
Quantum diartikan sebagai interaksi yang mengubah (mengorkestrasi) energi menjadi cahaya. Interaksi mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan belajar. Interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah peserta didik, yang diharapkan bermanfaat bagi mereka sendiri dan bagi orang lain.
Pada Quantum Teaching, peserta didik dibuat merasa nyaman untuk belajar. Suasana yang nyaman dan menyenangkan mampu membuat peserta didik merasa nyaman untuk belajar sehingga mampu meningkatkan pemahaman mereka mengenai suatu materi (dalam hal ini mata pelajaran matematika) yang dapat meningkatkan hasil belajar mereka. Download ptk matematika sma lengkap 
6. Tutor Sebaya dalam Kelompok Kecil
Tutor sebaya adalah sumber belajar selain guru, yaitu teman sebaya yang lebih pandai memberikan bantuan belajar kepada teman-teman sekelasnya. Tutor sebaya dalam kelompok kecil, si tutor hendaknya adalah peserta didik yang mempunyai kemampuan lebih dibandingkan dengan teman-teman pada umumnya, sehingga pada saat ia memberikan pengayaan atau membimbing teman-temannya, ia sudah menguasai bahan yang akan disampaikan kepada teman-teman lainnya.
Hisyam Zaini mengatakan bahwa metode balajar yang paling baik adalah dengan mengajarkan kepada orang lain. Oleh karena itu, pemilihan pembelajaran tutor sebaya sebagai strategi pembelajaran akan sangat membantu peserta didik di dalam mengajarkan materi kepada teman¬temannya. 
Kelompok kecil di sini adalah kelompok belajar yang beranggotakan 6-8 peserta didik untuk tiap-tiap kelompoknya.
7. Logika Matematika
Logika matematika merupakan salah satu materi pokok yang diajarkan di Kelas XI SMA/MA pada semester II. Berdasarkan SK (Standar Kompetensi) dan KD (Kompetensi Dasar) pada silabus KTSP materi pokok bahasan sistem logika matematika meliputi sebagai berikut: Download ptk matematika sma pdf
a. SK (Standar Kompetensi) : Menggunakan logika matematika dalam
pemecahan masalah yang berkaitan dengan pernyataan majemuk dan
pernyataan berkuantor.
b. KD (Kompetensi Dasar) : Menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, penulis dapat merumuskan permasalahan yang dihadapi yaitu apakah penggunaan metode Quantum Teaching dan tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas XI SMAN 1 .... Kecamatan .... pada materi pokok logika matematika?
D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar dengan metode Quantum Teaching dan tutor sebaya dalam kelompok kecil pada materi pokok logika matematika di Kelas XI SMAN 1 .... Kecamatan .... tahun pelajaran 2015/2016.
Adapun manfaat penelitian ini sebagai berikut:
1. Bagi Peserta Didik
a. Dengan menerapkan model Pembelajaran Quantum Teaching diharapkan peserta didik merasa nyaman dan senang ketika guru menyampaikan materi sehingga tingkat pemahaman peserta didik lebih optimal.
b. Penerapan tutor sebaya dalam penyelesaian soal latihan akan memberikan pemahaman lebih bagi peserta didik karena tutor yang diambil berasal dari peserta didik yang pandai di kelas itu, sehingga peserta didik yang lain tidak canggung dan tidak malu untuk bertanya materi yang belum mereka pahami.
c. Diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik Kelas XI SMAN 1 .... Kecamatan .... dalam mata pelajaran matematika khususnya pada materi pokok logika matematika. Contoh ptk matematika sma doc 
2. Bagi Guru
a. Meningkatkan kreativitas guru dalam pengembangan materi belajar.
b. Guru memiliki kemampuan penelitian tindakan kelas yang inovatif.
c. Mengurangi paradigma lama yaitu pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher center) menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student center).
d. Adanya inovasi model pembelajaran matematika dari dan oleh guru yang menitik beratkan pada penerapan model Pembelajaran Quantum Teaching dan tutor sebaya.
e. Sebagai motivasi untuk meningkatkan keterampilan dalam memilih strategi pembelajaran yang sesuai dan bervariasi.
3. Bagi Sekolah
a. Diharapkan masyarakat lebih antusias untuk memasukkan anaknya ke sekolah tersebut.
b. Diharapkan dapat memberikan sumbangan yang bermanfaat bagi sekolah sehingga dapat dijadikan sebagai bahan kajian bersama agar dapat meningkatkan kualitas sekolah. Download Proposal ptk matematika sma 
4. Bagi Peneliti
Dapat menambah pengalaman secara langsung bagaimana peng¬gunaan model pembelajaran yang baik dan menyenangkan.


CONTOH LENGKAP PTK MATEMATIKA SMA KELAS XI


BAB II
QUANTUM TEACHING DAN TUTOR SEBAYA
TERHADAP HASIL BELAJAR


1. Quantum Teaching
a. Pengertian Quantum Teaching
Quantum Teaching merupakan salah satu penerapan dari Quantum Learning. Model pembelajaran ini mulai dikembangkan di Amerika yaitu di tahun 1999. Pelopornya adalah Bobbi de Porter dan Mark Reardon yang terinspirasi dari Super Camp, yaitu suatu kegiatan luar jam sekolah di mana kegiatannya menggabungkan rasa percaya diri, ketrampilan belajar, dan ketrampilan komunikasi dalam lingkungan yang menyenangkan.
Quantum Teaching bersandar pada konsep “Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”. Inilah azas utama Quantum Teaching. Download ptk matematika sma pdf
Maksud dari pengertian “bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka” mengingatkan guru pada pentingnya memasuki dunia peserta didik sebagai langkah pertama, karena langkah ini akan memberikan pendidik izin untuk memimpin , menuntun, dan memudahkan perjalanan mereka menuju kesadaran dan ilmu pengetahuan yang lebih luas. Dengan cara mengajarkan dengan peristiwa, pikiran, perasaan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari. Setelah kaitan itu terbentuk maka pendidik dapat mengajak mereka ke dunianya sehingga akan terwujud keadaan saling memahami dan pendidik dapat memberikan pemahaman materi dengan hasil lebih optimal.
b. Kelebihan Metode Quantum Teaching
1) Meningkatkan motivasi dan minat
2) Meningkatkan nilai
3) Meningkatkan rasa percaya diri
4) Meningkatkan ketrampilan peserta didik
5) Memaksimalkan momen belajar
6) Menciptakan lingkungan belajar yang efektif
7) Mengembangkan kemampuan dan bakat peserta didik
c. Kelemahan Metode Quantum Teaching
1) Guru perlu penyesuaian sesuai dengan kondisi peserta didik dengan berpedoman pada segalanya bertujuan, segalanya berbicara, mengalami sebelum pemberian nama, akui setiap usaha, dan rayakan.
2) Ketika ada musik dalam pembelajaran, para guru tak selamanya merasa nyaman justru merasa keberatan dan merasa aneh. Mereka menganggap musik justru mengganggu konsentrasi. Download ptk matematika sma kelas xi kurikulum 2013 
3) Guru dan peserta didik yang tidak terbiasa mendengar musik klasik, instrument yang lembut. Sehingga ketika musik dipaksakan di dengarkan di kelas, peserta didik malah mengantuk dan guru merasa terganggu.
4) Tidak bisa selamanya guru berlaku manis, baik, dan perhatian kepada peserta didik. Justru sikap ini bisa diremehkan peserta didik.
d. Lagkah-langkah Metode Quantum Teaching
1) Membuat suasana belajar menjadi suasana yang amat menyenangkan bagi peserta didik. Guru harus ramah, antusias, hangat dan menarik.
2) Menumbuhkan minat peserta didik untuk belajar. Guru mengungkapkan “apa manfaat bagiku (AMBAK)” yang berkaitan dengan materi pada saat itu.
3) Memberikan pengalaman awal mengenai pembelajaran hari ini. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik agar lebih aktif dalam pembelajaran. Guru mengingatkan kembali akan materi yang terkait dengan pembelajaran saat itu.
4) Menamai materi yang diajarkan. Guru memberi kata kunci, konsep, model, dan rumus tentang materi yang diajarkan sebagai masukan untuk peserta didik.
5) Mendemonstrasikan materi. Guru mengajak peserta didik untuk ambil bagian dalam pembelajaran. Interaksi tanya jawab dan alat peraga akan membuat peserta didik tahu akan pembelajaran saat itu.
6) Mengulangi materi yang diajarkan. Guru menjelaskan kembali mengenai materi yang diajarkan pada saat itu. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengulangi materi melalui pengerjaan soal-soal yang terkai dengan materi saat itu.
7) Merayakan keberhasilan pembelajaran. Guru memberikan pujian dan mengajak peserta didik untuk bertepuk tangan dalam merayakan keberhasilan mereka atas pembelajaran pada saat itu.
Agar tercipta suasana belajar yang menggairahkan, perlu diperhatikan pengaturan/penataan ruang kelas. Download ptk matematika sma pdf  Penyusunan dan pengaturan ruang kelas hendaknya memungkinkan anak duduk berkelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa untuk membantu siswa dalam belajar. Dalam pengaturan ruang belajar hal¬hal berikut perlu diperhatikan:
1) Ukuran dan bentuk kelas.
2) Bentuk serta ukuran bangku dan meja siswa.
3) Jumlah siswa dalam kelas.
4) Jumlah siswa dalam setiap kelompok.
5) Jumlah kelompok dalam kelas.
6) Komposisi siswa dalam kelompok (seperti siswa pandai dengan siswa kurang pandai, pria dan wanita).
2. Tutor Sebaya
a. Pengertian Tutor Sebaya
Tutor sebaya adalah sumber belajar selain guru, yaitu teman sebaya yang lebih pandai memberikan bantuan belajar kepada teman sekelasnya. 
Menurut Hisyam Zaini mengatakan bahwa metode balajar yang paling baik adalah dengan mengajarkan kepada orang lain. Oleh karena itu, pemilihan pembelajaran tutor sebaya sebagai strategi pembelajaran akan sangat membantu peserta didik di dalam mengajarkan materi kepada teman-temannya.
b. Kelebihan Tutor Sebaya
1) Anak-anak diajarkan untuk mandiri, dewasa dan punya rasa setia kawan yang tinggi. Artinya dalam penerapan tutor sebaya itu, anak yangdianggap pintar bisa mengajari atau menjadi tutor temannya yang kurang pandai atau ketinggalan.
2) Peserta didik lebih mudah dan leluasa dalam menyampaikan masalah yang dihadapi sehingga peserta didik yang bersangkutan terpacu semangatnya untuk mempelajari materi ajar dengan baik.
3) Membuat peserta didik yang kurang aktif menjadi aktif karena tidak malu lagiuntuk bertanya dan mengeluarkan pendapat secara bebas. Contoh ptk matematika sma word
4) Membantu peserta didik yang kurang mampu atau kurang cepat menerimapelajaran dari gurunya. Kegiatan tutor seraya bagi peserta didik merupakankegiatan yang kaya akan pengalaman yang sebenarnya merupakankebutuhan peserta didik itu sendiri.
5) Tutor maupun yang ditutori sama-sama diuntungkan, bagi tutor akan mendapat pengalaman, sedang yang ditutori akan lebih kreatif dalam menerima pelajaran.
c. Kekurangan Tutor Sebaya
1) Tidak semua peserta didik dapat menjelaskan kepada temannya.
2) Tidak semua peserta didik dapat menjawab pertanyaan temannya
d. Langkah-langkah Metode Tutor Sebaya
Jika model pembelajaran tutor sebaya dalam kelompok kecil ini diterapkan maka langkahnya sebagai berikut.
1) Dipilih materi yang memungkinkan materi tersebut dapat dipelajari peserta didik secara mandiri. Materi pelajaran dibagi dalam sub-sub materi (segmen materi).
2) Para peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen, sebanyak sub-sub materi yang akan disampaikan guru. Peserta didik yang pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya.
3) Masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari sub materi. Setiap kelompok dipandu oleh peserta didik yang pandai sebagai tutor sebaya.
4) Mereka diberi waktu yang cukup untuk persiapan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
5) Setiap kelompok melalui wakilnya menyampaikan sub materi sesuai dengan tugas yang telah diberikan. Guru bertindak sebagai nara sumber utama.
6) Setelah semua kelompok menyampaikan tugasnya secara berurutan sesuai dengan urutan sub materi, beri kesimpulan dan klasifikasi seandainya ada pemahaman peserta didik yang perlu diluruskan.Contoh ptk matematika sma doc
3. Belajar dan Hasil Belajar
a. Pengertian Belajar
Definisi belajar dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah usaha sadar atau upaya yang disengaja untuk mendapatkan kepandaian.
Definisi belajar menurut para ahli:
1) Menurut James O. Whittaker, belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.
2) Menurut Cronbach, learning is shown by change in behavior as a result of experience. Belajar adalah suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Penelitian Tindak Kelas matematika sma kelas xi
3) Menurut Howard L. Kingkey, learning is the process which behavior (in the broadersense) is originated or changed through practice or training. Belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditambahkan atau dirubah melalui praktik atau latihan. 
4) Menurut Drs. Slameto, belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Dari definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku seseorang dari tidak tahu menjadi tahu sebagai akibat adanya peningkatan pengetahuan, ketrampilan, kemauan, minat, sikap, kemampuan berpikir logis, praktis, dan kritis serta dilakukan secara sadar.
b. Teori-teori Belajar
Beberapa teori belajar yang dapat dijadikan sebagai rujukan dalam penerapan PTK antara lain: Teori Ausubel, Teori Piaget, Teori Vygotsky, Teori Bruner, dan Teori Gagne.
1) Teori Ausubel
Teori makna (meaning theory) dari Ausubel (Brownell dan Chazal) mengemukakan pentingnya pembelajaran yang bermakna. Kebermaknaan pembelajaran akan membuat kegiatan belajar lebih menarik, lebih bermanfaat, dan lebih menantang, sehingga konsep dan prosedur materi yang disampaikan akan lebih mudah dipahami dan lebih tahan lama diingat oleh peserta didik. Contoh ptk matematika sma doc
Menurut Ausubel, metode-metode ekspositoris yang digunakan dalam proses pembelajaran akan sangat efektif dalam menghasilkan kegiatan belajar yang bermakna apabila dipenuhi dua syarat berikut.
a) Syarat pertama: peserta didik memiliki meaningful learning set, yaitu sikap mental yang mendukung terjadinya kegiatan belajar yang bermakna.
b) Syarat kedua: materi yang akan dipelajari atau tugas yang akan dikerjakan siswa (learning tesk) adalah materi atau tugas yang bermakana bagi siswa.
Ausubel juga mengemukakan dua prinsip penting yang perlu diperhatikan dalam penyajian materi pembelajaran bagi siswa, yaitu:
a) Prinsip diferensiasi progresif (progressive diferentiation principle), yang menyatakan bahwa dalam penyajian materi pembelajaran bagi siswa, materi, atau gagasan yang bersifat paling umum atau paling inklusif harus disajikan terlebih dahulu, dan sesudah itu disajikan materi atau gagasan yang lebih detil.
b) Prinsip ekonsiliasi integratif (integrative reconciliation principle) yang menyatakan bahwa materi atau informasi yang baru dipelajari perlu direkonsiliasikan dan diintegrasikan dengan materi atau informasi yang sudah lebih dulu dipelajari pada bidang keilmuan yang bersangkutan.
2) Teori Piaget
Piaget mengemukakan dalam teorinya bahwa kemampuan kognitif manusia berkembang menurut empat tahap, dari lahir sampai dewasa. Keempat tahap tersebut adalah sebagai berikut.
a) Tahap sensori-motor (sensory-motor stage)
Tahap sensori-motor berlangsung sejak manusia lahir sampai beusia sekitar 2 tahun. Apada tahap ini pemahaman anak mengenai berbagai hal terutama bergantung pada kegiatan (gerakan) tubuh beserta alat indera.
b) Tahap pra-operasional (Pre-operational stage)
Tahap pra-operasional berlangsung dari kira-kira usia 2 tahun sampai 7 tahun. Pada tahap ini, anak sudak menggunakan pemikirannya dalam berbagai hal. Akan tetapi, pada tahap ini pemikiran si anak masih bersifat egosentris belum objektif, artinya pemahamannya mengenai berbagi hal masih terpusat pada dirinya sendiri dan orang lain dianggap mempunyai pemikiran dan perasaan seperti yang ia alami. Download ptk matematika sma pdf
c) Tahap operasi kongkret (concrete-operational stage)
Tahap ini berlangsung kira-kira dari usia 7 sampai 12 tahun. Pada tahap ini tingkat egosentris anak berkurang, anak sudah dapat berpikir secara objektif yaitu memahami bahwa orang lain memiliki perasaan yang berbeda dari dirinya. Pada tahap ini anak juga sudah bisa berpikir logis tentang berbagai hal, termasuk hal yang agak rumit, tetapi dengan syarat bahwa hal-hal tersebut disajikan secara kongkret (disajikan dalam wujud yang bisa ditangkap dengan panca indra).
d) Tahap operasi formal (formal-operational stage)
Tahap ini berlangsung kira-kira usia 12 tahun ke atas. Pada tahap ini anak atau orang sudah mampu berpikir secara logis tanpa kehadiran benda-benda kongkret.
3) Teori Vygotsky
Vygotsky berusaha mengembangkan model konstruktivistik belajar mandiri dari Piaget menjadi belajar kelompok. Dalam membangun sendiri pengetahuannya, peserta didik dapat memperoleh pengetahuan melalui kegiatan yang beranekaragam dengan guru sebagai fasilitator.
4) Teori Bruner
Bruner menyatakan bahwa belajar akan lebih berhasil jika proses pengajaran diarahkan kepada konsep-konsep dan struktur¬struktur yang terbuat dalam pokok bahasan yang diajarkan, di samping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur. Selanjutnya ia mengemukakan bahwa dalam proses belajarnya anak melewati tiga tahap belajar yaitu enaktif, ikonik, dan simbolik. Ketiga tahapan tersebut dijelaskan sebagai berikut. Download ptk matematika sma lengkap
1) Tahap enaktif, dalam tahap ini anak secara langsung terlihat
dalam memanipulasi (mengotakatik) objek.
2) Tahap ikonik, dalam tahap ini kegiatan yang dilakukan anak berhubungan dengan mental, yang merupakan gambaran dari objek-objek yang dimanipulasinya. Anak tidak langsung memanipulasi objek seperti yang dilakukan peserta didik dalam tahap enaktif.
3) Tahap simbolik, dalam tahap ini anak memanipulasi simbol¬simbol atau lambang-lambang objek tertentu. Anak tidak lagi terikat dengan objek-objek pada tahap sebelumnya. Peserta didik pada tahap ini sudah mampu menggunakan notasi tanpa ketergantungan terhadap objek riil. 
5) Teori Gagne
Menurut Gagne, setiap kegiatan belajar terdiri atas empat fase yang terjadi secara berurutan, yaitu: 
a) Fase aprehensi (aprehention phase). Pada fase ini siswa menyadari adanya stimulus yang terkait dengan kegiatan belajar yang akan dilakukan.
b) Fase akuisisi (acquisition phase). Pada fase ini siswa melakukan akuisisi (pemerolehan, penyerapan, atau internalisasi) terhadap berbagai fakta, ketrampilan, konsep, atau prinsip yang menjadi sasaran dari kegiatan belajar tersebut.
c) Fase penyimpanan (storage phase). Pada fase inisiswa menyimpan hasil-hasil kegiatan belajar yang telah ia peroleh dalam ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang.
d) Fase pemanggilan (retrieval phase). Pada fase ini siswa berusaha memanggil kembali hasil-hasil dari kegiatan belajar yang telah ia peroleh dan telah disimpan dalam ingatan, baik itu yang menyangkut fakta, keterampilan, konsep, maupun prinsip. Contoh ptk matematika sma doc
Menurut Gegne, kegiatan belajar manusia dapat dibedakan atas 8 jenis, yaitu belajar isyarat (signal learning), belajar stimulus  respon (stimulus response learning), rangkaian gerakan (chaining),rangkaian verbal (verbal association), belajar membedakan (diskrimination learning), belajar konsep (concept learning), belajar aturan (rule learning), dan pemecahan masalah (problem solving).
c. Pengertian Hasil Belajar
Kata hasil berarti: (1) sesuatu yang diadakan oleh usaha; (2) pendapatan, perolehan, buah; (3) akibat kesudahan. Menurut Sudjana, hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah mereka menerima pengalaman belajarnya.
Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku secara keseluruhan yang dimiliki seseorang. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut perubahan tingkah laku kognitif, afektif dan psikomotorik. Maka hasil belajar bukan hanya berupa penguasaan pengetahuan, tetapi juga kecakapan dan ketrampilan dalam melihat, menganalisis dalam memecahkan masalah, membuat rencana dan mengadakan pembagian kerja, dengan demikian aktivitas dan produk yang dihasilkan dari aktivitas belajar ini mendapatkan penilaian. Setiap orang yang melakukan suatu kegiatan akan selalu ingin tahu hasil dari kegiatan yang dilakukannya. Untuk menyediakan informasi tentang baik dan buruknya proses dan hasil kegiatan pembelajaran, maka seorang guru harus menyelenggarakan evaluasi.
d. Evaluasi Hasil Belajar
Evaluasi artinya penilaian terhadap tingkat keberhasilan peserta didik mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program. Padanan kata evaluasi adalah assessment yang menurut Tardif et.al. (1989), berarti: proses penilaian untuk menggambarkan prestasi yang dicapai seorang peserta didik sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Selain kata evaluasi dan assessment ada pula kata lain yang searti dan relatif lebih masyhur dalam dunia pendidikan kita yakni tes, ujian, dan ulangan.
1) Tujuan Evaluasi
a) Untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh peserta didik dalam suatu kurun waktu proses belajar tertentu.
b) Untuk mengetahui posisi atau kedudukan seorang peserta didik dalam kelompok kelasnya.
c) Untuk mengetahui tingkat usaha yang dilakukan peserta didik dalam belajar.
d) Untuk mengetahui hingga sejauh mana peserta didik telah mendayagunakan kapasitas kognitifnya (kemampuan kecerdasan yang dimilikinya) untuk keperluan belajar. Download Proposal ptk matematika sma
e) Untuk mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode mengajar yang telah digunakan guru dalam proses mengajar¬belajar (PMB).
Dengan demikian, apabila sebuah metode yang digunakan guru tidak mendorong munculnya prestasi belajar peserta didik yang memuaskan, guru dianjurkan mengganti metode tersebut atau mengombinasikannya dengan metode lain yang serasi.
2) Fungsi Evaluasi
Di samping memiliki tujuan, evaluasi belajar juga memiliki fungsi-fungsi sebagaimana tersebut di bawah ini.
a) Fungsi administratif untuk penyusunan daftar nilai dan pengisian buku rapor.
b) Fungsi promosi untuk menetapkan kenaikan atau kelulusan.
c) Fungsi diagnostik untuk mengidentifikasi kesulitan belajar
peserta didik dan merencanakan program remedial teaching (peng 
ajaran perbaikan).
d) Sebagai sumber data BP yang dapat memasok data peserta didik tertentu yang memerlukan bimbingan dan penyuluhan (BP).
e) Sebagai bahan pertimbangan pengembangan pada masa yang akan datang yang meliputi pengembangan kurikulum, metode dan alat-alat untuk proses PMB.
3) Ragam Evaluasi
a) Pre-test dan Post-test
Kegiatan pre-test dilakukan guru secara rutin pada setiap akan memulai penyajian materi baru. Tujuannya, ialah untuk mengidentifikasi taraf pengetahuan peserta didik mengenai bahan yang akan disajikan. Evaluasi seperti ini berlangsung singkat dan sering tidak memerlukan instrumen tertulis.
Post-test adalah kebalikan dari pre-test, yakni kegiatan eva¬luasi yang dilakukan guru pada setiap akhir penyajian materi. Contoh ptk matematika sma doc Tujuannya adalah untuk mengetahui taraf penguasaan peserta didik atas materi yang telah diajarkan. Evaluasi ini juga berlangsung singkat dan cukup dengan menggunakan instrumen sederhana yang berisi item-item yang jumlahnya sangat terbatas.
b) Evaluasi Prasyarat
Evaluasi jenis ini sangat mirip dengan pre test. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi penguasaan peserta didik atas materi lama yang mendasari materi baru yang akan diajarkan. Contoh: evaluasi penguasaan penjumlahan bilangan sebelum memulai pelajaran perkalian biiangan, karena penjumlahan merupakan prasyarat atau dasar perkalian.
c) Evaluasi Diagnostik
Evaluasi ini dilakukan setelah selesai penyajian sebuah satuan pelajaran dengan tujuan mengidentifikasi bagian-bagian tertentu yang belum dikuasai peserta didik. Instrumen evaluasi jenis ini dititikberatkan pada bahasan tertentu yang dipandang telah membuat peserta didik mendapatkan kesulitan. Contoh ptk matematika sma doc
d) Evaluasi Formatif
Evaluasi jenis ini dapat dipandang sebagai "ulangan" yang dilakukan pada setiap akhir penyajian satuan pelajaran atau mo¬dul. Tujuannya ialah untuk memperoleh umpan balik yang mirip dengan evaluasi diagnostik, yakni untuk mendiagnosis (mengeta¬hui penyakit/kesulitan) kesulitan belajar peserta didik. Hasil diagnosis kesulitan belajar tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan rekayasa pengajaran remedial (perbaikan).
e) Evaluasi Sumatif
Ragam penilaian sumatif dapat dianggap sebagai “ulangan umum” yang dilakukan untuk mengukur kinerja akademik atau prestasi belajar peserta didik pada akhir periode pelaksanaan program pengajaran. Evaluasi ini lazim dilakukan pada setiap akhir semester atau akhir tahun ajaran. Hasilnya dijadikan bahan laporan resmi mengenai kinerja akademik peserta didik dan bahan penentu naik atau tidaknya peserta didik ke kelas yang lebih tinggi.
f) Ujian Nasional (UAN)
Ujian Nasional (UN) yang dulu disebut EBTANAS (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional) pada prinsipnya sama dengan evaluasi sumatif dalam arti sebagai alat penentu kenaikan status peserta didik. Namun, UN yang diberlakukan mulai tahun 2002 itu dirancang untuk peserta didik yang telah menduduki kelas tertinggi pada suatu jenjang pendidikan tertentu seperti jenjang S.D/M.I, SLTP/M.Ts, dan sekolah¬sekolah menengah yakni SMA dan sebagainya.
e. Tipe Hasil Belajar
Tipe hasil belajar dikatagorikan menjadi tiga bidang yakni bidang kognitif (penguasaan intelektual), bidang afektif (berhubungan dengan sikap dan nilai), serta bidang psikomotor (kemampuan/ keterampilan bertindak/berperilaku). Ketiganya tidak berdiri sendiri, tapi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, bahkan membentuk hubungan hirarki.
Berikut ini dikemukakan unsur-unsur yang terdapat dalam ketiga tipe hasil belajar tersebut. Download ptk matematika sma pdf
1) Tipe Hasil Belajar Bidang Kognitif
a) Tipe Hasil Belajar Pengetahuan Hafalan(Knowledge)
Pengetahuan hafalan dimaksudkan sebagai terjemahan dari kata “knowledge” dari Bloom. Cakupan dalam pengetahuan hafalan termasuk pula pengetahuan yang sifatnya faktual, di samping pengetahuan mengenai hal-hal yang dianggap perlu diingat kembali seperti batasan, peristilahan, pasal, hukum, bab, ayat, rumus, dan lain-lain.
b) Tipe Hasil Belajar Pemahaman (Comprehention)
Tipe ini lebih tinggi satu tingkat dari tipe hasil belajar pengetahuan hafalan. Pemahaman memerlukan kemampuan menangkap makna atau arti dari suatu konsep. Misalnya, mengubah, membuat rangkuman, menuliskan kembali, melukiskan dengan kata-kata sendiri.
c) Tipe Hasil Belajar Penerapan (Aplikasi)
Aplikasi adalah kesanggupan menerapkan dan mengabstrkasikan suatu konsep, ide, rumus, hokum dalam situasi yang baru. Misalnya, memecahkan persoalan dengan menggunakan rumus tertentu, menerapkan suatu dalil atau hukum dalam suatu persoalan.
d) Tipe Hasil Belajar Analisis
Analisis adalah kesanggupan memecah, mengurai suatu integritas (kesatuan yang utuh) menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian yang mempunyai arti, atau mempunyai tingkatan/hirarki.
e) Tipe Hasil Belajar Sintesis
Sintesis adalah lawan analisis, bila pada analisis ditekankan pada kesanggupan menguraikan suatu integritas menjadi bagian yang bermakna, maka pada sintesis adalah kesanggupan menyatukan unsur atau bagian menjadi satu integritas.
Sudah barang tentu sintesis memerlukan kemampuan hafalan, pemahaman, aplikasi, dan analisis. Pada berpikir sintesis adalah berpikir devergent sedangkan berpikir analisis adalah berpikir konvergent. Contoh ptk matematika sma word Dengan sintesis dan analisis, maka berpikir kreatif untuk menemukan sesuatu yang baru (inovatif) akan lebih mudah dikembangkan. Beberapa tingkah laku operasional biasanya ter-cermin dalam kata-kata; mengkategorikan, menggabungkan, menghimpun, menyusun, mencipta, merancang, meng-konstruksi, mengorganisasi kembali, merevisi, menyimpulkan, menghubungkan, mensistematisasi, dan lain-lain.
f) Tipe Hasil Belajar Evaluasi
Evaluasi adalah kesanggupan memberikan keputusan tentang nilai sesuatu berdasarkan judgment yang dimilikinya, dan criteria yang dipakainya. Tipe hasil belajar ini dikategorikan paling tinggi, dan terkandung semua tipe hasil belajar yang telah dijelaskan sebelumnya. Dalam tipe hasil belajar evaluasi, tekanan pada pertimbangan sesuatu. nilai, mengenai baik tidaknya, tepat tidaknya, dengan menggunakan kriteria tertentu.
Dalam proses ini diperlukan kemampuan yang mendahuluinya, yakni pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis. Tingkah laku operasional dilukiskan dalam kata-kata; menilai, membandingkan, mempertimbangkan, mempertentangkan, menyarankan, mengeritik, menyimpul - kan, mendukung, memberikan pendapat dan lain-lain.
2) Tipe Hasil Belajar Bidang Afektif
Bidang afektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Beberapa ahli mengatakan, bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya, bila seseorang telah menguasai bidang kognitif tingkat tinggi. Hasil belajar bidang afektif kurang mendapat perhatian dari guru. Para guru lebih banyak memberi tekanan pada bidang kognitif semata-mata. Download Proposal ptk matematika sma  Tipe hasil belajar afektif tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku seperti atensi/perhatian terhadap pelaj aran, disiplin, motivasi belaj ar, menghargai guru dan teman sekelas, kebiasaan belajar, dan Iain¬lain. Sekalipun bahan pelajaran berisikan bidang kognitif, namun bidang afektif harus menjadi bagian integral dari bahan tersebut, dan harus nampak dalam proses belajar dan hasil belajar yang dicapai peserta didik.
Ada beberapa tingkatan bidang afektif sebagai tujuan dan tipe hasil belajar. Tingkatan tersebut dimulai tingkat yang dasar/sederhana sampai tingkatan yang kompleks.
a) Receiving/attending, yakni semacam kepekaan dalam menerima rangsangan (stimulasi) dari luar yang datang pada peserta didik, baik dalam bentuk masalah situasi, gej ala. Dalam tipe ini termasuk kesadaran, keinginan untuk menerima stimulus control dan seleksi gej ala atau rangsangan dari luar.
b) Responding atau jawaban. Yakni reaksi yang diberikan sese¬orang terhadap stimulasi yang datang dari luar. Dalam hal ini termasuk ketepatan reaksi, perasaan, kepuasan dalam menjawab stimulus dari luar yang datang kepada dirinya.
c) Valuing (penilaian). yakni berkenaan dengan nilai dan kepercayaan terhadap gej ala atau stimulus tadi. Dalam evaiuasi ini termasuk di dalamnya kesediaan menerima nilai, latar belakang atau pengalaman untuk menerima nilai, dan kesepakatan terhadap nilai tersebut.
d) Organisasi, yakni pengembangan nilai ke dalam satu sistem organisasi, termasuk menentukan hubungan satu nilai dengan nilai lain dan kemantapan, dan prioritas nilai yang telah dimilikinya. Yang termasuk dalam organisasi ialah konsep tentang nilai, organisasi dari pada sistem nilai.
e) Karakteristik nilai atau internalisasi nilai yakni keterpaduan dari semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang, yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Download ptk matematika sma pdf Di sini termasuk keseluruhan nilai dan karakteristiknya.
3) Tipe Hasil Belajar Bidang Psikomotor
Hasil belajar bidang psikomotor tampak dalam bentuk keterampilan (skill), kemampuan bertindak individu (seseorang). Ada 6 tingkatan keterampilan yakni;
a) Gerakan refleks (keterampilan pada gerakan yang tidak sadar)
b) Keterampilan pada gerakan-gerakan dasar.
c) Kemampuan perseptual termasuk di dalamnya membedakan visual, membedakan auditif motorik dan Iain¬lain.
d) Kemampuan di bidang fisik, misalnya kekuatan, keharmonisan, ketepatan.
e) Gerakan-gerakan skill, mulai dari keterampilan sederhana sampai pada keterampilan yang kompleks.
f) Kemampuan yang berkenaan dengan non decursive komunikasi seperti gerakan ekspresif, interpretatif.
Tipe hasil belajar yang dikemukakan di atas sebenamya tidak berdiri sendiri, tapi selalu berhubungan satu sama lain bahkan ada dalam kebersamaan. Seseorang yang berubah tingkat kognisinya sebenamya dalam kadar tertentu telah berubah pula sikap dan perilakunya. Carl Rogers berpendapat bahwa seseorang yang telah menguasai tingkat kognitif maka perilaku orang tersebut sudah bisa diramalkan.
Dalam proses belajar-mengajar di sekolah saat ini tipe hasil belajar kognitif lebih dominan jika dibandingkan dengan tipe hasil belajar bidang afektif dan psikomotorik. Sekalipun demikian tidak berarti bidang afektif dan psikomotor diabaikan.
f. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar adalah faktor Intern dan faktor Ekstern.
1) Faktor Intern
Faktor-faktor intern dikelompokkan menjadi faktor jasmaniah, faktor psikologis dan faktor kelelahan.
a) Faktor jasmaniah terdiri dari faktor kesehatan dan cacat tubuh.
b) Faktor Psikologi terdiri dari inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan.
c) Faktor Kelelahan
Kelelahan pada seseorang dibedakan menjadi dua yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. Kelelahan jasmani seperti lemah lunglai. Sedangkan kelelahan rohani seperti adanya kelesuan dan kebosanan.
2) Faktor Ekstern
Faktor ektern dikelompokkan menjadi tiga faktor, yaitu faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat.
a) Faktor Keluarga
Peserta didik akan menerima pengaruh dari keluarga berupa, cara orang mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan.
b) Faktor Sekolah
Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar ini mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan peserta didik, relasi peserta didik dengan peserta didik, disiplin sekolah, alat pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah.
c) Faktor Masyarakat
Masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap belajar peserta didik. Pengaruh itu terjadi keberadaannya peserta didik dalam masyarakat. Faktor dalam masyarakat meliputi kegiatan peserta didik dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat. Contoh ptk matematika sma doc 
4. Materi Logika Matematika
a. Kalimat Tertutup (Pernyataan)
Pernyataan atau kalimat tertutup adalah suatu kalimat yang mempunyai nilai benar saja atau salah saja, tidak sekaligus bernilai benar dan salah. Suatu pernyataan biasanya dinotasikan dengan huruf kecil seperti p, q, r, s, dan sebagainya.
Nilai benar atau nilai salah dari suatu pernyataan disebut nilai kebenaran. Nilai kebenaran dapat ditentukan dengan cara empiris dan cara non empiris.
1) Cara empiris adalah cara menentukan nilai kebenaran suatu pernyataan berdasarkan fakta pada saat itu (bergantung pada ruang dan waktu).
2) Cara non empiris adalah cara menentukan nilai kebenaran suatau pernyataan berdasarkan bukti-bukti atau perhitungan-perhitungan dalam matematika (kebenaran bersifat mutlak).
Nilai kebenaran dari suatu pernyataan dinotasikan dengan huruf Yunani, yaitu W (dibaca tau) yang berasal dari kata asing truth berarti kebenaran.
Suatu pernyataan yang benar memiliki nilai kebenaran B (benar), sedangkan suatu pernyataan yang salah memiliki nilai kebenaran S (salah).
Misalkan p : Hasil kali 3 dan 5 adalah 15.
Pernyataan p benar, sebab 3 × 5 = 15. Dengan demikian pernyataan p memiliki nilai kebenaran B (benar), ditulis τ~ = B.
b. Kalimat Terbuka
Kalimat terbuka adalah suatu kalimat yang belum dapat ditentukan nilai kebenarannya (benar atau salah) karena mengandung variabel. Suatu kalimat terbuka dengan variabel x dilambangkan oleh P (x), q (x), r (x) dan sebagainya.
Misalkan P9x) : 2x + 1 = 5, x E R
1) Apabila variabel x pada P(x)  diganti dengan bilangan 2, maka:
P (2) : 2 (2) + 1 = 5 (benar)
Kaliamat terbuka P(x)   menjadi pernyataan yang bernilai benar .
2) Apabila variabel x pada P(x)  diganti dengan bilangan selain 2, misal 3, maka:
P (3) : 2 (3) + 1 = 5 (salah)
Kalimat terbuka P(x)   menjadi pernyataan yang bernilai salah.
Bilangan pengganti variabel disebut konstanta, dan konstanta yang menjadikan suatu kalimat terbuka menjadi suatu pernyataan yang bernilai benar disebut penyelesaian kalimat terbuka. Download ptk matematika sma lengkap
c. Ingkaran (Negasi) dari suatu Pernyataan
Ingkaran (negasi) dari suatu pernyataan adalah suatu pernyataan baru yang diperoleh dari pernyataan semula sedemikian sehingga jika pernyataan semula bernilai benar, maka negasinya bernilai salah, dan jika pernyataan semula bernilai salah, maka negasinya bernilai benar. Negasi dari pernyataan p dinotasikan dengan ~ p.
Tabel kebenaran yang menunjukkan hubungan antara pernyataan p dan negasinya, ~ p adalah sebagai berikut:
Tabel 1
Pernyataan dan Negasinya
Negasi pernyataan p dapat diperoleh dengan cara menambahkan kalimat “tidak benar bahwa” di depan pernyataan p atau dengan menyisipkan perkataan “tidak” atau “bukan” di dalam pernyataan p.
d. Pernyataan Majemuk, Bentuk Ekuivalen, dan Negasinya
Pernyataan majemuk adalah suatu pernyataan yang dibentuk dari beberapa pernyataan tunggal dengan menggunakan kata penghubung logika, seperti dan, atau, sehingga, jika … maka …, … jika dan hanya jika …, meskipun, tetapi.
Dalam matematika dikenal beberapa pernyataan majemuk, yaitu konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi.
Tabel 2
Pernyataan Majemuk dan Lambangnya
1) Konjungsi
Konjungsi adalah pernyataan majemuk yang dibentuk dari dua pernyataan tunggal dengan menggunakan kata hubung “dan”. Konjungsi dari pernyataan p dan pernyataan q dinotasikan oleh: “p   q” ( dibaca p dan q )
Nilai kebenaran p   q ditentukan sebagai berikut : Contoh ptk matematika sma doc
1) p   q benar, jika p benar dan q benar
2) p   q salah, jika salah satu p atau q salah, atau jika p salah dan q salah
Tabel kebenaran konjungsi p   q
Tabel 3
Konjungsi
2) Disjungsi
Disjungsi adalah pernyataan majemuk yang dibentuk dari dua pernyataan tunggal dengan menggunakan kata hubung “atau”. Disjungsi dari pernyataan p dan pernyataan q dinotasikan oleh “p   q” (dibaca p atau q) Contoh ptk matematika sma doc
Nilai kebenaran p   q ditentukan sebagai berikut:
1) p   q benar, jika salah satu p atau q benar, atau jika p dan q keduanya benar.
2) p   q salah, jika p dan q keduanya salah
Tabel 4
Disjungsi
3) Implikasi
Implikasi adalah pernyataan majemuk yang dibentuk dari dua pernyataan tunggal dengan menggunakan kata hubung “jika … maka …”. I mplikasi dari pernyataan p terhadap q dinotasikan oleh “p  q” dapat dibaca :
√ Jika p maka q √  p syarat cukup untuk q
√  p berimplikasi q √  q syarat perlu untuk p
√  q hanya jika q
Pada implikasi p  q, p disebut hipotesa dan q disebut konklusi. Nilai kebenaran p  q ditentukan sebagai berikut:
p  q salah, jika p benar dan q salah, p  q benar, dalam komposisi nilai kebenaran p dan q yang lainnya.
Tabel kebenaran implikasi p  q
Tabel 5
Implikasi
Konvers, Invers, dan Kontraposisi
Dari suatu implikasi p  q dapat dibentuk implikasi lain, yaitu: Download ptk matematika sma pdf
1) q  p yang disebut konvers dari p  q
2) ~ p  ~ q yang disebut invers dari p  q
3) ~ q  ~ p yang disebut kontraposisi dari p  q
 
Gambar 1
Invers, Konvers, dan Kontraposisi
Tabel nilai kebenaran dari implikasi-implikasi di atas adalah:

Tabel 6
Nilai Kebenaran Invers, Konvers, dan Kontraposisiny
Dari tabel kebenaran di atas diperoleh :
p   q    q   ~ p
q   p   ~ p   ~ q
4) Biimplikasi
Biimplikasi adalah pernyataan majemuk yang dibentuk dari dua pernyataan tunggal dengan menggunakan kata hubung “… jika dan hanya jika …”. Biimplikasi dari pernyataan p dan pernyataan q dinotasikan oleh “p  q”, dibaca “p jika dan hanya jika q” atau dibaca “jika p maka q dan jika q maka p”.
Tabel nilai kebenaran biimplikasi p   q
Tabel 7
Biimplikasi
Nilai kebenaran biimplikasi p  q ditentukan sebagai berikut.
1) p   q benar, jika p dan q memiliki nilai kebenaran yang sama
 
2) p  q salah, jika p dan q memiliki nilai kebenaran yang tidak sama
 
Contoh: Contoh ptk matematika sma doc
Misalkan p: Bumi itu bulat.
q: Air mendidih pada suhu 100°C.
Tentukan pernyataan majemuk yang dapat dibentuk dari dua pernyataan di atas!
Jawab:
p   q : Bumi itu bulat dan air mendidih pada suhu 100°C.
p   q : Bumi itu bulat atau air mendidih pada suhu 100°C.
p   q : Jika bumi itu bulat maka air mendidih pada suhu 100°C.
p   q :Bumi itu bulat jika dan hanya jika air mendidih pada subu 100°C.
Negasi Suatu Pernyataan Majemuk
1. Negasi Kunjungsi Download Proposal ptk matematika sma
Negasi konjungsi p   q adalah ~ p   ~ q. Atau ditulis:
~ (p    q) { ~ p   ~ q
2. Negasi Disjungsi
Negasi disjungsi p   q adalah ~ p    ~ q. Atau dapat ditulis:
~ (p   q) { ~ p    ~ q
3. Negasi Implikasi
Negasi implikasi p   q adalah p    ~ q. Atau ditulis:
~ (p  q) { p    ~ q
4. Negasi Biimplikasi
Negasi biimplikasi p  q adalah (p   ~ q)   (q   ~ p). Atau ditulis: ~ (p  q) { (p   ~ q) ~ (q ~ ~ p)
Pernyataan Berkuantor dan Negasinya
Kuantor artinya pengukur kuantitas atau jumlah. Sehingga pernyataan berkuantor adalah pernyataan yang memuat ukuran kuantitas atau jumlah, seperti kata semua, seluruh, setiap, tanpa kecuali, ada, beberapa, dan sebagainya.
Kuantor dibagi menjadi dua bagian, yaitu kuantor universal dan kuantor eksistensial. Kuantor universal dinotasikan dengan , contohnya semua, untuk setiap, untuk tiap-tiap, seluruh, atau tanpa kecuali. Kuator eksistensial dinotasikan dengan , contohnya ada, beberapa, terdapat, atau sekurang-kurangnya satu.
Negasi Pernyataan Berkuantor
1. Negasi dari pernyataan berkuantor semua p adalah ada/beberapa/ terdapat ~p.
Misalkan p : semua orang asing berkulit putih
Maka ~p : tidak benar bahwa semua orang asing berkulit putih 
~p : ada orang asing tidak berkulit putih
~p : beberapa orang asing tidak berkulit putih
2. Negasi dari pernyataan berkuantor ada/terdapat p adalah semua 
~p. Misalnya p : ada laki-laki yang tidak berkumis
~ p : tidak benar bahwa ada laki-laki yang tidak berkumis 
~ p : semua laki-laki berkumis.
Materi logika matematika perlu disajikan dalam suasana nyaman dan menyenangkan agar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran mendapatkan hasil yang optimal, maka guru harus menggunakan model pembelajaran yang sesuai untuk terciptanya suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan yaitu salah satunya dengan model pembelajaran Quantum Teaching. Contoh ptk matematika sma word Dalam pengerjaan latihan soal secara berkelompok, peserta didik harus aktif di dalamnya maka mereka membutuhkan tutor yang akrab dan tidak canggung ketika ingin bertanya, maka dipilih salah satu dari temannya yang memilki kemampuan lebih sebagai tutor sebayanya.

C. Rumusan Hipotesis
Hipotesis merupakan suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Melihat permasalahan di atas dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut, dengan menggunakan metode Quantum Teaching dan tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pokok logika matematika di Kelas XI SMAN 1 .... Kecamatan .... tahun pelajaran 2015/2016. 

PENELITIAN TINDAKAN KELAS MATEMATIKA SMA LOGIKA


BAB III
METODE PENELITIAN


A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. PTK (CAR-Classroom Action Research), yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas (sekolah) tempat ia mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan pembelajaran.
PTK memiliki bebrapa karakteristik, yaitu sebagai berikut.
1. Didasarkan pada masalah yang dihadapi guru dalam instruksional.
2. Adanya kolaborasi dalam pelaksanaannya. Contoh ptk matematika sma doc 
3. Penelitian sekaligus sebagai praktik untuk melakukan refleksi.
4. Bertujuan memperbaiki dan/atau meningkatkan kualitas praktik instruksional.
5. Dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus.
6. Pihak yang melakukan tindakan adalah guru sendiri, sedangkan yang
melakukan pengamatan terhadap berlangsungnya proses tindakan adalah
peneliti, bukan guru yang sedang melakukan tindakan.
7. PTK dikatagorikan sebagai penelitian kualitatif dan eksperiman.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas yang berjudul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar dengan Metode Quantum Teaching dan Tutor Sebaya dalam Kelompok Kecil pada Materi Pokok Logika matematika di Kelas XI SMAN 1 .... Kecamatan .... Tahun Pelajaran 2015/2016” ini dilaksanakan di SMAN 1 .... Kecamatan .... yang beralamat Jl. Trans Sulawesi  Kecamatan Sarudu Kabupaten Mamuju Utara. 
Subjek penelitian tidakan kelas ini adalah Kelas XI SMAN 1 .... Kecamatan .... tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah 29 peserta didik. Dengan sekian jumlah tersebut maka perlu kerja keras guru dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif dan aktif.

2. Waktu Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada tanggal 12 - 31 Januari 2016, di Kelas XI SMAN 1 .... Kecamatan ..... 
C. Pelaksana dan Kolaborator
Pelaksana dan kolaborator dalam Pelaksanaan Tindakan Kelas (PTK) adalah orang yang membantu mengumpulkan data-data tentang penelitian yang sedang digarap bersama-sama dengan peneliti. Kolaborator dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran matematika Kelas XI SMAN 1 .... Kecamatan ..... Download Proposal ptk matematika sma
D. Rancangan Penelitian
Dalam penelitian ini, peniliti akan membagi tahapan menjadi 2 siklus dengan tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.
Ada beberapa ahli yang mengemukakan model penelitian tindakan kelas dengan bagan yang berbeda, namun secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu (1) Perencanaan (planning), (2) Tindakan (action), (3) Pengamatan (observation), dan (4) Refleksi (reflection). Adapun model dan penjelasan untuk masing-masing tahap adalah sebagai berikut.
 
Gambar 2 Bagan PTK
Tahap-tahap penelitian tindakan kelas pada model pembelajaran Quantum Teaching dan Tutor Sebaya secara lengkap untuk setiap siklus yang akan dilaksanakan mempunyai langkah-langkah sebagai berikut: 
1. Pra Siklus
Pada kegiatan pra siklus ini akan dilihat kegiatan pembelajaran tahun yang lalu. Dalam pra siklus ini juga akan diukur dengan indikator penelitian yaitu akan dilihat hasil belajar dari peserta didik. Download ptk matematika sma pdf  Hal ini dilakukan sebagai dasar untuk membandingkan keberhasilan pembelajaran sebelum dan setelah menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dan tutor sebaya pada siklus I dan siklus II.
2. Siklus I
a. Tahap Perencanaan
1) Peneliti merencanakan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Quantum Teaching dan Tutor Sebaya dalam kelompok kecil dengan membuat RPP.
2) Membentuk kelompok belajar dengan memperhatikan penyebaran kemampuan peserta didik. Peserta didik dibagi dalam 7 kelompok dengan tiap kelompok beranggotakan 6-7 peserta didik dengan 1 peserta didik sebagai tutor yang kemampuannya lebih tinggi dari teman satu kelompoknya.
3) Menyiapkan media pembelajaran yang akan digunakan pada saat menyampaikan materi pokok logika matematika.
4) Menyiapkan LKS (Lembar Kerja Peserta didik).
5) Menyusun lembar pengamatan keaktifan peserta didik.
6) Menyiapkan soal test tertulis yang akan digunakan untuk mengukur hasil belajar peserta didik.
b. Tahap Tindakan
1) Guru menyiapkan media pembelajaran yang diperlukan.
2) Guru mengadakan presensi terhadap kehadiran peserta didik.
3) Guru menerangkan materi pokok logika matematika dengan metode ceramah bervariasi yang menyenangkan dengan bantuan alat peraga.
4) Guru memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam menentukan tempat pengerjaan tetapi masih dalam ruangan kelas.
5) Guru memberikan LKS untuk dikerjakan secara kelompok.
6) Tiap-tiap kelompok mengerjakan lembar kerja yang dipimpin oleh masing-masing ketua kelompok sebagai tutor sebaya.
7) Masing-masing wakil dari anggota kelompok mengerjakan lembar kerja di papan tulis. Contoh ptk matematika sma word
8) Guru mengajak peserta didik untuk bertepuk tangan pada saat akhir presentasi untuk merayakan keberhasilan para peserta didik dalam melaksanakan diskusi kelompok dan presentasi mereka.
9) Guru dan peserta didik menyimpulkan hasil belajar pada materi tersebut.
10) Secara individual peserta didik diberi pekerjaan rumah.
11) Peserta didik mengerjakan test formatif pada akhir pertemuan pada siklus.
c. Tahap Observasi
1) Pengamatan terhadap peserta didik
a) Kehadiran peserta didik.
b) Perhatian peserta didik terhadap cara guru menjelaskan materi pembelajaran.
c) Banyaknya peserta didik yang bertanya.
d) Kerjasama peserta didik dalam kerja kelompok.
2) Pengamatan terhadap guru
a) Kehadiran Guru.
b) Penampilan guru di depan kelas.
c) Cara menyampaikan materi pelajaran.
d) Cara pengelolaan kelas.
e) Suara guru dalam menyampaikan pelajaran.
f) Cara guru dalam menyampaikan bimbingan kelompok yang membutuhkan.
g) Waktu yang diperlukan guru.
3) Sarana dan prasarana
a) Situasi kelas yang menyenangkan.
b) Penataan tempat duduk peserta didik.
c) Buku-buku pelajaran yang menunjang
1) Secara kolaboratif guru mitra dan peneliti menganalisis dan mendiskusikan hasil pengamatan. Selanjutnya membuat suatu refleksi mana yang perlu dipertahankan dan mana yang perlu diperbaiki untuk siklus ke 2 nantinya.
2) Membuat simpulan sementara terhadap pelaksanaan siklus 1. 
3. Siklus II
Untuk pelaksanaan siklus II secara teknis sama dengan pelaksanaan siklus 1. Langkah-langkah besar dalam siklus II ini yang perlu ditekankan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Tahap Perencanaan
1) Identifikasi masalah dan perumusan masalah berdasarkan refleksi dari siklus I.
2) Menyusun kembali Rencana Pembelajaran (RP)
3) Merancang kembali tes formatif dan alat evaluasi
4) Menyusun kembali Lembar Kerja Peserta didik (LKS) sebagai petunjuk pelaksanaan kegiatan yang digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik.
5) Menyusun kembali lembar observasi untuk mengidentifikasi hasil belajar peserta didik. Contoh ptk matematika sma doc
b. Tahap Tindakan
1) Guru menyiapkan media pembelajaran yang diperlukan.
2) Guru mengadakan presensi terhadap kehadiran peserta didik.
3) Guru menerangkan materi dengan metode ceramah bervariasi
yang menyenangkan dengan bantuan alat peraga.
4) Guru memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam
menentukan tempat pengerjaan tetapi masih dalam ruangan kelas.
5) Guru memberikan LKS untuk dikerjakan secara kelompok.
6) Tiap-tiap kelompok mengerjakan lembar kerja yang dipimpin
oleh masing-masing ketua kelompok sebagai tutor sebaya.
7) Masing-masing wakil dari anggota kelompok mengerjakan lembar kerja di papan tulis.
8) Guru mengajak peserta didik untuk bertepuk tangan pada saat akhir presentasi untuk merayakan keberhasilan para peserta didik dalam melaksanakan diskusi kelompok dan presentasi mereka.
9) Guru dan peserta didik menyimpulkan hasil belajar pada materi tersebut.
10) Secara individual peserta didik diberi pekerjaan rumah.
11) Peserta didik mengerjakan test formatif pada akhir pertemuan pada siklus.
c. Tahap Observasi
1) Pengamatan terhadap peserta didik
a) Kehadiran peserta didik. Penelitian Tindak Kelas matematika sma kelas xi
b) Perhatian peserta didik terhadap cara guru menjelaskan materi pembelajaran.
c) Banyaknya peserta didik yang bertanya.
d) Kerjasama peserta didik dalam kerja kelompok.
2) Pengamatan terhadap guru
a) Kehadiran Guru.Contoh ptk matematika sma doc
b) Penampilan guru di depan kelas.
c) Cara menyampaikan materi pelajaran.
d) Cara pengelolaan kelas.
e) Suara guru dalam menyampaikan pelajaran.
f) Cara guru dalam menyampaikan bimbingan kelompok yang membutuhkan.
g) Waktu yang diperlukan guru.
3) Sarana dan prasarana 
a) Situasi kelas yang menyenangkan.
b) Penataan tempat duduk peserta didik.
c) Buku-buku pelajaran yang menunjang

Secara kolaboratif guru mitra dan peneliti menganalisis dan mendiskusikan hasil pengamatan untuk selanjutnya membuat kesimpulan apakah hipotesis tindakan tercapai atau tidak. Maka diharapkan pada akhir siklus II ini, kenyataan aktivitas dan hasil belajar peserta didik Kelas XI SMAN 1 ... Kecamatan ... dapat ditingkatkan. Contoh ptk matematika sma doc 
E. Teknik Pengumpulan Data
1. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Data hasil nilai tes evaluasi siklus I dan evaluasi siklus II pada materi pokok logika matematika.
b. Data tentang pengamatan kemampuan aktivitas peserta didik dalam penguasaan materi logika matematika.
c. Data tentang kemampuan guru dalam pengelolaan kegiatan pembelajaran Quantum Teaching dan tutor sebaya.
d. Data tentang refleksi peserta didik terhadap pembelajaran terhadap model pembelajaran Quantum Teaching dan tutor sebaya.
2. Alat Pengumpul Data
a. Tes evaluasi disetiap akhir siklus.
b. Lembar pengamatan kemampuan aktivitas peserta didik dalam penguasaan materi Logika Matematika.
c. Lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran Quantum Teaching dan tutor sebaya untuk guru.
3. Metode Pengumpulan Data
1) Metode Wawancara
Metode wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara verbal kepada orang-orang yang dianggap dapat memberikan informasi atau penjelasan hal-hal yang dianggap perlu. Download ptk matematika sma pdf
Metode ini dilakukan untuk memperoleh data-data tentang permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran sebelum pemberian tindakan, diantaranya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matemaika dan hasil belajar peserta didik sebelum pemberian tindakan.
2) Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah cara pengumpulan data dengan mencari mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, notulen rapat, agenda, dan sebagainya.
Metode ini dilakukan untuk memperoleh daftar nama peserta didik yang termasuk dalam subjek penelitian, data-data yang berkaitan dengan madrasah mulai dari struktur organisasi, daftar nama peserta didik yang menjadi subjek penelitian, nilai formatif materi terakhir sebelum pemberian tindakan dan sebagainya. Selain itu juga digunakan untuk pengambilan gambar peserta didik dalam melaksanakan model pembelajaran Quantum Teaching dan tutor sebaya. Download ptk matematika sma lengkap
3) Metode Tes Evaluasi di Setiap Akhir Siklus
Metode ini digunakan untuk mengukur hasil belajar matematika peserta didik yang dikenai model pembelajaran Quantum Teaching dan tutor sebaya.
4) Metode Pengamatan (observasi).
Metode ini digunakan untuk mengamati kegiatan guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga dapat diketahui apakah proses pembelajaran dengan model pembelajaran Quantum Teaching dan tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar.
F. Teknik Analisis Data
Metode analisis data merupakan upaya mencari dan menata sistematis catatan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, untuk meningkatkan pemahaman penelitian tentang peneliti menggunakan metode deskriptif analitik yaitu memberikan predikat kepada variabel diteliti sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Predikat yang sebanding dengan atau atas dasar kondisi yang diinginkan.
Data hasil pengamatan penelitian dan tes diolah dengan analisis deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian indikator keberhasilan tiap siklus dan untuk menggambarkan keberhasilan pembelajaran dengan model pembelajaran Quantum Teaching dan tutor sebaya dalam materi pokok logika matematika. Contoh ptk matematika sma doc 
Apabila datanya telah terkumpul, data diklasifikasikan menjadi dua kelompok data yaitu data kuantitatif yang berbentuk angka-angka dan data kualitatif yang dinyatakan dengan kata-kata atau simbol. Data kualitatif yang berbentuk kata-kata tersebut disisihkan sementara, karena akan sangat berguna untuk menyertai dan melengkapi gambaran yang diperoleh dari analisis data kuantitatif.
Data mengenai hasil belajar diambil dari kemampuan kognitif peserta didik dalam menyelesaikan soal tes evaluasi, analisisnya dengan cara menghitung rata-rata nilai dan ketuntasan belajar. Rumus yang digunakan adalah:
1. Menghitung nilai rata-rata
 
Keterangan:
= Rata-rata hasil tes
 = Jumlah nilai tes
= Banyaknya peserta didik yang mengikuti tes
2. Menghitung Ketuntasan Klasikal
Hasil belajar peserta didik ditentukan dengan ketuntasan klasikal menggunakan analisis deskriptif prosentase, dengan perhitungan sebagai berikut:
 
Keterangan:
JPTB : Jumlah peserta didik tuntas belajar 
JP     : Jumlah peserta didik Contoh ptk matematika sma word
G. Indikator Pencapaian
Indikator pencapaian pada penelitian ini adalah meningkatnya hasil belajar dengan metode Quantum Teaching dan tutor sebaya dalam kelompok kecil pada materi pokok logika matematika di Kelas XI SMAN 1 .... Kecamatan .... tahun pelajaran 2015/2016 yaitu nilai rata-rata kelas t 74, dengan ketuntasan belajar klasikal t 75%.


DOWNLOAD LAPORAN PTK MATEMATIKA SMA KELAS XI


DAFTAR PUSTAKA



Aqib, Zainal dan Elham Rohmanto, Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah, (Bandung: Yrama Widya, 2007)
Arikunto, Suharsimi, Penelitian Tindakan 2010, (Yogyakarta: Aditya Media, 2010), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010)
DePotter, Bobbi, et. all., Quantum Teaching: Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas, (Bandung: Mizan Pustaka, 2010
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010)
Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2011)
Ismail SM, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan, (Semarang: RaSAIL, 2008)
Kementerian Urusan Agama Islam, Wakaf, Dakwah dan Irsyad Kerajaan Saudi Arabia, Al Qur’an dan Terjemahnya, (Medinah Munawwarah: Mujamma’ al-Malik Fahd li Thiba’at al Mush-haf asy-Syarif, 197 1)
Kurnianingsih, Sri, Matematika SMA dan MA untuk Kelas XI Semester 2 Standar Isi 2006,(Jakarta: Esis Erlangga, 2007)
Mutadi, Pendekatan Efektif dalam Pembelajaran Matematika, (Jakarta: Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan-Depag, 2007)
Saminanto, Ayo Praktik PTK: Penelitian Tindakan Kelas, (Semarang: RaSAIL, 2010)
Seifert, Kelvin, Manajemen Pembelajaran dan Instruksi Pendidikan: Manajemen Mutu Psikologi Pendidikan Para Pendidik, (Yogyakarta: IRCiSoD, 2007)
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010)
Sudjana, Nana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2005)
,Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002)
Suyitno, Amin, Pemilihan Model-model Pembelajaran dan Penerapannya di SMP, (Semarang: UNNES, 2007)
Syah, Muhibbin, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010)
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2005)


Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya DOWNLOAD PTK MATEMATIKA SMA KELAS XI LOGIKA

Postingan terkait: