DOWNLOAD PTK IPA KELAS VI SD LENGKAP

DOWNLOAD PTK IPA KELAS VI SD LENGKAP-Latar belakang masalah. IPA merupakan salah satu mata pelajaran SD yang menjadi mata pelajaran untuk Ujian Nasional. Pembelajaran IPA sangat berperan dalam proses pendidikan dan perkembangan teknologi. Untuk itu skenario pembelajaran konstruktif dan inovatif sangat diperlukan. Contoh ptk ipa sd kelas 6 doc Penggunaan media realita dalam pembelajaran IPA menjadi penting.
Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah “Apakah penggunaan media realita dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang “ciri-ciri khusus tumbuhan” bagi siswa kelas VI SD Negeri 1 .... Kecamatan ... Kabupaten ... Tahun Pelajaran 2016/2017.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan Model spiral dari Kemmis, S. dan Mc Taggart, R dengan menggunakan 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 tahap yakni 1) perencanaan tindakan (planning), 2) pelaksanaan tindakan (action) dan pengamatan (observation), dan 3) refleksi (reflection). Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SD sebanyak 15 siswa. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes dan teknik observasi. Adapun instrumen penelitiannya dengan menggunakan butir¬butir soal dan lembar observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif komparatif yang meliputi jumlah, mean, skor minimal-maksimal, persentase, membandingkan dan grafik/diagram.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penggunaan media realita dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Semester I dengan kompetensi dasar Mendeskripsikan hubungan antara ciri-ciri khusus yang dimiliki tumbuhan. Hasl ini nampak pada prasiklus, skor rata-rata sebesar 67.85, pada siklus I naik menjadi 71, dan naik lagi menjadi 7 1,45 pada siklus II. Ketuntasan dari 25 %, naik 45 % dan naik lagi menjadi 100 % pada siklus II. Skor minimal dari 63, 65 dan naik menjadi 74. Download ptk ipa sd  Skor maksimal dari 74 ke 85 dan 100 pada siklus II
Saran tindak lanjut bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya guru menggunakan media pembelajaran yang bervariasi seperti media realita. Disarankan siswa belajar lebih banyak menggunakan belajar secara berkelompok, berdiskusi bersama teman-temannya mengenai materi yang harus dipelajari.
Sesuai dengan temuan bahwa media realita dapat meningkatkan hasil belajar siswa maka kepada guru atau pendidik sebaiknya menggunakan media realita dalam pembelajaran IPA.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPA SD yang diberi judul 
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI 
PENGGUNAAN MEDIA REALITA PADA SISWA KELAS VI 
SD NEGERI 1 ... KECAMATAN ....
 KABUPATEN ... SEMESTER I TAHUN 2016/2017
"
. Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPA KELAS 6 SD lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK 014 SD).

CONTOH LENGKAP PTK IPA SD KELAS VI

BAB I
PENDAHULUAN

   
1.1 Latar Belakang Masalah
Standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan melalui Permendiknas RI nomor 22 tahun 2006. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu, memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan/akademik.
Kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas :
1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;
2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;
3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;
4. Kelompok mata pelajaran estetika;
5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan.
Dunia pendidikan tidak lepas dengan adanya lesson (pelajaran). Berbagai pelajaran telah diajarkan di sekolah dengan harapan agar manusia dapat meningkatkan kwalitasnya atau lebih baik dari sebelumnya. Di sekolah Dasar terdapat beberapa pelajaran yang diajarkan. Diantaranya, IPA, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan lain sebagainya. Diantara pelajaran-pelajaran tersebut yang dijadikan pelajaran utama sebagai bahan Ujian Nasional adalah IPA. IPA merupakan konsep pembelajaran alam yang mempunyai hubungan yang sangat luas terkait dengan kehidupan manusia. Pembelajaran IPA sangat berperan dalam proses pendidikan dan juga perkembangan teknologi, karena IPA memiliki upaya untuk membangkitkan minat manusia serta kemampuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemahaman tentang alam semesta yang mempunyai banyak fakta yang belum terungkat dan masih bersifat rahasia sehingga hasil penemuannya dapat dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan alam yang baru dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh ptk ipa sd kelas 6 pdf 
Membuat pelajaran dapat berjalan dengan baik tidaklah mudah, sebab kenyataan yang terjadi di lapangan banyak faktor yang menyebabkan ketidakberhasilan pembelajaran. Bukanlah hal yang baru jika pelajaran IPA ditakuti banyak siswa di kelas atau beranggapan bahwa pelajaran IPA itu sulit. Sehingga hasil yang dicapai siswa pun tidak maksimal.
1.2 Identifikasi Masalah
Dilihat dari tes formatif “Ciri-ciri khusus tumbuhan” di SD Negeri 1 .... Kecamatan ... Kabupaten ... Tahun Pelajaran 2016/2017, nilai IPA masih di bawah KKM 60. Rendahnya nilai IPA disebabkan oleh faktor interen dan faktor ekstern. Adapun faktor intern yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam mencapai nilai KKM pelajaran IPA antara lain adalah kesiapan siswa menerima pelajaran, kecerdasan, bakat, minat, dan motivasi belajar siswa. Adapaun faktor eksteren yang mempengaruhi siswa dalam mencapai nilai KKM pelajaran IPA adalah meliputi kurikulum, guru, metode, dan media pembelajaran serta lingkungan siswa tinggal.
Media yang digunakan untuk melaksanakan pembelajaran sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. Karena dengan adanya media, siswa dapat secara langsung mengetahui, tidak perlu membayangkan dan berangan¬angan.
Dari hasil refleksi dan menelaah hasil tes formatif yang diperoleh siswa, maka peneliti melakukan konsultasi dengan teman sejawat untuk mengungkapkan identifikasi kelemahan dari proses pembelajaran pada materi pembelajaran “Ciri-ciri Khusus Tumbuhan” pada SD Negeri 1 .... Kecamatan ... Kabupaten ... tahun pelajaran 2016/2017 sebagai berikut:
Dari sisi siswa :
- Terbatasnya sarana prasarana di sekolah.
- Alokasi waktu yang sangat sempit.
- Siswa kurang terampil menggunakan alat peraga.
- Interaksi tanya jawab kurang optimal.
- Siswa kurang antusias dalam menerima pelajaran. 
- Kesempatan tanya jawab tidak dimanfaatkan siswa.
Dari Guru:
- Dalam mengajar, guru menggunakan metode ceramah bervariasi. 
- Guru tidak menggunakan alat bantu mengajar.
- Guru kurang memberi kesempatan bertanya kepada siswa. 
- Pemilihan metode pembelajaran kurang bervariasi.
- Guru kurang memberi contoh kongkrit.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan analisis permasalahan tersebut di atas, penulis memfokuskan permasalahan yang akan diperbaiki dalam PTK yaitu pemanfaatan media pembelajaran yang kurang memadai. Secara operasional rumusan masalah “Apakah penggunaan media realita dapat meningkatkan hasil belajar tentang “ciri-ciri khusus tumbuhan” bagi siswa kelas VI SD Negeri 1 .... Kecamatan ... Kabupaten ... Tahun 2016/2017”.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui „Apakah media realita dapat meningkatkan hasil belajar tentang “ciri-ciri khusus tumbuhan” bagi siswa kelas VI SD Negeri 1 .... Kecamatan ... Kabupaten ... Tahun 2016/2017.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diperoleh dari penulisan penelitian ini dapat dilihat dari manfaat secara teoretis dan manfaat secara praktis.
Manfaat Teoritis
Hasil penelitian dengan menggunakan media realita ini dapat memberikan sumbangan pada sekolah untuk membantu agar sekolah dapat berkembang karena adanya peningkatan pada diri guru sehingga sekolah lebih maju, khususnya dalam pembelajaran bidang IPA. Contoh ptk ipa sd kelas 6 doc 
Manfaat Praktis
1. Bagi Siswa
a. Siswa lebih mudah memahami pelajaran
b. Menjadikan siswa lebih aktif
c. Memberikan pembelajaran yang menarik
d. Meningkatkan hasil belajar siswa
2. Bagi Guru
a. Untuk memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya.
b. Dapat berkembang secara profesional karena mampu menilai diri dan memperbaikinya.
c. Dapat berperan aktif dalam mengembangkan pengetahuannya
3. Bagi Sekolah
Pertimbangan untuk menggunakan media realita di sekolah dan sebagai bahan masukan untuk mencari dan menentukan model pembelajaran yang lebih baik.

DOWNLOAD PTK IPA SD TERBARU

BAB II
KAJIAN PUSTAKA


2.1 Hasil belajar
Hasil belajar adalah upaya mengumpulkan informasi untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan dan kemampuan telah dicapai oleh siswa pada akhir setiap catur wulan, akhir tahun ajaran, atau akhir pendidikan SD atau SLTP.
Pada akhir catur wulan ketiga kelas VI SD dan Kelas III SLTP dilakukan penilaian akhir sebagai penilaian sekolah untuk semua mata pelajaran. Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui hasil belajar siswa sesudah menyelesaikan program pendidikan enam tahun SD dan program tiga tahun SLTP (Strategi Belajar Mengajar:1.35).
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2004:22). Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Proses penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya melalui kegiatan belajar. Selanjutnya dari informasi tersebut guru dapat menyusun dan membina kegiatan-kegiatan siswa lebih lanjut, baik untuk keseluruhan kelas maupun individu. Hasil belajar dibagi menjadi tiga macam hasil belajar yaitu: (a) Ketrampilan dan kebiasaan; (b) Pengetahuan dan pengertian; (c) Sikap dan cita-cita, yang masing-masing golongan dapat diisi dengan bahan yang ada pada kurikulum sekolah (Sudjana, 2004:22).
Menurut Dimyati dan Mudjiono, hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Contoh ptk ipa sd kelas 6 pdf Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran. Menurut Oemar Hamalik hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Menurut Purwanto (1989:3), menyatakan bahwa hasil belajar adalah suatu yang digunakan untuk menilai hasil pelajaran yang telah diberikan kepada siswa dalam waktu tertentu. Menurut Surahmad (1997:88) berpendapat hasil belajar adalah hasil dimana guru melihat bentuk akhir dari pengalaman interaktif edukatif yang diperlihatkan adalah menempatkan tingkah laku.
Hasil belajar merupakan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar (Chatarina, dkk, 2004:4). Perolehan aspek-aspek perilaku tergantung pada apa yang dipelajari oleh pembelajar. Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik (Sudjana 1999:3). Pada dasarnya kemampuan kognitif merupakan hasil belajar. Secara keseluruhan hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa, setelah ia menerima pengalaman belajarnya dan digunakan oleh guru untuk menjadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan.
Berdasarkan teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor. Perinciannya adalah sebagai berikut:
1. Ranah Kognitif
Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, sintesis, penilaian dan kreasi.
2. Ranah Afektif
Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.
3. Ranah Psikomotor
Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi neuromuscular (menghubungkan, mengamati).
Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol, namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah. Download PTK ipa sd lengkap Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi. Howard Kingsley membagi 3 macam hasil belajar 1) Keterampilan dan kebiasaan; 2) Pengetahuan dan pengertian; 3) Sikap dan cita-cita
Pendapat dari Horward Kingsley ini menunjukkan hasil perubahan dari semua proses belajar. Hasil belajar ini akan melekat terus pada diri siswa karena sudah menjadi bagian dalam kehidupan siswa tersebut.
Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disintesiskan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang. Serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.
2.2 Hakikat IPA
IPA didefinisikan sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara alam. Perkembangan IPA tidak hanya ditandai dengan adanya fakta, tetapi juga oleh adanya metode ilmiah dan sikap ilmiah. Metode ilmiah dan pengamatan ilmiah menekankan pada hakikat IPA.
Secara rinci hakikat IPA menurut Bridgman (dalam Lestari, 2002: 7) adalah sebagai berikut:
1. Kualitas; pada dasarnya konsep-konsep IPA selalu dapat dinyatakan dalam bentuk angka-angka.
2. Observasi dan eksperimen; merupakan salah satu cara untuk dapat
memahami konsep-konsep IPA secara tepat dan dapat diuji kebenarannya.
3. Ramalan (prediksi); merupakan salah satu asumsi penting dalam IPA bahwa
misteri alam raya ini dapat dipahami dan memiliki keteraturan. Dengan
asumsi tersebut lewat pengukuran yang teliti maka berbagai peristiwa alam yang akan terjadi dapat diprediksikan secara tepat.
4. Progresif dan komunikatif; artinya IPA itu selalu berkembang ke arah yang lebih sempurna dan penemuan-penemuan yang ada merupakan kelanjutan dari penemuan sebelumnya.
5. Proses; tahapan-tahapan yang dilalui dan itu dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah dalam rangkan menemukan suatu kebernaran.
6. Universalitas; kebenaran yang ditemukan senantiasa berlaku secara umum.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA merupakan bagian dari IPA, dimana konsep-konsepnya diperoleh melalui suatu proses dengan menggunakan metode ilmiah dan diawali dengan sikap ilmiah kemudian diperoleh hasil (produk).
Proses dalam pengertian disini merupakan interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu sama lainnya saling berhubungan (inter independent) dalam ikatan untuk mencapai tujuan (Usman, 2000: 5).
Belajar diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya. Contoh ptk ipa sd kelas 6 doc Hal ini sesuai dengan yang diutarakan Burton bahwa seseorang setelah mengalami proses belajar akan mengalami perubahan tingkah laku, baik aspek pengetahuannya, keterampilannya, maupun aspek sikapnya. Misalnya dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mengerti menjadi mengerti. (dalam Usman, 2000: 5).
Mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggungjawab moral yang cukup berat. Mengajar pada prinsipnya membimbing siswa dalam kegiatan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan proses belajar.
Proses belajar mengajar merupakan suatu inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegangn peran utama. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan
guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar (Usman, 2000: 4). Sedangkan menurut buku Pedoman Guru Pendidikan Agama Islam, proses belajar mengajar dapat mengandung dua pengertian, yaitu rentetan kegiatan perencanaan oleh guru, pelaksanaan kegiatan sampai evaluasi program tindak lanjut (dalam Suryabrata, 1997: 18).
Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa proses belajar mengajar IPA meliputi kegiatan yang dilakukan guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan sampai evaluasi dan program tindak lanjut yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu yaitu pengajaran IPA.
Ruang lingkup bahan kajian
Ruang lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Ruang lingkup IPA meliputi aspek-aspek berikut.
1. Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan
2. Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan gas
3. Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan pesawat sederhana
4. Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip¬prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.
Di tingkat SD/MI diharapkan ada penekanan pembelajaran Salingtemas (Sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep IPA dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana.
Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Download ptk ipa sd  Oleh karena itu pembelajaran IPA di SD/MI menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah, sehingga peserta didik dapat menemukan sesuatu (pembelajaran menemukan/discovery).
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) IPA di SD/MI merupakan standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan. Pencapaian SK dan KD didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah, dan pengetahuan sendiri yang difasilitasi oleh guru. Standar kompetensi dasar adalah sebagai 
pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak, pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan. Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.
Adapun standar kompetensi dan kompetensi dasar IPA untuk kelas VI Semester I disajikan secara rinci dalam tabel 2.1. berikut ini.

Tabel 2.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPA
Kelas VI Semester I
Sumber : Permen Diknas RI No. 22/2006

Pada ruang lingkup materi IPA kelas VI semester I ini, peneliti mengangkat standar kompetensi “memahami saling hubungan antara suhu, sifat hantaran, dan kegunaan benda” dengan kompetensi dasar “membandingkan sifat kemampuan menghantarkan panas dari berbagai benda” sebagai materi pembelajaran dalam Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan oleh peneliti.
2.3 Penggunaan Media Realita
Media Realita, adalah benda nyata yang digunakan sebagai bahan atau sumber belajar. Pemanfaatan media realita tidak harus dihadirkan secara nyata dalam ruang kelas, melainkan dapat juga dengan cara mengajak peserta didik melihat langsung (observasi) benda nyata tersebut ke lokasinya. Media realita sangat bermanfaat terutama bagi peserta didik yang tidak memiliki pengalaman terhadap benda tertentu. Misalnya untuk mempelajari binatang langka, peserta didik diajak melihat anoa, badak, harimau, yang ada di kebun binatang (http://sertifikasiguru. unm. ac. id/ModelPembelajaran/Ilmu Pengetahuan Sosial.pdf).
Media realita adalah benda nyata yang digunakan sebagai bahan atau sumber belajar. Pemanfaatan media realita tidak harus dihadirkan secara nyata dalam ruang kelas, melainkan dapat juga mengajak siswa melihat langsung (observasi) benda tersebut kelokasinya. Realita dapat digunakan dalam kegiatan belajar dalam bentuk sebagaimana adanya tidak perlu dimodifikasi, tidak ada pengubahan kecuali dipindahkan dari kondisi lingkungan aslinya. Contoh ptk ipa sd kelas 6 pdf Ciri media realita yang asli adalah benda yang masih dalam keadaan utuh, dapat dioperasikan, hidup, dalam ukuran yang sebenarnya dan dapat dikenali sebagai wujud aslinya.
Media realita sangat bermanfaat terutama bagi siswa yang tidak memiliki pengalaman terhadap benda tertentu. Misalnya anak ingin mempelajari binatang langka, siswa diajak melihat badak yang ada di kebun binatang. Selain observasi dalam kondisi aslinya, penggunaan media realita juga dapat dimodifikasi. Modifikasi media realita bisa berupa: contoh antara lain potongan benda (cutaways), specimen (benda contoh) dan ex hi bid (pameran). Tapi hanya diambil sebagaian saja yang dianggap penting dan dan dapat mewakili aslinya.
Cutaways artinya benda sebenarnya tidak digunakan secara menyeluruh, tapi hanya diambil sebagaian saja yang dianggap penting dan dapat mewakili aslinya. Benda contoh artinya benda asli tanpa dikurangi sedikitpun. Sedangkan pameran maksudnya menampilkan benda-benda tertentu yang dirancang seolah¬olah berada dalam lingkungan atau situasi aslinya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa benda asli merupakan benda atau bahan yang dapat dijadikan sebagai bahan ajar, media belajar dan sarana belajar yang dapat mendukung proses pembelajaran. Benda tersebut berasal dari lingkungan sekitar warga belajar, misalnya batu, pasir, air, meja, kayu, tumbuh-tumbuhan, daun, kelompok binatang dan yang lainya yang dapat diamati serta dirasakan oleh indra manusia. (http://isjd.pdii.lipi.go.id /admin/jurnal/121 0475 7_2086- 7301.pdf)
Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan media realita desain pembelajarannya diupayakan agar siswa tidak diam tetapi melakukan perbuatan sehingga siswa lebih paham. Apabila pembelajaran ceramah, maka dapat terjadi dalam pikiran siswa terlintas dengan pikiran lainnya. Secara teori pembelajaran dengan ceramah, memiliki efektifitas 20% saja, dengan demikian hasil belajar tidak optimal. Sebaliknya dalam pembelajaran konstruktivistik siswa dapat menciptakan sesuatu, untuk mendorong hal itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan media realita. Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan media realita:
Pertama siswa diminta untuk menyimak buku tentang ciri-ciri tumbuhan secara berkelompok,
Kedua siswa mengamati langsung tumbuh-tumbuhan asli, ini merupakan media realita yang diberikan guru,
Ketiga siswa diminta untuk melakukan evaluasi tentang ciri-ciri tumbuhan yang ada,
Keempat, siswa mempresentasikan materi dengan menunjukkan bagian¬bagian dari tumbuhan dan kemudian menyimpulkannya,
Kelima, siswa bersama guru membahas hasil presentasi.
2.4 Kajian Hasil Penelitian yang Relevan
Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh Kairul Mustakim, ada beberapa hasil penelitian yang dapat digunakan untuk mendukung penelitian ini terutama yang terkait dalam upaya meningkatkan hasil belajar IPA. IPA merupakan salah satu mata pelajaran di SD yang digunakan untuk ujian nasional. Di samping itu IPA juga merupakan pelajaran yang nyata, yang dapat diamati langsung melalui kehidupan, sehingga IPA ini penting untuk dikuasai oleh siswa. Oleh karena itu, siswa didorong untuk meningkatkan hasil belajarnya melalui peningkatan kualitas dalam pembelajaran. Salah satu upaya meningkatkan hasil belajar siswa dapat dilakukakn dengan menggunakan media pembelajaran. Banyak media pembelajaran yang dapat mendukung ketercapaian hasil belajar. Salah satunya adalah penggunaan media realita. Untuk membuktikan bahwa penggunaan media realita dapat meningkatkan hasil belajar siswa peneliti pernah melakukan penelitian menggunakan lembar observasi yang diisi anak yang berupa pertanyaan yang berkaitan dengan penelitian juga menggunakan hasil penelitian teman sejawat yang melakukan penelitian dengan check list dengan hasil yang memuaskan.
2.5 Kerangka Pikir
Pembelajaran yang ada di sekolah, pada umumnya masih menggunakan pembelajaran yang konvensional. Artinya pembelajaran ini pembelajaran yang berpusat pada guru. Contoh ptk ipa sd kelas 6 doc  Gurulah yang aktif dan mendominasi situasi belajar. Siswa mendengarkan secara pasif. Guru menjelaskan pelajaran dengan menggunakan ceramah, kondisi ini menjadikan siswa akan lebih bosan dan tidak kreatif, hasil belajar yang dicapai siswa tidak optimal. Oleh karena itu guru menerapkan media realita dalam pembelajaran IPA tentang ciri-ciri khusus tumbuhan agar siswa lebih paham dan kreatif melihat langsung tumbuhan yang ada.
Langkah-langkah yang dilakukan adalah dengan:
1. Siswa menyimak materi pembelajaran secara berkelompok,
2. siswa mengamati langsung tumbuh-tumbuhan asli,
3. siswa diminta untuk melakukan evaluasi tentang ciri-ciri tumbuhan yang ada,
4. siswa mempresentasikan materi dengan menunjukkan bagian-bagian dari tumbuhan dan kemudian menyimpulkannya,
5. siswa bersama guru membahas hasil presentasi.
Pembelajaran menggunakan media realita dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena pada siswa dapat belajar ciri-ciri tumbuhan dengan melihat langsung tanaman yang ditelitinya. Dengan media realita siswa bisa belajar secara kongkrit ke abstrak.
Gambar 2. 1
Bagan Kerangka Pikir Penggunaan Media Realita
Untuk Meningkatkan Hasil Belajar

2.6 Hipotesis Penelitian
Hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Diduga penggunaan media realita pada siswa kelas VI SD Negeri 1 .... Kecamatan ... Kabupaten ... dapat meningkatkan hasil belajar IPA.

PENELITIAN TINDAKAN KELAS IPA SD KELAS VI

BAB III
METODE PENELITIAN



3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 .... Kecamatan ... Kabupaten ... pada semester I Tahun 2016/2017.
Subyek penelitian ini yang pertama adalah siswa kelas VI SD Negeri 1 .... Kecamatan ... Kabupaten ... yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan dengan jumlah seluruhnya yaitu 15 siswa. Siswa kelas VI memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Perbedaan tingkat kecerdasan ini dikarenakan perbedaan latar belakang mereka yang berbeda. Download ptk ipa sd Latar belakang siswa yang berasal dari keluarga yang berbeda mengakibatkan tingkat kecerdasan dan pola berpikir siswa menjadi berbeda. Selain latar belakang mereka yang berbeda kebanyakan siswa memiliki minat belajar yang rendah.
3.2 Variabel Penelitian
Variabel bebas (variabel pengaruh) adalah variabel independent yang memungkinkan munculnya variabel-variabel lain, sedangkan variabel terikat (variabel terpengaruh) adalah variabel dependent yang merupakan akibat dari variable bebas (Arkan, 2008:4).
Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas atau variabel pengaruh yaitu penggunaan kartu bilangan dan variabel terikat atau variabel terpengaruh adalah hasil belajar.
Variabel Y dalam penelitian ini adalah hasil belajar. Hasil belajar adalah besarnya skor yang diperoleh siswa dari hasil tes, hasil tugas (PR) dan diskusi.
Variabel tindakan dalam penelitian ini yang merupakan variabel pengaruh X adalah penggunaan media realita. Penggunaan media realita pada pembelajaran yang dimaksudkan adalah pembelajaran IPA tentang ciri-ciri khusus tumbuhan dengan menggunakan tumbuhan asli dengan langkah menyimak bacaan, melihat langsung tumbuhan asli dan mengevaluasi 1 tumbuhan asli
3.3 Prosedur Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model spiral dari Kemmis dan Mc. Taggart (Mujiman, 2007:34) dengan 3 tahapan atau rangkaian yaitu; 1) perencanaan tindakan (planning), 2) pelaksanaan tindakan (action) dan pengamatan (observation), dan 3) refleksi (reflection). Tiga tahapan tersebut merupakan 1 siklus. Dalam penelitian ini dilakukan 2 siklus. Adapun tahapan siklus tersebut disajikan melalui gambar 3.1 berikut ini.
Gambar 3.1 PTK Model Spiral dari Kemmis S. dan Mc.Taggart, R.
Berdasarkan permasalahan yang ada, peneliti membuat suatu rencana tindakan penelitian untuk siklus I dengan menyusun skenario pembelajaran. Dalam skenario ini dicoba mengunakan tumbuhan nyata yang dibawa peneliti kedalam kelas untuk pembelajaran ciri-ciri khusus tumbuhan. Dan pada siklus II peneliti mengajak siswa keluar kelas untuk meneliti langsung tumbuhan yang ada disekitar kelas.
Teknis pelaksanaan penelitian ini dibagi dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II.
Tahapan kegiatan dalam setiap siklus sebagai berikut:
Perencanaan tindakan
Pemberian tindakan pada siklus 1 didasarkan pada hasil observasi awal. Observasi awal dilakukan oleh peneliti sebelum penelitian ini dilaksanakan, maksudnya untuk mendapatkan data-data awal yang ada di lapangan (tempat penelitian). Data-data inilah yang nantinya akan digunakan oleh peneliti untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan pada langkah-langkah selanjutnya.
Dari hasil observasi awal dilakukan perencanaan awal sebagai berikut: (1) mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi guru dan siswa dalam pembelajaran; (2) merumuskan tujuan pembelajaran; (3) menyiapkan materi pelajaran yang akan dipecahkan; (4) menyiapkan alat dan bahan; (5) merancang pembelajaran dengan media realita dan menyiapkan RPP; (6) membuat lembar observasi untuk melihat kondisi pembelajaran di kelas; (7) membuat lembar kerja dan tes untuk melihat hasil yang telah dilakukan.
Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan
Tahap pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini adalah implementasi RPP dan observasi. Dalam 1 RPP dirancang terdiri dari 2 pertemuan. Proses tindakan siklus 1 dan siklus 2 dilaksanakan sesuai dengan perencanaan awal yang telah dilakukan yaitu: (1) melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media realita; (2) menilai pelaksanaan pembelajaran bagi guru melalui lembar observasi yang sudah dibuat pada perencanaan awal; (3) melakukan tes formatif untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tiap siklus.
Proses pengamatan dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan memberikan lembar observasi kepada observer. Pengisian lembar observasi dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. Dan observasi meliputi observasi tentang aktivitas guru pada saat pembelajaran berlangsung.
Refleksi
Kegiatan refleksi dilakukan untuk memahami dan memaknai segala sesuatu yang berkaitan dengan proses hasil yang diperoleh akibat tindakan yang dilakukan. Contoh ptk ipa sd kelas 6 pdf  Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap temuan-temuan yang berkaitan dengan hambatan dan kekurangan yang dijumpai selama tindakan berlangsung. Kelebihan akan tetap dipertahankan, sedangkan kekurangan akan diperbaiki pada siklus 1.
3.3.1 Pelaksanaan Siklus I
Perencanaan tindakan
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran Siklus I dilakukan melalui hasil refleksi terhadap hasil observasi awal mata pelajaran IPA di kelas VI, maka dengan bantuan teman sejawat /observer melakukan identifikasi dan analisis permasalahan. Berdasarkan kesepakatan, diputuskan guru akan melakukan perbaikan pembelajaran yang difokuskan pada: (1) Ketrampilan guru dalam menggunakan media realita; (2) Perubahan penguasaan materi pembelajaran oleh siswa selama menerima pembelajaran; (3) Perubahan nilai hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA. Tahapan perencanaan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Peneliti menyusun RPP sesuai permasalahan dan dikonsultasikan dengan guru IPA yang bersangkutan dan dosen pembimbing. RPP disusun sesuai dengan media pembelajaran yang akan digunakan yakni penggunaan media realita. Adapun langkah-langkah pembelajarannya adalah sebagai berikut:
a. siswa menyimak materi pembelajaran secara berkelompok,
b. siswa mengamati langsung tumbuh-tumbuhan asli,
c. siswa diminta untuk melakukan evaluasi tentang ciri-ciri tumbuhan yang ada,
d. siswa mempresentasikan materi dengan menunjukkan bagian¬bagian dari tumbuhan dan kemudian menyimpulkannya,
e. siswa bersama guru membahas hasil presentasi.
2. Menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) dan menyiapkan media realita berupa tumbuhan. Peneliti menyusun LKS sesuai dengan materi dan telah dikonsultasikan dengan guru IPA dan dosen pembimbing, bertujuan untuk memandu siswa dalam memahami materi dan mengerjakan soal.
3. Menyusun dan menyiapkan lembar observasi
Lembar observasi yang disusun adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan lembar observasi aktifitas siswa. Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran disusun berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun sebelumnya. Lembar observasi aktifitas siswa disusun berdasarkan pada aspek-aspek aktifitas yang akan diamati.
4. Menyusun soal tes
Peneliti menyusun soal tes yang akan diberikan pada akhir siklus. Soal tes disesuaikan dengan kisi-kisi yang telah dipersiapkan.
Pelaksanaan tindakan dan pengamatan
Pada tahap ini guru melaksanakan tindakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun dengan tahapan seperti telah tersebut pada perencanaan tindakan. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan bersifat fleksibel artinya terbuka pada perubahan sesuai dengan kondisi di lapangan. Download PTK ipa sd lengkap Selama pelaksanaan pembelajaran, teman sejawat melakukan pengamatan terhadap tingkah laku guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran tersebut antara lain :
1. Kegiatan Awal
a. Kegiatan membuka pelajaran
b. Melaksanakan apersepsi, yaitu pertanyaan tentang materi pelajaran sebelumnya.
c. Memotivasi belajar dengan mengemukakan kasus yang ada kaitannya dengan materi pelajaran yang akan diajarkan
d. Mengemukakan tujuan pelajaran dan berbagai kegiatan yang akan dikerjakan dalam mencapai tujuan pelajaran itu.
2. Kegiatan Inti
a. Mengemukakan lingkup materi pelajaran yang akan dipelajari
b. Membentuk kelompok
c. Mengemukakan tugas setiap kelompok kepada ketua kelompok atau langsung kepada semua siswa
d. Mengemukakan peraturan dan tata tertib serta saat memulai dan mengakhiri kegiatan kerja kelompok.
e. Mengawasi, memonitor, dan bertindak sebagai fasilitator selama siswa melakukan kerja kelompok.
Pertemuan klasikal untuk pelaporan hasil kerja kelompok, pemberian balikan dari kelompok lain atau dari guru.
3. Kegiatan Penutup
a. Meminta siswa merangkum isi pelajaran yang telah dikaji melalui aktivitas kelompok.
b. Melakukan evaluasi hasil dan proses
c. Melaksanakan tindak lanjut
Observasi atau pengamatan dilakukan selama pelaksanaan tindakan sebagai upaya untuk mengetahui proses pembelajaran dan aktifitas siswa dalam pembelajaran IPA menggunakan media realita.
Dalam melaksanakan observasi, peneliti dibantu oleh observer/ pengamat yang turut dalam mengamati pelaksanaan pembelajaran. Pada tahap ini dilakukan pengamatan proses tindakan, hasil tindakan, situasi tempat tindakan, dan kendala-kendala tindakan. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui kesesuaian tindakan dengan rencana tindakan yang disusun sebelumnya dan aktifitas siswa dalam memecahkan soal/masalah.
Pengamatan tingkah laku pada peneliti selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan yaitu: (1) Temuan-temuan tingkah laku yang diamati merupakan bahasan yang akan diteliti sebagai pendukung keberhasilan penelitian; (2) Pengamatan yang dilakukan untuk mengamati tingkah laku guru selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan oleh observer dengan menggunakan lembar pengamatan. Analisis skor diperoleh dari hasil tes tertulis yang dilakukan siswa diperlukan untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Berdasarkan KKM yang telah ditentukan sekolah maka t 70 menyatakan siswa telah berhasil mencapai standar ketuntasan belajar, sedangkan skor < 70 menyatakan bahwa siswa belum mencapai standar ketuntasan.

Refleksi
Refleksi berupa diskusi antara peneliti, guru IPA yang bersangkutan, dan juga pengamat. Refleksi dilakukan dengan meninjau hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran, observasi aktifitas pemecahan masalah, dan catatan lapangan. Berdasarkan observasi akan tampak hambatan dan kesulitan selama pembelajaran, sehingga dapat dilakukan evaluasi untuk mencari solusinya. Refleksi dilakukan setelah pembelajaran. Apabila hasilnya masih belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yakni lebih dari atau sama dengan (~) 70, maka penelitian dilanjutkan pada siklus II melalui proses perbaikan pembelajaran.
3.3.2 Pelaksanaan Siklus II
Perencanaan Tindakan
Tahap kerja pada siklus II seperti tahap kerja pada siklus I. Dalam hal ini rencana tindakan pada siklus II dilakukan berdasarkan refleksi siklus I. Contoh ptk ipa sd kelas 6 doc Kegiatan-kegiatan pada siklus II dimaksudkan sebagai penyempurnaan /perbaikan terhadap pelaksanaan pembelajaran siklus I. Tahapan pada siklus II meliputi: Pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus II melalui hasil refleksi terhadap pembelajaran siklus I pelajaran IPA di kelas VI. Penulis dalam melaksanakan perbaikan
pembelajaran, terlebih dahulu menyusun : (1) RPP; (2) Menyusun LKS, (3) Menyusun dan menyiapkan lembar observasi, (4) Menyusun soal tes.
Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan
Perbaikan pembelajaran siklus II dilaksanakan di kelas VI SDN 1 .... Kecamatan ... Kabupaten .... Dengan menggunakan instrumen penelitian, teman sejawat melakukan pengamatan perilaku guru pada waktu menyampaikan materi.
Pengamatan tingkah laku guru yang dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran menggunakan lembar pengamatan. Temuan-temuan tingkah laku yang diamati merupakan bahasan yang akan diteliti sebagai pendukung keberhasilan penelitian. Analisis skor diperoleh dari hail tes tertulis yang dilakukan siswa diperlukan untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Berdasarkan KKM yang telah ditentukan sekolah, maka skor yang memperoleh lebih atau sama dengan ( t )70 menyatakan siswa telah berhasil mencapai standar ketuntasan belajar, sedangkan nilai < 70 menyatakan bahwa siswa belum mencapai standar ketuntasan.
Refleksi
Refleksi siklus II menekankan pada hasil observasi yang digunakan untuk melihat apakah solusi permasalahan pada refleksi siklus I ada hasilnya atau tidak. Selain itu, refleksi pada siklus II digunakan untuk membandingkan hasil antara siklus I dan siklus II. Pembandingan dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan pada kemampuan menyimak dan menggunakan media realita dari siklus I ke siklus II. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus.
Penelitian ini merupakan penelitian yang sifatnya kolaboratif dan partisiBoyolalif, karena adanya kerjasama antara peneliti dengan teman sejawat di kelas VI SDN 1 .... Kecamatan ... Kabupaten .... Penelitian ini ditujukan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran IPA, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Di samping itu, penelitian yang berbasis kolaboratif, dalam pelaksanaan penelitian dilakukan melalui kerja sama dengan guru bidang studi IPA yang selalu berupaya untuk memperoleh hasil yang optimal melalui cara dan prosedur yang efektif, sehingga dimungkinkan adanya tindakan yang berulang dengan revisi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran IPA.
Peneliti berperan sebagai guru untuk melakukan tindakan pembelajaran sesuai perencanaan tindakan yang dibuat. Peneliti selalu bekerja sama dengan guru bidang studi IPA mulai dari: 1) dialog awal; 2) perencanaan tindakan; 3) pelaksanaan tindakan dan pemantauan (observasi); 4) perenungan (refleksi) pada setiap tindakan yang dilakukan; 5) penyimpulan hasil berupa pengertian dan pemahaman (evaluasi). Penelitian ini mengarah pada model penelitian tindakan kelas (PTK) yang dapat didefinisikan sebagai salah satu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan alasan melakukan tindakan tertentu agar dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas.
3.4 Jenis Data, Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian
3.4.1 Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data
primer. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya,
dalam hal ini adalah siswa kelas VI SDN 1 .... Kecamatan ... Kabupaten .... 3.4.2 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik tes.
Observasi, digunakan untuk memperoleh data hasil kegiatan belajar mengajar guru dengan siswa (aspek afektif) di kelas.
Tes, digunakan untuk memperoleh data hasil belajar siswa (aspek kognitif) yang dilakukan setelah tindakan dengan media realita. Contoh ptk ipa sd kelas 6 pdf Pengumpulan data dilakukan dengan tes yang pelaksanaannya pada setiap siklus di akhir pembelajaran melalui tes tertulis.
3.4.3 Instrumen Penelitian
Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan butir¬butir soal.
3.5 Indikator Kinerja
Pada penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil apabila 75% berhasil tuntas dengan perolehan nilai ~70 yakni skor standar ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan pada awal tahun pelajaran 2016/2017.
3.6 Teknik Analisis Data
Data yang telah diperoleh akan dianalisis menggunakan deskriptif komperatif yaitu membandingkan nilai tes kondisi awal atau persiklus, yaitu siklus I dan Siklus II. Sedangkan untuk data kualitatif dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi dan refleksi dari tiap-tiap siklus. Analisis data terhadap hasil penelitian dijelaskan sebagai berikut.
Analisis data hasil penelitian yang tergolong data kuantitatif berupa hasil belajar per siklus dengan cara prosentase yaitu dengan cara menghitung peningkatan ketuntasan belajar siswa secara individual jika siswa tersebut mampu mencapai skor minimal 70 dan ketuntasan klasikal, jika siswa yang memperoleh ~70 ini jumlahnya mencapai 75% dari jumlah seluruh siswa dan masing-masing dihitung dengan menggunakan rumus: analisis tersebut dilakukan dengan menghitung ketuntasan individu dan ketuntasan klasikal dengan rumus sebagai berikut: Contoh ptk ipa sd kelas 6 doc 
  Jumlah nilai siswa
Ketuntasan individual = --------------------------------x 100% 
Jumlah nilai maksimal

Jumlah siswa yang tuntas belajar
Ketuntasan klasikal =   ---------------------------------------- x 100% 
Jumlah seluruh siswa
Untuk data kualitatif diperoleh observasi pembelajaran guru pada saat melaksanakan pembelajaran IPA dengan menggunakan media realita sebagai media belajar bagi siswa kelas VI SDN 1..., yang dianalisis menggunakan kriteria baik sekali, baik, sedang, kurang dan sangat kurang. Kriteria itu ditentukan dengan menggunakan rumus:
Untuk data angket dianalisis dengan cara persentase dan data ini hanya digunakan sebagai data pendukung.

CONTOH LAPORAN PROPOSAL PTK IPA SD

DAFTAR PUSTAKA


Arnadi, Arkan. 2008. Metode Penelitian. http://www.geocities.com/ stitsingkawang/arnadi_arkan/penelitian_kuantitatif.ppt. Diakses, Selasa, 30 November 2011.
http://isjd.pdii. lipi.go. id/admin/jurnal/121 04757_2086- 7301.pdf (1 5 Oktober 2011)
http://nhowitzer.multiply.com (11 Oktober 2011)
http://sertifikasiguru. unm. ac. id/Model Pembelajaran/Ilmu Pengetahuan Sosial.pdf (15 Oktober 2011)
Putra, Drs. H. Udin S. Winta, M. A., dkk. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta.
Slameto. 2008. Proposal, Pelaksanaan dan Evaluasi Keberhasilan PTK. Seminar Nasional IKIP PGRI Semarang 19 Juni 2008.
Syah. Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya DOWNLOAD PTK IPA KELAS VI SD LENGKAP

Postingan terkait: