CONTOH LENGKAP PTK MATEMATIKA SMP KELAS VIII PYTHAGORAS

CONTOH LENGKAP PTK MATEMATIKA SMP KELAS VIII PYTHAGORAS-Selama ini dalam proses kegiatan belajar mengajar, evaluasi yang diberikan berupa tes atau tugas diakhir program sehingga kesalahan siswa terlambat diketahui. Hal tersebut dapat diatasi dengan menerapkan metode fast feedback. Metode fast feedback yaitu metode yang teknik pengoreksiannya cepat sehingga kesalahan siswa dapat segera diketahui dan dilakukan perbaikan saat itu juga. Download PTK matematika smp doc Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri .... menggunakan metode fast feedback model pengelompokkan jawaban. 
Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitan Tindakan Kelas (PTK) dengan guru sebagai peneliti, dan subjek yang digunakan adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri .... yang berjumlah 42 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase siswa yang menjawab benar meningkat dari siklus 1: 73,08% menjadi 92,31%, siklus 2: 69,23% menjadi 100%, siklus 3: 92,30% menjadi 96,15%, siklus 4: 38,46% menjadi 76,92%, dan meningkat lagi menjadi 88,46%, siklus 5: 92,30% menjadi 96,15, dan siklus 6: persentase keberhasilan 96,15%. Contoh ptk matematika smp kurikulum 2013  Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan metode fast feedback model pengelompokkan jawaban sangat membantu guru dan efektif digunakan dalam memperbaiki kesalahan konsep siswa dalam pembelajaran matematika pada materi teorema pythagoras.



Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas MATEMATIKA SMP yang diberi judul “ 
PENERAPAN METODE FAST FEEDBACK MODEL PENGELOMPOKKAN JAWABAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS
"
.
 Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK MATEMATIKA SMP KELAS 8 lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMP 009).


CONTOH LENGKAP PTK MATEMATIKA SMP KELAS VIII


BAB I
PENDAHULUAN



A. Latar Belakang
Proses pendidikan merupakan proses pemanusiaan manusia melalui proses transformasi pendidikan yaitu membudayakan dan memberadabkan manusia (Dimyati, 2006). Melalui proses pendidikan manusia berupaya mengembangkan kepribadian dan kemampuannya (Wijaya,1992). Inovasi model dan evaluasi pembelajaran sangat penting dalam hal mentransformasikan ilmu, namun hal tersebut tidak dapat terpenuhi karena banyaknya siswa yang ditampung melebihi kapasitas yang ditentukan sehingga umumnya guru hanya menggunakan metode ceramah saja. Download PTK matematika smp kelas 8 doc Menurut Permendiknas No. 41 Tahun 2007 kapasitas kelas hanya dibatasi 32 siswa (Permendiknas:2007). Jumlah siswa yang ideal dalam setiap kelasnya hanya berkisar 20-32 siswa.
Keadaan yang demikian dapat dipastikan perkembangan belajar setiap individu tidak dapat diperhatikan dengan baik, sehingga diperlukan strategi atau cara untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang telah mereka terima. Strategi yang dilakukan biasanya dengan memberikan evaluasi berupa tugas atau tes, akan tetapi dengan jumlah siswa yang melebihi kapasitas kelas yang ditentukan mengakibatkan lamanya waktu pengoreksian. Pengoreksian yang memakan waktu lama ini mengakibatkan kesalahan siswa terlambat diketahui, sementara pembelajaran terus berlanjut sehingga tidak ada waktu untuk melakukan perbaikan kembali. Keadaan seperti ini mengakibatkan siswa yang belum mengerti materi tertentu untuk selanjutnya tidak akan mengerti materi berikutnya, karena dalam pembelajaran matematika antara materi yang satu dengan materi yang lainnya saling berkesinambungan.
Evaluasi yang pengoreksiannya memakan waktu cukup lama dapat diatasi dengan menggunakan metode fast feedback yaitu metode evaluasi dengan teknik pengoreksian yang cepat. Kelebihan metode fast feedback ini adalah pengoreksiannya cepat dan dapat langsung diketahui hasilnya sehingga dapat segera dilakukan remidiasi jika terjadi miskonsepsi siswa (Berg, 2008). Contoh ptk matematika smp kelas 8  Kelebihan lain dari metode ini yaitu dapat dilakukan sesering mungkin selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Hasil penelitian terkait dengan penerapan metode fast feedback adalah aplikasi metode fast feedback pada pembelajaran matematika tentang garis dan sudut dan diperoleh hasil belajar matematika meningkat yang ditunjukkan dengan meningkatnya persentase keberhasilan dari siklus I sebesar 75% menjadi 87,5% setelah diberikan feedback oleh guru (Ratnasari, 2010). Wikanthi (2012), Aplikasi metode fast feedback pada pembelajaran matematika tentang kubus juga mengalami peningkatan terhadap hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan meningkatnya persentase keberhasilan dari siklus I sebesar 62,5% menjadi 95% setelah diberikan feedback berupa pembelajaran.
Metode fast feedback ini pernah diteliti sebelumya oleh Berg, dkk (2003) di salah satu universitas di Filipina dengan jumlah mahasiswa 40 sampai 70 orang per kelas. Hasil dari penelitian tersebut terbukti bahwa dengan menggunkan metode fast feedback pengajar dapat mengoreksi jawaban atau respon siswa terhadap tugas yang diberikan hanya dalam hitungan detik. Download ptk matematika smp kelas 8 pdf Kegiatan review yang dilakukan tersebut untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya yaitu memberikan tugas baru atau diberikan pembelajaran terlebih dahulu sebelum memberikan tugas berikutnya.
Mazur (1997) dari Harvard University telah mengembangkan pengajaran konseptual untuk kelas besar di Universitas Harvard, dengan menggunakan metode fast feedback, guru dapat melakukan diskusi saat itu juga dengan siswa sehingga dapat mempelajari berbagai konsep siswa secara cepat dan melakukan perbaikan terhadap konsep yang salah melalui kegiatan menyimpulkan hasil diskusi atau memberikan argumen maupun demostrasi untuk meyakinkan siswa.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menerapkan metode fast feedback dapat meningkatkan persentase keberhasilan pembelajaran matematika pada materi garis dan sudut dan juga pada kubus, maka dari itu peneliti tertarik mengadakan penelitian tentang “Penerapan Metode Fast Feedback Model Pengelompokkan Jawaban Untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Pada Materi Teorema Pythagoras”, dan memilih SMP Negeri .... Kabupaten .... sebagai tempat penelitian dan kelas VIII sebagai obyek penelitian. Download PTK matematika smp doc

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Apakah metode fast feedback model pengelompokan jawaban dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri .... Kabupaten .... pada materi teorema pythagoras?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah materi siswa kelas VIII SMP Negeri .... Kabupaten .... pada materi teorema pythagoras dengan menggunakan metode fast feedback model pengelompokan jawaban.

D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam pembelajaran matematika khususnya dalam merespon kesulitan siswa secara cepat untuk segera mendapatkan feedback sehingga standar kompetensi dapat tercapai dan meningkatkan mutu pembelajaran.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi siswa
Meningkatkan pemahaman terhadap materi teorema pythagoras sehingga kesalahan dapat diidentifikasi secara cepat dan dapat segera diremidiasi
b. Bagi Guru
Mendapatkan feedback secara cepat sehingga dapat dilakukan perbaikan dalam metode mengajar yang dilakukan sehingga transformasi ilmu dalam proses pembelajaran berjalan dengan lancar Contoh ptk matematika smp kelas 8 
c. Bagi Sekolah
Memberikan kesadaran akan pentingnya fast feedback guna men ingkatkan mutu sekolah
d. Bagi Peneliti Lain
Untuk menambah wawasan dan referensi bagi peneliti lain yang akan mengembangkan model baru metode fast feedback.

DOWNLOAD PTK MATEMATIKA SMP PYTHAGORAS TERBARU

BAB II
KAJ IAN PUSTAKA



A. Kajian Teori
1. Pengertian Pemecahan Masalah
Hamsah (2003), mengatakan bahwa pemecahan masalah dapat berupa menciptakan ide baru, menemukan teknik atau produk baru. Download PTK matematika smp doc Bahkan di dalam pembelajaran matematika, selain pemecahan masalah mempunyai arti khusus, istilah tersebut mempunyai interpretasi yang berbeda, misalnya menyelesaikan soal cerita yang tidak rutin dan mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Herman (2001), pemecahan masalah juga dapat mendorong untuk dapat melakukan evaluasi cara memilih pembelajaran dengan pendekatan masalah memiliki ciri-ciri sebagai berikut: mengaplikasikan pemahaman pengetahuan dalam kehidupan, memilih masalah yang berkaitan dengan situasi nyata dalam kehidupan, dan mengembangkan sifat ilmiah seperti jujur, teliti, terbuka, propesional, dan kerja keras. Pemecahan masalah adalah proses memikirkan dan mencari jalan keluar bagi masalah tersebut (Gulo W, 2002).
2. Pengertian Evaluasi
Dimyati (2006), evaluasi adalah suatu proses belajar atau transformasi belajar yang dapat dinilai keberhasilannya melalui evaluasi pembelajaran karena evaluasi pembelajaran itu sendiri adalah suatu proses untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan. Melalui kegiatan penilaian atau pengukuran belajar dan pembelajaran, evaluasi juga merupakan suatu bentuk umpan balik yang diberikan guru bagi siswa. Evaluasi adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mengukur keberhasilan program pendidikan (Arikunto, 2003). Download ptk matematika smp kelas 8 pdf 
Menurut Purwanto (2002), evaluasi merupakan suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai. Evaluasi juga dapat dipandang sebagai proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan.
Berdasarkan pengertian di atas, penelitan ini mengacu pada pengertian evaluasi menurut Purwanto (2002), karena penelitian ini menggunakan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam mencapai KKM, sehingga dapat menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil.
3. Tujuan Evaluasi
Menurut (Suharsimi, 2007; Sudijono, 2008; Daryanto, 2008) evaluasi bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti suatu kegiatan pembelajaran, untuk menghimpun keterangan¬keterangan atau bahan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh siswa, mengetahui tingkat efisiensi metode-metode pembelajaran yang telah dilakukan dalam proses pembelajaran, untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya.
Depdiknas (2003), mengemukakan tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk melihat produktivitas dan efektivitas kegiatan belajar mengajar, memperbaiki dan menyempurnakan kegiatan guru, memperbaiki, menyempurnakan dan mengembangkan program belajar mengajar, mengetahui kesulitan-kesulitan apa yang dihadapi oleh siswa selama kegiatan belajar dan mencarikan jalan keluarnya, dan menempatkan siswa dalam situasi belajar mengajar yang tepat sesuai dengan kemampuannya. Contoh ptk matematika smp kelas 8 Menurut Tagliante (1996), evaluasi bertujuan untuk menemukan kesulitan pembelajaran dalam mengikuti pelajaran, yang selanjutnya akan diberikan perlakuan yang cepat, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapainya.
4. Fungsi Evaluasi
Fungsi evaluasi menurut Sudijono dan Daryanto (2008), adalah sebagai alat diagnostik untuk mengetahui kelemahan siswa dan sebab-sebab dari kelemahan tersebut, sebagai pengukur keberhasilan dalam pembelajaran, sebagai sarana untuk memperbaiki dan melakukan penyempurnaan kembali. Menurut Suharsimi (2007), evaluasi mempunyai fungsi: Kurikuler (alat pengukur ketercapaian tujuan mata pelajaran), instruksional (alat ukur ketercapaian tujuan proses belajar mengajar), diagnostik (mengetahui kelemahan siswa, penyembuhan atau penyelesaian berbagai kesulitan belajar siswa), placement (penempatan siswa sesuai dengan bakat dan minatnya, serta kemampuannya) dan administratif bimbingan konseling (pendataan berbagai permasalahan yang dihadapi siswa dan alternatif bimbingan dan penyuluhanya).

5. Umpan Balik (Feedback)
a. Pengertian umpan balik (Feedback)
Dimyati dan Mudjiono (2006), feedback adalah segala informasi yang diperoleh selama proses pembelajaran yang digunakan untuk menentukan tindakan perbaikan. Guru membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar dengan cara menanggapi hasil kerja siswa sehingga siswa lebih menguasai materi dan hasil belajarnya meningkat. Feedback adalah salah satu upaya mengobservasi siswa berkaitan dengan bagaimana ia melakukan aktivitas serta apa yang harus dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan siswa itu (Suherman, 1998).
Suwarsih (2011), feedback merupakan pemberian informasi yang diperoleh dari pekerjaan siswa untuk meningkatkan hasil belajarnya. Feedback digunakan untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami konsep atau materi yang pelajaran dan untuk menentukan tindakan selanjutnya dalam pembelajaran. Download PTK matematika smp doc Menurut Sudjito (2010), feedback memegang peranan sangat penting dalam baik bagi siswa maupun bagi guru. Melalui feedback, siswa dapat mengetahui sejauh mana mengerti bahan yang diajarkan oleh guru, bagi guru feedback juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mengetahui sejauh mana materi yang diajarkannya dimengerti oleh siswa. Feedback bisa dijadikan sarana koreksi bagi siswa dalam belajar sekaligus menjadi koreksi bagi guru dalam mentransformasikan ilmu.
Berdasarkan pengertian di atas, penelitian ini mengacu pada pengertian feedback menurut Suwarsih (2011), karena dari hasil evaluasi guru dapat mengetahui kesalahan siswa sehingga dapat dilakukan feedback untuk menentukan tindakan selanjutnya dalam pembelajaran.

b. Jenis-jenis umpan balik (Feedback)
Menurut Sudjito (2010), feedback terbagi menjadi dua, yaitu slow feedback dan fast feedback. Contoh dari slow feedback (umpan balik lambat) yaitu guru memberi tugas dan pekerjaan rumah dengan tenggang waktu cukup lama untuk mengerjakannya. Keadaan ini sangat memungkinkan siswa untuk saling contoh dan bukan merupakan hasil pikirannya sendiri. Setelah tugas dan pekerjaan rumah dikumpulkan, guru membutuhkan waktu lama untuk koreksi tugas dan setelah dikoreksi tidak dilakukan konsolidasi karena minimnya waktu sedangkan banyak materi yang harus diselesaikan, padahal ada kemungkinan sebagian siswa masih ada yang belum mengerti, dan untuk mengatasi masalah di atas digunakan metode
fast feedback (umpan balik cepat), yang bisa dilaksanakan saat pelajaran berlangsung tanpa membuang banyak waktu untuk koreksi.
Secara umum umpan balik atau feedback terbagi ke dalam dua jenis yaitu intrinsic feedback dan extrinsic feedback (Apruebo,2005). Intrinsic feedback berkaitan dengan penilaian terhadap dirinya sendiri, tentang sikap, aktivitas dan atau perilaku yang telah dilakukannya, serta tentang kemampuan yang telah ditunjukkannya. Misalnya dalam melaksanakan tugas gerak, apakah aktivitas yang dilakukan sudah sesuai dengan yang diinstruksikan guru, apakah sudah mampu menyelesaikan keseluruhan tugas gerak, apakah merasa nyaman dengan alat bantu yang digunakan, atau menilai bahwa rangkaian gerakan senam telah sesuai dengan urutan yang harus dilakukan. Extrinsic feedback adalah umpan balik yang berasal dari luar dirinya. Download PTK matematika smp kelas 8 doc Misalnya koreksi dari guru penjas atas gerakan yang sudah dilakukan, cemoohan rekan karena salah memberikan umpan ketika bermain bola, atau dari lingkungan sekitar seperti cuaca yang terlalu panas sehingga mengharuskannya sering beristirahat ditempat yang teduh.
c. Macam-macam Fast Feedback
Penelitian mengenai fast feedback sudah dilakukan dengan berbagai model antara lain Penggunaan Metode Fast Feedback Secara Klasikal, Penggunaan Metode Fast Feedback dengan Peer to Peer Support In Group, Penggunaan Metode Fast Feedback Stick Card, Penggunaan Metode Fast Feedback Model Papan Angkat, Penggunaan Metode Fast Feedback Model Indikasi Warna, Penggunaan Metode Fast Feedback Model Voting. Untuk melengkapi model-model yang pernah diteliti sebelumnya, peneliti mengembangkan model lain dari metode ini yaitu model Pengelompokkan Jawa ban. Contoh ptk matematika smp kurikulum 2013 
d. Langkah-langkah Fast Feedback
Berg (2008), langkah-langkah fast feedback sebagai berikut: topik pembelajaran diperkenalkan oleh guru, diberikan ketentuan-ketentuan seperlunya, tugas pertama diberikan oleh guru kepada siswa, tugas dikerjakan secara individu atau bisa juga berpasangan, siswa dipastikan agar konsentrasi dalam pengerjaan tugas tersebut, pekerjaan siswa diamati oleh guru dan beberapa siswa diwawancarai selama 20-60 detik, kesalahan umum yang dilakukan siswa dibahas serta diberikan penjelasan dari jawaban yang benar sebagai feedback untuk siswa, tugas kedua diberikan kepada siswa, jawaban siswa diamati dan beberapa siswa diwawancarai selama 20-60 detik, jika tugas sudah selesai, siswa dibiarkan untuk mendiskusikan jawaban mereka, kesalahan umum dibahas dan diberikan penjelasan jawaban yang benar, demikian seterusnya hingga pembelajaran usai.
 
Gambar 1. Langkah-lagkah Fast Feedback
Catatan penting dalam metode ini bahwa fast feedback tidak digunakan untuk memberikan nilai rapor akhir kepada siswa, tetapi dipakai untuk membenahi konsep siswa sehingga proses pembelajaran selanjutnya lebih efektif.
e. Langkah-langkah Penggunaan Metode Fast Feedback Model Pengelompokkan Jawaban
Langkah-langkah fast feedback model pengelompokkan jawaban sebagai berikut siswa diberikan kartu tugas untuk dikerjakan secara individu, pengajar mengambil beberapa jawaban siswa yang berbeda dan satu diantaranya merupakan jawaban benar sebagai kunci jawaban, jawaban siswa yang dipilih tersebut ditempel pada papan yang telah disediakan, siswa diminta mencocokan jawaban mereka kemudian mengelompokkan jawaban mereka sesuai dengan jawaban yang sudah ditempel, pengajar menghitung jumlah jawaban benar siswa yang berada pada papan yang berisi kunci jawaban, jika jumlah siswa yang menjawab benar kurang dari 70% maka dilakukan pembelajaran untuk memperbaiki kesalahan siswa, selanjutnya pengajar mengeluarkan kartu tugas kedua yang setara tingkat kesulitannya untuk melakukan cek kembali, jika jawaban benar siswa lebih dari 70% maka dilanjutkan ke siklus berikutnya yang tingkat kesulitannya lebih tinggi. Download PTK matematika smp doc

6. Penelitian Tindakan Kelas
a. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan jenis guru sebagai peneliti. Penelitian tindakan kelas(Classroom Action Research) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sehingga hasil belajar siswa meningkat (Wardhani, 2010). Menurut Arikunto (2009), merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan. Menurut Suhardjono (2009) Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian tindakan (Action Research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. Hopkins (2008) mendefinisikan bahwa penelitian tindakan mengkombinasikan tindakan substantif dan prosedur penelitian yang merupakan tindakan terdisiplin yang dikontrol oleh penyelidikan usaha seseorang untuk memahami problem tertentu seraya terlibat aktif dalam proses pengembangan dan pemberdayaan.
Wayan (2008), Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) merupakan kegiatan yang dilakukan guru untuk memecahkan masalah di kelas dan memperbaiki kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. PTK berfokus pada proses belajar mengajar di kelas yang bertujuan untuk memecahkan permasalahan dengan tindakan langsung di kelas (Eko, 2008). Prosedur PTK meliputi perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation) dan refleksi (reflection).
PTK juga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki proses pembelajaran menjadi lebih efektif karena guru melakukan sendiri penelitian terhadap proses pembelajaran. Contoh ptk matematika smp kelas 8 Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut, guru akan dapat menggali dan menemukan metode pembelajaran baru yang lebih inovatif dalam upaya perbaikan serta dapat meningkatkan profesionalisme tugas guru (Wardhani, 2010; Suroso, 2009).Download ptk matematika smp kelas 8 pdf 
Berdasar pengertian di atas, penelitian ini mengacu pada pengertian PTK menurut Eko (2008), karena setelah proses belajar mengajar, akan dilakukan evaluasi saat itu juga untuk mengetahui hasil siswa dan segera mungkin guru melakukan feedback.

b. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas
Prosedur penelitian tindakan kelas ada 4 yaitu: planning yaitu dalam tahap ini dijelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan; acting yaitu tahap ini merupakan pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan yaitu mengenai tindakan di kelas; observing yaitu dalam tahapan ini tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan tindakan karena pengamatan dilakukan saat tindakan sedang berlangsung dalam waktu yang sama; reflecting yaitu tahap refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Kegiatan ini sangat tepat dilakukan oleh guru pelaksana yang telah selesai melakukan tindakan, kemudian
berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi rancangan tindakan (Arikunto, Suhardjono, & Supardi, 2008).
c. Model Penelitian Tindakan Kelas
Beberapa model penelitian tindakan kelas men urut Hopkins yaitu: pertama, model Kurt Lewin merupakan model pertama dalam penelitian tindakan kelas dan merupakan acuan pokok atau dasar dari berbagai model penelitian tindakan kelas yang lain. Download ptk matematika smp kelas 8 pdf Model ini memiliki konsep bahwa dalam satu siklus penelitian tindakan kelas terdiri dari empat langkah yaitu planning, acting, observing, dan reflecting.
 
Gambar 2. Model Penelitian Tindakan Kelas menurut Kurt Lewin
Kedua, model penelitian tindakan kelas ini merupakan pengembangan dari model Kurt Lewin. Model penelitian tindakan kelas Kurt Lewin pada hakikatnya berupa perangkat-perangkat dengan satu perangkat terdiri dari empat komponen, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang merupakan satu siklus.
 
Gambar 3. Model Penelitian Tindakan Kelas menurut Kemmis dan McTaggart
Ketiga, model penelitian tindakan kelas ini juga dikembangkan berdasarkan model Kurt Lewin tetapi lebih detail dan rinci pada setiap tingkatannya untuk mempermudah tindakan. Proses yang telah dilaksanakan dalam semua tingkatan tersebut digunakan untuk menyusun laporan penelitian. Model ini, setelah ditemukannya ide dan permasalahan yang menyangkut dengan peningkatan praktis maka dilakukan tahapan reconnaissance atau peninjauan ke lapangan. Contoh ptk matematika smp kurikulum 2013 Kegiatan monitoring terhadap efek tindakan yang mungkin berupa keberhasilan dan hambatan disertai dengan faktor-faktor penyebabnya pada akhir tindakan,. Hasil monitoring tersebut dapat digunakan sebagai bahan perbaikan yang dapat diterapkan pada langkah tindakan kedua dan seterusnya sampai diperoleh informasi atau kesimpulan apakah permasalahan yang telah dirumuskan dapat di pecahkan.
 
Gambar 4. Model Penelitian Tindakan Kelas menurut Elliot
Keempat,model penelitian tindakan kelas menurut Hopkins dikembangkan erdasarkan model yang sudah ada.
 
Gambar 5. Model Penelitian Tindakan Kelas menurut Hopkins
Kelima, model penelitian tindakan kelas menurut Ebbutt terdiri dari tiga tingkatan. Pertama, ide awal dikembangkan menjadi langkah tindakan pertama, kemudian tindakan pertama tersebut dimonitor implementasi pengaruhnya terhadap subjek yang diteliti. Semua akibatnya dicatat secara sistematis termasuk keberhasilan dan kegagalan yang terjadi. Catatan monitor tersebut digunakan sebagai bahan revisi rencana umum tahap kedua. Kedua ini, rencana umum hasil revisi dibuat langkah tindakannya, dilaksanakan, monitoring efek tindakan yang terjadi pada subjek yang diteliti, dokumentasikan efek tindakan tersebut secara detail dan digunakan sebagai bahan untuk masuk ke tingkat ketiga. Download PTK matematika smp doc Pada tingkatan ini, tindakan seperti yang dilakukan pada tingkat sebelumnya dilakukan, efek tindakan didokumentasikan, kemudian kembali ke tujuan umum penelitian tindakan untuk mengetahui apakah permasalahan yang telah dirumuskan dapat terpecahkan.
 
Gambar 6. Model Penelitian Tindakan Kelas menurut Ebbutt
Keenam, model yang dikembangkan oleh Mc Kernan disajikan dalam model “proses waktu” yang menekankan pada usaha memecahkan masalah rasional dan kepemilikan demokratis oleh komunitas peneliti. Tahapan model Mc Kernan pada siklus tindakan 1 terdiri dari menjabarkan masalah, assessment kebutuhan, hipotesis gagasan, membuat rencana tindakan, imlementasi rencana, mengevaluasi tindakan, keputusan-keputusan (merefleksikan, menjelaskan, memahami tindakan) kemudian dilanjutkan ke siklus berikutnya.
 
Gambar 7. Model Penelitian Tindakan Kelas menurut McKernan
Berdasarkan beberapa model PTK diatas, penelitian ini menggunakan model PTK menurut Kemmis dan McTaggart karena model ini mudah dipahami dan dilaksanakan.
 
Gambar 8.Model Penelitian Tindakan Kelas menurut Kemmis 
dan McTaggart

B. Penelitian yang Relevan
Hasil penelitian terkait dengan penerapan metode fast feedback adalah Aplikasi Metode Fast Feedback Pada Pembelajaran Matematika Tentang Garis dan Sudut dan diperoleh hasil belajar matematika meningkat yang ditunjukkan dengan meningkatnya persentase keberhasilan dari siklus I sebesar 75% menjadi 87,5% setelah diberikan feedback oleh guru (Ratnasari, 2010). Wikanthi (2012), Download PTK matematika smp kelas 8 doc Aplikasi Metode Fast Feedback Pada Pembelajaran Matematika Tentang Kubus juga mengalami peningkatan terhadap hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan meningkatnya prosentase keberhasilan dari siklus I sebesar 62,5% menjadi 95% setelah diberikan feedback berupa pembelajaran.
Metode fast feedback ini pernah diteliti sebelumya oleh Berg, dkk (2003) di salah satu universitas di Filipina dengan jumlah mahasiswa 40-70 orang per kelas. Hasil dari penelitian tersebut terbukti bahwa dengan menggunkan metode fast feedback pengajar dapat mengoreksi jawaban atau respon siswa terhadap tugas yang diberikan hanya dalam hitungan detik. Kegiatan review yang dilakukan tersebut untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya yaitu memberikan tugas baru atau diberikan pembelajaran terlebih dahulu sebelum memberikan tugas berikutnya.
Mazur (1997) dari Harvard University telah mengembangkan pengajaran konseptual untuk kelas besar disana, dengan menggunakan metode fast feedback guru dapat melakukan diskusi saat itu juga dengan siswa sehingga dapat mempelajari berbagai konsep siswa secara cepat dan melakukan perbaikan terhadap konsep yang salah melalui kegiatan menyimpulkan hasil diskusi atau memberikan argumen maupun demostrasi untuk meyakinkan siswa.
C. Kerangka Pikir
Kegiatan belajar mengajar pada saat ini biasanya evaluasi hanya berupa tugas atau test yang dikumpul dan pengoreksiannya memakan waktu yang lama sehingga kesalahan yang terjadi pada siswa terlambat diketahui, dengan lamanya pengoreksian berdampak pada siswa yang tidak paham terhadap suatu materi seterusnya tidak akan paham, sedangkan dalam pembelajaran matematika materi yang satu dengan yang lain saling berkesinambungan. Download ptk matematika smp kelas 8 pdf Waktu belajar di kelas menjadi tidak efektif. Kondisi tersebut membuat tingkat pemahaman siswa pada suatu materi menjadi rendah sehingga perlu diterapkan pengajaran menggunakan metode fast feedback guna upaya meningkatkan pemahaman siswa. Berdasarkan uraian di atas maka dapat digambarkan kerangka berpikir seperti terlihat pada Gambar 9.
 
Gambar 9. Kerangka Berpikir
D. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir di atas maka hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah dengan menerapkan metode fast feedback dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri ..... Kabupaten .... pada materi teorema phytagoras menggunakan model pengelompokkan jawaban.

CONTOH PROPOSAL LAPORAN PTK MATEMATIKA SMP KELAS VII 


BAB III
METODE PENELITIAN



A. Jenis Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang dikembangkan berdasarkan model Kurt Lewin tetapi lebih detail dan rinci pada setiap tingkatannya untuk mempermudah tindakan. Hal-hal yang dilakukan yaitu setelah ditemukannya ide dan permasalahan yang menyangkut dengan peningkatan praktis maka dilakukan tahapan reconnaissance atau peninjauan ke lapangan. Kegiatan monitoring terhadap efek tindakan yang mungkin berupa kemampuan pemecahan masalah dan hambatan disertai dengan faktor-faktor penyebabnya pada akhir tindakan. Download PTK matematika smp doc Hasil monitoring tersebut dapat digunakan sebagai bahan perbaikan yang dapat diterapkan pada langkah tindakan kedua dan seterusnya sampai diperoleh peningkatan kemampuan dalam memecahkan masalah atau kesimpulan apakah permasalahan yang telah dirumuskan dapat di pecahkan.

B. Subjek Penelitian
Penelitian dilakukan di SMP SMP Negeri 2 ... Kabupaten ... yang berlokasi di Jl. ... Desa ... Kecamatan .... Kabupaten.... Kelas yang menjadi obyek dalam penelitian ini adalah kelas VIII-B yang berjumlah 42 siswa. Peneliti memilih kelas ini karena saran dan arahan dari guru matematika yang mengampu.
C. Teknik dan Alat Pengumpul Data
1.Teknik Pengumpul Data
Peneliti yang sekaligus adalah guru mengumpulkan data dengan cara:
a. Guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan metode fast feedback pada setiap tahap feedback, guru memberikan kartu tugas kepada siswa untuk di kerjakan.
b. Selama kegiatan berlangsung, pengamat lain melakukan observasi terhadap jalannya kegiatan dan mengisi lembar observasi kegiatan belajar mengajar (KBM).
c. Guru memberikan kartu soal sebagai evaluasi akhir kepada siswa setelah seluruh pembelajaran berlangsung.
2. Alat Pengumpul Data
a. Kartu tugas
Kartu tugas berisi soal-soal yang digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap soal-soal tersebut.
Tabel 1
Kisi-kisi Butir Soal

b. Lembar observasi
KBM lembar observasi digunakan untuk mengetahui efektivitas kegiatan belajar mengajar matematika dengan menggunakan metode fast feedback.
c. Dokumentasi
Dokumentasi dan arsip yang berupa administrasi kegiatan belajar mengajar (KBM) sebagai bukti pelaksanaan penelitian di kelas. Contoh ptk matematika smp kurikulum 2013
D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari 2 jenis variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang dipilih untuk dicari pengaruhnya terhadap variabel terikat, sedangkan variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Dalam penelitian ini yang disebut variabel bebas adalah metode fast feedback model pengelompokkan jawaban, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan siswa dalam memecahkan masalah.
E. Analisis Data
Hasil dari kartu tugas dan lembar observasi KBM, dianalisa secara deskriptif kualitatif. Efektivitas pembelajaran dengan menggunakan metode fast feedback dapat dilihat dari jumlah siswa yang menjawab benar tugas dari guru pada satu siklus. Dilihat dari jumlah siklus dalam satu tahapan feedback dan waktu yang dibutuhkan dalam melakukan seluruh siklus tersebut. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Pada setiap siklus, minimal 70% siswa dapat menjawab dengan benar tugas yang diberikan guru.
2. Waktu untuk melakukan satu siklus feedback maksimal 10 menit.
3. Jumlah siklus feedback yang dilakukan guru pada setiap pembelajaran sampai minimal 70% siswa berhasil mengerjakan tugas dengan benar maksimal 3 kali.
F. Prosedur Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasar model penelitian tindakan kelas menurut Kemmis dan McTaggart karena model ini mudah dipahami dan dilaksanakan, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
 
Gambar 10.Desain Penelitian Tindakan menurut Kemmis dan McTaggart
1. Persiapan
Peneliti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk setiap tahap feedback. Setelah itu peneliti membuat kartu tugas yang akan diberikan selama proses pembelajaran. Download PTK matematika smp kelas 8 doc Peneliti juga membuat lembar observasi KBM yang diisi oleh pengamat lain yang mengamati jalannya proses pembelajaran.
2. Pelaksanaan
Guru melaksanakan pembelajaran dan setiap tahap fast feedback sesuai RPP. Langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: siswa diberi kartu tugas untuk dikerjakan secara individu; pengajar mengambil dua atau tiga jawaban siswa dan di antara ketiga jawaban siswa tersebut salah satunya dipilih jawaban yang benar sebagai kunci jawaban; ketiga jawaban tersebut ditempel pada papan yang sudah disiapkan di depan kelas; siswa diminta mencocokan jawaban mereka kemudian mengelompokkannya sesuai dengan jawaban yang sudah ditempel di papan; pengajar menghitung jumlah jawaban benar siswa atau yang ditempel di papan yang berisi kunci jawaban; jika jumlah jawaban siswa yang menjawab benar < 70% maka dilakukan pembelajaran untuk memperbaiki kesalahan siswa kemudian dilakukan cek kembali dengan mengeluarkan kartu tugas kedua yang tingkat kesulitannya setara; jika jawaban benar siswa 70% maka dilanjutkan ke tahap soal berikutnya yang tingkat kesulitannya lebih tinggi. Download PTK matematika smp doc
Persentase keberhasilan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
 
Secara umum prosedur pelaksanaan metode fast feedback dapat dilihat pada gambar berikut:
 
Gambar 11. Prosedur pelaksanaan metode fast feedback
 
Gambar 12. Bagan langkah pembelajaran menggunakan Metode Fast Feedback
3. Pengamatan (Observing)
Selama pembelajaran berlangsung, seorang pengamat mengamati jalannya penelitian. Pengamat ini akan mengisi lembar observasi KBM yang berguna untuk mengetahui efektivitas kegiatan belajar mengajar matematika dengan menggunakan metode fast feedback. Contoh ptk matematika smp kelas 8 
4. Refleksi
Setelah pembelajaran pada siklus 1 selesai, peneliti merefleksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi pada hari itu dan diperbaiki pada hari itu atau pada siklus selanjutnya. Jika indikator keberhasilan sudah tercapai, berarti penelitian berhasil.

PENELITIAN TINDAKAN KELAS SMP MATEMATIKA PYTHAGORAS TERBARU


DAFTAR PUSTAKA



Akhmadsudrajat. 2009. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007. http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2009/04/standar¬proses_permen-41-2007_.pdf . Diunduh 21 Oktober 2012.
Arikunto, S. 2007. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suhardjono, dan Supardi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Berg. 2008. Teaching, Learning, and Quick Feedback Methods. Netherland: Vrije University. Amsterdam.
Daryanto, H. 2008. Evaluasi Pendiidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Hamzah. 2003. Problem Posing dan Problem Solving Dalam Pembelajaran Matematika. Bandung: Pustaka Ramadan.
H udojo, Herman. 2001. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang.
Hopkins, D. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta : Pustaka Media.
Ratnasari, T. A.2010. Skripsi Aplikasi Metode Fast Feedback pada Pembelajaran Matematika tentang Garis dan Sudut.Jurnal Porsiding Seminar Nasional Sains dan Pendidikan Sains UKSW.Fakultas Sains dan Matematika.UKSW.
Sudijono, A. 2008.Pengantar Evaluasi Pendidikan.Jakarta : PT RajaGrafindo persada. hal 8-16
Sudjito, D. N. 2010. Skripsi Penggunaan Fast Feedback secara Klasikal dalam Pembelajaran Fisika tentang Cermin Datar. Salatiga : UKSW.
Suhardjono. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta : PT. Bumi Aksara.
Suroso. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Pararaton.
W, Gulo. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Gramedia.
Wardhani, IGAK dan K. Wihardit. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.
Wikanthi. 2010. Aplikasi Metode Fast Feedback pada Pembelajaran Matematika Tentang Kubus. Skripsi. Universitas Kristen Satya Wacana

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH LENGKAP PTK MATEMATIKA SMP KELAS VIII PYTHAGORAS


Postingan terkait: