CONTOH LENGKAP PTK IPA FISIKA SMP KELAS VIII

CONTOH LENGKAP PTK IPA FISIKA SMP KELAS VIII-Karya Tulis ini membahas apakah Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) dapat Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas 8.3 Semester II SMPN 2 ...... Tahun Ajaran 2015/2016. Kajiannya dilator belakangi oleh sulitnya peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan di sekolah yang hanya menggunakan metode ceramah, yang kemudian mengakibatkan malasnya peserta didik. Padahal dalam proses belajar mengajar, khususnya fisika, peserta didik dituntut untuk berfikir aktif, kreatif dan kritis. Contoh ptk fisika smp doc Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan apakah Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas 8.3 Semester II SMPN 2 ...... Tahun Ajaran 2015/2016.
Permasalahan tersebut dibahas melalui studi lapangan yang dilaksanakan di SMPN 2 ....... Sekolah tersebut dijadikan sebagai sumber data untuk mendapatkan hasil sesuai dengan tujuan penelitian. Datanya diperoleh dengan observasi dan dokumentasi. Semua data dianalisis dengan analisis kualitatif.
Kajian ini menunjukkan bahwa : 1. Model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) merupakan model pembelajaran yang menununtut peserta didik aktif bekerja sama dan saling membantu. Selain itu merupakan model pembelajaran yang sangat menarik karena gabungan dari dua hal, yaitu belajar individu dan kelompok. Dengan model ini, diharapkan peserta didik senang dan antusias selama proses belajar mengajar. Sehingga dapat menjadikan peserta didik berfikir dan bertindak secara mandiri dan kreatif dalam preoses belajar mengajar. Dalam model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI), peserta didik dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen dengan anggota 4–5 orang. Selanjutnya diikuti dengan pemberian bantuan secara individu maupun kelompok yang memerlukannya. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu penelitian tindakan yang dilakukan di kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan praktek pembelajaran. Tahapan langkah dalam penelitian ini disusun dalam dua siklus. Download PTK fisika smp lengkap  Siklus yang pertama dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan dan diakhiri dengan tes evaluasi. Sedangkan siklus II, pada dasarnya sama dengan siklus I hanya perbedaanya terletak pada perlakuan yang diberikan oleh guru kepada peserta didik, serta sub materi yang diajarkan.
Berdasarkan hasil data dan pembahasan, maka pada akhir PTK ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran fisika dengan menggunakan model kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas 8.3 SMPN 2 ...... pada sub materi pokok tekanan. Hal ini ditunjukan dengan nilai rata–rata pada prasiklus 54,16, meningkat menjadi 67, 25 dengan ketuntasan klasikal 60 % pada siklus I kemudian pada siklus II 84,5 dengan ketuntasan klasikal 97,2 %.
Selanjutnya diharapkan penelitian yang telah dilaksanakan ini dapat digunakan sebagai refleksi bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPA SMP yang diberi judul PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PADA MATERI POKOK TEKANAN PESERTA DIDIK KELAS 8.3 SEMESTER II SMPN 2 ...... KECAMATAN ...... KABUPATEN ...... TAHUN AJARAN 2015/2016". Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPA SMP KELAS 8 lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMP 013).


DOWNLOAD PTK IPA FISIKA SMP TERBARU

BAB I
PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah
Di dalam pendidikan, guru memegang peranan yang sangat penting untuk memajukan pendidikan nasional. Usaha yang tidak pernah ditinggalkan guru adalah bagaimana memahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen belajar mengajar. Sebagai salah satu komponen pengajaran, model menempati peranan yang tidak kalah pentingnya dari komponen lainnya dalam kegiatan belajar mengajar. Ini berarti, guru memahami benar kedudukan model yaitu sebagai strategi pengajaran dan sebagai alat untuk mencapai tujuan.
Pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau SMP (Madrasah Tsanawiyah), fisika merupakan salah satu cabang ilmu dari Ilmu Pengetahuan Alam dan sebagai dasar untuk mempelajari materi-materi pokok yang lebih tinggi yaitu jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA atau MA (Madrasah Aliyah).
Fisika merupakan salah satu pelajaran yang dikenal sebagai pelajaran yang tidak mudah untuk dipahami dan di ikuti oleh peserta didik. Contoh ptk fisika smp pdf Bahkan sebagian besar peserta didik merasa takut dengan pelajaran fisika, sehingga sulit untuk dapat memahami dan menguasai. Padahal pelajaran fisika diberikan di semua sekolah baik di jenjang dasar maupun menengah. Fisika yang diberikan sekolah diharapkan mempunyai peran yang berarti bagi masa depan, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Banyak peserta didik, khususnya jenjang menengah pertama seperti di SMPN 2 ...... Kecamatan ...... Kabupaten ...... Kelas 8.3 yang menganggap pelajaran fisika sulit dan membosankan. Mereka merasa kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan di sekolah yang hanya menggunakan metode klasikal, yang kemudian mengakibatkan malasnya peserta didik. Padahal dalam proses belajar mengajar, khususnya fisika, peserta didik dituntut untuk berfikir aktif, kreatif dan kritis.
Berdasarkan observasi awal dan wawancara, permasalahan di atas mengakibatkan :
1. Kurang aktifnya peserta didik dalam memanfaatkan pembelajaran yang
ditunjukan oleh :
a. Peserta didik kurang bisa memanfaatkan kesempatan untuk bertanya tentang materi pelajaran.
b. Peserta didik hanya mau menjawab pertanyaan guru bila ditunjuk, itupun tidak semua peserta didik.
c. Peserta didik kurang memperhatikan keterangan dari guru.
d. Peserta didik sibuk berdiskusi sendiri.
2. Hasil belajar peserta didik masih rendah, hal ini terlihat pada nilai rata-rata mata pelajaran fisika di kelas 8.3 tahun lalu, yaitu 54,16 dan presentase ketuntasan belajar = 38,8 %. Hasil ini masih di bawah nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sekolah yaitu sebesar 61.
Di antara materi yang sulit dipahami oleh peserta didik adalah pada materi pokok tekanan. Untuk itu, model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization yang menuntut peserta didik aktif bekerjasama dan saling membantu antar anggota kelompok serta adanya penghargaan atau nilai dari guru sebagai Assisted membuat peserta didik lebih termotivasi guna meningkatkan hasil belajarnya. Selain itu, Team Assisted Individualization (TAI) merupakan model pembelajaran yang sangat menarik karena gabungan dari 2 hal, yaitu belajar individu dan kelompok. Dengan model ini, diharapkan peserta didik senang dan antusias selama proses pembelajaran. Selain itu, TAI merupakan model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan baik untuk permulaan bagi guru yang menggunakan pendekatan kooperatif.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti bermaksud meneliti kajian tersebut sehingga pembelajaran yang berlangsung di SMPN 2 ...... Kecamatan ...... Kabupaten ...... dapat menjadikan peserta didik berfikir dan bertindak secara mandiri dan kreatif dalam proses belajar mengajar. Untuk itu, peneliti mengadakan penelitian tentang “PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PADA MATERI POKOK TEKANAN PESERTA DIDIKKELAS 8.3 SEMESTER II SMPN 2 ...... KECAMATAN ...... KABUPATEN ...... TAHUN AJARAN 2015/2016”.

B. Identifikasi Masalah
Masalah yang dihadapi oleh peserta didik dan guru fisika di SMPN 2 ...... Kecamatan ...... Kabupaten ......, yaitu :
1. Rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fisika khususnya pada materi pokok tekanan.
2. Lemahnya guru dalam menerapkan model pembelajaran di kelas.
3. Rendahnya aktivitas belajar peserta didik kelas 8.3 SMPN 2 ...... Kecamatan ...... Kabupaten ...... Ajaran 2015/2016 dalam mata pelajaran fisika.
C. Pembatasan Masalah
Sesuai dengan identifikasi di atas, pembatasan masalahnya adalah tepat atau tidaknya model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di Kelas 8.3 SMPN 2 ...... Kecamatan ...... Kabupaten ...... khususnya pada materi pokok tekanan setelah diterapkan model pembelajaran TAI.
D. Perumusan Masalah
Perumusan masalah yang terkait dengan penelitian ini adalah Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMPN 2 ...... Kecamatan ...... Kabupaten ...... Kelas 8.3 Semester II Tahun Ajaran 2015/2016. Contoh ptk fisika smp pdf
E. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan hasil belajar fisika pada pokok bahasa tekanan.
F. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Bagi penulis
a. Menambah wawasan dan pengetahuan penulis.
b. Memberikan pengalaman penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dalam proses belajar mengajar khususnya pada materi pokok tekanan.
2. Bagi guru
Dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan dalam proses belajar mengajar terhadap peserta didik sehingga lebih baik dari sebelumnya.
3. Bagi peserta didik
a. Menumbuhkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah.
b. Menumbuhkan kebiasaan bekerjasama dengan teman dalam kelompoknya.
c. Meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran.
4. Bagi sekolah
Hasil penelitian akan memberikan sumbangan yang baik bagi madrasah itu sendiri dalam rangka penerapan model pembelajaran.
G. Penegasan Istilah
Untuk memperjelas dan menghindari adanya kesalahpahaman dalam menginterpretasikan judul di atas, maka penulis memberikan pembatasan dari masing-masing istilah sebagai berikut :
1. Penggunaan
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, penggunaan adalah proses, perbuatan, cara menggunakan sesuatu.
2. Model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI)
Merupakan pembelajaran dengan menggunakan tim belajar 4 anggota berkemampuan campur dan pemberian sertifikat untuk tim bekerja tinggi, Team Assisted Individualization (TAI) yaitu peserta didik di tes menurut levelnya, lalu di beri bantuan sesuai dengan levelnya dan di bantu yang lain. 
3. Meningkatkan
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, meningkatkan adalah suatu proses, cara atau perbuatan menambah hasil (usaha, kegiatan dan sebagainya). 
Meningkatkan adalah usaha menjadikan lebih sesuai dengan kondisi-kondisi yang dapat di ciptakan atau di usahakan, kriterianya bersifat normatif yaitu hasil analisis dengan kondisi sebelumnya, yang dimaksud meningkatkan studi hasil di sini adalah melalui pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI).
4. Hasil belajar
Hasil belajar yang dimaksud adalah hasil yang diperoleh peserta didikakibat proses belajar yang dilaksanakan oleh siswa, makin tinggi proses belajar yang dilakukan oleh siswa, harus semakin tinggi pula hasil belajar yang dicapai. Download ptk fisika smp kurikulum 2013 
5. Siswa
Peserta didik yang dimaksud dalam penelitian ini adalah SMPN 2 ...... Kecamatan ...... Kabupaten ...... Kelas 8.3 yang menjadi obyek penelitian.
6. Tekanan
Tekanan adalah materi yang terdapt pada kelas 8.3 semester genap, yakni besarnya gaya yang bekerja pada luas permukaan bidang. 5
Tekanan dapat dibagi menjadi tiga sub pokok bahasan yaitu tekanan pada zat cair, tekanan pada zat padat, tekanan udara. Misalnya suatu gaya F bekerja pada permukaan seluas A, maka tekanan pada permukaan tersebut adalah :
P = F/A
P = Tekanan ()
F = Gaya tekan (N)
A = Luas bidang tekan (m2)
Karena massa jenis raksa 13.6 g/cm3 = 13600 kg/m3. Tekanan raksa yang tingginya 76 cmHg dapat dihitung dengan menggunakan hukum tekanan hidrostatik sebagai berikut :
P1 atmosfer = 13600 kg/m3 . 9,8 N/kg . 0,76 m
= 101 292,8 N/m2
Apabila dibulatkan, tekanan 1 atm = 101 300 N/m2
= 1,013. 105 N/m2
Karena 1 N/m2 = 1 Pascal, maka tekanan 1 atm = 1,01 3x1 05
Pascal = 1,013 x 105 Pa. Satuan tekanan udara dapat pula dinyatakan dalam bar (berasal dari kata barometer. 1 bar setara dengan 100 000 Pa, maka 1 atm = 101 300 pa = 1 012 mbar5.


CONTOH LENGKAP PTK IPA FISIKA KELAS VIII SMP

BAB II
DESKRIPSI TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS



A. Landasan Teori
1. Belajar dan Pembelajaran
a. Pengertian belajar
Belajar adalah kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya. Menurut pengertian secara psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. Sehingga belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Contoh ptk fisika smp doc Jadi, pada dasarnya belajar merupakan tahapan perubahan perilaku peserta didik yang relatif positif dan mantap sebagai hasil interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif, dengan kata lain belajar merupakan kegiatan berproses yang terdiri dari beberapa tahap. Tahapan dalam belajar tergantung pada fase-fase belajar, salah satu tahapannya adalah yang dikemukakan oleh Witting, yaitu :
1) Tahap equistiion, yaitu tahapan perolehan informasi
2) Tahap storage, yaitu tahapan penyimpanan informasi.
3) Tahap retrieval, yaitu tahapan pendekatan kembali informasi.
Perubahan yang terjadi dalam diri seseorang banyak sekali baik sifat maupun jenisnya. Karena itu, sudah tentu setiap perubahan dalam diri seseorang merupakan perubahan dalam arti belajar. Demikian pula perubahan tingkah laku seseorang yang berada dalam keadaan mabuk, perubahan yang terjadi dalam aspek-aspek kematangan, perabahan dan perkembangan tidak termasuk perabahan dalam pengertian belajar.
Slameto memberikan ciri-ciri tentang perabahan tingkah laku yang terjadi dalam belajar sebagai berikut :
1) Terjadi secara sadar
2) Bersifat kontinyu dan fungsional
3) Bersifat positif dan aktif
4) Bukan bersifat sementara
5) Bertujuan dan terarah
6) Mencakup seluruh aspek tingkah laku. 
Dengan demikian, belajar dapat diartikan sebagai suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman yang lalu. 
b. Teori-teori belajar
Untuk lebih memperjelas pengertian tentang belajar dan bagaimana proses belajar itu terjadi, berikut ini akan dikemukakan beberapa teori belajar yang merupakan hasil penyelidikan para ahli psikologi sesuai dengan psikologinya masing masing.
1) Teori Gestalt
Teori ini dikemukakan oleh Koffka dan Kohler dari Jerman, dimana dikemukakan bahwa. Hukum yang berlaku pada pengamatan adalah sama dengan hukum dalam belajar, yaitu :
- Gestalt mempunyai sesuatu yang melebihi jumlah unsur 
unsurnya.
- Gestalt timbul lebih dahulu daripada bagian-bagiannya.
Jadi, dalam belajar yang penting adalah adanya penyesuaian pertama yaitu memperoleh respon yang tepat untuk memecahkan problem yang dihadapi. Download PTK fisika smp lengkap Belajar yang penting bukan mengulang hal-hal yang haras dipelajari, tetapi mengerti atau memperoleh insight. Sifat-sifat belajar dengan insight adalah:
- Insight tergantung dan kemampuan dasar
- Insight tergantung dari pengalaman masa lampau yang relevan
- Insight hanya timbul apabila situasi belajar diatur sedemikian
rupa, sehingga segala aspek yang perlu dapat diamati.
- Insight adalah hal yang harus dicari, tidak dapat jatuh dari
langit
- Belajar dengan Insight dapat diulangi
- Insight sekali didapat bisa digunakan untuk menghadapi situasi-situasi yang baru.
Menurut para ahli psikologi Gestalt, manusia itu bukanlah sekedar makhluk reaksi yang berbuat atau beraksi jika ada perangsang yang mempengaruhinya. Manusia itu adalah individu yang merupakan kebulatan jasmam dan rohani. Sebagai individu; manusia bereaksi atau berinteraksi dengan dunia luar dengan kepribadiannya dan dengan caranya yang unik. Tidak ada dua orang yang mempunyai pengalaman yang benar-benar sama atau identik terhadap realita yang sama. Sebagai pribadi, manusia tidak secara langsung bereaksi kepada suatu perangsang dan tidak pula reaksinya itu dilakukan secara berlebihan, reaksi manusia terhadap dunia luar tergantung kepada bagaimana ia menerima stimuli dan bagaimana motif-motif yang ada padanya. Manusia yang mempunyai kebebasan, ia bebas memilih cara bagaimana ia berinteraksi.
Prinsip belajar menurut teori Gestalt antara lain adalah :
a) Belajar berdasarkan keseluruhan
Mata pelajaran yang bulat lebih mudah dimengerti daripada bagian-bagiannya.
b) Belajar adalah suatu proses perkembangan
Kesediaan mempelajari sesuatu tidak hanya ditentukan oleh kematangan jiwa batiniah, tetapi juga perkembangan karena lingkungan dan pengalaman.
c) Siswa sebagai organisme keseluruhan
Siswa belajar tidak hanya intelektualnya saja, tetapi juga emosional dan jasmaniahnya. Contoh ptk fisika smp pdf Dalam pengajaran modern guru di samping mengajar, juga mendidik untuk membentuk pribadi siswa
d) Terjadi transfer
Apabila dalam suatu kemampuan telah disukai, maka dapat dipindahkan untuk kemampuan yang lain.
e) Belajar adalah reorganisasi pengalaman
Belajar itu baru timbul bila seseorang menemui suatu pengalaman. Dalam menghadapi itu ia akan menggunakan segala pengalaman yang telah dimiliki. Siswa mengadakan analisis reorganisasi pengalamannya.
f) Belajar harus dengan insight
Insight adalah suatu saat dalam proses belajar dimana seseorang melihat pengertian tentang sangkut-paut dan hubungan- hubungan tertentu dalam unsur yang mengandung suatu problem.
g) Belajar lebih berhasil bila berhubungan dengan minat keinginan dan tujuan siswa
Siswa diajak membicarakan tentang proyek atau unit agar mengetahui yang akan dicapai dan yakin akan manfaatnya.
h) Belajar berlangsung terus-menerus
Siswa memperoleh pengetahuan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di luar sekolah, karena itu sekolah harus bekerja sama dengan orang tua di rumah dan masyarakat, agar semua turut serta membantu perkembangan siswa secara harmonis.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengertian belajar menurut Gestalt adalah proses perubahan pengetahuan seseorang dengan lingkungannya sebagai hasil dari pengalaman yang lalu.
2) Teori belajar menurut J. Bruner
Menurut Bruner belajar tidak untuk mengubah tingkah laku seseorang, tetapi untuk mengubah kurikulum sekolah menjadi demikian rupa, sehingga siswa dapat lebih banyak dan mudah. Sebab itu Burner berpendapat, alangkah baiknya bila sekolah dapat menyediakan kesempatan bagi siswa untuk maju dengan cepat sesuai dengan kemampuan siswa dalam mata pencaharian tertentu. Di dalam proses belajar, Bruner mementingkan partisipasi aktif dan tiap siswa dan mengenal dengan baik adanya perbedaan kemampuan. Untuk meningkatkan proses belajar perlu lingkungan yang dinamakan "discovery learning environment", yakni lingkungan dimana siswa dapat melakukan eksplorasi, penemuan¬penemuan baru yang belum dikenal atau pengertian yang mirip dengan yang sudah diketahui. Download ptk fisika smp kurikulum 2013  Dalam tiap lingkungan selalu ada bermacam-macam masalah, hubungan-hubungan dan hambatan yang dihayati oleh siswa secara berbeda-beda pada usia yang berbeda pula. Dalam lingkungan banyak hal yang dapat dipelajari siswa, dimana dapat digolongkan menjadi :
a) Enact if : Seperti belajar naik sepeda, yang harus didahului dengan bermacam-macam ketrampilan motorik.
b) Iconic : Seperti mengenal jalan yang menuju ke pasar, mengingat dimana bukunya yang penting diletakkan.
c) Symbolic : Seperti menggunakan kata-kata menggunakan formula.
Dalam belajar, guru perlu memperhatikan 4 hal sebagai berikut :
a) Mengusahakan agar setiap siswa berpartisipasi aktif, minatnya perlu ditingkatkan, kemudian perlu dibimbing untuk mencapai tujuan tertentu.
b) Menganalisis struktur materi yang akan diajarkan dan juga perlu disajikan secara sederhana sehingga mudah dimengerti siswa.
c) Menganalisis squence, guru mengajar berarti membimbing siswa melalui uratan pertanyaan-pertanyaan dari suatu masalah, sehingga siswa memperoleh pengertian dan dapat menstransfer apa yang sedang dipelajari.
d) Memberi reinforcement dan umpan balik (feed back), penguatan yang optimal terjadi pada waktu siswa mengetahui bahwa ia menemukan jawabannya.
3) Teori belajar dari Piaget
Pendapat Piaget mengenai perkembangan proses belajar pada anak-anak adalah sebagai berikut :
a) Anak mempunyai struktur mental yang berbeda dengan orang dewasa. Mereka bukan merupakan orang dewasa dalam bentuk kecil namun mempunyai cara yang khas untuk menyatakan dan untuk menghayati dunia sekitarnya. Karenanya memerlukan pelayanan tersendiri dalam belajar
b) Perkembangan mental pada anak melalui tahap-tahap tertentu menurut suatu urutan yang sama bagi semua anak.
c) Walaupun berlangsungnya tahap-tahap perkembangan itu melalui suatu urutan tertentu, tetapi jangka waktu untuk berlatih dari satu tahap ke tahap yang lain selalu sama pada setiap anak.
d) Perkembangan mental anak dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu kemasakan, pengalaman, interaksi sosial, equilibration atau proses dari yang ketiga tersebut bersama-sama dan memperbaiki struktur mental.
e) Ada tiga tahap perkembangan, yaitu berfikir secara intuitif, beroperasi secara konkret dan beroperasi secara formal. Contoh ptk fisika smp doc Perlu diketahui pula bahwa perkembangan intelektual terjadi proses yang sederhana seperti melihat, menyentuh, menyebut nama benda dan sebagainya.
Dengan demikian, tahapan perkembangan proses belajar pada anak meliputi masa vital, masa estetik, masa intelektual, dan masa remaja.
4) Teori dari R. Gagne
Terhadap masalah belajar, Gagne memberikan dua definisi. Pertama, belajar merupakan suatu proses untuk memperoleh informasi dalam pengetahuan, ketrampilan, kebiasaan dan tingkah laku. Kedua, belajar merupakan penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang diperoleh dari instruksi. 

2. Hasil belajar
Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap. Dalam kegiatan pembelajaran atau instruksional, biasanya guru menetapkan tujuan belajar, siswa yang berhasil dalam belajar adalah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran dan tujuan instruksional. Menurut Benjamin S. Bloom tiga ranah hasil belajar yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Menurut A.J. Romizowski hasil belajar merupakan keluaran (output) dari suatu proses masukan (input). Masukan dari sistem tersebut berupa bermacam-macam infonnasi sedangkan keluarannya adalah perbuatan atau kinerja (performance).
Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan pencapaian bentuk perubahan perilaku yang cenderung menetap dari ranah kognitif, afektif dan psikomotorik dari proses belajar yang dilakukan dalam waktu tertentu. Benjamin S. Bloom berpendapat bahwa hasil belajar dapat dikelompokkan ke dalam dua macam yaitu bahwa hasil belajar dapat dikelompokkan ke dalam dua macam yaitu pengetahuan dan ketrampilan pengetahuan terdiri dari empat kategori, yaitu :
a. Pengetahuan tentang fakta
b. Pengetahuan tentang procedural
c. Pengetahuan tentang konsep
d. Pengetahuan tentang prinsip
Sedangkan ketrampilan juga terdiri dari empat kategori, yaitu :
a. Ketrampilan untuk berfikir atau ketrampilan kognitif.
b. Ketrampilan untuk bertindak atau ketrampilan motorik
c. Ketrampilan beraksi atau bersikap
d. Ketrampilan berinteraksi
 
Hasil belajar adalah segala sesuatu yang menjadi milik siswa sebagai akibat dari kegiatan belajar adalah pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian dan sikap-sikap serta apersepsi dan abilitas. Contoh ptk fisika smp pdf Dari kedua pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian hasil belajar adalah perubahan tingkah laku siswa secara nyata dilakukan proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pengajaran. Setelah melalui proses belajar, maka siswa diharapkan dapat mencapai tujuan belajar yang disebut juga sebagai hasil belajar yaitu kemampuan yang dimiliki siswa setelah menjalani proses belajar, Sudjana berpendapat, hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan siswa yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.
Tujuan belajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa telah melakukan perbuatan belajar, yang pada umumnya meliputi pengetahuan, ketrampilan dan sikap-sikap yang bara, yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa. Benyamin S. Bloom menyatakan bahwa hasil belajar yang dicapai oleh siswa sangat erat kaitannya dengan rumusan tujuan instraksional yang direncanakan guru sebelumnya yang dikelornpokkan ke dalam tiga kategori yaitu domain, kognitif, afektif dan psikomotorik.
a. Ranah kognitif
Kognitif terdiri dari enam aspek antara lain :
1) Mengingat
Tujuan intruksional pada level ini menurut paserta didik untuk mampu mengingat (recall) informasi yang telah diterima sebelumnya, seperti : fakta, terminologi, rumus, strategi, pemecahan masalah, dan sebagainya.
2) Mengerti
Kategori memahami dihubungkan dengan kemampuan untuk menjelaskan pengetahuan, informasi yang telah diketahui dengan kata-kata sendiri. Dalam hal ini peserta didik diharapkan menerjemahkan, atau menyebutkan kembali yang telah didengar dengan kata-kata sendiri.
3) Memakai
Penerapan merupakan kemampuan untuk menggunakan atau menerapkan informasi yang telah dipelajari ke dalam situasi yang baru, serta memecahkan bebagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari.
4) Menganalisis
Analisis merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi memisahkan dan membedakan komponen-komponen atau elemen¬elemen suatu fakta, konsep, pendapat, asumsi, hipotesis atau kesimpulan, dan memeriksa setiap komponen tersebut untuk melihat ada tidaknya kontraksi. Download PTK fisika smp lengkap  Dalam hal ini peserta didik diharapkan menunjukkan hubungan diantara berbagai gagasan dengan cara membandingkan gagasan tersebut dengan standar, prinsip atau prosedur yang telah dipelajari.
5) Menilai
Menilai merupakan level kelima menurut revisi Anderson, yang mengharapkan peserta didik mamapu membuat penilaian dan keputusan tentang nila suatu gagasan, metode, produk, atau benda menggunakan kriteria tertentu. Jadi evaluasi lebih condong ke bentuk penilaian biasa daripada system evaluasi
6) Mencipta
Mencipta disini diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. 
b. Ranah afektif
Sikap atau tingkah laku menunjukkan kemampuan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan demikian penilaian aspek kognitif tidak dapat terlepas dari penilaian aspek afektif. Ada beberapa jenis kategori ranah afektif sebagai hasil belajar. Kategorinya di mulai dari tingkat yang dasar atau sederhana sampai tingkat yang kompleks.
1) Receive attending yakni semacam kepekaan dalam menerima
rangsangan (stimulus) dari luar yang dating kepada peserta didi
dalam bentuk masalah, situasi, gejala-gejala lain.
2) Responding atau jawaban, memberi reaksi terhadap suatu gej ala secara terbuka, melakukan sesuatu sebagai respon terhadap suatu gejala itu. Hasil belajar pada tingkat ini yaitu menekankan diperolehnya respon, keinginan member respon atau kepuasan memberi respon. Contoh ptk fisika smp doc Peringkat tertinggi pada kategori ini adalah minat, yaitu hal-hal yang menekankan pada pencarian hasil dan kesenangan pada aktivitas khusus. 
3) Valuing (menilai) melibatkan kemampuan nilai, keyakinan atau sikap yang menunjukkan derajat internalisasi dan komitmen. Derajat rentangnya mulai dari menerima suatu nilai, misalnya keinginan untuk meningkatkan ketrampilan, sampai pada tingkat komitmen. Valuing atau penilaian berbasis pada peringkat ini berhubungan dengan perilaku yang konsisten dan stabil agar nilai dikenal secara jelas.
4) Organsasi adalah kesediaan mengorganisasi nilai-nilai yang dipilihnya untuk menjadi pedoman yang mantap dalam perilaku.
5) Interelasi nilai atau karakterisasi adalah menjadikan nilai-nilai yang
diorganisasikan untuk tidak hanya menjadi pedoman perilaku tetapi
juga menjadi bagian dari pribadi dalam perilaku sehari-hari. 

c. Ranah psikomotorik
Berkenan dengan hasil belajar ketrampilan dan kemampuan bertindak. Menurut Simpson, hasil belajar psikomotorik dapat diklasifikasikan menjadi enam antara lain :
1) Persepsi adalah kemampuan hasil belajar psikomotorik yang paling rendah.
2) Kesiapan adalah kemampuan menempatkan diri untuk memulai suatu gerakan.
3) Gerakan terbimbing adalah kemampuan melakukan gerakan meniru model yang dicontohnya.
4) Gerakan terbiasa adalah kemampuan melakukan gerakan tanpa ada modol atau contoh.
5) Gerakan kompleks adalah kemampuan melakukan serangkaian gerakan dengan cara,urutan dan irama yang tepat.
6) Kreativitas adalah kemampuan menciptakan gerakan-gerakan baru yang tidak ada sebelumnya atau mengkombinasikan gerakan¬gerakan sebelumnya.
Pembelajaran adalah inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peran utama. Pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh ptk fisika smp pdf Dengan demikian perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengorganisasi pembelajaran, bagaimana cara mencapai pembelajaran dan bagaimana menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfunsgi secara optimal. Pembelajaran perlu direncanakan dan dirancang secara optimal agar dapat memenuhi harapan dan tujuan.
Pembelajaran dengan kondisi tersebut adalah pembelajaran efektif, dimana dengan pembelajaran siswa ketrampilan-ketrampilan yang spesifik, pengetahuan dan sikap dengan kata lain pembelajaran efektif akan terjadi apabila mengalami perubahan-perubahan pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
3. Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI)
Cooperative learning atau belajar bersama adalah model pembelajaran dimana siswa dibiarkan belajar dalam kelompok, saling menguat, mengalami dan bekerja sama untuk semakin menguasai bahan. Menurut Kindsvatter dkk, yang menjadi fokus dari belajar bersama adalah kemajuan bidang akademik dan efektif melalui kerjasama. Menurut Johnson dkk, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam belajar bersama agar tujuan tercapai, yaitu :
a. Perlu adanya saling ketergantungan antar siswa secara positif. Saling ketergantungan berarti masing-masing saling tergantung, maka masing-masing juga ada kesanggupan untuk saling membantu, saling memberi dan menerima, tidak boleh seseorang hanya menggantungkan pada yang lain.
b. Perlunya dikembangkan interaksi interpersonal antara siswa dan keterampilan kelompok, interaksi, komunikasi antar anggota kelompok perlu dimajukan terus menerus data dibina.
c. Masing-masing siswa perlu dibantu agar bertanggung jawab pada penguasaan tugas belajar.
d. Perlu dikembangkan ketrampilan sosial siswa.
e. Perlu diyakinkan bahwa kelompok dapat berhasil dan dikembangkan kerjasama yang efektif.
Pembelajaran kooperatif disebut juga pembelajaran gotong royong, yang berdasar pada falsafah homo homini socius yang menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain. Kerjasama merupakan kebutuhan yang sangat diharapkan semua persoalan akan mudah terselesaikan.
Dari penjelasan di atas diketahui bahwa pembelajaran kooperatif dalam kelas menekankan pada kerjasama kelompok yang saling mendukung untuk berhasil dalam memahami materi yang telah disampaikan oleh guru. Download PTK fisika smp lengkap  Ada beberapa unsur yang dipenuhi oleh suatu kerjasama kelompok bisa disebut pembelajaran kooperatif Roger dan David Johnson telah membagi lima unsur pembelajaran koperatif yaitu :
1) Saling ketergantungan
2) Tanggung jawab perorangan
3) Tatap muka
4) Komunikasi antar anggota
Team Assisted Individual ization (TAI) termasuk dalam salah satu tipe pembelajaran kooperatif. Dalam model pembelajaran TAI, peserta didik dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen dengan anggota 4-5 orang. Selanjutnya diikuti dengan pemberian bantuan secara individu bagi peserta didik yang memerlukannya. Dengan pembelajaran kelompok diharapkan peserta didik dapat meningkatkan kreativitas dan menumbuhkan rasa sosial yang tinggi.
Sebelum dibentuk kelompok, peserta didik diajarkan bagaimana bekerjasama dalam suatu kelompok. Peserta didik diajari menjadi pendengar yang baik, dapat menjelaskan kepada teman sekelompok, berdiskusi, mendorong teman lain untuk bekerjasama, menghargai pendapat teman lain dan sebagainya. Salah satu ciri pembelajaran kooperatif adalah kemampuan peserta didik untuk bekerjasama dengan kelompok kecil yang heterogen. Masing-masing anggota dalam kelompok memiliki tugas yang setara, Karena pada pembelajaran kooperatif keberhasilan dalam kelompok sangat diperhatikan, maka siswa yang pandai ikut bertanggung jawab membantu temannya yang lemah dalam kelompoknya. Contoh ptk fisika smp pdf Dengan demikian, siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dan ketrampilannya, sedangkan siswa yang lemah akan terbantu dalam memahami perrnasalahan yang diselesaikan dalam kelompok tersebut.
Model pembelajaran TAI memiliki ke delapan komponen tersebut adalah sebagai berikut :
a. Teams, yaitu pembentukan kelompok heterogen yang terdiri dari 4 sampai 5 peserta didik.
b. Placement test, yaitu pembenan pre-test kepada peserta didik untuk melihat rata-rata nilai harian siswa agar guru mengetahui kelemahan peserta didik pada bidang tertentu.
c. Student creatif, melaksanakan tugas dalam satu kelompok dengan menciptakan situasi dimana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya.
d. Team study, yaitu tahapan tindakan belajar yang harus dilaksanakan oleh kelompok dan guru memberikan bantuan secara individual kepada siswa yang membutuhkannya.
e. Team scores and team recognition, yaitu pembenan skor terhadap hasil kerja kelompok yang berhasil secara cemerlang dan memberikan semangat kepada kelompok yang dipandang kurang berhasil dalam menyelesaikan tugas.
f. Teaching group, yakni pemberian materi secara singkat dari guru menjelang pembenan tugas kelompok.
g. Fact test, pelaksanaan tes-tes kecil berdasarkan fakta yang diperoleh peserta didik.
h. Whole-class unit, pemberian materi oleh guru kembali di akhir waktu pelajaran dengan strategi pemecahan masalah.
Agar model cooperative learning tipe TAI dapat efektif, maka perlu ditempuh beberapa langkah :
a. Persiapan pembelajaran cooperative learning tipe TAI
1. Menentukan tujuan pembelajaran cooperative learning tipe TAI
2. Menentukan suatu pokok bahasan yang akan disajikan.
3. Menyiapkan materi bahan ajar yang harus dikerjakan peserta didik
4. Merancang pembentukan kelompok-kelompok kecil (4-5 siswa) yang heterogen.
b. Pelaksanaan pembelajaran coopeartive learning tipe TAI
1) Membentuk kelompok-kelompok kecil (4-5 siswa) yang heterogen
2) Menjelaskan tujuan pembelajaran coopeartive learning tipe TAI.
3) Menjelaskan materi secara singkat
4) Memberikan tugas yang terkait dengan pokok bahasan pada setiap kelompok. Contoh ptk fisika smp pdf
c. Tindak lanjut pembelajaran coopeartive learning tipe TAI
1) Mengamati jalannya proses pembelajaran dan evaluasinya
2) Meminta ketua kelompok melaporkan keberhasilan kelompoknya
atau melaporkan kepada guru tentang hambatan yang dialami.
d. Meminta peserta didik untuk membuat dan mengumpulkan laporan
basil dari pembelajaran kooperatif tipe TAI.
4. Materi Pokok Tekanan
Materi pokok tekanan di SMP diajarkan pada kelas 8 dengan standar kompetensi memahami peranan usaha, gaya dan energi dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan Kompetensi dasarnya adalah menyelidiki tekanan pada benda padar, cair dan gas serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pembahasan materi tersebut peneliti membagi menjadi beberapa sub materi pokok yang meliputi tekanan pada zat padat, tekanan hidrostatis, hukum Pascal, hukum Archimedes dan tekanan udara.
a. Tekanan pada zat padat
Tekanan adalah besarnya gaya yang bekerja pada luas permukaan bidang. Misalkan suatu gaya F bekerja pada permukaan seluas A, maka tekanan pada permukaan tersebut adalah
 
Keterangan:
P = Tekanan (N/m2)
F = Gaya tekan (N)
A = Luas bidang tekan (m2)
Jadi, satuan dari tekanan adalah N/m2 atau Pascal (Pa).
b. Tekanan hidrostatis
Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang diakibatkan oleh zat cair yang bekerja pada suatu kedalaman tertentu (fluida diam). Besarnya tekanan ini tergantung pada ketinggian zat cair, massa jenis dan percepatan gravitasi.
Tekanan di dalam zat cair akan semakin besar pada tempat yang lebih dalam. Dengan kata lain, tekanan di dalam zat cair sebanding dengan kedalamannya. Hubungan ini dapat ditulis hidrostatis.
Phidrostatis h
Jika dibandingkan antara air ledeng dengan air garam, ternyata pada kedalaman yang sama, tekanan yang dihasilkan air garam lebih besar. Dengan kata lain, tekanan di dalam zat cair adalah sebanding dengan kerapatan susunan molekul (massa jenis) zat cair. Hubungan ini dapat ditulis
P hidrostatis P
Apabila sebuah bejana diisi zat cair pada kedalaman tertentu, dinding bejana bagian dalam akan ditekan oleh zat cair. Hal ini karena adanya gaya gravitasi yang menarik zat cair ke bawah. Download ptk fisika smp kurikulum 2013  Dengan demikian gaya tekan yang diakibatkan oleh zat cair pada luas bidang tekan sebanding dengan berat zat cair itu sendiri, yaitu:
 
Selanjutnya, tekanan yang diakibatkan oleh zat cair di dasar bejana pada kedalaman tertentu dapat ditulis
 
Keterangan
ñ = Massa jenis zat cair (kg/m3)
h = Kedalaman zat cair (m)
g = Percepatan gravitasi (N/kg)
s = Berat jenis zat cair (N/m3)
ñ hidrostatis = Tekanan hidrostatis (N/m2)
Jadi, secara matematis, tekanan hidrostatis dirumuskan sebagai berikut:
P = . g . h
dengan
ñ = Massa jenis (kg/m3)
g = Percepatan gravitasi (m/s2)
h = Kedalaman zat cair (m)
c. Hukum Pascal
Hukum Pascal dikemukakan oleh seorang ahli fisika berkebangsaan Perancis yang bernama Blaise Pascal (1623-1662). Bunyi hukum pascal adalah : “Tekanan yang diberikan pada fluida dalam suatu tempat akan menambah tekanan keseluruhan dengan besar yang sama”.
Hukum pascal dapat dipahami melalui penjelasan berikut, gambar dibawah memperlihatkan bejana berhubungan yang di isi satu jenis zat cair. Masing-masing bejana memiliki luas penampang yang berbeda, yaitu A1dan A2. Jika pada penampang A1 diberi gaya F1 mengakibatkan tekanan P1, maka zat cair yang ada di bawah mengakibatkan tekanan P1, maka zat cair yang ada di bawah penampang A1 akan meneruskan tekanan tersebut ke penampang A2. Akibatnya, pada penampang A2 akan timbul tekanan P2 dan gaya F2.
Berdasarkan hukum pascal, tekanan disetiap titik dalam zat cair yang berada dalam bejana adalah sama, sehingga P1= P2 karena
 
Keuntungan yang diperoleh dari hukum pascal adalah dengan menggunakan gaya yang lebih kecil dapat menghasilkan gaya yang besar.
                                 
Gambar.2. 1 Contoh penerapan hukum Pascal
d. Hukum Archimedes
Hukum Archimedes membicarakan tentang gaya ke atas yang dialami oleh benda bila benda tersebut berada di dalam zat cair. Contoh ptk fisika smp doc Hukum Archimedes berbunyi “Gaya apung yang bekerja pada benda yang dimasukkan dalam fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkannya.
 
Keterangan:
FA = Gaya ke atas yang dialami benda ketika berada di dalam zat cair (N)
Vbt = Volume benda yang tercelup dalam zat cair (m3)
ñ = Massa jenis zat cair (kg/m3)
g = Percepatan gravitasi (N/kg)
Ketika benda dicelupkan ke dalam gelas berpancuran, volum air yang terdesak keluar dari gelas ukur sama dengan volum benda yang tercelup. Jika ditimbang, berat zat cair tersebut cair yang terdesak keluar juga sama dengan gaya ke atas yang dialami benda ketika berada di dalam air. Dengan demikian, hubungan volum benda yang tercelup dalam air dengan gaya ke atas yang dialami benda dapat ditulis.
FA = Vbt . ñ zat cair . g
Keadaan benda didalam zat cair tergantung pada gaya berat dan gaya keatas, sehingga dapat diperoleh bahan :
1) Benda terapung, jika ñ benda < ñ zat cair
2) Benda melayang, jika ñ benda = ñ zat cair
3) Benda tenggelam, ñ benda > ñ zat cair
e. Tekanan udara
Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara atau atmosfer adalah barometer. Dalam pembahasan tekanan udara ini sangat erat hubungannya dengan hukum Boyle. Hukum Boyle dikemukakan oleh Robert Boyle (1627 - 1691) seorang ilmuan dari Inggris. Hukum Boyle berbunyi “Apabila kamu memperkecil volume suatu wadah gas, maka tekanan gas akan membesar asalkan suhu gas tersebut tetap.”
P.V = C atau P1V1 = P2V2.
Berdasarkan persamaan di atas dapat dilihat bahwa tekanan pertama dikalikan volume pertama sama dengan tekanan akhir dikalikan volume akhir.

B. Pengajuan Hipotesis
Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah berdasarkan pada uraian-uraian landasan teori yang telah disampaikan penelitian di atas bahwa pembelajaran fisika dengan metode Team Assisted Individualization (TAI) adalah suatu model pembelajaran yang mampu menumbuhkan semangat siswa sehingga pembelajaran yang ada di kelas tidak menjadi pasif dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Contoh ptk fisika smp pdf 
Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah : Pembelajaran dengan model Team Assisted Individualization (TAI) pada materi pokok tekanan dapat meningkatkan hasil belajar pada peserta didik kelas 8.3 di SMPN 2 ...... Kecamatan ...... Kabupaten ...... Tahun Pelajaran 2015/2016.

PTK IPA FISIKA SMP KELAS VIII

BAB III
METODE PENELITIAN


A. Subjek Penelitian
Dalam penelitian ini subjek pelaku tindakan adalah peneliti berkolaborasi dengan guru fisika yang lain yaitu ......................... Sedangkan objek penerima tindakan adalah peserta didik 8.3 SMPN 2 ...... Kecamatan ...... Kabupaten .......
B. Waktu Penelitian
Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan pada tanggal 7 Mei s.d. 24 Mei 2016 di kelas 8.3 SMPN 2 ...... Kecamatan ...... Kabupaten .......
C. Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu penelitian tindakan yang dilakukan di kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran.
Salah satu ciri khas penelitian tindakan kelas (PTK) adalah adanya kolaborasi (kerjasaama) antara praktisi dan penelitian daalam pemahaman, kesimpulan tentang permasalahan, pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). Dalam pelaksanaan di kelas maka kerjasama (kolaborasi) antara guru dengan peneliti menjadi hal yang sangat penting. Melalui kerjasama, mereka secara bersama menggali dan mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi guru dan peserta didik di sekolah. Download laporan ptk ipa smp Oleh karena itu peneliti memerlukan kolaborator yang dapat memberikan masukan-masukan demi tercapainya tujuan penelitian. Kolaborator dalam penelitian ini adalah guru fisika SMPN 2 ...... Kecamatan ...... Kabupaten ...... yaitu ...............
Tahapan langkah dalam penelitian ini disusun dalam beberapa siklus. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus sebagai berikut:
1. Pra siklus
Kegiatan pra siklus ini merupakan kegiatan dimana belum adanya tindakan pada pembelajaran, yakni pada pembelajaran materi tekanan tahun lalu dan materi sebelumnya. Dalam pelaksanaaan pembelajaran pada pra siklus ini juga akan diukur dengan indikator penelitian yaitu akan dilihat hasil belajar dari peserta didik. Hal ini dilakukan sebagai dasar untuk membandingkan keberhasilaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI pada siklus I dan siklus II.
2. Siklus I
Pelaksanaan siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dan diakhiri dengan tes evaluasi.
a. Perencanaan
Perencanaan merupakan tahap pertama dalam penelitian ini, di mana peneliti bersama guru (kolaborator) mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam proses pembelajaran, yang meliputi:
1) Menyusun silabus dan RPP
2) Menyusun LKS dan tes evaluasi
b. Tindakan
Tindakan merupakan tahapan pelaksanaan dari semua yang telah dibuat pada tahap perencanaan, yakni dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) pada sub materi pokok tekanan sebagai berikut :
1) Guru membuka pelajaraan dengan salam
2) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
3) Guru menyampaikan motivasi dan apersepsi, dengan memberi pertanyaan seputar materi tekanan misalnya “Pernakah kalian perhatikan bahwa benda dalam air terasa lebih ringan ? “.
4) Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya kemudian guru memberikan beberapa pertanyaan sebagai eksplorasi
5) Peserta didik dibagi menjadi kelompok masing-masing 5 oraang
6) Peserta didik diberi lembar kerja siswa (LKS) yang berisi
panduan kegiatan untuk pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan
7) Guru berkeliling memberikan bimbingan kepada kelompok maupun individu yang membutuhkan Contoh ptk fisika smp doc 
8) Peserta didik mengumpulkan hasil pekerjaan
9) Secara acak guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikaan hasil diskusinya di depan kelas
10) Guru membuat rangkuman atau kesimpulan hasil diskusi serta memberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai materi
11) Guru memberi tugas rumah kepada peserta didik
12) Guru membubarkan kelompok dan peserta didik kembali ke tempat duduk masing-masing
c. Pengamatan
Pengamatan dilaksanakan di dalam kelas oleh peneliti untuk mengamati pelaksanaan tindakan yang dilakukan oleh kolabolator saat pembelajaran berlangsung.
d. Refleksi
Refleksi merupakan analisis dan evalusi yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI), yakni dengan :
1) Menganalisis hasil pengamatan siklus I untuk membuat simpulan sementara terhadap pelaksanaan pengajaran di siklus II.
2) Mendiskusikan dengan guru tentang hasil analisis untuk tindakan perbaikan pada pelaksanaan penelitian selanjutnya dalam siklus II.
3. Siklus II
a. Perencaanaan
Perencanaan pada siklus II ini pada dasarnya sama dengan Siklus I yakni peneliti mempersiapkan haal-hal yaang diperlukan dalam proses pembelajaran seperti menyusun instrumen penelitian berupa silabus pembelajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kegiatan siswa (LKS) dan evaluasi berupa soal. 
b. Tindakan
Tindakan pada siklus II pada dasarnya sama dengan siklus I yakni tahapan pelaksanaan dari semua persiapan yang telah dibuat pada tahap perencanaan pada siklus sebelumnya. Penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dengan sub materi pokok tekanan dijelaskaan sebagai berikut :
1) Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam
2) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
3) Guru meyampaikan apersepsi dan motivasi, dengan memberi pertanyaan seputar materi yang disampaikan
4) Guru menyampaikan materi tekanan dengan menghubungkan fenomena-fenomena daalam kehidupan sehari-hari
5) Guru mendemonstrasikan menggunakan alat peraga konsep benda terapung, melayang dan tenggelam Contoh ptk fisika smp pdf 
6) Peserta didik diberi kesempaatan untuk bertanya
7) Guru memberikan tes awal untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap materi yang baru disampaikan
8) Guru membagi kelompok dengan anggota masing-masing 5 orang secara heterogen
9) Guru memberikan lembar kegiatan siswa dan bantuan kepada peserta didik yang membutuhkan
10) Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi
11) Guru memberikan beberapa pertanyaan kepada peserta didik yang berkaitan dengan materi yang telah diajarkan
12) Guru memberikan rangkuman atau kesimpulan hasil diskusi
13) Guru memeinta peserta didik kembali ke tempat duduk masing¬masing
14) Guru menutup pelajaran dengan mengucap salam penutup.
c. Pengamatan
Pengamatan dilaksanakan di dalam kelas oleh peneliti untuk mengamati pelaksanaan tindakan yang dilakukan secara kolaborator antara peneliti dan guru.
d. Refleksi
Data yang diperoleh pada pelaksanaan tindakan dan observasi kemudian dianalisis dan dievaluasi oleh peneliti dan guru untuk mengetahui berhasil-tidaknya tindakan yang dilakukan sehingga hasil refleksi ini dijadikan acuan terhadap perencanaan yang akan dilakukan pada siklus berkutnya. Pada prinsipnya semua kegiatan siklus II sama dengan kegiatan pada siklus I, hanya siklus II merupakan perbaikan dari siklus I.
D. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini meliputi:
1. Metode observasi
Metode observasi adalah suatu metode yang digunakan melalui pengamatan langsung yang meliputi kegiatan pemuatan perhatin terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra.
Metode ini digunakan dalam rangka mengamati secara langsung bagaimana proses kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode TAI yaitu peneliti mencatat secara langsung keaktifan siswa dalam bekerjasama dengan kelompoknya.
2. Metode dokumentasi
Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi merupakan pengambilan data untuk memperoleh informasi yaang memperhatikan tiga macam sumber yaitu tulisan (paper), tempat (place) dan orang (people). Download ptk fisika smp kurikulum 2013 Sumber tulisan (paper) yang berupa data yang sudah ada sebelum dilakukan penelitian yaitu data nilai fisika pada materi pokok tekanan siswa kelas 8.3 semester II SMPN 2 ...
3. Metode tes
Tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
Tes yang digunakan dalam metode ini adalah tes tertulis dalam bentuk tes objektif yang meliputi fill-in dan completion (tes lisan dan melengkapi). Rumus penskoran untuk fiil-in dan completion adalah sebagai berikut :
S=R
Keterangan :
S = Skor terakhir atau yang diharapkan
R = Jumlah isian yang dijawab betul (right) 33
4. Metode Analisis Data
Dalam penelitian ini yang diutamakan adalah perbaikan proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, maka analisis data yang digunakan dengan dua cara yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Adapun tahapan-tahapan analisis data sebagai berikut:
a. Data tentang hasil belajar kognitif peserta didik dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Skor = x 100 %
Keterangan :
B = Banyaknya butir yang dijawab benar
N = Banyaknya butir soal. 34
b. Data tentang hasil belajar afektif peserta didik dapat dihitung
Misalnya darti instrumen untuk mengukur peserta didik yang telah berhasil dibuat ada 10 butir. Jika rentangan yang dipakai adalah 1 sampai 5, maka skor terendah seorang peserta didik adalah 10, yakni
10 x 1 dan skor tertinggi sebesar 50, yakni dari 10 x 5. Dengan
demikian mediannya adalah (10 + 50) / 2 atau sebesar 30. Jika dibagi menjadi 4 kategori, maka skala 10 – 12 termasuk tidak berminat, 21 sampai 30 kurang berminat, 3 1-40 berminat dan skala 4 1-50 sangat berminat.
c. Tingkat ketuntasan klasikal belajar siswa dapat dicari dengan rumus :
Ketuntasan belajar siswa= x 100% Jika peserta didik memperoleh nilai lebih dari satu atau sama dengan 61 dan secara klasikal 85 %, maaka pembelaajaran dikatakan tuntas. Contoh ptk fisika smp pdf 

E. Indikator Keberhasilan
Adanya peningkatan hasil belajar peserta didik yang ditandai dengan :
1. Nilai rata-rata kelas di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 61
Meningkatnya hasil belajar peserta didik kelas 8.3 SMPN 2 ...... Kecamatan ...... Kabupaten ...... pada materi pokok tekaanan yang ditandai dengan presentase ketuntasan belajar klasikal lebih dari 85 %.

CONTOH LAPORAN PTK IPA FISIKA SMP

DAFTAR PUSTAKA


Abdul Aziz. Sholeh, dkk, Attarbiyah Waturruq Al-Tadris, Makkah : Darul Ma’arif, 1, t.th
Aqib, Zainal, Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: Yrama Widya, 2007
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Edisi Revisi VI, Jakarta: Rineka Cipta, 2006
Arikunto, Suharsimi, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2002
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 2003
Giancoli. Douglas C, Fisika Jilid I, Jakarta : Erlangga, 2001, Edisi. V
Hadi, Amirul, dan Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia, 2005
Humaizar dkk, Dunia Fisika I untuk SMP Kelas VII, Jakarta : Erlangga, 2005 Jihad. Asep, dkk, Evaluasi Pembelajaran, Yogyakarta: Multi Presindo, 2009 Kandar, Penelitian Tindakan Kelas, Semarang : IKIP PGRI,2007
Lie. Anita, Cooperative Learning Mempraktekkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas, Jakarta : Grasindo, 2004, Cet. 5
Moleong, Lexy J, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2002
Nasution. S, Kurikulum dan Pen gajaran, Jakarta : Bumi Aksara, 1999, Cet.3
Purwaningsih, “Implementasi Pembelajaran kooperatif dengan metode Team Assisted Individualization (TAI) dalam upaya meningkatkan hasil belajar fisika pada pokok bahasan zat dan perubahannya peserta didikkelas VII SMP Negeri 1 Tawangharjo Semarang Tahun Pelajaran 2008/2009”, Skripsi Program Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam IKIP PGRI Semarang, 2008.
Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2009
Purwanto. Ngalim, Psikologi Pendidikan, Bandung : Remaja Rosda Karya , 1999
Robert. E Slavin, Cooperative Learning, Bandung : Nusa Media, 2008
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta : Rineka Cipta, 1995
Suparno, Paul, Metodologi Pembelajaran Fisika Konstrukvistik dan Menyenangkan, Yogyakarta: Universitas Sanata Darma, 2007
Suparno. Paul, Metodologi Pembelajaran Fisika Konstruktif dan Menyenangkan, Yogyakarta : Universitas Sanata Darma, 2007
Wospakrik. Hans, PSSC Physics, Jakarta : Erlangga, 1988, Edisi VI
Yamin. Martinis, Paradigma Pendidikan Konstruktivistik, Jakarta : Gaung Persada Press, 2008


Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH LENGKAP PTK IPA FISIKA SMP KELAS VIII

Postingan terkait: