DOWNLOAD PTK IPS GEOGRAFI SMA KELAS XI TERBARU

DOWNLOAD PTK IPS GEOGRAFI SMA KELAS XI TERBARU-Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran Geografi dengan menggunakan metode Peer Instruction pada Kompetensi Dasar Menganalisis Pelestarian Lingkungan Hidup di kelas XI IPS 6 MAN ..., (2) untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Geografi dengan menggunakan metode Peer Instruction pada Kompetensi Dasar Menganalisis Pelestarian Lingkungan Hidup di kelas XI IPS 6 MAN .... Contoh ptk geografi sma pdf
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 6 MAN ... semester genap tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 24 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes formatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis secara kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa penggunaan metode Peer Instruction dalam pembelajaran geografi belum mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa secara optimal. Hasil penelitian pada siklus II menu njukkan bahwa penggunaa n metode Peer Instruction da lam pembelajaran geografi disertai dengan pemutaran video mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Download PTK IPS geografi lengkap Rata-rata skor keaktifan belajar siswa dari siklus I ke siklus II meningkat, siklus I = 1,95 dan siklus II = 2,55. Hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II meningkat 22, 23% (siklus I = 58,33% dan siklus II = 80,56%). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran Peer Instruction yang divariasi dengan pemutaran video dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pada pembelajaran Geografi Kompetensi Dasar Menganalisis Pelestarian Lingkungan Hidup di Kelas XI IPS 6 MAN .... Download ptk geografi doc

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPS SMA yang diberi judul 
PENGGUNAAN METODE PEER INSTRUCTIONUNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DI KELAS XI IPS  
MAN .... TAHUN AJARAN 2015/2016
". Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPS SMA KELAS XI lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMA 010).


CONTOH LENGKAP PTK IPS GEOGRAFI SMA KELAS XI


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Bidang pendidikan merupakan salah satu bidang yang sangat penting dan memerlukan perhatian khusus dari semua lapisan masyarakat, bukan hanya pemerintah yang bertanggung jawab atas keberhasilan dan kemajuan pendidikan di Indonesia, akan tetapi semua pihak baik guru, orang tua, maupun siswa sendiri ikut bertanggung jawab. Contoh PTK IPS geografi sma Sekolah merupakan suatu institusi atau lembaga pendidikan yang mampu berperan dalam proses edukasi (proses pendidikan yang menekankan pada kegiatan mendidik dan mengajar), proses sosialisasi (proses bermasyarakat khususnya bagi anak didik), dan proses transformasi (proses perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik).
Proses pembelajaran melalui interaksi guru-siswa, siswa-siswa, dan siswa¬guru, secara tidak langsung menyangkut berbagai komponen lain yang saling terkait menjadi suatu sistem yang utuh. Pendidikan dapat mengalami perubahan ke arah yang lebih baik bahkan sempurna sehingga sangat diharapkan adanya pembaharuan-pembaharuan. Salah satu upaya pembaharuan dalam bidang pendidikan adalah pembaharuan metode atau meningkatkan relevansi metode mengajar. Metode mengajar dikatakan relevan jika mampu mengantarkan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan.
Seorang guru yang baik harus mampu menyusun suatu strategi pembelajaran yang mampu membawa siswa berperan secara aktif dalam belajar dikarenakan kesadaran dan ketertarikan siswa yang cukup tinggi, bukan semata¬mata untuk memenuhi kewajiban. Guru dituntut dapat menyajikan kegiatan belajar mengajar yang mampu membangkitkan motivasi belajar siswa. Motivasi belajar merupakan motor penggerak yang menjadikan siswa secara aktif melibatkan diri untuk belajar. Download laporan ptk geografi sma pdf Usaha guru untuk membangkitkan motivasi belajar pada siswa diarahkan pada unsur internal (siswa) dan unsur eksternal (di luar siswa). Contoh dari unsur eksternal tersebut adalah suasana kelas yang efektif untuk belajar.
Untuk mewujudkan hal ini, sangat diperlukan peran guru secara aktif, sebab guru sebagai pengelola proses pembelajaran bertindak selaku fasilitator hendaknya berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang kondusif, mengembangkan bahan pengajaran dan meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak dan menguasai tujuan pendidikan yang harus mereka capai, oleh karena itu guru dituntut mampu mengelola proses pembelajaran yang dapat memberikan rangsangan kepada siswa sebagai subyek utama belajar. Diharapkan dalam proses belajar mengajar dapat terjadi aktivitas dari siswa yaitu siswa mau dan mampu memecahkan masalah, berfikir, menjawab pertanyaan, diskusi, dan memperhatikan pada semua kegiatan pembelajatan di kelas. Selain itu, diharapkan pula siswa mampu berinteraksi secara positif antara siswa yang satu dengan siswa yang lain maupun antara siswa dengan guru apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam belajar, sehingga masalah yang dihadapi mudah diselesaikan secara bersama-sama antar mereka. Dalam memilih metode mengajar harus disesuaikan dengan tujuan pengajaran, materi pengajaran dan bentuk pengajaran (kelompok atau individu). Metode mengajar ada beberapa macam misalnya: ceramah, diskusi, demonstrasi, inquiri, kooperatif dan masih banyak lagi. Download ptk geografi doc Selama beberapa kurun waktu, pembelajaran yang dianut oleh beberapa guru didasarkan atas asumsi bahwa pengetahuan dapat dipindahkan secara utuh dari pikiran guru ke pikiran siswa.
Oleh karena itu para guru memfokuskan diri pada upaya penuangan pengetahuan ke dalam pikiran siswa tanpa memperhatikan bahwa ketika siswa memasuki kelas, mereka mempunyai bekal kemampuan, pengetahuan, motivasi yang tidak sama. Metode pembelajaran satu arah dimana siswa hanya ditempatkan sebagai objek dan membatasi kebebasan siswa berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar membuat siswa menjadi malas dan kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Penerapan pengajaran ceramah memungkinkan guru lebih mendominasi dalam kegiatan belajar mengajar sehingga siswa menjadi enggan dan jenuh dalam menerima pelajaran sehingga tujuan yang telah ditetapkan tidak tercapai secara optimal.

Pembelajaran yang demikian ini juga terjadi di MAN ... Hampir semua guru di sekolah ini masih menggunakan metode ceramah atau pembelajaran satu arah untuk menyampaikan pelajaran ke anak didik, begitu juga dengan guru mata pelajaran Geografi. Mayoritas guru mengajar dengan metode ceramah yang terkadang diselingi dengan diskusi, itupun sangat jarang dilakukan. Selain pembelajaran dari guru yang demikian, banyak juga masalah yang dihadapi siswa dalam proses belajar di kelas, diantaranya: (a). siswa kurang aktif dan kurang merespon terhadap mata pelajaran geografi yang disampaikan guru. (b). siswa kurang antusias memecahkan masalah yang diutarakan guru. (c). siswa kurang berani menjawab pertanyaan dari guru. (d). siswa kurang tertarik untuk berdiskusi. (e). hasil belajar siswa yang masih kurang optimal (Observasi tahun 2016). Download PTK IPS geografi lengkap
Peneliti memilih pelaksanaan penelitian di kelas XI IPS 6 MAN .... karena di kelas ini belum pernah diterapkan metode Peer Instruction dalam pembelajaran geografi. Metode pembelajaran yang pernah dilakukan di kelas ini adalah metode ceramah atau pembelajaran satu arah yang terpusat pada guru atau pendidik. Pembelajaran yang demikian membuat siswa menjadi kurang aktif, sehingga hasil belajar siswa masih belum optimal. Penggunaan metode Peer Instruction membuat siswa menj adi lebih aktif dalam mengikuti pelaj aran sehingga hasil belajar geografi dapat menjadi optimal. Metode Peer Instruction adalah metode pembelajaran yang mudah diterapkan dan tidak membutuhkan banyak waktu untuk pembentukan kelompok, karena diskusi yang dilakukan dalam metode ini adalah diskusi dengan tetangga atau teman terdekat yaitu teman satu bangku.
Metode Peer Instruction sangat sesuai apabila diterapkan pada kompetensi dasar menganalisis pelestarian lingkungan hidup. Hal ini karena metode Peer Instruction menuntut banyaknya siswa yang paham tentang konsep yang diajarkan, sehingga siswa dapat menjelaskan dengan benar kepada temannya yang lain pada saat diskusi. Materi pada kompetensi dasar menganalisis pelestarian lingkungan hidup ini telah banyak dipahami dan dialami oleh siswa kelas XI IPS 6 MAN .... Contoh ptk geografi sma pdf Mereka telah memahami dan mengalami penyebab kerusakan-kerusakan lingkungan hidup, seperti gunung meletus, banjir, tanah longsor, pencemaran, dan lain-lain (Lampiran 3). Mereka juga telah mengetahui hal-hal apa saja yang dapat mereka lakukan untuk mengatasi dan mengantisipasi akibat dari kerusakan-kerusakan lingkungan tersebut.
Berdasarkan observasi awal dan dokumen yang diperoleh dari guru geografi kelas XI MAN .... menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar geografi siswa kelas XI IPS 6 masih rendah dibandingkan dengan kelas lain. Berikut adalah nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IPS MAN ....
Tabel 1. Rata-rata Nilai Geografi Kelas XI IPS MAN ....

Sumber: Dokumen Guru Geografi Kelas XI IPS MAN ....
Dari data tersebut diketahui bahwa siswa kelas XI IPS 6 yang sudah mencapai ketuntasan sebanyak 12 anak (50% dari jumlah siswa), sedangkan yang belum tuntas sebanyak 12 anak (50% dari jumlah siswa). Hasil observasi keaktifan siswa menunjukkan bahwa skor rata-rata keaktifan siswa kelas XI IPS 6 adalah 0,49. Contoh PTK IPS geografi sma
Dari permasalahan di atas, peneliti telah menerapkan salah satu metode alternatif yang dapat digunakan yakni metode Peer Instruction. Metode ini digunakan untuk meningkatkan keaktifan siswa baik dengan guru maupun dengan temannya saat pelajaran berlangsung dan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian maka peneliti mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul PEER INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DI KELAS XI IPS 6 MAN KLATEN

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan masalah dan penyebab masalah di atas, maka dapat diketahui perumusan masalah dari penelitian tindakan kelas ini adalah:
1. Apakah penggunaan metode Peer Instruction dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran Geografi Kompetensi Dasar Menganalisis Pelestarian Lingkungan Hidup di kelas XI IPS 6 MAN ....?
2. Apakah penggunaan metode Peer Instruction dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Geografi Kompetensi Dasar Menganalisis Pelestarian Lingkungan Hidup di kelas XI IPS 6 MAN ....? Download ptk geografi doc

C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran Geografi dengan menggunakan metode Peer Instruction pada Kompetensi Dasar Menganalisis Pelestarian Lingkungan Hidup di kelas XI IPS 6 MAN ....
2. Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode Peer Instruction pada Kompetensi Dasar Menganalisis Pelestarian Lingkungan Hidup di kelas XI IPS 6 MAN ....
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis
Diperolehnya pengalaman menggunakan metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Contoh laporan ptk geografi sma
2. Manfaat praktis
a. Bagi siswa
1) Untuk mendorong siswa agar lebih meningkatkan keaktifan dan hasil belaj ar pada mata pelaj aran geografi.
2) Memperoleh kemudahan dalam menerima dan memahami pelajaran geografi yang disampaiakan oleh guru.
3) Mengetahui penggunaan metode baru dalam pembelajaran.
b. Bagi guru
Guru memperoleh pengalaman menggunakan metode yang tepat untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada kegiatan pembelaj aran.
c. Bagi Peneliti
1) Menerapkan ilmu yang telah diterima di bangku kuliah khususnya yang bersangkutan dengan pembelajaran. Contoh ptk geografi sma pdf
2) Mendapatkan pengalaman langsung dalam penerapan metode Peer Instruction khususnya pada kompetensi dasar menganalisis pelestarian lingkungan hidup
3) Mendapat bekal tambahan sebagai mahasiswa dan calon guru geografi sehingga siap melaksanakan tugas di lapangan.


DOWNLOAD PTK IPS SMA GEOGRAFI KELAS XI


BAB II
LANDASAN TEORI


A. Tinjauan Pustaka
1. Metode Pembelajaran
a. Pengertian Metode Pembelajaran
Keberhasilan pengajaran secara umum ditentukan oleh banyak faktor diantaranya kurikulum materi pelajaran, metode pengajaran, kemampuan pendidik dan fasilitas yang tersedia. Metode pengajaran merupakan salah satu komponen penting yang menentukan keberhasilan proses belajar mengajar karena berhubungan langsung dengan kegiatan mengajar yang berarti mengusahakan terjadinya proses belajar mengajar. Contoh PTK IPS geografi sma Metode mengajar itu juga dapat diartikan sebagai suatu cara yang teratur yang dipergunakan guru dalam hubungannya dengan siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran guna mencapai tujuan pengajaran.
Menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001: 114) bahwa
-cara yang ditempuh guru untuk menciptakan situasi pengajaran yang benar-benar menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar dan tercapainya prestasi belajar anak yang memuaskan. Pernyataan tersebut diperkuat oleh pendapat Sudjana (2006: 97) yang menyatakan bahwa antara hendaknya memilih metode pengajaran yang sesuai, agar tujuan yang diharapkan dapat terwujud.
Dalam kegiatan belajar mengajar, guru harus memiliki strategi agar tujuan pembelajaran tercapai dan siswa dapat belajar secara aktif dan efisien. Salah satu strategi yang harus dimiliki guru adalah mampu memilih metode pembelajaran yang tepat. Oleh karena itu untuk menyajikan suatu materi diperlukan metode¬metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi kelas serta sifat dari materi yang akan disampaikan. Download ptk geografi doc Beberapa arti metode pembelajaran menurut Purwoto (2003: 70) antara lain:
1) Metode pembelaj aran adalah suatu cara mengaj arkan topik tertentu agar proses dari pengajaran tersebut berhasil dengan baik.
2) Metode pembelajaran adalah cara-cara yang tepat dan serasi dengan sebaik¬baiknya, agar guru berhasil dalam mengajarnya, agar mengajar mencapai tujuannya atau mengenai sasarannya.
3) Metode pembelajaran adalah cara mengajar yang umum yang dapat diterapkan atau dipakai untuk semua bidang studi.
Dari pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa metode pembelajaran adalah suatu cara yang dipakai oleh pengajar untuk menyajikan bahan pelajaran kepada siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
b. Pengertian Metode Peer Instruction
Metode Peer Instruction adalah metode mengajar yang berorientasi pada keaktifan siswa dalam proses belajar dengan cara melibatkan siswa dalam mendiskusikan tes konsep. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa sumber belajar tidak hanya pada guru, tetapi juga berasal dari siswa lain atau teman Contoh laporan ptk geografi sma
Peer Instruction (PI) is a classroom
management technique that involves a conceptual shift away from a classroom dominated by one-way transmission of knowledge to a more collaborative, active learning environmentPeer Instruction adalah teknik pengelolaan kelas yang melibatkan perubahan konsep dari kelas yang didominasi oleh penyaluran pengetahuan satu jalan untuk bekerjasama, lingkungan belajar aktif.
Tujuan utama pelaksanaan metode Peer Instruction dijelaskan oleh Mazur
The basic goals of Peer Instruction are to exploit student interaction during concept. Instead of presenting the level of detail covered in the textbook or lecture notes, lectures consist of a number of short presentations on key points, each followed by a Concep Test short conceptual questions on the subject being discussedPeer Instruction bertujuan untuk memberdayakan interaksi siswa selama pelajaran berlangsung dengan memfokuskan perhatian siswa pada konsep dasar dalam tes konsep yang harus didiskusikan.
Peer Instruction is an efective method that teaches the conceptual underpinnings in introductory physics and leads to better students performance on conventional problems. Peer Instruction actively involves student in a large lecture course by interspersing brief minilectures with conceptual multiple-choice questions, called Concep tests, designed to illustrate the basic principles of the material
Metode Peer Instruction pada hakikatnya adalah modifikasi dari metode diskusi dengan metode ceramah yang dapat juga dilengkapi dengan metode demonstrasi pada tes konsep. Contoh ptk geografi sma pdf Pada metode ini guru memberikan permasalahan untuk dipecahkan oleh siswa.
Pembelajaran dengan metode Peer Instruction dimulai dengan penyampaian materi secara ringkas oleh guru dan dilanjutkan dengan tes konsep yang menjadi ciri khas metode Peer Instruction.
Langkah-langkah tes konsep adalah sebagai berikut:
1) Guru menyampaikan permasalahan yang harus dipecahkan.
2) Siswa diberi kesempatan untuk berpikir.
3) Siswa menjawab permasalahan dan menuliskan tingkat keyakinannya atas jawaban tersebut.
4) Siswa diberi kesempatan berdiskusi untuk meyakinkan teman-temannya mengenai jawaban yang paling tepat (diskusi meyakinkan teman/the convince-your-neighbors discussions).
5) Siswa menjawab ulang.
6) Guru memberikan umpan balik dan menjelaskan permasalahan.
7) Guru menjelaskan dari jawaban yang benar.
Apabila dianggap perlu, tes konsep dapat dilaksanakan sekali lagi.
Kriteria dari tes konsep menurut pernyataan Mazur (1997: 26) yang sudah diterjemahkan adalah sebagai berikut:
1) Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit.
2) Fokus pada konsep tunggal. Contoh PTK IPS geografi sma
3) Merupakan soal pilihan ganda
4) Tidak memberikan kata yang ambigu.
5) Tidak berorientasi pada persamaan atau rumus.
Typically 2 to 5 multiple-choice clicker questions were used per 50-minute lecture, with student discussing amongst themselves before voting. Faculty then facilitated a discussion, focusing on articulation of reasoning and arguments, hearing multiple voices, and scafolding productive argumentation
Pada saat diskusi meyakinkan teman (diskusi dengan teman terdekat yaitu teman satu bangku), memaksa siswa untuk berpikir tentang konsep yang dipahaminya dan bagaimana cara menyampaikannya. Selama diskusi berlangsung, guru dapat mendengarkan siswa-siswanya berargumen dan mengetahui dibagian mana mereka kurang atau keliru memahami suatu konsep. Selain itu guru juga dapat mendengarkan penjelasan siswa yang sudah benar jawabannya. Penjelasan ini biasanya lebih mudah dipahami oleh teman-temannya daripada penjelasan guru.
Siswa memperbaiki jawabannya setelah mengadakan diskusi. Pada hasil jawaban yang kedua biasanya terjadi peningkatan presentase siswa yang menjawab benar dan siswa yang semula ragu-ragu akan dikuatkan dengan argumen dari teman-temannya yang sependapat. Download ptk geografi doc
Metode Peer Instruction ini menghilangkan kesan monoton pada proses belajar mengajar dan menciptakan suasana yang dapat meningkatkan keaktifan siswa. Namun apabila jumlah siswa yang memiliki jawaban benar terlalu sedikit, diskusi meyakinkan teman akan menjadi kurang efektif karena terlalu sedikit argumen untuk mendukung jawaban yang benar.
2. Keaktifan Belajar
a. Pengertian Belajar
Unsur proses belajar memegang peranan yang penting dalam proses pengajaran. Menurut Muhibbin Syah yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap Sardiman A. M psiko-fisik menuju perkembangan pribadi seutuhnya, kemudian dalam arti sempit, belajar dimaksudkan sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kegiatan seutuhnya. Menurut H. J Gino et al (1999: 15), diartikan sebagai suatu aktivitas yang dapat menghasilkan perubahan tingkah laku, berupa kemampuan baru dan sifatnya relatif sama melalui usaha secara  merupakan perubahan tingkah laku atau kemampuan baru dengan serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sadar. Witherington yang dikutip oleh Nana Syaodih Sukmadinata (2009: 155) dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru yang berbentuk Download laporan ptk geografi sma pdf
Witherington ini mengandung arti bahwa proses belajar mengajar yang terjadi akan melibatkan perubahan aspek kepribadian individu yang sedang belajar. Perubahan aspek kepribadian ini tercermin dalam perubahan pola kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, dan pengertian dari individu yang bersangkutan terhadap sesuatu yang sedang dipelajari dari lingkungan sekitarnya. Dengan demikian berdasarkan pendapat ini secara garis besar dapat dikatakan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku individu yang ditandai dengan perubahan kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, dan pengertian terhadap sesuatu yang dipelajari.
Berdasarkan definisi-definisi yang telah dikemukakan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pada dasarnya belajar adalah usaha secara sadar yang dilakukan individu untuk memahami sesuatu melalui berbagai prosedur latihan dan pengalaman sehingga menghasilkan kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, dan pengertian. Contoh laporan ptk geografi sma Atau dengan singkatnya, belajar adalah suatu proses dari tidak tahu menjadi tahu.
b. Pengertian Keaktifan Belajar
Keaktifan sangat diperlukan di dalam proses pembelajaran. Keaktifan atau aktivitas merupakan prinsip atau asas yang sangat penting di dalam proses belajar mengajar, keaktifan peserta didik merupakan hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan oleh guru sehingga proses belajar mengajar yang ditempuh dapat benar  Sriyono (1992: 75  pada waktu guru mengajar harus mengusahakan agar murid-muridnya aktif Keaktifan jasmani maupun rohani meliputi antara lain:
1) Keaktifan indera: murid-murid harus dirangsang agar dapat menggunakan alat inderanya sebaik mungkin, seperti pendengaran, penglihatan, dan peraba.
2) Keaktifan akal: akal anak-anak harus aktif atau diaktifkan untuk memecahkan masalah, menimbang-nimbang, menyusun pendapat, dan mengambil keputusan.
3) Keaktifan ingatan: pada waktu mengajar anak harus aktif menerima bahan pengajaran yang disampaikan oleh guru dan menyimpannya dalam otak, kemudian pada suatu saat anak siap dan mampu mengutarakan kembali.
4) Keaktifan emosi: dalam hal ini murid hendaklah senantiasa berusaha mencintai pelajarannya, senang ataupun tidak ia tetap dimintai pertanggungjawaban, maka tidak ada gunanya membenci atau tidak mencintai pelajaran, karena dengan mencintai pelajaran akan menambah hasil studi. Contoh ptk geografi sma pdf 
Pada prinsipnya belajar adalah berbuat, berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan kegiatan. Orang belajar harus aktif, karena tanpa adanya aktifitas, proses belajar tidak mungkin terjadi. Sardiman A. M (2004: 95-96)  sini terlihat bahwa aktifitas merupakan prinsip atau asas yang sangat penting di dalam proses belajar mengajar.
Prinsip aktif inilah yang akan mengendalikan tingkah lakunya. Menurut Gagne dan Berliner dalam Dimyati dan Mudjiono (1999: 44-menunjukkan adanya jiwa yang sangat aktif, jiwa mengolah informasi yang kita terima, tidak sekedar menyimpannya saja tanpa mengadakan anak yang memiliki sifat aktif mampu merencanakan sesuatu, anak mampu untuk mencari, menemukan, dan menggunakan pengetahuan yang telah diperolehnya. Dalam proses belajar mengajar anak mampu mengidentifikasi, merumuskan masalah, mencari dan menemukan fakta, menganalisis, menafsirkan, dan menarik kesimpulan.
Jadi keaktifan belajar adalah kegiatan atau usaha sadar yang dilakukan secara rutin atau teratur untuk mencapai tujuan yang diinginkan, sehingga mendapatkan kemampuan baru dan terjadi perubahan perilaku. Download PTK IPS geografi lengkap Oleh karena itu, dalam kegiatan belaj ar siswa harus aktif berbuat. Dengan kata lain bahwa dalam belajar sangat diperlukan adanya aktivitas. Keaktifan belajar itu beranekaragam bentuknya. Mulai dari kegiatan fisik yang mudah diamati sampai kegiatan psikis yang susah diamati. Kegiatan fisik bisa berupa membaca, mendengar, menulis, berlatih keterampilan-keterampilan, dan sebagainya. Contoh kegiatan psikis antara lain menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi, membandingkan satu konsep dengan konsep yang lain, menyimpulkan hasil percobaan. Aktivitas-aktivitas tersebut akan membuahkan hasil belajar yang optimal.
c. Jenis-jenis Aktivitas Belajar
Suatu pengajaran yang efektif adalah pengajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas. Aktivitas tidak cukup hanya mendengarkan dan mencatat seperti lazimnya yang terdapat di sekolah¬sekolah tradisional. Paul B Diedrich dalam Sardiman A. M (2004: 101) membuat suatu daftar yang berisi 177 macam kegiatan siswa yang antara lain dapat digolongkan sebagai berikut:
1) Visual activities, yang termasuk di dalamnya misalnya membaca, memperhatikan gambar demonstrasi, percobaan, pekerjaan orang lain.
2) Oral activities, seperti: menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi.
3) Listening activities, sebagai contoh mendengarkan: uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato. Download ptk geografi doc
4) Writing activities, seperti misalnya menulis cerita, karangan, laporan, angket, menyalin.
5) Drawing activities, misalnya: menggambar, membuat grafik, peta, diagram.
6) Motor activities, yang termasuk di dalamnya antara lain: melakukan percobaan, membuat konstruksi, model mereparasi, bermain, berkebun, beternak.
7) Mental activities, sebagai contoh misalnya: menanggap, mengingat, memecahkan soal, menganalisa, melihat hubungan, mengambil keputusan.
8) Emotional activities, seperti misalnya menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, gugup.
Klasifikasi aktivitas yang telah diuraikan di atas, menunjukkan bahwa aktivitas di sekolah itu cukup kompleks dan bervariasi. Kalau berbagai macam kegiatan tersebut dapat diciptakan dalam suatu proses belajar mengajar, tentu proses belajar mengajar akan berjalan dengan lebih dinamis, tidak membosankan dan benar-benar menjadi pusat aktivitas belajar yang maksimal.
3. Hasil Belajar
Menurut Sudjana (2006: 22) hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Menurut Horward Kingsley dalam Sudjana (2006: 22) membagi tiga macam hasil belajar, yakni (a) keterampilan dan kebiasaan, (b) pengetahuan dan pengertian, (c) sikap dan cita-cita. Contoh laporan ptk geografi sma Menurut Gagne dalam Sudjana (2006: 22) hasil belajar dibagi menjadi lima kategori yakni (a) informasi verbal, (b) keterampilan intelektual, (c) strategi kognitif, (d) sikap, (e) keterampilan motoris.
Hasil belajar siswa tidak akan tampak jika siswa belum melakukan suatu kemampuan yang diperoleh melalui belajar. Beberapa pengertian tentang belajar dirumuskan sebagai berikut:
1) Belajar merupakan suatu aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai-sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas. (Winkel, 1991: 36).
2) Belajar adalah suatu proses yang menimbulkan terjadinya suatu perubahan atau pembaharuan dalam tingkah laku dan atau kecakapan. (Purwanto, 2002: 102).
3) Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif mantap berkat latihan dan pengalaman. (Oemar Hamalik, 2003: 154)
4) Belajar merupakan suatu aktivitas yang menimbulkan perubahan-perubahan yang relatif permanen sebagai akibat dari upaya-upaya yang dilakukannya. Perubahan-perubahan tersebut tidak disebabkan faktor kelelahan (fatigue), kematangan, ataupun karena mengkonsumsi obat tertentu. (Suparno, 2001: 2). Download laporan ptk geografi sma pdf
5) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. (Slameto, 2003: 2).
Menurut Muhibbin Syah (2005: 132), faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: a). faktor internal (faktor dari dalam siswa), yakni kondisi/keadaan jasmani (fisiologis) dan rohani (psikologis) siswa, b). faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni faktor sosial dan faktor nonsosial, c). faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.
Faktor internal siswa ini meliputi dua aspek, yaitu aspek fisiologis dan aspek psikologis. Aspek fisiologis mencakup kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi¬sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Aspek psikologis mencakup kerohanian siswa yang meliputi: 1) tingkat kecerdasan/intelegensi siswa; 2) sikap siswa; 3) bakat siswa; 4) minat siswa; 5) motivasi siswa.
Faktor eksternal siswa dapat dibedakan menjadi dua yaitu lingkungan sosial dan lingkungan nonsosial. Lingkungan sosial ini meliputi keluarga, guru, dan staf sekolah, masyarakat, dan teman. Download PTK IPS geografi lengkap Orang tua dan keluarga siswa itu sendiri merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam kegiatan siswa. Sifat-sifat orangtua, praktek pengelolaan keluarga, ketegangan keluarga, dan demografi keluarga, semuanya dapat memberikan dampak baik ataupun buruk terhadap kegiatan dan hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Lingkungan nonsosial meliputi gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal siswa dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan cuaca, dan waktu yang digunakan untuk belajar.
Siswa dikatakan berhasil dalam belajar apabila tujuan pembelajaran dapat dicapai. Menurut Bloom dalam Suparno (2001: 84) pembelaj aran yang efektif memiliki empat komponen: 1) orientasi yang jelas dan menggugah, 2) ada keterlibatan pembelajar secara aktif, 3) proses penguatan, dan 4) umpan balik dan perbaikan.
Menurut Bloom dalam Sudjana (2006: 22-23) hasil belajar dibagi menjadi tiga ranah yaitu:
1) Ranah Kognitif
Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah dan keempat aspek berikutnya termasuk kognitif tingkat tinggi.
2) Ranah Afektif
Berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi.
3) Ranah Psikomotorik
Berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikimotorik, yakni gerakan reflek, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perceptual, keharmonisan atau ketetapan, gerakan keterampilan kompleks, dan gerakan ekspresif dan interpretatif. Download ptk geografi doc
Tipe hasil belajar ranah psikomotorik berkenaan dengan keterampilan atau kemampuan bertindak setelah menerima pelajaran tertentu (Sudjana, 2006: 31). yang sangat penting dalam suatu sistem yaitu sistem pengajaran untuk mengetahui apakah sistem itu baik atau tidak.
Berikut ini adalah alat-alat yang digunakan untuk mengukur hasil belajar: 1) Tes hasil belajar
Prosedur yang sistematis dan obyektif untuk memperoleh data-data atau keterangan-keterangan yang diinginkan tentang seseorang, dengan cara yang Menurut Muchtar Buchori dalam Arikunto (1995: 29), tes ialah suatu percobaan yang diadakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hasil-hasil pelajaran tertentu pada seseorang murid atau kelompok murid.
Menjadi dua, yaitu tes kepribadian (personality test) dan tes hasil belajar (achievement test), sedangkan dilihat dari bentuknya tes dibedakan menjadi: 1). tes tertulis, 2). tes lisan, 3). tes tindakan. Tes tertulis di dalam penelitian ini adalah tes objektif (tes terstruktur) yaitu tes tulis yang itemnya dapat dijawab dengan memilih jawaban yang sudah tersedia, sehingga peserta didik menampilkan keseragaman data baik bagi yang menjawab benar maupun mereka yang menjawab salah.
2) Observasi/pengamatan
Pengamatan adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan ini merupakan alat pengukuran hasil belajar yang berupa non tes. Observasi merupakan suatu pengamatan langsung terhadap siswa dengan memperhatikan tingkah lakunya. Contoh laporan ptk geografi sma Dalam observasi guru tidak perlu mengadakan komunikasi langsung dengan siswa. Observasi dapat dilakukan pada berbagai tempat misalnya di kelas pada waktu pelajaran, di halaman sekolah pada waktu murid bermain-main, di lapangan pada waktu murid olah raga, upacara, perayaan, di rumah pada waktu senggang, dan pada tempat karya wisata.
Untuk hubungan antara siswa dengan siswa lain yang konstruktif memberi andil kepada hasil belajar siswa dalam hal:
1) Hubungan antara anggota kelompok memberikan/mempengaruhi hasil belajar dan aspirasi pendidikan.
2) Hubungan dengan kawan (peer) menunjang sosialisasi dalam hal nilai-nilai, sikap, dan cara memahami dunia ini.
3) Hubungan dengan kawan merupakan petunjuk untuk kesehatan jiwa seseorang dimasa yang akan datang.
4) Hubungan dengan kawan menyebabkan seseorang belajar keterampilan¬keterampilan sosial untuk mengurangi keterisolasian sosial.
5) Hubungan dengan kelompok mempengaruhi terjadinya atau tidak terjadinya potensi tingkah laku yang merupakan masalah pada waktu tersebut, misalnya penyalahgunaan obat-obat terlarang. Contoh ptk geografi sma pdf
6) Hubungan dengan kawan-kawan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengatur dorongan-dorongan impulsnya.
7) Hubungan dengan kawan membantu siswa untuk menemukan identitasnya.
8) Hubungan dengan kawan mendorong diperolehnya kemampuan untuk memahami cara memandang persoalan.
9) Hubungan dengan kawan mempengaruhi sikap terhadap sekolah.(Suparno, 2001: 132).
B. Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dalam bahasa Inggris mempunyai nama Clasroom Action Research (CAR). Dari namanya sudah menunjukkan isi yang terkandung di dalamnya, yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di dalam kelas. Kelas dalam konteks lama yaitu sebuah ruangan di sekolah tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Dalam pengertian pengajaran, kelas adalah sekelompok siswa yang sedang belajar, dimanapun tempat berlangsungnya anak didik tersebut belajar. Contoh PTK IPS geografi sma  Jadi kelas dapat diwujudkan di laboratorium, lapangan, ataupun bengkel.
Iskandar (2009: 20) menjelaskan PTK melalui paparan gabungan definisi tiga kata, yaitu:
1) Penelitian
Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu obyek, menggunakan aturan metodologi untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.
2) Tindakan
Tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu, yang dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan.
3) Kelas
Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru. (Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, dan Supardi , 2009: 16)

Gambar 1: Alur Pelaksanaan Tindakan dalam Penelitian Tindakan Kelas 

Keterangan gambar :
Tahap1 : Perencanaan yaitu dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Download laporan ptk geografi sma pdf 
Tahap 2 : Pelaksanaan yaitu pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu mengenakan tindakan di kelas.
Tahap 3 : Pengamatan yaitu kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh pengamat. Pengamatan dilakukan pada waktu tindakan sedang dilakukan.
Tahap 4 : Refleksi yaitu merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Kegiatan refleksi dilakukan ketika selesai melakukan tindakan, kemudian peneliti dan guru kolaborasi mendiskusikan implementasi rancangan tindakan.
Iskandar (2009: 24-26) mengemukakan karakteristik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai berikut:
1) Kritik Refleksi
Dalam PTK yang dimaksud dengan refleksi ialah suatu upaya evaluasi atau penilaian, dan refleksi ini perlu adanya upaya kritik sehingga dimungkinkan pada taraf evaluasi terhadap perubahan-perubahan. Contoh laporan ptk geografi sma 
2) Kritik Dialektis
Dengan adanya kritik dialektif diharapkan penelitian bersedia melakukan kritik terhadap fenomena yang ditelitinya. Selanjutnya peneliti akan bersedia melakukan pemeriksaan terhadap: (a) konteks hubungan secara menyeluruh yang merupakan satu unit walaupun dapat dipisahkan secara jelas, (b) struktur kontradiksi internal, maksudnya dibalik unit yang jelas, yang memungkinkan adanya kecenderungan mengalami perubahan meskipun sesuatu yang berada dibalik unit tersebut bers ifat stabil.
3) Kolaboratif
Dalam PTK diperlukan hadirnya suatu kerjasama dengan pihak-pihak lain seperti atasan, sejawat atau kolega, mahasiswa, dan sebagainya. Kesemuanya diharapkan dapat dijadikan sumber data atau data sumber.
4) Resiko
Resiko yang mungkin terjadi diantaranya, (1) melesetnya hipotesis, (2) adanya tuntutan untuk melakukan suatu transformasi.
5) Susunan Jamak
PTK mempunyai struktur jamak karena penelitian ini bersifat dialektis, reflektif, partisipasif atau kolaboratif. Susunan jamak ini berkaitan dengan pandangan bahwa fenomena yang diteliti harus mencakup semua komponen pokok supaya bersifat komprehensif.
6) Internalisasi Teori dan Praktik
Dalam PTK keberadaan antara teori dan praktik bukan merupakan dunia yang berlainan. Contoh ptk geografi sma pdf Akan tetapi, keduanya merupakan dua tahap yang berbeda, yang saling bergantung, dan keduanya berfungsi untuk mendukung transformasi.

C. Kerangka Berfikir
Belajar merupakan aktivitas yang ditempuh oleh siswa dengan tujuan untuk membentuk sikap atau perilaku budi pekerti yang baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara. Adanya sebuah proses diharapkan dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Demikian pula dengan pengajaran. Dari proses pengajaran yang dilakukan dapat menghasilkan hasil yang baik, karena hasil pengajaran dapat digunakan sebagai alat ukur kualitas pengajaran yang sudah dilakukan. Download ptk geografi doc Agar hasil pengajaran dapat optimal maka seorang guru harus dapat membuat perencanaan dan penerapan metode yang sesuai. Guru harus dapat mengubah sistem pembelajaran dari yang bersifat satu arah ke sistem dua arah dan mengikuti perkembangan anak didik.
Pembelajaran dengan memusatkan kegiatan pada siswa diharapkan dapat meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa daripada pembelajaran yang berpusat pada pendidik/guru. Untuk meningkatkan hal ini maka seorang guru hendaknya menggunakan variasi metode, tidak hanya ceramah tetapi dengan metode lain. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode Peer Instruction atau pembelajaran teman sejawat. Dalam penggunaan metode ini diharapkan siswa yang pandai dapat mengutarakan materi pelajaran kepada siswa yang kurang pandai. Download laporan ptk geografi sma pdf Begitu pula sebaliknya, siswa yang kurang pandai dapat bertanya kepada siswa yang lebih pandai.
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Klaten kelas XI IPS 6 semester genap tahun ajaran 2015/2016. Sekolah ini beralamat di Jalan...., ... 

Gambar 3: MAN .... Tampak Depan
(Sumber: Dokumen Penulis)

PENELITIAN TINDAKAN KELAS IPS GEOGRAFI IPS KELAS XI 


BAB III
TAHAP PENELITIAN


1.Tahapan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun aj aran 2015/2016. Adapun jadwal penelitian dibagi dalam tabel berikut ini:
Tabel 3: Tahapan Pelaksanaan Penelitian

A. Bentuk dan Strategi Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research yang dilakukan oleh peneliti berkolaborasi dengan guru mata pelajaran geografi. Download ptk geografi doc  Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan strategi penyelesaian masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dan proses pengembangan kemampuan dalam mendeteksi dan menyelesaikan masalah. Tindakan yang dilakukan pada penelitian ini berupa penggunaan metode Peer Instruction atau pembelajaran teman sejawat (teman satu bangku) untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada pelajaran Geografi.
Penelitian ini tiap siklusnya terdiri dari 4 tahap yaitu sebagai berikut: 1. Siklus I
a. Tahap Perencanaan
1. Membuat Silabus. (Lampiran 1)
2. Membuat Rencana Pelaksaaan Pembelajaran (RPP). (Lampiran 2).
3. Menyusun materi. (Lampiran 3)
4. Menyusun lembar observasi keaktifan siswa. (Lampiran 10).
5. Menyiapkan lembar observasi kinerja guru. (Lampiran 11).
6. Menyiapkan lembar latihan tes konsep. (Lampiran 8).
7. Merancang soal tes formatif. (Lampiran 5).
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Tindakan yang dilakukan pada tahap ini merupakan penerapan dari tahap perencanaan yang telah dibuat. Pada penelitian ini, tindakan yang dilakukan adalah melaksanakan pembelajaran dengan metode Peer Instruction. Secara garis besar tindakan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1) Guru menjelaskan secara singkat tentang materi pelajaran sesuai dengan indikator.
2) Guru memberikan latihan soal (tes konsep).
3) Guru meminta siswa untuk menjawab soal sesuai dengan pemahaman masing-masing.
4) Guru meminta siswa untuk berdiskusi dengan teman sejawat (teman satu bangku).
5) Guru meminta siswa untuk menjawab ulang jawabannya. Contoh laporan ptk geografi sma 
6) Guru memberikan umpan balik dan memastikan kebenaran jawaban seluruh siswa.
c. Tahap Pengamatan
Tahap ini dilakukan bersamaan dengan tahap pelaksanaan tindakan. Pengamatan terhadap kinerja pengajar dilakukan oleh guru kolaborasi, sedangkan pengamatan untuk keaktifan siswa dilakukan oleh mitra peneliti selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. Contoh ptk geografi sma pdf Pengamatan tersebut dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat. Selain melakukan pengamatan, diakhir siklus dilakukan pengisian evaluasi hasil belajar siswa berupa tes formatif dengan bentuk soal-soal objektif sebanyak 15 butir yang dikerjakan secara individu yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari dan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa.
d. Tahap Refleksi
Pada tahap ini, hasil yang diperoleh pada tahap observasi dan evaluasi yang berupa tes formatif dikumpulkan kemudian dianalisis. Dari data tersebut akan dilihat apakah keaktifan belajar telah mengalami peningkatan dan apakah hasil belajar telah memenuhi target yang diharapkan dalam ketuntasan belaj ar yaitu 70% siswa mendapatkan nilai sesuai dengan KKM yaitu 70. Jika pada siklus I belum memenuhi target maka akan dilanjutkan ke siklus berikutnya. Kelemahan yang terjadi pada siklus I ini diperbaiki pada siklus berikutnya yaitu siklus II.
2. Siklus II
Tahapan pada siklus II ini mengikuti tahapan pada siklus I. Rencana tindakan siklus II ini disusun berdasarkan hasil refleksi pada siklus I yang dimaksudkan sebagai penyempurnaan atau perbaikan terhadap pelaksanaan pembelaj aran dengan metode Peer Instruction pada siklus I.
a. Tahap Perencanaan
Pada tahap ini direncanakan kembali tindakan pembelajaran yang mengacu pada hasil siklus I dengan tujuan untuk memperbaiki kelemahan¬kelemahan dan mempertahankan serta meningkatkan keberhasilan yang telah dicapai pada siklus I.
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Tindakan pada siklus II ini tidak jauh berbeda dengan tindakan pada siklus I, hanya saja diadakan beberapa revisi atau perbaikan berdasarkan refleksi pada siklus I agar dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar geografi siswa. Download PTK IPS geografi lengkap 
c. Tahap Pengamatan
Pengamatan pada siklus II hampir sama dengan pengamatan pada siklus I. Pada tahapan ini diberikan tes formatif yang kedua pada akhir pertemuan.
d. Tahap Refleksi
Pada tahap ini dilakukan diskusi antara peneliti dengan guru geografi tentang hasil yang diperoleh pada tahap observasi dan pemberian tes formatif. Dari hasil tersebut akan dilihat apakah telah memenuhi target yang diharapkan. Jika belum memenuhi target, maka penelitian akan dilanjutkan pada siklus berikutnya.

B. Sumber Data
Data pada penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber, yang meliputi:
1. Dokumentasi atau arsip, mengenai data siswa kelas XI IPS 6 MAN ....
2. Guru mata pelajaran geografi, data yang diperoleh berupa informasi mengenai keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI IPS 6 MAN .... pada saat kegiatan belajar mengajar, sebelum dilakukan penelitian tindakan kelas. Download ptk geografi doc
3. Siswa kelas XI IPS 6 MAN .... sebagai subyek penelitian, data yang diperlukan berupa keaktifan siswa, nilai tes hasil belajar geografi siswa saat metode Peer Instruction diterapkan.
4. Peristiwa kegiatan belajar mengajar geografi ketika metode Peer Instruction diterapkan.
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah pengamatan (observasi), dokumentasi, dan tes, yang masing-masing diuraikan secara singkat sebagai berikut:
1. Pengamatan (observasi)
Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrument. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi (Arikunto, 2006: 229). Dalam melakukan observasi terhadap siswa selama siklus penelitian berlangsung, peneliti dibantu oleh mitra (teman sejawat).
Pengamatan dilakukan oleh tiga orang pengamat (observer), yaitu guru mata pelajaran geografi dan dua orang observer. Contoh laporan ptk geografi sma Dua orang observer melakukan observasi dengan berperan serta secara pasif dan sistematis, dimana observer tidak berperan langsung dalam kegiatan pembelajaran serta melakukan observasi dengan mengacu pada instrumen pengamatan yang telah dirancang sesuai dengan aspek-aspek yang akan diteliti. Observasi berperan pasif dilakukan dengan jalan peneliti mengambil tempat duduk paling belakang sehingga peneliti dapat secara leluasa melakukan pengamatan terhadap aktivitas belajar siswa di kelas. Observasi sistematik dilakukan dengan menggunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan proses pembelajaran dilengkapi aspek-aspek yang diteliti, sehingga membantu di dalam memfokuskan apa yang akan diteliti. Rancangan ini dituangkan dalam bentuk lembar observasi tertulis (Lampiran 10). Pengisian dilakukan dengan membubuhkan check (pada pilihan yang tepat.
Observasi dilakukan terhadap guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Pengamatan terhadap kinerja guru diarahkan pada semua tahapan kegiatan selama pelajaran itu berlangsung. Contoh ptk geografi sma pdf  Untuk pengamatan terhadap siswa difokuskan pada keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran yaitu keaktifan dalam menanggapi rangsang yang datang baik dari guru maupun teman lainnya.
2. Dokumentasi
Arikunto (2006: 231) menjelaskan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat
Dalam penelitian ini, metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data sekolah, data identitas siswa, data hasil belajar siswa yang berupa nilai geografi kelas XI IPS 6 MAN ....
3. Tes
Arifin (1990:22) menjelaskan bahwa “ tes adalah suatu teknik atau cara  dalam rangka melaksanakan kegiatan evaluasi, yang di dalamnya terdapat berbagai item atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh anak didik, kemudian pekerjaan dan jawaban itu menghasilkan nilai tentang perilaku anak didik tersebut.
Tes ini dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini dilakukan tes konsep ( Lampiran 8) dan tes formatif (Lampiran 5). Tes konsep ini dilakukan untuk memudahkan siswa dalam berdiskusi untuk memahami konsep yang diberikan. Contoh PTK IPS geografi sma  Tes formatif adalah tes yang dilakukan pada akhir keseluruhan siklus untuk mengetahui kemampuan akhir siswa dengan 15 soal objektif (Lampiran 5).
Tabel 4. Kisi-kisi Soal Tes Formatif Siklus I
Tabel 5. Kisi-kisi Soal Tes Formatif Siklus II

D. Validitas Data
Validitas sering diartikan dengan kesahihan atau ketepatan. Suatu alat ukur disebut memiliki validitas bilamana alat ukur tersebut isinya layak untuk mengukur obyek yang akan diukur. Validitas tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi (content validity). Menurut Azwar (1997: 45) validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat professional judgment. Pertanyaan yang dicari dalam v-item dalam tes mencakup keseluruhan kawasan isi objek yang hendak diukur atau sejauhmana isi tes mencerminkan ciri atribut yang hendak diukur. Download laporan ptk geografi sma pdf Dalam penelitian ini butir soal dikatakan valid apabila memenuhi kriteria penelaahan, yaitu: kesesuaian instrumen dengan indikator, kesesuaian instrumen dengan kisi-kisi, bahasa mudah dipelajari tidak ambigu, dan kesesuaian dengan EYD.
Sebelum menyusun soal tes terlebih dahulu disusun kisi-kisi tes berdasarkan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai sesuai dengan indikator¬indikatornya. Penyusunan soal tes yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran berarti bahwa masing-masing soal telah sesuai dengan isi materi yang disampaikan oleh guru. Dengan kata lain soal tes tersebut sudah memenuhi validitas isi.
E. Teknik Analisis Data
Pada kegiatan penelitian tindakan kelas analisis data dilakukan sejak awal sampai berakhirnya kegiatan pengumpulan data. Data-data dari hasil penelitian di lapangan diolah dan dianalisis secara kualitatif. Menurut Miles dan Huberman (1992: 16), cara menganalisis data secara kompleks yang disarankan disebut teknik kualitatif, salah satu modelnya adalah teknik analisis interaktif, yang terdiri atas tiga komponen kegiatan yang saling terkait satu sama lain, yakni reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Reduksi data meliputi proses menyeleksi, menentukan fokus, menyederhanakan, meringkas dan mengubah bentuk data lengkap yang ada dalam catatan lapangan. Setelah direduksi, maka berbagai data dipaparkan dalam bentuk narasi dengan dilengkapi grafik atau diagram yang disusun secara sistematis dan interaktif, sehingga mudah dipahami, mudah dilakukan penarikan simpulan, serta mudah menentukan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya. Download ptk geografi doc
Keaktifan belajar yang diukur dalam penelitian ini ada 8 indikator yaitu visual activities, oral activities, listening activities, writing activities, drawing activities, motor activities, mental activities, dan emotional activities. Masing¬masing indikator mempunyai 4 sub indikator. Pengambilan data keaktifan belajar siswa dilakukan dengan observasi langsung pada saat proses pembelajaran geografi, dengan mrmb yang telah disediakan (Lampiran 10).
Analisis data untuk hasil observasi keaktifan dilakukan dengan memberikan skor pada tiap indikator keaktifan siswa. Ada delapan indikator keaktifan siswa, sehingga skor tertinggi keaktifan belajar siswa adalah 8 dan skor terendahnya adalah 0. Masing-masing indikator mempunyai skor 1, setiap indikator ada 4 sub indikator maka masing-masing sub indikator skornya 0,25. Untuk mengetahui peningkatan skor keaktifan belajar siswa dilakukan dengan mencari rata-rata skor keaktifan belajar siswa pada setiap siklusnya, kemudian data tersebut disajikan dalam tabel dan diagram.
Hasil belajar siswa dapat diketahui dengan memberikan tes formatif di setiap akhir siklus. Terdiri dari 15 soal objektif (Lampiran 5). Contoh laporan ptk geografi sma  Untuk analisisnya, hasil tes tersebut diberi nilai dengan rentang antara 0 100. Dicari nilai terendah dan nilai tertinggi pada setiap hasil tes formatif untuk mengetahui nilai rata-rata dan ketuntasan belajar siswa.
F. Indikator Kinerja
Indikator keberhasilan penelitian ini adalah apabila terjadi peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa ketika proses pembelajaran geografi setiap siklus. Indikator keberhasilan pembelajaran dengan metode Peer Instruction dalam pembelajaran geografi disajikan pada tabel dibawah ini:
Tabel 6. Ukuran Keberhasilan Penelitian

G. Prosedur Penelitian
Secara umum langkah-langkah operasional penelitian meliputi tahap persiapan, tahap perencanaan, tahap pelaksanakaan tindakan, dan tahap refleksi serta tahap tindak lanjut.
1. Tahap Persiapan
a. Permintaan ijin kepada Kepala Sekolah dan Guru mata pelajaran Geografi MAN ....
b. Melakukan observasi untuk mendapatkan gambaran awal tentang MAN .... secara menyeluruh dan mengetahui kegiatan belajar mengajar Geografi di kelas XI IPS 6 pada khususnya. Contoh ptk geografi sma pdf 
c. Identifikasi masalah dalam kegiatan belajar mengajar di kelas XI IPS 6 MAN ....
2. Tahap Perencanaan
Pada tahap perencanaan, penelitian meliputi penyusunan beberapa instrumen penelitian yang akan digunakan dalam pembelajaran yang menerapkan metode Peer Instruction. Instrumen penelitian tersebut meliputi silabus (lampiran 1), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (lampiran 2), materi siklus I dan siklus II berbeda tetapi masih dalam satu kompetensi dasar (lampiran 3), tes formatif (lampiran 5), soal tes konsep untuk sarana berdiskusi (lampiran 8), lembar observasi keaktifan siswa (lampiran 10), dan lembar obs ervasi kinerj a guru (lampiran 11).
3. Tahap Pelaksanaan
Dalam tahap ini peneliti melaksanakan hipotesis tindakan, yakni untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pelaj aran Geografi pada kompetensi dasar menganalisis pelestarian lingkungan hidup. Download PTK IPS geografi lengkap 
4. Tahap Evaluasi dan Observasi
Peneliti bertindak sebagai pengajar dalam kegiatan pembelajaran. Penilaian terhadap kinerja peneliti dalam mengajar dilakukan oleh guru mata pelajaran geografi. Setelah itu, peneliti mengadakan pertukaran pendapat dengan guru yang bersangkutan mengenai hasil penelitian. Dalam kegiatan tukar pendapat tersebut diungkapkan kelebihan dan kelemahan proses belajar mengajar yang telah berlangsung dengan memfokuskan pada penampilan guru di kelas dan pada respon siswa terhadap materi dan metode pembelajaran yang telah diterapkan oleh peneliti.
5. Tahap Analisis dan Refleksi
Pada tahap ini akan dilakukan analisis terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar, keaktifan siswa, dan penguasaan materi yang diwujudkan dalam nilai tes. Download ptk geografi doc  Kemudian setelah memperoleh data, maka akan dilakukan refleksi untuk menentukan langkah selanjutnya yaitu perbaikan pengajaran materi sebelumnya dengan menggunakan metode Peer Instruction.
6. Tahap Tindak Lanjut
Pada tahap ini akan dilakukan perbaikan pengelolaan kelas dalam pengaplikasian pembelajaran dengan metode Peer Instruction. Apabila siklus I kurang dengan tujuan pembelajaran maka akan dilakukan perbaikan pada siklus berikutnya.


CONTOH LAPORAN PTK IPS GEOGRAFI SMA


DAFTAR PUSTAKA



Purnomo, heri. 2012. Pemodelan dan simulasi untuk pengelolaan adaptif sumberdaya alam dan lingkungan. Bogor : IPB press
Rachmawati, yeni. 2010. Pengelolaan lingkungan belajar. Jakarta : kencana prenada media grup
Riduwan. 2012. Path analysis. Bandung : alfabeta
Rosnenty, Raja. 2010. Pengaruh Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar IPS Terhadap Penguasaan Konsep Dan Kepedulian Lingkungan Pada Peserta Didik Sekolah Dasar. Prodi IPS, UPI Bandung..
Setiawan Iwan,2008. Isu-Isu Lingkungan Global, Jurnal Geografi, UPI Bandung.
Slameto, 1 998.Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta, Bina Aksara.
Sugiyono. 2006. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta
Sumaatmadja, Nursid. 1996. Studi Geografi Suatu Pendekatan dan Analisa Keruangan. Bandung: Alumni.
Sumaatmadja, Nursid. 1998. Metodologi Pengajaran Geografi. Jakarta: Bumi Aksara
Sumaatmadja, Nursid. 1998. Manusia dalam konteks sosial, budaya, dan lingkungan hidup. Bandung : CV. Alfabeta.
Sumarmi, 2012. Model-model pembelajaran Geografi. Malang : Aditya Media Publishing
Uno, Hamzah. 2012. Metode pembelajaran PAILKEM. Bandung : CV.Alfabeta


Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya DOWNLOAD PTK IPS GEOGRAFI SMA KELAS XI TERBARU

Postingan terkait: