CONTOH LENGKAP PTK IPA FISIKA SMA KELAS X

CONTOH LENGKAP PTK IPA FISIKA SMA KELAS X-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar fisika peserta didik kelas X-8 semester II SMA Negeri ........... terutama pada materi pokok kalor dengan model pembelajaran kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Contoh ptk fisika sma doc
Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X-8 yang berjumlah 40 peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, di mana tiap siklusnya terdiri dari 1) Planning (rencana), 2) Action (tindakan), 3) Observation (pengamatan) dan 4) Reflection (refleksi).
Dari hasil analisis data pembelajaran diperoleh bahwa pada siklus I, nilai rata-rata hasil belajar peserta didik mencapai 61,90 dengan ketuntasan belajar klasikal 65,00%. Hasil ini meningkat pada siklus II menjadi 75,45 dengan ketuntasan belajar klasikal 87,50%. Sementara itu, pada aspek psikomotorik, ketuntasan belajar klasikal meningkat dari 63,16% pada siklus I menjadi 73,96% pada siklus II dan pada aspek afektif ketuntasan belajar klasikal meningkat dari 62,21% pada siklus I menjadi 71,16% pada siklus II. Download PTK fisika sma lengkap
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar aspek psikomotorik dan aspek afektif peserta didik. Disamping itu juga model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi pokok kalor dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X-8 SMA Negeri .......Download ptk fisika sma pdf


Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas IPA SMA yang diberi judul “ PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X-8 SEMESTER II SMA Negeri ... TAHUN AJARAN 2009/2010 PADA MATERI POKOK KALOR ". Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK IPA SMA KELAS X lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMA 009).


DOWNLOAD PTK IPA FISIKA SMA KELAS X KALOR


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Pendidikan adalah salah satu upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Seperti yang tertuang dalam visi pendidikan nasional, yaitu mewujudkan sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas, sehingga mampu dan proaktif dalam menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Download Proposal ptk fisika sma pdf Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang semakin maju, serta tantangan era globalisasi yang penuh ketidakpastian, menuntut adanya penanganan dan perbaikan sektor pendidikan secara berkesinambungan dari pemerintah, agar dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas untuk membawa Indonesia keluar dari krisis yang berkepanjangan, serta dapat mengikuti percepatan arus informasi dalam era globalisasi.
Oleh karena itu, pemerintah mengambil kebijakan dibidang pendidikan dengan memberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai tindak lanjut dari pembaharuan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu sebuah kurikulum yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi sekolah/daerah, karakteristik sekolah atau daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan karakteristik peserta didik.
Ilmu fisika di sekolah menengah diajarkan dengan tujuan agar siswa mampu menguasai konsep-konsep fisika dan keterkaitannya, serta mampu menggunakan metode ilmiah untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Download PTK fisika sma lengkap Dalam pengajaran fisika terdapat tiga unsur pokok yang berperan yaitu manusia, institusi, dan pengajarannya. Fisika adalah suatu ilmu yang lebih banyak memerlukan pemahaman daripada hafalan, maka kunci sukses dalam belajar fisika adalah kemampuan memahami tiga hasil pokok fisika, yaitu konsep-konsep, hukum-hukum atau asas-asas, dan teori-teori. Sedangkan hakekat pendidikan fisika adalah melatih kemampuan siswa untuk dapat menguasai konsep-konsep dan keterkaitan. Kata menguasai disini mengisyaratkan bahwa pendidikan harus menjadikan siswa tidak sekedar tahu atau hafal, melainkan harus menjadikan siswa untuk mengerti dan memahami konsep-konsep dan menghubungkan keterkaitan suatu konsep dengan konsep lainnya. Contoh ptk fisika sma doc
Pelajaran fisika adalah pelajaran yang komplek, mencakup konsep, teori dan hokum-hukum. Kesemuanya menuntut pemahaman kualitatif dan pemahaman kuantitatif matematik. Banyak peserta didik yang berkesimpulan bahwa fisika adalah mata pelajaran yang paling sulit, hasil belajar sebagian besar peserta didik juga rendah. Kesulitan tersebut tidak menjadi masalah jika masing-masing peserta didik tetap termotivasi untuk terus belajar.
Di dalam pendidikan dan pengajaran yang belajar berkembang adalah peserta didik. Guru atau pendidik hanya berperan menciptakan situasi belajar mengajar, mendorong dan memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Contoh ptk fisika sma doc Peserta didik merupakan subyek belajar yang memasuki atmosfer suasana belajar yang diciptakan guru. Oleh karena itu, guru dengan gaya mengajarnya berusaha mempengaruhi gaya dan belajar anak didik.
Peserta didik dengan segala perbedaannya seperti motivasi, minat, bakat, perhatian, harapan, latar belakang sosio-kultural, tradisi keluarga, menyatu dalam sistem belajar di kelas. Perbedaan-perbedaan inilah yang wajib dikelola dan diorganisir guru, untuk mencapai proses pembelajaran yang optimal.
Keberhasilan proses pembelajaran merupakan hal utama yang didambakan dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Komponen utama dalam proses pembelajaran adalah guru dan peserta didik. Agar proses pembelajaran berhasil, guru harus membimbing peserta didik sedemikian rupa sehingga mereka dapat mengembangkan pengetahuannya sesuai dengan struktur pengetahuan bidang yang dipelajarinya. Untuk mencapai keberhasilan tersebut guru harus memahami sepenuhnya materi yang diajarkan, dan dituntut mengetahui secara tepat posisi pengetahuan peserta didik pada awal (sebelumnya) mengikuti pembelajaran tersebut. Contoh ptk fisika sma kurikulum 2013 Selanjutnya berdasarkan metode yang dipilihnya guru diharapkan dapat membantu peserta didik dalam membantu mengembangkan proses pembelajaran secara efektif.
Dalam kegiatan pembelajaran keberadaan guru, peserta didik, materi pelajaran dan metode mengajar tidak dapat dipisahkan. Guru diharapkan agar tidak mendominasi kelas dan melaksanakan pembelajaran dengan berpusat pada peserta didik, agar peserta didik aktif dan senang dalam belajar fisika. Di samping itu, guru juga harus memperhatikan apakah model pembelajaran yang diterapkan sudah berjalan efektif dan efisien.
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas X-8 SMA Negeri ..........., diketahui bahwa dalam proses pembelajaran fisika, guru masih menggunakan metode ceramah dan jarang menerapkan metode praktikum, sehingga menjadikan siswa kurang aktif. Padahal dalam proses belajar mengajar peserta didik dituntut untuk selalu berfikir aktif, kreatif dan kritis. Kondisi ini berdampak pada rendahnya hasil belajar peserta didik kelas X-8 SMA Negeri ........... khususnya mata pelajaran fisika, dimana belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditandai dengan rata-rata nilai hasil tes kurang dari 60 secara individu dan ketuntasan klasikal kurang dari 85%. Download Proposal ptk fisika sma pdf  Ini terbukti dengan melihat hasil belajar peserta didik pada materi pokok alat¬alat optik.
Berdasarkan keterangan tersebut, proses pembelajaran akan lebih bermakna bila peserta didik mengalami bukan hanya mengetahui apa yang dipelajari. Untuk itu model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu cara alternatif dalam proses pembelajaran yang melibatkan peserta didik lebih produktif dalam belajar. STAD merupakan konsep pembelajaran yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi nyata dunia peserta didik dan mengaitkan pemahaman fisika sebagai upaya hasil belajar dapat meningkat dan lebih bermakna.
Dasar penelitian inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian tentang Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X-8 Semester II SMA Negeri ........... Tahun Ajaran 2009/2010 Pada Materi Pokok Kalor

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi beberapa permasalahan sebagai berikut:
1. Masih banyak peserta didik yang belum tuntas hasil belajarnya pada mata pelajaran fisika pada konsep dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Belum diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD sehingga peserta didik pasif dalam pembelajaran. Download PTK fisika sma lengkap
C. Pembatasan Masalah
Dalam penelitian yang akan dilakukan peneliti juga membatasi permasalahan sebagai berikut:
1. Materi penelitian ini dibatasi pada materi pokok kalor yang lebih ditekankan pada sub materi pokok, perbedaan suhu dan kalor, pemuaian, dan perubahan wujud zat.
2. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
3. Hasil belajar yang dievaluasi meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas X-8 semester II SMA Negeri ........... tahun ajaran 2009/20 10 pada materi pokok kalor?
2. Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar fisika bagi peserta didik kelas X-8 semester II SMA Negeri ........... tahun ajaran 2009/20 10 pada materi pokok kalor? Contoh ptk fisika sma doc

E. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pembelajaran Student Teams Achievement Division dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas X-8 semester II SMA Negeri ........... Tahun Ajaran 2009/2010 pada materi pokok kalor.
2. Untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas X-8 semester II SMA Negeri ........... Tahun Ajaran 2009/20 10 pada materi pokok kalor dengan menerapkan strategi pembelajaran Student Teams Achievement Division.
Adapun manfaat yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut:
1. Manfaat bagi peserta didik
Menumbuhkan kemampuan peserta didik dalam bekerjasama, berkomunikasi dan memecahkan masalah.. Download Proposal ptk fisika sma pdf
2. Manfaat bagi guru
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam memilih strategi yang bervariasi dalam memperbaiki proses pembelajaran sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi peserta didik.
3. Manfaat bagi lembaga sekolah
Penelitian ini menjadi model pembelajaran baru yang bermanfaat untuk memperbaiki hasil belajar fisika. Download ptk fisika sma kelas x
F. Penegasan Istilah
Untuk memperjelas dan menghindari adanya kesalahpahaman dalam menginterpretasikan judul, maka penulis memberikan pembatasan dari masing-masing istilah sebagai berikut:
1. Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD
Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang peserta didik secara heterogen. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis, dan penghargaan kelompok. 

2. Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya.
3. Fisika
Fisika oleh Piaget dikelompokkan sebagai pengetahuan fisis. Pengetahuan fisis terjadi karena abstraksi terhadap alam dunia ini. Contoh ptk fisika sma doc Pengetahuan fisis adalah pengetahuan akan sifat-sifat fisis dari suatu objek atau kejadian seperti bentuk, besar, kekasaran, berat, serta bagaimana objek-objek itu berinteraksi satu dengan yang lain.
Oleh karena itu fisika adalah pengetahuan fisis, maka sangat jelas bahwa untuk mempelajari fisika dan membentuk pengetahuan tentang fisika, diperlukan kontak langsung dengan hal yang ingin diketahui.
4. Kalor
Materi pokok kalor merupakan salah satu materi pokok dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk mata pelajaran fisika yang diajarkan pada peserta didik kelas X semester genap. Kalor ini adalah suatu bentuk energi. Kalor mengacu pada transfer energi dari suatu benda ke benda yang lainnya karena adanya perbedaan temperaturnya. Download ptk fisika sma pdf


CONTOH LENGKAP PTK IPA SMA TERBARU


BAB II
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN


A. Landasan Teori
1. Pengertian Belajar
Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan dan sikap. Belajar dimulai sejak manusia lahir sampai akhir hayat. Belajar adalah usaha mengubah tingkah laku. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar, perubahan ini tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, penyesuaian diri. Download Proposal ptk fisika sma pdf
Belajar mempunyai arti terjadinya perubahan dari persepsi dan perilaku, termasuk juga perbaikan tingkah laku, misalnya pemuasan kebutuhan masyarakat dan pribadi secara tidak lengkap. Perubahan tidak selalu menghasilkan perbaikan ditinjau dari nilai-nilai sosial. Seorang penjahat mungkin sekali menjadi seorang yang sangat ahli. Tetapi dari segi pandangan sosial hal itu bukanlah berarti perbaikan.
Ada beberapa definisi belajar telah dikemukakan oleh beberapa ahli antara lain:
a. Hilgard dan Bower, dalam buku Theories of Learning (1975) mengemukakan:
Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, di mana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan, atau keadaan¬keadaan sesaat seseorang (misalnya kelelahan, pengaruh obat, dan sebagainya).
b. Margon, dalam buku Introduction to Psychology (1978) mengemukakan: ”Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.” Download PTK fisika sma lengkap
c. James O. Wittaker, belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. ´Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience.´ 
d. Skinner (dalam Barlow,1995), mengartikan belajar sebagai suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progres if. Download Proposal ptk fisika sma pdf
e. Thursan Hakim dalam bukunya Belajar Secara Efektif (2000), mengartikan:
Belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya fikir, dan lain-lain kemampuannya.
Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar pada hakikatnya adalah ”perubahan” yang terjadi dalam diri seseorang setelah melakukan aktivitas tertentu. Walaupun pada kenyataannya tidak semua perubahan termasuk kategori belajar. Misalnya perubahan fisik, mabuk, gila dan sebagainya.
Belajar merupakan segenap rangkaian kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan pada dirinya berupa penambahan pengetahuan atau kemahiran berdasarkan alat indra dan pengalamannya.
Oleh karena itu, apabila setelah belajar peserta didik tidak ada perubahan tingkah laku yang positif, dalam arti tidak memiliki kecakapan baru serta wawasan pengetahuannya tidak bertambah maka dapat dikatakan bahwa belajarnya belum sempurna. Download ptk fisika sma kelas x
2. Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Bagi guru, tindak belajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Bagi peserta didik, hasil belajar merupakan puncak proses belajar. Jadi, hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku secara keseluruhan yang telah dimiliki oleh seseorang. Beberapa definisi tentang hasil belajar antara lain:
a. Menurut Nana Sudjana, hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah menerima pengalaman belajarnya.
b. Menurut Asep Jihad, hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar.Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif mantap. Contoh ptk fisika sma doc
c. Howard L Kingsley mendefinisikan belajar sebagai proses dimana telah (dalam artian luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.
Dari penjelasan di atas, belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan sikap dari pengalaman yang telah didapat. Sedangkan hasil belajar adalah pencapaian tingkat keberhasilan seseorang setelah memperoleh pengalaman belajar. Contoh ptk fisika sma kurikulum 2013 Hasil belajar meliputi berbagai aspek yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dibedakan atas dua kategori yaitu:
a. Faktor-faktor intern
Faktor intern merupakan faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar individu. Faktor¬faktor intern ini meliput:
1) Faktor jasmaniah, meliputi:
a) Faktor kesehatan, sehat berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian-bagiannya.
b) Cacat tubuh, merupakan sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna mengenai tubuh atau badan. Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi belajar. Download Proposal ptk fisika sma pdf  Peserta didik yang cacat belajarnya akan terganggu
2) Faktor psikologis, faktor psikologis merupakan keadaan psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar, meliputi:
a) Inteligensi atau kecerdasan
Kecerdasan merupakan factor psikologis yang paling penting dalam proses belajar peserta didik, karena itu menentukan kualitas belajar peserta didik. Semakin tinggi tingkat inteligensi seorang individu, semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar.
b) Motivasi
Motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keaktifan kegiatan belajar peserta didik.
c) Minat
Minat merupakan kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Download PTK fisika sma lengkap
d) Bakat
Bakat merupakan kemampuan seseorang yang menjadi salah satu komponen yang diperlukan dalam proses belajar seseorang. Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajari, maka bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan berhasil. Contoh ptk fisika sma doc
e) Sikap
Sikap individu dapat mempengaruhi keberhasilan proses belajar. Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau mere spons dengan cara yang relative tetap terhadap objek, orang, peristiwa dan sebagainya, baik secara positif atau negatif.
f) Motif Motif sangatlah perlu dalam belajar, untuk membentuk
motif yang kuat dapat dilaksanakan adanya latihan-latihan dan pengaruh lingkungan
g) Kematangan
Kematangan merupakan suatu tingkat atau fase pertumbuhan seseorang, karena alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. Jadi, kemajuan baru untuk memiliki kecakapan itu tergantung dari kematangan dan belajar.
3) Faktor kelelahan
Kelelahan pada seseorang walaupun sulit untuk dipisahkan tetapi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. Maka agar peserta didik belajar dengan baik haruslah menghindari jangan sampai terjadi kelelahan belajar. Download ptk fisika sma kelas x Sehingga perlu dipisahkan kondisi yang bebas dari kelelahan.
b. Faktor-faktor ekstern
Faktor ekstern merupakan faktor-faktor yang berhasil dari luar diri individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar individu. Faktor¬faktor intern meliputi:
1) Lingkungan sosial
a) Lingkungan social sekolah, seperti guru, administrasi dan teman-teman sekolah
b) Lingkungan sosial masyarakat
c) Lingkungan sosial keluarga Download ptk fisika sma pdf
2) Lingkungan non sosial
a) Lingkungan alamiah, seperti kondisi udara yang sehat, suasana yang sejuk dan tenang. Lingkungan alamiah tersebut merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas belajar peserta didik.
b) Faktor instrumental, yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam, hardware, seperti gedung sekolah, alat-alat belajar, fasilitas belajar. Contoh ptk fisika sma kurikulum 2013 Kedua, software, seperti kurikulum sekolah, peraturan-peraturan sekolah, silabus dan sebagainya.
c) Faktor materi pelajaran (yang diajarkan ke peserta didik). Faktor ini hendaknya disesuaikan dengan usai perkembangan peserta didik, begitu juga dengan metode mengajar guru, disesuaikan dengan kondisi perkembangan peserta didik.
4. Pembelajaran Kooperatif
a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan, yaitu empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang dengan kemampuan akademik, jenis kelamin, ras atau suku yang berbeda. Pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk meningkatkan partisipasi peserta didik, memfasilitasi peserta didik dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama peserta didik yang berbeda latar belakang. Download Proposal ptk fisika sma pdf David W. Johnson menjelaskan pembelajaran kooperatif sebagai berikut: Cooperative learning is a complex instructional procedure that requires conceptual knowledge. (Pembelajaran kooperatif adalah prosedur pembelajaran yang bersifat kompleks yang membutuhkan pengetahuan konseptual) Sedangkan menurut Robert E. Slavin mendefinisikan pembelajaran kooperatif adalah metode pengajaran dimana para siswa bekerjasama dalam kelompok. Kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya untuk mempelajari pelajaran.
Hal ini juga diajarkan oleh agama Islam mengenai masalah kerjasama sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat:

Artinya: ”Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran´
Ayat tersebut merupakan prinsip dasar dalam menjalin kerjasama dengan siapapun selama tujuannya adalah kebajikan dan ketaqwaan.
Di dalam pembelajaran kooperatif setiap siswa saling bekerjasama dengan yang lain, berdiskusi, berpendapat untuk memecahkan masalah, melalui kemampuan pengetahuan dan saling mengisi kekurangan anggota lainnya. Download PTK fisika sma lengkap  Jadi, pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang menitikberatkan pada kerjasama dan tolong menolong di antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
b. Tujuan Pembelajaran Kooperatif
Eggen dan Kauchak sebagaimana dikutip oleh Trianto, menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan peserta didik bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.
Pembelajaran kooperatif disusun sebuah usaha untuk mengungkapkan partisipasi peserta didik, memfasilitasi peserta didik dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan kelompok, serta memberikan kesempatan pada peserta didik untuk berinteraksi dan belajar bersama peserta didik yang berbeda latar belakangnya.
Jadi, dalam pembelajaran kooperatif peserta didik berperan ganda yaitu sebagai peserta didik ataupun sebagai guru untuk bekerjasama secara kolaboratif untuk mencapai sebuah tujuan bersama. Contoh ptk fisika sma doc  Peserta didik akan mengembangkan keterampilan berhubungan dengan sesama manusia yang akan sangat bermanfaat bagi kehidupan diluar sekolah.
Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting, yaitu:
1) Hasil belajar akademik
Para ahli telah menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kinerja peserta didik dalam tugas¬tugas akademik, unggul membantu peserta didik menumbuhkan kemampuan berfikir kritis.
2) Penerimaan terhadap keragaman
Pembelajaran kooperatif mempunyai efek yang sangat berarti terhadap penerimaan yang luas terhadap keragaman ras, budaya dan agama, strata sosial, kemampuan dan ketidakmampuan. Download ptk fisika sma kelas x 
3) Pengembangan keterampilan sosial
Keterampilan sosial berkembang secara signifikan dalam pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif sangat tepat digunakan untuk melatih kan keterampilan-keterampilan bekerjasama dan kolaborasi, dan juga keterampilan tanya jawab.
c. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif
Langkah-langkah pembelajaran kooperatif dapat dilihat dalam tabel 2.1.32
Tabel 2.1

d. Keunggulan pembelajaran Kooperatif
Keunggulan pembelajaran kooperatif sebagai suatu strategi pembelajaran di antaranya: Download ptk fisika sma pdf
1) Melalui sistem pembelajaran kooperatif siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru, akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berfikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber dan belajar dari siswa yang lain.
2) Sistem pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkan dengan ide-ide orang lain.
3) Sistem pembelajaran kooperatif dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasan serta menerima segala perbedaan.
4) Sistem pembelajaran kooperatif dapat membantu memperdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.
5) Sistem pembelajaran kooperatif merupakan suatu strategi cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik, sekaligus kemampuan sosial, termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal yang positif dengan yang lain, mengembangkan keterampilan mengatur waktu, dan sikap positif terhadap sekolah.Contoh ptk fisika sma doc
6) Melalui sistem pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahaman sendiri menerima umpan balik. Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut membuat kesalahan, karena keputusan yang dibuat adalah tanggung jawab kelompoknya. Contoh ptk fisika sma kurikulum 2013 
7) Sistem pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kemampuan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi riil (nyata)
8) Interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan rangsangan untuk berfikir. Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang.
e. Karakteristik Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif berbeda dengan strategi pembelajaran yang lain. Perbedaannya dapat dilihat dari proses pembelajaran yang lebih menekankan kepada proses kerjasama dalam kelompok. Download Proposal ptk fisika sma pdf  Tujuan yang ingin dicapai tidak hanya kemampuan akademik dalam pengertian penguasaan bahan pelajaran, adanya kerjasama inilah yang menjadi cirri khas dari pembelajaran kooperatif.
Karakteristik strategi pembelajaran kooperatif meliputi:
1) Pembelajaran dalam tim
Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran secara tim. Tim merupakan tempat untuk mencapai tujuan, maka tim harus mampu membuta setiap peserta didik belajar. Semua anggota tim (anggota kelompok) harus saling membantu setiap peserta untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itu, kriteria keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh keberhasilan tim.
2) Didasarkan pada manajemen kooperatif
Sebagai mana pada umumnya, manajemen mempunyai empat fungsi pokok, yaitu perencanaan, fungsi organisasi, fungsi pelaksanaan dan fungsi control. Demikian juga dalam pembelajaran kooperatif.
3) Kemampuan untuk bekerja sama
Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukan oleh keberhasilan secara kelompok. Prinsip bekerjasama perlu ditekankan dalam proses pembelajaran kooperatif. Download PTK fisika sma lengkap Setiap anggota kelompok bukan saja harus diatur tugas dan tanggung jawab masing-masing, akan tetapi ditanamkan perlunya saling membantu.
4) Keterampilan bekerja sama itu kemudian dipraktikkan melalui aktivitas dan kegiatan yang tergambarkan dalam keterampilan bekerja sama. Peserta perlu didorong untuk mau dan sanggup berinteraksi seta berkomunikasi dengan anggota lain.
5. Pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD)
a. Pengertian Student Teams Achievement Division (STAD)
Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan kooperatif. Contoh ptk fisika sma doc STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin. Pembelajaran kooperatif tipe STAD ini merupakan salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok empat sampai lima peserta didik secara heterogen. STAD diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis dan penghargaan kelompok.
Guru yang menggunakan STAD juga mengacu pada belajar kelompok peserta didik, penyajian informasi akademik baru kepada peserta didik setiap minggu menggunakan presentasi verbal atau teks. Download ptk fisika sma kelas x Peserta didik dalam suatu kelas tertentu dipecah menjadi kelompok dengan anggota 4-5 orang, setiap kelompok haruslah homogen, terdiri dari laki-laki dan perempuan, berasal dari berbagai suku, memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
Anggota tim menggunakan LKS atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami bahan pelajaran melalui tutorial, kuis, satu sama lain dan atau melakukan diskusi. Di dalam pembelajaran tipe STAD ada dua penilaian secara kelompok dan penilaian secara individual yang berkelanjutan.
b. Komponen-komponen Student Teams Achievement Division (STAD) STAD (Student Teams Achievement Division) terdiri atas lima komponen utama, yaitu:
1) Presentasi kelas
Guru menyampaikan materi kepada peserta didik secara garis besar.
2) Tim
Tim terdiri dari empat sampai lima peserta didik yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras etnisitas. Fungsi utama dari tim ini adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar, dan lebih khususnya lagi adalah untuk mempersiapkan anggotanya untuk bisa mengerjakan kuis dengan baik. Download ptk fisika sma pdf
3) Kuis
Para peserta didik diberi soal/kuis yang dikerjakan secara sendiri-sendiri. Sehingga, tiap peserta didik bertanggung jawab secara individual untuk memahami materi.
4) Skor kemajuan individu
Sebelum mengerjakan kuis yang sama, setiap peserta didik diberikan skor ”awal”, yang diperoleh dari rata-rata kinerja peserta didik tersebut. Peserta didik selanjutnya akan mengumpulkan poin untuk tim mereka berdasarkan tingkat kenaikan skor kuis mereka dibandingkan dengan skor awal mereka. Contoh ptk fisika sma kurikulum 2013 Dan tiap peserta didik dapat memberikan kontribusi poin yang maksimal kepada timnya dalam sistem skor ini, dengan memberikan usaha yang baik.
5) Rekognisi tim
Tim akan mendapat sertifikat atau bentuk penghargaan yang lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu. Skor tim peserta didik dapat juga digunakan untuk menentukan dua puluh persen dari peringkat merek.
c. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD
STAD terdiri atas sebuah siklus instruksi kegiatan regular, antara lain:
1) Pengajaran
Tiap pelajaran dalam STAD dimulai dengan presentasi pelajaran di dalam kelas. Presentasi tersebut harus mencakup pembukaan, pengembangan dan pengarahan praktis tiap komponen dari keseluruhan pelajaran. Kegiatan tim dan kuisnya mencakup latihan dan penilaian yang independent, secara berturut-turut.
2) Belajar Tim
Selama masa belajar tim, tugas para anggota tim adalah menguasai materi yang disampaikan di dalam kelas dan membantu teman satu kelasnya untuk menguasai materi tersebut. Download Proposal ptk fisika sma pdf  Para peserta didik mempunyai lembar kegiatan dan lembar jawaban yang dapat mereka gunakan untuk melatih kemampuan selama proses pengajaran dan untuk menilai diri mereka sendiri dan teman satu kelasnya.
3) Kuis
Pengerjaan kuis, peserta didik tidak dibiarkan untuk bekerja sama.
4) Rekognisi Tim
Sesegera mungkin setelah melakukan tiap kuis, skor kemajuan individual dan skor kemajuan dan skor tim dihitung, dan tim dengan skor tertinggi diberikan sertifikat atau penghargaan lainnya. Jika memungkinkan, skor tim diumumkan pada periode pertama setelah mengerjakan kuis. Ini akan membuat jelas hubungan antara melakukan tugas dengan baik dan menerima rekognisi, pada akhirnya akan meningkatkan motivasi mereka untuk melakukan yang terbaik. Download PTK fisika sma lengkap
Penghargaan atas keberhasilan kelompok dapat dilakukan oleh guru dengan melakukan tahapan-tahapan berikut ini:
1) Menghitung skor individu
Skor perkembangan individu dapat dihitung sebagai berikut: 

Table 2.2
Skor perkembangan individu

2) Menghitung skor kelompok
Skor kelompok ini dihitung dengan membuat rata-rata skor perkembangan anggota kelompok, yaitu dengan menjumlah semua skor perkembangan yang diperoleh anggota kelompok dibagi dengan jumlah anggota kelompok, sesuai dengan rata-rata skor perkembangan kelompok, diperoleh kategori skor kelompok seperti tercantum dalam tabel sebagai berikut Contoh ptk fisika sma doc
Tabel 2.3
Skor perkembangan anggota kelompok

3) Pemberian hadiah dan pengakuan skor kelompok
Setelah masing-masing kelompok memperoleh predikat, guru memberikan hadiah atau penghargaan kepada masing-masing kelompok sesuai dengan predikat.
Ada pun persiapan yang perlu dilakukan oleh guru dalam menerapkan model STAD adalah:
1) Menyiapkan materi
Dalam pembuatan materi, peneliti membuat ringkasan materi, sebuah lembar kegiatan, lembar kuis, dan lembar jawaban. Download ptk fisika sma kelas x 
2) Membagi para peserta didik ke dalam tim
Dalam menentukan tim dalam STAD harus mewakili seluruh bagian dalam kelas, baik latar belakang sosial ekonomi, dan etnik. Tiap tim juga harus terdiri dari peserta didik berprestasi tinggi, peserta didik berprestasi sedang, peserta didik berprestasi rendah. Tentunya, berprestasi tinggi adalah sebuah terminologi yang relatif, ini berarti tinggi untuk kelas yang bersangkutan, tidak tinggi bila dibandingkan dengan norma-norma sosial. Download ptk fisika sma pdf  Dan dalam pembentukan tim jangan biarkan peserta didik menentukan anggota kelompoknya, karena peserta didik cenderung akan memilih peserta didik lain yang setara dengan mereka.
3) Menentukan skor awal pertama
Skor awal mewakili skor rata-rata peserta didik pada kuis¬kuis sebelumnya. Skor awal dapat diperoleh dari hasil nilai terakhir peserta didik dari materi sebelumnya, atau kalau peneliti sudah melakukan penelitian bisa diperoleh dari nilai rata-rata skor kuis peserta didik.
4) Membangun tim
Sebelum memulai program pembelajaran sangat baik jika memulai dengan memberi kesempatan kepada anggota tim untuk melakukan sesuatu yang mengasyikkan dan untuk saling mengenal satu sama lain. Misalnya: tim boleh menciptakan nama atau logo tim, bener, lagu atau syair.
Pada hari pertama kerja tim dalam STAD, peneliti atau guru harus menjelaskan kepada para peserta didik pada artinya bekerja dalam tim. Khususnya sebelum memulai kerja tim bahaslah aturan tim sebagai berikut (yang bisa ditempatkan pada papan buletin atau papan tulis): Contoh ptk fisika sma kurikulum 2013 
1) Para peserta didik punya tanggung jawab untuk memastikan bahwa teman satu tim mereka telah mempelajari materinya.
2) Tidak ada yang boleh berhenti belajar sampai teman satu tim menguasai pelajaran tersebut.
3) Mintalah bantuan dari teman satu tim untuk membantu temannya sebelum teman mereka itu bertanya kepada guru.
4) Teman satu tim boleh saling berbicara satu sama lain dengan suara pelan.
d. Keunggulan dan kelemahan STAD
Suatu strategi pembelajaran mempunyai keunggulan dan kekurangan. Demikian pula dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Download Proposal ptk fisika sma pdf
1) Keunggulan STAD
a) Peserta didik bekerja sama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi norma-norma kelompok.
b) Peserta didik aktif membantu dan memotivasi semangat untuk berhasil bersama.
c) Aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk lebih meningkatkan kemampuan mereka dalam berpendapat.
2) Kekurangan STAD
a) Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk peserta didik sehingga sulit mencapai target kurikulum.
b) Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk guru sehingga pada umumnya guru tidak mau menggunakan kooperatif. Download PTK fisika sma lengkap
c) Membutuhkan kemampuan khusus guru sehingga tidak semua guru tidak dapat melakukan pembelajaran.
d) Menuntut sifat tertentu dari peserta didik, misalnya sifat berkerja sama.
Kekurangan-kekurangan yang ada pada pembelajaran kooperatif masih bisa diatasi atau diminimalkan. Penggunaan waktu yang lebih lama dapat diatasi dengan menyediakan lembar kegiatan siswa (LKS) sehingga siswa dapat bekerja secara efektif dan efisien. Sedangkan pembentukan kelompok dan penataan ruang kelas sesuai kelompok yang ada dapat dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Dengan demikian, dalam kegiatan pembelajaran tidak ada waktu terbuang untuk pembentukan kelompok dan penataan ruang kelas.
Pembelajaran kooperatif memang memerlukan kemampuan khusus guru, namun hal ini dapat diatasi dengan melakukan latihan terlebih dahulu. Contoh ptk fisika sma doc  Sedang kekurangan-kekurangan yang terakhir dapat diatasi dengan memberikan pengertian kepada peserta didik bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu, peserta didik merasa perlu bekerja sama dan berlatih bekerja sama dalam belajar secara kooperatif.
6. Materi Pokok Kalor
Berdasarkan kurikulum KTSP Madrasah Aliyah (MA), disebutkan bahwa Standar Kompetensi dari materi pokok kalor yaitu menerapkan konsep kalor dan prinsip konversi energi pada berbagai perubahan energi. Sedangkan Kompetensi Dasarnya yaitu: a) menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat, b) menerapkan asas black dalam pemecahan masalah. Download ptk fisika sma kelas x Adapun penjabaran dari materi yang akan dibahas dalam penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut:
a. Perbedaan suhu dan kalor
1) Suhu
Suhu atau temperatur adalah besaran yang menunjukkan derajat panas atau dinginnya suatu benda. Suhu tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan.
Pengukuran suhu didasarkan pada keadaan fisis zat (padat, cair, gas) yang mengalami perubahan jika suhunya berubah. Sensitivitas benda terhadap perubahan suhu dinamakan sifat termometrik zat. Sifat termometrik zat adalah sifat-sifat zat yang berubah ketika suhunya berubah. Download ptk fisika sma pdf Sifat-sifat tersebut antara lain: warna, volume, tekanan, dan daya hantar listrik.
2) Kalor
Jika gelas berisi air ledeng dicelupkan sebagian ke dalam bak berisi air panas, air ledeng mengalami kenaikan suhu dan air panas mengalami penurunan suhu. Ini menunjukkan terjadinya perpindahan energi dari benda bersuhu tinggi (air panas) ke benda ke suhu rendah (air ledeng). Dengan demikian kalor adalah energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah ketika kedua benda bersentuhan.
a) Kalor jenis dan kapasitas kalor
Kalor jenis suatu zat (c) adalah banyaknya kalor yang diberikan atau dilepaskan (Q) untuk menaikkan atau menurunkan suhu satu satuan massa (m) sebesar satu satuan suhu (T2-T1).
Pengertian di atas ditulis dalam bentuk persamaan menjadi:
Keterangan
Q = kalor (joule atau kalori) Contoh ptk fisika sma kurikulum 2013
m = masa jenis (kg atau gram)
DT = perubahan suhu (K atau oC)
c = kalor jenis (J/Kg. K atau kal/gram. oC)
Perkalian faktor m dan c dalam persamaan di atas diberi nama kapasitas kalor dan diberi lambang (C), maka C = m.c. kapasitas kalor menyatakan banyaknya energi yang diberikan dalam bentuk kalor untuk menaikkan suhu benda sebesar satu derajat. Dari persamaan di atas kemudian menjadi:
b) Asas Black
Menurut Black apabila dua buah zat yang berbeda suhunya dicampurkan (disentuhkan), zat yang suhunya lebih tinggi akan melepaskan kalor. Jumlah kalor yang dilepaskan tersebut akan diserap oleh zat yang suhunya lebih rendah. Download Proposal ptk fisika sma pdf  Jadi asas Black berbunyi : jumlah kalor yang diterima sama dengan jumlah kalor yang dilepaskan. Bila dituliskan dalam rumus menjadi:
Keterangan
Qk = jumlah kalor yang keluar / dilepas
Qm = jumlah kalor yang masuk / diterima
c) Kalorimeter
Alat yang digunakan untuk menentukan (mengukur) kalor adalah kalorimeter. Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui kalor jenis suatu zat. Jika kalor jenis suatu zat sudah diketahui, kalor yang diserap atau dilepaskan dapat dihitung dengan mengukur perubahan suhunya.
b. Pemuaian zat
Jika suatu benda dipanaskan, benda tersebut akan memuai dan sebaliknya jika benda didinginkan akan menyusut. Benda tersusun atas atom-atom yang saling berikatan kuat. Ketika suhu benda dinaikkan, atom-atom akan memperoleh energi akibat kenaikan suhu. Akibatnya, atom-atom akan bergerak sehingga jarak rata-rata antara atom bertambah (merenggang). Download PTK fisika sma lengkap
1) Pemuaian Panjang
Sebuah batang yang panjangnya mulai mula Lo pada suhu T0 dipanaskan sehingga suhunya berubah sebesar ¨T. Akibatnya, panjang batang juga akan berubah (memuai) sebesar DL. Jika perubahan suhu DL tidak terlalu besar, berbanding lurus dengan ¨T. Secara sistematis perubahan panjang zat padat dituliskan sebagai berikut:

Keterangan
¨L : Pertambahan panjang (m)
¨T : Kenaikan suhu (°C atau K)
a : koefisien muai panjang yang harganya bergantung pada jenis bahan (°C-1 atau K-1)
L0. : panjang mula-mula (m) Contoh ptk fisika sma doc
Nilai rata-rata Į (koefisien muai panjang) disajikan dalam tabel 2.4.
Tabel 2.4 Koefisien muai panjang

2) Pemuaian Luas
Jika zat padat berbentuk padat (bidang) dipanaskan, akan terjadi pemuaian dalam arah panjang dan lebar. Dengan kata lain zat tersebut mengalami pemuaian luas. Besarnya pemuaian luas ¨T) akan sebanding dengan perubahan suhu ¨T. Secara sistematis pemuaian luas zat padat dituliskan sebagai berikut: Download ptk fisika sma kelas x

Keterangan :
b = koefisien muai luas (~ = 2.Į)
A0 = luas mula-mula
3) Pemuaian Volume
Peningkatan atau kenaikan suhu ternyata juga dapat menimbulkan pemuaian volume. Besarnya pemuaian volume (¨T) berbanding lurus dengan perubahan suhu ¨T dan volume awal V0. Secara matematis pemuaian volume dituliskan sebagai berikut:

Keterangan :
g = koefisien muai volume (~ = 3.Į)
c. Perubahan Wujud Zat
Perubahan kalor selain menyebabkan pemuaian atau penyusutan zat ternyata juga mampu untuk mengubah wujud zat. Contoh ptk fisika sma doc Demikian pula dengan zat-zat yang lain apabila menerima kalor atau melepas kalor selalu diikuti dengan perubahan wujudnya selain perubahan ukuran.
Perubahan wujud benda apabila dibuat dalam bentuk bagan akan terlihat seperti gambar 2.1.
Gambar 2.1. perubahan wujud zat
Dalam keadaan bebas, ternyata tidak semua benda dapat mengalami ketiga tingkat wujud tersebut. Misalnya, jika balok kayu dipanaskan, ternyata balok tidak mencair seperti es dipanaskan. Begitu pula dengan kapur barus, dalam keadaan bebas selalu berubah menjadi gas yang dinamakan menyublim. Bahkan, sebutir telur akan mengeras apabila dipanaskan (direbus).
Dari contoh di atas ternyata ada kalor yang tidak dipergunakan untuk menaikkan suhunya melainkan digunakan untuk mengubah wujudnya. Download ptk fisika sma pdf  Selama proses perubahan wujud, kalor yang diterima tidak digunakan untuk menaikkan suhunya tetapi untuk mengubah wujud benda, kalor yang demikian dinamakan kalor laten (tersembunyi).
Apabila dinyatakan dalam bentuk persamaan menjadi sebagai
berikut: L = Q (2.7a)
atau m
Q = m.L (2.7b)

Keterangan
Q = kalor (joule atau kalori)
m = masa (kg atau gram)
L = kalor laten (J/kg atau kal/gram) Contoh ptk fisika sma kurikulum 2013 
7. Pembelajaran kalor dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD
Pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok empat sampai lima orang peserta didik yang mempunyai kemampuan akademik, ras, agama, jenis kelamin yang berbeda.

Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan pembelajaran yang turut menambah unsur-unsur interaksi sosial pada pembelajaran fisika. Maka pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan materi kalor diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sekitar alam sekitar, serta prospek perkembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam proses belajar mengajar dicirikan oleh suatu struktur tugas, tujuan dan penghargaan kooperatif. Download Proposal ptk fisika sma pdf Adapun langkah-langkah proses pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam materi pokok kalor sebagai berikut:
a. Pendahuluan, pendahuluan diisi dengan memberi motivasi dan apersepsi kepada peserta didik dengan cara menggali kemampuan awal peserta didik tentang konsep kalor yang akan dipelajari. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberi pertanyaan yang berkaitan dengan kalor kepada peserta didik.
b. Mengajar, guru mempresentasikan mata pelajaran fisika materi pokok kalor kepada peserta didik.
c. Pembentukan kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang peserta didik yang memiliki latar belakang dengan kemampuan akademik, jenis kelamin, ras atau suku yang berbeda
d. Belajar dalam tim, dengan bimbingan guru, peserta didik belajar melalui kegiatan kerja dalam tim yang dipandu oleh lembar kegiatan peserta didik untuk menuntaskan materi pelajaran.
e. Pemberian kuis, peserta didik mengerjakan kuis secara individual dan tidak boleh bekerja sama. Download PTK fisika sma lengkap
f. Penghargaan, pemberian penghargaan kepada peserta didik yang berprestasi dan tim atau kelompok yang memperoleh skor tertinggi dalam kuis.
Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik perlu diadakan evaluasi hasil belajar. Evaluasi hasil belajar bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik belajar dan bagaimana cara belajar yang paling baik diterapkan. Dalam evaluasi pembelajaran kooperatif tipe STAD, peserta didik mendapat nilai pribadi dan nilai kelompok. Peserta didik bekerja sama, saling membantu dan mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian. Akan tetapi pada saat ujian berlangsung peserta didik mengerjakan sendiri-sendiri dan akan memperoleh hasil atau nilai pribadi.
Dengan pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD ini, diharapkan dapat efektif un meningkatkan hasil belajar fisika materi pokok kalor. Efektivitas disini dapat dijadikan sebagai barometer untuk mengukur keberhasilan pendidik. Contoh ptk fisika sma doc Efektivitas berkaitan dengan terlaksananya semua tugas pokok, tercapainya tujuan, ketepatan waktu, dan adanya partisipasi aktif dari anggota. Karena pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat merealisasikan kebutuhan peserta didik dalam belajar berfikir, memecahkan masalah, dan mengintegrasikan pengetahuan dengan keterampilan. Pembelajaran kooperatif tipe STAD juga memiliki dampak yang positif terhadap hasil belajar peserta didik, karena dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik sekaligus dapat meningkatkan kemampuan hubungan sosial, dan, menumbuhkan sikap menerima kekurangan diri dan orang lain. Maka pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran yang dapat memperbaiki sistem pembelajaran yang selama ini memiliki kelemahan.
B. Hipotesis Tindakan
Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah berdasarkan atas uraian-uraian landasan teori yang telah disampaikan peneliti diatas bahwa pembelajaran fisika dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah pembelajaran yang mampu menumbuhkan semangat siswa sehingga pembelajaran yang ada di kelas tidak menjadi pasif dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Download ptk fisika sma kelas x Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah:
Pembelajaran dengan kooperatif learning tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar fisika pada materi pokok kalor peserta didik kelas X-8 SMA Negeri ........... tahun ajaran 2009/20 10. Download ptk fisika sma pdf 

PENELITIAN TINDAKAN KELAS IPA SMA FISIKA KELAS X


BAB III
METODE PENELITIAN


A. Waktu dan Tempat Penelitian
Dalam penelitian ini, waktu yang digunakan penulis untuk mulai mengadakan penelitian sampai menyelesaikan adalah selama satu bulan, mulai tanggal 19 Mei s.d. 19 April 2010. Adapun yang digunakan sebagai tempat penelitian adalah SMA Negeri ............ Contoh ptk fisika sma kurikulum 2013
B. Subjek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri ........... mengambil subjek penelitian siswa X-8 dengan jumlah 40 siswa, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki, 28 siswa perempuan.
C. Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas adaptasi dari model Hopkins. Penelitian ini bekerja sama dengan guru mata pelajaran dan direncanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap kegiatan, yaitu: (a) Planning (perencanaan), (b) Action (tindakan), (c) Observation (pengamatan), (d) Reflection (refleksi).49 Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar 3.1.
Dari gambar 3.1. dapat dijelaskan masing-masing tahap, yaitu: 
1. Siklus I
a. Perencanaan
1) Peneliti dan guru merencanakan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
2) Menyiapkan LKS (Lembar Kerja Siswa) yang akan digunakan sebagai bahan diskusi peserta didik. Download Proposal ptk fisika sma pdf
3) Menyiapkan soal evaluasi untuk siklus I.
b. Pelaksanaan tindakan
1) Peserta didik dengan dipimpin ketua kelas mengucapkan salam kepada guru.
2) Guru mengecek kehadiran peserta didik.
3) Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
4) Guru menyampaikan informasi materi pokok secara garis besar mengenai kalor.
5) Peserta didik secara kelompok melakukan eksperimen perbedaan suhu dan kalor, pemuaian dan perubahan wujud zat menggunakan alat-alat sederhana (bak dari logam, air, minyak goreng, pemanas, es, bejana, kasa, termometer) tang telah disediakan dengan dipandu LKS yang dibuat oleh peneliti bersama guru. Download Proposal ptk fisika sma pdf
6) Peserta didik secara kooperatif menyelesaikan soal yang ada dalam LKS
7) Peserta didik yang belum memahami materi atau soal tertentu diperkenankan untuk bertanya kepada guru. Sebelum guru menjawab pertanyaan, peserta dari kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat dari pertanyaan tersebut.
8) Guru menunjuk salah satu kelompok secara acak untuk mempresentasikan has il eksperimen yang telah dilakukan sesuai dengan petunjuk LKS.
9) Guru meminta kelompok lain untuk memberi tanggapan atas presentasi dari kelompok yang mempresentasi.
10) Guru memberikan kunci jawaban LKS I agar peserta didik dapat mengecek kembali pekerjaannya.
11) Guru memberi kuis individu kepada peserta didik
12) Guru langsung mengoreksi untuk melihat hasil kuis dan memberikan penghargaan kepada peserta didik dan kelompok yang memperoleh skor tertinggi. Contoh ptk fisika sma doc
13) Guru memberikan tes akhir siklus I (evaluasi) untuk mengetahui hasil belajar.
14) Peserta didik bersama guru membuat kesimpulan dari hasil eksperimen.
c. Pengamatan
Guru mengamati aktivitas peserta didik baik secara individu maupun kelompok dalam melaksanakan tugas. Pengambilan data tentang hasil belajar melalui tes untuk kemampuan kognitif, lembar observasi untuk kemampuan afektif dan psikomotorik peserta didik terhadap pembelajaran kooperatif tipe STAD yang telah dilaksanakan.
d. Refleksi
Kegiatan refleksi di sini yaitu mengumpulkan dan menganalisis data yang telah diperoleh dari siklus I untuk mengetahui berhasil atau tidaknya tindakan yang dilakukan. Hasil refleksi ini dijadikan acuan untuk memperbaiki kinerja guru dan melakukan revisi terhadap perencanaan yang akan dilakukan pada siklus berikutnya. Download PTK fisika sma lengkap 
2. Siklus II
a. Perencanaan
1) Menyusun perangkat pembelajaran seperti rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan lembar kerja siswa (LKS), menyiapkan alat dan bahan percobaan, instrument, sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
2) Mempersiapkan topik yang akan dibahas.
3) Membuat setting kelas atau merencanakan kelompok.
4) Membuat soal untuk latihan mandiri peserta didik. Contoh ptk fisika sma doc
b. Pelaksanaan tindakan
1) Peserta didik dengan dipimpin oleh ketua kelas mengucapkan salam kepada guru.
2) Guru mengadakan presentasi terhadap kehadiran peserta didik.
3) Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
4) Guru menyampaikan informasi materi pokok secara garis besar mengenai Asas Black.
5) Peserta didik secara kelompok melakukan eksperimen mengenai Asas pada pertukaran kalor dan prinsip kerja kalorimeter dengan menggunakan alat-alat sederhana (kalorimeter, termometer, air panas, air dingin) yang telah disediakan dengan dipandu LKS yang dibuat oleh peneliti bersama guru.
6) Peserta didik secara kooperatif menyelesaikan soal yang ada dalam LKS.
7) Peserta didik yang belum memahami materi atau soal tertentu diperkenankan untuk bertanya kepada guru. Download ptk fisika sma kelas x Sebelum guru menjawab pertanyaan, peserta didik dari kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat dari pertanyaan tersebut.
8) Guru menunjuk satu kelompok secara acak untuk mempresentasikan has il eksperimen yang telah dilakukan sesuai dengan petunjuk LKS.
9) Guru meminta kelompok lain untuk memberikan tanggapan atas presentasi dari kelompok yang mempresentasikan.
10) Guru memberikan kunci jawaban LKS siklus II agar peserta didik dapat mengecek kembali pekerjaannya.
11) Guru memberi kuis individu kepada peserta didik Download ptk fisika sma pdf
12) Guru langsung mengoreksi untuk melihat hasil kuis siklus II dan memberikan penghargaan kepada peserta didik dan kelompok yang memperoleh skor tertinggi.
13) Guru memberi tes akhir siklus II (evaluasi) sebagai akhir dari proses pembelajaran.
14) Peserta didik bersama guru membuat kesimpulan dari hasil eksperimen.
c. Pengamatan
Guru mengamati aktivitas peserta didik baik secara individu maupun kelompok dalam melaksanakan tugas. Contoh ptk fisika sma kurikulum 2013 Pengambilan data tentang hasil belajar melalui tes untuk kemampuan kognitif, lembar observasi untuk kemampuan afektif dan psikomotorik.
d. Refleksi
Selanjutnya membuat suatu kesimpulan terhadap pencapaian indikator. Diharapkan setelah akhir siklus II ini, dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di SMA Negeri ........... dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
D. Teknik Pengambilan Data
Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut :
1. Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Download Proposal ptk fisika sma pdf
Tes digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar siswa, terutama hasil belajar kognitif berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan pendidikan dan pengajaran
Instrumen tes ini merupakan instrumen utama untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar peserta didik dalam mengikuti pelajaran fisika setelah menggunakan strategi pembelajaran Student Teams Achievement Division, dengan melihat hasil tes. Download PTK fisika sma lengkap Instrumen tes yang diberikan kepada peserta didik berupa tes uraian, yaitu pertanyaan yang menuntut siswa menjawabnya dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, memberi alasan, dan bentuk lain yang sejenis, sesuai dengan tuntutan pertanyaan.
2. Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara langsung dengan cermat dan sistematis bukan asal-asalan terhadap fenomena¬fenomena yang terjadi di lapangan yang akan diteliti. Contoh ptk fisika sma doc
Metode ini dilakukan melalui pengamatan langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan pembelajaran dan mencatatnya dengan lembar observasi psikomotorik dan afektif.
3. Dokumentasi
Metode dokumen adalah suatu teknik pengumpulan data dengan menyelidiki benda tertulis, seperti : buku, majalah, dokumen dan lain sebagainya. Download PTK fisika sma lengkap  Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data nama peserta didik data nilai ulangan harian peserta didik kelas X-8 semester II serta data lain yang berkaitan dengan penelitian.
E. Teknik Analisis Data
1. Pengumpulan data
Untuk menganalisis data yang telah terkumpul, dilakukan analisis hasil yang telah dicapai siswa dalam lembar observasi dan tes evaluasi. Data observasi penelitian diberikan dengan pemberian nilai berupa angka yang dikategorikan dengan kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Pada tindakan tiap siklus diberi perlakuan kegiatan yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
2. Hasil observasi
Hasil observasi proses pembelajaran adalah dengan menghitung jumlah skor pengamatan dengan teknik dan kriteria sebagai berikut: Download ptk fisika sma pdf 
a. Lembar observasi afektif siswa
Untuk mengetahui tentang afektif siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar, maka penulis membuat 6 aspek pengamatan yaitu meliput: mengikuti proses pembelajaran, keaktifan bertanya, keaktifan menjawab, mencatat, kerjasama dan sopan. Kemudian dilakukan analisis pada instrumen lembar observasi dengan menggunakan teknik deskriptif melalui persentase. Adapun perhitungan persentase afektif siswa adalah:
Jumlah skor yang diperoleh
Persentase (%) = ¥ 100% Skor maksimal
Indikator keberhasilan afektif siswa adalah sebagai berikut:
80 - 100 : afektif siswa baik sekali
66 - 79 : afektif siswa baik
56 - 65 : afektif siswa cukup
40 - 55 : afektif siswa kurang
30 - 39 : afektif siswa gagal
b. Lembar observasi psikomotorik siswa
Untuk mengetahui tentang psikomotorik peserta didik dalam proses belajar mengajar, maka penulis membuat 6 aspek pengamatan yang meliputi: mempersiapkan alat percobaan, merangkai alat percobaan, melakukan percobaan, merapikan kembali alat percobaan, mendiskusikan kembali hasil percobaan dan mempresentasikan hasil diskusi. Contoh ptk fisika sma kurikulum 2013  Kemudian dilakukan analisis pada instrumen lembar observasi dengan menggunakan teknik deskriptif melalui persentase. Adapun perhitungan persentase keaktifan peserta didik adalah:

Indikator keberhasilan aktifitas belajar peserta didik adalah sebagai berikut:
80 – 100 : aktifitas belajar baik sekali
66 – 79 : aktifitas belajar baik
56 – 65 : aktifitas belajar cukup
40 – 55 : aktifitas belajar kurang
30 – 39 : aktifitas belajar gagal
c. Tes evaluasi
Penilaian aspek kognitif siswa diambil melalui tes evaluasi siswa pada akhir pembelajaran siklus. Download Proposal ptk fisika sma pdf  Dari data tes siswa pada tiap siklus akan diketahui hasil belajar siswa.
3. Hasil Evaluasi Siklus Siswa
Hasil evaluasi siklus tiap siswa diperoleh dari nilai tes akhir siklus berupa soal esai. Kemudian dari data yang diperoleh dapat dianalisis nilai ketuntasan individu, ketuntasan klasikal dan nilai perkembangan peserta didik setelah adanya tindakan.
a. Ketuntasan individu
Ketuntasan belajar individu dihitung dengan menggunakan analisis deskriptif persentase, yaitu :

Indikator keberhasilan siswa dikatakan tuntas belajar jika siswa memperoleh nilai sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu minimal 60.
b. Ketuntasan klasikal
Ketuntasan belajar klasikal dihitung dengan menggunakan analisis deskriptif persentase, yaitu: Download PTK fisika sma lengkap

Indikator keberhasilan ketuntasan belajar klasikal ditentukan jika rata-rata kelas yang diperoleh di atas nilai KKM dan minimal 85% dari jumlah siswa mendapat nilai 60.
c. Nilai perkembangan peserta didik
Hasil evaluasi atau tes peserta didik tiap akhir siklus selain dapat dipergunakan untuk mendapat skor tim atau kelompok yang akan dianalisis sebagai penentuan nilai perkembangan peserta didik. Contoh ptk fisika sma doc
Adapun kriteria yang digunakan dalam penentuan nilai
perkembangan peserta didik adalah seperti table 3.1 berikut:
Tabel 3.1
Nilai Perkembangan Peserta Didik

Nilai perkembangan yang diperoleh peserta didik dalam satu kelompok dirata-rata sebagai nilai perkembangan kelompok. Nilai kelompok yang diperoleh kemudian diberikan penghargaan (reward) menurut penggolongan sebagai berikut;
Nilai kelompok < 15 : Kurang
15 ~ Nilai kelompok < 20 : Cukup
20 ~ Nilai kelompok < 25 : Baik
Nilai kelompok ~ 25 : Super
F. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah:
1. Peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X-8 SMA Negeri ........... semester II pada materi pokok kalor yang ditandai dengan rata-rata nilai hasil tes 60 yang sesuai KKM secara individu dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 85%. Download ptk fisika sma kelas x
2. Keaktifan belajar peserta didik pada aspek afektif yang ditandai dengan keaktifan bertanya, keaktifan menjawab soal pada materi pokok kalor dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dengan ketuntasan belajar klasikal mencapai 75%. Download ptk fisika sma pdf
Pada aspek psikomotorik ditandai dengan ketuntasan belajar klasikal mencapai 75%.

CONTOH LAPORAN PTK IPA SMA LENGKAP


DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, Suharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2002.
, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2006.
, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.
Baharrudin dan Esa Nur Wahyudu, Teori Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2007.
Fathurrohman, Pupuh, Strategi Belajar Mengajar, Bndung: Refika Aditama, 2007.
Giancoli, Douglas C., Fisika Edisi ke V, Jakarta: Erlangga, 2001.
Hamalik, Oemar, Psikologi Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2004.
Hendi, Purwoko, Fisika I SMA/MA Kelas X, Semarang: Yudhistira, 2007.
http://karmawati-yusuf.blogspot.com/2009/0 1 /pembelajaran-matematika¬dengan.htmI
Ibrahim, Muslimin, et al., Pembelajaran Kooperatif, Surabaya: Universitas Negeri Surabaya, 2005.
Jihad, Asep, Evaluasi Pembelajaran, Yogyakarta: Multi Presindpo, 2008.
Johnson, David W., Learning Together and Alone, Boston: University of Minnesota, 1999.
Mulyasa, E., Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK, Bandung: PT Remaja Rosadakarya, 2005.
, Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah, Jakarta : Bumi Aksara, 2009.
, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Bandung : Rosda Karya, 2006. Nasution, S., Metode Research, (Penelitian Ilmiah), Jakarta: Bumi Aksara, 1996. Purwanto, M. Ngalim, Psikologi Pendidikan, Bandung: remaj a Rosdakarya, 1999.
, Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, Bandung: Rosdakarya, 1997.
Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan Jakarta: Kencana, 2006, Cet 1.
Shihab, M. Quraisy, Tafsir Al-Misbah, Pesan Kesan dan Keserasian Al-Qur¶an, Jakarta: Lentera Hati, 2005, Cet.3.
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1991.
Slavin, Robert E., Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik, Banbung: Nusa Media, 2008.
Soemanto, Wasty, Psikologi Pendidikan, Jakarta : Rineka Cipta, 1998.
Sudirman. A. M. Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Grafindo Persada, 2007.
Sudjana, Nana, Penilaian Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008.
, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1999.
Sukmadinata, Nana Syaodih, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006.
Suparno, Paul, Metodologi Pembelajaran Fisika, Yogyakarta: Universitas Sanata Darma, 2007.
Suyono, Slamet, Dasar-Dasar Pendidikan Usia Dini, Yogyakarta: Hikayat, 2005.
Trianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Kontruktivistik, Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007.
Young, Hugh D., Fisika Universitas, Jakarta: Penerbit Erlangga, 2001.


Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH LENGKAP PTK IPA FISIKA SMA KELAS X

Postingan terkait: