CONTOH PTK IPS SD KELAS VI PETA

CONTOH PTK IPS SD KELAS VI PETA-Latar belakang masalah, UU-RI No. 20/2003, menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional antara lain menjadikan manusia yang cakap dan kreatif. Untuk itu pembelajaran memegang peranan penting yang menuntut guru mewujudkannya, melalui penciptaan situasi interaksi yang edukatif, antara lain dengan memanfaatkan sumber belajar, agar kompetensi siswa yang diharapkan dapat tercapai secara optimal. Contoh ptk ips sd pdf Untuk itu, dalam menerapkan konsep-konsep dasar dalam pembelajaran, guru perlu memilih sumber belajar yang tepat melalui penggunaan peta.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah peningkatan hasil belajar IPS dapat diupayakan melalui penggunaan peta bagi siswa Kelas VI SD Negeri ............ ............ ............ semester I tahun 2011- 2012.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Model PTK yang digunakan adalah model spiral dari Kemmis, S. dan Mc Taggart, R dengan menggunakan dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 tahap yakni perencanaan, implementasi tindakan dan observasi, refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SDN ............ ............ sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes dan teknik non tes yang meliputi teknik observasi dan teknik angket. Adapun instrumen penelitiannya dengan menggunakan butir-butir soal, lembar observasi dan angket. Teknik analisis yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif yang meliputi jumlah, mean, skor minimal-maksimal, persentase dan grafik/diagram.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar IPS dengan menggunakan peta. Hal ini terlihat pada besarnya prosentase ketuntasan belajar dari kondisi awal 33,33%, naik menjadi 62,50% pada siklus I, dan naik lagi menjadi 81,66% pada siklus II. Kenaikan ketuntasan ini signifikan karena kenaikan dari kondisi awal ke siklus I sebesar 29,17 %. Di lihat dari rata-rata kelas, juga terjadi kenaikan yakni rata-rata kelas pada kondisi awal 57,92, pada siklus I naik menjadi 69. Ini berarti terjadi kenaikan sebesar 11,08 atau 19,13 % . Sedangkan rata-rata kelas pada siklus II naik menjadi 81,66. Download ptk ips kelas 6 Ini juga terjadi kenaikan sebesar 12,66 atau 18,35 %. Di lihat dari skor minimal terjadi kenaikan skor yakni pada kondisi awal skor minimalnya 25, naik menjadi 40 pada siklus I, dan 50 pada siklus II. Di lihat dari skor maksimal terjadi kenaikan skor pada kondisi awal 90 menjadi 100 baik pada siklus I maupun siklus II.
Berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa dalam pembelajaran IPS, hendaknya guru menggunakan peta, untuk membantu siswa mencapai kompetensi yang diharapkan, sehingga manusia yang utuh baik aspek kognitif, afektif dan psikomotor dapat tercapai.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPS SD yang diberi judul "
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN 
SOSIAL (IPS) MELALUI PENGGUNAAN PETA BAGI SISWA 
KELAS VI SDN ............ ............ SEMESTER I 
TAHUN 2011-2012
". Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPS KELAS 6 SD lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK 015 SD).


DOWNLOAD PTK IPS SD KELAS 6

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa: bahwa “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, upaya yang dilaksanakan melalui pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, guru memegang peranan penting yang menuntut guru mewujudkan tujuan pendidikan tersebut, sehingga tidak dapat ditawar lagi, kalau guru harus mengaktualisasikan kompetensinya secara profesional. Salah satu bentuk aktualisasi kompetensi guru nampak pada penciptaan pembelajaran dengan menumbuhkan situasi interaksi yang edukatif. Contoh ptk ips sd pdf Upaya ini dapat dilakukan antara lain dengan memanfaatkan sumber belajar yang relevan dengan kompetensi siswa yang akan dicapai. Untuk itu, dalam menerapkan konsep-konsep dasar dalam pembelajaran, guru perlu memilih sumber belajar yang tepat dan relevan melalui penggunaan peta.
Peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan kemampuan peserta didk dalam menguasai materi pelajaran yang diberikan oleh pendidik sangat dipengaruhi oleh sumber belajar yang digunakan. Sumber belajar yang dipergunakan dalam pendekatan pembelajaran yang secara luas diterima diseluruh dunia sebagai praktik terbaik (best practice) adalah Pendekatan Pembelajaran Aktif (DBE2-USAID, 2010). Pendekatan ini didasarkan pada prinsip bahwa cara belajar terbaik bagi peserta didik adalah dengan melakukan, dengan mengeksplorasi lingkungannya yang terdiri atas orang, hal, tempat dan kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari peserta didik (pembelajaran kontekstual). Selain itu, peserta didik belajar dari pengalaman langsung dan konkrit seperti, menulis, menanam bunga, mengukur benda, membaca buku, melihat/menyimak gambar, menggunakan peta atau membuat peta dan melakukan evaluasi atau penilaian. Keterlibatan aktif dengan benda dan gagasan ini mendorong peserta didik aktif berfikir untuk mendapatkan pengetahuan baru dan memadukannya denga pengetahuan yang sudah dimilikinya. Keterlibatan aktif dengan lingkungan sosial dan fisik serta gagasan yang berkait dengan kehidupan nyata akan mendorong mahasiswa aktif berfikir untuk mendapatkan pengetahuan baru dan memadukannya dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya. Untuk memfasilitasi pembelajaran aktif, guru harus menggunakan berbagai strategi yang aktif dan kontekstual, dengan melibatkan pembelajaran bersama (cooperative learning) dan mengakomodasi perbedaan jender dan gaya belajar masing-masing peserta didik. Hal tersebut bermanfaat untuk memaksimalkan kemampuan pembelajar dalam memahami hal baru dan dapat menggunakan informasi baru tersebut dalam kehidupan mereka sehari¬hari. Pembelajaran aktif juga dapat mengangkat tingkat pembelajaran dari ketrampilan berfikir tingkat rendah (pengmatan, menghafal, dan mengingat informasi, pengetahuan akan gagasan umum yakni tentang apa, dimana dan kapan) hingga keterampilan berfikir tingkat yang lebih tinggi (memecahkan masalah, analisis, sintesis, evaluasi yakni tentang bagaimana dan mengapa). Dengan demikian proses pembelajaran menjadi bermakna dan memiliki peranan yang sangat penting.
Pada umumnya, pembelajaran IPS oleh guru dianggap sebagai ilmu yang banyak menghafal. Hal ini menular pada peserta didik, sehingga dalam pembelajaran IPS sering dijumpai adanya siswa yang kurang mengikuti aktifitas-aktifitas yang harus dilakukan oleh siswa, siswa tidak merespon apa yang dikatakan oleh guru. Lebih parah dari itu, guru sering membuat soal yang menuntut taraf berfikir tingkat rendah seperti soal-soal pengetahuan dan pemahaman, jarang soal-soal yang menuntut berfikir tingkat tinggi dilakukan oleh guru. Inilah salah satu yang menyebabkan siswa menjadi tidak senang terhadap pembelajaran IPS. Hal ini nampak pada prestasi belajar siswa Kelas VI SD Negeri .............. .............. pada semester I Tahun 2011/2012, berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 72. Padahal salah satu kompetensi dasar IPS pada semester tersebut adalah membandingkan kenampakan alam dan keadaan sosial Negara-negara Tetangga. Download ptk ips kelas 6 word Untuk mencapai kompetensi membandingkan, perlu pembelajaran didesain dengan mengaktifkan siswa dengan menggunakan peta.
Mendasarkan pada uraian tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk ikut ambil bagian memecahkan permasalahan tersebut dengan melakukan penelitian dengan judul “Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPS melalui Penggunaan Peta bagi Siswa Kelas VI SD Negeri .............. Kecamatan .............. Kabupaten .............. Semester I Tahun Pelajaran 2011/2012.
1.2 Identifikasi Masalah
Permasalahan yang dapat diidentifikasi terkait dengan pembelajaran IPS bagi siswa kelas 6 SD Negeri .............. Kecamatan .............. adalah:
1. Berdasarkan raport semester 2 tahun 2010-2011, rata-rata nilai raport IPS bagi siswa kelas V sebesar 75. Angka ini berada di atas KKM sebesar 72.
2. Pada semester 1 tahun 2011/2012, siswa kelas VI dari skor tes IPS harian memiliki rata-rata sebesar 57,9 yang berada dibawah KKM sebesar 72. Skor minimumnya mencapai 25. Ini berarti ada 18 dari 24 siswa (75%) yang masih belum tuntas. Skor maksimal sebesar 90 hanya diperoleh beberapa siswa saja. Sementara ketuntasan belajar (skor di atas 72) hanya dicapai oleh 25 % saja.
3. Hal ini menunjukkan penurunan skor dari skor rapor kelas V dengan nilai tes harian kelas VI, apakah ini disebabkan oleh kualitas pembelajaran di kelas. Hal ini berbeda dengan besarnya skor yang diperoleh dari skor rata-rata non tes yakni dari pekerjaan rumah (PR) sebesar 78, yang berada diatas KKM sebesar 72. Dari sisi PR, kemampuan siswa dapat lebih unggul daripada kemampuan untuk mengerjakan tes harian di sekolah.
4. Dalam pembelajaran di kelas, guru hanya mengacu kepada banyaknya materi yang diberikan kepada siswa, sehingga dalam pembelajaran, guru selalu menggunakan metode ceramah. Guru termotivasi untuk memberikan materi pelajaran sebanyak-banyaknya, hal ini menjadikan pembelajaran berpusat pada siswa, sehingga pembelajaran menjadi tidak bermakna. Padahal paradigma pembelajaran saat ini menggunakan paradigma konstruktivistik, artinya siswa melakukan konstruksi atau membangun realita yang ada di lapangan dihubungkan dengan materi pembelajaran. Fokus dari pembelajaran adalah mencapai kompetensi peserta didik.
5. Pembelajaran yang berpusat pada guru, menyebabkan siswa menjadi pasif, hal ini nampak pada tidak dikerjakannya tugas dari guru seperti sebanyak 66,7 % siswa tidak mau membaca buku yang diperintahkan oleh guru. Download ptk ips kelas 6 Hal ini didukung oleh sebanyak 70,8% dari seluruh siswa yang ada, tidak dapat memahami isi bacaan yang diberikan oleh guru. Ketika guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya, siswa yang berani berpendapat hanya mencapai 54,2%. Sebanyak 45,8 % siswa tidak berani mengajukan pertanyaan meskipun siswa tidak memahami materi yang bersangkutan.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : “Apakah upaya penggunaan peta dalam pembelajaran IPS tentang kenampakan alam wilayah Indonesia dan Negara-negara tetangga dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VI SD Negeri .............. .............. pada semester I tahun 2011 – 2012”.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian itu untuk mengetahui apakah upaya penggunaan peta dalam pembelajaran IPS tentang kenampakan alam wilayah Indonesia dan Negara-negara tetangga dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VI SD Negeri .............., .............., Pati pada semester I tahun 2011 – 2012.
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Manfaat Teoritis :
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan/acuan untuk mengembangkan PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan) dengan menggunakan sumber belajar peta.
1.5.2.Manfaat Praktis :
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi :
Siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan dengan trampil menggunakan peta sebagai sumber belajar dalam mata pelajaran IPS.
Guru untuk membantu meningkatkan profesionalisme guru melalui peningkatan kualitas pembelajaran IPS dengan trampil menggunakan sumber belajar peta.
Sekolah untuk membantu peningkatan kualitas lulusan melalui pembelajaran kontekstual dengan menggunakan sumber belajar terutama peta pada semua mata pelajaran yang relevan.


CONTOH LENGKAP PTK IPS SD

BAB II
KAJIAN PUSTAKA


2.1 Kajian Teori
2.1.1 Hasil Belajar IPS
Menurut Romiszowski (Abdurrahman, 2003) hasil belajar merupakan keluaran (outputs) suatu siswa pemrosesan masukan (inputs). Masukan dari sistem tersebut berupa bermacam-macam informasi, sedangkan keluarannya adalah perbuatan/ kinerja (performance). Perbuatan merupakan petunjuk bahwa proses belajar telah terjadi. Hasil belajar dapat dikelompokkan dalam dua macam: pengetahuan dan keterampilan. Pengetahuan terdiri dari empat kategori (1) pengetahuan tentang fakta, (2) pengetahuan tentang prosedur, (3) pengetahuan tentang konsep, (4) pengetahuan prinsip. Keterampilan juga terdiri dari empat kategori, yaitu (1) keterampilan untuk berfikir atau keterampilan kognitif, (2) keterampilan untuk bertindak atau keterampilan motorik, (3) keterampilan untuk bereaksi atau bersikap, (4) keterampilan berinteraksi.
John M. Keller (Abdurrahman, 2003) memandang hasil belajar keluaran dari suatu sistem pemrosesan berbagai masukan yang berupa informasi. Contoh ptk ips sd kelas 6 doc Masukan tersebut dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu masukan yang berasal dari pribadi (personal inputs) dan masukan yang berasal dari lingkungan (environmental inputs). Masuan pribadi terdiri dari empat macam, yaitu (1) motivasi, (2) harapan untuk berhasil, (3) inteligensi dan penugasan awal, (4) evaluasi kognitif. Masukan yang beraal dari lingkungan terdiri dari tiga macam, yaitu (1) rancangan dan pengelolaan motivasional, (2) rancangan dan pengelolaan kegiatan belajar, (3) rancangan dan pengelolaan ulangan penguatan. Kualitas masukan yang diperoleh siswa akan mempengaruhi keluaran yang bisa ditujukan siswa.
Dari beberapa pendapat para ahli tentang hasil belajar dapat diambil beberapa kata kunci, yaitu keluaran, masukan, pemrosesan, dan ranah. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah keluaran yang dapat ditunjukan siswa setelah melakukan kegietan memroses masukan yang diterima dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor yang bersifat elative menetap/ bertahan dan dapat diamati. Kegiatan memproses informasi dalam hal ini pada hakekatnya merupakan kegiatan belajar yang dilakukan siswa.
Pengukuran hasil belajar, menurut Suharsimi Arikunto (2002) tes adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Agar dapat alat ukur prestasi siswa, terdapat 5 syarat atau ciri dalam tes yang baik yaitu: 1)Valid/ tepat, 2) Reliabel/tetap (ajeg), 3) Objektif, 4) Praktis, dan 5) Ekonomis.
Pada penelitian ini tes yang dilakukan adalah tes harian yaitu pemberian tes secara lisan maupun secara tertulis disertai tagihan pekerjaan rumah semester I tahun 2011/2012
2.1.2. Hakekat IPS
Manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama dengan sesamanya. Dalam kehidupannya manusia harus menghadapi tantangan¬tantangan dari lingkungannya maupun untuk hidup bersama. IPS memandang bagaimana manusia hidup bersama dengan sesamanya, dengan tetangganya dari yang terdekat sampai yang terjauh. Berinteraksi dengan orang lain dan ingin mendapatkan perhatian merupakan suatu kebutuhan dan alasan mengapa manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dengan kata lain IPS membahas tentang manusia dan lingkungannya. Setiap manusia sejak lahir telah berinteraksi dengan manusia lain, misalnya dengan ibu yang melahirkannya, ayahnya, dan keluaganya. Selanjutnya setelah usia Taman Kanak-kanak ia akan berinteraksi dangan teman-teman sekelasnya, dan dengan gurunya. Sesuai dengan bertambahnya umur, maka interaksi tersebut akan bertambah luas, begitu juga ia akan mendapat pengalaman dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Menurut Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi geografi, sejarah, sosiologi, dan ekonomi. Melalui pelajaran IPS peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara yang cinta damai, demokratis dan bertanggung jawab.
Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.
Mata pelajaran IPS di susun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Download ptk kelas 6 Dengan pendekatan tersebut di harapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan.
Di dalam sebuah kelompok, individu merasakan saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya. Hidup bersama, bekerja sama dan saling membantu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Johnson & Johnson (1993) mengemukakan ada beberapa unsure yang mendasari interaksi dan kerjasama individu dengan kelmpoknya, yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerjasama, dan proses kelompok.
Dalam hal ini IPS berperan sebagai pendorong untuk saling pengertian dan persaudaraan antar umat manusia, selain itu juga memusatkan perhatian pada hubunganantar manusia dan pemahaman sosial. Dengan demikian IPS dapat membangkitkan kesadaran bahwa kita akan berhadapan dengan kehidupan yang penuh tantangan, atau dengan kata lain IPS mendorong kepekaan siswa terhadap hidup dan kehidupan sosial
Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan berhasil dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, di harap siswa akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam materi Kenampakan Alam Wilayah Indonesia dengan Negara-negara tetangga.
2.1.3. Pembelajaran IPS
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi geografi, sejarah, sosiologi, dan ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga Negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai.
Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.
Mata pelajaran IPS di susun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut di harapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan.
Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :
Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.
Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuisi, memecahkan masalah, dan ketrampilan dalam kehidupan sosial.
Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.
Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi spek-aspek sebagai berikut :
Manusia, tempat, lingkungan.
Waktu, keberlanjutan, dan perubahan
Sistem sosial dan bdaya
Perilaku ekonomi dan kesejahteraan
Standar kompetensi dan Kompetensi Dasar
Standar kompetensi adalah sebagai pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan berindak. Kompetensi dasar adalah sebagai pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak, pernyataan minimal atau memadahi tentang pengetahuan.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Contoh ptk ips sd pdf Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk IPS kelas VI adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1
Standar Kompetensi dan Kompetnsi Dasar IPS Kelas VI semester 1

2.1. 4.Pembelajaran Menggunakan Peta
Pembelajaran penggunaan peta, teknik pembelajaran dengan mengamati peta dapat menunjukkan letak, mengidentifikasi kenampakan alam. Hal ini sesuai dengan taraf berfikir siswa SD yang masih sangat sederhana sehingga dalam pembelajaran penggunaan peta hendaknya menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif secara fisik dan sosial.
Ada beberapa keuntungan pembelajaran dengan menggunakan peta yang bisa didapat yaitu:
1. Mengoptimalkan kerja fungsi otak kiri dan kanan secara penuh.
2. Apapun materinya dapat dituangkan melalui penggunaan peta.
3. Paling awet menempel dimemori otak kita.
Pembelajaran menggunakan peta digunakan guru untuk memperagakan atau menunjukkan suatu letak, kenampakan alam, yang harus dilakukan siswa yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata saja. Pembelajaran menggunakan peta diartikan sebagai cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa letak, kenampakan alam tertentu yang sedang dipelajari siswa.
Manfaat pembelajaran menggunakan peta
1.Membuat pelajaran menjadi lebih jelas
2.Memudahkan siswa memahami bahan pelajaran
3.Proses belajar mengajar akan lebih menarik
4.Menarik siswa lebih aktif mengamati dan dapat menunjuk sendiri
5.Siswa dapat menggambar peta suatu negara dengan baik

Langkah-langkah pembelajaran yang menggunakan peta
Pada pembelajaran untuk menyusun, merancang, membuat siswa tidak diam tetapi melakukan perbuatan jadi siswa lebih paham. Bisa terlintas pikiran lain, ceramah hanya 20% yang masuk maka hasil belajar tidak optimal. Fokus konstruktifiktif siswa dapat menciptakan sesuatu, maka harus menggunakan salah satu cara yaitu merangsang penggunaan peta.
Penggunaan peta dalam pembelajaran menurut Construction Theorem ada beberapa hal yang dilakukan
1. Menyimak peta dalam hal ini dapat menunjukkan lokasi suatu tempat,
kota, gunung, laut, danau, batas-batas negara, dan bangunan penting.
2. Menggunakan peta, meletakkan posisi pada letak yang benar
3. Dapat membuat peta lokasi sekolahnya dalam hal ini siswa dapat membuat rancangan peta dengan baik.
4. Mengevaluasi peta-peta yang ada.
2.2 Kerangka Berpikir
Pembelajaran penggunaan peta dalam pembelajaran IPS diduga dapat meningkatkan hasil belajar karena pada proses pembelajaran siswa dapat belajar dengan melihat langsung suatu daerah, keadaan daerah yang ditunjukkan dengan simbol warna, kenampakan alam misalnya, laut, danau, sungai-sungai, gunung, pegunungan, kota utama, negara-negara tetangga, memahami hasil-hasil dari suatu daerah. Dengan melihat gambar peta siswa bisa belajar secara konkrit ke abstrak.
Pembelajaran yang berpusat pada guru melalui ceramah, akan memberikan respon siswa untuk sekedar mendengarkan guru. Apalagi guru terdorong untuk menuntaskan materi dengan penjelasan. Respon mendengarkan penjelasan berdasarkan Teorema belajar mengajar Construction Theorem berpendapat. Download ptk ips kelas 6 word Saya mendengar saya lupa, saya melihat saya ingat, saya berbuat (mengerjakan) saya faham, saya menbaca saya mengerti/ bisa. Dengan demikian dalam pembelajaran kalau guru hanya memberi ceramah saja dan siswa mendengarkan penjelasan, maka hasilnya siswa akan cepat lupa hasil belajar rendah dan apabila siswa diberi pertanyaan, maka siswa tidak dapat menjawab. Oleh karena itu, pembelajaran dengan ceramah hasil belajar yang dicapai oleh siswa tidak optimal. Hal ini berbeda dengan pembelajaran dengan mengaktifkan siswa melalui mendengar penjelasan kemudian siswa melihat, mengmati dan bertanya (pertanyaan, soal, masalah, atau diskusi) dengan seseorang siswa memulai akan faham, melalui mendengar, melihat, diskusi, dan mengerjakan siswa memdapat (memperoleh) pengetahuan (ilmu pengetahuan) dan ketrampilan (keahlian, kecakapan, kepandaian), yang akhirnya siswa mampu menggambar peta suatu daerah (negara) tertentu. Pembelajaran IPS dengan menggunakan peta sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil belajar . Langkah-langkah yang dilakukan adalah dengan:
1. Menyimak peta dalam hal ini dapat menunjukkan lokasi suatu tempat, kota, gunung, laut, danau, batas-batas negara, dan bangunan penting.
2. Menggunakan peta ingin tahu lokasi di Jawa Barat, meletakkan posisi pada letak yang benar.
3. Dapat membuat peta lokasi sekolahnya dalam hal ini siswa dapat membuat rancangan peta dengan baik.
4. Mengevaluasi peta-peta yang ada.
Dengan menggunakan model pembelajaran, Penggunaan Peta siswa diharapkan mampu bekerja sama serta membantu siswa memahami konsep-konsep materi yang sulit serta menumbuhkan kemampuan kerja sama berpikir, kritis dan mengembangkan sikap sosial siswa.
Sehingga dengan diterapkannya model pembelajaran Penggunaan Peta dalam pembelajaran IPS, akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kognitif siswa berfikir tetapi ada sikap, sikap siswa merespon, menjawab dan menyukai, ketrampilan siswa menggambar peta,menunjuk peta. 3 ranah yang dikatakan oleh Benyamin S. Bloom akan tercapai sehingga hasil dari pembelajaran itu dapat optimal. Agar penelitian dapat dilaksanakan secara efektif dan terarah diperlukan suatu alur atau kerangka berfikir. Kerangka berfikir ini berfungsi sebagai acuan dalam menyusun langkah-langkah penelitian.Kerangka berfikir juga memberikan asumsi tentang hasil penelitian yang menuntut peneliti untuk membutikannya.
 Pembelajaran Konvensional guru berceramah siswa menerima dengan abstrak sehingga hasil belajar kurang optimal. Download ptk ips kelas 6  Pembelajaran Konstruktivistik berpusat siswa, siswa menyimak, menggunakan, membuat serta megevaluasi sehingga hasil belajar optimal (karena siswa tidak hanya mendengar, melihat tetapi juga melakukannya).
2.3 Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kerangka berfikir di atas, maka hipotesis yang dapat dirumuskan sebagai berikut: Upaya Penggunaan Peta dalam pembelajaran IPS tentang Kenampakan Alam Wilayah Indonesia dan Negara-Negara Tetangga dapat meningkatkan hasil belajar IPS bagi siswa kelas VI SD Negeri .............. pada Semester I tahun Pelajaran 2011-2012 .

PENELITIAN TINDAKAN KELAS IPS SD KELAS 6

BAB III
METODE PENELITIAN


3.1 Setting dan Karakteristik Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan di SD Negeri .............. Kabupaten ............, pada semester I tahun 2011-2012.
Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri ............ Kecamatan ............ Kabupaten ............ Tahun Pelajaran 2011/2012. Dengan jumlah siswa 24 anak terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan dengan karakteristik sekolah ini berada di desa kondisi belajar rendah disebabkan latar belakang yang berekonomi menengah ke bawah. Dari data kelas VI, 1 siswa orang tuanya sebagai PNS, 2 siswa orang tuanya sebagai karyawan swasta, 2 siswa orang tuanya sebagai pedagang, dan 19 siswa orang tuanya sebagai buruh harian lepas. Sekolah ini berada di desa, tempat belajar diding tembok, lantai ubin, alat mengajar menggunakan buku- buku pelajaran yang relevan, atlas, peta, globe dan papan tulis.
Pemilihan kelas dan sekolah tempat penelitian ini sesuai dengan tugas pokok penulis sebagai guru di sekolah dan kelas yang dimaksud. Contoh ptk ips sd kelas 6 doc Hal ini memudahkan dalam pelaksanaan penelitian karena penulis tidak harus meninggalkan tugas pokoknya selama penelitian dilakukan dan manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh siswa dan sekolah yang dimaksud.
3.2 Variabel Penelitian
1. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini yang merupakan variabel terikat Y adalah hasil belajar. Hasil belajar adalah besarnya skor yang diperoleh siswa dari hasil tes, hasil tugas (pekerjaan rumah/PR), diskusi dan angket.
2. Variabel tindakan dalam penelitian ini yang merupakan variabel pengaruh X adalah penggunaan peta. Penggunaan peta pada pembelajaran tentang kenampakan alam wilayah Indonesia dan negara-negara tetangga dengan menggunakan peta ASEAN dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Menyimak peta yaitu siswa mengamati gambar yang ada
misalnyalokasi suatu tempat, kota, gunung, laut, danau, batas-batas
negara, dan bangunan penting, hasil-hasil pertanian.
2. Menggunakan peta yaitu siswa dapat menunjukan letak suatu kota.
3. Membuat peta yaitu siswa membuat peta dengan benar.
4. Mengevaluasi peta yaitu siswa dapat menunjukkan kelemahan peta yang ada.
3.3 Prosedur Penelitian
Penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode Penelian Tindakan Kelas. Menggunakan model spiral dari Kemmis dan Targgart yang dilakukan melalui 2 siklus,tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Metode ini dipilih selain karena merupakan ketentuan yang berlaku bagi mahasiswa PSKG-DJ SI PGSD FKIP, juga karena dengan metode ini peneliti dapat melakukan penelitian tanpa harus meninggalkan tugas pokoknya sebagai guru.
Adapun teknis pelaksanannya dalam Siklus I dan Siklus II terdiri dari tiga kegiatan pokok yaitu:
Perencanaan
Pelaksanaan tindakan dan obsevasi
Refleksi
Langkah-langkah dalam setiap siklus adalah sebagai berikut:
3.3.1 Perencanaan (Planning)
Kegiatan yang dilaksanakan dalam perencanaan (planning) ini adalah:
• Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan strategi pembelajaran penggunaan peta pada kondisi siswa tidak diberi tugas sebelumnya
•   Mempersiapkan instrument pengumpulan data berupa butir soal tes
• Mempersiapkan instrument pengumpulan data yang berupa lembar observasi atau lembar pengamatan.
3.3.2 Pelaksanaan Tindakan (Acting) dan observasi
Tindakan dilaksanakan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah dipersiapkan antara lain:
Menyepakati tugas dan langkah pembelajaran. Dalam hal ini guru mengomunikasikan tujuan, materi, waktu, langkah-langkah pembelajaran, hasil akhir yang diharapkan dari siswa, serta penilaian yang diterapkan,
Guru menjelaskan materi dan memberikan permasalahan atau pertanyaan kepada siswa,
Siswa berfikir individual kemudian siswa berpasangan untuk menyelesaikan masalah atau pertanyaan, Contoh ptk ips sd pdf 
Melalui pasangan yang sama siswa mempresentasikan hasil kerja pasangan di depan kelas secara bergiliran dan,
Bersama siswa merangkum hasil pembelajaran dan pemberian tugas sebagai penutup.
Tindakan pada tahap pengamatan atau observing adalah mengamati jalannya proses pembelajaran dari awal sampai akhir pada setiap pertemuan. Hal-hal yang diamati antara lain kesiapan siswa, peran aktif siswa, kerja sama dalam berpasangan, dan kemampuan mempresentasikan hasil kerja pasangan. Obsevasi dilakukan oleh teman sejawat.
3.3.3 Refleksi (Reflecting)
Dari hasil tindakan yang di lakukan refleksi untuk menentukan perlakuan berikutnya. Dua hal yang di refleksi dalam penelitian ini yaitu hasil belajar IPS dan proses pembelajarannya. Hasil belajar, di refleksi tentang peningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi yang di lakukan oleh teman sejawat, proses pembelajaran di refleksi tentang kesiapan siswa, peran aktif siswa, kerja sama dalam berpasangan dan kemampuan mempresentasikan hasil kerja pasangan serta efektivitas strategi pembelajaran yang dilakukan guru.
Siklus I guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran penggunaan peta pada kondisi siswa tidak diberi tugas sebelumnya. Sedangkan pada siklus II guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran penggunaan peta pada kondisi siswa diberi tugas sebelumnya.

Di bawah ini adalah Gambar siklus spiral model Kemmis & Mc Taggart
 
Berdasarkan permasalahan yang ada, peneliti membuat suatu rencana tindakan penelitian untuk siklus 1 dengan menyusun skenario pembelajaran. Dalam skenario ini mulai dicoba penggunaan peta untuk pembelajaran Kenampaan Alam Wilayah Indonesia dan Negara-negara Tetangga. Skenario pembelajaran secara terrinci tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terdapat dalam lampiran 1, namun secara garis besar dapat dilihat pada tabel 3.1
Tabel 3.1
Kegiatan guru dan kegiatan siswa dalam Skenario Pembelajaran

3.4 Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data
Sumber data diperoleh dari data primer dengan teknik pengumpulan data melalui tes, non tes (observasi, dan angket). Pengumpulan data melalui tes peneliti sajikan kisi-kisi pada tabel 3.2
Kisi-kisi tes akhir materi Kenampakan Alam Wilayah Indonesia dan Negara Tetangga semester I tahun 2011-2012

3.5 Indikator Kinerja
Indikator keberhasilan penelitian ini adalah terjadinya kenaikan hasil belajar yang ditunjukkan adannya kenaikan nilai rata-rata kelas. Download ptk ips kelas 6 word Target nilai rata-rata kelas yang ditetapkan adalah 80 sehingga siswa yang tuntas dapat mencapai nilai minimal 80%. Ketuntasan belajar KKM yang diharapkan di kelas VI pada mata pelajaran IPS minimal menjadi 72.

3.6 Teknik Analisis Data
Teknik analisis yang digunakan statistik sederhana yaitu distribusi frekuensi, mean, skor minimal- maksimal, dan persentase.


CONTOH PROPOSAL PTK IPS SD

DAFTAR PUSTAKA


Arif Yulianto Sri Nugroho, dkk. 2008. IPS. Kelas 6. Yogyakarta: Intan Pariwara
Arikunto, Suharsini. 2002. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Angkasa.
Bayu Dwi Mulyanto. 2010. Menggunakan Media Peta pada siswa kelas V di SDN Bonomerto 2 Kecamatan Suruh Kabupaten Semerang Semester I Tahun Pelajaran 2009-2010. Salatiga: UKSW.
Jonh M Keller (Aburrahman).2003.
Kemmis, S. dan Mc Taggart, R . 1988. The Action Research Planner. 3 rd ed. Victoria, Australia: Deakin University
Maman Sukmana, dkk.2007. Ilmu Pengetahuan Sosial 6.Bandung: Sarana Panca Karya Nusa.
Nana Bermana, dkk. 2007.Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 6. Bandung: Sarana Panca Karya Nusa.
Permendiknas.2008. Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Romiszowski (Abdurrahman).2003
Sunarto, dkk. 2004. Pengetahuan Sosial Kelas 6.Jakarta: Erlangga. Suryanto.2000. Peningkatan Ketrampilan Dalam Menginterprestasikan Peta Dalam Pembelajaran Geografi. Salatiga: UKSW.
Susiloningsih.20 10. Penggunaan Media Peta dalam Meningkatkan Prestasi Belajar IPS pada siswa kelas V SD Kutowinangun 09 Salatiga semester I tahun pelajaran 2009-2010. Salatiga: UKSW.
Undang-undang Republik Indonesia.No 20 Tahun 2006 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Warsito Adnan.2004. Pengetahuan Sosial Menuju Indonesia Baru Kelas 6. Solo. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Yusmaida.2002. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Media Peta. Salatiga: UKSW.

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH PTK IPS SD KELAS VI PETA


Postingan terkait: