CONTOH PTK IPA KIMIA SMA KELAS X

CONTOH PTK IPA KIMIA SMA KELAS X_Penerapan Metode Team Quiz sebagai upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kimia pada Materi Pokok Reaksi Reduksi Oksidasi. Contoh ptk kimia sma pdf Studi kasus peserta didik kelas X IPA.2 SMAN 1 ... Kabupaten ... tahun ajaran 2015/2016.
Latar belakang yang mendasari judul ini diantaranyan adalah belum adanya variasi guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang dapat mengaktifkan peserta didik di sekolah, guru lebih sering menggunakan metode ceramah sehingga peserta didik cenderung kurang aktif i kelas ketika pembelajaran. Hasil belajar peserta didik juga masih rendah dimana nilai rata-ratanya belum memenuhi KKM yang ditetapkan oleh ssekolah.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui 1) penerapan metode team quiz pada materi pokok reaksi reduksi oksidasi. 2) melalui penerapan metode pembelajaran team quiz dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran kimia materi pokok reaksi reduksi oksidasi. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas X IPA.2 SMAN 1 ... Kabupaten ... tahun ajaran 2015/2016. Dari hasil wawancara peneliti kepada guru mata pelajaran kimia, keaktifan peserta didik dalam materi reaksi reduksi oksidasi masih kurang aktif. Peserta didik hanya menunggu sajian dari guru sehingga mereka kurang aktif dalam menemukan konsep sendiri. Dalam mempelajari materi reaksi redoks peserta didik cenderung menghafalkan contoh, sehingga konsep yang mereka terima akan sulit dipahami. Untuk itu diperlukan pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode team quiz.
Obyek penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPA.2 SMAN 1 ... Kabupaten ... tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah 31 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus.
Hasil belajar peserta didik diperoleh dari nilai Lembar Kerja Diskusi Kelompok yang dikerjakan oleh peserta didik dengan menggunakan metode team quiz dan nilai tes evaluasi di tiap akhir siklus. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap prasiklus, siklus I dan siklus II. Pada tahap prasiklus, rata-rata hasil belajar 56,97 dengan ketuntasan belajar 50%. Setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I, dengan metode team quiz, peserta didik menjadi aktif dan pemahaman konsep peserta didik menjadi meningkat. Download ptk kimia sma Rata-rata hasil belajar sebesar 67,96 dengan ketuntasan klasikal sebesar 71,11%. Sedangkan pada siklus II setelah diadakan refleksi pelaksanaan tindakan pada siklus I, rata-rata hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan yaitu sebesar 70 dan ketuntasan klasikal sebesar 86,67%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dan hasil belajar peserta didik pada materi pokok reaksi reduksi oksidasi dengan metode team quiz meningkat.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPA SMA yang diberi judul PENERAPAN METODE TEAM QUIZ SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KIMIA MATERI POKOK REAKSI REDUKSI¬OKSIDASI KELAS X IPA.2 SMAN 1 ... KABUPATEN ... TAHUN PELAJARAN 2015/2016"Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPA SMA KELAS X lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMA 015).

DOWNLOAD PTK IPA KIMIA SMA KELAS X 

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Hampir semua orang dikenai pendidikan dan melaksanakan pendidikan. Sebab pendidikan tidak pernah terpisah dengan kehidupan manusia. Anak¬anak menerima pendidikan dari orang tuanya dan manakala anak-anak sudah dewasa dan berkeluarga mereka juga akan mendidik anak-anaknya. Begitu pula di sekolah dan perguruan tinggi, para siswa dan mahasiswa dididik oleh guru dan dosen. Pendidikan adalah khas milik dan alat manusia. 
“Education is a process or an activity which is directed at producing desirable changes in the behavior of human beings. Education also my be viewed as the socialization process: the process by which the child is inducted in to the mores of the society in which he lives ”.
Dari definisi pendidikan di atas dinyatakan bahwa pendidikan merupakan suatu proses atau suatu kegiatan yang menghasilkan perubahan tingkah laku manusia. Pendidikan juga merupakan proses sosial: proses yang mana anak¬anak ditempatkan ke dalam kebudayaan sosial tempat anak-anak hidup.
Belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Sedangkan mengajar adalah interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam menyampaikan informasi. Menyampaikan bahan pelajaran berarti melaksanakan beberapa kegiatan, tetapi kegiatan itu tidak akan ada gunanya jika tidak mengarah pada tujuan tertentu. Artinya seorang pengajar harus mempunyai tujuan dalam kegiatan pengajarannya agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan jelas oleh peserta didiknya. Untuk mengerti suatu hal dalam diri seseorang, terjadi suatu proses yang disebut sebagai proses belajar melalui model-model mengajar yang sesuai dengan kebutuhan proses belajar itu. Contoh ptk kimia doc Melalui model mengajar itu, pengajar mempunyai tugas merangsang serta meningkatkan jalannya proses belajar. Untuk dapat melaksanakan tugas itu dengan baik, pengajar harus mengetahui bagaimana model dan proses pembelajaran itu berlangsung.
Guru dapat melaksanakan proses belajar- mengajar dengan sebaik¬baiknya jika menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diajarkan. Hal yang penting dalam metode ialah bahwa setiap metode pembelajaran yang digunakan bertalian dengan tujuan belajar yang ingin dicapai. Tujuan untuk mendidik anak agar sanggup memecahkan masalah-masalah dalam belajarnya.
“Science is all knowledge collected by means of the scientific method. Science comprises, first, the orderly and systematic comprehension, description, and/or explanation of natural phenomena and, second, the tools necessary for that understanding.”
Maksudnya ilmu pengetahuan alam mencakup segala pengetahuan yang didasarkan atas metode ilmiah. Menurut Claget pengetahuan terdiri dari pemahaman yang sistematik atau teratur baik, gambaran atau penjelasan tentang fenomena alam serta kejadian penting yang patut untuk dimengerti.
Pelajaran kimia merupakan salah satu dari pelajaran dalam rumpun sains yang merupakan dasar bagi ilmu pengetahuan yang lain, seperti kedokteran, farmasi, dan lain-lain. Banyaknya konsep kimia yang bersifat abstrak yang harus diserap siswa dalam waktu relatif terbatas menjadikan ilmu kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit bagi siswa. Salah satunya dalam materi reaksi reduksi-oksidasi, sehingga banyak siswa gagal dalam belajar kimia. Pada umumnya siswa cenderung belajar dengan hafalan daripada secara aktif mencari untuk membangun pemahaman mereka sendiri terhadap konsep kimia.
Fakta di lapangan terdapat beberapa kendala, antara lain kurangnya partisipasi guru dalam merancang dan menerapkan metode pembelajaran sehingga siswa kurang tertarik terhadap materi reaksi redoks. Pembelajaran yang tidak melibatkan perhatian dan minat siswa disinyalir menjadi salah satu penyebab menurunnya nilai akademik di SMAN 1 ... Kabupaten .... Hasil belajar kimia belum seluruhnya mencapai nilai rata-rata KKM seperti yang diharapkan.
Dari uraian di atas, maka belajar aktif itu sangat diperlukan oleh peserta didik untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimum. Ketika peserta didik pasif, atau hanya menerima dari pengajar, ada kecenderungan untuk cepat melupakan apa yang telah diberikan. Oleh sebab itu diberikan perangkat tertentu untuk dapat mengikat informasi yang baru saja diterima dari pengajar. Belajar aktif adalah salah satu cara untuk mengikat informasi yang baru kemudian menyimpannya dalam otak.
Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif. Ketika peserta didik belajar dengan aktif, berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Dengan ini, mereka secara aktif menggunakan otak, baik untuk menemukan ide pokok dari materi, memecahkan persoalan atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupan nyata. Dengan belajar aktif ini, peserta didik diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran, tidak hanya mental, tetapi juga fisik. Download ptk kimia kelas x Dengan cara ini diharapkan peserta didik akan merasakan suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan.
Salah satu cara terbaik untuk mengembangkan belajar yang aktif adalah memberikan tugas belajar yang diselesaikan dalam kelompok kecil peserta didik. Dukungan sejawat, keragaman pandangan, pengetahuan dan keahlian, membantu mewujudkan belajar kolaboratif yang menjadi satu bagian yang berharga untuk iklim belajar di kelas. Salah satu strategi kolaboratif adalah dengan menggunakan metode quiz team (menguji tim).
Team Quiz merupakan metode dimana siswa dilatih untuk belajar dan berdiskusi kelompok. Satu kelompok presentasi ke kelompok lain, kemudin memberikan kuis ke kelompok lain tersebut. Apabila kelompok tersebut tidak bisa menjawab maka pertanyaan dilempar ke kelompok selanjutnya, dan seterusnya hingga semua kelompok melakukan presentasi kemudian memberikan kuis.7 Metode team quiz ini disusun dan diimplementasikan oleh peneliti agar dapat membantu memudahkan siswa dalam memahami materi reaksi reduksi-oksidasi. Oleh karena itu, peneliti mengambil judul “PENERAPAN METODE TEAM QUIZ SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KIMIA MATERI POKOK REAKSI REDUKSI¬OKSIDASI KELAS X IPA.2 SMAN 1 ... KABUPATEN ... TAHUN PELAJARAN 2015/2016”.

B. Penegasan Istilah
Untuk menghindari perbedaan penafsiran dan memudahkan dalam memahami serta mendapatkan pengertian yang jelas tentang judul “Penerapan Metode Team Quiz Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kimia Materi Pokok Reaksi Reduksi-oksidasi Kelas X IPA.2 SMAN 1 ...”, maka diperlukan adanya penjelasan yang terperinci, yaitu:
1. Team Quiz.
Team Quiz merupakan metode dimana siswa dilatih untuk belajar dan berdiskusi kelompok. Satu kelompok presentasi ke kelompok lain, kemudin memberikan kuis ke kelompok tersebut. Apabila kelompok tersebut tidak bisa menjawab maka kuis dilempar ke kelompok selanjutnya, dan seterusnya hingga semua kelompok melakukan presentasi kemudian memberikan kuis.
2. Materi Reduksi-oksidasi
Materi pokok reaksi reduksi-oksidasi merupakan salah satu materi pokok yang tercantum dalam mata pelajaran kimia berdasarkan kurikulum KTSP (Kuriklulum Tingkat Satuan Pendidikan). Reaksi redoks merupakan salah satu materi pokok yang harus dipelajari oleh siswa MA/SMA kelas X IPA.2 semester genap. Materi ini terdiri dari:
a. Perkembangan konsep reduksi dan oksidasi.
b. Konsep bilangan oksidasi.
c. Reaksi disproporsionasi dan reaksi konproporsionasi.
d. Tata nama IUPAC
e. Pengolahan air kotor.
3. Hasil Belajar Kimia
Hasil belajar adalah perwujudan kemampuan akibat perubahan perilaku yang dilakukan oleh usaha pendidikan. Kimia merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang susunan, struktur sifat, perubahan materi serta energi yang menyertai perubahan tersebut. Contoh ptk kimia sma pdf  Hasil belajar kimia yang dimaksud disini adalah hasil belajar kimia dari peserta didik kelas X IPA.2 di SMAN 1 ... Kabupaten .... Dalam penelitian ini, penulis akan meneliti hasil belajar dari aspek kognitif dan afektif siswa.

C. Pembatasan Masalah
Dunia pendidikan tidak terlepas dari peran seorang guru dalam proses belajar mengajar di dalam kelas, selain guru metode pembelajaran tidak kalah penting demi tercapainya tujuan pembelajaran. Oleh karena itu seorang guru harus mempunyai kreativitas untuk mengembangkan metode pembelajaran, karena jika metode yang digunakan tidak sesuai akan berdampak pada hasil belajar peserta didik.
Berdasarkan kenyataan tersebut, penulis membatasi permasalahan penerapan metode team quiz untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Pembelajaran dibatasi pada penerapan metode team quiz dalam mata pelajaran kimia materi pokok reaksi reduksi-oksidasi. Demikian juga hasil belajar yang akan diteliti dibatasi pada hasil belajar dalam aspek kognitif dan afektif siswa pada mata pelajaran kimia materi pokok reaksi reduksi-oksidasi. Sedangkan peserta didik yang diteliti adalah peserta didik kelas X IPA.2 semester genap SMAN 1 ... Kabupaten ....

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan di atas, maka masalah yang akan diteliti dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana implementasi metode team quiz dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok reaksi reduksi oksidasi?
2. Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia materi pokok reaksi reduksi-oksidasi kelas X IPA.2 SMAN 1 ... Kabupaten ... ?

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Implementasi metode team quiz dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia materi pokok reaksi reduksi-oksidasi kelas X IPA.2 SMAN 1 ... Kabupaten ....
2. Metode team quiz dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia materi pokok reaksi reduksi-oksidasi kelas X IPA.2 SMAN 1 ... Kabupaten ....
Hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberi manfaat antara lain :
a) Bagi Peserta Didik
1). Menumbuhkan kemampuan bekerja sama, kemampuan berkomunikasi antar peserta didik.
2). Mampu memberikan sikap positif terhadap mata pelajaran kimia.
b) Bagi Guru
1). Sebagai motivasi untuk meningkatkan keterampilan memilih strategi pembelajaran yang sesuai dan bervariasi. Download ptk kimia kelas x 
2). Sebagai informasi bagi guru, khususnya guru kimia SMA/MA menerapkan pembelajaran aktif team quiz. 
c) Untuk Lembaga
Diharapkan dapat memberi kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

CONTOH PENELITIAN TINDAKAN KELAS IPA KIMIA SMA TERBARU

BAB II
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN


A. Landasan Teori
1) Pengertian Belajar
a. Definisi Belajar.
Beberapa pakar pendidikan mendefinisikan belajar sebagai berikut:
1. Gagne
Belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktivitas.
2. Travers
Belajar adalah proses menghasilkan penyesuaian tingkah laku.
3. Cronbach
“Learning is shown by a change in behavior as a result of ex perience ”. (Belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman).
4. Harold Spears
“Learning is to observe, to read, to imitate, to try something themselves, to listen, to follow direction ”. (Belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu, mende ngar, dan mengikuti arah tertentu.
5. Geoch
“Learning is change in performance as a result of practice ”. (Belajar adalah perubahan performance sebagai hasil latihan).
6. Morgan
“Learning is any relatively permanent change in behavior that is a result of past experience ”. Contoh ptk kimia doc  (Belajar adalah perubahan perilaku yang bersifat permanen sebagai hasil dari pengalaman).
7. Menurut Dr. Musthofa Fahmi
Sesungguhnya belajar adalah ungkapan yang menunjukkan aktifitas yang menghasilkan perubahan atau modifikasi didalam tingkah laku atau pengalaman.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu yang ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan untuk memperoleh kecakapan dan pengetahuan.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar.
1. Faktor internal (faktor dari dalam siswa), yakni keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa.
2. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa.
3. Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.
2) Hasil Belajar.
Since education involves the development of mental skills, attitudes, and physical skills, objectives in each of these areas are needed. The three areas are usually referred to as the “cognitive domain ”, the “afective domain” , and the “psychomotor domain.” Since science is a combination of knowledge, attitudes, and processes, the science teacher especially will need to write objectives in all three domains.
Definisi di atas menjelaskan pendidikan IPA itu meliputi perkembangan keahlian mental, sikap, dan keahlian fisik yang dikelompokkan ke dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. IPA juga menyatukan pengetahuan, sikap, dan proses. Seorang pengajar IPA tentunya mengamati ketiga aspek tersebut.
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Horward Kingsley membagi tiga macam hasil belajar, yakni (a) keterampilan dan kebiasaan, (b) pengetahuan dan pengertian, (c) sikap dan cita-cita. Sedangkan Gagne membagi lima kategori hasil belajar, yakni (a) informasi verbal, (b) keterampilan intelektual, (c) strategi kognitif, (d) sikap dan (e) keterampilan motoris. Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dar i Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah, yakni ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotoris.
Hasil belajar kognitif adalah perubahan perilaku yang terjadi dalam kawasan kognisi. Proses belajar yang melibatkan kognisi meliputi kegiatan sejak dari penerimaan stimulus eksternal oleh sensori, penyimpanan dan pengolahan dalam otak menjadi informasi hingga pemanggilan kembali informasi ketika diperlukan untuk menyelesaikan masalah.7 Dalam ranah kognitif itu terdapat enam jenjang proses berpikir, mulai dari jenjang terendah sampai dengan jenjang yang paling tinggi. Keenam jenjang yang dimaksud adalah: (1) Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge), (2) pemahaman (comprehension), (3) penerapan (application), (4) analisis (analysis), (5) Sintesis (synthesis), dan (6) penilaian (evaluation).
Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku. Ranah afektif ini oleh Krathwol dan kawan-kawan ditaksonomi menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu:
(1) receiving atau attending; adalah kepekaan seseorang dalam menerima rangsangan atau stimulus dari luar yang datang kepada dirinya dalam bentuk masalah, situasi, gejala dan lain-lain. Contoh ptk kimia sma pdf
Responding(menanggapi); adanya partisipasi aktif. valuing (menilai); memberikan nilai atau penghargaan terhadap suatu kegiatan atau obyek, sehingga apabila kegiatan itu tidak dikerjakan, dirasakan akan membawa kerugian atau penyesalan.
(4) Organization (=mengorganisasikan); mempertemukan perbedaan nilai sehingga terbentuk nilai baru yang lebih universal, yang membawa kepada perbaikan umum.
(5) characterization by a value or value complex (= karakterisasi dengan suatu nilai atau komplek nilai); yakni keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang, yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya.
Ranah psikomotor adalah ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Menurut Harrow “hasil belajar psikomotorik dapat diklasifikasikan menjadi enam: gerakan refleks, gerakan fundamental dasar, kemampuan perseptual, kemampuan fisis, gerakan ketrampilan, dan komunikasi tanpa kata.” Sedangkan Shimpson mengklaasifikasikan hasil belajar menjadi enam: persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks dan kreativitas. Persepsi adalah kemampuan membedakan suatu gejala dengan gejala lain. Kesiapan adalah kemampuan menempatkan diri untuk memulai suatu gerakan. Gerakan terbimbing adalah kemampuan melakukan gerakan meniru model yang dicontohkan. Gerakan terbiasa adalah kemampuan melakukan gerakan tanpa ada model contoh. Gerakan kompleks adalah kemampuan melakukan serangkaian gerakan dengan cara, urutan, dan irama yang tepat. Kreativitas adalah kemampuan menciptakan gerakan-gerakan baru yang tidak ada sebelumnya atau mengombinasikan gerakan-gerakan yang ada menjadi kombinasi gerakan baru yang orisinal.
Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar antara lain:
a. Menurut Wasty Soemanto, faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah sebagai berikut.
1. Faktor simulasi belajar.
Beberapa hal yang berhubungan dengan faktor simulasi belajar yaitu panjangnya bahan pelajaran, kesulitan bahan pelajaran, berat ringannya tugas, dan suasana lingkungan.
2. Faktor metode belajar.
Faktor metode belajar yang mempengaruhi dalam hal ini adalah kegiatan berlatih dan praktek, overlearning dan drill, resitasi selama belajar, pengenalan tentang hasil belajar, penggunaan modalitas indra, penggunaan metode pembelajaran, bimbingan dalam belajar, dan kondisi¬kondisi intensif.
3. Faktor individual.
Faktor individual yang mempengaruhi hasil belajar adalah kematangan, faktor usia kronologis, faktor perbedaan jenis kelamin, pengalaman sebelumnya, kapasitas sebelumnya, kondisi kesehatan, dan motivasi.
b. Menurut Muhibbin Syah faktor- faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah sebagai berikut.
1. Faktor Internal ( faktor individu peserta didik). Yakni keadaan atau kondisi jasmani dan rohani peserta didik yang meliputi kesehatan mata, telinga, intelegensi, bakat dan minat peserta didik.
2. Faktor Eksternal (Faktor dari luar individu peserta didik)
Yakni segala sesuatu di luar individu peserta didik yang merangsang individu peserta didik untuk mengadakan reaksi atau pembuatan belajar dikelompokkan dalam faktor eksternal. Diantaranya faktor keluarga, masyarakat lingkungan, Teman, Sekolah, Fasilitas, dan kesulitan bahan ajar.
3. Faktor Pendekatan Belajar
Faktor ini berkaitan dengan jenis upaya belajar peserta didik yang meliputi strategi dan metode yang digunakan untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Download ptk kimia sma
Jadi, penerapan metode pembelajaran yang tepat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Untuk mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah proses belajar mengajar, bisa dengan menerapkan metode pembelajaran yang tepat. Metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran kimia khususnya pada materi pokok reaksi reduksi¬oksidasi di antaranya dengan team quiz.
Dalam penelitian ini, solusi yang dirasa paling efektif adalah penerapan metode pembelajaran team quiz untuk melatih peserta didik berdiskusi kelompok tentang materi redoks, sehingga peserta didik akan membangun pengetahuannya secara mandiri terutama dalam penyelesaian soal.
3) Metode Team Quiz.
Metode Team Quiz merupakan salah satu strategi pembelajaran aktif. Pembelajaran aktif merupakan pendekatan pembelajaran yang lebih banyak melibatkan aktivitas peserta didik dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensinya. Lebih dari itu, pembelajaran aktif memungkinkan peserta didik mengembangkan kemampuan berfikir, seperti menganalisis dan mensintesis, serta melakukan penilaian terhadap peristiwa belajar, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
a. Metode.
Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan mengajar, metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir.
b. Team Quiz.
Team quiz merupakan metode dimana siswa dilatih untuk belajar dan berdiskusi kelompok. Satu kelompok presentasi ke kelompok lain, kemudian memberikan kuis ke kelompok lain. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
a. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok.
b. Masing- masing kelompok mendapatkan materi dari guru sesuai dengan sub babnya.
c. Kelompok 1 mempresentasikan sub babnya kepada kelompok lain.
d. Setelah selesai presentasi, kelompok 1 memberikan kuis kepada kelompok 2. Jika kelompok 2 tidak dapat menjawab, maka kuis dilempar ke kelompok 3.
e. Kelompok 1 memberikan kuis ke kelompok 3, jika kelompok 3 tidak dapat menjawab, maka kuis dilempar ke kelompok 4, dan seterusnya.
f. Setelah kelompok 1 selesai presentasi dan memberikan kuis, dilanjutkan kelompok 2 mempresentasikan sub babnya dan memberikan kuis kepada kelompok 3. Jika kelompok 3 tidak dapat menjawab, maka kuis dilempar ke kelompok 4, dan seterusnya.
Setelah semua kelompok selesai berdiskusi, presentasi dan memberikan kuis, kemudian semua mengumpulkan hasil diskusinya.
Diskusi akan mudah dimulai jika pemeran dan pengamat telah terlibat dalam bermain peran, baik secara emosional maupun secara intelektual. Dengan melontarkan sebuah pertanyaan, para peserta didik akan segera terpancing untuk diskusi. Di sini diskusi dapat diarahkan pada pengajuan alternatif-alternatif pemeranan yang akan ditampilkan kembali. Contoh ptk kimia sma pdf Dalam hal ini guru harus mengarahkan diskusi yang dilakukan para peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
Dalam salah satu percobaan yang dilakukan oleh Kurt Lewin diperoleh kesimpulan bahwa metode diskusi kelompok dan cara mengambil keputusan kelompok ternyata lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah dan metode pengajaran individual. Metode kelompok sekaligus dapat digunakan untuk mempelajari dinamika kelompok itu sendiri. Dengan kerja kelompok, individu-individu terlibat di dalamnya dan merasakan sendiri proses-proses yang terjadi di dalam kelompok serta belajar menyusun konsepsi tentang proses-proses kelompok, serta mengembangkan pemahaman terhadap dinamika kelompok secara keseluruhan.
Kelebihan metode team quiz antara lain:
1) Membiasakan siswa bekerjasama.
2) Siswa memperoleh kesempatan untuk berpikir, mengeluarkan pendapat, sikap, dan aspirasinya secara bebas.
3) Siswa dapat belajar bersikap toleran terhadap teman¬temannya.
4) Menumbuhkan partisipasi aktif di kalangan siswa.
Penulis sadari, disamping metode team quiz mempunyai kelebihan, namun tidak terlepas dari kelemahan-kelemahan Antara lain:
1) Menyita banyak waktu.
2) Tidak semua materi dapat diajarkan dengan metode team quiz.
          4) Pembelajaran Kimia
a. Pembelajaran
Pembelajaran menurut Dimyati dan Mudjiono (1999:287) adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif,
yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Pembelajaran mempunyai dua karakteristik yaitu pertama, dalam proses pembelajaran melibatkan proses mental siswa secara maksimal, bukan hanya menuntut siswa sekedar mendengar, mencatat, akan tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berfikir. Kedua, dalam pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus¬menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berfikir siswa, yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri.
b. Pengertian kimia
Chemistry is the study of matter and the changes it undergoes.19 Kimia adalah ilmu tata susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat. Sedangkan ilmu kimia adalah bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Science) yang mengambil materi (matter) sebagai objek. Yang dikembangkan oleh ilmu kimia adalah deskripsi tentang materi, khususnya kemungkinan perubahan menjadi benda lain (transformation of matter) secara permanen serta energi yang terlibat dalam perubahan termasud.
c. Materi Pokok Redoks di SMA/MA.
Dalam KTSP mata pelajaran atau materi pokok Reaksi Reduksi-oksidasi dipelajari di kelas X semester genap. Materi pokok reaksi redok ini ini memiliki standar isi yang harus dicapai peserta didik yang meliputi standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator. Standar kompetensi dan kompetensi dasar tersebut harus dicapai oleh peserta didik, dengan indikator pencapaian hasil berupa: Contoh ptk kimia doc 
a) Siswa dapat mendeskripsikan perkembangan konsep redoks.
b) Siswa dapat menentukan bilangan oksidasi unsur-unsur dalam senyawa.
c) Siswa dapat menentukan zat yang mengalami oksidasi dan reduksi dalam suatu reaksi kimia.
d) Siswa dapat menuliskan nama dari senyawa-senyawa yang terlibat dalam reaksi redoks sesuai dengan tata nama IUPA C.
e) Siswa dapat mengetahui penerapan konsep redoks dalam kehidupan.
5) Reaksi Reduksi Oksidasi
a. Perkembangan Konsep Reduksi-oksidasi.
Dari sejarahnya istilah oksidasi diterapkan untuk proses-proses dimana oksigen diambil oleh suatu zat. Sedangkan reduksi dianggap sebagai proses dimana oksigen diambil dari dalam suatu zat.
Contoh:
4Fe(s) + 3O2(g) ‡ 2Fe2O3(s) (oksidasi).
CuO(S) + H2(g) ‡ Cu + H2O(g) (reduksi).22

Oxidation and reduction reactions involve transfer of electrons from one reactant to another. When a substance accepts electrons, it is said to be reduced. When a substance loses electrons, it is said to be oxidized . in every oxidation-reduction reaction, a reactant is reduced and a reactant is oxidized. 
Mg loses 2e- per atom, Mg is oxidized
Example: 2Mg(s) + O2(g) ‡ 2Mg2+ + O2 
 
Oksidasi adalah suatu proses di mana suatu senyawa kimia melepaskan elektron. Reduksi merupakan kebalikan dari proses oksidasi, yaitu suatu proses di mana suatu senyawa kimia menerima elektron. Karena reaksi oksidasi selalu disertai reaksi reduksi, demikian pula sebaliknya, maka reaksi oksidasi sering dinamakan sebagai reaksi redoks. Setengah reaksi yang pertama menyatakan reaksi oksidasi, sedangkan setengah reaksi yang kedua menyatakan reaksi reduksi.
Misalnya untuk reaksi:
Cu(s) + 2 Ag+ (aq) ‡ Cu2+ (aq) + 2 Ag(s)
Dapat ditulis sebagai berikut:
Setengah reaksi (oksidasi) Cu ‡ Cu2+ + 2 e-Setengah reaksi (reduksi) 2 Ag+ + 2 e- ‡ 2 Ag
Oksidasi adalah bertambahnya bilangan oksidasi. Sedangkan reduksi adalah berkurangnya bilangan oksidasi. Senyawa yang dioksidasi (oxidizing agent) adalah zat yang direduksi, dan senyawa pereduksi ( reducing agent) adalah zat yang dioksidasi.
Contoh: S + O2 ‡ SO2
b. Bilangan Oksidasi
Bilangan oksidasi adalah bilangan (baik positif maupun negatif) yang diberi tanda pada atom dalam suaatu senyawa, agar dapat diketahui perubahan-perubahan yang terjadi pada reaksi redoks.
Aturan untuk Menentukan Bilangan Oksidasi:
1) Bilangan oksidasi setiap unsur dalam bentuk unsurnya adalah nol, tanpa memperhatikan rumitnya bentuk molekul dimana unsur itu berada. Jadi atom dalam Ne, F2, P4 dan S8, semuanya mempunyai bilangan oksidasi nol.
2) Bilangan oksidasi setiap ion yang mengandung satu atom, suatu ion yang hanya terdiri dari satu atom (monoatomic ion), sama dengan muatan yang ada dalam ion. Download ptk kimia sma Dengan demikian ion Na+, Al3+, dan S2- mempunyai bilangan oksidasi +1, +3 dan -2.
3) Jumlah semua bilangan oksidasi dari semua atom dalam suatu senyawa adalah nol. Untuk ion yang mengandung atom banyak (polyatomic), jumlah bilangan oksidasi harus sama dengan muatan yang ada pada ion.
4) Keadaan oksidasi hidrogen dalam senyawa umumnya +1 kecuali dalam senyawa hidrida logam sama dengan -1. Misal senyawa NH3, atom nitrogen terikat langsung pada atom hidrogen, oleh karena itu nitrogen lebih elektronegatif daripada hidrogen. Jadi semua elektron ikatan diberikan pada nitrogen. Ketiga atom hidrogen tidak lagi memliki elektron, jadi hidrogen memiliki muatan semu atau keadaan oksidasi +I. Sebaliknya dalam senyawa CaH2 masing¬masing hidrogen lebih elektronegatif daripada kalsium dan dilimpahi dua elektron dari kalsium. Maka keadaan oksidasi dari hidrogen –I. 27
5) Bila membentuk senyawa biner dengan logam, maka bilangan oksidasi umum golongan VII A adalah -1, golongan VI A adalah -2, dan golongan V A adalah -3.
c. Tata Nama Senyawa.
1) Persenyawaan kimia yang terdiri dari dua unsur atau senyawa biner logam dan bukan logam.
Persenyawaan kimia biner terdiri dari atom-atom dari dua macam unsur yang berbeda. Jika yang satu logam, maka unsur lainnya adalah bukan logam. Nama dari logam ditulis lebih dahulu, kemudian diikuti oleh nama yang bukan logam. Nama untuk unsur yang kedua diperoleh dengan cara menambahkan akhiran –ida.
Contoh: NaCl : natrium klorida.
Al2S3 : aluminium sulfida.
SrO : stronsium oksida.
Cara pemberian nama berdasarkan Sistem Stock dimana dalam sistem ini,angka Romawi yang sama dengan bentuk oksida logam yang ditempatkan di antara tanda kurung setelah nama unsur tersebut dalam bahasa Inggris.
Contoh: Fe2+ diberi nama ion besi(II) dan Fe3+ ion besi (III). Oleh sebab itu nama lainnya untuk FeCl2 dan FeCl3 adalah:
FeCl2 : fero klorida atau besi(II) klorida.
FeCl3 : feri klorida atau besi(III) klorida.
Jika sistem stock yang dipakai, maka perlu diingat bahwa angka Romawi merupakan bentuk oksidasi logam (muatan ion logam), maka ion logam tidak perlu ditulis lagi.
Cu2O tembaga(I) oksida.
CuO tembaga(II) oksida.
2) Senyawa yang mengandung ion dari dua komponen non logam.
Untuk memberi nama senyawa yang mengandung dua komponen yang terdiri dari dua non logam(binary compound), maka dipakai sistem ketiga dari nomenklatur. Sistem ini menggunakan awalan dalam bahasa Yunani untuk menunjukkan jumlah atom setiap macam unsur dalam satu molekul zat. Awalan ini menurut artinya adalah:
di- dua penta-lima okta delapan
tri- tiga heksa-enam nona sembilan
tetra- empat hepta-tujuh deka sepuluh
dalam memberi nama suatu senyawa, unsur pertama dalam formula (rumus kimia) diberi nama dalam bahasa Indonesia(Inggris). Unsur kedua ditunjukkan dengan menambahkan akhiran –ida(ide) pada nama asal dari unsur tersebut.
Contoh: P4O10 adalah tetrafosforus dekaoksida.
3) Senyawa yang mengandung ion yang terdiri dari atom yang banyak.
Diketahui bahwa banyak ion yang mengandung lebih dari satu atom dan oleh sebab itu, senyawa ini adalah ion yang mempunyai atom banyak(polyatomic ion). Senyawa ini menjadi tergabung ke dalam senyawa ionik. Tetapi merupakan unit yang tersendiri dan pada umumnya tetap utuh dalam kebanyakan reaksi kimia. Sebagai senyawa yang mengandung dua komponen(binary compound), zat-zat yang mengandung ion ini selalu diberi nama yang dimulai dengan ion yang bermuatan positif. Contoh ptk kimia doc
Contoh: Na2CO3 : natrium karbonat
BaOH2 : barium hidroksida
d. Penerapan reaksi redoks dalam kehidupan
a) Reaksi redoks pada pengolahan lgam.
Contoh reaksi elektrolisis logam aluminium.
3C(s) + 4Al3+ (l) + 6O2- (l) ‡ 4Al(l) + 3CO2(g)
b) Reaksi redoks pada penyambungan besi.
Reaksi: 2Al(s) + Fe2O3(s) ‡ 2Fe(s) + Al2O3(s)
c) Reaksi redoks pada sel AKI.
Pb(s) + PbO2 + 2H2SO4 + 2H+ ‡ 2PbSO4(s) + 2H2O(l)
d) Reaksi redoks pada Baterai( Sel Leclanche).
Zn(s) +2NH4 (aq) + 2MnO2(s) ‡ Zn2+( aq) Mn2O3(s) +2NH3(aq) + H2O(l).
e) Reaksi redoks pada pengolahan air limbah.
Pengolahan air limbah dengan proses lumpur aktif yang merupakan suatu proses oksidasi yang menggunakan bantuan oksigen dan berlangsung dalam bak limbah yang berisi partikel-partikel lumpur. Lumpur aktif merupakan lumpur yang banyak mengandung bakteri aerob. Bakteri ini berfungsi sebagai oksidator bahan organik dalam partikel lumpur aktif, tanpa menggunakan oksigen yang terlarut dalam air, sehingga harga BOD dapat dikurangi.

PTK IPA KIMIA SMA TERBARU

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Suhardjono dan Suharsimi menyatakan bahwa PTK adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar mengajar yang terjadi di kelas, bukan pada input kelas (silabus, materi, dan lain-lain) ataupun output (hasil belajar). PTK harus tertuju atau mengenai hal¬hal yang terjadi di dalam kelas.
Tahapan penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 4 tahap, secara rinci sebagai berikut:
1. Perencanaan
Dalam tahap ini peneliti menjelaskan apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Pada PTK dimana peneliti dan guru adalah orang yang berbeda, dalam tahap menyusun rancangan harus ada kesepakatan antara guru yang akan melakukan tindakan dengan peneliti yang akan mengamati proses jalannya tindakan.
2. Tindakan (pelaksanaan)
Implementasi tindakan pada prinsipnya merupakan realisasi dari suatu tindakan yang sudah direncanakan sebelumnya. Strategi apa yang digunakan, materi apa yang diajarkan atau dibahas.
3. Pengamatan (observasi)
Pengamatan (Observasi) adalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Pengamatan ini dapat dilaksanakan dengan pedoman pengamatan, catatan lapangan, jurnal harian, observasi aktivitas di kelas, penggambaran interaksi dalam kelas, atau alat perekam elektronik. Pengamatan sangat cocok untuk merekam data kualitatif, misalnya perilaku, aktivitas, dan proses lainnya. Contoh ptk kimia sma pdf 
4. Refleksi
Refleksi ialah perbuatan merenung atau memikirkan sesuatu atau upaya evaluasi yang dilakukan oleh para kolaborator yang terkait dengan suatu PTK. Refleksi ini dilakukan secara kolaboratif, yaitu adanya diskusi terhadap berbagai masalah yang terjadi di kelas penelitian. Dengan demikian refleksi dapat ditentukan sesudah adanya implementasi tindakan dan hasil observasi. Berdasarkan refleksi ini pula suatu perbaikan tindakan (replanning) selanjutnya ditentukan.
 
Gambar1. Siklus dalam PTK

B. Subyek Penelitian
Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPA.2 SMAN 1 ... Kabupaten ... tahun pelajaran 2015/2016. Jumlah peserta didik kelas X IPA.2 sebanyak 31 peserta didik. Penelitian tindakan kelas ini melibatkan guru kimia SMAN 1 ... Kabupaten ... sebagai kolaborator.

C. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di MA Salafiyah Simbangkulon Pekalongan. Sedangkan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2016 sebagaimana dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Penelitian

D. Kolaborator
Salah satu ciri khas PTK adalah adanya kolaborasi atau kerjasama antara praktisi (guru, kepala sekolah, siswa, dan lain-lain) dan peneliti dalam pemahaman, kesepakatan tentang permasalahan, pengambilan keputusan, dan akhirnya melahirkan kerjasama tindakan (action). Dalam pelaksanaan tindakan di dalam kelas, maka kerjasama (kolaborasi) antara guru dengan peneliti menjadi hal sangat penting. Dalam PTK, kedudukan peneliti setara dengan guru, dalam arti masing-masing mempunyai peran dan tanggung jawab yang saling membutuhkan dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan. Peran kerjasama (kolaborasi) sangat menentukan keberhasilan PTK terutama pada kegiatan mendiagnosis masalah, menyusun usulan, melaksanakan penelitian, menganalisis data, menyeminarkan hasil, dan menyusun laporan akhir. Download ptk kimia kelas x  Kolaborasi dalam penelitian ini, peneliti berkolaborasi dengan guru kimia SMAN 1 ... Kabupaten ....

E. Metode Penelitian
1. Prosedur Penelitian
Dalam penelitian tindakan kelas ini, siklus I berupa implementasi serangkaian kegiatan pembelajaran seperti yang telah direncanakan untuk mengatasi masalah. Siklus 2, 3 dan seterusnya berupa implementasi serangkaian kegiatan pembelajaran yang telah direvisi untuk mengatasi masalah pada siklus pertama yang belum tuntas. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian adalah sebagai berikut:
a. Pra Siklus
Dalam pra siklus ini peneliti melihat hasil belajar kimia pada materi pokok reaksi reduksi-oksidasi dua tahun sebelumnya yang pelaksanaannya belum menggunakan metode team quiz yaitu tahun pelajaran 2014/2015 dan 2015/2016. Hasil belajar dan ketuntasan klasikal pada 2 tahun sebelumnya kemudian dirata¬rata sebagai nilai pra siklus. Untuk mengetahui tingkat keaktifan peserta didik, digunakan teknik wawancara kepada guru kimia yang bersangkutan mengenai keaktifan peserta didik pada materi reaksi reduksi-oksidasi pada 2 tahun terakhir. Disamping itu juga digunakan observasi pada tahun ini dimana pengambilan datanya, diambil ketika guru menerangkan materi pokok larutan elektrolit dan non elektrolit. Hal ini dilakukan sebagai dasar untuk membandingkan keberhasilan pembelajaran kimia dengan metode pembelajaran team quiz pada siklus I dan siklus II.
b. Siklus I
a. Perencanaan
1. Guru menyusun dan menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang sub materi pokok perkembangan konsep reaksi reduksi-oksidasi dan konsep bilangan oksidasi dengan metode team quiz.
2. Melakukan kolaborasi dengan guru kelas.
3. Membuat instrumen yang akan digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
4. Menyusun alat evaluasi pembelajaran.
b. Tindakan
1. Guru mengadakan presensi kepada peserta didik.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
3. Guru menggali pengetahuan awal siswa pada sub materi pokok perkembangan konsep redoks dan bilangan oksidasi.
4. Guru mengarahkan siswa untuk berdiskusi sub materi pokok perkembangan konsep redoks dan konsep bilangan oksidasi dengan metode team quiz dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok (tiap kelompok anggotanya 8 -9 siswa).
b. Masing- masing kelompok mendapatkan materi dari guru sesuai dengan sub babnya.
c. Kelompok 1 mempresentasikan sub babnya(perkembangan konsep reaksi redoks) kepada kelompok lain.
d. Setelah selesai presentasi, kelompok 1 memberikan kuis kepada kelompok 2. Jika kelompok 2 tidak dapat menjawab, maka kuis dilempar ke kelompok 3, dan seterusnya.
e. Setelah kelompok 1 selesai presentasi dan memberikan kuis, dilanjutkan kelompok 2 mempresentasikan sub babnya (konsep bilangan oksidasi) dan memberikan kuis kepada kelompok 3. Jika kelompok 3 tidak dapat menjawab, maka kuis dilempar ke kelompok 4, dan seterusnya.
f. Setelah kelompok 1 dan 2 selesai berdiskusi, presentasi, dan memberikan kuis, kemudian semua kelompok mengumpulkan hasil diskusinya kemudian guru menyimpulkan kembali materi perkembangan konsep reaksi redoks dan konsep bilangan oksidasi sehingga peserta didik menjadi paham.
g. Secara individual peserta didik diberi PR. Contoh ptk kimia doc 
h. Guru memberikan tes siklus I.
c. Pengamatan
Dalam penelitian tindakan kelas, pengamatan dilaksanakan dengan beberapa aspek yang diamati adalah sebagai berikut:
1. Pengamatan terhadap peserta didik
a. Antusias peserta didik dalam pembelajaran team quiz.
b. Keaktifan peserta didik dalam diskusi.
c. Keberanian peserta didik dalam presentasi.
d. Keaktifan peserta didik dalam bertanya.
e. Kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan kuis.
f. Hubungan kerjasama antar peserta didk dalam kelompok.
g. Sikap peserta didik dalam memperhatikan pendapat atau jawaban dari kelompok lain.
h. Keterampilan peserta didik dalam membuat kuis.
i. Keaktifan peserta didik dalam mengemukakan pendapat dalam kelompok.
j. Keaktifan peserta didik dalam menuliskan hasil diskusi.
2. Pengamatan terhadap guru
a) Penjelasan guru tentang prosedur team quiz,
b) Suara guru saat menyampaikan materi.
c) Pemerataan perhatian guru kepada setiap kelompok.
d) Ketepatan guru mengelola waktu pembelajaran.
e) Kemampuan guru dalam menjawab pertanyaan peserta didik.
f) Perhatian guru ketika siswa presentasi.
g) Keruntutan melaksanakan pro sedur team quiz.
h) Cara guru memberikan arahan dan bimbingan kepada siswa.
i) Kemampuan guru dalam menciptakan komunikasi yang timbal balik.
j) Kemampuan guru membimbing diskusi.
k) Cara guru dalam memotivasi siswa untuk bertanya.
l) Kemampuan guru dalam meluruskan materi saat siswa presentasi.
m)  Membantu peserta didik yang kesulitan materi.
n) Membantu peserta didik dalam menumbuhkan rasa percaya diri.
o) Kemampuan guru dalam memberikan semangat kepada peserta didik dalam mengerjakan kuis. Contoh ptk kimia sma pdf 
p) Kecermatan guru dalam mengamati keaktifan siswa.
q) Ketelitian guru dalam mengoreksi jawaban kuis.
r) Cara guru dalam mengkondisikan siswa yang kurang aktif.
s) Keterampilan guru dalam mengelola kelas.
t) Ketepatan waktu yang diperlukan guru dalam menyimpulkan materi.
d. Refleksi
Refleksi merupakan langkah untuk menganalisis hasil kerja dan aktivitas peserta didik. Analisis dilakukan untuk mengukur baik kelebihan maupun kekurangan yang terdapat pada siklus I kemudian mendiskusikan hasil analisis secara kolaborasi untuk perbaikan pada pelaksanaan siklus II.
c. Siklus II
Siklus II berupa implementasi serangkaian kegiatan pembelajaran yang telah direvisi untuk mengatasi masalah pada siklus pertama yang belum tuntas.
Adapun langkah-langkah pada siklus II meliputi:

1) Perencanaan
a. Mengidentifikasi masalah dan rumusan masalah berdasarkan permasalahan yang muncul dari siklus I.
b. Guru menyusun dan menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang sub materi pokok oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks, tata nama senyawa redoks, dan penerapan konsep redoks dengan metode quiz team.
c. Melakukan kolaborasi dengan guru kelas.
d. Membuat instrumen yang akan digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
e. Menyusun alat evaluasi pembelajaran.

2) Tindakan
a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
b. Guru menyampaikan garis besar sub materi pokok oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks, tata nama senyawa redoks, dan penerapan konsep redoks dengan metode team quiz dengan langkah-langkah sebagai berikut:
(1) Siswa dibagi menjadi 5 kelompok (tiap kelompok
anggotanya 8-9 siswa).
(2) Masing-masing kelompok mendapatkan materi dari guru sesuai dengan sub babnya.
(3) Kelompok 3 mempresentasikan sub babnya (oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks) kepada kelompok lain.
(4) Setelah selesai presentasi, kelompok 3 memberikan kuis kepada kelompok 4. Jika kelompok 4 tidak dapat menjawab, maka kuis dilempar ke kelompok 5, dan seterusnya.
(5) Setelah kelompok 3 selesai presentasi dan memberikan kuis, dilanjutkan kelompok 4 mempresentasikan sub babnya (tata nama senyawa redoks) dan memberikan kuis kepada kelompok 5. Jika kelompok 5 tidak dapat menjawab, maka kuis dilempar ke kelompok 1, dan seterusnya.
(6) Setelah kelompok 4 selesai presentasi dan memberikan kuis, dilanjutkan kelompok 5 mempresentasikan sub babnya (penerapan konsep redoks) dan memberikan kuis kepada kelompok 1. Download ptk kimia kelas x Jika kelompok 1 tidak dapat menjawab, maka kuis dilempar ke kelompok 2, dan seterusnya.
(7) Setelah semua kelompok selesai berdiskusi dan menuliskan hasil diskusinya kemudian guru menyimpulkan kembali sus materi pokok oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks , tata nama senyawa redoks , dan penerapan konsep redoks sehingga peserta didik menjadi paham.
(8) Secara individual peserta didik diberi PR.
(9) Guru memberikan tes siklus II.

3) Pengamatan
Dalam penelitian tindakan kelas, pengamatan dilaksanakan dengan beberapa aspek yang diamati adalah sebagai berikut: 
1) Pengamatan terhadap peserta didik
a) Antusias peserta didik dalam pembelajaran team quiz.
b) Keaktifan peserta didik dalam diskusi.
c) Keberanian peserta didik dalam presentasi.
d) Keaktifan peserta didik dalam bertanya.
e) Kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan kuis.
f) Hubungan kerjasama antar peserta didk dalam kelompok.
g) Sikap peserta didik dalam memperhatikan pendapat atau jawaban dari kelompok lain.
h) Keterampilan peserta didik dalam membuat kuis.
i) Keaktifan peserta didik dalam mengemukakan pendapat dalam kelompok.
j) Keaktifan peserta didik dalam menuliskan hasil diskusi.
2) Pengamatan terhadap guru
a) Penjelasan guru tentang prosedur team quiz.
b) Suara guru saat menyampaikan materi.
c) Pemerataan perhatian guru kepada setiap kelompok.
d) Ketepatan guru mengelola waktu pembelajaran.
e) Kemampuan guru dalam menjawab pertanyaan peserta didik.
f) Perhatian guru ketika siswa presentasi.
g) Keruntutan melaksanakan pro sedur team quiz.
h) Cara guru memberikan arahan dan bimbingan kepada siswa.
i) Kemampuan guru dalam menciptakan komunikasi yang timbal balik.
j) Kemampuan guru membimbing diskusi.
k) Cara guru dalam memotivasi siswa untuk bertanya.
l) Kemampuan guru dalam meluruskan materi saat siswa presentasi.
m) Membantu peserta didik yang kesulitan materi.
n) Membantu peserta didik dalam menumbuhkan rasa percaya diri.
o) Kemampuan guru dalam memberikan semangat
kepada peserta didik dalam mengerjakan kuis.
p) Kecermatan guru dalam mengamati keaktifan
siswa. Contoh ptk kimia doc 
q) Ketelitian guru dalam mengoreksi j awaban kuis.
r) Cara guru dalam mengkondisikan siswa yang kurang aktif.
s) Keterampilan guru dalam mengelola kelas.
t) Ketepatan waktu yang diperlukan guru dalam menyimpulkan materi.

4) Refleksi
Hasil pengamatan pada siklus II dikumpulkan untuk dianalisis dan dievaluasi oleh peneliti dan kolaborator. Diharapkan setelah berakhir siklus II dengan metode pembelajaran team quiz pada materi reaksi reduksi-oksidasi maka hasil belajar peserta didik X IPA.2 SMAN 1 ... Kabupaten ... meningkat.
2. Teknik Pengumpulan Data
a. Dokumentasi
Dokumentasi adalah cara mengetahui sesuatu dengan melihat catatan-catatan, arsip-arsip, dokumen-dokumen yang berhubungan dengan orang yang diselidiki. Metode dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan daftar nama peserta didik, nilai hasil belajar kimia peserta didik pada 2 tahun sebelumnya yaitu tahun 2014/2015 dan 2015/2016 di kelas X IPA.2 SMAN 1 ... Kabupaten ....
b. Wawancara
Wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Metode wawancara digunakan untuk mengetahui permasalahan¬permasalahan dalam pembelajaran. Download ptk kimia kelas x Wawancara dilakukan kepada guru kimia di kelas X IPA.2 SMAN 1 ... Kabupaten ....
c. Tes
Tes adalah seperangkat rangsangan (stimuli) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban  jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka.9 Tes diberikan kepada peserta didik dari setiap akhir siklus yang berguna untuk mengetahui kemampuan hasil belajar peserta didik. Tes ini secara umum untuk mengetahui apakah ada peningkatan pemahaman konsep dengan menggunakan metode pembelajaran team quiz. Tes yang dilaksanakan menggunakan tes tertulis.
d. Observasi
Observasi adalah kegiatan pengamatan atau pengambilan
data untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai. Lembar observasi digunakan untuk memperoleh data sasaran.
yang dapat memperlihatkan pengelolaan metode pembelajaran team quiz oleh guru dan peserta didik. Lembar observasi ini untuk mengetahui aktifitas peserta didik dan mengidentifikasi cara yang efektif dalam menerapkan metode pembelajaran team quiz.
3. Teknik Analisis Data
Data hasil pengamatan penelitian ini dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan indikator keberhasilan tiap siklus dan untuk menggambarkan keberhasilan pembelajaran melalui metode pembelajaran Team Quiz. Data penelitian yang terkumpul, setelah ditabulasi kemudian dianalisis untuk mencapai tujuan-tujuan penelitian. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
a. Data kuantitatif diolah dengan menggunakan deskriptif persentase. Nilai yang diperoleh peserta didik dirata-rata untuk ditemukan keberhasilan individu dan keberhasilan klasikal sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.
1) Menghitung Rata-rata
Untuk menghitung nilai rata-rata digunakan rumus:
 
2) Ketuntasan Belajar Klasikal
Data yang diperoleh dari hasil belajar dapat ditentukan ketuntasan belajar klasikal menggunakan analisis deskriptif persentase dengan perhitungan:
 
Ketuntasan belajar klasikal dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas 60 dengan ketuntasan klasikal minimal 75%11 dari jumlah peserta didik, memperoleh nilai 60.
b. Data kualitatif merupakan data yang berupa informasi berbentuk kalimat. Contoh ptk kimia sma pdf Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari pelaksanaan siklus PTK dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik persentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran dengan metode Team Quiz. Keberhasilan dalam pembelajaran ditandai dengan semakin meningkatnya keaktifan dan hasil belajar peserta didik yang diperoleh melalui hasil belajar.
Perhitungan persentase pengelolaan pembelajaran oleh guru:
 
F. Indikator Keberhasilan
1. Hasil Belajar.
Hasil belajar peserta didik diperoleh dari hasil pekerjaan peserta didik pada lembar kerja kelompok dan hasil tes evaluasi pada tiap akhir siklus. Contoh ptk kimia sma pdf Dalam penelitian ini yang dapat dijadikan tolak ukur ketuntasan belajar suatu kelas adalah apabila nilai rata-rata kelas 60 dengan ketuntasan klasikal minimal 75% dari jumlah peserta didik, memperoleh nilai 60.
2. Kinerja Guru
Indikator keaktifan dalam penelitian ini adalah apabila keaktifan guru dalam proses pembelajaran meningkat ditandai 75% guru aktif dalam pembelajaran.

CONTOH LAPORAN PROPOSAL PTK IPA KIMIA SMA

DAFTAR PUSTAKA


Abror, Abdurrohman, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya, 1993, Cet. 4.
Arikunto, Suharsimi dkk, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008, Cet. VII.
Bird, Tony, Physical Chemistry: Kimia Fisik untuk Universitas, terj. Kwee le Tjien, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1993, Cet.2.
Brady, James E, General Chemistry Principles and Structure: Kimia Universitas Asas dan Struktur, terj. Sukmariah Maun, Jakarta: Binarupa Aksara, 1999.
Chang, Raymond, Chemistry, America: Northern Arizona University, 2005, Cet.8.
Dalyono, M, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2007.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006, Cet. 3.
Furchan, Arief Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007, cet. 3.
Hamalik, Oemar, Pendekatan Baru Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2001, Cet. 2.
Haryanto, Untung Tri, LKS Kreatif Kimia SMA kelas X, Klaten: Viva Pakarindo, 2007.
Henson, Kenneth T. and Delmar Janke, Elementary Science Methods, America: McGraw-Hill, 1984.
John W. Moore, et. al., Chemistry the Molecular Science, Canada: Thomson, 2008, Cet. 3.
Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru, (Jakarta: PT. Rajawali Pers, 2010.
, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: PT. Rajawali Pers, 2010, Cet. Ke-5.
Kusumah, Wijaya dan Dedi Dwitagama, Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: PT. Indeks, 2010, Cet. 3.
McDonald, F. J, Educational Psychology, Tokyo: Overseas Publications, 1959, Cet.1.
Mulyasa, E, Kurikulum yang Disempurnakan, Bandumg: PT. Remaja Rosdakarya, 2009, Cet. 3.
Partana, Crys Fajar, Jica Kimia Dasar 2, Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta, 2003.
Pidarta, Made, Landasan Kependidikan, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1997, Cet.1.
Purba, Michael, Kimia SMA Kelas X, Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama, 2006.
Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.
Sagala, Syaiful, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Alfabeta, 2003.
Siberman, Mel, Active Learning: 101 Strategies to Teach Any Subject: Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif, terj. Sarjuli, dkk, Jakarta: Pustaka Insan Madani, 1996.
Soemanto, Wasty, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 1998.
Sudijono, Anas, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: PT. Grafindo Persada, 1996.
Sudjana, Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung; PT. Remaja Rosdakarya, 2009, Cet. Ke-14.
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, Jakarta: CV Alfabeta, 2008.
Sukarna, I Made, JICA Kimia Dasar 1, Yogyakarta : Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNNES.
Supriono, Agus, Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010, Cet. IV.
Svehla, G, Textbook Of Macro and Semimicro Qualitative Inorganic Analysis: Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro, terj. L. Setiono dan A. Hadyana Pudjaatmaka, Jakarta: PT. Kalman Media Pusaka, 1990, Cet. II.
Syah, Muhibbin, Psikologi Belajar, Jakarta: LOGOS, 1999, Cet. 1., Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung: Rosdakarya, 2000.


Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH PTK IPA KIMIA SMA KELAS X

Postingan terkait: