CONTOH PTK IPA BIOLOGI SMP KELAS 8 PERTUMBUHAN

CONTOH PTK IPA BIOLOGI SMP KELAS 8 PERTUMBUHAN-Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Biologi melalui model PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite and Review) Materi Pokok pertumbuhan dan perkembangan pada manusia Kelas 8.1 di SMPN .... Contoh ptk ipa smp pdf
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas 8 SMPN 2 Babelan; (2) mengetahui respon peserta didik kelas 8.1 SMPN .... mata pelajaran biologi melalui model PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite and Review) khususnya materi pokok pertumbuhan dan perkembangan pada manusia.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) pada peserta didik kelas 8 semester 1 SMPN .... mata pelajaran Biologi pada materi pokok pertumbuhan dan perkembangan pada manusia. Adapun pemberian angket yang diberikan oleh peneliti kepada peserta didik untuk mengetahui respon terhadap pembelajaran biologi pelaksanaan pembelajaran biologi melalui model PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite And Review) ternyata dapat dilihat dari hasil angket mencapai 77,42%, yakni menunjukkan criteria penilaian baik. Download PTK Biologi SMP Lengkap Rata-rata nilai tes evaluasi yang dicapai pada kondisi awal yaitu pada materi Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan sebesar 58,83. Peserta didik yang memperoleh nilai di bawah 65 sebanyak 25 orang atau 50%. Fakta menunjukkan bahwa peserta didik kelas 8.1 SMPN .... belum bisa menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru, dan enggan untuk menyampaikan ide-ide mereka. Oleh karena itu, untuk lebih meningkatkan hasil belajar Biologi, dalam hal ini peneliti menggunakan alternatif dengan model pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite and Review).
Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa prosentase dan nilai rata-rata mencapai 5,97 dengan ketuntasan belajar 23,33%. Untuk siklus II mencapai 6,84% dengan dengan ketuntasan belajar 53,33%. Pada siklus III mengalami peningkatan dengan rata-rata hasil tes 8,18 dengan ketuntasan belajar sebesar 86,66%. Download Proposal ptk ipa smp pdf


Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPA SMP yang diberi judul UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PQ4R (PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE AND REVIEW) MATERI POKOK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA MANUSIA KELAS 8.1 DI SMPN 2 ....". Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPA SMP KELAS 8 lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMP 007).


DOWNLOAD PTK BIOLOGI SMP KELAS 8 TERBARU


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan kebutuhan penting bagi setiap manusia, negara maupun pemerintah. Pendidikan diharapkan mampu mengatasi masalah¬masalah yang sedang dihadapi karena pendidikan itu sendiri merupakan institusi penting bagi proses penyiapan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang benar-benar berkualitas.
Saat ini pemerintah telah menyempurnakan kurikulum dari KBK (kurikulum berbasis kompetensi) menjadi KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan). Download PTK Biologi SMP Lengkap KTSP mengacu pada undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang standar nasional pendidikan (SNP), Peraturan Menteri Pendidikan (Permendiknas) No. 22 tahun 2006 tentang standar isi dan Permendiknas No. 23 tahun 2006 tentang pelaksanaan standar kompetensi lulusan serta Permendiknas No. 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan standar isi dan standar kompetensi kelulusan, setiap satuan pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kurikulum yang diimplementasikan di satuan pendidikan masing-masing. Dalam pengembangan KTSP perlu didukung oleh iklim pembelajaran yang kondusif agar tercipta suasana yang aman, dan tertib, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan tenang, dan menyenangkan. Iklim yang demikian akan mendorong proses pembelajaran yang aktif , kreatif dan bermakna.
Hal yang sering kita jumpai dalam pembelajaran di kelas yaitu, mengharapkan siswa belajar namun jarang mengajarkan mereka tentang proses belajar. Kita mengharapkan siswa untuk memecahkan masalah namun jarang mengajarkan mereka tentang pemecahan masalah. Download Proposal ptk ipa smp pdf Dan sama halnya kita kadang-kadang meminta siswa mengingat sejumlah besar bahan ajar namun jarang mengajarkan bagaimana cara seni menghafal.
Pembelajaran yang selama ini terjadi di dalam kelas belum mampu menarik perhatian sehingga siswa terkesan apatis terhadap materi yang disampaikan guru. Siswa yang aktif bertanya atau menjawab pertanyaan guru atau temannya masih sangat rendah. Bahkan dalam satu kali tatap muka terkadang tidak ada satupun yang bertanya atau menjawab pertanyaan. Rendahnya motivasi siswa terhadap pelajaran biologi mengakibatkan sikap ingin tahu dan rasa solidaritas antar siswa dalam belajar menjadi kurang, serta proses pembelajaran yang monoton yaitu dengan menggunakan model ceramah, membuat siswa kurang tertarik terhadap pelajaran biologi. Sehingga ketuntasan belajar biologi belum mencapai indikator keberhasilan.
Untuk mengatasi masalah tersebut perlu diterapkan model PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite and Review) dalam pembelajaran kelompok. Model PQ4R merupakan penyempurnaan dari model PQRST (Preview, Question, Read, State and Tes)dan SQ3R (Survey, Question, Read, Recite and Review). Model belajar tersebut adalah cara mempelajari teks (bacaan) khususnya yang terdapat dalam buku, artikel ilmiah dan laporan penelitian secara spesifik untuk memahami isi teks tersebut. Contoh Proposal ptk ipa terpadu smp Model PQ4R dapat membantu siswa untuk mengingat apa yang telah dibaca dan mengajarkan kepada siswa untuk mengingat apa yang telah dibaca dan mengajarkan kepada siswa tentang bagaimana belajar, bagaimana mengingat dan bagaimana berfikir.
Agar pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model PQ4R berhasil dengan baik, maka dibutuhkan waktu yang cukup dan siswa lebih rajin, cermat serta teliti. Dalam pembelajaran kooperatif, siswa akan belajar secara berkelompok dan diberikan kesempatan lebih aktif dalam kegiatan belajar. Sehingga terdapat peluang lebih besar untuk memahami model PQ4R dan meningkatkan hasil belajar biologi pada materi pokok pertumbuhan dan perkembangan pada manusia. Download Proposal ptk ipa smp pdf 
Dari uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PQ4R (PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE AND REVIEW) MATERI POKOK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA MANUSIA KELAS 8.1 DI SMPN SMPN ....

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, permasalahan dalam penelitian ini dapat diidentifikasi antara lain, sebagai berikut:
1. Pentingnya model pembelajaran sebagai alat komunikasi dalam proses belajar mengajar.
2. Materi pelajaran yang bersifat abstrak menyebabkan munculnya suatu permasalahan siswa merasa kesulitan dalam memahami konsep tersebut sehingga diperlukan model pengajaran yang lebih efektif agar lebih mudah dipahami oleh siswa. Download ptk ipa biologi smp doc 

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka timbul permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah penerapan model PQ4R dapat meningkatkan hasil belajar Biologi materi pokok Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia di SMPN .... tahun 2016/2017?
2. Bagaimanakah respon siswa terhadap pembelajaran Biologi dengan menggunakan model PQ4R materi pokok Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia di SMPN .... tahun 2016/2017 ?

D. Penegasan Istilah
Untuk mempertegas dan memperjelas makna judul dari penelitian ini, maka perlu diberikan beberapa istilah, yaitu:
1. Upaya Meningkatkan
a. upaya adalah usaha (syarat) untuk menyampaikan suatu maksud.
b. meningkatkan adalah berasal dari kata tingkat yang artinya menaikkan derajat, taraf dan sebagainya.
c. belajar adalah usaha (berlatih) upaya mendapatkan sesuatu.
2. Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau mahluk hidup untuk belajar.
3. Model PQ4R
PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, and Review) merupakan salah satu bagian dari strategi elaborasi. Strategi ini digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka baca, dan dapat membantu proses belajar mengajar di kelas yang dilaksanakan dengan kegiatan membaca buku bertujuan untuk mempelajari sampai tuntas.
4. Hasil Belajar
Hasil belajar yaitu perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dan individu dengan lingkungannya. Download PTK Biologi SMP Lengkap Perubahan ini berarti bahwa seseorang setelah mengalami proses belajar, akan mengalami perubahan tingkah laku, baik aspek pengetahuan ,ketrampilannya, maupun aspek sikapnya, misalnya dari tidak bisa menjadi bisa ,dari tidak mengerti jadi mengerti, dari ragu menjadi yakin, dari tidak sopan menjadi sopan.
Kriteria keberhasilan dalam belajar diantaranya ditandai dengan terjadinya perubahan tingkah laku pada diri individu yang belajar.
5. Biologi
Biologi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk makhluk hidup, hewan, tumbuhan dan jasad renik, masing-masing dikenal sebagai zoologi dan botani.
Pembelajaran biologi merupakan proses yang diselenggarakan guru untuk membelajarkan siswa dalam belajar bagaimana memperoleh dan memproses pengetahuan, ketrampilan dan sikap dalam mempelajari seluk beluk makhluk hidup.
6. Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Manusia
Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia merupakan salah satu materi yang diajarkan di kelas 8 semester ganjil sesuai dengan kurikulum KTSP. Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia terjadi dibagian seluruh tubuh, pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dimulai sejak terbentuknya sel zigot. Satu sel zigot akan tumbuh dan berkembang sehingga terbentuk embrio. Pada pertumbuhan embrio terdiri atas tiga tingkat yaitu: tingkat pembelahan, tingkat morula, blastula, dan gastrula. Download ptk ipa biologi smp doc Pada tahap terbentuk sel-sel embrio berdiferensiasi sehingga terbentuk berbagai macam-macam jaringan dan perkembangan menjadi fetus. Janin akan dilahirkan sebagai bayi yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi anak¬anak, remaja, dan dewasa.
E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat:
1. Bagi siswa
Hasil penelitian ini dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran siswa dan memberi pengalaman kepada siswa bahwa belajar biologi tidak sulit, menakutkan dan tidak menjenuhkan sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.
2. Bagi guru
Dengan dilaksanakannya penelitian ini guru dapat mengetahui strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan system pembelajaran, sehingga permasalahan-permasalahan yang dihadapi siswa, guru, materi pembelajaran dan sebagainya dapat teratasi.
3. Bagi sekolah
Hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan yang berharga bagi sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran biologi sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.


CONTOH LENGKAP PTK IPA BIOLOGI PERTUMBUHAN 


BAB II
LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS


A. Landasan Teori
1. Hasil Belajar Peserta Didik
a. Hakekat Belajar
Belajar pada hakekatnya merupakan kebutuhan bagi setiap orang yang ada di dunia ini. Siapapun pasti menjalani dan mengalami proses belajar. Proses belajar ini tidak hanya terjadi pada lembaga pendidikan saja tetapi dapat juga terjadi diluar lembaga pendidikan.
Belajar mempunyai arti terjadinya perubahan dari persepsi dan perilaku, termasuk juga perbaikan perilaku, misalnya pemuasan kebutuhan masyarakat dan pribadi secara tidak lengkap. Perubahan tidak harus selalu menghasilkan perbaikan di tinjau dari nilai-nilai sosial. Seorang penjahat mungkin sekali menjadi seorang yang sangat ahli. Download Proposal ptk ipa smp pdf Tetapi dari segi pandangan sosial hal itu bukanlah berarti perbaikan.
Menurut Witherington dalam Nana Syaodih Sukmadinata, belajar merupakan perubahan dalam kepribadian, yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru yang terbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”.
Menurut Clifford T. Morgan, Belajar adalah Learning is can be defined as any relatively permanent change in an organism behavioral repertoire that occurs as a result of experience. Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap bahkan merupakan pengalaman masa lalu.
Sedangkan Shaleh Abdul Azis dan Abdul Azis Abdul Majid dalam kitab Attarbiyah wa Turuqu Tadris, mengemukakan:
 
 
Belajar adalah perubahan dalam diri peserta didik berdasarkan pengalaman masa lalu, sehingga tercipta perubahan yang baru.
Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa belajar itu sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga, psiko-fisik untuk menuju ke perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsur cipta, rasa dan karsa, ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
b. Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Contoh Proposal ptk ipa terpadu smp Yang menjadi tolok ukur bukan hanya nilai atau skor tetapi juga kematangan sikap dan juga kemampuan menguasai suatu ketrampilan.
Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah, yakni:
1) Ranah kognitif
Adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Terdiri dari enam aspek, yakni:
a) Pengetahuan (knowledge) adalah kemampuan seseorang untuk mengingat-ingat kembali (recall) atau mengenali kembali tentang nama, istilah, ide, gejala, rumus-rumus dan sebagainya tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunakannya.
b) Pemahaman (comprehension) adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat.
c) Aplikasi adalah penggunaan abstraksi pada situasi kongret atau situasi khusus.
d) Analisis adalah usaha memilah suatu integritas menjadi unsur¬unsur atau bagian-bagian sehingga jelas hierarkinya dan atau susunannya.
e) Sintesis adalah penyatuan unsur-unsur atau bagian-bagian ke dalam bentuk menyeluruh.
f) Evaluasi adalah pemberian keputusan tentang nilai sesuatu yang mungkin dilihat dari segi tujuan, gagasan, cara kerja, pemecahan, model, dan materil. Contoh ptk ipa smp pdf
2) Ranah afektif
Adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Terdiri dari lima aspek, yakni:
a) Reciving/attending, yakni semacam kepekaan dalam menerima
rangsangan (stimulasi) dari luar yang datang kepada peserta
didik dalam bentuk masalah, situasi, gejala dan lain-lain.
b) Responding atau jawaban, yakni reaksi yang diberikan oleh
seseorang terhadap stimulasi yang datang dari luar.
c) Valuing (penilaian) berkenaan dengan nilai dan kepercayaan terhadap gej ala atau stimulus tadi.
d) Organisasi, yakni pengembangan dari nilai ke dalam satu sistem organisasi, termasuk hubungan satu nilai dengan nilai lain, pemantapan, dan prioritas nilai yang telah dimilikinya.
e) Karakteristik nilai atau internalisasi nilai, yakni keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang, yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Contoh Proposal ptk ipa terpadu smp
3) Ranah Psikomotorik
Adalah ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Terdiri dari enam tingkatan keterampilan yakni:
Gerakan refleks (keterampilan pada gerakan yang tidak sadar). Keterampilan pada gerakan-gerakan dasar.
Kemampuan perseptual, termasuk di dalamnya membedakan visual, membedakan auditif, dan motoris.
Kemampuan di bidang fisik, misalnya kekuatan, keharmonisan, dan ketepatan.
Gerakan-gerakan skill, mulai dari keterampilan sederhana sampai pada keterampilan yang kompleks.
Kemampuan yang berkenaan dengan komunikasi non¬dekursive seperti gerakan ekspresif dan interpretative.
c. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor intern yang berasal dari siswa tersebut, dan faktor ekstern yang berasal dari luar diri siswa tersebut. Download ptk ipa biologi smp doc Kedua factor tesebut saling mempengaruhi dalam proses belajar individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar.
1) Faktor Internal siswa
Faktor yang berasil dari dalam diri siswa meliputi dua aspek yakni:
a) Aspek Fisiologis (Jasmaniah)
Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi¬sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Kondisi organ tubuh yang lemah, dapat menurunkan kalitas ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajaripun kurang tau atau tidak membekas.13 Faktor jasmaniah meliputi:
(1).Faktor kesehatan, sehat berari dalam keadaan baik seluruh badan beserta bagian-bagiannya.
(2).Cacat tubuh, merupakan suatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna mengenai tubuh atau badan. Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi belajar peserta didik yang cacat belajarnya akan tergganggu.
b) Faktor psikologis
Faktor psikologis merupakan keadaan psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar, faktor ini meliputi:
(1).Intelegensi atau kecerdasan
Kecerdasan merupakan faktor psikologis yang paling penting dalam proses belajar peserta didik. Download Proposal ptk ipa smp pdf Semakin tinggi tingkat antelegensi seseorang individu, semakin besar peluang individu tersebut tersebut meraih sukses dalam belajar.
 (2).Sikap siswa
Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek, orang, barang dan sebagainya, baik secara positif maupun negatif. Sikap individu dapat mempengaruhi keberhasilan proses belajar.
(3).Bakat siswa
Secara umum, bakat adalah kemampuan potensi yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Dengan demikian, sebetulnya setiap orang pasti mencapai prestasi sampai ketingkat tertentu sesuai dengan kepasitas masing¬masing.
(4).Minat siswa
Minat merupakan kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan memegang beberapa kegiatan.
        (5).Motivasi siswa
Motifasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan kegiatan belajar peserta didik.
2) Faktor Eksternal Siswa
Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan nonsosial.
a) Faktor lingkungan sosial
(1).Lingkungan sosial keluarga, seperti guru, para staf administrasi dan teman-teman sekolah. Contoh Proposal ptk ipa terpadu smp
 (2).Lingkungan sosial masyarakat
(3).Lingkungan sosial keluarga
b) Faktor lingkungan nonsosial
1) Lingkungan alamiah, seperti kondisi udara yang segar, suasana sejuk dan tenang. Lingkungan alamiah merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas belajar peserta didik.
2) Faktor instrumental, yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan menjadi dua macam. Pertama, handware, seperti gedung sekolah, alat-alat belajar, fasilitas belajar. Kedua software, seperti kurikulum sekolah, peraturan¬peraturan sekolah dan silabus.
3) Faktor materi pelajaran (yang diajarkan peserta didik). Faktor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan peserta didik, begitu juga dengan model mengajar guru, disesuaikan dengan dengan kondisi perkembangan peserta didik.
2. Model PQ4R
a. Pentingnya Strategi Belajar
Pengalaman awal bisa dibangun melalui aktivitas membaca. Contoh ptk ipa smp pdf Dengan kegiatan ini peserta didik akan memiliki stok of knowledge. Salah satu model yang dapat dikembangkan agar membaca aktif adalah PQ4R.
Salah satu strategi yang paling banyak dikenal untuk membantu siswa memahami dan mengingat materi yang mereka baca adalah strategi PQ4R. Strategi ini didasarkan pada strategi PQRST dan strategi SQ3R. langkah-langkah dalam membaca PQ4R adalah sebagai berikut:
1) Preview
Peserta didik menemukan ide-ide pokok yang dikembangkan dalam bahan bacaan bagian-bagian yang bisa dibaca misal bab pengantar, daftar isi, topik maupun sub topik, judul, atau ringkasan suatu bab. Penelusuran ide pokok dapat juga dilakukan dengan membaca satu atau dua kalimat setiap halaman dengan cepat.
2) Question
Peserta didik merumuskan pertanyaan-pertanyaan untuk dirinya sendiri. Pertanyaan dapat dikembangkan dari yang sederhana menuju pertanyaan yang kompleks. Download Proposal ptk ipa smp pdf Pertanyaan itu meliputi apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Pertanyaan tersebut dikembangkan  kearah pembentukan pengetahuan deklaratif, struktural, dan pengetahuan prosedural.
3) Read
Pada tahap ini peserta didik diarahkan mencari jawaban terhadap semua pertanyaan yang telah dirumuskannya.
4) Reflect
Selama membaca peserta didik tidak hanya cukup mengingat atau menghafal, namun terpenting adalah mereka berdialog dengan apa yang dibacanya. Mereka mencoba memahami apa yang dibacanya. Caranya, (1) menghubungkan apa yang sudah dibacanya dengan hal-hal yang telah diketahui sebelumnya, (2) mengaitkan sub topik di dalam teks dengan konsep-konsep, (3) mengaitkan hal yang dibacanya dengan kenyataan yang dihadapinya.
5) Recite
Pada tahap ini peserta didik diminta merenungkan kembali informasi yang telah dipelajari. Dalam membawakan kembali apa yang telah dibaca dan dipahami oleh peserta didik adalah mereka mampu merumuskan konsep-konsep tersebut, dan mengartikulasikan pokok-pokok penting yang telah mereka bacanya dengan redaksinya sendiri. Akan lebih baik jika peserta didik tidak hanya menyampaikan secara lisan, namun juga dalam bentuk tulisan.
6) Review
Langkah terakhir adalah peserta didik diminta membuat rangkuman atau merumuskan inti sari dari bahan yang telah dibacanya. Download ptk ipa biologi smp doc Dalam tahap ini peserta didik mampu merumuskan kesimpulan sebagai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukannya.
Dari langkah-langkah strategi belajar PQ4R yang telah diuraikan diatas, dapat dilihat bahwa strategi belajar ini dapat membantu peserta didik memahami materi pembelajaran, terutama terhadap materi-materi yang lebih sukar dan menolong siswa untuk berkonsentrasi lebih lama. Langkah-langkah pemodelan pembelajaran dengan penerapan strategi PQ4R terdapat pada Table 2.1.

Tabel 2.1
Langkah-Langkah Pemodelan Pembelajaran dengan Penerapan
Strategi Belajar PQ4R

b. Teori yang mendasari model pembelajaran PQ4R
Strategi belajar merujuk kepada perilaku dan proses-proses
pemikiran yang digunakan siswa yang mempengaruhi apa yang dipelajarinya, termasuk ingatan dan proses kognitif. Nama lain untuk strategi belajar adalah strategi kognitif. Contoh tujuan kognitif tradisional yang diharapkan dicapai siswa adalah pemahaman suatu wacana dalam sebuah buku.
Pembelajaran dengan penerapan strategi-strategi belajar berpedoman pada premis, bahwa keberhasilan siswa banyak bergantung kepada kemahiran mereka untuk belajar sendiri. Download PTK Biologi SMP Lengkap Hal ini menyebabkan pentingnya model-model belajar diajarkan kepada anak didik dimulai dari sekolah dasar dan berlanjut pada pendidikan menengah dan tinggi.
Dalam pembelajaran dengan penerapan strategi belajar model PQ4R, maka aktifitas yang akan dilakukan oleh guru memenuhi langkah-langkah seperti pada tabel
3. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia
Standar Kompetensi : Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
Kompetensi Dasar : Menganalisis pentingnya pertumbuhan dan perkembangan pada mahkluk hidup
a. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Manusia
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan pada manusia ialah gen, hormone, makanan, air, aktivitas, dan cahaya matahari.
1) Gen
Gen merupakan faktor keturunan yang diwariskan oleh orang tua (induk). Gen akan mengendalikan dan menentukan pola dasar pertumbuhan dan perkembangan dari suatu organisme (manusia), misalnya warna tulang, otot, dan ciri-ciri lainnya.
2) Hormon
Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Hormon yang memiliki pengaruh utama terhadap pertumbuhan manusia adalah hormon pertumbuhan somatotrof. Hormon somatotrof (growth hormon) adalah sejenis hormone protein yang mengendalikan pertumbuhantubuh dengan merangsang seluruh jaringan tubuh untuk menambah ukuran sel untuk memperbanyak mitosis sehingga jumlah bertambah. Download Proposal ptk ipa smp pdf Orang yang kekurangan hormon somatotrof akan menjadi kerdil, sedangkan orang yang kelebihan hormon somatotrof akan mengalami pertumbuhan raksasa.
3) Makanan (nutrisi)
Salah satu ciri mahluk hidup adalah memerlukan makanan. Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan unsur-unsur atau ikatan kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh. Fungsi makanan yang paling utama adalah sebagai pembangun dan sumber energi. Zat makanan yang berperan paling besar dalam pertumbuhan adalah protein.
4) Air
Air merupakan pelarut dan menjadi media untuk menjadi media untuk terjadinya reaksi kimia di dalam tubuh. Reaksi-reaksi kimia bertujuan untuk menghasilkan energi, membantu pembentukan sel-sel yang baru, dan dapat memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Air sangat diperlukan oleh tubuh karena komponen air tebesar.
5) Aktivitas
Aktivitas atau kegiatan fisik yang selalu melakukan selama bertahun-tahun akan berpengaruh terhadap struktur tulang dan otot. Hal ini dapat dilihat pada orang-orang yang selalu melakukan kegiatan yang menggunakan otot, misalnya binaragawan atau pelari, mereka memiliki bentuk tubuh dan oto yang bagus. Orang-orang yang jarang melakukan kegiatan fisik, otot-ototnya melemah dan tidak berkembang baik.
6) Cahaya matahari
Cahaya matahari dapat mengubah provitamin D yang ada di dalam tubuh menjadi vitamin D yang diperlukan dalam pertumbuhan tulang. Download ptk ipa biologi smp doc Kekurangan vitamin D pada anak-anak akan menyebabkan rakitis.
b. Tahapan pertumbuhan dan perkembangan pada manusia
Salah satu ciri mahluk hidup adalah tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume dan jumlah sel yang mengakibatkan bertambah besarnya ukuran mahluk hidup. Pertambahan jumlah sel terjadi karena adanya pembelahan sel secara mitosis. Pertumbuhan bersifat irreversible, artinya mahluk yang tumbuh tidak akan kembali ke ukuran semula. Perkembangan adalah proses perubahan sel-sel untuk membentuk struktur dan fungsi tertentu. Sel yang membelah akan menghasilkan sekumpulan sel yang sama bentuk dan fungsinya yang selanjutnya berdiferensiasi membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda. Perkembangan dapat juga dikatakan suatu perubahan yang teratur dan seringkali menuju keadaan yang lebih tinggi, kompleks dan kedewasaan. Pertumbuhan pada mahluk hidup berlangsung bersamaan dengan proses perkembangan.
Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dapat dibedakan menjadi dua fase utama, yaitu pertumbuhan dan perkembangan embrionik serta pertumbuhan dan pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik. 
a) Pertumbuhan dan perkembangan embrionik
Pertumbuhan dan perkembangan embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan selama masa embrio. Contoh Proposal ptk ipa terpadu smp Pertumbuhan dan perkembangan semasa embrio melalui suatu tahap tertentu yang sistematik dan teratur.
Pertumbuhan dan perkembangan embrionik diawali dengan proses pematangan telur yang dipengaruhi oleh follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH). Pada setiap bulannya, indung telur wanita usia subur akan menghasilkan satu atau dua telur matang yang disebut ovum. Sekitar empat belas hari sebelum haid akan terjadi pelepasan telur yang matang dari indung telurnya. Proses ini dinamakan ovulasi. Telur inilah yang siap dibuahi oleh sebuah sperma.
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.
Proses bersatunya inti ovum dan inti sperma disebut fertilisasi (pembuahan), sehingga akan menghasilkan sebuah sel yang disebut zigot. Zigot mengalami pembelahan secara metosis, yaitu dari satu sel menjadi dua sel, dua sel menjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel, dan seterusnya. Pembelahan sel tersebut berlangsung cepat dan akan menghasilkan sel-sel anak yang menjadi satu kesatuan yang menyerupai buah anggur yang disebut morula.
 
Gambar 2.1 Morula
Dalam pertumbuhan selanjutnya, morula akan menjadi blastula yang memiliki suatu rongga. Proses pembentukan morula menjadi bostula disebut blastulas3. Pada fase itu, morula masuk kedalam rahim dan mengembang selama beberapa saat. Download Proposal ptk ipa smp pdf Menjelang akhir minggu pertama, sel-sel morula yang mengembang mulai berusaha menggantung pada selaput lendir dinding rahim.
 
Gambar 2.2 Blastula
Dalam Pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya, blastula akan menjadi glastula. Proses pembentukan glastula disebut glastrulasi. Pada bentuk glastula ini, embrio telah terbentuk menjadi tiga lapisan embrionik, yaitu bagian luar (ektoderen), lapisan bagian tengah (mesoderm), dan lapisan bagian dalam (endodern), jadi glastrula merupakan proses pembentukan tiga lapisan embrio yaitu ekoiderem, mesoderm dan endoderm. Dalam perkembangan selanjutnya, lapisan embrionik akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menghasilkan berbagai organ  tubuh.
 
Dalam pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya, disebut organogenesis. Organogenesis merupakan proses pembentukan alat pembentukan alat-alat tubuh atau organ seperti otak, jantung, paru¬paru, ginjal, dan sebagainya. Organ-organ tersebut merupakan perkembangan lebih lanjut dari ketiga embrionik yang terbentuk gastrulasi. Ektoderm mengalami diferensiasi menjadi kulit, rambut, system saraf, dan alat-alat indera. Contoh ptk ipa smp pdf Mesoderm mengalami diferensiasi menjadi otot, rangka, alat reproduksi (seperti testis dan ovum), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ginjal. Endoderm mengalami diferensiasi menjadi alat pencernaan, dan alat-alat pernafasan. Organogenesis merupakan proses yang sangat kompleks.
Pada manusia, embrionya memiliki selaput, yaitu amnion, korion dan alan tois. Selaput embrio berfungsi melindungi embrio terhadap guncangan, kekeringan, membantu pernafasan, ekskresi serta. Embrio mendapat makanan dari induknya dengan perantara plasenta.
 
Gambar 2.4 Plasenta
Pada masa embrio usia 3-5 minggu mata dan telinga awal mulai muncul dan sistem pernafasan terbentuk.
Memasuki proses pertumbuhan telinga. Sudah bisa mendengar suara jantung dan aliran darah ibunya, kemungkinan suara ibunya. Namun belum bisa mendengar kebanyakan suara luar. Kalau perempuan, mulai memproduksi telur menunggu sampai mulainya periode nanti. Kalau laki-laki, sudah mulai memproduksi testosterone. Dan sudah bisa menelan dan mengemut jari.
 
Gambar 2.5 Embrio Usia 3-5 Minggu
Akhir bulan ke-5, akan memproduksi lemak, kelak jadi jerawat, dan membuat kulitnya lebih berisi, semakin sempurna. Contoh Proposal ptk ipa terpadu smp Sudah melayang-melayang bagaikan penyelam, di sini kita mulai bisa merasakan gerakan bayi yang kemungkinan pada saat menyelam itu dia membentur dinding rahim.
 
Gambar 2.8 Fetus Usia 6-9 Bulan
Pada usia 6-9 bulan perubahan pada bayi hanya berkisar pada volume saja, yaitu membesarnya semua anggota tubuh, rambut, kuku dan lain-lainnya. Apabila pertumbuhan dan perkembangan embrio telah sempurna, maka keluarlah embrio tersebut diikuti dengan pecahnya selaput embrio. Individu yang baru lahir telah memiliki organ-organ yang sempurna seperti pada individu dewasa. Perkembangan selanjutnya yaitu penyempurnaan alat-alat kelamin.
b) Masa Setelah Lahir
Masa setelah lahir juga disebut masa pasca embrionik. Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi terutama penyempurnaan alat-alat reproduksi. Pada manusia, perkembangan kemampuan reproduksi ditandai dengan penampakan sifat-sifat seks sekunder.
1) Kelahiran bayi (0-4 tahun)
Setelah kurang lebih sembilan bulan berkembang di dalam rahim ibu. Setelah tali pusar dipotong, hubungan bayi dengan ibunya terputus sehingga bayi tidak lagi mendapatkan makanan dan oksigen dari ibunya. Pada saat tali pusar dan plasenta dipotong, alat-alat pernafasan bayi segera berfungsi sehingga ia dapat menghirup udara luar dan biasanya diawali dengan tangisan pertama. Download ptk ipa biologi smp doc Tangisan juga merupakan tanda bahwa bayi telah mampu memompa udara pernafasan dari paru-paru ke jantung.
2) Masa balita dan anak-anak (5-11 tahun)
Periode noenatal atau baru lahir, adalah periode sewaktu bayi berumur tidak lama setelah kelahirannya (sampai usia 4 minggu). Pada periode ini bayi sudah dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan diluar rahim, mulai dapat menyusu, dan organ-organ seperti paru-paru, jantung, dan alat ekskresi telah berfungsi dengan baik
3) Masa pubertas atau Masa Akil Balig (12-17 tahun)
Masa pubertas perempuan dimulai pada usia ± 9-12 tahun disini mulai adanya sekresi (follicle stimulating hormone) FSH dan (luteinizing hormon) LH oleh kelenjar hipofisis anterior. Hormon¬hormon ini menyebabkan ovarium untuk menghasilkan estrogen, dimana estrogen menyebabkan :
a) Pertumbuhan uterus dan tuba uteri
b) Penebalan epitelium vagina
c) Perkembangan payudara
d) Perkembangan rambut pubis dan rambut aksila
e) Perkembangan pelebaran pelvis dan karakteristik deposit lemak pada paha dan abnomen bagian bawah.
Selain itu hormon estrogen juga mempengaruhi perkembangan pada remaja perempuan yaitu menstruasi. Menstruasi adalah meluruhnya jaringan didinding rahim karena tidak tejadinya kehamilan. Siklus menstruasi dapat digambarkan sebagai berikut:
 
Keterangan:
a) FSH merangsang perkembangan folikel diovarium.
b) Folikel yang berkembang akan mensekresi estrogen(estrogen akan menghambat sekresi FSH sehingga perkembangan folikel berhenti dan hanya folikel yang sudah menghasilkan estrogen yang dapat berkembang).
c) Estrogen menyebabkan endomentrum dalam proliferasi. Download PTK Biologi SMP Lengkap 
d) Estrogen makin tinggi dan menimbulkan umpan balik positif
terhadap LH sehingga kadar LH meningkat tajam dan terjadilah
ovulasi.
e) Sisa folikel berubah menjadi corpus luteum yang menghasilkan estrogen dan progresteron, mulailah endomentrium fase sekresi.
f) Corpus luteum kemudian berubah menjadi corpus albicanst yang tak menghasilkan hormon lagi sehingga endomentrium rontok dan terjadilah menstruasi.
Pada laki-laki, pubertas datang lebih lambat dibandingkan pada perempuan, yaitu pada usia 10-13 tahun. Ciri-cirinya terlihat pada perubahan fisik, misalnya dada terlihat bidang, muncul rambut-rambut halus di bawah hidung dan disekitar alat kemaluan, serta terjadi perubahan suara. Perubahan pada laki-laki puber adalah telah diproduksinya sperma (sel kelamin jantan)
4) Masa dewasa (18-40 tahun)
Setelah masa pubertas adalah masa dewasa. Pada masa dewasa, pertumbuhan tulang dan otot mulai terhenti sehingga orang dewasa sudah tidak dapat bertambah tinggi lagi. Biasanya pada masa dewasa kondisi psikologis seseorang sudah stabil dibanding masa remaja.
5) Masa tua atau manula (> 40 tahn)
Masa perkembangan terakhir manusia adalah masa tua. Saat seseorang beranjak tua, kemampuan sel-sel tubuhnya secara perlahan mulai menurun. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan fisik, seperti tulang rapuh, kemampuan pernafasan menurun, pembuluh darah mulai berkurang elastisitasnya, serta kulit mulai keriput. Download Proposal ptk ipa smp pdf Makanan yang baik dan olah raga yang teratur dapat menunda tanda-tanda penuaan.

E. Hipotesis Tindakan 
Hipotesis adalah dugaan yang mungkin benar atau mungkin juga salah.50.  Penulis dapat mengambil hipotesis tindakan sebagai berikut: 
Terdapat peningkatan hasil belajar biologi peserta didik kelas 8.1 Semester I SMPN ....  tahun pelajaran 2016/2017 setelah diterapkan  pembelajaran berdasarkan  PQ4R (Preview, question,  read, reflect, recite and review)  pada materi pokok pertumbuhan dan perkembangan pada manusia.


PENELITIAN TINDAKAN KELAS SMP IPA BIOLOGI PERTUMBUHAN


BAB III
METODOLOGI PEELITIAN


Penelitian ilmiah ini tidak akan dapat dilepaskan dari tahap-tahap yang saling berkaitan. Tahap-tahapan tersebut diantaranya proses penentuan masalah, pencarian data, hingga analisa data secara utuh dan tidak terpisah. Download ptk ipa biologi smp doc Hilang atau tidak dilaksanakannya salah satu tahapan tersebut, maka akan dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan bobot kelayakan hasil penelitian.
Hal tersebut akan berlaku dalam penelitian yang peneliti laksanakan. Penelitian yang berbasis pada penelitian kelas atau juga dikenal dengan istilah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) jaga memerlukan tahapan-tahapan seperti yang disebutkan di atas. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang bertujuan sebagai upaya untuk meningkatkan ketrampilan guru atau dosen dan hasil belajar siswa atau mahasiswa. Pengertian tersebut secara tersirat mengandung makna bahwa tujuan utama penelitian tindakan kelas adalah upaya perbaikan dan peningkatan layanan profesionalitas tindakan kelas dalam menangani proses belajar mengajar yang dicapai melalui mendiagnosa keadaan yang direfleksikan.
Sehubungan dengan pelaksanaan penelitian tindakan kelas, maka dalam bab ini peneliti akan jelaskan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan penelitian tindakan kelas yang menyangkut tujuan penelitian, waktu dan tempat penelitian, sumber data dan jenis data, variable penelitian, kolaborator, teknik pengumpulan data, desain penelitian, dan teknik analisa data

A. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan hasil belajar mata pelajaran biologi Bab Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia dan respon peserta didik melalui model pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read ,Reflect, Recite and Review) siswa kelas 8.1 SMPN .....

B. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di kelas 8.1 SMPN ...., waktu penelitian pada tahun ajaran 2016/2017 dan pada saat proses belajar mengajar. Contoh Proposal ptk ipa terpadu smp 

C. SUMBER DATA DAN JENIS DATA
1. Sumber Data
Sumber data adalah sumber yang berasal dari subyek penelitian itu sendiri. Jumlah keseluruhan siswa yang ada di SMPN ....  adalah 161 siswa. Subyek yang akan diteliti adalah siswa kelas 8.1 yang berjumlah 49 siswa.
2. Jenis Data
Jenis data adalah kuantitatif yang berupa:
1) Hasil tes
2) Hasil angket
3) Data observevasi

D. KOLABORATOR
Salah satu ciri khas PTK adalah adanya kolaborasi atau kerjasama antara praktisi dan peneliti dalam pemahaman, kesepakatan tentang permasalahan, pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). Kolaborator adalah suatu kerjasama dengan pihak-pihak lain seperti atasan, sejawat. Dalam pelaksanaan tindakan di dalam kelas, maka kerjasama (kolaborasi) antara guru dan peneliti menjadi hal yang sangat penting. Melalui kerjasama, mereka secara bersama menggali mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi guru dan peseta didik di sekolah.
Dalam PTK, kedudukan peneliti setara dengan guru, dalam arti masing-masing mempunyai peran dan tanggung jawab yang saling membutuhkan dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan. Peran kerjasama (kolaborasi) sangat menentukan keberhasilan PTK terutama pada kegiatan mendiagnosis masalah, menyusun usulan, melaksanakan penelitian (melaksanakan tindakan, evaluasi, dan refleksi). Download Proposal ptk ipa smp pdf Menganalisis data, menyeminarkan hasil dan menyusun laporan akhir.2 Adapun kerjasama disini berupa sudut pandang dari kolaborator dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, peneliti memerlukan kolaborator yang dapat memberikan masukan-masukan, demi tercapainya tujuan penelitian. Kolaborator dalam penelitian ini meliputi peneliti, guru kelas dan ketua kelompok. Hubungan kerjasama peneliti dengan guru adalah hubungan kerjasama dalam hal menggali dan mengkaji permasalahan yang terjadi selama proses belajar mengajar. Sedangkan kolaborator peneliti dengan ketua kelompok adalah hubungan kerjasama dalam hal menumbuhkan semangat belajar dan kontrol belajar berbasis kelompok.

E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Dalam hal ini, digunakan beberapa model untuk menggali informasi yang dibutuhkan. Model yang dipakai untuk mendapatkan informasi tersebut antara lain sebagai berikut
1. Model Tes
Model tes merupakan serentetan pertanyaan atau latihan serta alat yang lain untuk mengatur keterampilan, pengetahuan, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu/ kelompok.3 Model ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran biologi pokok pertumbuhan dan perkembangan pada manusia kelas 8.1 SMPN ....
2. Model Angket
Model angket merupakan salah satu cara pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan-pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab. Model ini digunakan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik dalam pembelajaran biologi materi pokok pertumbuhan dan perkembangan pada manusia.
3. Metode Observasi
Yaitu model pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan terhadap suatu gejala, proses kerja dan perilaku manusia.5 Download PTK Biologi SMP Lengkap Model ini digunakan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran Biologi materi pokok pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dengan menggunakan model PQ4R pada peserta didik kelas 8.1 SMPN ....

F. DESAIN PENELITIAN
Desain penelitian tindakan kelas mengacu pada ketentuan pokok dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Ketentuan pokok tersebut tidak lain adalah penerapan empat langkah penting dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Keempat langkah tersebut meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi yang menjadi satu kesatuan utuh dalam sebuah siklus pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam empat tahap, yakni tahap pra siklus, siklus pertama, siklus kedua dan siklus ketiga. Adapun langkah-langkah dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Tahap Pra Siklus
Tahap pra siklus ini dilaksanakan dalam satu pertemuan. Pada tahap ini, peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Perkenalan diri
b. Sosialisasi model PQ4R yang akan diterapkan dalam pembelajaran Biologi yang meliputi pengertian, ruang lingkup penerapan, penilaian, aturan main dan penghargaan.
c. Mengumumkan pembagian kelompok
d. Membuat aturan kelas bersama dengan peserta didik untuk dilaksanakan selama proses belajar mengajar
e. Koordinasi dengan ketua kelas dan ketua kelompok
Dalam koordinasi ini, peneliti menekankan pentingnya peranan ketua kelompok dalam memberikan dorongan dan motivasi kepada anggota kelompoknya dalam upaya memenangi turnamen. Contoh ptk ipa smp pdf  Kemudian masing-masing ketua kelompok tersebut, oleh peneliti diberikan daftar nama anggota kelompok dan ketua kelompok mampu memberikan semangat kepada mereka, maka kelompoknya akan berpetualang mendapatkan poin tambahan.
Pada saat koordinasi dengan ketua kelompok, peneliti juga memberikan diktat belajar berupa ringkasan materi ajar pertumbuhan dan perkembangan pada manusia kepada masing-masing ketua kelompok untuk dibagikan kepada masing-masing anggota kelompoknya sebagai bahan belajar pada pertemuan pertama.
f. Memberikan tugas kelompok untuk belajar di rumah guna mempersiapkan kelompoknya pada pertemuan siklus pertama
2. Tahap Siklus I
a. Perencanaan
1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran materi pertumbuhan dan perkembangan pada manusia
2) Pengaturan bangku kelompok
3) Menyusun lembar pengamatan perilaku belajar
4) Penyusun pertanyaan untuk uji pemahaman kompetensi kelompok
5) Merencanakan waktu pelaksanaan penelitian tindakan kelas Contoh Proposal ptk ipa terpadu smp 
b. Pelaksanaan tindakan
Pelaksanaan pada siklus I dilaksanakan dalam satu pertemuan pada selama 2 X 40 menit. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus I meliputi:
1) Peneliti menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
2) Peneliti menyampaikan materi pelajaran biologi kelas 8.1 Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia meliputi faktor¬faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, tahap perkembangan embrionik dan tahap perkembangan pasca embrionik (setelah lahir)
3) Peneliti memberikan bahan bacaan kepada siswa untuk dibaca
4) Peneliti menginformasikan kepada siswa bagaimana menemukan ide pokok/tujuan pembelajaran yang hendak dicapai Download ptk ipa biologi smp doc 
5) Peneliti menginformasikan kepada siswa untuk membuat pertanyaan makna dari bacaan
6) Peneliti memberikan tugas kepada siswa untuk membuat pertanyaan dari ide pokok yang ditemukan dengan mengumumkan kata-kata apa, mengapa, siapa, dan bagaimana
7) Peneliti memberikan tugas kepada siswa untuk membaca dan menanggapi atau menjawab pertanyaan yang telah disusun sebelumnya
8) Peneliti mensimulasikan atau menginformasikan materi yang ada pada bahan bacaan
9) Peneliti meminta siswa membuat intisari dari seluruh pembahasan pelajaran hari ini
10) Peneliti menugaskan siswa membaca intisari yang dibuatnya dari rincian ide pokok yang ada dalam benaknya
11) Peneliti meminta siswa membaca kembali bahan bacaan, jika masih belum yakin dengan jawabannya
12) Peneliti beserta peserta didik melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar
13) Peneliti memberikan tugas belajar kelompok untuk persiapan pertemuan berikutnya
c. Pengamatan
Pengamatan dalam siklus I meliputi
1) Pengamatan terhadap perilaku belajar yang meliputi kesiapan dalam menerima pelajaran, suasana kelas pada saat akan dimulainya pelajaran, ketaatan terhadap peraturan kelas, keaktifan kelompok
2) Pengamatan terhadap hasil belajar yang didasarkan pencapaian poin oleh masing-masing kelompok. Peserta didik belum bisa beradaptasi dengan proses pembelajaran. Download Proposal ptk ipa smp pdf 
d. Refleksi
1) Melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan
2) Secara kolaboratif, antara peneliti dan guru mitra menganalisa dan mendiskusikan hasil pengamatan. Kemudian hasil tersebut menjadi rekomendasi kolaborasi antara peneliti dengan ketua kelompok
3) Mengumumkan tugas kelompok untuk pertemuan siklus kedua
4) Membuat simpulan sementara terhadap pelaksanaan siklus 1, yaitu peseta didik belum bisa beradaptasi dengan model pembelajaran yang telah diperlakakan.
3. Tahap Siklus II
a. Perencanaan
Siklus kedua yang berisikan pembelajaran kelompok PQ4R dengan perencanaan kegiatan sebagai berikut:
1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran materi pertumbuhan dan perkembangan pada manusia
2) Pengaturan bangku kelompok
3) Menyusun lembar pengamatan perilaku belajar
4) Penyusun pertanyaan untuk uji pemahaman kompetensi kelompok
5) Merencanakan waktu pelaksanaan penelitian tindakan kelas
b. Pelaksanaan tindakan
Pelaksanaan pada siklus II dilaksanakan dalam satu pertemuan selama 2 X 40 menit. Download PTK Biologi SMP Lengkap Pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus II meliputi:
1) Peneliti menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
2) Peneliti menyampaikan materi pelajaran biologi kelas 8.1 pertumbuhan dan perkembangan pada manusia meliputi faktor¬faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, tahap perkembangan embrionik dan tahap perkembangan pasca embrionik (setelah lahir)
3) Peneliti memberikan bahan bacaan kepada siswa untuk dibaca
4) Peneliti menginformasikan kepada siswa bagaimana menemukan ide pokok/tujuan pembelajaran yang hendak dicapai
5) Peneliti menginformasikan kepada siswa untuk membuat
pertanyaan makna dari bacaan
6) Peneliti memberikan tugas kepada siswa untuk membuat pertanyaan dari ide pokok yang ditemukan dengan mengumumkan kata-kata apa, mengapa, siapa, dan bagaimana
7) Peneliti memberikan tugas kepada siswa untuk membaca dan menanggapi atau menjawab pertanyaan yang telah disusun sebelumnya Contoh ptk ipa smp pdf 
8) Peneliti mensimulasikan atau menginformasikan materi yang ada pada bahan bacaan
9) Peneliti meminta siswa membuat intisari dari seluruh pembahasan pelajaran hari ini
10) Peneliti menugaskan siswa membaca intisari yang dibuatnya dari rincian ide pokok yang ada dalam benaknya
11) Peneliti meminta siswa membaca kembali bahan bacaan, jika masih belum yakin dengan jawabannya
12) Peneliti beserta peserta didik melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar
13) Peneliti memberikan tugas belajar kelompok untuk persiapan pertemuan berikutnya
c. Pengamatan
Pengamatan dalam siklus II meliputi
1) Pengamatan terhadap perilaku belajar yang meliputi kesiapan dalam menerima pelajaran, suasana kelas pada saat akan dimulainya pelajaran, ketaatan terhadap peraturan kelas, keaktifan kelompok
2) Pengamatan terhadap hasil belajar yang didasarkan pencapaian poin oleh masing-masing kelompok. Contoh Proposal ptk ipa terpadu smp Pencapaian poin merupakan indikasi sederhana dari keseriusan peserta didik untuk dapat meningkatkan hasil belajar mereka dalam sistem kontrol belajar berbasis kelompok.
d. Refleksi
1) Melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan
2) Secara kolaboratif, antara peneliti dan guru mitra menganalisa dan mendiskusikan hasil pengamatan. Kemudian hasil tersebut menjadi rekomendasi kolaborasi antara peneliti dengan ketua kelompok
3) Mengumumkan tugas kelompok untuk pertemuan siklus kedua
4. Tahap Siklus III
a. Perencanaan
1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran materi pertumbuhan
dan perkembangan pada manusia.
2) Pengaturan bangku kelompok.
3) Menyusun lembar pengamatan perilaku belajar.
4) Penyusun pertanyaan untuk uji pemahaman kompetensi kelompok.
5) Merencanakan waktu pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Contoh ptk ipa smp pdf 
b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan pada siklus III dilaksanakan dalam satu pertemuan selama 2 X 40 menit. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus III meliputi:
1) Peneliti menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
2) Peneliti menyampaikan materi pelajaran biologi kelas 8.1 pertumbuhan dan perkembangan pada manusia meliputi faktor¬faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, tahap perkembangan embrionik dan tahap perkembangan pasca embrionik (setelah lahir)
3) Peneliti memberikan bahan bacaan kepada siswa untuk dibaca
4) Peneliti menginformasikan kepada siswa bagaimana menemukan ide pokok/tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Contoh Proposal ptk ipa terpadu smp
5) Peneliti menginformasikan kepada siswa untuk membuat pertanyaan makna dari bacaan.
6) Peneliti memberikan tugas kepada siswa untuk membuat pertanyaan dari ide pokok yang ditemukan dengan mengumumkan kata-kata apa, mengapa, siapa, dan bagaimana.
7) Peneliti memberikan tugas kepada siswa untuk membaca dan menanggapi atau menjawab pertanyaan yang telah disusun sebelumnya
8) Peneliti mensimulasikan atau menginformasikan materi yang ada pada bahan bacaan.
9) Peneliti meminta siswa membuat intisari dari seluruh pembahasan pelajaran hari ini dan pertemuan sebelumnya.
10) Peneliti menugaskan siswa membaca intisari yang dibuatnya dari rincian ide pokok yang ada dalam benaknya.
11) Peneliti meminta siswa membaca kembali bahan bacaan, jika masih belum yakin dengan jawabannya. Download ptk ipa biologi smp doc
12) Peneliti beserta peserta didik melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar.
c. Pengamatan
Pengamatan dalam siklus III meliputi
1) Pengamatan terhadap perilaku belajar yang meliputi kesiapan dalam menerima pelajaran, suasana kelas pada saat akan dimulainya pelajaran, ketaatan terhadap peraturan kelas, keaktifrja kelompok
2) Pengamatan terhadap hasil belajar yang didasarkan pencapaian poin oleh masing-masing kelompok. Pada tahap ini peserta didik sudah mampu mengkondisikan diri terhadap model pembelajaran yang telah ditentukan.
d. Refleksi
1) Melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan
2) Secara kolaboratif, antara peneliti dan guru mitra menganalisa dan mendiskusikan hasil pengamatan. Kemudian hasil tersebut menjadi rekomendasi kolaborasi antara peneliti dengan ketua kelompok

G. TEKNIK ANALISIS DATA
1. Analisis Kualitatif
Analisis kualitatif digunakan untuk mengetahui perubahan hasil belajar semua siswa pada mata pelajaran. Download Proposal ptk ipa smp pdf Biologi Bab Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia, data yang terkumpul dari responden dianalisis secara deskriptif dengan melihat gej ala atau tanda-tanda dapat yang dilihat dari kesiapan dalam menerima pelajaran, suasana kelas pada saat akan dimulainya pelajaran, ketaatan terhadap peraturan kelas dan keaktifan dalam kerja kelompok.
Hasil pengamatan dan tes diolah dengan analisis deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian indikator keberhasilan pembelajaran dengan menggunakan model PQ4R dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pada umumnya, penelitian dengan analisis deskriptif merupakan penelitian non hipotesis. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini juga tidak perlu dirumuskan hipotesis.
2. Analisis Kuantitatif
Analisis kuantitatif ini digunakan untuk menganalisis hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi materi pertumbuhan dan perkembangan pada manusia yang diperoleh dari tindakan I, II, dan tindakan III. Dari data tersebut kemudian diolah dengan mencari prosentase nilai melalui rumus:
a. Rata-rata kelas
Untuk mengetahui nilai rata-rata kelas pada masing-masing siklus digunakan rumus sebagai berikut:
 
Keterangan
: nilai rata-rata kelas
: jumlah nilai siswa
: banyaknya siswa
b. Ketuntasan belajar secara klasikal
Untuk mengetahui ketuntasan belajar secara klasikal digunakan rumus sebagai berikut: Contoh Proposal ptk ipa terpadu smp
 
Keterangan :
  : Nilai ketuntasan belajar secara klasikal
: jumlah siswa tuntas belajar secara individu (nilai 65 ke atas)
: jumlah total siswa 

H. INDIKATOR KEBERHASILAN
1. Indikator Hasil Belajar
Indikator keberhasilan belajar dari penelitian ini didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan di SMPN ....  Contoh ptk ipa smp pdf untuk mata pelajaran Biologi kelas 8.1, sebesar 65 dengan ketuntasan belajar sebesar 80%


DOWNLOAD PROPOSAL PTK IPA BIOLOGI SMP


DARTAR PUSTAKA


Abidin, Penerapan Model Pembelajaran SQ3R Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa Pada Konsep Sistem Ekskresi Di Kelas XI IPA 2 Semester Genap SMA Al Hidayah Kendal Tahun Ajaran 2006/2007”, Skripsi Fakultas MIPA IKIP PGRI (Semarang: Perpustakaan IKIP PGRI 2008) Al Qur’an dan terjemah Departemen Agama RI, Jakarta: 
CV Naladana, 2002 Almatsier, Sunita, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, (Jakarta: PT Gramedia 
     PustakaUtama, 2006.
Arikunto, Suharsimi, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara, 2008 Arikunto,    
                Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakata: Rineka Cipta, 
                2002
Azis, Shaleh Abdul dan Abdul Azis Abdul Majid, At-Ta rbiyah wa Turuqu Tadris, Mesir: Darul Ma’arif
Baharudin dan Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar Dan Pembelajaran, Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2007
Hadi, Amirul dan Haryano, Metodologi Penelitian Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia, 1998.
Hadjar, Ibnu, Dasar-dasar Metodologi Kuantitatif dalam Pendidikan, Jakarta : Raja Grafindo Persada,1996
http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://blogs.chron.com/realrehab/archiv es/pictures/Embryo%2520Morula.jpg&imgrefurl.Kamis, 17-12-09, Pukul 12:37 WIB
http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.mcatzone.com/uploads/glos s/blastula1.jpg&imgrefurl=http://www.mcatzone.com/glosslet.php%3Flet ter%3Db&usg=
1http://www.freewebs.com/evyanggraeny/Kelas_VIII_pertumbuhandanperkemban gan.pdfdapat meng ganggu proses pertumbuhan dan perkembangan manusia. 15 Juni 2010, 20.19 WIB
http://www.freewebs.com/evyanggraeny/Kelas_VIII_pertumbuhandanperkemban gan.pdfdapat meng ganggu proses pertumbuhan dan perkembangan. 15
Juni 2010. 20.06 WIB.
http://www.palaeos.com/Vertebrates/Lists/Glossary/Images/Endoderm.gif(gastrul a) 171209.
http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://i169.photobucket.com/albums/u2 8/andrie_mantik/telur1.jpg&imgrefurl=http://sukmanesha.wordpress.co m/2008/1 1/1 2/evolusi-ajaib-pembuahan-sperma-menjadi-manusia/&usg
Koentjaraningrat, Model Penelitian Masyarakat, Jakarta: Gramedia, 1991.
Margono, S., Metodologi penelitian Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2000Poerdarwinta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2003.
Maulida, Salsabila “Penerapan Model Pembelaajaran SQ3R Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Sistem Ekskresi Di Kelas XI IPA 2 Semester Genap Sma Al Hidayah Kendal Tahun Ajaran 2006/2007”, Skripsi Fakultas MIPA IKIP PGRI ( Semarang,: Perpustakaan IKIP PGRI 2008), t.d
Morgan, Cliffrod T., Introduction to psychology, New York: Macam Graw Hiil International Book Company , 1978
Mulyasa, E., Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Bandung: Rosdakarya, 2000, Cet 2.
Oemar Hamalik, Psikologi Belajar dan Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2004.
Poerwadarwinta, Wjs., Kamus Umum Bahasa Indonesia Edisi 3 Jakarta: Balai Pustaka, 2006.
Purwanto, M. Ngalim, Prinsip-Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran, Bandung: Remaja Rosda Karya, 1998.
Sitorus, MH., Istilah-istilah Biologi, Bandung: Irama Widjaya, 1999.
Slameto, Belajar Dan Fakto-Faktor Yang Mempengarihinya, Jakarta: Rineka Cipta, 1995.
Subagyo, Joko, Model Penelitian dalam Teori dan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 1991.
Sudiono, Anas, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000.
Sudjana, Nana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2005.
Sugiyono, Model Penelitian Pendidikan (Pendidikan Kualitatif, Kuantitatif dan R & D), Bandung: Alfabeta , 2007.
Sujana, Arman, Kamus Lengkap Biologi, Jakarta: Mega Aksara, 2007. Sukmadinata, Nana Syaodih, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004, Cet. 2.
Sutrisno, Metodologi Research I dan I, Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM, 1998.
Syah, Muhibin, Psikologi Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002.
Tambayong, Jan, Histologi Dasar, Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 1998.
Taufiq, Muhammad Izzuddin, Al-Qur ’an dan Embriologi, Solo : Tiga Serangkai 2006.
Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa, Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2002.
Trianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktifitas, Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007.
Usman, Moh Uzer, Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995.
Uzer, Usman, Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995.
Wibowo, Daniel S., Anatomi Tubuh Manusia, (Jakarta: PT gramedia Widiasarana Indonesia, 2005.
Wiriatmadja, Rochiati, Model Penelitian Tindakan Kelas Untuk Meningkatkan Kinerja Guru Dan Dosen, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.
Yatim, Wildan, Embryologi Untuk Mahasiswa Biologi & Kedokteran, Bandung: Tarsito, 1994.


Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH PTK IPA BIOLOGI SMP KELAS 8 PERTUMBUHAN

Postingan terkait: