CONTOH PROPOSAL PTK PENJASKES LENGKAP KELAS 5 SD


CONTOH PROPOSAL PTK PENJASKES LENGKAP KELAS 5 SD-Beberapa faktor yang mendasari dari penelitian ini contoh proposal ptk penjas adalah (1) Media pembelajaran atau lapangan disekolah terbuat dari paving yang kurang tepat untuk pembelajaran materi sepak bola. (2) Beberapa siswa putri kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran materi sepak bola. (3) Pelajaran yang diberikan belum dikemas dalam bentuk modifikasi sehingga dijumpai siswa putri kurang antusias, bosan, dan malas dalam bergerak. ptk penjaskes kelas 6 (4) Kurangnya Sarana dan prasarana hanya dijumpai bola sepak 1 buah dan bola futsal 1 buah. Untuk itu dapat ditarik rumusan masalah : Bagaimana hasil pengembangan model pembelajaran teknik dasar permainan sepak bola yaitu menggiring dan mengumpan melalui pendekatan permainan gobak sodor dengan menggunakan bola di SD N ..... Kec. ..... Kab. ......?. Tujuan dalam penelitian ini untuk membuat variasi pembelajaran pada olahraga permainan sepak bola agar siswa tidak merasa jenuh dan bosan dalam mengikuti proses pembelajaran penjasorkes pada permainan sepak bola melalui pendekatan permainan gobak sodor pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri .......

Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan dari Borg & Gall yaitu: (1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan yang didapat dari hasil pengumpulan informasi, termasuk observasi lapangan dan kajian pustaka, (2) mengembangkan bentuk produk awal (berupa pengembangan model pembelajaran teknik dasar menggiring dan mengumpan pada permainan sepakbola), (3) evaluasi ahli yaitu menggunakan satu ahli Penjas dan dua ahli pembelajaran penjasorkes Sekolah Dasar, serta uji coba kelompok kecil, dengan menggunakan kuesioner dan konsultasi yang kemudian dianalisis, (4) uji coba lapangan, yaitu uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan (5) revisi produk akhir, revisi produk akhir dilakukan setelah melakukan uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan. ptk penjas bola voli kelas 5 sd
Dari hasil uji coba diperoleh data evaluasi ahli yaitu, ahli Penjas 77,3 % (baik), ahli pembelajaran I 86,6 % (baik), ahli pembelajaran II 89,3 % (baik), hasil kuesioner uji coba kelompok kecil rata-rata persentase pilihan jawaban yang sesuai 90,5 5 % (sangat baik), dari rata-rata kuesioner uji lapangan didapat rata-rata persentase pilihan jawaban yang sesuai 87,10 % (baik).
Berdasarkan hasil penelitian ini, di harapkan bagi guru Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar apabila akan mengajarkan teknik dasar permainan sepak bola untuk menggunakan produk pengembangan model pembelajaran ini pada siswa dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. ptk penjaskes sd permainan sepak bola

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK PENJASKES LENGKAP KELAS 5 SD lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK 001 SD).



PROPOSAL PTK PENJASKES 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Pendidikan jasmani dan kesehatan merupakan bagian yang terpenting dari proses pendidikan secara keseluruhan dan untuk mencapai tujuanya menggunakan aktifitas jasmani. Aktifitas jasmani itu dapat berupa permainan atau olahraga yang terpilih, kegiatan itu tidak hanya sekedar kegiatan biasa atau asal¬asalan, dan bukan pula hanya sekedar berupa “gerak badan“ yang tidak bermakna. Karena itu, kegiatan yang terpilih itu merupakan pengalaman belajar yang memungkinkan berlangsungnya proses belajar. Macam-macam aktifitas jasmani itu dimanfaatkan untuk mengembangkan kepribadian anak secara menyeluruh. download ptk penjaskes sd permainan sepak bola
Sedangkan tujuan yang ingin dicapai pada pendidikan jasmani meliputi perkembangan kognitif, afektif dan psikomotor. Jika dilihat dari segi cara penyampaian dan tujuan dari pendidikan jasmani dan kesehatan itu sendiri maka perlu peninjauan yang lebih mendalam lagi tentang pendidikan jasmani dan kesehatan, agar tujuan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan tersebut dapat benar¬benar tercapai dengan baik. Dengan demikian maka mutu dari Pendidikan Jasmani dan Kesehatan baik dari materi dan penyampaian, bahan ajar, guru, serta sarana dan prasarana maupun siswa perlu pengkajian yang lebih mendalam lagi.
Peningkatan mutu dari pendidikan jasmani dan kesehatan dapat dilakukan dengan menerapkan teknik dasar sepak bola pada siswa sekolah dasar. Beberapa teknik dasar permainan sepak bola yaitu menggiring dan mengumpan
bola, harusnya sudah dikuasai oleh siswa sekolah dasar. Adapun pengertian dari teknik menggiring itu sendiri adalah penguasaan bola dengan kaki saat kita bergerak dilapangan (Danny M, 2007:1). Dan pengertian dari teknik dasar mengumpan adalah seni memindahkan momentum bola dari satu pemain kepemain lain (Danny M, 2007:19).
Seperti yang diketahui bahwa penyelenggaran pendidikan jasmani di sekolah dasar selama ini hanya berpedoman pada pengajar cabang – cabang olahraga yang sifatnya mengarah pada penguasaan teknik. Oleh karena itu pendidikan jasmani dituntut untuk membangkitkan gairah dan motifasi anak dalam hal bergerak. Karena bergerak tidak hanya merupakan kebutuhan alami peserta didik sekolah dasar, melainkan juga membentuk, membina dan mengembangkan anak, serta meningkatkan intelektual anak didik (Soemintro, 1992:3 ).
Banyak jenis olahraga permainan yang dipakai dalam alat untuk menyampaikan pendidikan jasmani dan kesehatan. Salah satunya merupakan olahraga permainan sepakbola. Olahraga yang paling popular didunia ini menjadi salah satu alat bantu dalam menyampaikan pendidikan jasmani dan kesehatan. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat dapat memudahkan kita untuk menggunakan sesuatu atau menyelesaikan suatu pekerjaan dengan mudah. Disamping itu teknologi juga berpengaruh sangat besar bagi perkembangan permainan, dimana permainan ini tidak memerlukan suatu aktifitas gerak. download contoh proposal penjas lengkapMisalnya Game Online dan game komputer dan juga play station,dimana cara memainkan permainan ini hanya dengan duduk dan melihat
monitor atau layar. Sehingga menjadikan anak malas bergerak untuk melakukan aktivitas olahraga. Selain itu anak juga akan melupakan permainan-permainan tradisional warisan dari leluhur kita yang seharusnya kita kembangkan dan lestarikan.
Gobak sodor rmerupakan permainan tradisional yang seharusnya dikembangkan dan dilestarikan. Permainan gobak sodor merupakan permainan yang terdiri dari dua tim dengan masing-masing tim beranggotakan lima orang. Permainan ini dimainkan dengan cara menghadang lawan agar tidak bisa melewati ketiga garis batas permainan dan yang sudah dijaga oleh tim penjaga agar lawan tidak bisa mendapatkan nilai. Jika lawan dapat melewati ketiga garis batas tersebut maka permainan akan selesai. Cara mendapatkan nilai pada permainan ini adalah jika setiap pemainya dapat melewati ketiga garis yang dijaga oleh tim penjaga.
Permainan gobak sodor adalah suatu permainan di mana satu kelompok orang berusaha menghambat atau menghalangi kelompok orang lain sewaktu melintas petak –petak permainan ( daerah permainanya)( Soetoto P , 2008:5.2).

Dengan permainan gobak sodor ini peneliti akan mengembangkan teknik dasar permainan sepak bola yaitu menggiring dan mengumpan. contoh proposal ptk penjaskes sd Karena pada permainan tradisional gobak sodor terdapat unsur menghadang lawan yang bisa meningkatkan kualitas teknik menggiring dan mengumpan pada permainan sepak bola. Agar kualitas menggiring dan mengumpan itu sempurna maka harus ada penghalang,karena jika sudah bermain dalam lapangan sepak bola yang
sesungguhnya pemain sepak bola ditunut harus bisa menggiring dan mengumpan dengan melewati hadangan lawan.
Selain untuk meningkatkan kualitas ketrampilan gerak, peneliti juga bertujan untuk membuat variasi baru dalam memberikan pembelajaran penjasorkes supaya dalam pembelajaran penjasorkes tidak monoton.
Dengan demikian melalui pengembangan model pembelajaran dengan memasukan unsur teknik dasar pada permainan olahraga sepakbola kedalam permainan gobak sodor diharapkan anak-anak mampu meningkatkan kualitas menggiring dan mengumpan mereka pada saat bermain olahraga sepak bola selain itu untuk melakukan aktifitas gerak dan juga anak-anak dapat mengambil pembelajaran yang positif yang terkandung di dalamnya baik itu berupa pembelajaran etika, moral, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yang mencerminkan budaya asli leluhur kita yang mencerminkan sikap cinta tanah air dan bangsa. Dengan menggunakan pendekatan permainan tradisional ini anak akan lebih tertarik untuk mempelajari teknik dasar dalam permainan sepakbola dengan benar. Selain itu diharapkan permainan tradisional ini dapat kita lestarikan dan dikembangkan agar tidak hilang yang disebabkan oleh kemajuan zaman dan kemajuan teknologi seperti sekarang ini.ptk penjas bola voli dalam bentuk word
Model pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian ini merupakan teknik dasar permainan sepakbola yaitu menggiring dan mengumpan melalui pendekatan permainan gobak sodor dan telah dikembangkan baik peraturan dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran penjas. Ketertarikan penulis untuk melakukan penelitian ini berawal dari pengamatan penulis ketika melihat pembelajaran penjas yang dilakukan guru penjas disekolah dasar yang pada waktu memberikan materi pembelajaran sepakbola terlalu monoton dan jarang sekali memberikan materi pembelajaran dengan berupa permainan tradisional kedalam pembelajaran penjas di SD N ..... Kecamatan ..... Kabupaten ..... Sehingga hal ini memberikan gagasan dan ide dasar bagi penulis untuk menciptakan suatu modifikasi model pembelajaran pada salah satu jenis olahraga permainan yaitu olahraga sepakbola dengan memasukan teknik dasar permainan tersebut kedalam permainan tradisional, sehingga model pembelajaran yang baru ini mempunyai tujuan agar siswa lebih aktif bergerak dalam pembelajaran penjas dan modifikasi permainan tersebut dapat memberi masukan pada guru penjasorkes agar dalam mengajar peserta didiknya dapat memberikan model permainan yang telah dimodifikasi supaya siswa tidak bosan.
Salah satu kurang berkembangnya pendidikan jasmani di sekolah dasar adalah kurangnya kemampuan, kreatifitas dan inovasi para guru penjas selaku pelaksana khususnya dalam pengembangan model pembelajaran. ptk penjaskes sd kelas 5 doc Ditengarai bahwa guru penjasorkes dalam melakukan proses pembelajaran bersifat konvensional yang cenderung monoton, tidak menarik dan cenderung membosankan. Ini dibuktikan dengan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti secara survey langsung terjun kelapangan melihat proses pembelajaran di SD N ..... Kecamatan ..... Kabupaten ..... Sehingga peserta didik tidak memiliki semangat dan motifasi dalam meng ikuti pembelajaran penjasorkes. Banyak guru yang kurang mengetahui bahwa permainan tradisional dapat
diberikan sebagai materi dalam pembelajaran penjasorkes, karena dapat dengan mudah dimodifikasi permainya sehingga mudah dipahami oleh siswa. Maka peneliti menawarkan variasi pengembangan model pembelajaran permainan dan variasi sarananya sehingga siswa dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes lebih aktif dalam bergerak dan merasa senang. Karena selama ini dalam pembelajaran penjasorkes guru sama sekali belum pernah memberikan model pembelajaran permainan dan variasi sarananya.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik mengadakan penelitian dengan judul :”Pengembangan Model Pembelajaran Menggiring Dan Mengumpan Melalui Pendekatan Permainan Gobak Sodor Dengan Menggunakn Bola Dalam Penjasorkes Pada Siswa Kelas V SD Negeri ...... Kecamatan ..... Kabupaten .... 




CONTOH PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) PENJASKES


BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR


2.1. Landasan Teori
Penelitian dan pengembangan biasanya disebut pengembangan berbasis penelitian (research-and development) merupakan jenis penelitian yang sedang meningkat penggunaanya dalam pemecahan masalah praktis dalam dunia penelitian, utamanya penelitian pendidikan dan pembelajaran. PROPOSAL PTK PENJASKES KELAS 5 Menurut borg dan gall seperti yang dikutip Wasis D (2004 : 4) penellitian dan pengembangan adalah suatu proses yang digunakan untuk mengembangkan atau menvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan pembelajaran. Selanjutnya disebutkan bahwa prosedur penelitian dan pengembangan pada dasarnya terdiri dari dua tujuan utama, yaitu : (1) pengembangan produk, dan (2) menguji keefektifan produk dan mencapai tujuan.
Arikunto (2006:7) mengatakan bahwa penelitian pengembangan atau penelitian developmental adalah penelitian yang mengadakan percobaan dan penyempurnaan. Pengembangan adalah memperdalam dan memperluas pengetahuan yang sudah ada (Sugiyono, 2010 : 5). Sedangkan pembelajaran merupakan proses komunikatif-interaktif antara sumber belajar, guru, dan siswa yaitu saling bertukar informasi. Sehingga dari pengertian beberapa pakar diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian pengembangan merupakan penelitian yang melakukan percobaan dan penyempurnaan sehingga dapat memperdalam dan memperluas pengetahuan agar pengetahuan yang sudah ada dapat dikembangkan lagi. download ptk penjas bola voli
2.1.1. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Rusli Lutan (2000:15), menyatakan bahwa pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan melalui aktivitas jasmani. Tujuan umum pendidikan jasmani juga selaras dengan tujuan umum pendidikan. Tujuan belajar adalah menghasilkan perubahan perilaku yang melekat. Proses belajar dalam penjas juga bertujuan untuk menimbulkan perubahan perilaku. Pendidikan jasmani merupakan interaksi antara peserta didik dengan linkungan secara sistematis untuk membentuk manusia seutuhnya. Pembentukan sumber daya manusia diarahkan pada manusia, berbudi pekerti luhur lewat pendidikan jasmani dengan memperhatikan model pembelajaran serta skema pembelajaran (Sukintaka, 1992 : 9). Pendidikan jasmani dapat disimpulkan merupakan proses interaksi antara peserta didik dan lingkungan serta memiliki tujuan umum dan tujuan belajar untuk membentuk manusia seutuhnya.
2.1.2. Tujuan Penjasorkes
Tujuan yang ingin dicapai melalui pendidikan jasmani mencakup pengembangan individu secara menyeluruh. Artinya, cakupan penjas tidak hanya semata-mata aspek jasmani saja, akan tetapi juga aspek mental, dan sosial.ptk penjaskes sd lengkap
Dalam hal ini cakupan pendidikan jasmani adalah sebagai berikut :
1) Perkembangan fisik. Tujuan dari perkembangan fisik ini mempunyai hubungan dengan kemampuan melakukan aktivitas-aktivitas yang melibatkan fisik dari berbagai organ tubuh seseorang (physical fitness).
2) Perkembangan gerak. Tujuan dari perkembangan gerak ini mempunyai hubungan dengan kemampuan melakukan gerak secara afektif, efisien, dan sempurna.
3) Perkembangan mental. Tujuan dari perkembangan mental mempunyai hubungan dengan kemampuan berfikir dan menginterprestasikan keseluruhan pengetahuan tentang penjas ke dalam lingkunganya sehingga memungkinkan tumbuh dan berkembangnya pengetahuan, sikap, dan tanggung jawab siswa.
4) Perkembangan sosial. Tujuan perkembangan sosial mempunyai hubungan dengan kemampuan siswa dalam menyesuaikan diri pada suatu kelompok atau masyarakat (Adang Suherman, 2000 : 22-23).
Menurut Houg, dalam Rusli Luthan (2000 : 3), mendefinisikan mengajar sebagai proses penataan manusia, materi, dan sumber-sumber untuk keperluan kelancaran proses belajar. ptk permainan sepak bola doc. Khususnya untuk penjasorkes, penataan dalam proses pembuatan perencanaan mengajar penjasorkes nampak lebih penting mengingat lingkungan belajarnya yang agak unik. Berdasarkan pada beberapa pendapat tentang tujuan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan di Sekolah dapat digolongkan ke dalam empat aspek yaitu aspek fisik,aspek psikomotorik, aspek kognitif, dan aspek afektiaf.
2.1.3. Model Pembelajaran
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif
dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pembelajaran dapat melibatkan dua pihak yaitu siswa sebagai pembelajar dan guru sebagai fasilitator (Rudi Susulana dan Cepi Riyana, 2008:1). Pembelajaran bertujuan untuk membawa perubahan tingkah laku siswa kearah yang lebih baik hal ini dapat ditujukan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan, pemahaman sikap dan tingkah laku dan keterampilan serta aspek-aspek lain yang ada pada individu siswa. Proposal ptk penjas sd pdf
Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang digunakan, termasuk didalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, dan pengelolaan kelas (Heri Trianto, 2012).
Model pembelajaran merupakan sebuah rencana yang dimanfaatkan untuk merancang pengajaran.Isi yang terkandung di dalam model pembelajaran adalah berupa strategi pengajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan instruksional (Husdarta dan Yudha M. Saputra, 2000).
Ada tiga hal yang mendasari munculnya model pembelajaran, yaitu : pengalaman praktek, telaah teori-teori tertentu, dan hasil. Ada dua pengaruh implementasi suatu model pembelajaran terhadap perubahan siswa yaitu bersifat langsung dan tidak langsung.Mengetahui kedua jenis pengaruh ini bagi guru sangat penting, agar guru dapat memperkirakan efisiensi penggunaan model pembelajaran.
Secara operasional, setiap model pembelajaran memiliki 4 aspek (Husdarta dan Yudha M. Saputra, 2000). Dapat simpulkan bahwa model pembelajaran merupakan suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan instruksional.



PTK LENGKAP KELAS 5 SD MAPEL PENJASKES


DAFTAR PUSTAKA


Adang Suherman. 2000. Dasar-dasar Penjaskes. Jakarta : Depdikbud.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta
Clive G 2003. Sepak Bola. Jakarta : Airlangga
Danny Mielke. 2007. Dasar-Dasar Sepak Bola. Bandung : Pakar Raya Pustaka
Engkos Kosasih 1994. Olahraga Pilihan. Jakarta : Depdiknas
Faqih M. 2006. Persepsi Siswa Terhadap Tugas - Tugas Konselor. Skripsi tidak diterbitkan. Malang : Universitas Negeri Malang
Triyanto Heri 2012. Pengembangan Model Pembelajaran Gosorbol Dengan Mengunakan Tangan
Husdarta dan Yudha Saputra. 2000. Belajar Dan Pembelajaran. Bandung: Depkiknas.
Joseph A. Luxbacer 2011. Sepak Bola Edisi Kedua. Jakarata : Rajagrafindo.
Moh Ali. 1987. Penelitian kependidikan prosedur dan strategi. Bandung: offset angka.
Muhammad Muhyi Faruq 2008. Meningkatkan Kebugaran Tubuh melalui Permainan Dan Olahraga Sepakbola. Surabaya : Grasindo.
Rudi Susilana dan Cepi Riyana. 2007.Media Pembelajaran.Bandung : Wacana Prima.
Remy Muchtar 1992. Olahraga Pilihan Sepakbola. Jakarta : Depdikbud Rusli Luthan, dkk. 2000. Penelitian Penjaskes. Jakarta : Depdikbud.
Sneyers Jef 1988. Sepak Bola Dan Strategi Bermain. Bandung : Remaja Karya
Soetoto P 2008. Permainan Anak Tradisional Dan Aktivitas Ritmik. .Jakarta: Universitas Terbuka.
Sugiyono 2010. Metode Penelitian Pendidikan,Bandung : Alfabeta.
Soekatamsi. 1984. Permainan Besar Sepak Bola 1. Jakarta : Universitas Terbuka.
Soemintro, 1992. Permainan Kecil. Jakarta : Depdikbud.
Sukintaka. 1992. Teori Bermain untuk D2 PGSD Pendidikan Jasmani. Jakarta: Dirjen Pendidikan Tinggi Depdikbud
Sucipto. Bambang Suiyono. Indra. M Thohir. Nuryadi. 2000. Sepak Bola. Jakarta : Depdikbud.
Wasis D Dwiyogo. 2008. Penelitian dan Pengembangan Olahraga. Malang : Lemlit UNM





Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH PROPOSAL PTK PENJASKES LENGKAP KELAS 5 SD




Postingan terkait: