CONTOH PTK SMP BAHASA INDONESIA KELAS VII TERBARU

CONTOH PTK SMP BAHASA INDONESIA KELAS VII TERBARU-Masalah-masalah yang terjadi dalam pembelajaran masih didominasi oleh guru yang kurang menentukan dan menggunakan media pembelajaran yang sesuai, sehingga pembelajaran yang dilakukan di Kelas VII-A SMPN .......... .......... dalam menulis sebuah puisi bebas kurang efektif. Berdasarkan permasalahan diatas peneliti mencoba melakukan suatu tindakan pembaharuan dengan menggunakan suatu media pembelajaran yaitu media Teknik Permainan Bahasa. Contoh ptk Bahasa Indonesia SMP pdf Diharapkan dengan adanya media pembelajaran seperti ini dapat meningkatkan kemampuan atau hasil belajar siswa dalam menulis puisi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah media Teknik Permainan Bahasa dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa.
Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dengan rincian kegiatan setiap pertemuan sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik permainan bahasa dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa di Kelas VII-A SMPN .......... .......... pada sub pokok bahasan menulis puisi bebas. Hal ini dapat dilihat dari data berikut :
1. Pada siklus I dilihat dari rata-rata nilai dalam pertemuan pertama dan kedua, nilai tertinggi yang dicapai siswa adalah 94 dan nilai terendah 38.5 dengan nilai rata-rata 71.19. Sedangkan siswa yang sudah tuntas sebanyak 31 siswa, dan yang tidak mencapai ketuntasan ada 13 siswa.
2. Pada siklus II dilihat dari rata-rata nilai dalam pertemuan pertama dan kedua, nilai yang tertinggi dicapai siswa adalah 100 dan nilai terendah yaitu 60.5 dengan nilai rata-rata 84.75. Sedangkan siswa yang tuntas sebanyak 43 siswa, dan yang tidak tuntas yaitu 1 siswa. Download ptk Bahasa Indonesia SMP doc 
3. Adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan media teknik permainan bahasa antara siklus I dan siklus II yang ditunjukan oleh pencapaian rata-rata nilai dari nilai rata-rata kelas, yaitu 71.19 pada siklus I meningkat menjadi 84.75 pada siklus II.
Berdasarkan data hasil penelitian diatas menunjukan sudah melebihi KKM yaitu 60. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “Penggunaan Teknik Permainan Bahasa dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa Kelas VII-A SMPN .......... ..........”.


Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas BAHASA INDONESIA SMP yang diberi judul PENGGUNAAN TEKNIK PERMAINAN BAHASA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS VII-A SMPN .......... ..........TAHUN PELAJARAN ......./.........". Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK BAHASA INDONESIA SMP KELAS 7 lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMP 010).


DOWNLOAD PTK BAHASA INDONESIA SMP KELAS 7


BAB I
PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang Masalah
Pengajaran Bahasa Indonesia mempunyai ruang lingkup dan tujuan yang menumbuhkan kemampuan mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Pada hakekatnya pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk mempertajam kepekaan perasaan siswa. Guru dituntut mampu memotivasi siswa agar mereka dapat meningkatkan minat baca terhadap karya sastra, karena dengan mempelajari sastra siswa diharapkan dapat menarik berbagai manfaat dari kehidupannya. Download Proposal PTK Bahasa Indonesia pdf  Maka dari itu seorang guru harus dapat mengarahkan siswa memiliki karya sastra yang sesuai dengan minat dan kematangan jiwa mereka. Berbagai upaya dapat dilakukan salah satunya dengan memberikan tugas untuk membuat karya sastra yaitu menulis puisi.
Keterampilan menulis puisi perlu ditanamkan pada siswa di Sekolah Menengah Pertama, sehingga mereka mempunyai kemampuan untuk mengapresiasikan puisi dengan baik. Mengapresiasikan sebuah puisi bukan hanya ditujukan untuk penghayatan dan pemahaman puisi, melainkan mempertajam kepekaan perasaan, penalaran, serta kepekaan anak terhadap masalah kemanusiaan. Dalam pembelajaran menulis puisi di Sekolah Menengah Pertama masih ditemukan berbagai kendala dan hambatan, hal ini yang berkaitan dengan ketepatan penggunaan model atau media dalam pembelajaran sastra dalam menulis puisi. Demikian pula dengan permasalahan yang timbul dalam proses pembelajaran menulis puisi di kelas VII-A Sekolah Menengah Pertama Negeri ............, selama ini kurang menunjukan kemampuan yang sesungguhnya dimiliki siswa. Penulis menemukan beberapa permasalahan yang timbul dari guru maupun murid. Hal ini diperoleh melalui pengalaman penulis saat melakukan kegiatan PPL di Sekolah Menengah Pertama Negeri ............. ..............
Dalam pembelajaran menulis puisi ini guru hanya membacakan salah satu puisi dalam buku paket, menjelaskan cara tentang menulis puisi, dan menyuruh siswa untuk menuliskan puisi tersebut lalu guru menugaskan siswa untuk membuat sebuah puisi serta membacakannya di depan kelas. Sedangkan siswa tidak diberi rangsangan atau motivasi yang mampu membangkitkan imajinasi siswa dalam memperoleh kata-kata yang tepat. Pastinya pembelajaran tersebut sangat kurang menggembirakan bagi siswa, di sini terkesan tidak adanya aktivitas dan kreatifitas siswa dalam menulis puisi. Ketika penulis memberikan tugas pada siswa untuk menulis puisi dengan kata-kata atau bahasanya sendiri, siswa terlihat kesulitan dalam menyusun kata-kata dengan bahasanya sendiri, hal itu disebabkan karena selama pembelajaran Bahasa Indonesia sebelumnya mereka tidak pernah memperhatikan bahasa yang sesuai dan tepat dalam menuliskan puisi. Download PTK Bahasa Indonesia SMP 
Melihat dari kondisi tersebut, akhirnya penulis mempunyai ide untuk memperbaiki pembelajaran tersebut dengan menggunakan Teknik Permainan Bahasa dalam pembelajaran menulis puisi di kelas VII-A, karena bermain bagi anak¬anak tak ubahnya seperti berkerja bagi orang dewasa. Bermain merupakan kegiatan yang menimbulkan kenikmatan yang akan menjadi rangsangan bagi perilaku lainnya. Waktu untuk anak - anak bermain tidak jauh berbeda dengan waktu untuk bekerja orang dewasa. Usia siswa SMP merupakan usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. Anak-anak merupakan makhluk yang unik sehingga dalam pembelajaran mereka tidak harus merasa terpenjara.

1.2 Identifikasi Masalah
Bidang kajian yang dibahas dalam penelitian ini adalah mengenai media pembelajaran, dengan fokus yang berkaitan pada Penggunaan Teknik Permainan Bahasa Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Siswa di Kelas VII-A Sekolah Menengah Pertama. Contoh ptk Bahasa Indonesia SMP pdf Adapun identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah media pembelajaran yang dapat membangkitkan semangat siswa dalam belajar membuat puisi kurang diterapkan sehingga siswa kurang aktif, tidak kreatif dan kurang termotivasi.

1.3 Batasan Masalah
Sesuai dengan identifikasi masalah yang telah diuraikan diatas, maka batasan masalah dalam penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan atau hasil belajar siswa dalam menulis puisi.

1.4 Rumusan Masalah
Dari batasan masalah diatas maka rumusan masalah penelitian ini adalah “Apakah penggunaan teknik permainan bahasa dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa di kelas VII-A SMPN ............. .............?”

1.5 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan di atas, maka tujuan penelitian (PTK) ini adalah meningkatkan kemampuan menulis puisi dengan menggunakan Teknik Permainan Bahasa di Kelas VII-A SMPN ..............

1.6 Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Manfaat teoritis penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan media Pembelajaran khususnya Teknik Permainan Bahasa dalam meningkatkan hasil pembelajaran Bahasa Indonesia pada kemampuan membuat puisi. 

2 Manfaat Praktis
a. Bagi Siswa
Dari hasil penelitian ini siswa diharapkan memiliki kemampuan menulis puisi dengan baik dan terampil dalam menciptakan karya sastra khususnya puisi.
b. Bagi Guru
Dapat membantu dalam meningkatkan pembelajaran menulis puisi pada siswa di masa yang akan datang, dapat membantu guru untuk menentukan suatu teknik yang kreatif yang dapat menunjang keberhasilan pembelajaran, mampu menarik perhatian dan minat bakat siswa.

c. Bagi Sekolah
Sekolah adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan oleh sebab itulah setelah penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan mutu pendidikan disekolah tersebut. Contoh Proposal PTK Bahasa Indonesia SMP
d. Bagi Peneliti
Menambah wawasan dalam penggunaan Teknik Bermain Bahasa untuk kegiatan pembelajaran menulis puisi serta dapat mengatahui tingkat keberhasilan penggunaan media ini.


CONTOH LENGKAP PTK BAHASA INDONESIA SMP


BAB II
KAJIAN PUSTAKA


2.1 Kajian Teori
2.1.1 Teknik Permainan Bahasa
1. Pengertian Teknik
Teknik dapat diarikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan sesuatu secara spesifik, seperti teknik pembelajaran. Teknik Pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri.

2. Hakikat Permainan
Permainan merupakan alat bagi anak untuk menjelajahi dunia, dari apa yang tidak dikenali sampai apa yang diketahui, dan dari yang tidak dapat diperbuat sampai mampu melakukan. “Bermain merupakan kegiatan yang sangat penting bagi anak seperti halnya kebutuhan terhadap makanan bergizi dan kesehatan untuk pertumbuhannya” (Padmonodewo: 2002). Cohen (1993) juga menganggap bahwa “Bermain merupakan pengalaman belajar”. Download ptk Bahasa Indonesia SMP doc Bermain bagi anak memiliki nilai dan ciri yang penting dalam kemajuan perkembangan kehidupan sehari-hari.
Berkaitan dengan permainan Pellegrini dan Saracho, (1996:3) permainan memiliki sifat sebagai berikut:
a) Permainan dimotivasi secara personal, karena memberin rasa kepuasan.
b) pemain lebih asyik dengan aktivitas permainan (sifatnya spontan) ketimbang pada tujuannya.
c) Aktivitas permainan dapat bersifat non literal.
d) Permainan bersifat bebas dari aturan-aturan yang dipaksakan dari luar, dan aturan-aturan yang ada dapat dimotivasi oleh para pemainnya.
e) Permainan memerlukan keterlibatan aktif dari pihak pemainnya.
Menurut Framberg (dalam Berky, 1995)“Permainan merupakan aktivitas
yang bersifat simbolik, yang menghadirkan kembali realitas dalam bentuk pengandaian misalnya bagaimana jika, atau apakah jika yang penuh makna”. Dalam hal ini permainan dapat menghubungkan pengalaman – pengalaman menyenangkan atau mengasyikkan, bahkan ketika siswa terlibat dalam permainan secara serius dan menegangkan sifat sukarela dan motivasi datang dari dalam diri siswa sendiri secara spontan.

3. Hakikat Bahasa
Hakikat bahasa menurut Alwasilah (1993: 82-89) dijelaskan dalam uraian berikut:
1) Bahasa itu sistematik
Sistematik artinya beraturan atau berpola. Bahasa memiliki sistem bunyi dan sistem makna yang beraturan. Dalam hal bunyi, tidak sembarangan bunyi bisa dipakai sebagai suatu simbol dari suatu rujukan (referent) dalam berbahasa. Bunyi mesti diatur sedemikian rupa sehingga terucapkan. Kata panggilaln tidak mungkin muncul secara alamiah, karena tidak ada vokal di dalamnya. Download Proposal PTK Bahasa Indonesia pdf   Kalimat Pagi ini Faris pergi ke kampus, bisa dimengarti karena polanya sitematis, tetapi kalau diubah menjadi Pagi pergi ini kampus ke Faris tidak bisa dimengarti karena melanggar sistem.
2) Bahasa itu manasuka (Arbitrer)
Manasuka atau arbiter adalah acak , bisa muncul tanpa alasan. Kata-kata (sebagai simbol) dalam bahasa bisa muncul tanpa hubungan logis dengan yang disimbolkannya.
3) Bahasa itu vokal
Vokal dalam hal ini berarti bunyi. Bahasa mewujud dalam bentuk bunyi. Kemajuan teknologi dan perkembangan kecerdasan manusia memang telah melahirkan bahasa dalam wujud tulis, tetapi sistem tulis tidak bisa menggantikan ciri bunyi dalam bahasa. Sistem penulisan hanyalah alat untuk menggambarkan arti di atas kertas, atau media keras lain. Lebih jauh lagi, tulisan berfungsi sebagai pelestari ujaran. Lebih jauh lagi dari itu, tulisan menjadi pelestari kebudayaan manusia. Kebudayaan manusia purba dan manusia terdahulu lainnya bisa kita prediksi karena mereka meninggalkan sesuatu untuk dipelajari. Sesuatu itu antara lain berbentuk tulisan. Realitas yang menunjukkan bahwa bahasa itu vokal mengakibatkan telaah tentang bahasa (linguistik) memiliki cabang kajian telaah bunyi yang disebut dengan istilah fonetik dan fonologi.
4) Bahasa itu simbol
Simbol adalah lambang sesuatu, bahasa juga adalah lambang sesuatu. Titik-titik air yang jatuh dari langit diberi simbol dengan bahasa dengan bunyi tertentu. Bunyi tersebut jika ditulis adalah hujan. Hujan adalah simbol linguistik yang bisa disebut kata untuk melambangkan titik¬titik air yang jatuh dari langit itu. Simbol bisa berupa bunyi, tetapi bisa berupa goresan tinta berupa gambar di atas kertas. Gambar adalah bentuk lain dari simbol. Potensi yang begitu tinggi yang dimiliki bahasa untuk menyimbolkan sesuatu menjadikannya alat yang sangat berharga bagi kehidupan manusia. Tidak terbayangkan bagaimana jadinya jika manusia tidak memiliki bahasa, betapa sulit mengingat dan menkomunikasikan sesuatu kepada orang lain.
5) Bahasa itu mengacu pada dirinya
Sesuatu disebut bahasa jika ia mampu dipakai untuk menganalisis bahasa itu sendiri. Binatang mempunyai bunyi-bunyi sendiri ketika bersama dengan sesamanya, tetapi bunyi-bunyi yang meraka gunakan tidak bisa digunakan untuk membelajari bunyi mereka sendiri. Contoh ptk bahasa indonesia smp kurikulum 2013  Berbeda dengan halnya bunyi-bunyi yang digunakan oleh manusia ketika berkomunikasi. Bunyi-bunyi yang digunakan manusia bisa digunakan untuk menganalisis bunyi itu sendiri. Dalam istilah linguistik, kondisi seperti itu disebut dengan metalaguage, yaitu bahasa bisa dipakai untuk membicarakan bahasa itu sendiri. Linguistik menggunakan bahasa untuk menelaah bahasa secara ilmiah.
6) Bahasa Itu Manusiawi
Bahasa itu manusiawi dalam arti bahwa bahwa itu adalah kekayaan yang hanya dimiliki umat manusia. Manusialah yang berbahasa sedangkan hewan dan tumbuhan tidak. Para ahli biologi telah
membuktikan bahwa berdasarkan sejarah evolusi, sistem komunikasi binatang berbeda dengan sistem komunikasi manusia, sistem komunikasi binatang tidak mengenal ciri bahaya manusia sebagai sistem bunyi dan makna. Perbedaan itu kemudian menjadi pembenaran menamai manusia sebagai homo loquens atau binatang yang mempunyai kemampuan berbahasa. Karena sistem bunyi yang digunakan dalam bahasa manusia itu berpola maka manusia pun disebut homo grammaticus, atau hewan yang bertata bahasa.
7) Bahasa itu komunikasi
Fungsi terpenting dan paling terasa dari bahasa adalah bahasa sebagai alat komunikasi dan interakasi. Bahasa berfungsi sebagai alat memperaret antar manusia dalam komunitasnya, dari komunitas kecil seperti keluarga, sampai komunitas besar seperti negara. Tanpa bahasa tidak mungkin terjadi interaksi harmonis antar manusia, tidak terbayangkan bagaimana bentuk kegiatan sosial antar manusia tanpa bahasa. Komunikasi mencakup makna mengungkapkan dan menerima pesan, caranya bisa dengan berbicara, mendengar, menulis, atau membaca. Komunikasi itu bisa beralangsung dua arah, bisa pula searah. Komunikasi tidak hanya berlangsung antar manusia yang hidup pada satu jaman, komunikasi itu bisa dilakukan antar manusia yang hidup pada jaman yang berbeda, tentu saja meskipun hanya satu arah. Nabi Muhammad SAW telah meninggal pada masa silam, tetapi ajaran¬ajarannya telah berhasil dikomunikasikan kepada umat manusia pada masa sekarang. Contoh ptk Bahasa Indonesia SMP pdf Melalui buku, para pemikir sekarang bisa mengkomunikasikan pikirannya kepada para penerusnya yang akan lahir di masa datang. Itulah bukti bahwa bahasa menjadi jembatan komunikasi antar manusia.

4. Pengertian Teknik Permainan Bahasa
Teknik permainan bahasa termasuk dalam kategori media yang terdiri atas paduan suara dan gerak. Sesuai dengan klasifikasi tersebut, permainan bahasa merupakan kelompok media pembelajaran bahasa. Teknik ini merupakan media yang hampir-hampir tidak memerlukan hardware, akan tetapi memerlukan aktivitas yang harus dilakukan oleh siswa.
Untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan dalam bidang kebahasaan, dapat ditempuh melalui berbagai permainan. Permainan-permaian yang berfungsi untuk melatih keterampilan dalam bidang kebahasaan itulah yang dinamakan permainan bahasa. Dalam kehidupan sehari-hari, permainan semacam itu sudah sering dilakukan. Akan tetapi pada umumnya hanya merupakan kegiatan pengisi waktu luang saja.
Tujuan permainan bahasa menurut Soeparno (1980: 60) yaitu untuk memperoleh kegembiraan dan memperoleh keterampilan tertentu dalam bidang kebahasaan. Apabila ada jenis permainan namun tidak ada keterampilan kebahasaan yang dilatihkan, maka permainan tersebut bukanlah permainan bahasa.
Permainan bahasa adalah suatu bentuk permainan yang sengaja dilakukan dengan melibatkan unsur bahasa. Unsur bahasa dapat mencakup ranah yang mana saja. Permainan bahasa juga meliputi keterampilan berbahasa yang dapat difokuskan ke bidang tertentu. Teknik yang dapat membuat kelas menjadi aktif adalah teknik impact yang menggunakan benda, partisipasi aktif siswa, kursi, dan gerakan.
Berikut ini beberapa permainan bahasa yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran bahasa:
1) Permainan Bahasa MENYIMAK
Tujuan permainan ini adalah pengembangan keterampilan menyimak anak. Beberapa bentuknya antara lain: Dengar-Ucap; Dengar-Tiru; Dengar-Gaya; Pesan Berantai; Dengar Cerita.
2) Permainan Bahasa BERBICARA
Tujuan permainan ini adalah pengembangan keterampilan berbicara anak untuk mengucapkan kata dan menyusun kalimat secara lebih tepat. Download ptk Bahasa Indonesia SMP doc Contohnya: Aku minta, Aku Tanya, Cerita berpasangan, Tebak aku, Main Peran/Sosiodrama.
3) Permainan Bahasa MEMBACA
Tujuan permainan ini adalah pengembangan keterampilan membaca anak. Contohnya: Tebak Huruf; Pancing Huruf; Aku Tahu.
4) Permainan Bahasa MENULIS
Tujuan permainan ini adalah pengembangan keterampilan menulis, tetapi masih sangat terbatas. Misalnya: Tebak Huruf, Cetak Huruf.

Ada beberapa faktor-faktor yang menentukan permainan bahasa adalah sebagai berikut:
1) Situasi dan Kondisi
Sebenarnya dalam situasi apapun dan dalam kondisi apapun permainan bahasa dapat saja dilakukan. Akan tetapi agar berdayaguna tinggi, hendaknya pelaksanaan permainan bahasa tersebut selalu memperhatikan faktor situasi dan kondisi.
2) Peraturan Permainan
Setiap permainan mempunyai aturan masing-masing. Peraturan tersebut hendaknya jelas dan tegas serta mengatur langkah-langkah permainan yang harus ditempuh maupun cara menilainya. Apabila aturan kurang jelas dan tegas, maka tidak mustahil akan menimbulkan kericuhan di dalam kelas. Setiap pemain harus memahami, menyetujui, dan mentaati benar-benar peraturan itu. Guru sebagai pemimpin permainan mempunyai kewajiban untuk menjelaskan peraturan-peraturan yang harus ditaati sebelum permainan dilaksanakan.
3) Permainan
Terkait ketentuan dengan pemain, permainan dapat berjalan dengan baik, jika para pemain, dalam hal ini siswa, mempunyai sportivitas yang tinggi. Selain itu, keseriusan, kekuatan, dan keterlibatan aktif pemain juga sangat dibutuhkan agar permainan dapat berjalan dengan baik. 
4) Peminpin Permainan atau Wasit
Pemimpin permainan atau wasit, dalam hal ini guru, harus mempunyai wibawa, tegas, adil, serta dapat memutuskan permasalahan dengan cepat, serta menguasai ketentuan permainan dengan baik. Contoh Proposal PTK Bahasa Indonesia SMP Selain guru, wasit dalam sebuah permainan dapat juga dipilih dari perwakilan siswa yang dianggap mampu.

Beberapa kelebihan dan kekurangan pada penggunaan teknik permainan bahasa yaitu sebagai berikut:
1) Kelebihan teknik permainan bahasa
Adapun kelebihan dari permainan bahasa di antaranya adalah sebagai berikut: (1) Permainan bahasa merupakan salah satu media pembelajaran yang berkadar CBSA tinggi. (2) Dapat mengurangi kebosanan siswa dalam proses pembelajaran di kelas. (3) Dengan adanya kompetisi antarsiswa, dapat menumbuhkan semangat siswa untuk lebih maju. (4) Permainan bahasa dapat membina hubungan kelompok dan mengembangkan kompetensi sosial siswa. (5) Materi yang dikomunikasikan akan mngesankan di hati siswa sehingga pengalaman keterampilan yang dilatihkan sukar dilupakan.
2) Kekurangan teknik permainan bahasa
Ada juga kekurangan dalam pelaksanaan permainan bahasa, diantaranya adalah sebagai berikut:  (1) Jumlah siswa yang terlalu besar menyebabkan kesukaran untuk melibatkan semua siswa dalam permainan. (2) Pelaksanaan permainan bahasa biasanya diikuti gelak tawa dan sorak sorai siswa, sehingga dapat menganggu pelaksanaan pembelajaran di kelas yang lain. (3) Tidak semua materi dapat dikomunikasikan melalui permainan bahasa. (4) Permainan bahasa pada umumnya belum dianggap sebagai program pembelajaran bahasa, melainkan hanya sebagai selingan saja.

2.1.2 Kemampuan Menulis Puisi
Kemampuan menulis merupakan sebuah frasa yang berasal dari dua kata yakni kemampuan dan menulis. Kedua kata tersebut jelas memiliki makna tersendiri tanpa ada kaitan sama sekali. Akan tetapi, ketika kedua kata tersebut menjadi satu kesatuan maka menimbulkan makna yang sedikit banyaknya menjadi saling berhubungan dan berkaitan.
1. Pengertian Kemampuan
Dalam KBBI (2005:707) kemampuan diartikan sebagai kesanggupan; kecakapan. Hal ini berarti bahwa kemampuan seseorang dalam mengerjakan sesuatu merupakan kecakapan orang tersebut dalam mengerjakan hal tersebut.
2. Pengertian Menulis
Menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa. Dalam pembagian kemampuan berbahasa, menulis selalu diletakkan paling akhir setelah kemampuan menyimak, berbicara, dan membaca. Meskipun selalu ditulis paling akhir, bukan berarti menulis merupakan kemampuan yang tidak penting. Dalam menulis semua unsur keterampilan berbahasa harus dikonsentrasikan secara penuh agar mendapat hasil yang benar-benar baik. Tarigan (2008:3) mengemukakan bahwa menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Download ptk Bahasa Indonesia SMP doc Selain itu, ia juga mengemukakan bahwa menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Sementara itu, Lado dalam ahmadi (1990:28) mengemukakan bahwa menulis adalah meletakan atau mengatur simbol – simbol grafis yang menyatakan pemahaman suatu bahasa sedemikian rupa sehingga orang lain dapat membaca simbol – simbol grafis itu sebagai bagian penyajian satuan – satuan ekspresi bahasa. Tarigan (2008:3) menyimpulkan bahwa menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Dalam KBBI (2005:1219) secara singkat menulis berarti (1) membuat huruf atau angka dan sebagainya dengan menggunakan pena, pensil, kapur, dan sebagainya; (2) melahirkan pikiran atau perasaan seperti mengarang dan membuat surat dengan tulisan; (3) menggambar; (4) membatik.

Berdasarkan pengertian – pengertian tersebut, maka dapat ditarik simpulan mengenai menulis yakni menulis sebagai suatu kegiatan komunikasi atau penyampaian pikiran dan perasaan secara tidak langsung yaitu dengan cara membuat huruf atau angka yang bertujuan untuk dibaca oleh orang lain atau pembaca.
Menulis yang merupakan suatu kegiatan ini jelas bukanlah sekedar penguasaan materi atau teori tentang menulis itu sendiri. Akan tetapi, menulis merupakan sebuah keterampilan dan kemampuan dalam mengimplementasikan ide kedalam sebuah tulisan. 
Henry Guntur Tarigan (1986: 15) menyatakan bahwa “menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai”. Menurut Djago Tarigan dalam Elina Syarif, Zulkarnaini, Sumarno (2009: 5) “menulis berarti mengekpresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan”. Lado dalam Elina Syarif, Zulkarnaini, Sumarno (2009: 5) juga mengungkapkan pendapatnya mengenai menulis yaitu: “meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang dimengerti orang lain”. Menulis dapat dianggap sebagai suatu proses maupun suatu hasil. Menulis merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk menghasilkan sebuah tulisan. Menurut Heaton dalam St. Y. Slamet (2008: 141) “menulis merupakan keterampilan yang sukar dan kompleks”. Menurut Gebhardt dan Dawn Rodrigues (1989: 1) “writing is one of the most important things you do in college”. Menulis merupakan salah satu hal paling penting yang kamu lakukan di sekolah. Kemampuan menulis yang baik memegang peranan yang penting dalam kesuksesan, baik itu menulis laporan, proposal atau tugas di sekolah. Pengertian menulis diungkapkan juga oleh Barli Bram (2002: 7) “in principle, to write means to try to produce or reproduce writen message”. Barli Bram mengartikan menulis sebagai suatu usaha untuk membuat atau mereka ulang tulisan yang sudah ada. Menurut Eric Gould, Robert Di Yanni, dan William Smith (1989: 18) menyebutkan “writing is a creative act, the act of writing is creative because its requires to interpret or make sense of something: a experience, a text, an event”. Menulis adalah perilaku kreatif, perilaku menulis kreatif karena membutuhkan pemahaman atau merasakan sesuatu: sebuah pengalaman, tulisan, peristiwa. M. Atar Semi (2007: 14) dalam bukunya mengungkapkan pengertian menulis adalah “suatu proses kreatif memindahkan gagasan ke dalam lambang-lambang tulisan”. Burhan Nurgiantoro (1988: 273) menyatakan bahwa “menulis adalah aktivitas aktif produktif, yaitu aktivitas menghasilkan bahasa”.
Menulis menurut McCrimmon dalam St. Y. Slamet (2008: 141) “merupakan kegiatan menggali pikiran dan perasaan mengenai suatu subjek, memilih hal-hal yang akan ditulis, menentukan cara menuliskannya sehingga pembaca dapat memahaminya dengan mudah dan jelas”. St. Y. Slamet (2008: 72) sendiri mengemukakan pendapatnya tentang menulis yaitu “kegiatan yang memerlukan kemampuan yang bersifat kompleks”. Download Proposal PTK Bahasa Indonesia pdf
  
Tujuan, manfaat, dan proses yang dilakukan seseorang dalam kegiata menulis adalah sebagai berikut:
1) Tujuan Menulis
Semulia-mulianya orang menulis adalah demi tercapainya kehidupan yang lebih baik bagi seisi dunia. Jurnal ilmiah, karangan populer, fiksi, atau roman picisan sekali pun, ditulis dengan tujuan supaya manusia, setidak-tidaknya terinspirasi dan tergerakkan. Orang boleh saja menulis tanpa tujuan, tetapi lazimnya orang menulis guna mencapai tujuan tertentu, seperti:
a) Memberi (Menjual) Informasi
Sebagian besar tulisan dihasilkan dengan tujuan memberi (baca:menjual) informasi, bila hasil karya tulis tersebut diperjualbelikan. Pada sisi positif lain, tulisan juga bersifat memperkenalkan atau mempromosikan sesuatu, termasuk suatu kejadian (berita) atau tempat (pariwisata).
b) Mencerahkan Jiwa
Bacaan sudah menjadi salah satu kebutuhan manusia modern, sehingga karya tulis selain sebagai komoditi juga layak dipandang sebagai salah satu sarana pencerahan pikiran dan jiwa.
c) Mengabadikan Sejarah
Sejarah yang terjadi pada masa sekarang harus dituliskan agar abadi hingga masa mendatang.
d) Ekspresi Diri
Tulisan juga merupakan sarana mengekspresikan diri, baik bagi perorangan maupun kelompok.
e) Mengedepankan Idealisme
Idealisme umumnya dituangkan dalam bentuk tertulis supaya memiliki daya sebar lebih cepat dan merata. Download PTK Bahasa Indonesia SMP 
f) Mengemukakan Opini dan Teori
Buah pikiran pun hampir selalu diabadikan dalam bentuk tulisan.
g) Menghibur
Baik temanya humor maupun bukan, tulisan umumnya juga bersifat "menghibur".
2) Manfaat Menulis
Menurut James W Pennebaker, Ph.D. “Professor of Psychology” dari University of Texas dan penulis buku Opening Up: “The Healing Power of Expressing Emotions”. Kondisi mental orang-orang yang terbiasa mengekspresikan emosi dengan menulis, lebih stabil dibandingkan orang¬orang yang tidak biasa menulis. Beberapa manfaat menulis yaitu:
a) Membantu menemukan jalan hidup.
Harvard Business School pernah melakukan penelitian tentang hubungan antara memiliki cita-cita dan menuangkannya dalam bentuk tulisan, dengan pencapaian cita-cita tersebut. Hasilnya, sebagian besar responden (84%), ternyata tidak punya cita-cita. 13% punya cita-cita tapi tidak menuliskannya. Dan hanya segelintir orang, yaitu 3%, yang punya cita-cita dan menuliskannya. Setelah 1 tahun, seluruh responden itu dicek lagi perkembangannya. Ternyata, 13% orang yang punya cita-cita tapi tidak menuliskannya, memiliki penghasilan 2 kali lipat dibandingkan 84% orang yang tidak punya cita-cita. Dan, ini yang penting, 3% orang yang punya cita-cita dan menuliskannya, memiliki penghasilan 10 kali lipat dibandingkan 97% orang sisanya.
b) Menjaga semangat dan komitmen.
Setiap tulisan yang kita buat akan mengingatkan pada komitmen–komitmen yang telah kita buat, dan itu adalah obat yang sangat baik untuk membangkitkan semangat yang kerap kali pudar.
c) Mencari dan memperkaya inspirasi.
Menulis tentang sesuatu akan mendorong kita untuk mencari hal-hal yang akan memperkuat materi penulisan, googling/searching akan segera menjadi kata yang akrab bagi orang yang hobi menulis, atau minta pendapat dari orang lain yang lebih ahli. Download ptk Bahasa Indonesia SMP doc 
d) Mendatangkan passive income.
Tulisan yang baik sangat bisa dijadikan buku, dan diterbitkan, dan dijual.
e) Meningkatkan kreativitas.
Menulis yang rutin dan sinambung, lama – kelamaan akan mendorong kita untuk terus menggali lebih dalam bagaimana cara menulis yang baik, penyampaian yang sistematis, dan gaya penulisan yang menarik.
f) Menyimpan memori.
Rasanya, ini adalah salah satu “tujuan utama” sebagian orang menulis, baik itu buku harian ataupun blog harian. Terlalu banyak kisah hidup dan aktivitas keseharian yang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja, tanpa dibungkus dalam album yang setiap saat bisa dibuka – buka kembali. Mau itu kisah suka, mau itu duka, akhirnya pasti akan membuat kita tersenyum ketika membacanya kembali.

3) Proses Menulis
Belajar Bahasa Indonesia berarti harus belajar mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Menulis adalah sebuah keterampilan berbahasa yang terpadu, yang ditujukan untuk menghasilkan sesuatu yang disebut tulisan. Sekurang-kurangnya, ada tiga komponen yang tergabung dalam perbuatan menulis, yaitu: (1) Penguasaan bahasa tulis, yang akan berfungsi sebagai media tulisan, meliputi kosakata, struktur kalimat, paragraf, ejaan, pragmatik, dan sebagainya. (2) Penguasaan isi karangan sesuai dengan topik yang akan ditulis. (3) Penguasaan tentang jenis-jenis tulisan, yaitu bagaimana merangkai isi tulisan dengan menggunakan bahasa tulis sehingga membentuk sebuah komposisi yang diinginkan, seperti esai, artikel, cerita pendek, makalah, dan sebagainya.
3. Pengertian Puisi
Pengertian puisi secara etimologi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti “membuat” atau poeisis yang berarti “pembuatan”. Download ptk Bahasa Indonesia SMP doc Dalam bahasa Inggris disebut sebagai poem atau poetry. Puisi berarti pembuatan, karena dengan menulis puisi berarti telah menciptakan sebuah dunia. (Sutedjo dan Kasnadi, 2008:1) menyatakan Pengertian puisi, maka menyiratkan beberapa hal yang penting yaitu: (1) Puisi merupakan ungkapan pemikiran, gagasan ide, dan ekspresi penyair. Download Proposal PTK Bahasa Indonesia pdf  (2) Bahasa puisi bersifat konotatif, simbolis, dan lambang. Oleh karena itu puisi penuh dengan imaji, metafora, kias, dengan bahasa figuratif yang estetis. (3) Susunan larik-larik puisi memanfaatkan pertimbangan bunyi dan rima yang maksimal. (4) Dalam penulisan puisi terjadi pemadatan kata dengan berbagai bentuk kekuatan bahasa yang ada. (5) Unsur pembangun puisi mencakup unsur batin dan lahir, sehingga menjadi padu. (6) Bahasa puisi tidak terikat oleh kaidah kebahasaan umumnya, karena itu, ia memiliki kebebasan untuk menyimpang dari kaidah kebahasaan yang ada, bernama licentia poetica.
Puisi memiliki jenis – jenis dan unsur – unsur yang terkandung di dalamya yaitu sebagai beriut:
1) Jenis – Jenis Puisi
Ada beebagai macam jenis puisi yang ditulis para penyair Indonesia. Karya sastra tidak bersifat otonom. Dalam memahami makna karya sastra, kita mengacu pada beberapa hal yang erat hubungannya dengan puisi tersebut. Dalam pemahaman puisi, hal yang dipandang erat hubungannya adalah jenis puisi itu sendiri dan sudut pandang penyair. Sebenarnya ada banyak sekali macam-macam puisi, dan bagaimana penyair dalam menyampaikan inspirasinya, serta bagaimana menafsirkan makna puisi dengan mudah. Sehingga mudah mengklasifikasikan, termasuk jenis puisi apakah yang kita ciptakan.
W.H. Hudson menyatakan “adanya puisi sebyektif dan puisi obyektif” (1959:96). Cleanth Brooks menyebut “adanya puisi naratif dan puisi deskriptif” (1979:335-356). David Daiches menyebut “adanya puisi fisik, platonic, dan metafisik” (1948:145). X.J. Kennedy menyebut adanya “puisi konkret dan balada” (1071:116-226). Dalam kumpulan puisi Rendra, kita mengenal judul-judul: balada, romansa, stanza, serenada, dan sebagainya. Contoh ptk bahasa indonesia smp kurikulum 2013 Ada juga parable atau alegori. Sedangkan istilah ode, himne, puisi kamar, dan puisi auditorium juga sering kita jumpai.
2) Unsur-Unsur Puisi
Puisi merupakan hasil kepaduan beberapa unsur penyusun yang membuat karya tersebut disebut puisi. Menurut Waluyo (1991:4) “puisi dibangun oleh dua unsur pokok yaitu:
a) Struktur Fisik Puisi
Struktur fisik puisi atau struktur kebahasaan puisi disebut juga metode puisi. Medium pengucapan maksud yang hendak disampaikan penyair adalah bahasa yang di dalamnya mencakup diksi, pengimajian, kata konkret, bahasa figurative atau kiasan, verifikasi atau rima dan irama, dan tipografi.
b) Struktur Batin Puisi
Menurut Waluyo dalam Jabrohim dkk (2003:65) “struktur batin mencakup tema, perasaan penyair, nada atau sikap penyair terhadap pembaca, dan amanat.”
4.   Pengertian Kemampuan Menulis
Berasarkan penjelasan diatas, kemampuan menulis diartikan sebagai kecakapan melakukan suatu kegiatan komunikasi atau penyampaian pikiran dan perasaan secara tidak langsung yaitu dengan cara membuat huruf atau angka yang bertujuan untuk dibaca oleh pembaca.
2.2 Kerangka Berpikir
Sebagaimana telah dijelaskan dalam latar belakang masalah dan identifikasi masalah, teknik pembelajaran merupakan sarana interaksi guru dan siswa di dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian yang perlu diperhatikan adalah ketepatan dalam memilih bergagai sarana tersebut. Dalam penelitian ini, teknik pembelajaran adalah sarana interaksi guru dan siswa yang dipilih. Karena dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam kegiatan menulis puisi, siswa harus mengalami pembelajaran yang menyenangkan agar pembelajaran tersebut tidak menimbulkan suasana yang membosankan bagi siswa. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menulis puisi siswa juga harus memiliki kosa kata yang luas, yang kemudian dapat dengan mudah disusun menjadi sebuah puisi yang baik dengan menggunakan bahasa mereka sendiri. Contoh ptk Bahasa Indonesia SMP pdf Oleh karena itu teknik pmbelajaran yang diangkat dalam penelitian ini adalah teknik bermain bahasa yang mampu meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa.
Permainan bahasa adalah suatu bentuk permainan yang sengaja dilakukan dengan melibatkan unsur bahasa. Unsur bahasa dapat mencakup ranah yang mana saja. Permainan bahasa juga meliputi keterampilan berbahasa yang dapat difokuskan ke bidang tertentu. Teknik yang dapat membuat kelas menjadi aktif adalah teknik impact yang menggunakan benda, partisipasi aktif siswa, kursi, dan gerakan. Tujuan permainan bahasa menurut Soeparno (1980: 60) yaitu untuk memperoleh kegembiraan dan memperoleh keterampilan tertentu dalam bidang kebahasaan. Apabila ada jenis permainan namun tidak ada keterampilan kebahasaan yang dilatihkan, maka permainan tersebut bukanlah permainan bahasa. Gagasan penggunaan teknik permainan bahasa oleh peneliti dapat digambarkan dalam bentuk bagan sebagi berikut:
 

2.3 Hipotesa Tindakan Kelas
Berdasarkan uraian dari kerangka berpikir diatas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah “Dengan penggunaan teknik permainan bahasa maka kemampuan menulis puisi siswa kelas VII-A SMPN .................. akan meningkat”.

PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAHASA INDONESIA SMP


BAB III
METODE PENELITIAN


3.2. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian
3.2.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanankan untuk memecahkan suatu masalah yang ditimbulkan, kemudian adanya upaya perbaikan yang dilakukan untuk suatu peningkatan hasil belajar siswa.
Mcniff 1992, dalam Harun Rasyid dkk (2009: 7) dengan tegas mengatakan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru sendiri yang hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk pengembangan dan perbaikan pembelajaran. Download ptk Bahasa Indonesia SMP doc
Rustam dan Mundiarto 2004, dalam Harun Rasyid dkk (2009: 9) mendefinisikan penelitian tindakan kelas adalah sebuah penelitian yang dilakukan guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipasif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.
Berdasarkan dua pernyataan diatas maka penelitian tindakan kelas merupakan tindakan penelitian terhadap praktik pembelajaran yang dilakukan dikelas dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi, memperbaiki kinerja guru, dan memecahkan suatu permasalahan yang ditemukan dikelas. Dengan penelitian tindadakan kelas guru dapat merefleksikan hasilnya dan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki pembelajaran. Penelitian tindakan kelas juga adanya kolaborasi dalam pelaksanaannya baik antara guru dan sekolah, guru dan dosen maupun mahasiswa dan guru, sehingga adanya partisipasi ini diharapkan mampu memperbaiki permasalahan dalam pembelajaran.

3.2.2. Populasi Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-A SMPN ........ ........ yang berjumlah 44 siswa.
3.2.3. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII-A SMPN ........ ........ yang berjumlah 44 siswa.
3.2.4. Tempat dan Waktu Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti mengambil lokasi di SMP Negeri ........ ........ beralamatkan di Jln. .............., ......... Status SMP ........ ........ sampai sekarang berstatus Negeri sesuai dengan No. SK Pendirian/Tahun : 421.2/008385/97 Tgl 29-12-1997 yang berdiri di atas tanah seluas 2625 m2, cabang Dinas Pendidikan Kecamatan ............Kota ......... Kelas yang digunakan adalah kelas VII-A dengan jumlah siswa sebanyak 44 anak. Download Proposal PTK Bahasa Indonesia pdf   Dengan beberapa pertimbangan dan alasan, peneliti menentukan penggunakan waktu penelitian selama pertengahan bulan Maret hingga pertengahan bulan April pada semester II Tahun Ajaran 2011/2012.
3.3. Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan oleh peneliti dalam melakukan penelitian tindakan kelas ini adalah variabel bebas dan variabel terikat.
Variabel bebas (X) : Teknik Permainan Bahasa.
Variabel terikat (Y) : Kemampuan Menulis Puisi.
3.4. Rencana Tindakan
Model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan model Kemmis dan McTaggart. Menurut Kemmis dan McTaggart dalam Suharsimi Arikunto (2006:84) “pelaksanaan tindakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) meliputi empat alur (langkah): (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi; dan (4) refleksi”.
 
Gambar 3.1. PTK Model Kemmis dan McTaggart 

Gambar 3.1 menunjukan bahwa:
a. Sebelum peneliti melaksanakan tindakan, terlebih dahulu harus dilrencanakan secara seksama jenis tindakan yang akan dilakukan.
b. Setelah rencana disusun secara matang, barulah tindakan itu dilakukan.
c. Bersamaan dengan dilaksanakan tindakan, peneliti mengamati proses pelaksanaan tindakan itu sendiri dan akibat yang ditimbulkannya.
d. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, peneliti kemudian melakukan refleksi menunjukan perlunya dilakukan perbaikan atas tindakan yang dilakukan, maka rencana tindakan perlu disempurnakan lagi agar tindakan yang dilaksanakan berikutnya tidak sekedar mengulang apa yang telah diperbuat sebelumnya. Download PTK Bahasa Indonesia SMP  Demikian seterusnya sampai masalah yang diteliti dapat diselesaikan secara optimal.
3.3.1 Siklus I
1. Perencanaan atau Persiapan (Planing)
a) Menentukan lokasi SMP yang akan dijadikan sebagai tempat penelitian.
b) Menentukan permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian tindakan kelas (PTK).
c) Menyusun lembar observasi.
d) Menyampaikan ide yang terkandung dalam penelitian kepada kepala sekolah tempat dilaksanakannya penelitian.
e) Observasi.
2. Tindakan (Action)
a) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
b) Guru melakukan tanya jawab materi yang akan disampaikan.
c) Guru menyampaikan materi menulis puisi pada pembelajaran Bahasa Indonesia
dengan menggunakan media teknik Permainan Bahasa dan siswa sebagai pusat
pembelajaran.
3. Guru memberikan tugas individu.
a) Pengamatan (Observing)
b) Melakukan pengamatan dengan menggunakan format observasi yang sudah disiapkan.
c)    Menilai hasil belajar menggunakan instrument tes.
4. Refleksi
a) Mengumpulkan data
b) Menganalisis data
c) Observasi hasil data
d) Menyampaikan hasil evaluasi tindakan.
Hasil penelitian apabila ada peningkatan kemampuan siswa dalam menulis puisi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dikelas VII-A maka tidak dilakukan tindakan berikutnya (siklus II), namun jika hasil tindakan belum menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis puisi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia, maka akan dilakukan tindakan selanjutnya. Download Proposal PTK Bahasa Indonesia pdf 

3.3.2 Siklus II
1. Perencanaan
a) Mengidentifikasi masalah yang muncul pada siklus I
b) Mengembangkan program siklus II
2. Tindakan
Pelaksanaan program tindakan kedua yang mengacu pada identifikasi masalah yang muncul pada siklus I sesuai dengan alternatif pemecahan masalah yang sudah ditentukan. Pada dasarnya tindakan peneliti pada siklus II hampir sama dengan tindakan pada siklus I. Namun, tindakan pada siklus II lebih menekankan pada kualitas tindakan diantaranya:
a) Penggunaan media Teknik pembelajaran lebih dikembangkan.
b) Frekuensi bimbingan lebih ditingkatkan.
c) Menggunakan media dan alat peraga sebagai pendukung agar kegiatan belajara lebih variatif.
3. Pengamatan
Mengetahui keefektifan pembelajaran pada siklus I peneliti melakukan observasi, baik terhadap proses maupun hasil. Observasi terhadap proses dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan dengan obyek pengamatan adalah aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
4. Refleksi
a) Membahas hasil evaluasi pada siklus II.
b) Mengadakan diskusi tentang hasil tindakan pada siklus II. Pada tahap refleksi, peneliti bersama guru melihat kembali apa yang telah dilakukan kemudian mendiskusikan dan mengevaluasi apa yang sudah berhasil dilakukan dalam melakukan tindakan untuk dipertahankan, serta memperbaiki kekurangan pada siklus selanjutnya.
3.5. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Data dalam penelitian tindakan kelas dikumpulkan dengan cara observasi, teknik tes. Teknik tes digunakan untuk mengukur kemajuan belajar siswa dalam bentuk nilai hasil belajar. Download ptk Bahasa Indonesia SMP doc Sedangkan observasi digunakan untuk merekam aktivitas siswa dalam pembelajaran maupun untuk mengetahui kemajuan proses pembelajaran.
Tabel 3.1
Kegiatan Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Menulis Puisi

3.6. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif, diperoleh dari hasil Siklus I dan hasil siklus II. Data yang diperoleh berupa angka (kuantitatif) ditafsirkan dalam pengertian kalimat (kualitatif).Teknik kualitatif digunakan untuk menggambarkan aktivitas guru dalam mengajar dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan teknik kuantitatif digunakan untuk menganalisis pencapaian hasil belajar siswa. Download Proposal PTK Bahasa Indonesia pdf  Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif untuk setiap siklus.

3.7 Indikator Kinerja
a) KKM puisi yang dibuat siswa adalah 60.
b) Persentase nilai ketuntasan minimal mencapai 75% dari keseluruhan siswa (44 anak) di kelas VII-A mampu membuat puisi dengan bahasa mereka sendiri dengan ketentuan mencapai KKM atau lebih.

CONTOH PROPOSAL PTK BAHASA INDONESIA SMP KELAS VII


DAFTAR PUSTAKA



Hudson, William. H. (1965). An Introduction to The Study of Literature.
James W Pennebaker, Ph.D.Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotions. Texas.
Kemmis. S. dan Mc. Taggart, R. 1990. The Action Research Reader. Third Edition. Victoria: Deakin University Press.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (1990). Depdikbud: Balai Pustaka.
Mcniff 1992,(dalam Harun Rasyid dkk 2009: 7)
Rustam dan Mundiarto 2004,(dalam Harun Rasyid dkk 2009: 9)
Soeparno. 1980. Media Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi IKIP Yogyakarta.
Sutedjo, Kasnadi. 2008. Menulis Kreatif; Kiat Cepat Menulis Puisi dan Cerpen. Yogyakarta: Nadi Pustaka
Tarigan, Henry Guntur, 1986. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Penerbit Angkasa.
Waluyo, Herman J. 1991. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.


Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH PTK SMP BAHASA INDONESIA KELAS VII TERBARU

Postingan terkait: