DOWNLOAD PTK IPA BIOLOGI SMA KELAS XI PENCERNAAN

DOWNLOAD PTK IPA BIOLOGI SMA KELAS XI PENCERNAAN-Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu: 1) Apakah implemtasi metode pembelajaran SQ3R dapat meningkatkan hasil belajar biologi di SMA Negeri 1 ... ? 2) Apa yang menjadi hambatan implementasi metode pembelajaran SQ3R terhadap hasil belajar biologi di SMA Negeri 1 ... ? Contoh ptk biologi sma pdf
Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui implementasi metode pembelajaran SQ3R terhadap hasil belajar biologi peserta didik kelas XI IPA 3 di SMA Negeri 1 .... 2) Untuk mengetahui hambatan implementasi metode pembelajaran SQ3R terhadap hasil biologi di SMA Negeri 1 ....
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 ... pada semester genap tahun pelajaran 2015-2016 dengan jumlah peserta didik sebanyak 44 orang. Prosedur penelitian terdiri dari 4 tahap di setiap siklusnya, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Proses pembelajaran biologi dilaksanakan dengan menggunakan metode pembelajaran SQ3R. Indikator hasil belajar pada penelitian ini berupa tercapainya ketuntasan belajar secara individual maupun klasikal.
Pengumpulan datanya dilakukan dengan metode: wawancara, observasi, dokumentasi, diskusi dan tes evaluasi. Data hasil pengamatan nilai diskusi dan nilai evaluasi diolah dengan analisis deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian keberhasilan tiap siklus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hasil belajar biologi siswa melalui penerapan metode pembelajaran SQ3R mengalami peningkatan, khususnya pada materi pokok sistem pencernaan makanan. Pada siklus I diperoleh nilai diskusi individu < KKM sebanyak 9 anak sedangkan > KKM 31 anak dengan rata-rata 62,2 dan ketuntasan belajar 76,67% meningkat menjadi 75,73 dengan ketuntasan belajar 90,9% pada siklus II yaitu < KKM sebanyak 5 anak sedangkan > KKM 30 anak . Download ptk biologi sma lengkap Serta nilai evaluasi dengan rata-rata 66,25 dengan ketuntasan belajar 75,75% dan meningkat menjadi 76,30 dengan ketuntasan belajar 93,93% pada siklus II. Sehingga bisa disimpulkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II dan tidak perlu dilakukan siklus ke III. 2) Hambatan pengunaan metode SQ3R yaitu sikap pasif peserta didik serta bergantung pada orang lain dalam proses pembelajaran dan keterbatasan fasilitas pembelajaran seperti sumber belajar dan alat peraga pembelajaran yang tersedia.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPA SMA yang diberi judul IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN SQ3R (SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, REVIEW) DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI POKOK SISTEM PENCERNAAN MAKANAN KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 1 ..."Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPA SMA KELAS XI lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMA 016).

CONTOH LENGKAP PTK IPA BIOLOGISMA KELAS XI

BAB IPENDAHULUAN



A. Latar Belakang
Belajar merupakan tindakan dan perilaku peserta didik yang komplek. Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami peserta didik itu sendiri. Peserta didik adalah penentu terjadi atau tidaknya proses belajar. Proses belajar terjadi berkat peserta didik memperoleh sesuatu yang ada di lingkungan sekitar, yang berupa alam, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia maupun hal-hal yang dijadikan bahan belajar. Selain itu perlu adanya intreraksi antara guru dan peserta didik. Sedangkan interaksi terjadi saat guru mengajar di kelas. Dimyati dan Mudjiono menyatakan bahwa dalam teori kognitif belajar menunjukkan adanya jiwa yang aktif, jiwa mengolah informasi yang kita terima, tidak sekedar menyimpannya saja tanpa mengadakan transformasi. Hal ini sesuai dengan salah satu prinsip belajar adalah keaktifan. Dengan demikian, belajar hanya dapat terjadi apabila peserta didik aktif mengalami sendiri. Contoh ptk biologi sma kelas xi doc Dalam mewujudkan peserta didik aktif maka perlu adanya aktivitas belajar. Aktivitas belajar ini dapat terwujud jika peserta didik dihadapkan pada masalah.
Berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan tergantung pada proses belajar mengajar yang dialami peserta didik dan guru. Hilgard dan Marquis berpendapat bahwa belajar merupakan proses mencari ilmu yang terjadi dalam diri seseorang melalui latihan dan pembelajaran sehingga terjadi perubahan dalam diri sendiri. Untuk itu guru perlu meningkatkan mutu pembelajarannya, dimulai rancangan pembelajaran yang baik dengan memperhatikan tujuan, karakteristik peserta didik, materi yang diajarkan, dan sumber belajar yang tersedia. Kenyataannya masih banyak ditemui proses pembelajaran yang kurang berkualitas, tidak efisien dan kurang mempunyai daya tarik, bahkan cenderung membosankan, sehingga hasil belajar yang dicapai tidak optimal.
Proses pembelajaran yang baik adalah pengajaran yang menyediakan dan memberi kesempatan pada peserta didik untuk mengembangkan otak kiri (otak perekam) dan otak kanan (otak pemikir). Peserta didik tidak hanya tahu tentang ”sesuatu” tetapi juga dapat bertanya tentang sesuatu, dapat menyampaikan sesuatu, dan dapat memperagakan sesuatu. Salah satu proses pembelajaran dengan menggunakan otak kanan/otak berfikir adalah mengkritisi apa yang dibaca serta mampu menerangkan apa yang dibaca kepada orang lain dengan kata-katanya sendiri.
Peserta didik hanya mungkin dapat belajar dengan baik manakala ada dalam suasana yang menyenangkan, merasa aman, bebas dari rasa takut. Oleh karena itu guru harus bisa menciptakan iklim belajar yang kondusif karena merupakan faktor pendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri dalam proses belajar, sebaliknya iklim yang kurang menyenangkan akan menimbulkan kejenuhan dan rasa bosan. Iklim belajar yang menyenangkan akan membangkitkan semangat dan menumbuhkan aktivitas serta kreativitas peserta didik, peserta didik lebih mudah dalam memahami materi pelajaran.
Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Dengan memanfaatkan metode secara tepat guru akan mampu mencapai tujuan pengajaran. Dalam menggunakan suatu metode pembelajaran, tidak ada suatu metode yang lebih baik dari metode pembelajaran yang lain. Masing-masing metode pembelajaran mempunyai keunggulan dan kelemahan, oleh karena itu guru harus bisa memilih metode pembelajaran sesuai dengan materi yang disampaikan.
Aktivitas guru dan peserta didik sebagai pelaku utama dalam kegiatan belajar mengajar mutlak diperlukan demi tercapainya tujuan belajar. Aktivitas guru yang mampu membangkitkan aktivitas dan kreatifitas peserta didik, sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung dinamis. Peserta didik yang aktif mendengar, berfikir, bertanya, menjawab, menanggapi pertanyaan adalah salah satu bukti keberhasilan dalam proses belajar mengajar.
Kerja sama dalam kelompok dapat dikaitkan dengan nilai, sehingga kerja sama peserta didik makin intensif dan peserta didik dapat mencapai kompetensinya. Belajar bersama dalam kelompok adalah suatu cara yang dipakai untuk menyelenggarakan pembelajaran dalam bentuk kelompok belajar yang lebih kecil. Paserta didik dalam satu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok belajar yang lebih kecil yang heterogen (campuran) dalam hal kemampuan intelektual, jenis kelamin, dan latar belakang budaya, sehingga terwujud kerjasama untuk saling membantu dalam memahami materi. PTK ptk biologi sma kelas xi pdf Dipandang dari tingkat partisipasi aktif peserta didik, keuntungan belajar bersama secara kelompok mempunyai tingkat partisipasi aktif yang tinggi.
Supaya memperoleh hasil belajar yang berkualitas, harus dirancang proses pembelajaran yang berkualitas dengan memperhatikan tingkat berpikir yang akan dipelajari dan dilatihkan. Rancangan proses pembelajaran yang baik adalah rancangan pembelajaran yang menggunakan indikator belajar sebagai rambu-rambu dalam pencapaian hasil. Indikator yang dirumuskan sacara baik dapat digunakan untuk mendeteksi sejauh mana hasil belajar dapat dicapai.
Mengalami langsung apa yang sedang dipelajari akan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan guru menerangkan. Hal ini menunjukkan bahwa jika mengajar dengan banyak berceramah, maka tingkat pemahaman peserta didik hanya 20%, tetapi jika peserta didik diminta untuk melakukan sesuatu sambil mengkomunikasikan, tingkat pemahaman peserta didik dapat mencapai sekitar 90%. Pada dasarnya semua anak memiliki potensi untuk mencapai kompetensi sehingga perlu adanya kreatifitas guru untuk membantu mencapainya.
Untuk itu penulis menerapkan metode pembelajaran SQ3R. Metode belajar tersebut adalah cara mempelajari teks (bacaan) kususnya yang terdapat dalam buku, artiket ilmiah, dan laporan penelitian. Peserta didik akan mudah mengingat materi, karena peserta didik belajar secara berkelompok dan diberi kesempatan lebih aktif mencari serta memahami materi dari teks atau buku sehingga terdapat peluang lebih besar untuk meningkatkan hasil belajar biologi pada materi pokok sistem pencernaan makanan.
Dari uraian di atas maka penulis berkeinginan mengadakan suatu penelitian tindakan kelas dengan judul “Implementasi Metode Pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Materi Pokok Sistem Pencernaan Makanan kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 ...”.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
  1. Apakah imlplementasi metode pembelajaran SQ3R dapat meningkatkan hasil belajar biologi di SMA Negeri 1 ... materi pokok sistem pencernaan makanan?
  2. Apa yang menjadi hambatan implementasi metode pembelajaran SQ3R terhadap hasil belajar biologi di SMA Negeri 1 ... ?
C.    Pembatasan Masalah
Dalam pembatasan masalah ini, peneliti ingin memberikan pembatasan masalah mengenai materi biologi. Download ptk biologi sma lengkap doc Materi yang akan dijadikan sebagai objek penelitian yaitu bukan materi tentang sistem pencernaan secara umum, akan tetapi hanya sistem pencernaan yang terjadi pada manusia, atau “Sistem Pencernaan Pada Manusia”
D. Penegasan Istilah
Untuk lebih memperjelas judul diatas serta untuk menghindari kesalahan dalam memahami judul penelitian ini, maka penulis perlu membatasi istilah yang berkaitan dengan pembahasan tersebut. Adapun tujuannya agar asumsi yang akan muncul nanti dapat diartikan secara tepat, antara lain :
1.      Metode pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review)
Metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) adalah metode membaca buku teks dimulai dengan survey mencari buku-buku yang berkaitan dengan materi ajar, question yang diarahkan untuk membaca (read) kritis yaitu tidak sekedar membaca tapi menemukan jawaban dari pertanyaan peneliti maupun memperkirakan jawaban pertanyaan yang mungkin ditanyakan teman, sedangkan recite dan review adalah penegasan dan pembahasan ulang agar apa yang didapat tidak mudah lupa. Cara yang efektif dalam recite dan review adalah dengan mempresentasikan atau menerangkan ke orang lain dengan menggunakan kata-kata sendiri. Dengan metode tersebut diharapkan keinginan membaca dan belajar peserta didik dapat ditingkatkan sehingga hasil belajar peserta didik juga akan mengalami peningkatan.
2.      Upaya meningkatkan
Menurut kamus bahasa Indonesia, meningkatkan adalah menaikkan atau menambahkan. Jadi upaya meningkatkan adalah suatu usaha untuk menaikkan, dimana dalam penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan hasil belajar biologi peserta didik pada materi pokok sistem pencernaan makanan.
3.      Hasil Belajar biologi
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajarnya.
Biologi adalah ilmu hayat, ilmu yang mempelajari tentang kehidupan. Kata biologi berasal dari bahasa Yunani, bios = hidup dan logos = ilmu. Biologi adalah cabang ilmu pengetahuan alam (IPA) atau sains yang mempelajari khusus tentang seluk beluk kehidupan. Cakupan kajian biologi yang akan dibahas khusus pada zat-zat makanan dan sistem pencernaan manusia.
4. Materi pokok pencernaan makanan.
Sesuai kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), materi pokok sistem pencernaan makanan adalah salah satu materi pokok dalam mata pelajaran biologi kelas XI IPA 3 tingkat menengah atau Madrasah Aliyah (SMA/MA) yang diajarkan pada semester genap. Meliputi zat-zat makanan, dan sistem pencernaan manusia.
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui penggunaan metode pembelajaran SQ3R terhadap hasil belajar biologi peserta didik di SMA Negeri 1 ... materi pokok sistem pencernaan makanan.
  2. Untuk mengetahui hambatan penggunaan metode Pembelajaran SQ3R terhadap hasil biologi di SMA Negeri 1 ....

Dari hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain :
1.      Bagi peserta didik
Peserta didik lebih mudah untuk memahami dan menguasai materi biologi dengan metode pembelajaran SQ3R.
2.      Bagi guru
Memberikan masukan kepada guru pentingnya penggunaan metode pembelajaran SQ3R untuk meningkatkan hasil belajar biologi khususnya materi pencernaan makanan.
3.      Bagi penulis
Penelitian ini dapat menambah pengalaman yang baru, yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar mendatang. Download ptk biologi sma kurikulum 2013
4.      Bagi sekolah
Dapat mengetahui hasil belajar peserta didik terhadap mata pelajaran biologi yang disampaikan dengan menggunakan metode pembelajaran SQ3R.

DOWNLOAD PTK BIOLOGI SMA KELAS XI TERBARU

BAB II

LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS



A. Landasan teori
1. Belajar dan pembelajaran
a. Pengertian belajar dan pembelajaran
Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung bagaimana proses belajar mengajar yang dialami peserta didik. Pandangan seseorang tentang belajar akan mempengaruhi tindakan-tindakan yang berhubungan dengan belajar.
Belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perilaku dan ketrampilan, dengan cara mengolah bahan ajar. Para ahli psikolog dan guru-guru pada umumnya memandang belajar sebagai kelakuan yang berubah, pandangan ini memisahkan pengertian yang tegas antara pengertian belajar dengan kegiatan yang semata-mata bersifat hapalan.
Sebagaimana Sholeh Abdul Aziz dan Abdul Aziz Abdul Majid dalam kitabnya “At-Tarbiyah Wa Turuqu At-Tadrisi”, menyatakan:
 (Belajar adalah perubahan ingatan seseorang secara tiba-tiba tentang sesuatu dari satu masalah ke masalah yang lain).
Dalam buku proses belajar mengajar, Oemar Hamalik mendefinisikan belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Pengertian ini menitik beratkan pada interaksi peserta didik dengan lingkungan sehingga tercapai apa yang disebut pembelajaran.
Dari definisi-definisi yang dikemukakan diatas dapat dijelaskan adanya beberapa elemen penting yang mencirikan pengertian tentang belajar yaitu bahwa :
1)           Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah pada tingkah laku yang lebih buruk. Dalam proses pembelajaran di sekolah, baik secara disadari atau tidak, guru dapat menanamkan sikap tertentu kepada peserta didik melalui proses pembiasaan.
2)           Belajar merupakan perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman, dalam arti perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan atau kematangan tidak dianggap sebagai hasil belajar, seperti perubahan-perubahan diri seorang bayi.
3)           Untuk dapat disebut belajar, maka perubahan itu harus relatif mantap, harus merupakan akhir daripada suatu periode waktu yang cukup panjang. Contoh ptk biologi sma kelas xi doc  Berapa lama periode waktu itu berlangsung sulit untuk ditentukan dengan pasti, tetapi perubahan itu hendaknya merupakan akhir dari suatu periode yang berlangsung.
4)           Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis seperti perubahan dalam pengertian, pemecahan suatu masalah/berfikir, ketrampilan, kecakapan, kebiasaan, ataupun sikap.
Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh guru sebagai pendidik sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik. Sebagaimana Arno F. Wittig, Ph. D., menyatakan bahwa learning can be defined as any relatively permanent change in a organism ’s behavioral repertoire that occurs as a result of experience. Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai perubahan terjadi secara relatif permanen didalam tingkah laku yang tampak sebagai hasil pengalaman.
Pembelajaran pada dasarnya rekayasa untuk membantu peserta didik agar dapat tumbuh berkembang sesuai dengan maksud penciptaannya. Mengingat belajar merupakan proses bagi peserta didik membangun gagasan atau pemahaman sendiri, maka kegiatan belajar mengajar hendaknya memberikan kesempatan peserta didik untuk melakukan hal tersebut dengan lancar dan penuh motivasi.
b. Faktor yang mempengaruhi balajar
Secara global faktor-faktor yang mempengaruhi belajar peserta didik dapat kita bedakan tiga macam yaitu faktor internal, faktor eksternal dan faktor pendekatan belajar.
1)       Faktor internal (faktor dari dalam peserta didik) yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani peserta didik.
Faktor yang berasal dari diri peserta didik sendiri meliputi aspek fisiologi, dan aspek psikologis. Faktor fisiologi juga sering disebut dengan kondisi fisik yang berkaitan dengan fungsi organ tubuh yang kurang sehat atau abnormal dapat mempengaruhi proses belajar mengajar. Sebagai contoh kondisi tubuh yang lemah karena kepala pusing dapat menurunkan kualitas ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajari kurang atau tidak berbekas.
Faktor psikologi diantaranya adalah tingkat kecerdasaan peserta didik yang akan mempengaruhi tingkat penyerapan pelajaran yang disampaikan guru. Inteligensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar, dalam situasi yang sama peserta didik yang mempunyai tingkat inteligensi tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai tingkat inteligensi rendah.9 Ada kemungkinan tingkat inteligensi tinggi tidak berhasil dalam belajar dikarenakan ada faktor penghambat yang lain. Sikap peserta didik yang cenderung negatif akan mempengaruhi tingkat pemahaman contohnya jika peserta didik tidak menyukai mata pelajaran biologi semudah apapun topik bahasan, peserta didik tersebut akan selalu mengatakan sulit dan tidak berusaha belajar untuk bisa memahami. Tetapi jika peserta didik tersebut menyukai mata pelajaran biologi sesulit apapun topik bahasan, peserta didik akan belajar dan akhirnya memahami.
2)     Faktor eksternal (faktor dari luar peserta didik) yakni kondisi lingkungan di sekitar peserta didik.
Faktor ini diambil contoh kecil ketika anak yang rajin berangkat ke sekolah berteman dengan anak yang cenderung suka bolos pada mata pelajaran tertentu, dengan berbagai alasan pada akhirnya peserta didik yang rajin juga akan ikut bolos. Latihan dan ulangan juga dapat mempengaruhi, karena seringkali mengulang sesuatu, maka kecakapan dan pengetahuan yang dimiliki dapat menjadi makin dikuasai dan makin mendalam. Sebaliknya, tanpa latihan pengalaman-pengalaman yang telah dimilikinya dapat menjadi hilang atau berkurang. Karena latihan atau seringnya mengalami sesuatu, seseorang dapat timbul minatnya kepada sesuatu maka makin besar minat makin besar pula perhatiaanya sehingga keinginan belajar lebih tinggi.
3) Faktor pendekatan belajar (approach to learning)
yakni jenis upaya belajar peserta didik yang meliputi metode dan strategi yang digunakan peserta didik dalam menunjang efektivitas dan efesiensi proses pembelajaran materi tertentu. Ada berbagai macam karakter peserta didik dalam upaya memahami atau cara menyimpan materi pelajaran dalam ingatan baik dengan sadar maupun terpaksa. Contoh ptk biologi sma pdf Pembiasan diri peserta didik melalui membaca yang menjadi metode pembelajaran kali ini diharapkan menjadi suatu strategi yang mampu membantu peserta didik meningkatkan hasil belajar.
2. Metode pembelajaran SQ3R
a. Pengertian SQ3R
Metode SQ3R dikembangkan oleh Francis P. Robinson di Universitas Negeri Ohio Amerika Serikat. Metode tersebut bersifat praktis dan dapat diaplikasikan dalam berbagai pendekatan belajar untuk semua pelajaran.

Metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) adalah metode membaca buku teks dimulai dengan survey mencari buku-buku yang berkaitan dengan materi ajar, question yang diarahkan untuk membaca (read) kritis yaitu tidak sekedar membaca tapi menemukan jawaban dari pertanyaan peneliti maupun memperkirakan jawaban pertanyaan yang mungkin ditanyakan teman, sedangkan recite dan review adalah penegasan dan pembahasan ulang agar apa yang didapat tidak mudah lupa. Cara yang efektif dalam melaksanakan recite dan review adalah dengan mempresentasikan atau menerangkan ke orang lain dengan menggunakan kata-kata sendiri atau cara tersendiri.
Didalam ajaran Islam dijelaskan bahwa Allah memulai mengajarkan ilmunya kepada kita dengan cara membaca, baik membaca buku maupun lingkungan sekitar serta mampu menganalisis yaitu sesuai dengan metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) sebagaimana firman Allah:
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4.Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. [1589] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca
b. Tahap-tahap SQ3R
Metode SQ3R memberikan strategi yang diawali dengan membangun gambaran umum tentang bahan yang dipelajari, menumbuhkan pertanyaan dari judul/subjudul suatu bab dan dilanjutkan dengan membaca untuk mencari jawaban dari pertanyaan. Lima tahap atau langkah dalam penerapan metoda SQ3R. Yaitu :
1)             Survey atau meninjau
Dengan melakukan peninjauan dapat dikumpulkan informasi yang diperlukan untuk memfokuskan perhatian saat membaca. Peninjauan untuk satu bab memerlukan waktu 5-10 menit.
2)             Question atau bertanya
Pada pembahasan ini peserta didik diharapkan mampu membuat pertanyaan berkaitan materi yang dipelajari. Dalam tahap ini untuk mempermudah pengunaan metode pembelajaran pertanyaan disediakan peneliti.
3)             Read atau membaca
Dengan membaca, kita mulai mengisi informasi ke dalam kerangka pemikiran bab yang kita buat pada proses survey. Bacalah suatu subbab dengan tuntas jangan pindah ke subbab lain sebelum kita menyelesaikannya. Pada saat membaca, kita mulai mencari jawaban pertanyaan yang sudah diberikan peneliti maupun pertanyaan yang kita buat pada question. PTK ptk biologi sma kelas xi pdf  Tuliskan jawaban yang kita peroleh dengan kata-kata sendiri di kertas.
4)             Recite atau menuturkan
Pada umumnya kita cepat sekali lupa dengan bahan yang telah dibaca. Dengan melakukan proses recite ini kita bisa melatih pikiran untuk berkonsentrasi dan mengingat bahan yang dibaca. Proses ini dilakukan setelah kita menyelesaikan suatu subbab. Cara melakukan recite adalah dengan melihat pertanyaan-pertanyaan yang tersedia sebelum membaca subbab tersebut dan cobalah jawab pada selembar kertas tanpa melihat buku.
5)             Review atau mengulang
Review membantu kita untuk meyempurnakan kerangka pemikiran dalam suatu bab dan membangun daya ingat kita untuk bahan pada bab tersebut. Proses ini dapat dilakukan dengan membaca ulang seluruh subbab, melengkapi catatan atau berdiskusi dengan teman. Cara review yang terbukti efektif adalah dengan menjelaskan kepada orang lain atau dengan presentasi didapan kelas.
c. Cara implementasi metode SQ3R pada materi sistem pencernaan makanan manusia.
Langkah-langkah implementasi metode SQ3R dalam pembelajaran materi sistem pencernaan makanan manusia diuraikan dalam Tabel 2.1.
Tabel 2. 1. Langkah -langkah implementasi metode SQ3R

d. Kelebihan dan kelemahan implementasi metode pembelajaran SQ3R.
Masing-masing metode pembelajaran mempunyai keunggulan dan kelemahan, oleh karena itu guru harus bisa memilih metode pembelajaran sesuai dengan materi yang disampaikan. Adapun kelebihan metode pembelajaran SQ3R antara lain:
1)   Dengan metode ini kita bisa mendapatkan poin utamanya dengan cepat.
2)   Kita tahu dimana kita harus mencari informasi karena organisasi teks sudah kita pahami.
3)   Menciptakan suatu ketertarikan pembaca.
4)   Memotivasi kita untuk membaca materi-materi yang kurang menarik untuk mendapatkan bahan yang bagus.
5)   Pembelajaran akan lebih efektif karena semua panca indera kita bekerja.
6)   Kita akan lebih berkonsentrasi karena kita mempunyai kerangka pikiran yang sudah dibentuk.
7)   Poin utama akan lebih mudah kita tangkap karena kita telah memahami organisasi menulis pengarang.
Kelemahan implementasi metode SQ3R:
1)   Metode ini tidak menjamin kita untuk mendapatkan informasi yang lebih dari teks dalam waktu yang singkat.
2)   Kita hanya mendapatkan poin- poin dari teks yang kita baca.
3)   Metode ini kurang bisa mempengaruhi siswa dalam proses pembelajaran mereka. Metode ini hanya berfokus pada informasi yang harus didapatkan dari membaca tersebut.e. Faktor yang mempengaruhi implementasi metode pembelajaran.
Dalam suatu pembelajaran, tentunya ada faktor-faktor yang memotivasi seoarang guru harus pandai memilih suatu metode pembelajaran. Contoh ptk biologi sma pdf Adapun faktor yang mempengaruhi penggunaan metode pembelajaran adalah:
1)        Tujuan
Metode yang digunakan harus mengarah pada tujuan yang ditetapkan, sehingga metode yang digunakan disesuaikan dengan tujuan yang dicapai.
2)        Peserta didik dengan berbagai kematangannya
Peserta didik mempunyai latar belakang kehidupan, aspek biologis, intelektual dan psikologi yang berbeda-beda, sehingga guru menyesuaikan kondisi atau keadaan tersebut dengan pemilihan metode di kelas.
3)      Fasilitas dengan berbagai kualitas dan kuantitas
Dalam setiap sekolah mempunyai kelengkapan dan jumlah fasilitas pengajaran yang berbeda-beda, sehingga guru menyesuaikan kondisi dengan pemilihan metode dikelas.
4)      Pribadi guru serta kematangan profesional yang berbeda
Guru mempunyai latar belakang pendidikan, kepribadian, dan semangat dalam mengajar yang berbeda-beda, sehingga metode apapun yang digunakan kuncinya ada pada guru.
Berdasarkan faktor-faktor diatas merode SQ3R dapat menjadi salah satu pilihan metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar.
3. Hasil belajar
a. Pengertian hasil belajar
Menurut Charles E. Skinner mengatakan bahwa measurement and evaluation in education are primarily concerned with the gathering of evidence of pupil growth that will make it posible to evaluate the outcomes of instruction and learning. Pengukuran dan penilaian evaluasi dalam pendidikan adalah hal yang utama mengenai perkiraan bukti perkembangan peserta didik yang mungkin dapat menilai hasil pengajaran dan pembelajaran.
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajarnya.
b. Macam-macam hasil belajar
Klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah yaitu :
1)        Ranah Kognitif
Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Sebagai contoh pengetahuan atau ingatan adalah menghapal nama-nama ilmiah dalam biologi. Hasil belajar berupa pemahaman peserta didik mampu menjelaskan dengan susunan kalimat sendiri sesuatu yang dibaca atau didengarnya. Aplikasi adalah penggunaan abstraksi pada situasi kongret atau situasi khusus bisa disebut juga penerapakan abstraksi (ide, petunjuk khusus, teori) dalam situasi baru. Analisis adalah usaha memilah suatu integritas menjadi unsur-unsur atau bagian­bagian sehingga jelas hirarkinya atau susunannya.
2)        Ranah Afektif
Ranah afektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Ada beberapa jenis kategori ranah afektif sebagai hasil belajar. Reciving/attending yakni semacam kepekaan, kesadaran dalam menerima rangsang (stimulan) yang datang dari luar kepada peserta didik dalam bentuk masalah, situasi dan gej ala. Responding/ jawaban yakni reaksi yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulasi yang datang dari luar atau menjawab stimulan yang datang dari luar kepada dirinya. Valuing (penilaian) berkenaan dengan nilai terhadap gejala atau stimulan. Download ptk biologi sma kurikulum 2013  Organisasi adalah pengembangan nilai kedalam satu sistem organisasi. Karakteristik nilai atau internalisasi nilai yakni keterpaduan semua sistem yang telah dimiliki seseorang yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Tipe hasil belajar afektif tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku seperti perhatianya terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar, menghargai guru, kebiasan belajar dan hubungan sosial.
3) Ranah Psikomotoris
Tipe hasil belajar ranah psikomotoris berkenaan dengan ketrampilan atau kemampuan bertindak setelah ia menerima pengalaman belajar tertentu.
Dari ketiga ranah dapat juga dipaparkan dalam contoh aktifitas peserta didik seperti dalam Tabel 2.2 sebagai berikut:
Tabel 2.2. Contoh aktifitas peserta didik dalam klasifikasi hasil belajar

Hasil belajar yang diukur dalam penelitian kali ini adalah hasil belajar ranah kognitif dari soal evaluasi dan ranah afektif dari penilaian diskusi.
c. Instrumen evaluasi hasil belajar
Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peseta didik yang mengikuti proses pembelajaran. Untuk itu, diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan peserta didik dapat dilakukan beragam teknik, baik berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Adapun macam-macam instrumen evaluasi hasil belajar yaitu:
1)      Penilaian unjuk kerja
Data penilaian unjuk kerja adalah skor yang diperoleh dari pengamatan yang dilakukan terhadap penampilan peserta didik dari suatu kompetensi. Skor diperoleh dengan cara mengisi format penilaian unjuk kerja yang dapat berupa cek list atau skala penilaian.
2)      Penilaian sikap
Data penilaian sikap bersumber dari catatan harian peserta didik berdasarkan pengamatan/observasi guru mata pelajaran. Contoh ptk biologi sma pdf Data hasil pengamatan guru dapat dilengkapi dengan hasil penilaian berdasarkan pertanyaan langsung dan laporan pribadi.
Catatan guru mata pelajaran menggambarkan sikap atau tingkat penguasan peserta didik berkaitan dengan pelajaran yang ditempuhnya dalam bentuk kalimat nasatif. Demikian juga catatan dalam kolom deskripsi perilaku, menggambarkan perilaku peserta didik yang perlu mendapat penghargaan/pujian atau peringatan.
3)      Penilaian tertulis
Data penilaian tertulis adalah skor yang diperoleh peserta didik dari hasil berbagia tes tertulis yang diikuti peserta didik. Soal tes tertulis dapat berbentuk pilihan ganda.
Skor penilaian yang diperoleh dengan menggunakan berbagai bentuk tes tertulis perlu digabung menjadi satu kesatuan nilai penguasaan kompetensi dasar dan standar kompetensi mata pelajaran. Dalam proses penggabungan dan penyatuan nilai, data yang diperoleh dengan masing-masing bentuk soal tersebut juga perlu diberi bobot, dengan mempertimbangkan tingkat kesukaran dan kompleksitas jawaban.
4)      Penilaian proyek
Data penilaian proyek meliputi skor yang diperoleh dari tahap­tahap: perencanaan/persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian data/laporan.
5)      Penilaian produk
Data penilaian produk diperoleh dari tiga tahap: yaitu persiapan, tahap pembuatan (produk) dan tahap penilaian (appraisal). Informasi tentang data penilaian produk diperoleh dengan menggunakan cara holistik atau cara analitik. Contoh ptk biologi sma kelas xi doc Cara holistik guru menilai hasil produk peserta didik berdasarkan kesan keseluruhan produk dengan menggunakan kreteria keindahan dan kegunaan produk. Sedangkan analitik guru menilai hasil produk berdasarkan tahap proses pengembangan, yaitu mulai dari tahap persiapan, pembuatan, dan penilaian.
6)      Penilaian portofolio
Data penilaian portofolio peserta didik berdasarkan dari hasil kumpulan informasi yang telah dilakukan oleh peserta didik selama pembelajaran berlangsung.
Komponen penilaian postofolio meliputi: catatan guru, hasil pekerjan peserta didik, dan profil perkembangan peserta didik. Hasil profil perkembangan peserta didik mampu memberi skor berdasarkan gambaran perkembangan pencapaian kompetensi peserta didik pada selang waktu tertentu. Ketiga komponen ini dijadikan suatu informasi tentang tingkat kemajuan atau penguasan kompetensi peserta sebagai hasil dari proses pembelajaran.
7) Penilaian diri
Data penilaian diri adalah data yang diperoleh dari hasil penilaian tentang kemampuan, kecakapan, atau penguasaan kompetensi tertentu yang dilakukan oleh peserta didik sendiri sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.
Pada taraf awal, hasil penilaian diri yang dilakukan oleh peserta didik tidak dapat langsung dipercayai dan digunakan dengan alasan pertama karena peserta didik belum terbiasa dan terlatih, sangat terbuka kemungkinan bahwa peserta didik banyak melakukan kesalahan dalam penilaian dan yang kedua ada kemungkinan peseta didik sangat subjektif dalam melakukan penilaian, karena terdorong oleh keinginan untuk mendapatkan nilai yang baik.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah penilaian sikap dalam nilai diskusi dan penilaian tertulis dalam nilai evaluasi.
d. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Pada dasarnya hasil belajar merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar individu. Beberapa faktor tersebut sangat penting untuk dikenalkan kepada peserta didik dengan tujuan untuk membantu mencapai hasil yang sebaik­baiknya. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Abu Ahmadi yaitu:
1) Faktor-faktor stimulasi belajar.
Segala sesuatu di luar individu yang merangsang individu untuk mengadakan reaksi atau perbuatan belajar. Yang dikelompokkan dalam faktor stimulasi belajar antara lain; Panjangnya bahan pelajaran, kesulitan bahan pelajaran, berartinya bahan pelajaran, berat ringannya tugas, suasana lingkungan eksternal.
2)      Faktor-faktor metode balajar.
Metode belajar yang dipakai guru sangat mempengaruhi metode belajar yang dipakai oleh peserta didik, faktor-faktor metode belajar menyangkut hal-hal berikut; kegiatan berlatih atau praktek, overlearning dan drill, resitasi belajar, pengenalan tentang hasil belajar, belajar dengan keseluruhan dan dengan bagian-bagian, penggunaan modalitet indera, bimbingan dalam belajar, kondisi­kondisi intensif.
3)      Faktor-faktor individual.
Faktor-faktor individu meliputi; kematangan, faktor usia kronologis, perbedaan jenis kelamin, pengalaman sebelumnya, kapasitas mental, kondisi kesehatan jasmani, kondisi kesehatan rohani, dan motivasi.
4. Sistem pencernaan makanan kelas XI IPA 3 semester II
a. Zat-zat makanan
Zat gizi (nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan. Sedangkan makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan atau unsur-unsur/ikatan kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila dimasukan ke dalam tubuh.
1) Karbohidrat
Karbohidrat adalah senyawa organik yang mengandung unsur karbon (C), hidrogen ( H), dan oksigen (O).
Dalam Tabel 2.3 akan dipaparkan jenis karbohidrat berdasarkan gugus gula, contoh serta sumber pada bahan makanan. Tabel 2.3. Jenis karbohidrat berdasarkan jumlah gugus gula.

Beberapa fungsi karbohidrat adalah:
a)    Sumber energi, karbohidrat adalah sumber utama energi. sebagian karbohidrat dalam sirkulasi darah berbentuk glukosa untuk kebutuhan energi segera, sebagian disimpan dalam bentuk glikogen sebagai cadangan makanan.
b)   Karbohidrat memberi rasa manis pada makanan, kususnya monosakarida dan disakarida.
c)    Mengatur metabolisme lemak.
d)   Menjaga keseimbangan asam dan basa, dan pembentukan struktur sel, jaringan, dan organ tubuh. Contoh ptk biologi sma pdf
e)    Laktosa membantu penyerapan kalsium
f)    Ribosa adalah monosakarida yang mempunyai 5 atom karbon yang merupakan komponen penting dalam asam nukleat.
2) Lemak
Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal lemak berbentuk padat dan minyak berbentuk cair pada suhu ruang. Menurut stuktur kimianya lemak terdiri dari gliserol dan asam lemak.
Sedangkan klasifikasi lemak yang terdiri dari lemak sederhana, lemak campuran dan lemak asli akan dipaparkan dalam Tabel 2.4.
Tabel 2. 4. Klasifikasi lemak
Lemak mempunyai beberapa peran penting yaitu :
a)         Merupakan sumber energi setelah karbohidrat.
b)        Sebagai cadangan energi berupa jaringan lemak.
c)         Lapisan lemak dibawah kulit merupakan insulator sehingga tubuh dapat mempertahankan suhu normal.
d)        Bantal pelindung organ vital seperti bola mata dan ginjal.
e)         Pelarut vit A, D, E, dan K.
3) Protein
Isilah protein berasal dari kata yunani proteos yang berarti yang utama atau yang didahulukan. Diperkenalkan oleh seorang ahli kimia Belanda Gerardus Mulder (1802-1880) karena ia perpendapat bahwa protein adalah zat yang paling penting dalam setiap organisme.
Untuk lebih memudahkan dalam mempelajari protein dikelompokan, sehingga dipaparkan dalam Tabel 2.5 yaitu jenis dan bahan makanan yang mengandung protein.
Tabel 2.5. Jenis dan sumber protein.
Fungsi protein :
a)         Mensintesis jaringan untuk pertumbuhan dan memperbaiki sel yang rusak.
b)        Penyusun struktur komponen sel hidup yang terdapat pada otot, syaraf, tulang, gigi, kulit rambut, kuku.
c)         Pembentukan antibodi untuk melawan infeksi.
4) Vitamin
Istilah vitamin pertama kali digunakan oleh Funk pada tahun 1912 yaitu substansi yang diperlukan untuk kehidupan dengan komposisi yang terdiri atas gugus amin.
Ada 12 vitamin yang penting dalam nutrisi manusia. Vitamin-vitamin ini diberi identifikasi dengan huruf dan juga memiliki nama­nama kimiawi dapat dilihat pada Tabel 2.6.
Tabel 2.6. Macam-macam vitamin, rumus kimia, sumber, fungsi dan akibat kekuranganya.
5) Mineral dan air
Mineral merupakan zat kimia yang terdapat didalam bahan makanan. Mineral dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit.
Dalam tubuh manusia membutuhkan berbagai macam mineral baik yang berasal dari bahan makanan hewani maupun nabati, oleh karena itu macam-macam mineral, fungsi serta sumbernya akan dijabarkan dalam Tabel 2.7 sebagai berikut:
Tabel 2. 7. Macam-macam mineral, fungsi serta sumbernya.

Air berfuu ngsi sebagai zat pelaa rut, menjaga suhu tubuh dan membuang zat sisa dengann melarutkannya ke dalam bentuk urine. Dalam sehari, minimal kita memerlukan 4 liter air, bila kekurangan air dapat menyebabkan dehidrasi.
b. Sistem pencernaan mm anusia
Agar sari makanan yang terdapat dalam makanan berguna bagi tubuh, maaka makanaan itu harus dicerna teerlebih dahhulu. PTK ptk biologi sma kelas xi pdf Selama dalam proses pencernaan makanan dihancurkan mmenjadi zat-zat sederhana dan dapat diserap oleh tubuh.
Gambar 2.1. Organ sistem pencernaan
1) Rongga mulut
Pada rongga mulut makanan dicerna secara mekanik dan kimiawi. Proses pencernaan didalam mulut dibantu beberapa alat cerna antara lain gigi, lidah, kelanjar ludah (dibahas pada kelenjar pencernaan).
a) Gigi
Gigi tertanam dalam rahang dan dilindungi oleh gusi. Berdasarkan fungsinya gigi dibedakan menjadi empat yaitu: gigi seri (incicivus), gigi taring (caninus), gigi geraham depan (premolar), dan gigi geraham belakang (molar).

Gigi dewasa berjumlah 32 dengan rumus:
b) Lidah
Lidah mempunyai beberapa fungsi yaitu: membantu mengaduk makanan yang ada didalam rongga mulut, membantu mendorong makanan pada waktu menelan, membantu membersihkan mulut, sebagai indra pengecap.
2)        Tekak (faring)
Merupakan saluran yang panjangnya ± 12 cm. Terletak pada dasar tengkorak yang bergabung ke dalam esofagus setinggi kartilago krikodea. Lubang ini disebut dengan glotis, sedangkan klepnya dinamakan epiglotis yang berfungsi untuk mencegah makanan masuk kedalam saluran pernapasan dan memasukkan makanan kedalam kerongkongan.
3)        Kerongkongan ( Esofagus)
Panjang ± 25-30 cm. Pada kerongkongan tidak terjadi proses pencernaan. Masuknya makanan dari kerongkongan ke lambung disebabkan oleh gerak peristaltik, gerak ini ditimbulkan oleh gerakan otot polos memenjang dan otot polos melingkar.
4)        Lambung ( ventrikulus)
Lambung adalah bagian dari saluran pencernaan berupa kantung besar terletak didalam rongga perut disebelah bawah tulang rusuk terakhir agak ke kiri.
Gambar 2.3. Lambung.
Fungsi HCl (asam klorida)
a)      Mengubah pH dalam lambung menjadi lebih asam, hal ini
menyebabkan kuman yang masuk bersama makanan akan mati.
b)      Mengaktifkan enzim yang dihasilkan oleh getah lambung.
c)      Mengatur, membuka dan menutupnya klep antara lambung dan
usus dua belas jari.
d)     Merangsang sekret getah lambung.
5)        Usus halus
Panjang usus halus sekitar ± 2,5 m, usus terbagi menjadi tiga bagian yaitu: Usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (yeyenum), usus penyerapan (ileum).

6)        Usus besar
Usus besar terdiri dari usus tebal (kolon) dan usus poros (rektum). Makanan yang kita makan tidak semua masuk kedalam ilium, makanan yang tidak diserap ini akan masuk kedalam kolon, dan di dalam kolon sisa makanan akan dibusukkan oleh bakteri Escherichia coli selain itu pada kolon juga terjadi pengaturan kadar air. Apabila lambung terisi makanan maka akan timbul rangsangan dari lambung yang diteruskan kekolon yang disebut rangsangan gastrokolik. Download ptk biologi sma lengkap doc  Rangsangan ini menyebabkan timbulnya dorongan untuk buang air besar (defekasi).
7)      Rektum (Poros usus)
Rektum merupakan bagian akhir dari usus besar. Rektum adalah saluran yang panjangnya 10 cm terbawah dari usus tebal. Sisa-sisa pencernaan yang telah melalui proses reabsorbsi dan pembusukan disebut feses. Feses dari usus besar masuk ke dalam saluran rektum.
8)      Anus
Anus adalah lubang yang merupakan muara akhir dari saluran pencernaan. Dinding anus terdiri dari otot polos dan otot lurik.
c. Kelenjar pencernaan
1)        Kelenjar ludah
Kelenjar ludah terdapat di dalam rongga mulut. Kelenjar ini berjumlah tiga pasang yaitu:
a)         Glandula parotis, kelenjar ludah dekat dengan telinga. Kelenjar ini menghasilkan getah yang mengandung air saja.
b)        Glandula submaksilaris (kelenjar ludah bawah rahang atas)
kelenjar ini menghasilkan getah yang mengandung air dan lendir.
c)         Glandula sublingualis (kelenjar ludah bawah lidah) kelenjar ini
menghasilkan getah yang mengandung air dan lendir.
2)        Hati
Hati merupakan kelenjar pencernaan besar yang terdapat di dalam tubuh. Bobot hati orang dewasa sekitar ± 1,5 kg dengan ketebalan sekitar 5 cm, berwarna coklat kemerahan terletak didalam rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma.
Fungsi hati antara lain:
a)         Memproduksi protein plasma (albumen, fibrinogen, protombin).
b)        Fagositosis mikroorganisme dari eritrosit dan leukosit yang sudah tua dan rusak.
c)         Memproduksi cairan empedu.
3)        Pankreas
Kelenjar yang memanjang terdapat dibelakang lambung. Pankreas berfungsi untuk mengekskresikan enzim pencernaan dan hormon serta mengatur kadar glukosa didalam darah. Insulin dapat menurunkan kadar glukosa darah melalui empat cara yaitu:
a)    Insulin merangsang sel-sel tubuh untuk menyerap lebih banyak glukosa darah.
b)   Insulin meningkatkan kecepatan reaksi respirasi seluler yang menggunakan glukosa.
c)    Insulin merangsang hati untuk mengabsorpsi glukosa darah.
d)   Insulin merangsang sel-sel lemak untuk mengambil glukosa dan mengubahnya menjadi gliserol.
Di dalam sistem pencernaan manusia disamping melibatkan organ pencernaan dan kelenjar pencernaan juga melibatkan beberapa enzim yang akan dijelaskan dalam Tabel 2.8 enzim-enzim pencernaan sebagai berikut.
Tabel 2.8 Enzim- enzim pencernaan

d.        Kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan manusia
a)      Diare; suatu keadaan dimana aliran feses dari perut ke usus terlalu cepat sehingga defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang banyak mengandung air, diare dapat disebabkan karena stres, diet yang jelek dan makanan yang dapat menimbulkan iritasi pada dinding usus. Download ptk biologi sma lengkap
b)      Konstipasi (sembelit); terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat sehingga air sudah banyak diserap oleh usus. Menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Penyebabnya adalah kurangnya makanan yang berserat atau terlalu banyak mengkonsumsi daging.
c)      Periontitis (radang selaput rongga perut); yaitu infeksi pada selaput rongga perut (peritonium).
d)     Apendeksitis; yaitu radang pada umbai cacing (apendiks)
e)      Kolik; timbulnya rasa nyeri pada lambung karena adanya salah cerna misalkan karena makan terlalu banyak atau pengaruh alkohol dan cabe.
f)       Ulkus; radang pada dinding lambung yang disebabkan oleh produksi getah lambung (khususnya HCl) tinggi sedangkan makanan yang masuk sedikit.
g)      Parontitis; infeksi pada kelenjar parotis, sering disebut juga penyakit gondok.
e.         Peranan metode SQ3R terhadap peningkatan hasil belajar
Berdasarkan hasil penelitian mushobikatun pada materi sistem ekresi metode SQ3R dapat meningkatkan hasil belajar dilihat dari tanda­tanda sebagai berikut:
1)      Kesiapan (readness) untuk belajar.
Kesiapan pada dasarnya merupakan kapasitas (kemampuan potensial) fisik maupun mental untuk belajar, disertai harapan ketrampilan yang dimiliki dan latar belakang belajar untuk mengerjakan sesuatu. Jika individu ingin mempelajari sesuatu, ia harus mempunyai latar belakang kemampuan untuk melakukan dan memperoleh harapan ketrampilan tertentu yang akan diambil sesudah.
2)      Retensi
Retensi adalah semacam kemampuan hasil belajar yang bersifat permanen. Jika individu mempunyai kemampuan yang menempel secara “permanen” maka dapat dikatakan bahwa hasil tersebut mampu retensi. Makin lama kemampuan itu menempel, maka dapat dikatakan bahwa retensinya cukup tinggi.
3)      Internalisasi
Kemampuan yang dimiliki dalam hasil belajar benar-benar dihayati, sehingga merupakan bagian pada diri sendiri. Hal ini tercermin dalam penampilan yang dipengaruhi oleh hasil belajar tersebut sehingga individu telah menyukai apa yang telah dipelajari.
4)      Transfer
Transfer adalah semacam kemampuan mengalihkan apa yang telah dipelajari kedalam situasi baru. Contoh ptk biologi sma kelas xi doc Jika individu telah memahami suatu prinsip, kemudian dapat mengalihkan kedalam situasi kehidupan, maka ini berarti individu tersebut mampu mentransfer apa yang telah dipelajari.
B. Hipotesis Tindakan
Penerapan metode pembelajaran SQ3R dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 ... pada materi pokok sistem pencernaan makanan.

PTK SMA IPA BIOLOGI SISTEM PENCERNAAN KELAS XI

BAB IIIMETODOLOGI PENELITIAN 

A.    Subyek Penelitian
Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 ... dengan jumlah peserta didik 44 orang.
B.     Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015 / 2016 peserta didik kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 .... Penulis akan menggunakan waktu penelitian selama 2 bulan yaitu minggu ke empat bulan Desember 2015 s/d minggu ke empat bulan Februari 2016. Waktu penelitian ini terhitung mulai peneliti melakukan observasi dan meminta izin ke pihak sekolah hingga selesainya proses penelitian tindakan kelas dan permohonan surat pengesahan penelitian.
C.    Kolaborator
Kolaborator dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan orang yang bekerja sama dan membantu mengumpulkan data-data penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti. Pada penelitian ini, yang menjadi kolaborator, selaku guru mata pelajaran biologi kelas XI IPA 3 IPA di SMA Negeri 1 ....
D.    Metode Pengumpulan Data
Dasar untuk tercapainya suatu penelitian, maka diperlukan data yang mempunyai validitas yang tinggi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa metode yaitu:
1. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip nilai, buku, surat kabar, notulen, rapat, agenda dan sebagainya. Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi tentang hasil belajar peserta didik pada materi pokok sistem pencernaan makanan dan menghimpun data yang berkaitan dengan catatan-catatan, seperti data tentang visi dan misi sekolah, struktur organisasi, jadwal pembelajaran biologi, daftar nama peserta didik yang dijadikan subjek penelitian, keadaan peserta didik dan guru di SMA Negeri 1 ... serta pengambilan gambar peserta didik dalam pembelajaran menggunakan metode pembelajaran SQ3R.
2.         Metode Wawancara
Wawancara adalah alat pengumpulan informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan lisan untuk dijawab secara lisan pula. Contoh ptk biologi sma pdf Metode ini digunakan untuk memperoleh dan melengkapi data-data yang belum diperoleh dari dokumentasi.
3.         Metode Observasi
Menurut S. Margono, observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian.
Dengan menggunakan metode ini, penulis secara langsung dapat mengetahui tentang gejala atau peristiwa yang diamati, seperti proses belajar mengajar biologi menggunakan metode pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review), keadaan peserta didik, keadaan guru, dan lain-lain.
4.         Metode Tes
Tes adalah seperangkat rangsangan (stimulan) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapat jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka. Metode ini digunakan untuk memperoleh hasil belajar peserta didik baik secara individu maupun kelompok.
E. Metode Penelitian
Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Zainal Aqib, Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu penelitian yang dilakukan oleh guru dikelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sehingga hasil belajar peserta didik meningkat. Penelitian tindakan ini dilaksanakan selama dua siklus yaitu siklus I dan siklus II.
Model penelitian tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah model spiral dari Kemmis dan Taggart yang terdiri dari beberapa siklus tindakan. Dimana setiap siklus tersebut terdiri 4 tahapan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.
Gambar. 3.1. Siklus penelitian tindakan kelas (PTK)
Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian ini terdiri atas 2 siklus, yaitu:
Siklus I
Siklus I ini terdiri atas;
Perencanaan
1.      Peneliti menerangkan metode SQ3R.
2.      Merancang silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran di kelas.
3.      Pembentukan kelompok secara acak.
4.      Menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pembelajaran seperti buku paket dan pertanyaan diskusi.
5.      Pengamatan pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode SQ3R.
6.      Menyiapkan lembar penilaian pelaksanaan diskusi dan presentasi.
7.      Menyiapkan Lembar evaluasi peserta didik beserta kunci jawabannya
untuk siklus I. Contoh ptk biologi sma pdf
8.      Menyiapkan pendokumentasian selama proses penelitian berlangsung. 
Pelaksanaan Tindakan
1.      Peneliti menjelaskan kepada guru biologi tentang metode pembelajaran SQ3R dan cara pembelajarannya pada materi yang akan diajarkan yaitu zat-zat makanan dan sistem pencernaan manusia.
2.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran (Standar Kompetensi) yang ingin dicapai pada materi pokok sistem pencernaan makanan pada manusia.
3.      Guru membentuk kelompok-kelompok kecil dengan anggota 6-7 orang pada setiap kelompoknya. Pada siklus I pembentukan kelompok secara acak untuk mengetahui kemampuan masing-masing peserta didik.
4.      Guru membagikan buku paket dan pertanyaan diskusi tentang zat-zat makanan sesuai sub bab yang mereka dapat yaitu kelompok 1, membahas karbohidrat, kelompok 2. Lemak, kelompok 3. Protein, kelompok 4. Vitamin, dan kelompok 5. Mineral & air.
5.      Peserta didik belajar menggunakan metode SQ3R yaitu langkah survey, question, read. Dimana peserta didik diberi beberapa buku paket untukmencari, membaca, serta menjawab pertanyaan yang mungkin diberikan kelompok lain maupun pertanyaan dari peneliti.
6.      Setiap kelompok melakukan diskusi kecil serta membuat rangkuman materi yang nanti akan dipresentasikan di depan kelas.
7.      Langkah recite dan review yaitu pada saat perwakilan kelompok
mempresentasi hasil diskusi, kelompok lain memberikan pertanyaan.
8.      Guru memberikan kesimpulan hasil diskusi sehingga peserta didik lebih
memahami materi .
9.      Peneliti dan guru menilai hasil diskusi dan soal evaluasi sebagai hasil belajar peserta didik.
Pengamatan
1.      Guru bekerja sama dengan peneliti mengawasi aktivitas kelompok peserta didik dan mengamati tingkat keberhasilan peserta didik dalam menyelesaikan tugas.
2.      Guru secara partisipatif mengamati jalannya proses pembelajaran.
3.      Mengamati peserta didik saat menyelesaikan pertanyaan diskusi per kelompok.
4.      Mengamati komunikasi dan kerjasama peserta didik dalam kelompok.
5.      Mengamati keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
6.      Peneliti melakukan diskusi dengan guru berkaitan kelemahan yang mungkin terjadi sehingga tidak terulang di siklus berikutnya serta menemukan solusi perbaikan.
Refleksi
1.      Menganalisis hasil pengamatan untuk membuat kesimpulan sementara terhadap pembelajaran yang terjadi pada siklus I.
2.      Menganalisis dan mendiskusikan nilai diskusi dan nilai soal evaluasi pada pembelajaran siklus I untuk melakukan perbaikan pada pelaksanaan siklus II.
Siklus II
Pada prinsipnya, semua kegiatan yang ada pada siklus II hampir sama dengan kegiatan pada siklus I, siklus II merupakan perbaikan dari siklus I, terutama didasarkan pada hasil refleksi pada siklus I.
1.      Tahapannya tetap sama yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.
2.      Materi pelajaran berkelanjutan.
3.      Efektivitas kerja kelompok peserta didik diharapkan semakin tinggi.
4.      Pada tahap tindakan ada penambahan dan pengurangan kegiatan yang dijabarkan sebagai berikut :
  1. Pada siklus I pembagian kelompok secara acak tanpa melihat tingkat kecerdasan atau hasil evaluasi peserta didik, sehingga terjadi penumpukan peserta didik yang tergolong pandai. Pada siklus II guru membagi peserta didik menjadi 5 kelompok secara heterogen (campuran) sesuai dengan tingkat kecerdasannya. Download ptk biologi sma lengkap doc Dengan mempertimbangkan keharmonisan kerja kelompok serta melihat hasil evaluasi siklus I.
  2. Pada siklus I guru tidak memberikan gambaran umum tentang materi yang akan dipelajari, sehingga peserta didik belum dapat terfokus saat pembahasan diskusi serta sempat membahas sekilas tentang organ pencernaan mausia. Oleh karena itu pada siklus II guru menjelaskan peta konsep tentang sistem pencernaan makanan pada manusia dan diharapkan peserta didik mampu menjelaskan secara urut proses pencernaan makanan pada manusia mulai dari mulut sampai dengan anus.
  3. Pada siklus I tanpa ada batasan waktu diskusi dalam kelompok, sehingga pada saat presentasi kelompok, melebihi waktu yang ditentukan. Sedangkan pada siklus II peserta didik dituntut mengatur waktu sesuai rencana pembelajaran yaitu diskusi kelompok 25 menit dan presentasi 15 menit.
d.      Pada siklus I tidak ada pembagian tugas dalam kelompok untuk presentasi, sehingga hanya didominasi satu atau dua peserta didik dalam kelompok, sedangkan pada siklus II peserta didik diarahkan dalam pembagian tugas dalam presentasi sehingga seluruh peserta didik dalam kelompok mempunyai kesempatan untuk berbicara atau menerangkan hasil diskusi kelompok ke kelompok lain.
e.       Pada siklus I guru hanya berperan aktif atau memberi penjelasan dan penguatan setelah diskusi selasai, tetapi dalam siklus II guru ikut berperan aktif dalam diskusi serta memberikan informasi yang sebenarnya setelah presentasi selasai. Harapannya peserta didik dapat terinspirasi dan mampu menjawab pertanyaan yang bervariasi yaitu dari guru dan temannya.
F. Metode Analisis Data
Data hasil pengamatan dan tes diolah dengan analisis deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian keberhasilan tiap siklus dan untuk menggambarkan keberhasilan pembelajaran dengan metode pembelajaran SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
1. Data hasil belajar peserta didik
Data hasil belajar peserta didik berupa kemampuan memecahkan masalah di analisis dengan cara menghitung rata-rata nilai dan ketuntasan belajar secara klasikal maupun individu.
Adapun rumus yang digunakan adalah :
a. Menghitung nilai rata-rata.
Untuk menghitung nilai rata-rata menggunakan rumus.
N
Keterangan :
x          = rata-rata nilai
N         = jumlah peserta didik
¦x = jumlah seluruh nilai
b. Menghitung ketuntasan belajar klasikal.
Untuk menghitung ketuntasan belajar secara klasikal, menggunakan analisis deskriptif prosentase dengan perhitungan.
Ketuntasan belajar klasikal =
Jumlah peserta didik yang tuntas belajar × 100%
Jumlah keseluruhan peserta didik

Kriteria :
Apabila tingkat ketercapaian < 85% maka penerapan metode pembelajaran SQ3R pada materi pokok sistem pencernaan manusia belum bisa dikatakan efektif. Download ptk biologi sma kurikulum 2013 Apabila tingkat ketercapaian > 85% maka penerapan metode pembelajaran SQ3R pada materi pokok sistem pencernaan manusia bisa dikatakan efektif
G. Indikator Keberhasilan
Sebagai indikator keberhasilan dari penelitian tindakan kelas ini adalah jika 85% peserta didik telah memperoleh nilai minimal 62 (sesuai ketentuan KKM dari sekolah). Seorang peserta didik dikatakan telah mencapai ketuntasan belajar secara individu apabila peserta didik tersebut telah mencapai ketentuan belajar secara individual dan mendapat nilai > 62 (sesuai ketentuan dari sekolah).
Dari indikator tersebut, maka peneliti berharap agar hasil belajar biologi peserta didik dapat mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan. Contoh ptk biologi sma kelas xi doc Dengan adanya peningkatan prosentase hasil belajar biologi peserta didik menjadi 85%, khususnya pada materi pokok sistem pencernaan manusia.

CONTOH LAPORAN PROPOSAL PTK IPA BIOLOGI SMA KELAS XI

DAFTAR PUSTAKA  

Abdul, Shaleh, Aziz dan Abdul Aziz Abdul Majid, At- Tarbiyah Wa Taruqu Tadris, Mesir: Darul Ma’arif.
Ahmadi , Abu dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004.
Almatsier, Sunita, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Umat, 2006.
Aqib, Zaenal, dkk, Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru SD, SLB, dan TK, Bandung: CV. Yrama Widya, 2008.
, dkk, Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru SMP, SMA, SMK, Bandung: CV. Yrama Widya, 2008.
AR, Fadhal, dkk, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta: Depag RI, 2002.
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002.
, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008.
Bahri, Syaiful, Djamarah dan Aswan zain, Strategi Belajar Mengajar edisi revisi, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006.
Dimyati & Mudjiono, Belajar dan pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.
Fried, George H. dan George J. Hademenos, Teori dan soal-soal Biologi, Jakarta: Erlangga, 2005.
Hamalik, Oemar, Proses Belajar Menagajar, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2003. Harsanto, Ratno, Pengelolaan Kelas Yang Dinamis, Yogyakarta: Kanisius, 2007.
Irianto, Kus, Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia Untuk Paramedis, Bandung: Yrama Widya, 2004.
Kurniasari, Nita, Penggunaan Metode Survey, Question, Read, Recite, Review, (SQ3R) Dalam Pembelajaran Kooperatif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Pokok Bahasan Sistem Perekonomian Indonesia Pada Peserta didik Kelas VI SMP NU 01 Muallimin Weleri Tahun Pelajaran
2006/200 7, Penelitian Fakultas MIPA UNNES, Semarang: Perpustakaan UNNES, 2007.
Mushobikhatun, Keefektifan Metode SQ3R Pada Pembelajaran Konsep Sistem Ekskresi Di Madrasah Aliyah Al Asror Gunungpati Semarang, Penelitian Fakultas MIPA UNNES, Semarang: Perpustakaan UNNES, 2008.
Muzamil, Muhammad, Basyir dan Muhammad Malik Muhammad Said, Madkhol Ila Al Manahij Wa Taruqu Al Tadris, Mekah: Darul Liwak.
Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Teori-Aplikasi, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2006.
Poerwodarminto, W.J.S, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: PN Balai Pustaka, 1985.
Purwanto, M. Ngalim, Psikologi Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya 1990.
Sagala, Syaiful, Konsep dan makna Pembelajaran, Bandung: CV Alfabeta, 2003.
Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009.
Skinner, Charles E., Essentials Of Educational Psychology, Tokyo: Maruzen Company, 1958.
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Jakarta: PT Rineke Cipta, 1995.
Soewolo, Fisiologi Manusia, Malang: Univ. Negeri Malang.
Sudjana, Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1989.
Syah, Muhibin, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000.
Tarigan , C.B. T, Kamus Lengkap Biologi Bergambar, Bandung: Penabur Ilmu, 2005.
Wittig, Arno F., Ph. D., Theory And Problems of Psychology of Learning, New York: Mc. Giaw Hill, 1981.
Yamin, Martinis, dkk. Manajemen Pembelajaran Kelas, Jakarta: Gaung Persada, 2009.

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya DOWNLOAD PTK IPA BIOLOGI SMA KELAS XI PENCERNAAN

Postingan terkait: